STANDARD OPERATING
PROCEDURE (SOP)
1. TUJUAN
Untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah keras dan sifat daya dukung maupun
daya lekat setiap kedalaman. Dimana perlawanan penetrasi konus adalah
perlawanan tanah terhadap ukuran konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan
luas (Kg/cm2). Hambatan lekat (HL) adalah perlawanan geser tanah terhadap
selubung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan panjang (kg/cm).
2. RUANG LINGKUP
SOP ini membahas tentang tata cara peminjaman peralatan sondir, pengecekan
kondisi alat sebelum digunakan dan pengecekan alat setelah digunakan, serta tata
cara penyimpanan Kembali alat sondir.
3. URAIAN UMUM
Uji sondir atau dikenal dengan uji penetrasi kerucut statis banyak digunakan di
Indonesia. Pengujian ini merupakan suatu pengujian yang digunakan untuk
menghitung kapasitas dukung tanah. Nilai-nilai tahanan kerucut statis atau
hambatan konus (qc) yang diperoleh dari pengujian dapat langsung dikorelasikan
dengan kapasitas dukung tanah (Hardiyatmo, 1992). Pada uji sondir, terjadi
perubahan yang kompleks dari tegangan tanah saat penetrasi sehingga hal ini
mempersulit interpretasi secara teoritis. Dengan demikian meskipun secara teoritis
interpretasi hasil uji sondir telah ada, dalam prakteknya uji sondir tetap bersifat
empiris (Rahardjo, 2008).
Keuntungan uji sondir (Rahardjo, 2008) :
Cukup ekonomis dan cepat.
Dapat dilakukan ulang dengan hasil yang relatif hampir sama.
Korelasi empirik yang terbukti semakin andal.
Perkembangan yang semakin meningkat khususnya dengan adanya
penambahan sensor pada sondir listrik.
Kekurangan uji sondir :
Tidak didapat sampel tanah.
Kedalaman penetrasi terbatas.
Tidak dapat menembus kerikil atau lapis pasir yang padat.
Dalam melaksanakan pengujian sondir ini diperlukan Standard Operasional
Procedure (SOP) untuk memastikan keterlaksanaan proses lapangan bisa berjalan
sebagaimana mestinya dan dapat dipertanggung jawabkan. Adapun hal-hal yang
perlu diperhatikan selama proses pengujian sondir
ini, antara lain : - tata cara pengecekan kondisi alat sebelum digunakan, -
pengecekan alat setelah digunakan, - serta tata cara penyimpanan kembali alat
sondir
4. DEFINISI ALAT
Cone Penetration Test (CPT) atau lebih sering disebut sondir adalah salah satu
survey lapangan yang berguna untuk memperkirakan letak lapisan tanah keras. Dari
tes ini didapatkan nilai perlawanan penetrasi konus. Perlawanan penetrasi konus
adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per
satuan luas. Sedangkan hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap
selubung bikonus dalam gaya per satuan panjang. Nilai perlawanan penetrasi konus
dan hambatan lekat dapat diketahui dari bacaan pada manometer Komponen utama
sondir adalah konus yang dimasukkan kedalam tanah dengan cara ditekan.
Tekanan pada ujung konus pada saat konus bergerak kebawah karena ditekan,
dibaca pada manometer setiap kedalaman 20 cm. Tekanan dari atas pada konus
disalurkan melalui batang baja yang berada didalam pipa sondir (yang dapat
bergerak bebas, tidak tertahan pipa sondir). Demikian juga tekanan yang diderita
konus saat ditekan kedalam tanah, diteruskan melalui batang baja didalam pipa
sondir tersebut ke atas, ke manometer. Adapun peralatan yang harus dipersiapkan
sebelum melakukan praktik sondir ini, antara lain :
1) 1 set peralatan sondir, yang terdiri dari :
a) Alat uji sondir manual 2,5 ton dengan maksimum kedalam 20 meter.
b) Manometer 60 kg/cm2
c) Manometer 250 [Link]/2
d) Batang dalam minimal 20 batang.
e) Batang luar minimal 20 batang.
f) Conus Biconus.
g) Donut Tekan.
h) Donut Tarik.
i) Angkur dan penguncinya minimal 4 buah.
j) Besi Canal minimal 4 buah.
k)Tongkat Pemutar minimal 2 buah.
l) Besi T atau Plus untuk memutar angkur minimal 1 buah.
m) Kunci Inggris.
n) Cangkul.
o) Linggis.
2) Peralatan tambahan
a) Oli Hidrolik
b) Kunci Inggris
c) Cangkul
d) Linggis
e) Oli bekas