0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Peran Keluarga dan Perawat dalam Diabetes

Diunggah oleh

Rio Ade
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Peran Keluarga dan Perawat dalam Diabetes

Diunggah oleh

Rio Ade
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Antoro, B.. dkk (2023). Media Husada Journal of Nursing Science. Vol 4 (No.

2),halaman 63-70
[Link]

ORIGINAL RESEARCH

DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PERAWAT TERHADAP KEPATUHAN


KONTROL KADAR GULA DARAH

Budi Antoro1*, Tubagus Erwin Nurdiansyah1, Eva Karmila Sari1


1
Universitas Mitra Indonesia
Abstract
Diabetes Mellitus type II has become a public health problem and is an important cause of
death, illness and disability in the world. Success in treating Diabetes Mellitus type II doesn’t
only depend on DM sufferers but also depends on the role of family and health workers such
as nurses and doctors. The purpose of this study was to determine family support and the role
of nurses with compliance to control blood sugar levels in patients with Diabetes Mellitus type
*Corresponding author: II at Puskesmas Bernung, Pesawaran. This type of research is a quantitative research design
Budi Antoro using a cross-sectional design. The number of samples in this study were 35 respondents. The
Universitas Mitra Indonesia sampling technique used was total sampling. The subjects of this study were patients with
Email: budiantoro@[Link]
diabetes mellitus who visited the Puskesmas Bernung, Pesawaran in 2020. The instruments
used were a family support questionnaire sheet, a control compliance questionnaire, a nurse
role questionnaire. Statistical test used chi square test. The results obtained are that there is
a relationship between family support and the role of nurses with compliance with blood sugar
control in Diabetes Mellitus type II patients at Puskesmas Bernung, Pesawaran in 2020 with
p-value = 0.002 (family support) and p-value = 0.001 (Nurse role) . It is expected to motivate
and support families with high blood sugar levels to comply with the rules for controlling
blood sugar levels so that it can have a positive impact on family members with diabetes
mellitus.
Keywords: Family Support; Nurse Role; Diabetes Mellitus type II.

Abstrak

Diabetes Mellitus tipe II telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyebab
yang penting dari angka kematian, kesakitan dan kecacatan di dunia. Keberhasilan dalam
pengobatan DM tipe II bukan hanya bergantung pada penderita DM akan tetapi juga bergantung
pada peran keluarga dan petugas kesehatan seperti perawat dan dokter. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol kadar gula
darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Bernung, Pesawaran. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan desain cross sectional.
Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah
total sampling. Subjek penelitian ini pasien dengan diabetes mellitus yang berkunjung di
Puskesmas Bernung, Pesawaran tahun 2020. Instrumen yang digunakan adalah lembar
kuesioner dukungan keluarga, kuesioner kepatuhan kontrol, kuesioner peran perawat. Uji
statistik yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat hubungan
dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes
mellitus Tipe II di Puskesmas Bernung Tahun 2020 dengan nilai p-value = 0,002 (Dukungan
Keluarga) dan p-value = 0,001 (Peran Perawat). Diharapkan untuk memotivasi serta mendukung
bagi keluarga dengan kadar gula darah yang tinggi untuk mematuhi aturan dalam melaksanakan
kontrol kadar gula darah sehingga dapat memberikan dampak positif bagi anggota keluarga
dengan Diabetes Mellitus.

Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Peran Perawat; Diabetes Mellitus Tipe II.

© 2021 The Author(s). This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN (online)
which permits unrestricted non-commercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. 2747-1136

Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023

63
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

PENDAHULUAN beratnya akibat yang disebabkan diabetes mellitus


(Irawati & Firmansyah, 2020).
Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang
Faktor resiko dari Diabetes Melitus yaitu
menyebabkan tingginya angka kematian baik di dunia
konsumsi rokok dan stress yang ikut berpartisipasi
maupun di Indonesia. World Health Organization
dengan terjadinya diabetes mellitus. Kandungan nikotin
(WHO), (2023) menunjukkan sebanyak 5,9 juta yang
dan zat berbahaya di dalam rokok menyebabkan
meninggal pada tahun 2006 dan sekitar 40,5 juta atau
kerusakan pada fungsi endotel sehingga sel-sel akan
71% diakibatkan oleh penyakit tidak menular. Keadaan
mengalami inflamasi, LDL mudah melekat di dinding
tersebut menggambarkan bahwa masyarakat masih
pembuluhdarah dan terbentuklah terosklerosis.
kurang sadar pentingny menjaga kesehtan (Kumar et
Paparani yang terjadi secara terus menerus akan
al., 2020). Mempunyai peradapan manusia yang diikuti
menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan
dengan perkembangan teknologi menimbulkan
menghambat aliran darah (Suryasa et al., 2021).
berbagai dampak negatif, yaitu terjadinyan penyakit
Kondisi tersebut didukung dengan keadaan pembuluh
tidak menular. Penyakit tidak menular merupakan
darah pada lansia yang mengalami penurunan terhadap
penyakit yang diakibatkan karena faktor keturunan,
keelastisan dan kekuatannya, sehingga lansia beresiko
gaya hidup yang salah seperti jarang melakukan
mengalami diabetes mellitus. Tinggi tuntutan
aktivitas, kegemukan dan makan makanan yang rendah
pekerjaan, tugas, penurunan kemampuan beradaptasi
nutrisi. Penyakit tidak menular tersebut terdiri dari
dengan stress, kehilangan orang yang dicintai dan
penyakit jantung, hipertensi, kanker, stroke, penyakit
kurangnya support system menyebabkan lansia mudah
sendi, gagal ginjal, batu ginjal, diabetes mellitus, dan
mengalami stress atau depresi (Oktavera et al., 2021).
asma. Diabetes mellitus memiliki dampak yang besar
Hasil penelitian Bangun et al., (2020) menunjukkan
bagi kondisi seseorang, hal ini diakibatkan karena
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
menurunnya fungsi tubuh pada seseorang. Kualitas
depresi dengan kenaikan kadar glukosa darah pada
sumber daya manusia yang menurun serta
penderita diabetes mellitus, semakin tinggi tingkat
meningkatkannya biaya kesehatan yang diakibatkan
depresi maka glukosa darah semakin meningkat.
oleh penyakit tersebut (Padhi et al., 2020).
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu
kronis dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam
penyakit tidak menular yang sering ditemukan serta
darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau
memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi
memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat
Lovic et al., (2020) mengemukakan terjadinya diabetes
menggunakan insulin secara efektif (Runtuwarow et al.,
dan komplikasinya yang terus berlanjut menyebabkan
2020). DM juga biasa disebut sebagai Mother of
sebanyak 1 orang meninggal setiap 8 detik di dunia,
Disease dikarenakan DM adalah induk dari berbagai
yang berarti sekitar 11.000 jiwa meninggal dalam
penyakit lainnya seperti hipertensi, stroke, gagal ginjal,
sehari. Kejadian diabetes mellitus di USA menunjukkan
kebutaan, dan amputasi kaki. DM akan tidak dapat
bahwa diabetes mellitus memiliki kontribusi, rata-rata 1
dikendalikan apabila penderita tidak melakukan kontrol
kasus stroke setiap 2 menit, 1 kasus penyakit jantung
secara rutin dan akan menimbulkan komplikasi yang
skemik setiap 80 detik, 1 kasus gagal ginjal setiap 10
dapat membahayakan kesehatan tubuh (Galicia-Garcia
menit dan 1 kasus amputasi bagian ekstremitasi bagian
et al., 2020). Orang dengan diabetes memerlukan
bawah setiap 5 menit, hal tersebut menunjukkan
perawatan yang sistematik, perawatan rutin dan

Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023


64
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

terorganisir yang dilakukan oleh pemberi layanan penting bagi pasien atau keluarga (Arini et al., 2022).
kesehatan. Hal ini dapat meningkat pada tingkat Perawat harus mampu memberikan pendidikan
perawatan primer dengan intervensi seperti pengobatan, kesehatan kepada kelompok keluarga yang berisiko,
konseling kesehatan dan gaya hidup, dan pendidikan kader kesehatan, dan masyarakat. Penatalaksanaan DM
mengenai penyakitnya dengan tindak lanjut yang teratur ini dibagi menjadi 2 yaitu terapi farmakologi
dan tepat (Arini et al., 2022). Dukungan keluarga dapat diantaranya menggunakan obat hipoglikemi sedangkan
mempengaruhi fungsi psikososial dan koping individu terapi non farmakologi diantaranya 5 pilar penanganan
menghadapi suatu masalah. Kurangnya dukungan dari DM yaitu edukasi, diet, latihan jasmani pemantauan dan
keluarga membuat koping menjadi negatif, sehingga obat obatan (Sudarman & Solissa, 2020). Pentingnya
secara tidak langsung akan mempengaruhi kepatuhan patuh dalam menjalani pengobatan maupun monitor
penderita diabetes dalamimelakukan kontrol rutin kadar gula darah merupakan syarat penting dalam
(Rahmi et al., 2020). keberhasilan menjaga kestabilan kadar gula darah.
Keluarga merupakan orang yang paling dekat Prevalensi penderita DM di Indonesia yang
yang dapat berperan aktif dalam tercapainya kepatuhan usianya ≥15 tahun cenderung mengalami peningkatan
dan keberhasilan pengobatan pada penderita DM. yaitu 5,7% menjadi 6,9% dengan jumlah penderita
Perawat juga dapat berperan sebagai care provider diabetes mencapai 12.191.564 juta orang. Sebanyak 2/3
dengan cara melakukan pengkajian untuk mengetahui penderita DM di Indonesia tidak mengetahui bahwa
sumber dari dukungan keluarga dan penghalang yang dirinya menderita diabetes dan cenderung sudah dengan
dapat muncul dalam pemberian dukungan keluarga komplikasi menyebabkan penderita diabetes terlambat
(Erda et al., 2020). Pasien dengan penyakit DM dituntut untuk mengakses layanan kesehatan (Kemenkes, 2021).
untuk dapat beradaptasi dengan penyakitnya sehingga Provinsi Lampung sendiri memiliki angka kejadian
dapat mengatur dan menangani perubahan pola hidup diabetes melitus diatas angka kejadian Nasional yaitu
yang terjadi pada dirinya sehingga dapat mengubah 6,2% di tahun 2018 dan 6,5% pada tahun 2019 (Dinkes
perilaku dirinya dari perilaku maladaptif ke perilaku Lampung, 2020). Hasil rekapitulasi resiko penyakit
adaptif. Proses adaptasi mempunyai dua bagian proses, tidak menular (PTM) di Kabupaten Pesawaran tahun
dimulai dari dalam lingkungan yaitu lingkungan 2019 DM adalah penyakit tidak menular yang
internal dan lingkungan eksternal yang membutuhkan menduduki peringkat tiga dari 10 besar penyakit yang
sebuah respon. Salah satu lingkungan eksternal yang ada di Kabupaten Pesawaran yaitu sebanyak 1248
dibutuhkan dalamiadaptasi yaitu lingkungan keluarga pasien. Di Puskesmas Bernung tahun 2019, diabetes
itu sendiri. mellitus menduduki urutan ke4 dari 10 besar penyakit
Selain dukungan keluarga, peran perawat juga dengan jumlah kunjungan pasien diabetes mellitus
sangat dibutuhkan bagi pasien. Peran educator dan sebanyak 230 pasien.
memahami pentingnya kepatuhan pasien untuk kontrol Berdasarkanihasil pra survey yang dilakukan
sehingga perawat dapat mengevaluasi kondisi pasien peneliti pada bulan Februari tahun 2020 pada pasien
dan angk kekambuhan pasien dapat dicegah. Peran kontrol gula darah terhadap 10 orang pasien diabetes
educator adalah membantu pasien meningkatkan mellitus didapatkan bahwa 70% (7 orang) didapatkan
kesehatannya melalui pengetahuan tentang perawatan bahwa tidak mematuhi jadwal kontrol yang seharusnya
serta tindakan medis yang diterima, sehingga pasien dan dan 30% (3 orang) mengatakan bahwa datang sesuai
atau keluarga dapat mengetahui pengetahuan yang jadwal yang ditentukan. Rata-rata jumlah kunjungan

Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023


65
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

pasien DM di Puskesmas Bernung tiap bulan mencapai Analisis univariat yang digunakan dalam
20 orang, 65% diantaranya tidak rutin mengikuti jadwal penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.
kontrol dan 35% lainya rutin mengikuti jadwal kontrol Analisis bivariat yaitu hubungan antara variabel
kadar gula darah. Hal ini yang menjadikan peneliti dependen dan independen. Pada penelitian ini variabel
tertarik untuk meneliti tentang Dukungan Keluarga dan dependen (kepatuhan kontrol) dependent (dukungan
Peran Perawat terhadap Kepatuhan Kontrol Kadar Gula keluarga dan peran perawat) termasuk skala ordinal.
Darah. Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan 2
variabel menggunakan uji chi square, dengan
METODE menggunakan derajat kepercayaan 95%. Bila nilai p <
Penelitian ini merupakan penelitian studi korelasi 0,05 dan perhitungan statistik bermakna. Kemudian
(correlation study) dengan menggunakan pendekatan dilakukan perhitungan Odds Ratio (OR) menggunakan
cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas bantuan komputer.
Bernung, Kabupaten Pesawaran. Populasi dalam Penelitian ini telah memenuhi etik penelitian
penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di kesehatan yang tercantum dalam No.
Puskesmas Bernung. Pengambilan sampel S.25/232/FKES10/2020. Adapun etik penelitian terdiri
menggunakan teknik Total Sampling. Jumlah sample dari menghormati harkat dan martabat manusia (respect
yang diambil yaitu 35 responden. Variasi jenis for human dignity), menghormati privasi dan kerahasian
instrumen atau alat penelitian yang digunakan untuk subjek (respect for privacy and confidentiality),
mengukur variabel dukungan keluarga adalah kuesioner menghormati keadilan dan inklusivitas (respect for
dan tingkat kepatuhan kontrol rutin adalah data justice inclusiveness), dan memperhitungkan manfaat
sekunder dari puskesmas. Kuesioner ini terkait dengan dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harm and
identitas responden berupa data demografi yang terdiri benefits).
dari nomor responden, tanggal pengisian, nama
responden, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan. HASIL DAN PEMBAHASAN
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner 1. Distribusi Frekuensi
respons sosial yang diadopsi dari kuesioner Nursalam
Tabel 1. Karakteristik Responden
pada tahun 2005 dan dimodifikasi oleh Kurniawan Jumlah Prosentase
Variabel
(2016). Kuesioner ini menggunakan pertanyaan tipe (n) (%)
Usia
multiple choice yaitu memilih jawaban dengan 4 kriteria 36-45 tahun 5 14.3
46-55 tahun 18 51.4
yaitu mulai dari opsi selalu sampai dengan tidak pernah. 56-65 tahun 12 34.3
Jenis Kelamin
Kuesioner dukungan keluarga ini memiliki 12 item Laki-laki 13 37.1
Perempuan 22 62.9
pertanyaan yang mencakup 3 domain dukungan Pekerjaan
Petani 17 48.6
keluarga. Domain tersebut meliputi domain dukungan Buruh 11 31.4
informasional, dukungan instrumental, serta dukungan Wiraswasta 4 11.4
Honorer 2 5.7
emosional dan harga diri. Skoring dalam kuesioner ini PNS 1 2.9

menggunakan empat skala bernilai 1-4. Nilai 1 (tidak


Berdasarkan data yang diperoleh responden
pernah), 2 (jarang), 3 (sering) dan 4 (selalu). Total skor
terbanyak dengan kategori usia terbanyak adalah
tertinggi 48 dan terendah 12.
kategori usia lansia awal yaitu 18 orang (51.4%).
Sejalan dengan teori bahwa semakin naiknya usia,
Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
66
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

kemampuan jaringan pada glukosa darah semakin menyebabkan Diabetes Mellitus (Sudarman & Solissa,
menurun. Kadar gula darah tinggi lebih banyak pada 2020).
berusia di atas 40 tahun banding dengan orang dibawah
40. Teori lain mengatakan bahwa resikoorang yang 2. Analisa Univariat
menderita diabetes melitus akan naik dengan jalannya
Tabel 2. Frekuensi Responden berdasarkan
usia terutama umur diatas 45 tahun dikarenakan jumlah
Dukungan Keluarga
sel beta produktif semakin berkurang dengan
Dukungan %
Frekuensi
bertambahnya usia. Keluarga
37.1
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Baik 13
penelitian yang Rahmi et al., (2020) dimana hasil Kurang Baik 22 62.9

penelitian menyebutkan bahwa responden paling Total 35 100


banyak adalah responden dengan usia 50-59 tahun.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa usia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian
pengaruhi kadar gula dalam darah dimana resiko orang
besar responden dengan dukungan keluarga kurang
untuk menderita diabetes mellitus akan naik seiring
baik yaitu 22 orang (62.9%). Penelitian ini sejalan
berjalannya usia. Seiring meningkatnya risiko DM
dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktavera et al.,
seiring dengan bertambahnya usia menunjukkan
(2021) bahwa sumber dukungan keluarga adalah
bahwa terjadinya penurunan fungsi fisiologis tubuh.
source dukungan social keluarga yang dapat berupa
Hasil penelitian Arini et al., (2022)
dukungan sosial keluarga secara ternal seperti
menunjukkan bahwa karakteristik dengan jenis
dukungan dari pasangan, dukungan dari saudara, atau
kelamin ialah wanita yaitu 22 orang (62.9%). Hasil ini
dukungan social keluarga. Berdasarkan hasil penelitian
sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa
bahwa dukungan keluarga penting bagi pasien dengan
kejadian tingkatan kadar gula darah lebih tinggi pada
keluhan kadar gula darah yang tidak terkontrol untuk
wanita dibandingkan pria. Hal ini karna turunnya
memberikan motivasi, kurangnya dukungan dari
hormon estrogen akibat menopausse. Estrogen
keluarga pasien yang terdiri dari dukungan
fungsinya untuk menjaga seimbangan kadar gula darah
informasional, instrumental, penilaian dan emosional
dan meningkatkan penyimpanan lemak, serta
yang seharusnya mampu diberikan oleh pihak keluarga
progsterone yang fungsinya normalkan gula darah dan
akan memberikan dampak negatif bagi anggota
membantu lemak bekerja sebagai energi (Zarch et al.,
keluarganya.
2020). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
berdasarkan pekerjaan responden bekerja sebagai
Tabel 3. Frekuensi Responden Peran Perawat
petani yaitu 17 orang (48,6%), pekerjaan tersebut
Peran Perawat Frekuensi %
dilakukan sebelum mengalami naiknya kadar gula
34.3
darah, setelah mengalami peningkatan kadar gula Baik 12
darah responden mengurangi aktivitas pekerjaaanya. Kurang Baik 23 65.7

Penelitian ini diperkuat teori yang mengatakan bahwa Total 35 100


orang yang dalam pekerjaan kurang latih fisik
sebabkan tumpukan lemak dalam badan tidak akan
Hasil penelitian nunjukkan bahwa lebih
berkurang dan menyebabkan berat badan lebih dan
banyak jumlah responden yang memberikan penilaian
Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
67
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

kurangnya peran perawat yaitu 23 (65.7%) responden. 3. Analisa Bivariat


Peran perawat yaitu kelakuan yang diharapkan orang
Tabel 5. Hubungan Dukungan Keluarga dengan
lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan
Kepatuhan Kontrol Gula Darah
dalam sistem.
Kepatuhan
Hasil penelitian ini tidak sama dengan hasil Dukungan Tidak P- OR
Patuh
Keluarga Patuh Value
penelitian yang dilakukan oleh Suryasa et al., (2021)
N % N %
dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Baik 10 71.4 3 14.3
Kurang 4 28.6 18 85.7 15.00
perawat sebagai edukator dipersepsikan lebih banyak 0.002
Total 14 100 21 100
dengan kategori baik yaitu 23 orang (57.5%).

Berdasarkan tabel didapatkan hasil bahwa


Tabel 4. Frekuensi Responden Berdasarkan
responden paling banyak terdapat pada responden tidak
Kepatuhan Kontrol Gula Darah
patuh dan kategori dukungan keluarga kurang baik
Dukungan %
Frekuensi yaitu sebanyak 18 orang (85.7%), responden yang
Keluarga
40.0 paling sedikit adalah responden tidak patuh dan
Patuh 14
60.0 kategori dukungan keluarga baik yaitu 3 orang (14.3%).
Tidak Patuh 21
Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p-value = 0.002
Total 35 100
(<0.05) dengan nilai odd ratio (OR = 15.00) yang
memiliki makna bahwa responden dengan dukungan
Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak
keluarga kurang baik 15.00 kali lebih beresiko untuk
jumlah responden tidak patuh terhadap kontrol gula
tidak patuh terhadap kontrol kadar gula darah
darah yaitu 21 orang (60.0%). Hasil menunjukkan
dibandingkan dengan responden dengan dukungan
bahwa responden yang tidak mendapatkan dukungan
keluarga yang baik.
keluarga yang baik maka tingkat kepatuhanya dalam
Hasil penelitian ini diperkuat teori yang
terapi pengobatan pun tidak baik. Sejalan dengan teori
nyatakan bahwa keluarga sumber dukungan yang
yang menyebutkan bahwa kepatuhan (adherrence)
utama. Dukungan keluarga merupakan proses yang
adalah suatu bentuk perilaku yang timbul akibat
terjadi terus-terusan disepanjang masa kehidupan
adanya interaksi antara petugas kesehatan (Kumar et
manusia. Dukungan dari keluarga sangat ngebantu
al., 2020).
pasien DM dalam ningkatin keyakinan akan untuk
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
lakukan perawatan diri. itu juga dapat tumbuhkan rasa
bahwa proses pengobatan untuk peningkatan kadar
aman dan nyaman yang dapat ningkatkan motivasi.
gula darah perlu dilakukan secara berkesinambungan
Bagi pasien adanya dukungan keluarga seperti
dan secara teratur. Dengan kepatuhan untuk
memberikan semangat, selalu mengingatkan jadwal
melakukan kontrol bagi pasien merupakan salah satu
berobat dan mendampingi pasien (Bangun et al., 2020).
cara untuk mendukung keberhasilan dalam
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
pengobatan.
bahwa adanya hubungan antara dukungan keluarga
dengan kepatuhan kontrol kadar gula darah. Dukungan
keluarga merupakan faktor pendukung paling penting
dimana keluarga memberikan support dan dukungan

Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023


68
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

untuk anggota keluarga nya yang mengalami keluarga, tingkat ekonomi, dukungan sosial, perilaku
peningkatan kadar gula dalam darah. sehat, dukungan profesi kesehatan. Pada penelitian ini
sebagian kecil responden 9,8% (10 responden)
Tabel 6. Hubungan Peran Perawat dengan walaupun kurang mendapat dukungan dari keluarganya
Kepatuhan Kontrol Gula Darah tapi masih rutin melakukan kontrol hal ini mungkin
Kepatuhan disebakan karena faktor lain seperti kesadaran untuk
Peran Tidak P- OR
Patuh berperilaku sehat.
Perawat Patuh Value
N % N % Keluarga memainkan peranan penting yang
Baik 10 71.4 2 9.5 bersifat mendukung selama penyembuhan dan
Kurang 4 28.6 19 90.5
0.001
23.750 pemulihan anggota keluarga, sehingga dapat mencapai
Total 1 100 2 100
derajat kesehatan secara optimal. Dukungan keluarga
4 1
biasanya diterima individu melalui interaksi sosial
dalam kehidupan secara spontan dengan orang-orang
Berdasarkan tabel diatas responden paling
yang berada disekitarnya dalam hal ini adalah anggota
banyak terdapat pada responden tidak patuh dan
keluarga. Dalam penelitian ini terdapat beberapa
kategori peran perawat kurang yaitu sebanyak 19 orang
responden dengan dukungan keluarga sedanginamun
(90.5%), responden yang paling sedikit adalah
kepatuhan yang baik. Hal ini disebabkan karena
responden tidak patuh dan kategori peran perawat baik
motivasi klien yang tinggi untuk bisa sembuh dari
yaitu 2 orang (9.5%). Hasil uji statistik didapatkan hasil
penyakitnya, sebaliknya ada juga responden dengan
nilai p-value = 0.001 (<0.05) dengan nilai odd ratio (OR
dukungan keluarga baik namun kepatuhan yang tidak
= 15.000) yang memiliki makna bahwa responden
patuh. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan
dengan peran perawat kurang baik 23.75 kali lebih
akan komplikasi yang dapat terjadi jika tidak patuh
beresiko untuk tidak patuh terhadap kontrol kadar gula
dalam melakukan control rutin (Runtuwarow et al.,
darah dibandingkan dengan responden dengan peran
2020).
perawat yang baik.
Hasil analisis ini juga didukung dengan hasil
Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan
penelitian Bangun et al., (2020) yang mengatakan
bahwa dukungan keluarga bagi pasien dengan kadar
bahwa dukungan keluarga memiliki andil yang sangat
gula darah yang tinggi berpengaruh terhadap tingkat
besar dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan
kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan. Sama
pasien melalui perannya. Peran keluarga yang baik juga
halnya dengan peran perawat yamg dibutuhkan sebagai
merupakan motivasi atau dukungan yang ampuh dalam
bentuk apresiasi perawat terhadap pasien dan sebagai
mendorong pasien untuk kontrol secara rutin sesuai
motivasi bagi pasien. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji
aturan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini diperkuat
statistik dimana terdapat hubungan dukungan keluarga
juga dngan penelitian Oktavera et al., (2021) yang
dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol kadar gula
mengatakan bahwa keluarga memberikan dukungan
darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di
yang kuat dan terus-menerus selama klien di rawat baik
Puskesmas Bernung, Pesawaran.
dukungan informasional, instrumental, serta dukungan
Seperti yang dijelaskan oleh Irawati &
emosional dan harga diri. Hal ini karena keluargalah
Firmansyah, (2020) bahwa ada beberapa faktor yang
yang berada paling dekat dengan klien.
mempengaruhi tingkat kepatuhan diantaranya tingkat
pendidikan, kesakitan dan pengobatan, dukungan
Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
69
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).

KESIMPULAN Galicia-Garcia, U., Benito-Vicente, A., Jebari, S.,


Larrea-Sebal, A., Siddiqi, H., Uribe, K. B.,
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Ostolaza, H., & Martín, C. (2020).
Pathophysiology of type 2 diabetes mellitus.
bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dan peran
International Journal of Molecular Sciences,
perawat dengan kepatuhan kontrol gula darah pada 21(17), 6275.
Irawati, P., & Firmansyah, A. (2020). Hubungan
pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Bernung
Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada
dengan nilai p-value = 0,002 (dukungan keluarga) dan Pasien Diabetes Militus Di Puskesmas Cipondoh
Kota Tangerang. Jurnal JKFT, 5(2), 62–67.
p-value = 0,001 (peran perawat). Hasil penelitian
Kemenkes, R. I. (2021). Laporan Hasil Riset Kesehatan
diharapkan mampu membuat kebijakan mengenai Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2021. Riset
Kesehatan Dasar, 2021, 182–183.
pemberian pendidikan kesehatan yang berupa seminar
Kumar, R., Saha, P., Kumar, Y., Sahana, S., Dubey, A.,
bertujuan memberikan wawasan khususnya bagi bidang & Prakash, O. (2020). A Review on Diabetes
Mellitus: Type1 & Type2. World Journal of
keperawatan mengenai pentingnya peran serta keluarga
Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 9(10),
dan peran perawat terhadap kepatuhan kontrol gula 838–850.
Lovic, D., Piperidou, A., Zografou, I., Grassos, H.,
darah pada penderita diabetes mellitus sehingga dapat
Pittaras, A., & Manolis, A. (2020). The growing
meningkatkan perhatian serta peran keluarga dalam epidemic of diabetes mellitus. Current Vascular
Pharmacology, 18(2), 104–109.
penanganan Diabetes Mellitus. Hal ini juga dijadikan
Oktavera, A., Putri, L. M., & Dewi, R. (2021).
informasi dan bahan masukan sebagai acuan dan data Hubungan Dukungan Keluarga dengan
Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe-II.
awal dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan
REAL in Nursing Journal, 4(1), 6–16.
menambahkan variabel yang lebih banyak lagi seperti Padhi, S., Nayak, A. K., & Behera, A. (2020). Type II
diabetes mellitus: a review on recent drug based
pengetahuan, sikap dan perilaku.
therapeutics. Biomedicine & Pharmacotherapy,
131, 110708.
Rahmi, H., Malini, H., & Huriani, E. (2020). Peran
DAFTAR PUSTAKA
dukungan keluarga dalam menurunkan diabetes
distress pada pasien diabetes mellitus tipe II.
Arini, H. N., Anggorowati, A., & Pujiastuti, R. S. E.
Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).
(2022). Dukungan keluarga pada lansia dengan
Runtuwarow, R. R., Katuuk, M. E., & Malara, R. T.
Diabetes Melitus Tipe II: Literature review.
(2020). Evaluasi Hubungan Dukungan Keluarga
NURSCOPE: Jurnal Penelitian Dan Pemikiran
Dan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus
Ilmiah Keperawatan, 7(2), 172–180.
Tipe 2: Literatur Review. JURNAL
Bangun, A. V., Jatnika, G., & Herlina, H. (2020).
KEPERAWATAN, 8(2), 44–57.
Hubungan antara dukungan keluarga dengan
Sudarman, S., & Solissa, M. D. (2020). Dukungan
kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus
Keluarga Mempengaruhi Self Care pada Pasien
tipe 2. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah,
Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan, 12(2),
3(1), 66.
319–326.
Dinkes Lampung. (2020). Dinas Kesehatan Provinsi
Suryasa, I. W., Rodríguez-Gámez, M., & Koldoris, T.
Lampung 2020.
(2021). Health and treatment of diabetes mellitus.
Erda, R., Harefa, C. M., Yulia, R., & Yunaspi, D.
International Journal of Health Sciences, 5(1).
(2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Stres
World Health Organization (WHO). (2023). Global
Dengan Kualitas Hidup Lansia Diabetes Mellitus
Status Report Health 2023. World Health
Tipe Ii. Jurnal Keperawatan, 12(4), 1001–1010.
Organization.
Zarch, S. M. A., Tezerjani, M. D., Talebi, M., &
Mehrjardi, M. Y. V. (2020). Molecular
biomarkers in diabetes mellitus (DM). Medical
Journal of the Islamic Republic of Iran, 34, 28.

Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023


70

Anda mungkin juga menyukai