0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Desain dan Proporti Tangki Penyimpan

Diunggah oleh

adjiesaputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Desain dan Proporti Tangki Penyimpan

Diunggah oleh

adjiesaputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Desain Tangki penyimpan

NOTE:
1 ft = 0.3048 m
1 ft = 12 inch
Alat proses adalah alat yang digunakan pada suatu rangkaian proses dalam suatu pabrik, untuk menghasilkan suatu
produk atau bahan jadi dari bahan baku. Rangkaian proses tersebut terdiri dari beberapa tahap, yaitu: penyiapan bahan
baku, reaksi, pemisahan, pemurnian dan penanganan produk.
Kebanyakan alat proses yang digunakan berupa bejana bertekanan.
Beberapa macam bejana yang didasarkan pada tekanan, tebal, peletakan dan tinggi bejana
Berdasarkan tekanannya, bejana bertekanan terdiri dari:
a. Bejana bertekanan dalam atau internal pressure
b. Bejana bertekanan luar atau external pressure.
Berdasarkan tebalnya, bejana bertekanan terdiri dari:
a. Bejana berdinding tipis
b. Bejana berdinding tebal atau mono block
Berdasarkan peletakannya, bejana bertekanan terdiri dari:
a. Bejana horizontal
b. Bejana vertical
Berdasarkan tinggi bejana, bejana bertekanan terdiri dari:
a. Bejana pendek
b. Bejana tinggi
Bejana bertekanan biasanya dibuat dari baja sehingga untuk mendesainnya perlu dipahami mengenai stress yang timbul
akibat dari tekanan. Ada 2 macam stress yang timbul pada dinding bejana, yaitu:
a. Axial stress, searah dengan sumbu vertical bejana dimana stress ini ditimbulkan oleh tekanan operasi dan berat
bejana beserta isinya.
b. Circumferential stress yang mengarah dinding atau keliling bejana, dimana stress ini ditimbulkan oleh tekanan operasi
dan beban lainnya.

Akibat dari stress pada bahan maka bahan akan meregang (tensile) atau mampat (compressive). Apabihi stress
didifinisikan sebagai gaya dibagai luasan bahan yang terkena gaya seperti pada persamaan (1-1).

maka stress yang timbul pada bahan bejana akan sesuai dengan besarnya gaya yang bekerja. Sebagai akibatnya akan
timbul deformasi bahan dan bahan akan kembali kebentuk semula apabila bahan bejana masih kuat menahan stress
atau disebut masih berada dalam batas elastisnya tetapi akan rusak (failed) apabila tidak kuat menahan stress tersebut
atau keluar dari batas elastisitasnya. Dengan memperhatikan Modulus elasticity seperti yang terlihat pada Gambar 1.1,
operasi bejana akan aman dan tidak terjadi kerusakan.

(SLIDE)
Jenis-jenis bejana
1.1 Bejana pendek dan berdinding tipis
1.2 Bejana tinggi
1.3. Storage tank atau tangki penyimpan
 Storage tank merupakan perlengkapan paling dasar dari industri kimia dan Petrokimia
 Digunakan sebagai tempat penyimpanan, maupun proses dari berbagai macam gas, cairan, dan padatan
 Tangki penyimpan atau storage biasanya berbentuk silinder dengan tutup atas berbentuk conical dan bagian
bawah berbentuk datar atau flat bottomed. Pada desain storage biasanya digunakan standarisai API standard 12
C.
 Tahap awal pada desain storage tank, yaitu mencari hubungan antara diameter dan tinggi storage. Sebagai
pengontrol adalah harga fabrikasi untuk setiap bagian storage. Tahap selanjutnya adalah mendesain tebal
bagian silinder. Tahap selanjutnya adalah mendesain tebal tutup atas. Hasil desain perlu distandarkan dengan
dimensi yang telah ditetapkan, yaitu mengikuti API Code
 Biasanya dibuat dari logam, alloy, clad-metals (SLIDE)

 Tangki penampungan merupakan salah satu investasi yang signifikan


 Tangki yang lebih besar menghasilkan biaya yang lebih rendah per volume cairan yang disimpan (SLIDE)

Optimum Tank Proportion


 Diameter standar dari steel tanks pada tekanan atmosferik adalah 10 – 220 ft dengan tinggi 6 – 64 ft
 Rasio antara tinggi dan diameter dipengaruhi oleh proses yang terjadi, luas lahan, dan juga batasan tinggi
 Ukuran tank juga dipengaruhi oleh kapasitas produksi ataupun seasonal variations
 Proporsi optimum dari D dan H terdapat diantara 2 batasan
 Batas bawah terjadi ketika nilai dari shell, bottom, dan roof per satuan luas tidak dipengaruhi nilai D dan H. Kondisi
ini terdapat pada tangki dengan volume kecil, dimana elastic stability dan corrosion mempengaruhi ketebalan.
 Batas atas terjadi ketika ketebalan shell dipengaruhi oleh D dan H, sedangkan bottom, dan roof per satuan luas
tidak dipengaruhi nilai D dan H. Kondisi ini terdapat pada tangki dengan volume besar.

Macam ukuran Storage


Ada 3 macam ukuran storage, yaitu: storage ukuran keeil, menengah dan ukuran besar. Untuk ukuran kecil dan
menengah biasanya tebal bagian silinder 3/16 inch dengan diameter sampai 45 ft dan perbandingan antara diameter
dan tinggi bagian silinder adalah 1:1 atau d = H. Standarisasi ukuran dan kapasitas storage kecil seperti yang terlihat
pada TabeI 3.3 Brownell & Young (Hal 43).
(SLIDE) Brownell & Young – Hal 43
Untuk storage ukuran besar diameter storage bisa mencapai 220 ft dengan tinggi sampai 64 ft. Pada ketinggian tersebut
pada bagian silinder, disusun dari beberapa plate yang mempunyai ukuran 72 in. atau 96 in. dimana bagian atas dan
bawah tidak sama tebalnya, seperti yang terlihat pada Gambar 4.1. Setiap bagian tinggi dinamakan dengan courses yang
jumlahnya disesuaikan dengan tinggi storage dan tinggi plate penyusunnya.
Untuk satu bagian tebal yang sama dinamakan courses.

(SLIDE)
Ukuran dan kapasitas storage direkomendasikan oleh API standard 12 C seperti yang terlihat pada Brownell & Young –
Appendix E1 (Item 1) dan Brownell & Young – Appendix E1 (Item 3). Pemilihan ukuran tersebut setelah diketahui
jumlah volume bahan yang akan disimpan dan ukuran plate yang akan digunakan.
(SLIDE) Brownell & Young – Appendix E1 (Item 1)
(SLIDE) Brownell & Young – Appendix E1 (Item 3)

Hubungan diameter dan tinggi


Dalam desain storage, bubungan antara diameter dan tinggi storage perlu dic:ari. Sebagai pengontrol adalah harga
fabrikasi untuk setiap bagian storage, dimana harga fabrikasi dinyatakan dengan:
c1 = Ongkos fabrikasi bagian shell, ($/ft2)
c2 = Ongkos fabrikasi bagian dasar, ($/ft2)
c3 = Ongkos fabrikasi bagian atap atau tutup, ($/ft2 of projected area)
c4 = Ongkos pembuatan fondasi dibawah storage, ($/ft2)
c5 = Ongkos (pembelian) tanah untuk tempat storage, ($/ft2luas dasar)
C = Total cost ($)
Sedangkan perhitungan luas setiap bagian dinyatakan dengan:

A1 = luas shell (ft2) = 𝜋. 𝐷. 𝐻


A2 = luas bagian dasar storage atau luas proyeksi atap (ft2) = 1⁄4 𝜋. 𝐷 4

Tangki memiliki ketebalan dinding tidak tergantung dari D dan H


 Tangki Karena alasan stabilitas elastisitas, ketebalan dinding minimal adalah ft = 3/16 untuk tanki  45 ft , sedangkan
yang ukurannya lebih besar tebal dinding adalah ¼ in. Sehingga tangki dengan tebal dinding  ¼ in dianggap bebas
dari D dan H. Substitusi tebal dinding ¼ in. ke persamaan 3.18 dan 3.19

 Tangki penyimpan dengan butt-welded or lap-welded shells yang memiliki nilai D(H - 1)  1720 atau 1515 termasuk
dalam kategori ini. Dan tangki dengan volume kecil yang masuk dalam kategori Eq. 3.4 or Eq. 3.5 memiliki shell.
bottom, and roof costs per unit area yang tidak bergantung pada D and H.
 Lap and butt joint – Brownell & Young – hal 47 (SLIDE)
 Dengan menggunakan Persamaan 3.3 dan mendiferensiasi biaya total C terhadap diameter vessel D, dengan volume
V diketahui dan faktor biaya c1, c2, c3,c4, dan c5 sebagai konstanta diketahui akan diperoleh:

Untuk biaya minimum, dC/dD=0 sehingga


Tangki memiliki ketebalan dinding tergantung dari D dan H
Biaya tangki ini merupakan fungsi D dan H sebagai berikut:

Dengan cara yang sama untuk storage ukuran besar, dilakukan penurunan rumus (Brownel & Young – hal 42) akan
didapatkan persamaan sebagai berikut:

Simplified cases of optimum proportions


Desain dinding tangki ukuran kecil dan medium (simplied case)
 Biasanya dibuat dari pelat tunggal baja dengan proporsi D= H
 Tebal pelat antara 3/16 in atau ¼ in dengan lebar kurang dari 60 in
 Baja ringan SA-7, SA-283, Grade C or D
 The shell plates are usually either double-welded butt joints with complete penetration of weld metal or single-
welded butt joint with backing strip with complete penetration of weld metal
 Desain dari tangki ini simple dan sudah distandarisasi untuk industry perminyakan. Lihat gambar 3.7 (Brownell &
Young – hal 44) (SLIDE)
 Standarisasi ukuran dan kapasitas storage kecil seperti yang terlihat pada TabeI 3.3 Brownell & Young (Hal 43).
(SLIDE)

Desain dinding tangki ukuran besar


Mayoritas berbentuk silinder karena struktur yang kuat dan mudah dibentuk. Beberapa jenis
stress dapat terjadi pada silinder ini antara lain:
 Longitudinal  tekanan dari dalam tangki
 Circumferensial  tekanan dari dalam tangki
 Residual weld  panas terlokalisir
 Stress akibat angin, salju, dan es, peralatan tambahan dan dampak masukan
 Stress karena perbedaan suhu

Stress in the shell

Sama halnya dengan bejana, pada storage terdapat stress axial maupun circumferential yang mengenai bagian silinder.
Dari stress tersebut dapat dihitung:
Tebal bagian silinder menurut stress axial seperti pada persamaan (3-13)
dan tebal bagian silinder menurut stress cjrcumferensial seperti pada persamaan (3-14).

Joint efficiency and corrosion allowance


 The welded tidak sekuat rolled-steel plate of the shell. It has been found from experience that an allowance may be
made for such weakness by introducing a “joint efficiency factor”, E ke persamaan 3.13 dan 3.14.
 Antisipasi terhadap adanya korosi (c) juga ditambahkan pada ketebalan shell.

 Harga P ditentukan oleh pers. 3.17 dengan asumsi densitas dari liquid tidak lebih besar dari air (hydrostatic test of
the tank)

 Apabila dianggap f = 21000 lb/in2 dan E = 0.85 (double-welded butt joint) maka harga t bagian silinder dapat dihitung
dengan menggunakan persamaaan (3.18):

 Apabila dianggap f = 21000 lb/in2 dan E = 0.75 (double-full-fillet-lap-joint) maka harga t bagian silinder dapat dihitung
dengan menggunakan persamaaan (3.19):

 If low-alloy high-stregth steel is used, the maximum allowable stress is taken as 60% of the minimum yield point.
Practical consideration in selecting shell-plate dimensions.
See Appendix E Brownell & Young
 It should be emphasized that Eqs. 3.15, 3.16, 3.18. 3.19 are useful only for predicting the thickness of metal
required to withstand the internal pressure.
 Other factors such as structural stability, live loads, wind, -ice and snow loads, and fabrication procedures must be
considered.
 Minimum-thickness specifications for tanks by API Standard 12 C include some of these other considerations; they
are listed in the tables of Appendix E.
 To summarize the important points of these tables, consider first the thickness of the tank shell.
  1/4 in. for tanks 50 to 120 ft in diameter
  5/16 in. for tanks 120 to 200 ft,
  8/8 in. for tanks over 200 ft;
  3/16 in. for tanks smaller than 50 ft in diameter.
These minima are derived from practical considerations of stiffness, corrosion allowance, wind loads, and So on. Tanks
having shell thickness greater than these minima may use decreasing thicknesses for the upper courses. The thickness
for the upper courses necessary to contain the hydrostatic pressure may be determined by substituting the appropriate
depth of liquid into Eq. 3.18 or 3.19. However, the thickness should not be less than the minimum.

Butt welding vs lap welding


u/ tipe lap-welded horizontal joint, tebal maksimum lempengan adalah 5/8 inci
u/ tipe lap-welded vertical joint, tebal maksimum lempengan adalah 3/8 inci
(SLIDES)
Contoh soal
Suatu storage dengan kapasitas 55000 bbl, akan didesain jika diketahui:
a. Ongkos pabrikasi bagian silinder sebesar 2 kali ongkos pabrikasi bagian dasar
b. Ongkos bagian atas sebesar 1,8 kali ongkos pabrikasi bagian dasar
c. Ongkos fondasi sebesar 0,4 kali ongkos pabrikasi bagian dasar
d. Tanah dianggap tidakmembeli (disediakan)

Penyelesaian:

55,000 bbl  large tank


a) Tank proportion
Substitusi ke Pers. 3.9
Substitusi ke pers. 3.1

1 bbl = 5.614 ft3

Jadi tangki ini akan dibuat dengan diameter D=100 ft dan tinggi H=40 ft (in courses)
Appendix E, Item 3 indicates that such a tank will have a volume of 55,950 bbl (in agreement)

b) Desain shell
Ketebalan dinding courses dapat ditentukan dengan pers. 3.18 (untuk butt-welded assembly)

t1 = 0.57 in.

Corrosion allowance, c = 0, sehingga t1 = 0.57 in.


Direncanakan menggunakan 10 plates dengan tebal sambungan las (allowance) 5/32 in. Panjang pusat masing2 plates
dapat dihitung dari keliling, sbb:

Standard mill plates 96-in. (8 ft) width dan butt welding of the shell plates akan digunakan untuk membuat dinding
tangki.
Tebal dinding courses ke-2, menggunakan pers. 3.18 dengan H = 40 ft – 8 ft (plates width) = 32 ft

t2 = 0.46 in.

Demikian juga untuk courses ke-3, H = 24 ft


t3 = 0.34 in.

Demikian juga untuk courses ke-4, H = 15 ft

t4 = 0.25 in.

Ditentukan t4 dan t5 = 0.25 in., karena 0.204 in < ¼ in. Dengan demikian hydrostatic pressure stress consideration tidak
lagi menentukan ketebalan dinding dan structural stability of the thin shell is the prime consideration.
Key  The required thickness for the various shell course dapat ditentukan dari App. A item 4. (SLIDE)

Bentuklah kelompok 5 orang dan kerjakan contoh 2 di atas.

Anda mungkin juga menyukai