A.
INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun : Moch. Rizzal Aditya Dewangga, [Link]., Gr.
Instansi/Sekolah : SMPN 41 Surabaya
Jenjang / Kelas : SMP / IX
Alokasi Waktu : 2 X 1 Pertemuan (2 x 40 menit)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
KOMPONEN INTI
Fase : D
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan
bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis. Peserta didik mampu
memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam
dan karya sastra. Peserta didik mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan,
dan menanggapi informasi nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan; Peserta didik menulis berbagai
teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan
menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan
pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi diri melalui pajanan berbagai
teks untuk penguatan karakter.
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi
berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan
yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran,
Memirsa pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya
teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks
visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk
mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro
dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik
menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan
kualitas data serta membandingkan informasi pada teks.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan,
Mempresentasikan arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan
masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog
dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu
menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna
denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan
gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai
dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik
mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun.
Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan
simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk
teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik
mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik
aktual secara kritis.
Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan
kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian
menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber
rujukan secara etis.
Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan
pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan
secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu
menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki
makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik
menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan
imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi
dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.
Tujuan Pembelajaran Pada bab ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan
wawasan tentang kesukarelawanan, berlatih mengubah petikan
cerpen menjadi teks prosedur dan menelaah proses penyerapan
kosakata bahasa Indonesia. Peserta didik juga mendapatkan
informasi dari teks prosedur dan infografik, membaca nyaring teks
bertema buku, serta mempraktikkan prosedur membuat poster.
Setelah itu, peserta didik mempraktikkan prosedur wawancara,
memerinci teks prosedur, menyimak video atau teks prosedur yang
dibacakan, dan mempraktikkan prosedur menulis esai.
Pertanyaan Pemantik 1. Di mana masyarakat dapat membaca buku secara gratis?
2. Apakah setiap orang dapat mendirikan taman bacaan untuk
masyarakat?
Profil Pancasila • Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia
• Berkebhinekaan global
• Gotong Royong
• Mandiri
• Bernalar Kritis
• Kreatif
Kata kunci Taman bacaan, laporan wawancara, kata serapan, dan prosedur.
Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :
Peserta didik Reguler 30 Peserta didik (dimodifikasi dalam
pembagian jumlah anggota kelompok ketika
jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan • Presentasi
pembelajaran • Produk
• Asesmen individu • Tertulis
• Asesmen kelompok • Unjuk Kerja
• Tertulis
Model Pembelajaran Metode Pembelajaran :
• Tatap muka • Diskusi
• presentasi
• ceramah
• Kunjungan lapangan
• Pengamatan lingkungan
• problem based learning
• Discovery Leraning
• Jigsaw
Ketersediaan Materi : Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan
peserta didik :
• Pengayaan untuk peserta didik • Individu
berpencapaian tinggi: • Berkelompok (Lebih dari dua orang)
YA/TIDAK
• Alternatif penjelasan, metode, atau
aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Media, Alat dan Bahan :
1. Sumber Utama
a. Buku Guru dan siswa Bahasa Indonesia kelas IX SMP Penerbit: Pusat Perbukuan
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022
2. Sumber Alternatif
a. KBBI
b. Tesaurus
c. Google
d. Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan
sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
e. Buku cerita, cerita pendek, Teks cerita, puisi, atau teks lain
3. Laptop/PC, LCD proyektor, Alat Penunjuk, Alat Tulis Sekolah, Kotak Surat, Koleksi
gambar Bercerita, Buletin Dinding, Permainan
Persiapan Pembelajaran :
Pada bab sebelumnya, kalian belajar tentang tema keluarga. Apakah tema tersebut membuat
kalian makin meyakini pentingnya keluarga?
Sebelum memulai kegiatan utama, coba kalian amati gambar pembuka Bab II.
Diskusikan hal-hal berikut ini dengan teman.
1. Judul bab ini adalah “Buku-Buku Berbicara”. Apakah maksudnya?
2. Apakah kalian pernah melihat tempat berkumpul seperti itu?
3. Jika pernah, di manakah kalian melihatnya?
4. Apakah ada tempat berkumpul seperti itu di dekat rumah kalian?
5. Jika tidak, di mana biasanya warga masyarakat di sekitar kalian berkumpul?
6. Apa yang biasa dilakukan warga di tempat itu?
7. Jika di wilayah kalian ada tempat seperti itu, apa yang akan kalian lakukan untuk
membuatnya lebih baik?
Gambarlah sebuah peta sederhana yang menunjukkan letak rumah kalian dan tempat
berkumpul tersebut.
Jika di dekat rumah kalian tidak ada tempat berkumpul, kalian dapat menggambar peta daerah
tempat tinggal kalian.
Langkah-langkah pembelajaran :
A. Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur
Kegiatan 1 : Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur Sederhana
Tujuan Pembelajaran:
Setelah membaca cerpen yang memuat prosedur, peserta didik dapat menjelaskan proses
membuat teks prosedur dengan tepat.
Pendahuluan • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa,
memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran,
kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.
• Mengatur tempat duduk peserta didik dan mengkondisikan kelas agar
proses pembelajaran berlangsung menyenangkan
• Guru memotivasi peserta didik agar tetap memiliki semangat dalam
proses pembejaran.
• Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses
pembelajaran
• Guru mempersiapan segara peralatan yang akan digunakan dalam
proses pembelajaran.
Kegiatan Inti
• Peserta didik diminta untuk membaca cerita "Tabu" yang terdapat
pada buku siswa
• Teks “Tabu” memuat prosedur memberi makan sapi sebagai salah
satu kegiatan sehari-hari Isrul. Tugas peserta didik adalah menelaah
cara mengubah petikan cerpen menjadi teks prosedur sebagaimana
contoh.
• Fungsi teks prosedur adalah menyampaikan langkah-langkah
mengerjakan sesuatu agar mudah dipahami dan diikuti atau
dilakukan oleh pembaca. Isi teks prosedur berupa kalimat perintah,
langkah pembuatan, proses melakukan sesuatu, atau cara
menggunakan sesuatu yang dituliskan secara beruntun dan
sistematis. Oleh karena itu, biasanya teks prosedur menggunakan
angka yang berurutan untuk memudahkan pemahaman pembaca.
Contoh prosedur sederhana dapat kalian amati pada infografik
berikut.
• Guru dapat memberikan contoh teks lain untuk diubah menjadi teks
prosedur. Teks sejenis dapat diperoleh melalui buku, majalah, surat
kabar, atau teks digital.
Penutup • Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi yang
disampaikan dalam satu pembelajaran.
• Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari untuk mengetahui
hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran
• Guru melakukan evaluasi hasil belajar terhadap materi yang telah
disampaikan kepada peserta didik
• Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran
dengan melakukan berdoa
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal,
baik sikap positif dan negatif.
Melakukan penilaian antarteman.
Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Presentasi
Proyek
Portofolio
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Remedial
Pengayaan diberikan untuk menambah Remedial dapat diberikan kepada
wawasan peserta didik mengenai materi peserta didik yang capaian
pembelajaran yang dapat diberikan pembelajarannya (CP) belum tuntas.
kepada peserta didik yang telah tuntas Guru memberi semangat kepada
mencapai CapaianPembelajaran (CP). peserta didik yang belum tuntas
Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak mencapai Capaian Pembelajaran (CP).
ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan Guru akan memberikan tugas bagi
peserta didik. peserta didik yang belum tuntas dalam
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bentuk pembelajaran ulang, bimbingan
peserta didik yang sudah mencapai perorangan, belajar kelompok,
ketuntasan belajar diberi kegiatan pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta
pembelajaran pengayaan untuk didik yang belum mencapai ketuntasan
perluasan atau pendalaman materi belajar sesuai hasil analisis penilaian.
Asesmen dan Instrumen Penilaian
a. Asesmen Penempatan atau Diagnosis
i. Asesmen di awal tahun ajaran perlu dilakukan guru untuk memetakan keterampilan
peserta didik sehingga guru dapat memberikan bantuan secara tepat. Guru dapat
merujuk kepada Capaian Pembelajaran per tahun untuk memetakan keterampilan
peserta didik pada tahun ajaran yang sedang ditempuh. Apabila peserta didik belum
memenuhinya, guru perlu memberikan pendampingan khusus kepada peserta didik
tersebut. .
ii. Asesmen di awal bab merujuk kepada lembar penilaian yang dibuat guru pada akhir bab
sebelumnya sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut. Tabel ini perlu
dipertimbangkan guru saat memetakan peserta didik yang memerlukan pendampingan
khusus dan kegiatan pengayaan dalam kegiatan pembelajaran. Asesmen akhir bab ini
juga menjadi masukan bagi guru dalam memodifikasi kegiatan pembelajaran yang
disarankan pada setiap bab Buku Siswa.
Tabel Catatan Asesmen Penempatan atau Diagnosis
Nama Menemukan Menyimak dan
Melakukan Diskusi Menulis
No peserta Makna Memahami
Sesuai Ketentuan Esai
didik Bacaan Video
1 Ratri
2 Satrio
3 Wahyu
4
.
b. Asesmen Formatif
I. Asesmen dilakukan sepanjang peserta didik berkegiatan di setiap bab untuk mengetahui
keterampilan mereka dalam memahami, mengkaji, merefleksi, menerapkan
pengetahuan dari bacaan, serta menyajikan gagasannya terkait topik pada bacaan.
II. Berupa dokumentasi hasil karya peserta didik dan lembar kerja peserta didik saat
berkegiatan pada setiap bab.
Tabel Lembar Cek Kosakata
Lembar Cek Kosakata
Nama: .....................
Kosakata saya Kosakata teman saya
c. Asesmen Nonkognitif
Asesmen terhadap kondisi emosi dan psikososial peserta didik penting dilakukan dalam
kegiatan pembelajaran. Pada akhir setiap bab Buku Siswa, peserta didik diminta untuk
merefleksi kegiatan yang paling sulit bagi mereka dan upaya yang mereka lakukan untuk
menghadapi kesulitan tersebut. Peserta didik juga diajak merefleksi tingkat kepuasan mereka
terhadap upaya tersebut. Guru perlu memberikan perhatian kepada refleksi diri yang bersifat
nonkognitif ini pada saat merumuskan penanganan dan strategi pembelajaran.
Refleksi Peserta Didik terhadap Kesulitan Belajar dan Upaya yang Dilakukan
Pengetahuan atau keterampilan yang sudah saya pelajari:
1. ……………
2. ……………
3…………….
Refleksi Proses Belajar
1. Kegiatan yang paling sulit bagi saya pada bab ini:
_____________________________________________________________________
2. Hal yang saya lakukan untuk memperbaiki hasil belajar saya:
____________________________________________________________________
3. Untuk memperbaiki hasil belajar, saya akan meminta bantuan kepada:
______________________________________________________________________
4. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang telah saya lakukan:
1 2 3 4 5
Lingkari salah satu angka untuk menggambarkan:
1 = sangat tidak puas 4 = puas
2 = tidak puas 5 = sangat puas
3 = biasa saja
Refleksi Guru:
• Apakah kegiatan belajar berhasil?
• Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
• Apa yang menurut Anda berhasil?
• Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
• Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
• Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
B. LAMPIRAN
Lembar Kerja :
Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur Sederhana
Dalam cerita, kalian kadang menjumpai paragraf yang memuat prosedur atau urutan
melakukan sesuatu. Teks “Tabu” memuat prosedur memberi makan dan minum sapi yang
dilakukan oleh Isrul.
Kalian dapat mengubah paragraf-paragraf tersebut menjadi teks prosedur. Perubahannya
dapat kalian amati seperti pada contoh di bawah ini.
Memberi Makan dan Minum Sapi
a. Peralatan
1) Parang yang tajam
2) Alas mencacah
3) Ember
b. Bahan
1) Rumput
2) Air hangat
3) Garam
c. Langkah-langkah
1) Pilah rumput dengan cermat, siapa tahu ada benda berbahaya yang dapat tertelan
oleh sapi.
2) Cacah rumput dengan parang. Ukuran cacahan tergantung usia sapi. Untuk sapi
dewasa, ukuran cacahan kira-kira 10 cm.
3) Letakkan dua ember di depan sapi, satu untuk wadah rumput satu untuk wadah air
minum.
4) Isi ember pertama dengan cacahan rumput.
5) Isi ember kedua dengan air hangat yang dibubuhi sedikit garam.
Bahan Bacaan Peserta Didik :
• Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi tentang Teks Prosedur dari
berbagai media atau websit resmi di bawah naungan Kementerian pendidikan, kebudayaan,
riset dan teknologi
• Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas IX Kurikulum merdeka tahun 2022
• Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas IX Kurikulum merdeka tahun 2022
Glosarium:
alat peraga : alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang
diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang
menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
asesmen diagnosis : asesmen pada awal tahun ajaran untuk memetakan kompetensi
peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat
asesmen formatif : pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau
siswa dalam proses pembelajaran
asesmen sumatif : penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan
aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar c
apaian pembelajaran : kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui
serangkaian proses pembelajaran
daring : dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya;
online
esai : tulisan yang membahas suatu topik secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulis
gawai : peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis; gadget; alat; perkakas
google books : layanan mesin pencari buku oleh Google; pengguna dapat mengetahui
nama pengarang, jumlah halaman, tahun terbitan, cuplikan isi buku yang dibatasi
hoaks : informasi bohong, lazimnya tersebar melalui internet; hoax
ide pendukung : gagasan tambahan untuk memperkuat gagasan pokok
ide pokok : gagasan utama yang menjadi landasan dalam pengembangan tulisan/karangan;
inti permasalahan yang dinyatakan dengan pernyataan umum tentang isi keseluruhan
paragraf
intonasi : ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami
makna kalimat tersebut dengan benar
KBBI Daring : singkatan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan, artinya kamus
yang bisa diakses dengan fasilitas internet
kegiatan pengayaan : kegiatan yang diberikan kepada peserta didik dengan tingkat
pemahaman yang lebih cepat sehingga pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan mereka
terhadap materi lebih mendalam
kegiatan perancah : disebut juga sebagai scaffolding, memberikan
dukungan belajar secara terstruktur berupa petunjuk, peringatan, dorongan, dan contoh
secara bertahap sesuai kemampuan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar
mandiri
koherensi : tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu
dengan yang lain; keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi karya sastra; hubungan
logis antara bagian karangan atau antara kalimat dalam satu paragraf
kohesi : keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai
antara lain dengan konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan
konjungsi : kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan
antarkalimat
lema : kata atau frasa masukan dalam kamus di luar definisi atau penjelasan lain yang
diberikan dalam entri
lembar amatan : catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru
majas : cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain;
kiasan
matrilineal : sistem yang mengatur garis keturunan melalui garis keturunan ibu
media sosial : wadah di internet yang memberikan akses kepada pengguna untuk
berinteraksi, bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan pengguna lain secara virtual
atau online
membaca nyaring : membaca yang dilakukan dengan bersuara, dengan lafal dan intonasi
yang jelas, benar, dan wajar, serta memperhatikan tanda baca sehingga pembaca
memahami maknanya
mesin pencari : kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang disediakan
untuk mengumpulkan informasi berdasarkan kata kunci yang diberikan; mesin pencari yang
dikenal luas saat ini adalah Google
mitigasi bencana : upaya menangani bencana pada tahap awal dengan tujuan mengurangi
dampak atau bahaya yang ditimbulkan bencana
monolog : pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri; adegan sandiwara dengan
pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri
netizen : warganet—warga internet; orang yang aktif menggunakan internet
opini : pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang
paragraf deduktif induktif: paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan akhir kalimat
paragraf deduktif : paragraf yang kalimat utamanya berada di bagian awal
paragraf induktif : paragraf yang kalimat utamanya berada di bagian akhir
paragraf ineratif : paragraf yang kalimat utamanya berada di bagian tengah
patrilineal : sistem yang mengatur garis keturunan melalui garis keturunan ayah
pojok baca kelas : bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku- buku
pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas
proyek kelas : tugas pembelajaran yang melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan
seluruh peserta didik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan
sms : short message service; teknologi yang menyediakan pelayanan mengirim dan
menerima pesan berbentuk teks melalui ponsel
sudut pandang : cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita
taman bacaan masyarakat: perpustakaan skala kecil yang dikenal sebagai sudut baca,
rumah baca, taman baca, atau nama lain, dibentuk dengan tujuan utama melayani
masyarakat dalam rangka meningkatkan minat baca
teks argumentasi : teks yang memuat gagasan atau pendapat yang disertai alasan dan
pemaparan logis dan meyakinkan
teks deskripsi : teks yang berisi pemaparan atau penggambaran dengan kata- kata secara
jelas dan terperinci; uraian perasaan atau peristiwa sehingga pembaca seolah menyaksikan
atau merasakannya sendiri
teks eksplanasi : teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu
fenomena alam atau sosial, fakta disajikan secara berurutan atau secara sebab akibat
teks eksposisi : teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud
dan tujuan sesuatu
teks naratif : teks yang bertujuan untuk menguraikan suatu peristiwa dan diceritakan secara
runtut
teks prosedur : teks berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu, tahap demi
tahap secara benar dan berurut sehingga mencapai tujuan yang diinginkan
teks rekon : teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis
dengan tujuan untuk memberi informasi atau menghibur pembaca
virtual : tampil atau hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer, misalnya di
internet
warganet : warga internet; orang yang aktif menggunakan internet; netizen
wawancara : tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan
untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat
kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi; tanya jawab peneliti
dengan narasumber
website : situs web; sekumpulan halaman web yang saling berhubungan, umumnya berada
pada peladen yang sama, berisi kumpulan informasi
wirausaha : wiraswasta; orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru,
menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,
memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya
Daftar Pustaka:
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Eggins,
S. 2004. An Introduction to Systemic Functional Linguistics (2nd ed.). London: Pinter.
Farida, A. 2020. Membangun Kemitraan Keluarga dan Sekolah. Bandung: Penerbit Nuansa.
--------------. 2014. Pilar-Pilar Pembangunan Karakter Remaja: Metode Pembelajaran Aplikatif
untuk Guru Sekolah Menengah. Bandung: Penerbit Nuansa.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK
to 8 Heinemann.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan
Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hammond, J., and Derewianka, B. 2001. Genre. In R. Carter & D. Nunan (Eds). The
Cambridge Guide to Teaching English to Speakers of Other Languages. Cambridge:
Cambridge University Press.
Javed, M., Eng, L.S., & Mohammed, A.R. 2015. Developing Reading Comprehension
Modules to Facilitate Comprehension among Malaysian Secondary School. ESL Students.
International Journal of Instruction, (8) 2: 139—154.
Juwita, E.P., Budimansyah, D., Nurbayani, S. 2015. Peran Media Sosial terhadap Gaya
Hidup Peserta Didik SMA Negeri 5 Bandung, Jurnal Sosietas, Vo. 5No. 1.
Lestari, R., Sudiyana, B., Wahyuni, T. 2019. Fakta dan Opini dalam Teks Tajuk Rencana
pada Surat Kabar Kompas. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Volume 1. Nomor 1. 2019: 1—10.