0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Drama Musikal Pelestarian Budaya

Diunggah oleh

ininx.rose85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Drama Musikal Pelestarian Budaya

Diunggah oleh

ininx.rose85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ide kasaran:

1. Drama musikal
2. Tidak terlalu full dialog, ada dialog yg bisa digantikan dengan lagu (bernyanyi) macam kyk
film Les Miserables
3. Mencakup nilai tradisi berbagai daerah
4. Karena tema utama adalah “PUPPET” otomatis ada properti untuk pertunjukan, yg bisa
digunakan sebagai setting dan juga properti menari
5. Akhir dari pertunjukan adalah a whole school dance

Ide story:
1. Menceritakan puppet maker/dalang yang punya konflik batin terkait pelestarian puppet.
Karena anak jaman now banyak yang tidak tahu dan tidak tertarik dengan puppet, kebanyakan
hanya tertarik dengan gadget.
2. Ada sekelompok anak yang melanglang buana dengan Pak Dalang untuk mengenal budaya
Indonesia dan puppet nya dengan menggunakan board game.

Berarti garis besarnya:


1. Kalau ide ceritanya soal dampak buruk gadget, kita harus cari konfliknya yang kemudian
membuat akhirnya bisa secara sadar membatasi penggunaan gadget.
2. Kalau mau memasukkan unsur tradisi lainnya, mungkin bisa pakai tokoh guru sejarah
Indonesia atau guru seni budaya yang mengajari murid-muridnya soal keragaman tradisi
Indonesia. Hampir sama kyk MatM kemarin, cuma tanpa narator karena naratornya gurunya yg
ikut main langsung sebagai pencerita. Nanti bisa kyk seolah-olah muridnya diajak “ke berbagai
daerah” dengan dongengnya, nanti tiap daerah ada tokoh dan cerita apa gitu.
3. pesan moralnya tapi cuma tipis soal bahasan gadget, lebih ke pesan moral untuk lebih
mengenal budaya tradisi yang ada dan bagaimana gotong-royong itu adalah hal yang penting
dalam kehidupan.
Agak nyenggol dikit, karena gadget bikin mereka jadi individualis, kalau mereka main
permainan tradisional kan lebih sosialis, gitu.

Point-point cerita:
1. Dalang yang sadar sekarang anak-anak tidak tertarik dengan wayang
2. Pak Dalang teringat dulu anak-anak sangat senang dengan wayang dan mainan
tradisional (PS dance)
3. Cucu Pak Dalang dan teman-temannya tidak tahu menahu tentang kebudayaan
Indonesia, saat berkumpul hanya main HP sendiri-sendiri
4. Pak Dalang mengenalkan Magic Map yang bisa membawa kita ke daerah-daerah lain
dan mengenalkan budaya-budaya daerah dengan berbagai bentuk puppet nya
5. Berkelana ke daerah 1 - 2 - 3 - 4 (? Ke mana yak?) → (Rec & Primary Dance)
6. Cucu Pak Dalang dan teman-temannya tertarik, lalu punya ide untuk
mempromosikannya via youtube dan SNS biar semua orang tahu.
7. Banyak orang mulai membicarakan kebudayaan dan tertarik
8. Whole school dance
CAST

1. N1 = Maurelle
2. N2 = Arla
3. Dalang = Tejas
4. Anak 1 = Soyul
5. Anak 2 = Laras
6. Anak 3 = Nikola
7. Anak 4 = Alesha
8. Warga Jogja 1 = Senula
9. Warga Jogja 2 = Xavier K.
10. Warga Jogja 3 = Paisley
11. Warga Jogja 4 = Lyra
12. Warga Sumatera 1 = Sanuli
13. Warga Sumatra 2 = Beverly
14. Warga Minangkabau 1 = Abiel
15. Warga Minangkabau 2 = Michael year 7
16. Warga Minangkabau 3 = Michael year 5
17. Warga Aceh 1 = Ciel
18. Warga Aceh 2 = Karin
19. Warga Aceh 3 = Hajun
20. Warga Dayak 1 = Truett
21. Warga Dayak 2 = Sydney
22. Warga Dayak 3 =Kendra
23. Warga Dayak 4 = John
24. Warga Dayak 5 = Noah
25. Warga Bandung 1 = Xavier A.
26. Warga Bandung 2 = Bella
27. Warga Bandung 3 = Ina
28. Warga Bandung 4 = Siwoo
29. Warga Bandung 5 = Marijn
30. Anak 5 = Yael
31. Anak 6 = Nyala
32. Warga DKI 1 = Enzo
33. Warga DKI 2 =Kimberlie
34. Orang 1 =Ferre
35. Orang 2 =Lily
Nguri- Uri Budaya

N1 : Ehem ehem…. Cek cek….


N2 : Cek 1…2…3… Dicoba…
N1 : Siap?
N2 : Gak e, aku pulang aja ya? (berjalan berbalik)
N1 : Lhah, pie to wong iki? (menahan N2)
N2 : I’m nervous, you know. Takut lupa harus bilang apa.
N1 : Aku percaya kamu pasti bisa.
N2 : Bisa apa?
N1 : Bisa lupa… Hahaaaa…..
N2 : Hiih…!!! Kok malah ngece.
N1 : Gak gak, maaf maaf maaf
N1 & N2 malah ribut sendiri.
Dari audience: EHEM….!!! Jadi gak ini? Udah ditungguin.
N1 : Oh, maaf-maaf.
N2 : Kamu siiih.
N1 : Lhah kok aku.
N2 : Kamu yang mancing
N1 & N2 ribut lagi.
Dari audience: Eladalahhhh, kok mulai lagi.
N1 : Eh, nggih, nyuwun ngapunten.
N2 : Baiklah, kita mulai saja ya?
N1 : Sippp…!!!!

SCENE 1
N1 : Selamat pagi para hadirin yang berbahagia, pada pagi hari ini kami akan
menyajikan pertunjukan.
N2 : Pertunjukkan tentang seorang dalang
(Dalang masuk panggung, berjalan dengan tegap membawa wayang)
N1 : Dalang yang sudah tua
(Dalang lalu berjalan dengan lebih pelan)
N2 : Tua sekali
(Dalang berjalan pelan dengan agak membungkuk)
N1 : Lebih tua lagi
(Dalang berjalan pelan, agak membungkuk, sambil agak gemetar)
N2 : Leeebih tua lagi
Dalang : Heeehh, jangan tua-tua. Jalan begini capek.
N2 : Ah, maaf. Yasudah, dalangnya cukup tua tapi tidak sangat tua sekali.
N1 : Pak Dalang sedang mengecek dan membersihkan wayang
kesayangannya.
(Dalang duduk dan melihat-lihat wayangnya)
N2 : Lalu datanglah 4 orang anak.
(4 Anak masuk sambil memainkan gadgetnya)
Anak 1 : Eh duduk sini, capek.
(Ketiganya duduk sambil tetap bermain gadget)
Anak 2 : Kanan-kanan-kiri-kiri-lurus-cepeeettt- Yeessss, dapet.
Anak 3 : Ayo ayo, awas, dikit lagiiii, aaand,, wooohoooo
Dalang : Eh, ada anak-anak. Ajak mainan wayang lah.
Dalang : Ehem ehem… Throok thok thok thok, eeeee
*.[Link].*
Dalang : Langit gonjang ganjing, eeeeeee
(dalang mengeraskan volume berusaha menarik perhatian anak-anak)
Anak 4 : Aku udah mau complete nih
Dalang : Throok thok thok eeeeee
(dalang sampai agak berdiri menghadap anak-anak untuk menarik perhatian)
Anak 2 : Oh No…… (surprised) Eh Kakek..!!!
Dalang : Nhah, finally nyaut. Gimana? Mau main wayang sama kakek?
Anak 2 : Anu, colokan di mana yak? I’m running out of battery.
Dalang : Ya ampuuun, anak-anak jaman now ini. Kalian gak pengin mainan
wayang?
Anak 3 : Wayang? Apa itu?
Dalang : Haaaah……??!!! Wayang pun gak tahu?
Kalian ini wayang saja tidak tahu. Kalau permainan jamuran, tahu?
Anak 1 : Enggak
Dalang : Cublak-cublak suweng?
Anak 2 : Enggak
Dalang : Ya ampuuuun, jangan-jangan nama negara ini aja gak tahu?
Anak 3 : Enggak
(Dalang, anak 1,2,4 melihat ke arah anak 3 dengan terkejut)
D, A124: HAAAAAAHHHHHH……???!!!
Anak 3 : Bercandaaaa, tahu lah, INDONESIA.
Dalang : Padahal budaya kita menarik lho, mau ikut kakek berpetualang tidak?
Anak 1 : What if it’s boring?
Dalang : Ehhh, percaya kakek. Dijamin seru.! Gimana? Ikut?
A1234 : IKUUUTTT….!!!!

SCENE 2
N1 : Pak Dalang dan anak-anak kemudian menuju suatu tempat untuk
mencari sesuatu.
N2 : Ehhh, ke mana? Cari apa?
N1 : Kan kamu dari kemarin ikut latihan kan? Masih nanya?
Udah langsung aja, Pak Dalang..!!! Masukk…!!!!
(Pak Dalang dan anak-anak memasuki sebuah gua pelan-pelan)
Dalang : Pelan-pelan
Anak 1 : Tempat apa ini
Anak 2 : Serem ihh
Anak 3 : So scary…..
Dalang : Nhaaahhh itu diaaa… (Agak berteriak sambil berlari menuju sebuah
gulungan)
A1234 : Huwaaaa (Kaget karena dalang)
Anak 1 : Katanya suruh pelan-pelan
Anak 2 : Malah kakek yang gak pelan-pelan
Anak 3 : Ngagetin tahu
Dalang : Heheeee, sorry sorry. Maafkan kakek, namanya juga excited. Udah, sini-
sini.
(Lalu ketiganya mendekati kakek)
A4 : What’s that Kek?
Dalang : Ini adalah “MAGIC MAP OF INDONESIA”
A1234 : Haaaa…..???? Maaagic….???
Dalang : Biasa aja, gak usah heboh. JADI, INI SEBUAH PETA YANG LUAR
BIASA
(Pak Dalang menjelaskan dengan heboh)
A1 : Lhahh, malah dia yang heboh
Dalang : Ssssttttt (Menyuruh anak 1 diam) Ini adalah peta yang bisa
mengantarkan kita melihat berbagai budaya di Indonesia. Dan, ada banyak jenis
wayang lho di Indonesia. Tidak hanya seperti punya kakek.
A2 : Wooooooow, sangaaarrrr…!!!!
Dalang : Penasaran.?
A3 : Bangeeetttt…!!!!
Dalang : Okay, kita mulai saja. Dari mana?
A1 : JOGJA….!!!!!
Dalang : Bolehhh…. Coba pencet Jogja di peta ini.!

(Anak 1 memencet Jogja, lalu efek mereka berputar2 seperti terkena tornado dan jatuh
di suatu tempat)

SCENE 3
3-A (JOGJA)
N1 : Mereka seolah tersedooot ke dalam pusaran angin.
N2 : Lalu tibalah mereka di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(Muncul 2 warga Jogja yang kemudian menjelaskan tentang Jogja)
Jogja 1 : Sugeng rawuh dhateng Jogja
Jogja 2 : Welcome to Jogja
(Dalang dan ketiga anak berdiri dan menyapa warga jogja tersebut)
Jogja 1 : Jogja adalah salah satu daerah istimewa di Indonesia.
Jogja 2 : It’s a Kingdom ruled by Sultan Hamengkubuwono
A2 : Kereeenn…… Ada apa di Jogja.
Jogja 1 : Ada banyak kebudayaan di Jogja, lagu-lagu, tarian, a lot.
Jogja 2 : Salah satunya ada lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak kecil.
A3 : Apa lagunya?
Jogja 1 : Judulnya Kidang Talun.
Jogja 2 : Lagu tentang seekor rusa. Mau dengar?
A1234 : Mauuu…..
_Preschool Butterflies masuk menyanyi Kidang Talun_
(Dalang, Anak 1234, dan warga Jogja 3-4 masuk panggung)
Dalang : Wahhh, lagunya easy listening ya.
Anak 4 : Terngiang-ngiang di telingaku
Anak 2 : Di Jogja ada apa lagi Buk?
J3,4 : Buk?
Anak 2 : Eh?
Jogja 3 : Kita masih muda ya, panggilnya “Mbak” bukan “Buk”!
Anak 3 : Okay mbak, ada apa lagi mbak?
Jogja 4 : Nhaaaa. Ada tarian juga. Namanya Blek Dit Dot.
A1234 : Blek Dit Dot?
Dalang : Agak lucu ya namanya. Selucu kamuuu… iya kamuuu…
Anak 1 : Kakek..!!!
Jogja 3 : Blek Dit Dot menceritakan tentang robot.
Jogja 4 : Without further ado, let’s check it out..!!!!
_Reception masuk menari Blek Dit Dot_
A6 : Huwaaahhh kereeenn, lucuuuu.
Dalang : Seru kaaan, baru satu daerah lho ini.
Anak 1 : Mau yang lain lagi
Jogja 4 : Masih ada banyak yang lain, kapan-kapan mampir lagi ya
Anak 2 : Pastiiiiii…..
J34 : Sugeng tindaaaak…
(Warga Jogja 3-4 keluar dari panggung)
Dalang : Okay. Mau ke mana lagi kita?
Anak 1 : Wait Kek, aku mau ke toilet dulu.
(Anak 1 berbalik badan terburu-buru, lalu tersandung kakinya sendiri, terjatuh sambil
berpegangan pada magic map)
Dalang + Anak 1-2-4 langsung menengok ke Anak 3 : Eeeeehhhhhhh…???!!!!

(Mereka semua pun tiba-tiba tersedot ke dalam peta lagi dan terjatuh di suatu daerah
dengan background Monas)- transition music

Anak 2 : Kok bisaaaa…… Hmmmm……


Anak 1 : Sorrrrryyy, kepenceeet….
Anak 3 : Yaudah lah udah, di mana ini kita btw.
(Pak Ewin, Bu Yose, & Bu Eri masuk bawa anak-anak untuk persiapan tampil)
Pak Ewin : Permisi-permisi, ini pada ngapain yak di mari.
Dalang : Ngapunten, ini apa njih?
Pak Ewin : Ini anak-anak saya mau tampil, kalau mau nonton bisa duduk di sono.
Anak 1 : Eeehh, lucuuuunya.
_Fireflies perform dance ondel-ondel_
(Warga DKI 1-2 masuk membantu anak-anak turun panggung)
DKI 1 : Selamat datang di DKI Jakarta.
DKI 2 : Ibu Kota Negara Indonesia.
DKI 1 : Tapi udah mau pindah kan.
DKI 2 : Tapi belum kan.
Anak 2 : Oooohh… Ini di Jakarta ternyata.
DKI 1 : Tepatnya di Betawi.
DKI 2 : Tadi kita baru saja menyaksikan ondel-ondel versi imyut.
DKI 1 : Ondel-ondel asli sampai 2,5 m lho. Biasa untuk perayaan atau pesta
rakyat.
Anak 3 : Kereeeennnn, terus di dalamnya?
DKI 2 : Ya manusia biasa, sendiri.
DKI 1 : Kuat kan mereka…
Anak 1 : Aku jadi pengin coba main ondel-ondel nanti kalo udah pulang.
Dalang : Boleh, nanti kakek bantu buatkan. Sekalian kita belajar bikin wayang.
Anak 2 : Susah lah bikin wayang kaya punya kakek.
Dalang : Eeeehh, wayang bisa bentuk seperti apapun, yang simpel juga bisa.
Coba kalian ingat- ingat perjalanan kita ini nanti, bisa kita buat wayangnya, dan kita
ceritakan kembali.
DKI 1 : Waaahhh, keren itu pasti.
DKI 2 : Jangan lupa kita ya teman-teman.
Anak 3 : Pasti… Yuk kita lanjut berpetualang.
Dalang : Ke mana kita?
Anak 3 : Aku tau aku tau aku tau. Sumatraaaa…!!!!!
Dalang : Boleeeh. Pencet aja pulau Sumatra nya.
( Anak 3 memencet gambar Sumatra)`
3-B (SUMATERA)
(Anak 3 memencet Sumatra, lalu efek mereka berputar2 seperti terkena tornado)
N1 : Mereka kembali tersedoot ke pusaran angin yang berputar.
N2 : Berputar…. dan berputar…. semakin berputar….
Anak 1 : Woooyyy pusing…!!!!
Anak 2 : Bikin narasi yang bener dong.
Anak 3 : Ini Power Harassment lama-lama.
Dalang : Aahhh pusiiiing Kakek.
N1 : Ma…maaf..
N2 : Baiklah, dan mereka pun terjatuh di pesisir pantai.
(Dua warga Sumatra masuk)
Sum 1 : Horassss…!!!!
Sum 2 : Selamat datang….!!!!
Anak 1 : Jadi ada apa kali ini?
Sum 1 : Sabar, di Sumatera juga ada banyak kebudayaan
Sum 2 : Di sini ada beberapa suku. Batak, Lampung, Aceh, dan Minangkabau
(Lalu segerombolan anak datang membawa boneka, duduk dan memainkan boneka.
Dalang, Anak 1234 duduk melihat wayang)
Min 1 : Maliiiin…..!!!!! Ini aku ibumu nak.
Min 2 : Mana mungkin, you are an old poor woman.
Min 3 : Yeesss, Malin is a very rich man, you know.
Min 1 : Jangan durhaka Malin..!! Atau kau aku kutuk…!!!
Min 3 : Hari gini, mana ada kutuk-kutukan
Min 2 : I don’t care..!!! Kamu bukan Ibuku.
Min 1 : Aku kutuk kau menjadi batuuuu…!!!!
Min 2 : Aaaaaaa, aku jadi batuuuu.
(Anak 1234 dan dalang tepuk tangan)
Anak 1 : Waahhh, seruuu. Cerita apa itu?
Sum 1 : Mereka sedang bermain puppet dengan cerita Malin Kundang dari
Minangkabau.
Sum 2 : Jangan tiru sifat si Malin ya
(Anak Minangkabau dan Warga Sumatra 1-2 keluar panggung, bersamaan dengan
anak-anak Aceh masuk)
Anak 2 : Eh…eh…. Siapa mereka..?
Anak 3 : Orang sini suka bikin kejutan ya.
Dalang : Let’s see, sedang apa mereka.
(Dalang dan Anak 1-2-3-4 keluar panggung)
_Perform Tari Saman oleh Kelas 5-6_
(Dalang dan Anak 1-2-3-4 masuk panggung sambil bertepuk tangan keheranan)
Anak 1 : Bravooo bravoooo. Ini namanya apa?
Aceh 1 : Ini adalah Tari Saman.
Aceh 2 : Kami ini berasal dari Aceh.
Anak 2 : Keren sekali, aku jadi ingin belajar
Dalang : Tuuuu, keren kan. Makannya jangan hapeee teroooss, game
teroooosss.
Anak 3 : Selanjutnya kita ke mana Kek?
Anak 2 : Sebelahnya Sumatera Kek, Kalimantan..!!!
Dalang : Siappp. Pencet pulau Kalimantan Cuuuu…!!!!
(Anak 2 memencet pulau Kalimantan di peta)
Aceh 3 : Sampai jumpaaaa. Datang lagi yaaa…..
N1 : Mereka pun kembali tersedooottt…!!!
N2 : Berputar ke dalam pusaran angin, dan terjatuh di sebuah hutan.

3-C (KALIMANTAN)
Anak 4 : Wooow di mana ini?
(Tiba-tiba segerombolan warga Dayak bertopeng langsung masuk)
Anak 1 : Hah, siapa mereka, so scary. Ayo kita sembunyi.
(Dalang dan anak 1-2-3 bersembunyi di balik semak2)
_Perform Tari Hudoq oleh Kelas 3-4_
Dayak 1 : Hallooooo…
Dayak 2 : Jangan takut, ini hanya kostum.
(Dalang dan anak 1-2-3 keluar dari semak-semak)
Anak 2 : Apa yang tadi kalian lakukan
Dayak 3 : Kami tadi menari, namanya Tarian Hudoq
Anak 3 : Keren sekali kostumnya……
Dayak 4: Ini tarian untuk berdoa agar hasil panen kita bagus.
Dayak 5: Ada buah, sayur, rempah-rempah. Lengkap..!!!
Dalang : Bagus ya topeng dan kostumnya. Anak-anak, siapa mau coba buat?
A1234 : Sayaaaa….!!!! (sambil angkat tangan)
Dalang : Aduuh..kapan-kapan ya, Kakek sibuk ini ada jadwal main wayang. Satu
lagi, terakhir. Mau ke mana?
Anak 1 : Any suggestion Kek?
Dalang : Terserah lah
Anak 2 : Ini Kakek atau mamaku ya? Kalau ditanya mau makan apa jawabnya
terserah.
Anak 3 : Yaudah random aja
(Sambil menutup mata anak 3 memencet pulau Jawa, tepatnya Jawa Barat)
N1 : Setelah memencet peta, lagi dan lagi mereka tersedooott…!!!
Dalang : Heyyyy wahai narator. Capek, bisa diganti gak, jangan tersedooot mulu.
N2 : Ngeluh terus ih. Okay… We can be flexible. Mereka pun terserap…!!!
Anak 1 : Ya gak terserap juga kali.
Anak 4 : Dipikir bumbu.
N1 : Alright alright. Langsung aja lah, dan mereka tiba di suatu daerah.
N2 : Dah, enak kan. Langsung nyampe.

3-D (JAWA BARAT)


Anak 3 : Tempat apa ini? Siapa kamu? Siapa aku?
Anak 1 : Heh, lebay. Ikut drama aja kamu, acting mulu.
Anak 2 : Lhah bukannya ini juga kita lagi drama?
(Dua warga Bandung masuk dan menyapa)
Band 1 : Wilujeng enjing
Band 2 : Selamat datang di Bumi Parahyangan
Dalang : Waahhh, di Bandung ini kita.
(Tiba-tiba ada anak-anak yang berlarian riang gembira, lalu salah satunya terjatuh
kelelahan)
Band 3 : Aduuuh, aku lelaaah, tadi makan kebanyakan.
Band 4 : Makannya, jangan makan kebanyakan.
Band 5 : Jangan seperti Tokecang, makan terlalu banyak tidak baik tahuuu
_Perform Tokecang oleh Kelas 1-2_
Anak 1 : Huwoooohhhh, I really like it. I wanna know more
Dalang : Ya kan, kebudayaan kita juga seru dan menyenangkan. Jangan HP
teroooossss
Anak 2 : Mau lagi dong Kek
Anak 3 : Lagi….lagi….lagi….
Dalang : Sudah dibilang, your grandpa is very busy you know. We need to go
back.
A1234 : Baiklaahhhhhh
Dalang : Siap yaaaaa.
(Dalang memencet tombol kembali di peta)
N1 : Mereka akhirnya kembali ke tempat semula
N2 : Tersedot lagi gak ini?
N1 : Gak usah, si Kakek marah ntar.
N2 :Terhempas aja ya, mereka terhempas angin sepoi-sepoi, mengambang-
ngambang hingga kembali ke tempat asalnya.

SCENE 4
N1 : Keesokan harinya, di sebuah taman terdapat beberapa anak yang
berkumpul.
N2 : Mereka berkumpul tapi sibuk dengan gadget mereka masing-masing.
(Tiga anak masuk sambil bermain gadget dan duduk. Kemudian Anak 1 masuk, dan
tiba-tiba terpeleset lalu jatuh)
Anak 1 : Aduuuuuhhhh…
(Anak 1 sambil menengok ke arah anak-anak yang bermain gadget tapi tidak ada yang
peduli)
Anak 1 : Aduuuuhh…. Heeeii…. Aku jatuh lhoooo….
*KrikKrikKrik*
Anak 1 : Tolongin kek…. tanyain kek…. Helllooooo…
(Anak 2 dan 3 masuk lalu menolong Anak 1)
Anak 2 : Ya ampun kamu kenapa….
Anak 1 : Kepleset, aaatiiiit. (dengan puppy eyes)
Anak 3 : Gak ada yang nolongin nih?
(Keempatnya kemudian melihat ke arah tiga anak yang sedang bermain game,
kemudian saling tatap satu sama lain)
A2 : Deja Vu gak sih?
A4 : Kaya kita dulu ya?
(Mereka saling tatap lalu tersenyum)
Anak 6 : Ehhh, kenapa itu?
Anak 5 : Gak tauuu, ada apa kok rame-rame.
Anak 6 : Ada kecelakaan kayaknya
A56 : Eh sana yok sana, rekam…rekam…rekam….
Anak 1 : Kalian suka rekam-rekam ya?
Anak 5 : Iyaakkk, kita mau jadi YouTuber by the way.
Anak 2 : Eh, gimana kalau kita bikin konten budaya.
Anak 6 : Kita bisa jadi youtuber beneran nih
Anak 3 : Daripada kita main game doang atau nonton video gak jelas.
(Pak Dalang kemudian masuk)
Dalang : Nhaaah, gadget dan internet juga bisa positif ya kan. Gitu dooong.
Kreatif..!!! Sekalian, kakek dibikinin konten CHUCHORIAL bikin wayang.
(Beberapa performer naik ke panggung secara bergantian, anak-anak merekam-rekam
seolah membuat konten. Start from EYFS, 1-2, 3-4, 5-6)
N1 : Mereka kemudian mulai membuat konten budaya nusantara.
N2 : They look busy, but that’s good, right? Right?

(Dalang, A1234 dan performers keluar panggung)

SCENE 5
(Beberapa orang masuk dengan seru membicarakan tentang video viral tentang
kebudayaan)
N1 : Video-video karya mereka menjadi viral.
N2 : Everyone loves it.
Orang 1 : Look… This dance is amazing. I’ve never seen it before.
Orang 2 : I know right…!!!
Orang 1 : This channel is amazing. Jadi pengin belajar tari ini.
Orang 2 : Eh ini ada tutorialnya, yok yok coba latihan bareng.

SCENE 6 (Whole school dance - Closing)


(Para pemain dan seluruh siswa mulai masuk pelan-pelan sambil ikut latihan sampai
akhirnya semua di panggung. Saat narator selesai jeder maka whole school dance
dimulai)
N1 : Jadi, ingat ya. Apapun itu, yang berlebihan tidaklah baik.
N2 : That’s for gadgets as well. Don’t put ourselves in our own prison.
N1 : Jangan sampai kita melupakan kebudayaan kita.
N1-2 : Ayo konco nguri-uri budoyo.
N1 : Thank you everyone….!!!
N2 : This is JCS INDONESIAN WEEK 2024…..!!!!

_WHOLE SCHOOL DANCE_


(Murid- murid menari, guru menyanyi lagu daerah di sisi kanan-kiri panggung)

Anda mungkin juga menyukai