0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Metodologi Penelitian Kualitatif Akhlak Santri

Diunggah oleh

Zul Fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Metodologi Penelitian Kualitatif Akhlak Santri

Diunggah oleh

Zul Fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Lokasi Penelitian


1. Jenis penelitian

Pada bagian ini peneliti menjelaskan tentang jenis penelitian yang

digunakan dalam menentukan sebuah kesimpulan. Penentuan jenis penelitian

ditentukan berdasarkan judul dan topik permasalahan yang anda kaji, jika

penelitian itu menguraikan sebuah peristiwa atau fenomena maka jenis penelitian

yang digunakan adalah penelitian kualitatif.

Jenis penelitian yang akan di lakukan oleh penelliti yaitu jenis penlitian

kualitatif. Penelitian kualitatif adalah (pengertian Kualitatif)

Penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini untuk

menganalisis dan mengkaji sejauh mana peran guru bimbingan konseling dan

akkidah akhlak Dalam pembinaan akhlak santri di mts ddi takkalasi.

2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada mts ddi takkalasi, kecamatan balusu,

kabupaten barru, Provinsi Sulawesi Selatan.

Alasan penentuan lokasi ini juga mengacu pada pendapat Spradley yang

mengemukakan bahwa apabila ingin memperoleh hasil penelitian yang lebih

baik, maka dalam memilih dan menentukan lokasi penelitian haruslah

mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut; (a) Sederhana, (b) Mudah

memasukinya, (c) Tidak begitu kentara dalam melakukan penelitian, (d) Mudah

memperoleh izin, (e) Kegiatannya terjadi berulang-ulang.

39
40

B. Pendekatan Penelitian

Berdasarkan sifat penelitian adalah penelitian kualitatif, maka

pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan

[Link] Fenomenology yaitu , sesuai dengan namanya,

adalah ilmu (logos) mengenai sesuatu yang tampak (phenomenon).

Dengan demikan, setiap penelitian atau setiap karya yang membahas cara

penampakan dari apa saja merupakan fenomenologi1.

Fenomenologai adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari

kesaradan, atau cara memahami suatu objek atau peristiwsa dengan

mengalaminya secara sadar2. Jadi dari dua pengertian di atas dapat peneliti

simpulkan bahwa penelitian kualitatif fenomenology adalah penelitian

yang mengamati tingkah laku yang menjadi objek peneliti.

C. Sumber Data

Arikunto mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sumber data

dalam penelitian adalah subyek dari mana data tersebut diperoleh. 3

Adapun sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah sumber data

utama yang berupa kata-kata dan tindakan serta sumber data tambahan

yang berupa dokumen-dokumen. Sebagaimana menurut Lofland dan

Lofland dalam Lexi J Moleong bahwa sumber data utama dalam penelitian

kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan

seperti dokumen dan lain-lain.

1
K Bertens, mnFenomenologi Eksistensial (Jakarta: Gramedia, 1987) ,h. 3
2
Stephen W Littlejohn, Theoriesof Human Communication, 7th ed. (USA: Thomson
Learning Academic Resource Center, 2002), h. 184
3
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi (Bandung: Remaja Rosda
Karya, 2005), h. 11.
41

Berikut penjelasan mengenai sumber data utama dan sumber data

tambahan, yakni:

1. Sumber data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh oleh peneliti dari objek

atau lapangan secara langsung. Data primer ini diambil langsung dari

lokasi penelitian

berupa hasil wawancara terhadap responden yang diteliti, baik

yang didapatkan dari sumber individu, atau kelompok. Dengan demikian

untuk penelitian ini data yang didapatkan juga langsung bersumber dari

guru yang berkaitan dan peserta didik di mts ddi takkalasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti melalui berbagai

sumber lainnya, seperti berbagai literatur penelitian sebelumnya, dan

buku-buku, foto-foto yang berkaitan dengan topik permasalahan peneliti.

Bertujuan sebagai penguat atau pendukung dari data primer.

D. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini bertujuan untuk

mendapatkan bahan-bahan, keterangan, kenyataan-kenyataan, dan

informasi yang dapat dipercayai.4 Untuk memperoleh data dari penelitian

ini penulis menggunakan metode pengumpulan data berupa:

1. Observasi

Observasi adalah pemusatan perhatian terhadap suatu objek seperti

melakukan pengamatan pada suatu tempat dimana mesti mengetahui

4
Eko Putro Widoyoko, Teknis Penyusunan Instrumen Penelitian (Cet. V; Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2016), h. 33.
42

kejadian, gerak atau proses yang terjadi untuk mendapatkan data. 5 Jadi

observasi yang dimaksud oleh peneliti adalah melihat atau mengamati

secara langsung bagaimana pemanfaatan media video pembelajaran

digunakan oleh seorang pendidik disekolah tersebut.

Wawancara atau interview adalah proses komunikasi yang

dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh makna yang terkandung dari

masalah-masalah penelitian dari sumber data atau responden. Wawancara

dilakukan menggunakan instrumen yang berisi pertanyaan-pertanyaan

secara lisan yang relevan dengan fokus penelitian. 6 Untuk melakukan

wawancara terstruktur dapat dilakukan dengan cara menyiapkan

pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan permasalahan penelitian,

namun wawancara yang tidak terstruktur akan timbul apabila terdapat

jawaban berkembang di luar pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan

akan tetapi tidak lepas dari permasalahan penelitian.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah sekumpulan bahan tertulis yang sudah ada

sebelumnya dapat berupa catatan penting, foto, video dimana dapat

membantu dalam mendapatkan penjelasan mengenai yang akan diteliti

oleh penulis. Dokumentasi digunakan peneliti sebagai bukti atau penguat

dari data-data yang telah dikumpulkan dari hasil observasi dan wawancara.

E. Instrument Penelitian

Instrumen penelitian merupakan peneliti atau pengamat dalam

penelitian yang berperan dalam proses mengumpulkan data secara terarah.

5
Sandu Siyoto, Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian (Cet. I; Yogyakarta, Literasi
Media, 2015), h. 77.
6
S. Margono, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), h.165.
43

Pada dasarnya, instrumen penelitian untuk penelitian kualitatif ialah

peneliti itu sendiri.7 Instrumen penelitian adalah alat yang dipakai dalam

sebuah kegiatan penelitian yang khususnya sebagai pengukuran dan

pengumpulan data. Keuntungan yang bisa didapat ketika peneliti hadir

sebagai instrumen adalah peneliti lebih paham Ketika melihat secara

langsung, dan peneliti dapat menyesuaikan diri dengan aturan penelitian.

Sehingga keputusan yang didapatkan dari penelitian dapat diambil dengan

cara cepat, terarah, dan juga mendapatkan informasi yang diperoleh

melalui sikap dan cara informan dalam memberikan informasi. Dari

penjelasan metode pengumpulan data sebelumnya makan penulis sendiri

akan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah teknik kualitatif. Kualitatif adalah upaya mencari dan menata

secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan

lainnya. Hal ini dilakukan dalam peningkatan pemahaman penulis

mengenai penelitian yang diambil.8

Sesuai dengan karakter penelitian kualitatif, analisa data dalam penelitian

ini akan menggunakan analisis model interaktif dengan melakukan langkah-

langkah sebagai berikut.

1. Reduksi Data

Dalam tahap ini data-data yang didaptkan akan disaring. Peneliti memilih

data yang relavan untuk dipakai mendukung penelitian. Kualitatif bisa diperoleh

7
Fira Husaini, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif (Cet. II; Yogyakarta:
Quadrant, 2021), h. 144.
8
Rukin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Surabaya: Jakad Media, 2019), h. 45.
44

dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan lain sebagainya. Sehingga

pemilihan perlu untuk memudahkan mengambil data yang akan dipakai. 9 Pada

tahap ini, penulis merangkum semua hasil wawancara, observasi dan dokumentasi

untuk menarik kesimpulan dari semua catatan yang telah dikumpulkan.

2. Display Data (Penyajian Data)

Bentuk kegiatan menyajikan data atau informasi yang diperoleh

dalam bentuk teks naratif. Dalam penelitian biasanya kita mendapat

banyak data, penyajian data akan terlihat dengan jelas dan tersusun secara

sistematis.10 Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari reduksi data. Yaitu,

setelah dibuat rangkuman, maka peneliti akan menyajikan data dalam

bentuk teks naratif yang sudah disaring sesuai dengan data-data yang

dibutuhkan oleh peneliti.

3. Mengambil Kesimpulan

Verifikasi data dilakukan untuk menentukan data akhir dari

keseluruhan proses tahapan analisis, sehingga keseluruhan permasalahan

mengenai bagaimana. Peran guru bimbingan konseling dan akidah akhlak

dam pembinaaan akhlak santri Sehingga dapat dijawab sesuai dengan

kategori data dan permasalahannya. Jadi langkah terakhir ini digunakan

untuk membuat kesimpulan mengenai keseluruhan hasil penelitian penulis.

9
Rukin, Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 46.
10
Ajat Rukajat, Pendekatan Penelitian Kualitataif (Qualitative Research Approach) (Cet.
I; Yogyakarta: Deepublish, 2018) h. 37.
45

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Basit, Konseling Islam. Kencana: Depok.

Ajat Rukajat. Pendekatan Penelitian Kualitataif (Qualitative Research Approach). Cet. I;

Yogyakarta: Deepublish, 2018.

Ali Sodik Sandu Siyoto. Dasar Metodologi Penelitian. Cet. I; Yogyakarta, Literasi Media, 2015

Asep Jihad dan Suryanto. Menjadi Guru Profesional (Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan

kualitas guru di era global). Jakarta Erlangga Group, 2013.

Basit Abdul. Konseling Islam. Kencana: Depok.

Dapartemen Pendidikan dan Keagamaan. GBPP Mata Pelajaran PAI, Jakarta.

Darajat Zakiyah dkk. ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2000.

Dr. Lubis Namora Lumongga. Memahami Dasar-dasar Konseling Dalam Teori dan Praktik.

Kencana: Jakarta.

Hamalik Emar. Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Cet. VII, Jakarta:

Bumi Aksara, 2008.

Hanafi Halid, dkk. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish, 2018.

[Link]

guru-dalam-menjalankan-profesinya.

Husaini Fira. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif . Cet. II; Yogyakarta: Quadrant, 2021.

K Bertens. Fenomenologi Eksistensial. Jakarta: Gramedia, 1987.

Kurniyati E. Memahami Dikotomi dan Dualisme Pendidikan di Indonesia, Rusyan Fikr. Vol. 14,

No. 1 Maret 2018.

Lesmana Gusman. Bimbingan dan Konseling Belajar. Kencana, Jakarta.


46

Littlejohn Stephen W. Theoriesof Human Communication. 7th ed. (USA: Thomson Learning

Academic Resource Center, 2002.

Margono S. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.

Moleong Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi Bandung: Remaja Rosda Karya,

2005.

Mubarak Ahmad. Teori dan Kasus. Cet. I; Jakarta: Bin Rena Pariwara, 2000.

Mulyasa E. Menjadi Guru Professional. Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan

Menyenangkan. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2005.

Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik danImplementasi. Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2004.

Nadia. Kompetensi guru pembimbing dalam pengelolaan program bimbingan dan konseling. Tesis

Master pada. SPS UPI Bandung, 2008.

Naim Ngainun. Menjadi Guru Inspiratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Nata Abudi. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana pranada Grup, 2010.

Rifai Moh. Metode Bimbingan Konseling Dalam Membina Akhlak Siswa Madrasah Aliyah Al

Khairat Pelawa (Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan

Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Palu.

Rosyadi Khairon. Pendidikan Profetik.

Rukin. Metodologi Penelitian Kualitatif . Surabaya: Jakad Media, 2019.

Sari Khairunnisa Putri Puspita. peran guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter peserta

didik di man 2 kota semarang. fakultas Agama Islam Universitas Sultan Agung, tth.

Sari Khairunnisa Putri Puspita. Sinergitas Guru Akidah Akhlak Dan Guru Bimbingan Konseling

Dalam Pembinaan Karakter Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Di Pondok

Pesantren Yasrib Lapajung Watansoppeng. Jurusan Tarbiyah Fakultan Tarbiyah Dan

Keguruan. UIN Alauddin Makassar.

Suparlan. Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta: Hikayat Publishing, 2006.


47

Susanna, Kepribadian Guru PAI dan Tantangan Globalisasi, Jurnal Mudarissuna, Vol: 4, 2014.

Syafaruddin, dkk. Ilmu Pendidikan Islam; Melangitkan Potensi Budaya Umat. Jakarta: Hijri

Pustaka Utama, 2014.

Undang-Undang Sisdiknas. Sinar Grafika. Jakarta, 2011.

Widoyoko Eko Putro. Teknis Penyusunan Instrumen Penelitian. Cet. V; Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2016.

Anda mungkin juga menyukai