0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Bullying dan Stigma Sosial Ayu

Diunggah oleh

ni.wayan82920
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Bullying dan Stigma Sosial Ayu

Diunggah oleh

ni.wayan82920
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BULLY

Prolog:
Dia adalah ayu (dek dewi), seorang gadis yang duduk di bangku sma kelas
10, ayu adalah seorang anak yang berprestasi dibidang akademik, meski
berperestasi banyak tantangan yang harus dihadapi oleh gadis lugu itu
Dan cerita nya dimulai dari sini:
Bab 1 : ayu
Pagi ini ayu akan berangkat ke sekolah (scene dek dewi bangun tidur+siap2
berangkat sekolah), dan salim ke ibu nya ayu (Esha). Ayu berjalan kaki
menuju sekolah
Ditengah perjalanan naomi (sak depi) dan Geby (lina), mengejek ayu (dek
dewi),
Naomi: "ihhh udah 2024 masih jalan kaki?, engga malu?"
Gebby: "lawak lu mi orang miskin mah ga punya malu, sering nya malu-
malu in"
Naomi: "upsieee ga ikut2, udah ah by panass nanti jadi ikut2 an bau keringat
kayak si miskin." (Sambil melempar sampah minuman ke ayu, dan
meninggal kan ayu)
Ayu: "hiks hiks hiks" (ayu menangis di tengah jalan dengan baju yang kotor
terkena tumpahan minuman naomi.)
Setelah menangis beberapa saat lalu datang Dinda (sintya), menghampiri
ayu ditengah jalan
Dinda: "ayu?, kenapa nangis ditengah jalan gini yu? ( turun dari motor
menghampiri ayu)"
Ayu: "hikss hiksss (ayu terus menangis)"
Dinda: "yaampun yuu baju kamu kenapa kotor gini, yaudah yu kita skrng ke
sekolah nanti sampai sekolah kita bersihkan baju kamu. (Sambil memapah
ayu ke atas motor).
Sesampai di sekolah ayu dan dinda bergegas ke toilet sekolah untuk
membersihkan pakaian ayu yang kotor
Dinda: "yu jujur sama aku, siapa yang udah buat kamu kayak gini?"
Ayu: "mmmm, aku takut din"
Dinda: "engga usah takut aku ada disini buat kamu."
Ayu: "itu..... duo devils"
Dinda: "udah aku duga lagian itu duo iblis bener-bener kurang kerjaan anjir
ada aja yang dia lakuin ke lo mentang2 orang kaya enak-enak aja nindas kita
orang miskin."
Ayu: "udah nih din udah bersih, tentang mereka diem in aja din aku takut
kalau ngelawan beasiswa ku sekolah disini, dicabut."
Dinda: "huhhh gini amat nasib kita, yaudah dehh yuk ke kelas aja dri pd
nanti telat."
Sesampai nya di kelas mereka disambut hujatan naomi dan Gebby
Naomi: "ehhh kecoak udh dateng nihhh"
Gebby: "nih gua mau lo kerjain tugas gua sama naomi ga boleh ada yang
salah harus bener semua selesaiin sebelum jam pak tomi. (Kasar gebby
sambil melempar buku tugas nya pada ayu)
Dinda: "eh lo ya bener2 iblis lo berdua ya, dompet aja tebel tapi otak
kosong, minimal kalau minta tolong dengan cara yang baik kan bisa."
Gebby: "eh dugong, pertama gua nyuruh nya itu si kecoak satu ini kenapa
jadi lo yang sewot, kedua soryy2 aja nih dompet gua emang tebel kalau lo
iri mah iri aja, miskin mah miskin aja. Dan yang terakhir gua bukan minta
tolong tapi ini perintah buat kecoak satu ini. (Pergi sambil menyenggol bahu
dinda, naomi mengikuti dari belakang).
Di kelas...... (jam pelajaran di mulai)
Rei (abi): "sttttt yu ayuu bagi jawabannya donggg."
Ayu: "a-aku, e-engga tau."
Rei: "halahhh boong lu yu, minta jawaban 1 aja pelit bener"
(Ayu diam tidak menjawab).
Bab 2: (masalah keluarga)
Mita (santi): "eh imut udah pulang sekolah nihh, minta uang nya dong mut,
gua mau beli make up baru buat cari om2"
Ayu: "a-aku ga punya uang kak, hari ini ibu engga ngasi aku bekel."
Mita: "halahhh boong lu, lu kan sering tuh punya uang simpenan, sama kaka
sendiri kok pelit bangettt."
Ayu: "tapi itu uang hasil kerja keras aku ngumpulij uang buat beli hp, kk
kan tau sendiri aku ga punya hp"
(Mita tak menghiraukn ucapan ayu.)
Ayu: "kakkk jangan kakk plis kak itu buat aku."
Ibu: "kenapa ribut-ribut kalian?, kamu nih ya yu emang ga bisa pernah
berbagi sama kaka, kamu emang ga pantes jadi anak ibu. Punya apa-apa tu
harus nya di bagi."
(Mita dan ibu pergi meninggalkan ayu sendiri.)
Ayu: "ayah.... ayu kangen😭, kenapa ayah ninggalin ayu di dunia yang
keras ini, dulu ayah janji sama ayu bakal jagain ayu, bakal terus bareng2
sama ayu, tapi sekarang ayah ninggalin ayu😭, ibu masih terluka karena
kehilangan ayah. Dunia ini ga adil ayahh, aku mau ikut ayah ajaa😭.
Bab 3 (terjebak):
Sore hari sepulang sekolah ayu dan dinda akan berjalan pulang menuju
parkiran namun ketika akan menuju parkiran ayu dan dinda melihat geng
cowok" yang sedang mengkonsumsi rokok dan alhkohol.
Dinda: "eh-eh yuuu, liat2 ad orng lagi ngerokok sama minum2."
Ayu: "udah yuk din pulang aja yukkk ga usah ikut campur bahayaaa."
Dinda: "Diem yu, kita rekam aja mereka biar tau rasa, lagian siapa suruh
minum sama ngerokok di sekolah."
(Ayu terus menarik-narik dinda agar tidak ikut campur terlalu dalam, namun
sayanv semua terlambat)
Rei (abi): "woi luu yang ngerekam2"
(Dinda dan ayu terkejut lalu segera berlari, rei pun mengejar dari belakang,
namun malang nasib ayu malah tersandung dan terjatuh hingga tertangkap
oleh rei. Dan dinda telah kabur)
Rei: "hapus ga vidio nya, hapus!!!!"
Ayu: "bukan aku yang ngerekam" (lirih ayu sebab lengan nya dicekal oleh
rei)
Rei: "halahhh boong banget lu."
Wira: "jangan kasi lepas rei bila perlu kita bunuh disini."
Udin: "udah lepasin aja kasian dia."
Rei: "enggak ada kata ampun buat orang yang udah berani masuk ke sarang
gua."
Ayu: "ampun aku berani sumpah bukan aku."
Rei: "kali ini gua biarin lu pergi tapi besok jangan harap lu bakal bebas dari
genggaman gua."
Rei membebaskan ayu karna sadar beberapa orng masih terlihat di sekolah.
Kesokan harinya rei sudah menunggu di depan kelas ayu.
"Siapa disini yang nama nya ayu, temui gua nanti jam istirahat di belakang
sekolah."
Semua yang ada di kelas tersebut tercengang melihat kejadian sekejep tadi
"Woi culunnn, selain culun lo juga lonte nya kak rei ternyata." Ucap geby
melabrak ayu
"Bene-bener ya lo udh miskin murahan lagi cuihhh, bisa-bisanya lo ngerebut
kak rei dari gabby." (Pdhl ga ada hubungan apa-apa.
"K-kok kalian kasar bngt ngomong nya, aku i-i-itu sama kak rei ga ada
hubungan a-apa-a-apa. Stop ngerendahin aku, aku emang miskin tapi aku ga
murahan." Ucap ayu panjang lebar menjelaskan pada geng iblis itu.
"Hah udh berani lo ngomong panjang skrng ya!!, udh berani ngomong lo
skrng, liat aja besok lo akan terima pembalasan dari gua."
(Ucap naomy)
Sementara itu waktu jam istirahat...
Ayu dengan langkah ragu-ragu berjalan menuju belakang sekolah, ia tau jika
ia hari ini tidak datang menemui rei sesuatu lebih buruk akan terjadi
padanya. Maka dari itu akhirnya dengan seribu keraguan dikepala nya ayu
pergi menemui rei. "Wauuuu gede juga ya nyali lo nemuin gua." (Rei
berujar)
"Mantap mennn budak baru nih." (Wira datang sambil menghisap permen.)
"Boleh gua suruh ni babu barunya bos?"
Wira berujar
Rei hanya mengejit" kan alis nya.
"Oke babu, gua mau lo beliin gua,bos sama udin bakso."
"Punya gua gaisi kecap, punya bos ga isi kecap sama saos cuma pure sambel
bakso sama kuah nya, kalo lo gimana din?"
"Gua ga usah isi bakso nya."
Wira dan ayu heran mendengar itu bagaimana membeli bakso tanpa bakso
"Oh oke beliin kayak gua aja bu."
"Yang cepet gua mau lama kalau lama lu hrus nerima hukuman dari gua."
(Ucap rei.)
"Ga usah ngegas gitu kali, dia juga manusia bisa lambat."
Udin berbicara.
"Diem lu din!, ini urusan gua ga usah lo ikut campur." (Rei marah).
"Gua gak mau ikut campur tpi biasaiin lu memanusiakan manusia, lo boleh
kesel sama dia tapi jaga bicara lo kalau ngomong sama dia apalagi dia
cewek."
Udin menasehti rei.
"Harah jangan sok suci deh lo din biarin gua bertindak sebagaim ana mau
gua lo gak usah ngatur gua, klo gua dicap buruk emang kenyataan gua
buruk."
Kalau sudah begini udin pun tak bisa berucap bisa" udin kena tunjuk.
Ayu datang membawa pesanan mereka
"Waah mantap nih makasi bu." Ucap wira
"Nanti tunggu gua di gerbang depan ada yang mau gua kasi sama lo."
Sepulang sekolah ayu berjalan ke gerbang depan untuk menemui rei. "Ihh
kayaknya si ayu mau ketemuan sama rei gua mau ngikutin dia siapa tau
dapet bahan."
Ucap seseorang.
"Lama lo, panas gua disini."
"Ma-maaf tadi aku harus piket kelas dulu."
"Yaudah nih kerjain tugas gua."
"T-tapi kak ini tugas kelas 12 aku baru kelas 10 belum dapet materi ini."
"Kerjain aja gua ga mau tau."
Rei pergi meninggalkan ayu
Tanpa mereka sadari ada yang memfoto diam-diam
"Wow berani juga lo dateng kesini kecoak."
"Gua kesini mau bawain sesuatu buat lo."
"Ini foto rei sama ayu lagi berduaan, nanti lo sebarin fitnah aja bilang ayu
ngelonte sama rei."
Ucap seseorang itu. (Sintya)
"Mantap cokk ini penemuan yang bagus banget, dengan ini gua bakal rebut
rei dari ayu, lagian selera rei ngapa kampungan gtu sih."
Keseokan harinya sekolah binabangsa di hebohkan dengan berita ayu yg
menjadi LC rei "yuyuyu kamu dah liat belum berita yg heboh " ucap dinda
ke pada ayu " belum,emang berita apa? " kamu luh di gosipin lonte di base
sklh nihh foto nya"
Dinda memberitahu ayu.
"Ya tuhannn din aku ga pernah gtuuu, semua nya yang ditulis disana boong
din."
Keluh ayu.
"Iya aku tau kamu din, kamu gak mungkin kayak gtu."
Ayu dan dinda keluar kelas, banyak mulut yang ngomongin ayu.
Ih itu ya lonte nya rei."
"Ih murahan banget."
Mendengar semua itu ayu menjadi murung dan lemas sungguh tidak adil
dunia ini hanya memberikan ayu penderitaan
"Ikut gua!" Lelaki kasar itu datang
"Cukup kak, aku ga tau salah aku apa sama kakak, aku jadi kena masalah
gara2 jadi babu kakak padahal aku ga punya salah sama kakak."
"Oh udah bisa ngebantah lo skrng."
"Ya aku bisa ngebantah kaka aku punya hak atas hidup ku!"
Ayu pergi meninggalkan rei
"Liat aja besok yu lo gabakalnselamat ditangan gua karna lo udh mulai bisa
ngebantah."
Rumah part 2:
Mita: "yu darimana belajar ngelonte?"
Ayu: "maksud kaka gimana?, kok gtu ngomong, kaka percaya sama gosip di
base sekolah ku?"
Mita: "ya siapa tau kamu emang gitu"
Mama: "yu?, mama ga salah denger kamu gtu?, sejak kapan mama ngajarin
kamu jadi cewek murahan."
Ayu: "ayu ga gtu ma kok kalian percaya sih sama gosip murahan gtu."
Mama: "murahan?, kamu yang murahan jadi cewek, pergi kamu malu mama
punya anak kayak kamu."
Di kamar end....
"Bapak... ayu mau ikut bapak aja."
"Ayu capek disini pak..."
"Ayu capek jadi tempat sampah orang-orang terus."
"Ayu capek jadi pelampiasan."
"Ayu capek, ayu capek😭😭."
Ayu tanpa pikir panjang menggambil beberapa obat di dalam laci dan
meminum semua itu.....
mita: "ma mita yakin sih ayu ga mungkin ngelakuin itu, ayu aja ga bisa
dandan, mana bisa jadi lonte."
Mama: "yaudah coba kamu cek dia ke kamar ajak makan malam sama kita
kiat obrolin bareng disini."
Mita pun segera menuju kamar ayu untuk mengajak nya mengobrol
Mita: “yuu, keluar dulu yu… kaka sama ibu mau bicara.”
Ayu: “iyaa entar kak lagi ganti baju” (samil menyeka air mata nya yang
akan keluar lagi)
Ketika ayu sampai di ruang keluarga ayu langsung menggambil piring untuk
makan malam.
Ibu: “ibu mau ayu jujur tentang gossip yang beredar di sekolah.”
Ayu: “mau ayu jujur sejujur apapun ibu ga bakal percaya semua yang keluar
dari mulut ayu.”
Mita: “yu jaga bicaranya saat ngomong sama ibu, ga gtu caranya sopan dikit
kan bisa.”
Ayu: “lah dari dulu juga ayu selalu sopan sama ibu, ayu selalu sayang sama
ibu, ibu nya aja yang selalu jadiin ayu pelampiasan, jujur ya disini ayu
selalu merasa dipojokan padahal disini ayu juga merasa kehilangan bapak,
bukan Cuma kaka sama ibu aja, setelah bapak meninggal ayu merasa engga
punya tempat lagi di dunia ini di sekolah ayu selalu dibully karna ayu
miskin,karna ayu lemah gak berani ngelawan orang yang berkuasa, orang
kaya. Hidup ayu selalu dikendaliin orang lain, padahl hidup ayu hak ayu.”
Ibu: “Maafin, ibu yu maafin ibu yang selalu ngabaiin kamu, yang selalu
mojokin kamu , ibu udah gagal jadi orang tua buat kalian mulai sekarang
kita perbaiki semua ini yaaa, kita bangun keluarga yang harmonis dan
sehat.”
Setelah deeptalk 2 hari yang lalu dan ibu menghubungi kepala sekolah sma
bina bangsa, hari ini ibu pergi kesekolah untuk menindaklanjuti kasus
bullying yang dialami oleh ayu. Ketika memasuki ruangan kepala sekolah
ibu dan ayu disambut oleh kepala sekolah. Disana sudah ada rei dan geng
nya yang tertunduk, lalu ada dinda dan geng the devil yang sudah masam
mukaknya. “mohon maaf ibu atas kelelaian kami dalam mendidik anak-anak
hingga hari ini terjadi kasus bullying terhadap Ayunara cahya pradipta.
Kami pastikan pelaku-pelaku ini akan dihukum sesuai sanksi yang berlaku.
Ending:
Akhir dari cerita ini ayu mulai berdamai dengan keluarga dan segala
keadaan nya, perlahan-lahan semuanya Kembali membaik mungkin sulit
dan banyak trauma yang ayu alami, namun dengan dukungan keluarga ayu
mulai bisa memperbaiki dirinya. Dan untuk para pelaku bullying telah
dipindahkan ke sekolah rehabilitasi atau Pendidikan khusus.

Anda mungkin juga menyukai