0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Penerapan 5R di SMK Taman Karya

Diunggah oleh

ipoem
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Penerapan 5R di SMK Taman Karya

Diunggah oleh

ipoem
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (FASE F)


TAHUN AJARAN 2023/2024

Tema: Kebekerjaan
Topik : Implemetasi 5R di Lingkungan Sekolah

Disusun oleh
Team Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
SMK TAMAN KARYA MADYA TEKNIK KEBUMEN
1. Informasi Umum
a. Identias
Penyusun : Team Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Tahun : 2023
Jenjang : SMK
Kelas : Kelas XI
Alokasi Waktu : 6 JP (6 X 45 MENIT)
Jumlah Pertemuan : 1 Pertemuan
b. Kompetensi Awal : Penerapan R5 di bengkel
c. Sarana dan Prasarana : Grup WhatsApp, Laptop, HP Android, Internet, LCD
Projector
d. Target Peserta Didik : Modul ini dapat digunakan oleh siswa regular
e. Model : Tatap Muka

2. Kompetensi Inti
: Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik
a. Tujuan Pembelajaran
diharapkan dapat Menerapkan 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat, Rajin) dengan tepat
b. Pemahaman Ber- : Pemahaman tentang 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat,
makna Rajin)
c. Pertanyaan Peman- : 1. Bagaimana penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
tik Rawat, Rajin) ?
2. Bagiaman pelaksanakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, Rajin) ?
3. Pernahkan Menerapkan prosedur-prosedur dalam
keadaan darurat
4. Pernahkah Menerapkan 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, Rajin)
d. Kegiatan Pembe- a) Pembukaan
lajaran
(1) Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran
(2) Guru dan siswa berdoa bersama
(3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik
penilaian
(4) Apersepsi dengan memberikan pertanyaan
pertanyaan pemantik
b) Kegiatan Inti
(1) Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan
pemantik. Siswa menjawab pertanyaan pemantik
yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan
gambaran materi pembelajaran secara umum
tentang 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)
(2) Ruang Kolaborasi: Guru membentuk kelompok
siswa, setiap kelompok mendiskusikan tentang
Menerapkan prosedur 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, Rajin) sesuai peraturan yang berlaku
(3) Elaborasi Pemahaman: Setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi
(4) Koneksi Antar Materi: setiap kelompok
menyusun laporan hasil diskusi dengan
menghubungkan beberapa materi yang sudah
mereka pelajari.
(5) Aksi Nyata : Peserta didik mengumpulkan
laporan hasil diskusi ke pada guru
c). Kegiatan Penutup:
(1) Memberikan kesimpulan dari serangkaian
kegiatan
(2) Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan
(3) Memberikan informasi Penugasan
e. Asesmen : Jenis :
Asesmen Diagnostik
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
Teknik :
Observasi
Penugasan
Tes Tertulis
Instrumen :
Lembar Observasi/catatan anekdot
Lembar Kerja Peserta Didik
Soal Uraian
e. Pengayaan dan : Memberikan Bimbingan bagi siswa yang belum
Remidial memahami materi dan Pengayaan informasi bagi
siswa yang sudah memahami materi.

f. Refleksi :
Materi pembelajaran atau topik mana yang
menurut kalian paling sulit dipahami? Jelaskan!
Materi pembelajaran atau topik mana yang
paling kalian suka? Sebutkan alasanya!

Mengetahui : Kebumen, ….. Agustus 2023


Ka. SMK Taman Karya Madya Teknik Ketua Tim P5,
Kebumen,

WAHYU WIDAGDO, [Link] NANANG DWI WIDAGDO, [Link]


LAMPIRAN

A. Budaya kerja 5R/5S


Setiap perusahaan tentunya mengharapkan memiliki lingkungan kerja
yang bersih, rapi, dan tiap individunya mempunyai konsistensi dan disiplin diri
yang baik, sehingga mampu menciptakan tingkat efisiensi dan produktivitas
yang diharapkan perusahaan. Akan tetapi pada kenyataannya, kondisi yang
diharapkan tersebut sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak sekali perusahaan
diluar sana mengeluh terhadap banyaknya waktu yang terbuang hanya untuk
mencari data dan atau sarana yang lupa penempatannya. Hal tersebutlah yang
terkadang membuat tempat kerja berasa kurang nyaman.

Gambar 1 Budaya 5R
Sumber :[Link]
produktifitas-di-tempat-kerja-dengan-menerapkan-5r/

Beberapa permasalahan diatas merupakan sebagian kecil dari


banyaknya permasalahan yang ada di dunia kerja. Oleh karena hal tersebut,
perlu adanya budaya kerja dunia industri yang merupakan metode sederhana
untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja. Budaya kerja sendiri
merupakan adaptasi dari program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke)
atau dalam bahasa kita dikenal dengan istilah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat
dan Rajin) yang merupakan metode yang dikembangkan oleh jepang dan sudah
banyak digunakan oleh Negara diseluruh penjuru dunia. Hal tersebut terbukti
meningkatkan efisiensi dan megurangi permasalahan yang ada pada dunia
industri.
B. Pengertian 5R/5S
5R/5S merupakan prosedur yang mengatur bagaimana seorang individu
memperlakukan tempat kerjanya secara baik. Apabila tempat kerja rapi, bersih
dan enak dipandang, bekerja baik individu maupun kelompok dapat tercipta
lebih mudah. Dengan kata lain, sasaran pokok industri lebih mudah dicapai
yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas dan keselamatan kerja.

Gambar 2 Pengertian 5R/5S


Sumber : [Link] [Link]

5S/5R juga mempunyai nama yang berbeda-beda seperti 5P atau 5


K, namun intinya adalah sama.

Gambar 3 nama lain 5R/5S


Sumber : [Link] [Link]

C. Tujuan 5R/5S
1. Menjamin proses kerja berjalan lancer
2. Menjamin agar tiap sumber produksi dapat dipakai secara umum & efisien
3. Mewujudkan perusahaan bercitra positif di mata pelanggan/customer
4. Melatih manusia pekerja yang mampu mandiri mengelola pekerjaannya
5. Mewujudkan tempat kerja yang nyaman dan pekerjaan
yang menyenangkan
D. Masalah akibat tidak adanya 5R
1. Adanya pemborosan waktu karena alat-alat rusak akibat dari kurang
pemeliharaan
2. Adanya pemborosan waktu akibat sulit mencari barang dan tidak siap
memakai peralatan kerja
3. Sering terjadi cacat/kesalahan pada hasil kerja
Gambar 4 Kekacauan di pabrik
Sumber : [Link]
E. Penerapan 5R/5S
1. Ringkas/seiri
Merupakan prinsip yang menjelaskan bahwa ringkas adalah mengetahui
barang mana yang seharusnya disimpan dan yang sudah tidak memiliki
manfaat. Pada intinya, ringkas adalah membuang yang tidak perlu dan
menyimpan yang diperlukan.
2. Rapi/seiton
Merupakan prinsip yang menjelaskan bahwa rapi adalah menyimpan
barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah konsistensi saat kita
meletakkan dan mengambilnya kembali pada saat diperlukan dengan cepat
dan mudah. Perusahaan perlu membuat SOP peletakkan barang-barang
demi terciptanya efisiensi waktu dalam bekerja.
Gambar 5 Ilustrasi rapi
Sumber : [Link] fact/bayu/10-kumpulan-foto-benda-yang-ditata-rapi-ini-
akan-menginspirasimu-beberes-1

3. Resik/seiso
Merupakan prinsip yang menjelaskan bahwa resik/bersih harus menjadi
kebiasaan dan dilaksanakan oleh setiap orang/ mulai dari bawahan hingga
atasan tanpa terkecuali.
Gambar 5 Ilustrasi bersih
Sumber : [Link]
jelang-lebaran-1124008

4. Rawat/seiketsu
Merupakan prinsip yang menjelaskan bahwa rawat adalah menjaga
eksistensi hasil yang telah diwujudkan pada 4R sebelumnya dengan
membuat standarisasi atau membakukannya.
5. Rajin/shitsuke
Merupakan prinsip yang menjelaskan bahwa rajin adalah kebiasaan baik
yang harus dibudayakan ditempat kerja. Rajin diupayakan menjadi
kebiasaan mulai dari masing-masing individu untuk menjaga &
meningkatkan eksistensi yang telah tercapai di tempat kerja.
F. Sasaran 5R/5S
Kebiasaan secara fisik seperti resik, rapi dan ringkas mewujudkan
terciptanya kebiasaan mental meliputi rajin dan rawat. Maka dari itu
terciptalah 5R di lingkungan kerja.
Bila 5R dijadikan budaya, maka akan tercipta kemudahan dalam
bekerja. Setiap kemudahan yang tercipta menjadi syarat tumbuhnya efisiensi,
produktivitas, kualitas dan keselamatan. Penerapan 5R di ruang praktik harus
memperhatikan hal berikut :
1. Partisipasi semua individu dalam tempat kerja
2. Adanya komitmen dalam manajemen
3. Menjadi kesadaran setiap individu
4. Konsistensi penerapan 5R
5. Sejalan dan seimbang dengan program kualitas lainnya.

Anda mungkin juga menyukai