0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Hafalan Juz 'Amma untuk Karakter Religius

Diunggah oleh

Hafsyah 19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Hafalan Juz 'Amma untuk Karakter Religius

Diunggah oleh

Hafsyah 19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN HAFALAN JUZ ‘AMMA DALAM PEMBENTUKAN

KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS VII MTS SYARIF


HIDAYAH DORO

KERANGKA PROPOSAL

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan


(S. Pd.)

Oleh
Eva Susilowati
NIM : 2119093

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KH ABDURRAHMAN WAHID
PEKALONGAN
2022
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan agama sangat efektif digunakan untuk membentuk generasi
bangsa yang beriman dan bertaqwa. Sebagai umat islam, kita tidak hanya
memerlukan pendidikan umum saja akan tetapi pendidikan agama juga
diperlukan untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan kehidupan
akhirat. Ketika lembaga sekolah memiliki kegiatan keagamaan, misalnya
membaca maupun menghafal al-Qur’an atau Juz ‘Amma yang diselipkan di
dalam pembelajaran maupun kegiatan rutin.1

Dalam kehidupan sehari-hari, pembentukan karakter religius pada


diri siswa, memerlukan berbagai cara, metode, pendekatan, dan perlu
dilakukan disegala situasi. Salah satu cara yaitu dengan cara pembiasaan.
Kegiatan pembiasaan hafalan Juz’amma sangat efektif untuk pembinaan
karakter religius anak karena dilakukan terus menerus dan berulang-ulang,
sehingga dapat melekat di dalam diri siswa kemudian dapat membentuk
karakter religius seperti yang diinginkan. Terkait dengan hal di atas, kegiatan
pembiasaan diharapkan siswa terbiasa, kemudian dapat tertanam dalam pola
pikir mereka sehingga apa yang telah diajarkan dapat menjadi pondasi ilmu
mereka pada tahap belajar di Madrasah tsanawiyah.
Mts Syarif Hidayah Doro atau biasa disebut dengan (Mts Syahid)
merupakan salah satu pendidikan formal yang melaksanakan pembentukan
karakter pada peserta didik, tentunya dari pihak madrasah menginginkan
agar peserta didiknya berprestasi dan berkualitas dalam bidang keagamaan,
pembelajaran di Madrasah tsanawiyah tersebut tidak hanya mempelajari
pendidikan umum dan agama saja, akan tetapi juga mempelajari pedidikan.
Pendidikan karakter tersebut untuk membentuk pribadi peserta didik
melakukan kebiasaan baik dan bersikap sopan sesuai dengan perinta qgama

1
Muftiyana Nor Riza, “Implementasi Kegiatan Hafalan Juz ‘Amma dalam Membentuk
Karakter Islami Siswa Kelas VI di MI Kedung Ombo Mayong Jepara”, (Kudus: Artikel Thesis,
2020), hlm. 3.
dan atas dasar negara. Nilai adalah prinsip umum yang digunakan
masyarakat dengan satu ukuran atau untuk membuat penilaian dan pemilihan
mengenai tindakan yang dianggap baik maupun buruk. Terdapat 18 nilai
karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter yang terdiri dari
religius, toleransi, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis,
rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,
bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli
lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Dalam beberapa nilai-nilai karakter tersebut, salah satu nilai yang akan
dikembangkan dalam penelitian ini yaitu nilai religius, karena sesuai dengan
karakteristik dan kebutuhan siswa serta lingkungan sekitar sekolah yang akan
dikaji. Religius adalah nilai-nilai religiusitas yang diajarkan kepada siswa di
sekolah, khususnya dalam pembelajaran di kelas melalui beberapa kegiatan
yang sifatnya religius. Aspek karakter religius yang dapat diajarkan kepada
siswa dalam pembelajaran meliputi: membiasakan membaca surat-surat
pendek, menjalankan kewajiban umat Islam, mensyukuri keunggulan
manusia sebagai makhluk pencipta dan penguasa dibandingkan makhluk
lain, bersyukur kepada Tuhan karena merasakan kekuasaan Tuhan yang telah
menciptakan berbagai keteraturan di alam semesta.2
Salah satu sekolah yang menerapkan kegiatan menghafal Juz’amma
untuk meningkatkan karakter religius siswa yaitu di MTS Syarif Hidayah
Doro. Siswa dibimbing dan diajarkan untuk menghafalkan, memang
mengajarkan hafalan untuk siswa tidak mudah tetapi guru menggunakan cara
menghafalkan Juz’amma secara diulang-ulang setiap pagi yang dilakukan di
dalam kelas. Kegiatan tersebut dilakukan supaya tidak membosankan dalam
proses menghafal siswa, seperti menggunakan kartu hafalan Juz’amma
dilakukan secara bergantian agar siswa selalu antusias dalam mengikuti
proses hafalannya sehingga akan berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, pembiasaan tersebut bertujuan untuk menanamkan
kecintaan siswa pada al-Qur’an dan mencetak generasi bangsa yang Qur’ani

2
Kementrian pendidikan nasional (2011:8),
yang memiliki karakter Islami. Pembiasaan tersebut mampu membentuk jiwa
yang religius maka peneliti menyebutnya sebagai karakter islami. Selain itu,
melalui kegiatan tersebut siswa terbiasa untuk mendekatkan diri kepada
Allah.3

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik ingin mengungkapkan


permasalahan di atas dalam suatu penelitian yang berjudul “Implementasi
Pembiasaan Hafalan Juz ‘Amma dalam Pembentukan Karakter Religius
Peserta Didik Kelas VII MTs Syarif Hidayah Doro”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Implementasi Pembiasaan Hafalan Juz ‘Amma dalam


Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Kelas VII MTs Syarif
Hidayah Doro?

2. Apa Saja Upaya yang Dilakukan dalam Implementasi Pembiasaan Hafalan


Juz ‘Amma dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Kelas VII
MTs Syarif Hidayah Doro?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk Mengetahui Implementasi Pembiasaan Hafalan Juz ‘Amma dalam


Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas VII MTs Syarif HidayahDoro.

2. Untuk Mengetahui Upaya yang Dilakukan dalam Implementasi Pembiasaan


Hafalan Juz ‘Amma dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas VII
MTs Syarif Hidayah Doro.

D. Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

a. Jenis Penelitian

3
Muftiyana Nor Riza, “Implementasi Kegiatan Hafalan Juz ‘Amma dalam Membentuk
Karakter Islami Siswa Kelas VI di MI Kedung Ombo Mayong Jepara”...hlm. 5.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research yang biasa
disebut dengan penelitian lapangan yang dijadikan sebagai pendekatan
dalam penelitian kualitatif.4 Peneliti mengamati Implementasi
Pembiasaan Hafalan Juz ‘Amma dalam Pembentukan Karakter Peserta
Didik Kelas VII MTs Syarif Doro kemudian dianalisis.

b. Pendekatan Penelitian

Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk


mengetahui atau menggambarkan suatu permasalahan.5

2. Sumber Data

a. Sumber Data Primer

Data yang diperoleh langsung dari responden, informan, atau melalui


pengamatan terhadap suatu kegiatan di tempat tertentu. 6 Meliputi guru dan
siswa.

b. Sumber Data Sekunder

Data yang diresmikan dan dipublikasikan berupa dokumen, kegiatan, dan


tempat.7 Misalnya buku hasil penelitian sebelumnya dan sumber lainnya.

3. Teknik Pengumpulan Data

a. Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat interaktif. 8 Wawancara


yang peneliti lakukan bersumber dari guru.
4
Abizal Muhammad Yati, “Metode Komunikasi Da’i Perbatasan Aceh Singkil dalam
Menjawab Tantagan Dakwah”, (Aceh: Jurnal al-Bayan, Vol. 24, No. 2, 2 Juli-Desember, 2018),
hlm. 302.
5
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 6.1.
6
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 6.28.
7
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 6.28.
8
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 7.17.
b. Observasi

Observasi adalah pengamatan atau melihat secara langsung permasalahan,


9
kegiatan, dan keadaan tertentu. Peneliti langsung melihat pembelajaran
membaca dan menghafal juz amma yang dilakukan setiap pagi sebelum
pelajaran formal dimulai penelitian ini bertempat di kelas VII MTS Syarif
Hidayah Doro.

c. Dokumentasi

Dokumen merupakan data yang dihasilkan oleh peneliti.10 Dokumentasi


dalam penelitian ini adalah berupa dokumentasi berbentuk foto kegiatan
penelitian serta hasil catatan wawancara kepada pihak sekolah.

d. Teknik Analisis Data

Bertujuan untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan dengan


menggunakan analisis taksonomi yaitu analisis data dengan melihat aspek-
aspek dalam penelitian secara detail.11

E. Penelitian Terdahulu

Pertama, Rahmi Agustina dan Abdan Syakura dalam jurnalnya,


“Penerapan Menghafal Juz ‘amma pada Anak Kelompok B di TK Tahfiz
Tunas Mulia Kertak Hanyar”. Jurnal penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan menghafal juz ‘amma pada anak kelompok B di TK
Tahfiz Tunas Mulia Kertak Hanyar Kabupaten Banjardan untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan menghafal juz ‘amma pada anak
kelompok B di TK Tahfiz Tunas Mulia Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang dilakukan
dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
9
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 7.4.
10
Muchlis Hamdi, Metodologi Penelitian Administrasi, Jilid II (Banten:Universitas
Terbuka, 2014). hlm. 7.3.
11
Izzuddin Musthafa, Metodologi Penelitian Bahasa Arab... hlm. 272.
Teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, dan klasifikasi
kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.12

Kedua, Rif’atul Khoriyah dalam jurnalnya, “Implementasi Metode 3T +


1M Program Tahfidh Juz ‘Amma Untuk Meningkatkan Motivasi Menghafal
Peserta Didik di SDN 2 Tawangrejo Lamongan”. Jurnal penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan motivasi menghafal pada program Tahfidh Juz
‘Amma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualititatif field research atau peneltian lapangan. Teknik analisis data melalui
tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.13

Ketiga, Rois Zulfa Nuraini dalam jurnalnya, “Pembentukan Karakter


Religius Siswa Melalui Pembiasaan Menghafal Juz ‘Amma, Hadits, dan Do’a-
Do’a Harian di MTsN 1 Ponorogo”. Jurnal penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pelaksanaan pembiasaan menghafal dalam pembentukan karakter
religius siswa di MTsN 1 Ponorogo, untuk mendeskripsikan faktor pendukung
dan penghambat siswa dalam menghafal, dan untuk menganalisis implikasi
pembiasaan menghafal terhadap pembentukan karakter religius siswa di MTsN
1 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
fenomenologi. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian
ini menggunakan teknik analisis kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana yang
meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang
dilengkapi dengan teknik pengkodean.14

12
Rahmi Agustina, Abdan Syakura, “Penerapan Menghafal Juz ‘amma pada Anak
Kelompok B di TK Tahfiz Tunas Mulia Kertak Hanyar” (Banjarmasin), hlm. 47.
13
Rif’atul Khoriyah, Cholifah, Neny Liftiyarotun Nadhiro, “Implementasi Metode 3T +
1M Program Tahfidh Juz ‘Amma Untuk Meningkatkan Motivasi Menghafal Peserta Didik di SDN
2 Tawangrejo Lamongan”, (Surabaya: Jurnal Pendidikan, Vol. 11, No. 3, 2022), hlm. 16.
14
Rois Zulfa Nuraini, “Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Pembiasaan
Menghafal Juz ‘Amma, Hadits, dan Do’a-Do’a Harian di MTsN 1 Ponorogo”, (Ponorogo: Artikel
Skripsi), hlm. 2.
Ke empat, Wismy Novadhi Putri, SH Saring Marsudi dalam jurnalnya, “Implementasi
Hafalan Juz’amma Untuk Menanamkan Karakter Disiplin dan Tangung Jawab Pada
Siswa Kelas III Mi Muhammadiyah Program Khusus Wirogunan Kartosuro Tahun
Ajaran 2017/2018”. Jurnal penelitian ini bertujuan untuk mengimplentasikan hafalan
juz’amma, Mendeskripsikan implementasi hafalan juz’amma dalam menanamkan
karakter disiplin, Mendeskripsikan implementasi hafalan juz’amma dalam menanamkan
karakter tanggung jawab, Mendeskripsikan kendala dan solusi mengatasi implementasi
hafalan juz’amma. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data penelitian dengan mereduksi data, mendisplay data, dan
menyimpulkan secara fleksibel agar menjawab rumusan masalah. 15

Ke lima, Mar’atun Sholihah,” Problematika Pembelajaran Hafalan surat-suat pendek di


RA. Perwanida semingkur desa kalicupak kidul kecamatan kalibagor kabupaten
banyumas” Jurnal penelitian ini bahwa pembelajaran menghafal surat pendek di RA.
Perwanida Semirir Desa Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas
yaitu: Kemampuan guru dan penguasaan materi hafalan surat pendek sudah cukup namun
masih perlu ditingkatkan karena untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik selain
itu terdapat beberapa kekurangan yang dapat ditemukan. Metode yang digunakan dalam
penyampaian materi perlu dibuat lebih variatif. Penggunaan media dalam proses
kegiatan belajar mengajar khususnya menghafal surat-surat pendek sangat perlu dan perlu
diadakan atau dipersiapkan. Evaluasi hafalan surat pendek yang telah dilaksanakan perlu
diintensifkan. Kurangnya dukungan dan perhatian dari orang tua untuk menghafal surat-
surat pendek dari guru.16

15
Wismy Novadhi Putri, SH Saring Marsudi, “ Implementasi Hafalan Juz’amma Untuk
Menanamkan Karakter Disiplin dan Tangung Jawab Pada Siswa Kelas III Mi
Muhammadiyah Program Khusus Wirogunan Kartosuro Tahun Ajaran 2017/2018”
(Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2018).
16
Mar’atun Sholihah “Problematika Pembelajaran Hafalan surat-suat pendek di RA. Perwanida
semingkur desa kalicupak kidul kecamatan kalibagor kabupaten banyumas”. Jurnal Penelitian
Agama Vol 19 No 1 (2018)
F. Survei Literatur

Agustina, Rahmi. Syakura, Abdan. “Penerapan Menghafal Juz ‘amma pada


Anak Kelompok B di TK Tahfiz Tunas Mulia Kertak Hanyar”.
Hamdi, Muchlis. 2014. Metodologi Penelitian Administrasi.

Kemendiknas. 2011. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan. Karakter. Jakarta:


Kemendiknas.

Khoriyah, Rif’atul. Cholifah. Neny Liftiyarotun, Nadhiro. “Implementasi


Metode 3T + 1M Program Tahfidh Juz ‘Amma Untuk Meningkatkan
Motivasi Menghafal Peserta Didik di SDN 2 Tawangrejo
Lamongan”. Jurnal Pendidikan.
Muhammad Yati, Abizal. Metode Komunikasi Da’i Perbatasan Aceh Singkil
dalam Menjawab Tantagan Dakwah. Jurnal al-Bayan.
Nor Riza, Muftiyana. “Implementasi Kegiatan Hafalan Juz ‘Amma dalam
Membentuk Karakter Islami Siswa Kelas VI di MI Kedung Ombo Mayong
Jepara”. Artikel Thesis.

Musthafa, Izzuddin. 2018. Metodologi Penelitian Bahasa Arab.


Putri, Wismy Novadhi, SH Saring Marsudi, “ Implementasi Hafalan Juz’amma Untuk
Menanamkan Karakter Disiplin dan Tangung Jawab Pada Siswa Kelas III
Mi Muhammadiyah Program Khusus Wirogunan Kartosuro Tahun Ajaran
2017/2018”

Sholihah, Mar’atun. “Problematika Pembelajaran Hafalan surat-suat pend


semingkur desa kalicupak kidul kecamatan kalibagor kabupaten
banyumas”. Jurnal Penelitian Agama Vol 19 No 1 (2018)

Zulfa Nuraini, Rois. “Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui


Pembiasaan Menghafal Juz ‘Amma, Hadits, dan Do’a-Do’a Harian
di MTsN 1 Ponorogo”. Artikel Skripsi.

Anda mungkin juga menyukai