PENERAPAN HAFALAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI
BELAJAR SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI
MTS SYARIF HIDAYAH DORO PEKALONGAN
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan Sebagai Syarat Mengikuti Ujian
Seminar Proposal Skripsi
Oleh :
EVA SUSILOWATI
NIM. 2119093
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI K.H ABDURRAHMAN WAHID
PEKALONGAN
2023
PENERAPAN HAFALAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI
BELAJAR SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI
MTS SYARIF HIDAYAH DORO PEKALONGAN
PROPOSAL PENELITIAN
A. Latar Belakang
Jumlah umat Islam Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an
masih sangat tinggi. Menurut hasil data sensus nasional Badan Pusat
Statistik (BPS) 2018 menemukan angka 53,57% umat Islam Indonesia
tidak bisa baca Al-Qur’an. Beberapa daerah melalui peraturan daerah
berusaha menekan angka buta aksara Al-Qur’an di antaranya,
Peraturan Bupati Tanggamus Lampung No 53 Tahun 2019 tentang
Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an Tingkat Sekolah Dasar.
Sebelumnya Bupati Maros Sulawesi Selatan mengeluarkan Perda No 15
Tahun 2005 tentang Gerakan Bebas Buta Aksara dan Pandai Baca Al-
Qur’an. Di tahun yang sama, Kota Kendari mengeluarkan Perda No 17
Tahun 2005 tentang Bebas Buta Aksara Al-Qur’an pada Usia Sekolah
dan Bagi Masyarakat Islam.
Kegiatan pembelajaran di kelas tidak hanya seorang guru
menyampaikan ilmu sedangkan murid menerima dan menyerap
informasi yang telah disampaikan oleh guru, namun perlu adanya
keterlibatan dari diri siswa dalam proses pembelajaran tersebut serta
kemampuan pedagogis guru sehingga pembelajaran dapat berjalan
dengan lebih optimal. Perlu adanya evaluasi dalam setiap kegiatan
pembelajaran sehingga kita dapat mengetahui apakah pembelajaran
tersebut telah berjalan dengan optimal atau tidak. Dengan adanya
evaluasi ini juga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan guru dan siswa
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam masa yang telah
ditentukan. Salah satu bentuk dari evaluasi pembelajaran yakni
dengan adanya tes/ujian yang hasilnya digunakan sebagai ukuran dari
prestasi belajar siswa
Prestasi belajar pada dasarnya tidak hanya sebatas nilai-nilai yang
diperoleh siswa ketika di sekolah, jika kita mengulas lebih lanjut makna
dari prestasi belajar adalah segala perubahan dalam bidang
pengetahuan, keterampilan, serta sikap siswa dalam kehidupannya
sebagaimana yang dijelaskan oleh WS Winkel “Prestasi belajar adalah
hasil dari proses belajar yang berupa perubahan-perubahan dalam
bidang pengetahuan/pengalaman, dalam bidang keterampilan, dalam
bidang sikap dan nilai seseorang dalam belajar”. 1 Kemudian menurut
Muhibbin Syah prestasi belajar adalah taraf keberhasilan murid dalam
mempelajari materi pelajaran sekolah yang dinyatakan dalam bentuk
skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran
tertentu. Lebih lanjut Muhibbin Syah mengemukakan bahwa kunci
pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa maka
pendidik harus mengetahui garis-garis besar indikator (penunjuk
adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak
diukur. Jenis prestasi belajar menurut Benjamin S. Bloom meliputi tiga
aspek: aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang secara tidak
langsung tiga aspek ini mencakup seluruh aspek yang ada pada
peserta didik.2
Al-Qur`an menurut Muhammad ‘Ali ash-Shabuni dalam bukunya at-
Tibyan Fi ‘Ulum Al-Qur`an adalah firman Allah yang bersifat mukjizat,
diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul, dengan perantara al-
Amin Jibril ‘alaihi as-salam, ditulis di mushaf-mushaf, diriwayatkan
kepada kita dengan mutawatir, bernilai ibadah membacanya, dimulai
dengan surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas. 3 Al-Qur`an
mengajarkan prinsip-prinsip dan tata aturan kehidupan yang harus
dijalankan oleh umatnya, dan kehidupan manusia tidak hanya terkait
dengan sesama munus ia namun kehidupan manusia juga terkait
dengan Rabb dan alam. Melihat kenyataan tersebut maka sudah
1
1 WS Winkel, “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi”, (Jakarta: Erlangga, 1984),
Hlm. 102
2
Rohmalina Wahab, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada,
2015), Cet. ke- 1, h. 244-245
3
Yunahar Ilyas, “Kuliah Ulumul Qur`an”, (Yogyakarta: ITQAN Publishing,
2014), Cet. ke-3, h. 17
menjadi kewajiban kita sebagai muslim untuk selalu menjaga,
memelihara, dan mempelajari Al-Qur`an. Penanaman terhadap
pembelajaran Al-Qur`an perlu diajarkan kepada anak sejak usia muda,
mulai dari pembelajaran membaca, memahami hingga menghafal.
Kemampuan menghafal Al-Qur‟an memiliki efek yang baik dalam
pengembangan keterampilan dasar pada siswa, serta dapat
meningkatkan pendidikan dan prestasi [Link] itu akan
mempermudah dan membantu proses keberhasilan dalam
[Link], bahwa hafalan Qur‟an juga dapat membantu
meningkatkan konsentrasi yang menjadi syarat keberhasilan untuk
mendapatkan ilmu. Semua ilmu pengetahuan, baik itu ilmu kedokteran,
matematika, ilmu syari‟ah, ilmu alam dan lain sebagainya,
membutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam [Link] lanjut
dinyatakan bahwa sel-sel otak itu seperti halnya anggota tubuh
lainnya, harus difungsikan secara terus-menerus. Orang yang terbiasa
menghafal, maka sel-sel otak dan badannya aktifdan menjadi lebih
kuat dari orang yang mengabaikannya. Dengan demikian, kegiatan
menghafal Al-Qur‟an secara otomatis dapat meningkatkan
kecerdasan.4 Pada dasarnya setiap manusia dibekali dengan
bermacam-macam potensi/kecerdasan meliputi kecerdasan intelektual,
kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual (multiple inteligence). 5
Mts Syarif Hidayah Doro atau biasa disebut dengan (Mts Syahid) merupakan
salah satu pendidikan formal yang melaksanakan pembentukan karakter pada peserta
didik, tentunya dari pihak madrasah menginginkan agar peserta didiknya berprestasi dan
berkualitas dalam bidang keagamaan, pembelajaran di Madrasah tsanawiyah tersebut
tidak hanya mempelajari pendidikan umum dan agama saja, akan tetapi juga
mempelajari pedidikan. Pendidikan karakter tersebut untuk membentuk pribadi peserta
4
Heru Siswanto, Dewi Lailatul Izza, Hubungan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Dan
Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar PAI Siswa Madrasah Aliyah Al Fathimiyah Banjarwati
Paciran Lamongan, Jurnal PAI Volume 1 No. 1 Maret 2018
5
Abd. Kadim dan Arfan A. Tilome, Kepemimpinan Berbasis Multiple Intelegence
(Sinergi Kecerdasan Intelektual, Emosional, Dan Spiritual Untuk Meraih Kesusksesan Yang
Gemilang), (Bandung: Alfabeta, 2011), h.1
didik melakukan kebiasaan baik dan bersikap sopan sesuai dengan perinta agama dan
atas dasar negara. Nilai adalah prinsip umum yang digunakan masyarakat dengan satu
ukuran atau untuk membuat penilaian dan pemilihan mengenai tindakan yang dianggap
baik maupun buruk.
Salah satu sekolah yang menerapkan kegiatan menghafal Juz’amma/ Al-Qur’an
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu di MTS Syarif Hidayah Doro. Siswa
dibimbing dan diajarkan untuk menghafalkan, memang mengajarkan hafalan untuk
siswa tidak mudah tetapi guru menggunakan cara menghafalkan Juz’amma/Al-Qur’an
secara diulang-ulang setiap pagi yang dilakukan di dalam kelas. Kegiatan tersebut
dilakukan supaya tidak membosankan dalam proses menghafal siswa, seperti
menggunakan kartu hafalan Juz’amma/Al-Qur’an dilakukan secara bergantian agar
siswa selalu antusias dalam mengikuti proses hafalannya sehingga akan berjalan dengan
baik.
Oleh karena itu, pembiasaan tersebut bertujuan untuk menanamkan
kecintaan siswa pada al-Qur’an dan mencetak generasi bangsa yang
Qur’ani yang memiliki karakter Islami. Pembiasaan tersebut mampu
membentuk jiwa yang religius maka peneliti menyebutnya sebagai
karakter islami. Selain itu, melalui kegiatan tersebut siswa terbiasa
untuk mendekatkan diri kepada Allah.6
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik ingin mengungkapkan
permasalahan di atas dalam suatu penelitian yang berjudul
“Implementasi Pembiasaan Hafalan Juz ‘Amma dalam Pembentukan
Karakter Religius Peserta Didik Kelas VII MTs Syarif Hidayah Doro”.
6
Muftiyana Nor Riza, “Implementasi Kegiatan Hafalan Juz ‘Amma dalam
Membentuk Karakter Islami Siswa Kelas VI di MI Kedung Ombo Mayong Jepara”...hlm. 5.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Penerapan Hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar
siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MTs Syarif Hidayah Doro?
3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat Penerapan Hafalan Al-
Qur’an Terhadap Prestasi Belajar siswwa Pada Mata Pelajaran Akidah
Akhlak Di MTs Syarif Hidayah Doro?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk Mengetahui Penerapan Hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi
Belajar siswwa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MTs Syarif
Hidayah Doro,
3. Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat
Penerapan Hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar siswa Pada
Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MTs Syarif Hidayah Doro,
D. Manfaat penelitian
Dari penelitaian yang akan dilakukan diharapkan dapat memberi
hasil yang bermakna. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat teoritis
Dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pendidikan yang
baik, dan berfikir sesuai dengan Al-Qur’an yang diajarkan, Dengan
menerapkan hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Akidah Akhlak juga diharapkan agar peserta didik bisa
mngaplikasikan dirumah ataupun di masyarakat.
2. Manfaat praktis
a. Bagi pembaca
Penelitian ini dapat memberikan motivasi untuk menerapkan
hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Akidah Akhlak sangatlah penting bagi kehidupan
sehari-hari.
b. Bagi pengajar
Penelitian ini diharapakan bisa untuk rujukan dan menerapkan
hafalan Al-Qur’an bagi peserta didik untuk meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak.
c. Bagi penulis
Penelitian ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan
memotivasi agar menerapkan hafalan Al-Qur’an Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak.
E. Tinjauan Pustaka