PROPOSAL PUSH BUTTON
Dirancang oleh : DAFFA BADILLAH KURNIAWAN
NO : 10
KELAS : XI TKL 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "PUSH BUTTON" yang diajukan untuk memenuhi
tugas pada Praktikum alat-alat listrik
Makalah ini berisi tentang alat-alat listrik yang sering kali kita gunakan dalam praktikum listrik. Makalah
ini membahas mengenai sejarah fungsi,jenis jenis push button serta komponen komponen yang terdapat
pada PUSH BUTTON serta cara penggunaan dengan benar sesuai dengan prosedur nya.
Makalah ini dapat memberi pemahaman terhadap pembaca bagaimana menggunakan alat-alat ukur
listrik Penulis berharap dengan adanya makalah ini, pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang
sifatnya membangun. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR _______________________________________________________________
DAFTAR ISI _______________________________________________________________________
BAB 1 PENDAHULUAN ____________________________________________________________
A. Latar Belakang ___________________________________________________________________
B. Rumusan Masalah ________________________________________________________________
C. Tujuan ____________________________________________________________________________
BAB 2 PEMBAHASAN ______________________________________________________________
A. Pengertian multimeter ______________________________________________________________
B. Jenis-jenis multimeter _______________________________________________________________
C. Fungsi dari multimeter _______________________________________________________________
D. Prosedur penggunaan multimeter _____________________________________________________
BAB 3 PENUTUP _______________________________________________________________________
A. Kesimpulan
_____________________________________________________________________________
B. Saran
____________________________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
_______________________________________________________________________
BAB l
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam bidang kelistrikan atapun lainnya pasti terdapat alat-alat yang digunakan untuk menbantu
atau mempermudah kinerja sumber daya manusia. Contohnya saklar. Saklar merupakan komponen
kelistrikan yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus dua titik atau lebih dalam suatu
rangkaian kelistrikan. Salah satu jenis saklar adalah push button yaitu saklar yang hanya akan
menghubungkan dua titik atau lebih pada saat tombolnya ditekan dan pada saat tombol dilepas maka
akan memutuskan dua titik atau lebih arus listrik dalam suatu rangkaian kelistrikan
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Push Button?
2. Apa saja jenis-jenis Push Button?
3. Apa fungsi dari Push Button
4. Bagaimana cara kerja Push Button?
C. Tujuan
1. Memahami pengertian Push Button
[Link] jenis-jenis Push Button
3. Mengetahui Fungsi dari Push Button
4. Dapat mengetahui cara kerja Push Button
BAB ll
Pembahasan
A. Pengertian Push Button
Push Button Switch, yang juga dikenal sebagai saklar tombol tekan, merupakan perangkat sederhana
yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam mode kerja tekan-
unlock (tidak mengunci). Dalam mode kerja unlocked ini, saklar akan berperan sebagai perangkat
penghubung atau pemutus aliran arus listrik ketika tombol ditekan. Ketika tombol tidak ditekan
(dilepas), saklar akan kembali ke kondisi normal.
B. Jenis Jenis Push Button
1. NC
NC, singkatan dari "Normally Closed," adalah jenis Push Button Switch yang dalam keadaan normal
mengalirkan listrik karena kontaknya tertutup. Saat tombol tidak ditekan, arus listrik mengalir; namun,
saat tombol ditekan, kontak terbuka dan aliran listrik terhenti. Saklar ini sering digunakan dalam aplikasi
keamanan, seperti alarm pintu yang aktif saat pintu tertutup dan berbunyi saat dibuka.
2. NO
NO, atau "Normally Open," adalah jenis Push Button Switch yang dalam keadaan normal kontaknya
terbuka, sehingga tidak mengalirkan listrik. Ketika tombol ditekan, kontak tertutup dan aliran listrik
diizinkan. NO banyak digunakan dalam aplikasi seperti sakelar lampu dan tombol kendali mesin.
Perbedaan antara NO dan NC (Normally Closed) terletak pada kondisi normal: NC terhubung dalam
keadaan normal dan terputus saat ditekan, sedangkan NO sebaliknya. Keduanya penting dalam aplikasi
elektronik dan listrik.
C. Fungsi Push Button
Push Button Switch berfungsi untuk membuka atau menutup sirkuit listrik dengan mudah. Saat tombol
ditekan, kontak tertutup dan aliran listrik terhubung; saat dilepaskan, kontak terbuka dan aliran listrik
terputus. Saklar ini umum digunakan untuk mengendalikan perangkat elektronik seperti lampu dan kipas
angin.
D. Cara Kerja Push Button
1. Cara kerja Push Button NC
Push button NC (Normally Closed) mengalirkan listrik dalam
keadaan tertutup dan memutus aliran listrik saat tombol ditekan. Saat
tombol tidak ditekan, kontak terhubung dan listrik mengalir; saat
tombol ditekan, kontak terbuka dan aliran listrik terhenti.
2. Cara kerja Push Button NO
Push button NO (Normally Open) tidak mengalirkan arus listrik saat
dalam keadaan normal, karena kontaknya terbuka. Saat tombol
ditekan, kontak tertutup dan listrik mengalir. Ketika tombol dilepas,
kontak kembali terbuka dan aliran listrik terputus.
BAB lll
PENUTUP
A. Kesimpulan
Push button switch adalah perangkat yang menghubungkan atau memutus aliran listrik dalam
sirkuit. Saat tombol ditekan, kontak tertutup dan listrik mengalir; saat dilepas, kontak terbuka
dan aliran listrik terputus. Perangkat ini menggunakan mekanisme pegas yang kembali ke posisi
semula setelah tombol dilepas. Push button switch umum digunakan untuk menghidupkan dan
mematikan rangkaian kontrol, serta dalam sistem kontrol otomatis untuk mengirim sinyal
secara manual.
B. Saran
1. Pemilihan Tipe: Pilih tipe push button (NO atau NC) sesuai dengan kebutuhan aplikasi untuk
memastikan fungsionalitas yang optimal.
2. Perawatan: Lakukan perawatan rutin untuk memastikan kinerja yang baik, seperti
membersihkan kontak dari debu atau kotoran.
3. Keamanan: Pastikan instalasi dilakukan oleh teknisi berpengalaman untuk menghindari risiko
kebakaran atau kerusakan peralatan.
4. Penggunaan: Pertimbangkan untuk menggunakan push button dalam sistem otomatisasi
untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan kontrol.