BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah sebuah upaya untuk memperbaiki kualitas diri.
Proses panjang dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan bagaimana
memberdayakan ilmu yang telah diperoleh guna diri sendiri, keluarga,
agama, bangsa dan negaranya. Oleh karna itu, pendidikan menjadi penting
dalam upaya meningkatkan kemajuan bangsa. Agar mampu meningkatkan
kemajuan bangsa dibutuhkan suatu pendidik yang berkualitas.
Masalah kualitas pendidikan tidak hanya menjadi masalah bagi
indonesia, seperti yang disampaikan oleh Asisten Direktur Jendral
Pendidikan United Nations Educational Scientific and Cultural
Organization (UNESCO), Qiang Tang, pada peluncuran Global Edcation
Monitoring (GEM) bahwa “kesenjangan kualitas pendidik masih menjadi
kendala bagi banyak negara, khususnya indonesia”. Permasalahan yang
dihadapi adalah bagaimana agar semua anak dapat bersekolah mendapatkan
kualitas pendidik yang sama. Dengan jumlah penduduk muda yang tinggi,
masalah kualitas pendidik menjadi hal yang sangat penting bagi
pembangunan negara.1
1
María Blanca Ibáñez and others, ‘Impact of Augmented Reality Technology on
Academic Achievement and Motivation of Students from Public and Private Mexican Schools. A
Case Study in a Middle-School Geometry Course’, Computers & Education, 145 (2020), 103734
<[Link]
1
Pada realitanya pendidikan yang ada di indonesia belum berjalan
dengan baik. Permasalahan yang ditemukan yaitu hasil pembelajaran pada
tingkat pendidikan dasar belum mencapai akhir yang di harapkan. Hasil
nilai tes PISA indonesia tidak memperlihatkan peningkatan nilai yang
signifikan. Hal ini di sebabkan karena perbedaan mutu pendidikan secara
geografis, kondisi ekomoni siswa dan sarana prasarana pendidikan yang
masih terbatas. Faktor penyebab rendahnya kualitas pendidikan di indonesia
meliputi: 1) pendekatan pembelajaran 2) perubahan kurikulum dan 3)
kopetensi guru. Kualitas guru di indonesia masih rendah sebab masih
banyak guru yang menganggap pekerjaannya mudah dan hanya sekedar
mencari penghasilan.2
Pendidikan yang dikembangkan seharusnya pendidikan yang dapat
mengembangkan potensi individu secara optimal demi kepentingan
pembangunan masyarakat secara menyeluruh. Prndidikan yang dipilih
semestinya pendidikan yang dapat mengembangkan potensi individu secara
optimal demi kepentingan pembangunan masyarakat. Pendidikan
merupakan wadah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan
itu Allah SWT. Pun mengistimewakan bagi otang-orang gemar mengejar
pendidikan sebagai bentuk rasa syukur sebagai nikmat Allah SWT.
Terhadap potensi yang telah di berikan yaitu dalam Al-Qur’an surah An-
Nahl ayat 78 sebagai berikut:
2
Fitria Nur Auliah Kurniawati, ‘MENINJAU PERMASALAHAN RENDAHNYA
KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN SOLUSI’, Academy of Education Journal,
13.1 (2022), 1–13 <[Link]
2
َوالّٰلُه َاْخ َر َج ُكْمِّمْۢن ْۢن ُبُطْوِن ُاَّمٰهِتُكْم اَل َتْعَلُمْوَن َش ْئًـۙاۙا َّوَجَعَل َلُكُم الَّسْمَع
َواَاْلْبَصاَر َواَاْلْفِٕـَدَة َلَعَّلُكْم َتْش ُكُرْوَن
Artinya:“Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur”.
Berdasarkan ayat di atas dapat di jelaskan bagai mana kekosongan
manusia saat dilahirkan, yang sudah semestinya setiap manusia dapat
mengisi kekosongan yang ada pada dirinya dengan belajar dan mencari ilmu
sebagai wujud rasa syukur kepada allah terhadap potensi yang telah
diberikan. Sebagaimana diterangkan didalam ayat yang lain tentang
pentingnya belajar atau pendidikanuntuk manusia agar mendapat ilmu
pengetahuan Q.S Al-Baqarah ayat 31 yaitu:
َلَاْۢنِبُٔـْوِنْي
ىٰۤلِٕىَكِة َفَقا ْۢن
ٰۤلاْلَم
ْسَمۤاَء ُكَّلَها ُثَّم َعَر َضُهْم َعَل َوَعَّلَم ٰا ۤااَاْل
َدَم
ۤاِءُؤۤاَل
َمِءِاْنُكْنُتْمٰصِدِقْيَن ْسِبَلِبَاْس
ۤا
َآٰه
َم
Artinya: “ Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)
seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya
berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!”.
Ayat diatas menerangkan bahwa Allah SWT telah mewajibkan bahwa
setiap manusia diwajibkan menuntut ilmu pengetahuan. Allah pun telah
mengajarkan suatu ilmu pengetahuan bahkan sejak zaman Nabi Adam as.
Setiap manusia telah dianugrahkan kemampuan dan potensi, dimana dengan
adanya kedua bekal tersebut manusia dapat menyelesaikan problem
kehidupan yang ada secara baik. Pentingnya ilmu yang mewajibkan
manusia untuk terus belajar dan berprndidikan.
3
Tujuan pendidikan Nasional tercantum dalam Undang-Undang sistem
pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 yang menyatakan
bahwa pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreaktif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional dapat ditempuh melalui pendidikan formal. Pendidikan
formal terdiri dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Pendidikan formal inilah yang terstruktur dan sistematis
sebagai sarana untuk mencerdaskan anak bangsa serta mengembangkan
bakat peserta didik. Pendidikan formal yang berlangsung disekolah
dilakukan melalui proses pembelajaran.
Fiqih adalah salah satu ilmu keislaman yang hingga kini cukup
berkembang, hal ini terbukti dengan kekayaan warisan khazanah klasik
yang dimiliki dengan maraknya berbagai kegiatan atau kajian ilmu fiqih
seperti bahts al-masail fiqhiyah yang dilakukan lembaga dan ormas-ormas
islam maupun lembaga-lembaga pendidikan islam seperti pesantren. Namun
yang tampaknya perlu mendapat perhatian khusus adalah munculnya kesan
kuat dalam masyarakat, bahwa islam yang mereka pahami adalah fiqih itu
sendiri, karna iya menyajikan aturan dan rambu-rambu hukum yang jelas
sehingga dapat mereka jadikan pegangan. Ini mengindikasikan kedudukan
fiqih sebagai sebuah ilmu sering belum dapat dimaknai secara proposional.
Sehingga cenderung tidak dibedakan mana ajaran dasar islam yang bersifat
4
absolut, dan mana ajaran fiqih yang berkembang dan mengalami perubahan
sesuai dinamika sosial.3
Fiqih lahir bersamaaan dengan lahirnya agama islam, sebab agama
islam itu sendiri merupakan kumpulan peraturan yang mengatur hubungan
manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan sesama. Karena
luasnya aspek yang diatur oleh islam, para ahli membagi ajaran islam
kedalam beberapa bidang seperti bidang akidah, ibadah, dan muamalah.
Semua bidang ini pada masa Rasulullah diterangkan dalam al-Qur’an
sendiri yang kemudian diperjelas lagi oleh Rasulullah dalam sunnahnya. 4
Hukum yang di dalam al-Qur’an atau sunnah kadang dalam bentuk jawaban
dari suatu pertanyaan atau disebabkan terjadinya suatu kasus atau
merupakan keputusan dari Rasulullah ketika memutuskan suatu masalah.
Jadi pada masa itu sumber fiqih hanya ada dua, yaitu al-Qur’an dan sunnah.5
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, Penyusun bermaksud
melakukan penelitian lebih lanjut tentang "PENERAPAN MODEL
PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN
PARTISIPASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARA FIQIH
DI MI NURUL MUHAJIRIN".
B. Rumusan Masalah
3
Arif Shaifudin, ‘Fiqih Dalam Perspektif Filsafat Ilmu: Hakikat Dan Objek Ilmu Fiqih’,
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 1.2 (2019), 197–206
<[Link]
4
Asywadie Syukur, Pengantar Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih (Surabaya: PT. Bina Ilmu,
1990), 14.
5
Syafi’i Karim, Fiqih Ushul Fiqih untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK
(Bandung: CV. Pustaka Setia, 1997), 29.
5
Berdasarkan pembahasan masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah :
1. Apakah model pembelajaran Project Based Learning berbasis Multi
Representasi mempengaruhi penguasaan konsep FIQIH?
2. Apakah ada perubahan penguasaan konsep FIQIH dengan
menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbasis
Multi Representasi?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang spesifik dari
penelitian yang dilakukan degan memeperhatikan latar belakang dan
rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini
adalah:
a. Untuk mengetahui apakah model pembelajaran Project Based
Learning berbasis Multi Representasi mempengaruhi penguasaan
konsep FIQIH
b. Untuk mengetahui apakah ada perubahan penguasaan konsep
FIQIH dengan menggunakan model pembelajaran Project Based
Learning berbasis Multi Representasi
2. Manfaat Penelitian
Terdapat dua manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian
ini, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.
a. Manfaat Teoritis
6
1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk
menambah sumbangan pemikiran ilmiah serta menjadikan
referensi.
2) Menjadi dasar bahan kajian untuk penelitian lebih lanjut
tentang permasalahan terkait.
3) Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
masukan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan
dan memajukan dunia pendidikan terutama untuk
Pendidikan Agama Islam.
b. Manfaat Praktis.
Adapun manfaat praktis yang dapat diperoleh dari penelitian ini
antara lain:
1) Bagi Peneliti, memberikan informasi bagi peneliti lebih
lanjut untuk mengkaji lebih jauh terkait kontribusi dari
model pembelajaran Project Based Learning berbasis Multi
Representasi terhadap penguasan konsep IPA untuk masa
yang akan datang.
2) Bagi Pendidik, Penelitian ini dapat dijadikan salah satu
masukan untuk pendidik di sekolah maupun Perguruan
Tinggi dalam memilih pembelajaran yang tepat untuk
digunakan dalam proses belajar mengajar guna
meningkatkan kemampuan penguasaan konsep pada materi
ajar.
7
D. Hasil Penelitian Terdahulu
Untuk memperkuat penelitian, maka peneliti melakukan kajian
terdahulu yang dapat membantu untuk menentukan pengolahan dan analisis
data. Berdasarkan studi pendahuluan terdapat beberapa penelitian yang
membahas tentang Model Pembelajaran Project Based Learning sebagai
berikut:
Beberapa penelitian yang relevan yang pernah dilakukan tentang
pengaruh model Project Based Learning terhadap keterampilanberfikir kreatif
dilakukan oleh Rina Putri Utami, Riezky Maya Probosari dan Umi Fatmawati
tentang pengaruh model Project Based Learning berbantu instagram terhadap
keterampilan berfikir kreatif pada materi pencemaran lingkungan. Pada
penelitian ini terdapat perbedaan hasil setelah diberi perlakuan menggunakan
model Project Based Learning. Pada kelas kontrol rata-rata nilai ketrampilan
berpikir kreatif siswa 77,12 lebih rendah dengan rata rata nilai keterampilan
berpikir kreatif pada kelas eksperimen yaitu 82,72.6
Beberapa penelitian yang relevan telah banyak dilakukan mengenai
model pembelajaran Project Based Learning yaitu penelitian Restu Lusiana,
Vera Dewi Susanti, Tri Andari pada tahun 2019. Temuan penelitian tersebut
yaitu model pembelajaran Project Based Learning cukup memberi pengaruh
terhadap kemampuan komunikasi matemais. Hal tersebut dibuktikan dapat
dilihat dari korelasi positif terhadap kemampuan komunikasi matematis
mahasiswa sebesar 77%. Berdasarkan penelitian lainnya yang dilakukan oleh
6
Rina Putri Utami, Riezky Maya Probosari, and Umi Fatmawati, ‘Pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning Berbantu Instagram Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif
Siswa Kelas X SMA Negeri 8’, Bio-Pedagogi, 4.1 (2015), 47–52.
8
Iszur Fahrezi, Mohammad Taufiq, Akhwani, Nafi’ah pada tahun 2020.
Penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Project Based
Learning sangat mempengaruhi hasil belajar siswa presentasi peningkatan
20%. Sehingga model pembelajaran ini efektif untuk semua tahap pendidikan.
Pada penelitian komalasari, Yunita, Djohar Maknun tahun 2021. Penelitian
ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning
berpengaruh besar dan efektif terhadap peningkatan berpikir kreatif siswa.
E. Kerangka Berfikir
Dalam proses belajar mengajar keaktifan partisipasi siswa tidak mungkin
sama. Dalam meningkatkan partisipasi siswa diperlukan adanya strategi yang
dilakukan oleh pendidik. Partisipasi peserta didik dalam pembelajaran sangat
penting berpengaruh pada hasil belajarnya. Peserta didik yang aktif
berpartisipasi dominan dalam menguasai teori pembelajaran.
Pada penelitian ini, penulis akan melakukan percobaan penerapan model
pembelajaran Project Based Learning sebagai upaya dalam meningkatkan
partisipasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MI Nurul Muhajirin.
F. Metodologi Penelitian
Metodologi merupakan hal penting dan berpengaruh dalam sebuah
penelitian, terutama dalam proses pengumpulan data. Karena data yang
diperoleh dalam suatu penelitian merupakan gambaran dari objek penelitian.
Penelitian merupakan salah satu cara untuk memecahkan suatu masalah atau
menemukan jawaban atas berbagai masalah yang dihadapi secara ilmiah.
Penelitian menggunakan cara berpikir ilmiah dengan aturan atau prosedur yang
sesuai dengan tujuan dan sifat penelitian. Penelitian ilmiah tentunya
menggunakan langkah-langkah yang sistematis dan teratur, logis dan
9
menyeluruh, objektif dan empiris, terarah pada sasaran yang ingin dipecahkan.
7
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang
merupakan kajian terhadap berbagai kajian dan kumpulan dari berbagai
jenis bahan empiris, seperti studi kasus, pengalaman pribadi, introspeksi
pengakuan, kisah hidup, wawancara, artefak, berbagai teks dan budaya.
Produksi, observasi, sejarah, interaksional, dan berbagaiteks visual. 8 Maka
dari itu referensi (tinjauan pustaka) merupakan syarat penting dalam
penelitian, dan membantu berbagai tujuan penelitian.9
2. Sumber Data Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data melalui library
reseach, yakni dengan melacak sumber data yang di dalamnya literatur yang
terdapat sumber primer dan sekunder.
a. Sumber Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara
langsung dari sumber aslinya. Dalam hal ini, sumber data primer peneliti
yaitu hasil wawancara dengan guru mata pelajaran fiqih kelas V dan hasil
observasi di MI Nurul Muhajirin Kotanegara.
b. Sumber Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dari
literatur-literatur lain yaitu buku-buku, hasil penelitian dan artikel yang
berkaitan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Sumber
data sekunder ini digunakan untuk melengkapi dan memperkaya sumber
data primer.
3. Metode Pengumpulan Data
7
Ismail Nurdin, Metodologi Penelitian Sosial, (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019),
hal. 13.
8
Septiawan Santana K. Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif, Yayasan Pustaka
Obor Indonesia cet. Kedua 2010, hal. 5.
9
Septiawan Santana K. Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif, hal. 10.
10
Dalam metode pengumpulan data, penulis melaksanakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah
metode pengumpulan data dengan mencari data tentang variable atau hal-hal
yang berupa catatan, buku, jurnal, majalah dan sebagainya yang berkaitan
dengan judul penelitian.10
4. Analisis Data
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah analisis data.
Penulis menggunakan teknik analisis data berupa analisis deskriptif
kualitatif. Dimana dalam penelitian ini penulis akan menggambarkan,
menguraikan kemudian menganalisis data sehingga terungkap dengan jelas.
Kemudian penulis menggunakan pola deduktif yaitu analisis yang berangkat
dari pengetahuan umum atau data yang bersifat umum, untuk mencari
kesimpulan-kesimpulan yang bersifat khusus.
5. Pedoman Penulisan Skripsi
Skripsi ini disusun dengan mengacu pada pedoman penulisan skripsi
yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama
Cirebon.11
10
Sandu Siyoto, “Dasar Metodologi Penelitian”, (Yogyakarta: Literasi Media
Publishing, 2015), hal. 78.
11
Panduan Penulisan Skripsi, Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama
Cirebon, 2021/2022, hal. 2.
11
DAFTAR PUSTAKA
Ibáñez, María Blanca, Aldo Uriarte Portillo, Ramón Zatarain Cabada, and María
Lucía Barrón, ‘Impact of Augmented Reality Technology on Academic
Achievement and Motivation of Students from Public and Private Mexican
Schools. A Case Study in a Middle-School Geometry Course’, Computers &
Education, 145 (2020), 103734
<[Link]
Kurniawati, Fitria Nur Auliah, ‘MENINJAU PERMASALAHAN RENDAHNYA
KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN SOLUSI’, Academy of
Education Journal, 13.1 (2022), 1–13
<[Link]
Shaifudin, Arif, ‘Fiqih Dalam Perspektif Filsafat Ilmu: Hakikat Dan Objek Ilmu
Fiqih’, AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 1.2 (2019),
197–206 <[Link]
Utami, Rina Putri, Riezky Maya Probosari, and Umi Fatmawati, ‘Pengaruh Model
Pembelajaran Project Based Learning Berbantu Instagram Terhadap
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 8’, Bio-Pedagogi,
4.1 (2015), 47–52
12