Peran Keluarga dan Perawat dalam Diabetes
Peran Keluarga dan Perawat dalam Diabetes
2),halaman 63-70
[Link]
ORIGINAL RESEARCH
Abstrak
Diabetes Mellitus tipe II telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyebab
yang penting dari angka kematian, kesakitan dan kecacatan di dunia. Keberhasilan dalam
pengobatan DM tipe II bukan hanya bergantung pada penderita DM akan tetapi juga bergantung
pada peran keluarga dan petugas kesehatan seperti perawat dan dokter. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol kadar gula
darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Bernung, Pesawaran. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan desain cross sectional.
Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah
total sampling. Subjek penelitian ini pasien dengan diabetes mellitus yang berkunjung di
Puskesmas Bernung, Pesawaran tahun 2020. Instrumen yang digunakan adalah lembar
kuesioner dukungan keluarga, kuesioner kepatuhan kontrol, kuesioner peran perawat. Uji
statistik yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat hubungan
dukungan keluarga dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes
mellitus Tipe II di Puskesmas Bernung Tahun 2020 dengan nilai p-value = 0,002 (Dukungan
Keluarga) dan p-value = 0,001 (Peran Perawat). Diharapkan untuk memotivasi serta mendukung
bagi keluarga dengan kadar gula darah yang tinggi untuk mematuhi aturan dalam melaksanakan
kontrol kadar gula darah sehingga dapat memberikan dampak positif bagi anggota keluarga
dengan Diabetes Mellitus.
Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Peran Perawat; Diabetes Mellitus Tipe II.
© 2021 The Author(s). This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN (online)
which permits unrestricted non-commercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. 2747-1136
63
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).
terorganisir yang dilakukan oleh pemberi layanan penting bagi pasien atau keluarga (Arini et al., 2022).
kesehatan. Hal ini dapat meningkat pada tingkat Perawat harus mampu memberikan pendidikan
perawatan primer dengan intervensi seperti pengobatan, kesehatan kepada kelompok keluarga yang berisiko,
konseling kesehatan dan gaya hidup, dan pendidikan kader kesehatan, dan masyarakat. Penatalaksanaan DM
mengenai penyakitnya dengan tindak lanjut yang teratur ini dibagi menjadi 2 yaitu terapi farmakologi
dan tepat (Arini et al., 2022). Dukungan keluarga dapat diantaranya menggunakan obat hipoglikemi sedangkan
mempengaruhi fungsi psikososial dan koping individu terapi non farmakologi diantaranya 5 pilar penanganan
menghadapi suatu masalah. Kurangnya dukungan dari DM yaitu edukasi, diet, latihan jasmani pemantauan dan
keluarga membuat koping menjadi negatif, sehingga obat obatan (Sudarman & Solissa, 2020). Pentingnya
secara tidak langsung akan mempengaruhi kepatuhan patuh dalam menjalani pengobatan maupun monitor
penderita diabetes dalamimelakukan kontrol rutin kadar gula darah merupakan syarat penting dalam
(Rahmi et al., 2020). keberhasilan menjaga kestabilan kadar gula darah.
Keluarga merupakan orang yang paling dekat Prevalensi penderita DM di Indonesia yang
yang dapat berperan aktif dalam tercapainya kepatuhan usianya ≥15 tahun cenderung mengalami peningkatan
dan keberhasilan pengobatan pada penderita DM. yaitu 5,7% menjadi 6,9% dengan jumlah penderita
Perawat juga dapat berperan sebagai care provider diabetes mencapai 12.191.564 juta orang. Sebanyak 2/3
dengan cara melakukan pengkajian untuk mengetahui penderita DM di Indonesia tidak mengetahui bahwa
sumber dari dukungan keluarga dan penghalang yang dirinya menderita diabetes dan cenderung sudah dengan
dapat muncul dalam pemberian dukungan keluarga komplikasi menyebabkan penderita diabetes terlambat
(Erda et al., 2020). Pasien dengan penyakit DM dituntut untuk mengakses layanan kesehatan (Kemenkes, 2021).
untuk dapat beradaptasi dengan penyakitnya sehingga Provinsi Lampung sendiri memiliki angka kejadian
dapat mengatur dan menangani perubahan pola hidup diabetes melitus diatas angka kejadian Nasional yaitu
yang terjadi pada dirinya sehingga dapat mengubah 6,2% di tahun 2018 dan 6,5% pada tahun 2019 (Dinkes
perilaku dirinya dari perilaku maladaptif ke perilaku Lampung, 2020). Hasil rekapitulasi resiko penyakit
adaptif. Proses adaptasi mempunyai dua bagian proses, tidak menular (PTM) di Kabupaten Pesawaran tahun
dimulai dari dalam lingkungan yaitu lingkungan 2019 DM adalah penyakit tidak menular yang
internal dan lingkungan eksternal yang membutuhkan menduduki peringkat tiga dari 10 besar penyakit yang
sebuah respon. Salah satu lingkungan eksternal yang ada di Kabupaten Pesawaran yaitu sebanyak 1248
dibutuhkan dalamiadaptasi yaitu lingkungan keluarga pasien. Di Puskesmas Bernung tahun 2019, diabetes
itu sendiri. mellitus menduduki urutan ke4 dari 10 besar penyakit
Selain dukungan keluarga, peran perawat juga dengan jumlah kunjungan pasien diabetes mellitus
sangat dibutuhkan bagi pasien. Peran educator dan sebanyak 230 pasien.
memahami pentingnya kepatuhan pasien untuk kontrol Berdasarkanihasil pra survey yang dilakukan
sehingga perawat dapat mengevaluasi kondisi pasien peneliti pada bulan Februari tahun 2020 pada pasien
dan angk kekambuhan pasien dapat dicegah. Peran kontrol gula darah terhadap 10 orang pasien diabetes
educator adalah membantu pasien meningkatkan mellitus didapatkan bahwa 70% (7 orang) didapatkan
kesehatannya melalui pengetahuan tentang perawatan bahwa tidak mematuhi jadwal kontrol yang seharusnya
serta tindakan medis yang diterima, sehingga pasien dan dan 30% (3 orang) mengatakan bahwa datang sesuai
atau keluarga dapat mengetahui pengetahuan yang jadwal yang ditentukan. Rata-rata jumlah kunjungan
pasien DM di Puskesmas Bernung tiap bulan mencapai Analisis univariat yang digunakan dalam
20 orang, 65% diantaranya tidak rutin mengikuti jadwal penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.
kontrol dan 35% lainya rutin mengikuti jadwal kontrol Analisis bivariat yaitu hubungan antara variabel
kadar gula darah. Hal ini yang menjadikan peneliti dependen dan independen. Pada penelitian ini variabel
tertarik untuk meneliti tentang Dukungan Keluarga dan dependen (kepatuhan kontrol) dependent (dukungan
Peran Perawat terhadap Kepatuhan Kontrol Kadar Gula keluarga dan peran perawat) termasuk skala ordinal.
Darah. Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan 2
variabel menggunakan uji chi square, dengan
METODE menggunakan derajat kepercayaan 95%. Bila nilai p <
Penelitian ini merupakan penelitian studi korelasi 0,05 dan perhitungan statistik bermakna. Kemudian
(correlation study) dengan menggunakan pendekatan dilakukan perhitungan Odds Ratio (OR) menggunakan
cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas bantuan komputer.
Bernung, Kabupaten Pesawaran. Populasi dalam Penelitian ini telah memenuhi etik penelitian
penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di kesehatan yang tercantum dalam No.
Puskesmas Bernung. Pengambilan sampel S.25/232/FKES10/2020. Adapun etik penelitian terdiri
menggunakan teknik Total Sampling. Jumlah sample dari menghormati harkat dan martabat manusia (respect
yang diambil yaitu 35 responden. Variasi jenis for human dignity), menghormati privasi dan kerahasian
instrumen atau alat penelitian yang digunakan untuk subjek (respect for privacy and confidentiality),
mengukur variabel dukungan keluarga adalah kuesioner menghormati keadilan dan inklusivitas (respect for
dan tingkat kepatuhan kontrol rutin adalah data justice inclusiveness), dan memperhitungkan manfaat
sekunder dari puskesmas. Kuesioner ini terkait dengan dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harm and
identitas responden berupa data demografi yang terdiri benefits).
dari nomor responden, tanggal pengisian, nama
responden, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan. HASIL DAN PEMBAHASAN
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner 1. Distribusi Frekuensi
respons sosial yang diadopsi dari kuesioner Nursalam
Tabel 1. Karakteristik Responden
pada tahun 2005 dan dimodifikasi oleh Kurniawan Jumlah Prosentase
Variabel
(2016). Kuesioner ini menggunakan pertanyaan tipe (n) (%)
Usia
multiple choice yaitu memilih jawaban dengan 4 kriteria 36-45 tahun 5 14.3
46-55 tahun 18 51.4
yaitu mulai dari opsi selalu sampai dengan tidak pernah. 56-65 tahun 12 34.3
Jenis Kelamin
Kuesioner dukungan keluarga ini memiliki 12 item Laki-laki 13 37.1
Perempuan 22 62.9
pertanyaan yang mencakup 3 domain dukungan Pekerjaan
Petani 17 48.6
keluarga. Domain tersebut meliputi domain dukungan Buruh 11 31.4
informasional, dukungan instrumental, serta dukungan Wiraswasta 4 11.4
Honorer 2 5.7
emosional dan harga diri. Skoring dalam kuesioner ini PNS 1 2.9
kemampuan jaringan pada glukosa darah semakin menyebabkan Diabetes Mellitus (Sudarman & Solissa,
menurun. Kadar gula darah tinggi lebih banyak pada 2020).
berusia di atas 40 tahun banding dengan orang dibawah
40. Teori lain mengatakan bahwa resikoorang yang 2. Analisa Univariat
menderita diabetes melitus akan naik dengan jalannya
Tabel 2. Frekuensi Responden berdasarkan
usia terutama umur diatas 45 tahun dikarenakan jumlah
Dukungan Keluarga
sel beta produktif semakin berkurang dengan
Dukungan %
Frekuensi
bertambahnya usia. Keluarga
37.1
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Baik 13
penelitian yang Rahmi et al., (2020) dimana hasil Kurang Baik 22 62.9
untuk anggota keluarga nya yang mengalami keluarga, tingkat ekonomi, dukungan sosial, perilaku
peningkatan kadar gula dalam darah. sehat, dukungan profesi kesehatan. Pada penelitian ini
sebagian kecil responden 9,8% (10 responden)
Tabel 6. Hubungan Peran Perawat dengan walaupun kurang mendapat dukungan dari keluarganya
Kepatuhan Kontrol Gula Darah tapi masih rutin melakukan kontrol hal ini mungkin
Kepatuhan disebakan karena faktor lain seperti kesadaran untuk
Peran Tidak P- OR
Patuh berperilaku sehat.
Perawat Patuh Value
N % N % Keluarga memainkan peranan penting yang
Baik 10 71.4 2 9.5 bersifat mendukung selama penyembuhan dan
Kurang 4 28.6 19 90.5
0.001
23.750 pemulihan anggota keluarga, sehingga dapat mencapai
Total 1 100 2 100
derajat kesehatan secara optimal. Dukungan keluarga
4 1
biasanya diterima individu melalui interaksi sosial
dalam kehidupan secara spontan dengan orang-orang
Berdasarkan tabel diatas responden paling
yang berada disekitarnya dalam hal ini adalah anggota
banyak terdapat pada responden tidak patuh dan
keluarga. Dalam penelitian ini terdapat beberapa
kategori peran perawat kurang yaitu sebanyak 19 orang
responden dengan dukungan keluarga sedanginamun
(90.5%), responden yang paling sedikit adalah
kepatuhan yang baik. Hal ini disebabkan karena
responden tidak patuh dan kategori peran perawat baik
motivasi klien yang tinggi untuk bisa sembuh dari
yaitu 2 orang (9.5%). Hasil uji statistik didapatkan hasil
penyakitnya, sebaliknya ada juga responden dengan
nilai p-value = 0.001 (<0.05) dengan nilai odd ratio (OR
dukungan keluarga baik namun kepatuhan yang tidak
= 15.000) yang memiliki makna bahwa responden
patuh. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan
dengan peran perawat kurang baik 23.75 kali lebih
akan komplikasi yang dapat terjadi jika tidak patuh
beresiko untuk tidak patuh terhadap kontrol kadar gula
dalam melakukan control rutin (Runtuwarow et al.,
darah dibandingkan dengan responden dengan peran
2020).
perawat yang baik.
Hasil analisis ini juga didukung dengan hasil
Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan
penelitian Bangun et al., (2020) yang mengatakan
bahwa dukungan keluarga bagi pasien dengan kadar
bahwa dukungan keluarga memiliki andil yang sangat
gula darah yang tinggi berpengaruh terhadap tingkat
besar dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan
kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan. Sama
pasien melalui perannya. Peran keluarga yang baik juga
halnya dengan peran perawat yamg dibutuhkan sebagai
merupakan motivasi atau dukungan yang ampuh dalam
bentuk apresiasi perawat terhadap pasien dan sebagai
mendorong pasien untuk kontrol secara rutin sesuai
motivasi bagi pasien. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji
aturan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini diperkuat
statistik dimana terdapat hubungan dukungan keluarga
juga dngan penelitian Oktavera et al., (2021) yang
dan peran perawat dengan kepatuhan kontrol kadar gula
mengatakan bahwa keluarga memberikan dukungan
darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di
yang kuat dan terus-menerus selama klien di rawat baik
Puskesmas Bernung, Pesawaran.
dukungan informasional, instrumental, serta dukungan
Seperti yang dijelaskan oleh Irawati &
emosional dan harga diri. Hal ini karena keluargalah
Firmansyah, (2020) bahwa ada beberapa faktor yang
yang berada paling dekat dengan klien.
mempengaruhi tingkat kepatuhan diantaranya tingkat
pendidikan, kesakitan dan pengobatan, dukungan
Media Husada Journal of Nursing Science, Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
69
Budi Antoro, Tubagus Erwin Nurdiansyah, Eva Karmila Sari (2023).