0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan22 halaman

Pengukuran Kualitas Sinyal Seluler

Diunggah oleh

ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan22 halaman

Pengukuran Kualitas Sinyal Seluler

Diunggah oleh

ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUKURAN KUALITAS SINYAL

SISTEM KOMUNIKASI SELULER

MZS
Drive Test
 Drive test merupakan salah satu bagian pekerjaan dalam optimasi jaringan
radio.
 Tujuan drive test adalah mengumpulkan informasi jaringan secara real di
lapangan.
 Informasi yang dikumpulkan merupakan kondisi aktual Radio Frequency (RF)
di suatu Base Transceiver Station (BTS) maupun dalam lingkup base station
sub‐system (BSS) dengan pengukuran yang dilakukan secara bergerak.
Drive Test Purpose

Single Site Verification

RF Optimization

Network Acceptance
DRIVE TEST
Service Quality and Monitoring

Troubleshooting

Benchmarking
Tools

[Link]
[Link] GPS

[Link]
[Link] data

[Link]

[Link] external 4
Type Drive Test

1) Drive Test
– Dilakukan di Outdoor
– Perangkat yang di perlukan, Handset, Laptop, GPS
dan Inverter
2) Walk Test
– Dilakukan di indoor
– Perangkat yang di perlukan, Handset, Laptop,
denga menggunakan Pin Point/way Point
Outdoor Drive Test
Indoor Walk Test
Test Mobile

• Various modes, e.g.


– Repeated call setups
– Continuous call
– Scanning mode
• check for spectrum
occupancy
• check for BCCH
with no neighbour
relations
Repeated Call Setups (SC)
Um- Abis- A-Interface

PSTN-
Base Base Mobile Interface
Transceiver Station Switching
Station Controller Center

Serial Measuremt
Software

• Method
– call setup
– hold for predefined time period and then release
• predefined time = mean holding time
• call may be dropped earlier
– repeat call setup after predefined waiting time (typical 10 s)
• Purpose
– simulate subscriber behavior
– wide area quality assessment and trend identification
Repeated Call Setups (SC)

• Typical parameters
– call setup success rate, setup time, dropped call
rate
– statistics can be generated in Analyzer Software
Call Diagnostics

RxQual Full Threshold: 4


RxQual Full Threshold (%): 90
RxLev Full Threshold: 14
RxLev Full Threshold (%): 90
Maximum Setup Time (s): 10

Call Time Setup Clear Down RxQual (%) RxLev (%) Category
1 21:38.8 6.5 OK 100 100 GOOD
2 23:53.1 FAIL FAIL FAIL FAIL NO SETUP
3 26:08.7 5.7 OK 98 85.3 LOW SIGNAL
4 28:23.9 6.4 OK 79.5 100 NOISY
5 30:38.8 5.8 FAIL FAIL FAIL DROPPED
6 32:54.4 12 OK 100 100 DELAYED
Continuous Call
• Method
– call setup
– hold continuously until drive test route complete
• in case of call drops re‐establish
• Purpose
– Wide area quality trace
– Locating individual problem areas
– Detailed analysis in problem areas
– Quality assessment on rural highways etc.
– BS Testing and Functional Testing
Continuous Call
• Typical parameters
– RxLev, RxQual, BCCH, BSIC,
handover, Layer 3 messages
etc.
• Import into planning tool
– Terrain or clutter background
– Comparison of measured
network performance vs.
prediction
• Statistics:
– RxLev, RxQual, handover
success rate
2G Drive test (Data BTS)

a) Broadcast Control Channel (BCCH) frekuensi carrier yang


digunakan pada saat downlink untuk mentransmisikan informasi
system.
b) Absolute Radio Frequency Channel (ARFC) merupakan konversi
dari BCCH yang bernilai MHz diubah menjadi nomor‐nomor kanal.
c) Base Station Identity Code (BSIC) untuk membedakan BTS‐BTS
yang berdekatan dan mempunyai BCCH dan ARFC yang sama.
d) Cell Global Identity (CGI),merupakan sebuah identititas (ID) yang
unik dari cell‐cell dalam suatu jaringan seluler untuk mengenali
posisi user berdasarkan cell.
2G Drive test (Data BTS)
Format penamaan CGI (Cell Global identity), yang terdiri dari :
 MCC (Mobile Country Code) identifikasi suatu negara dengan
menggunakan 3 digit. Indonesia 510.
 MNC (Mobile Network Code) adalah 2 digit identifikasi yang
digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah mobile network.
 LAC (Location Area Code) identifikasi yang digunakan untuk
menunujukan kumpulan beberapa cell.
 CI (Cell Identity) identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler.
Dalam sebuah PLMN, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau
lebih) cell yang berbeda, asalkan dalam LAC yang berbeda.
2G Drive test (Parameters)

a) RxLev (Reception Level) level daya yang diterima oleh MS (Mobile


Station) dalam satuan –dBm dimana semakil kecil nilai –dBm‐nya
maka semakin lemah level daya yang terima.
b) RxQual (Reception Quality) tingkat kualitas sinyal yang diterima MS
dengan rentang nilai 0 sampai 7 dimana semakin besar nilai
RxQual maka semakin buruk kualitas sinyalnya.
c) Speech Quality Indicator (SQI) tingkat kualitas suara pada saat
menelepon yang memiliki rentang nilai antara ‐20 sampai dengan
30 dimana semakin besar nilai SQI semakin baik.
2G Drive test (Parameters)

d) Call Setup Success Ratio (CSSR) Standarisasi prosentase tingkat


keberhasilan panggilan oleh ketersediaan kanal suara yang sudah
dialokasikan untuk mengetahui kesuksesan panggilan tersebut,
maka ditandai dengan tone saat terkoneksi dengan ponsel lawan
bicara. Standard CSSR ditentukan dalam Peraturan Menteri
Kominfo Nomor : 12/Per/[Link]/04/ 2008 bahwa prosentase
CSSR harus ≥ 90% .
e) Call Completion Success Ratio (CCSR) Prosentase tingkat
keberhasilan hubungan sampai berakhir tanpa terjadi drop call.
biasanya dari operator ditentukan nilai standarnya agar mencapai
> 98%.
2G Drive test (Parameters)

f) Drop Call Ratio (DCR) Dropped Call Ratio adalah prosentase


banyaknya panggilan yang jatuh atau putus setelah kanal
pembicaraan digunakan. Dropped call dapat disebabkan beberapa
hal, antara lain:
 Rugi‐rugi frekuensi radio
 Co‐Channel interferensi dan Adjacent interferensi
 Kegagalan proses handover

– Standard DCR ditentukan dalam Peraturan Menteri Kominfo


Nomor : 12/ Per/[Link]/04/ 2008 bahwa prosentase DCR
harus ≤ 5%.
2G Drive test (Parameters)

g) Blocked Call Ratio (BCR) Prosentase kepadatan panggilan yang


disebabkan karena keterbatasan kanal
h) Call Setup Time (CST) Waktu yang diperlukan untuk melakukan
panggilan dalam satuan detik (s).
KPI (Key Performance Indicator)

CSSR (Call Setup Success Rate)

DCR (Drop Call Rate)


3G Drive test (BTS)

a) Universal Absolute Radio Frequency Channel Number


(UARFCN),merupakan nomor kanal yang mewakili carrier
UMTS sebesar 5 MHz. Nomor kanal UARFCN dihitung sesuai
dengan frekuensi yang digunakan dikalikan 5. Misalnya jika
frekuensi 2132,8 MHz maka UARFCN = 2132,8 MHz * 5 =
10.664.
b) Scrambling Code (SC),merupakan kode yang membedakan
antar sektor BTS atau sel digunakan untuk membedakan user
yang satu dengan yang lainnya.
3G Drive test (Parameters)

a) RSCP (Receive Signal Code Power) Tingkat kekuatan sinyal di


jaringan 3G yang diterima ponsel sama halnya dengan RxLev
pada GSM dengan satuan ‐dBm.
b) Ec/No (Energy Carrier per Noise) Perbandingan (ratio) antara
kekuatan sinyal (signal strength) dengan kekuatan derau
(noise level) atau SNR (Signal/Noise Ratio) yang dipakai untuk
menunjukkan kualitas koneksi. Fungsinya sama dengan
RxQual di jaringan 2G.
Data Hasil Drive test

Anda mungkin juga menyukai