0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Capaian Pembelajaran Seni Rupa SD

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Capaian Pembelajaran Seni Rupa SD

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

XVIII.2.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA


A. Rasional
Mata pelajaran Seni dan Budaya merupakan wahana untuk menumbuhkan
kepekaan peserta didik terhadap keindahan. Kepekaan terhadap keindahan
membantu seseorang untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya
dengan optimal. Pembelajaran seni sangat penting untuk membangun
kemampuan olah rasa peserta didik, sehingga mereka mampu meregulasi
dirinya, memiliki sifat mencintai keindahan, menghargai keberagaman, dan
menjunjung perdamaian. Mata pelajaran Seni dan Budaya berfokus pada
kemampuan seseorang untuk merespons sebuah situasi atau konflik melalui
visual (seni rupa), bunyi (seni musik), pola dan gerak (seni tari), dan kesatuan
gerak, ekspresi, dan suara (seni teater).
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya profil pelajar Pancasila,
dengan membiasakan berpikir terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, serta
menghargai kearifan lokal dan kebinekaan global, mengolah rasa dan
mengembangkan nilai- nilai estetika, logika, dan etika. Pembelajaran seni rupa
juga memberikan pengalaman mengamati, menikmati keindahan, dan
mengalami proses perenungan diri untuk diekspresikan menjadi karya seni rupa
yang berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat.
B. Tujuan
Mata pelajaran Seni Rupa bertujuan agar peserta didik mampu:
1. menunjukkan kepekaan, terhadap persoalan diri dan lingkungan, dan
menemukan solusi kreatif untuk menanggapi dan mengatasi masalah;
2. mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas melalui penciptaan karya
seni rupa;
3. memberdayakan sumber daya (alat dan bahan) yang tersedia di
sekitarnya untuk menciptakan sebuah karya seni; dan
4. menemukan jawaban terhadap suatu masalah atau mendapatkan gagasan
untuk menciptakan karya seni melihat suatu hal melalui beberapa sudut
pandang sehingga dapat menciptakan karya seni yang berdampak bagi
diri sendiri dan orang lain.

C. Karakteristik
1. Pembelajaran seni rupa berpusat pada peserta didik, kemampuan
menemukan gagasan, cara berkarya, dan kreativitas sesuai dengan minat,
bakat, dan kecepatan belajarnya masing-masing.
2. Pembelajaran seni rupa berfokus pada pengalaman mengamati, bermain,
menguji coba, merenungkan, bersimpati, berempati, mencipta, peduli,
dan toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses, dan karya.
3. Pembelajaran seni rupa dalam suasana menyenangkan, bermakna,
relevan, untuk mengembangkan keterampilan bekerja dan berpikir
artistik.
4. Pembelajaran seni rupa memperhatikan keunikan individu dan bersifat
khas/kontekstual.
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang
ilmu lainnya yang mendorong kolaborasi interdisipliner.
6. Pembelajaran seni rupa mendorong sikap bertanggung jawab dengan
menyadari bahwa karya berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.

Gambar di bawah ini adalah lima elemen/domain landasan


pembelajaran seni rupa

Capaian Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri


dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling memengaruhi dan
mendukung untuk mencapai kompetensi yang dituju. Elemen ini berlaku untuk
seluruh fase. Setiap elemen memiliki gradasi kompetensi dan ruang lingkup
yang semakin meningkat di setiap fasenya. Setiap elemen bukan sebuah urutan
atau prasyarat dari elemen lainnya karena bukan merupakan taksonomi.
Pembelajaran seni sangat memungkinkan terjadinya proses lintas elemen.
Dengan mengalami proses kreatif dan olah rasa, peserta didik akan
merefleksikan pengalamannya tersebut sehingga terbiasa berpikir dan bekerja
artistik, peserta didik dapat melihat peluang untuk memberdayakan sumber
daya yang dimilikinya untuk menciptakan karya yang memiliki dampak positif
bagi dirinya dan orang lain.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Seni Rupa adalah sebagai berikut.

Elemen Deskripsi
Mengalami Mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan
(Experiencing) membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan
gaya seni rupa dalam kehidupan sehari-hari (diri
sendiri,
Elemen Deskripsi
lingkungan sekitarnya) atau karya seni
rupa orang lain.
Merefleksikan Mempresentasikan, memberi, dan
(Reflecting) menerima umpan balik secara kritis mengenai
suatu karya dan penciptaan karya seni rupa
secara runtut dan terperinci dengan
menggunakan kosa kata yang tepat.

Berpikir dan Bekerja Membuat konsep dan perencanaan


Artistik (Thinking and untuk menciptakan karya seni rupa, dengan
Working Artistically) menggunakan berbagai pengetahuan dan
keterampilan seni rupa yang dimiliki. Peserta
didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan
yang tersedia di lingkungan sekitar.

Menciptakan Membuat karya seni rupa berdasarkan


(Making/ gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi
Creating) dari luar dirinya, dengan menggunakan unsur
rupa, prinsip desain, gaya seni rupa, dan teknik
yang telah dipelajari.

Berdampak Merespons dan mengaitkan dirinya


(Impacting) terhadap lingkungan sekitar untuk menghasilkan
sebuah karya seni rupa yang memberi dampak
positif bagi dirinya sendiri dan lingkungan
sekitarnya.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa
dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan
minatnya. Dalam mewujudkan

gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik


mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di sekitar,
serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya dengan
menggunakan bahasa sehari-sehari. Capaian Pembelajaran setiap elemen
adalah sebagai berikut.

Elemen Capaian Pembelajaran


Mengalami Peserta didik memahami unsur
(Experiencing) rupa di lingkungan sekitarnya dan
menyimpulkan hasil pemahaman atas dua
unsur rupa.
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan
(Reflecting) penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosa kata sehari-hari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan


Artistik (Thinking and pengalaman visualnya sebagai sumber
Working Artistically) gagasan dalam berkarya. Peserta didik
mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang
tersedia di lingkungan sekitar.

Menciptakan Peserta didik membuat karya seni


(Making/ rupa menggunakan hasil pengamatannya
Creating) terhadap lingkungan sekitar, menggunakan
unsur garis, bentuk, dan/atau warna.

Berdampak Peserta didik memberikan respons


(Impacting) terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan
lingkungan sekitar melalui karya seni
rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya.
2. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu membuat karya
seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan,
dan minatnya, dengan mengaplikasikan unsur-unsur rupa dan prinsip
desain, serta menggunakan alat dan bahan dasar yang tersedia secara
mandiri. Peserta didik juga mampu menjelaskan suatu karya seni dan
proses penciptaannya dengan menggunakan kosakata seni rupa yang
telah dipelajari.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik memahami unsur
(Experiencing) rupa dan prinsip desain di lingkungan
sekitarnya. Peserta didik mampu
menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahaman dua atau lebih unsur rupa dan
satu prinsip desain.

Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan


(Reflecting) penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosa kata seni rupa yang
telah dipelajari.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menerapkan
Artistik (Thinking and pengalamannya sebagai sumber gagasan
Working Artistically) dalam berkarya.
Peserta didik mampu mengenali
karakteristik khusus suatu alat dan bahan
dasar yang tersedia di lingkungan sekitar,
kemudian secara mandiri menggunakan
alat dan bahan tersebut.

Menciptakan Peserta didik mampu membuat


(Making/ karya rupa berdasarkan gagasannya
Creating) sendiri atau mengambil inspirasi dari
luar dirinya dengan menggunakan unsur
garis, warna, bentuk dan
Elemen Capaian Pembelajaran
bangun. Peserta didik
menerapkan prinsip keseimbangan
dalam menyusun unsur-unsur rupa
yang digunakan.

Berdampak Peserta didik memberikan respons


(Impacting) terhadap kejadian sehari-hari dan keadaan
lingkungan sekitar melalui karya seni
rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya dan lingkungan terkecilnya.

3. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa
dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, minat,
baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun mengambil inspirasi dari
luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan
prinsip desain dan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik
juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan
karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik memahami unsur
(Experiencing) rupa dan prinsip desain di lingkungan
sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan
hasil

Elemen Capaian Pembelajaran


pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip
desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan
(Reflecting) penilaian karya dan penciptaan karya seni
rupa dengan menggunakan kosa kata seni.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik mampu


Artistik (Thinking and menggunakan pengalaman, keterampilan,
Working Artistically) dan pengetahuan yang diperoleh dalam
mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan
dalam berkarya. Peserta didik mampu
secara mandiri menggunakan variasi teknik
dasar berkarya rupa.

Menciptakan Peserta didik mampu membuat


(Making/ karya rupa berdasarkan gagasannya
Creating) sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna,
tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik
mampu menggunakan perspektif dalam
membuat karya 2 dimensi.

Berdampak Peserta didik mampu memberikan


(Impacting) respons terhadap kejadian sehari- hari,
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan
atau emosinya melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi diri dan
lingkungan terkecilnya.
XVIII.3. CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI TARI
A. Rasional
Seni merupakan respons, ekspresi, dan apresiasi manusia terhadap berbagai
fenomena kehidupan, di dalam diri dan di luar diri seseorang (budaya, sejarah,
alam, lingkungan), yang diekspresikan melalui media (tari, musik, rupa,
lakon/teater). Belajar dengan seni mengajak manusia untuk mengamati,
mengalami, merasakan, mengekspresikan keindahan, berpikir
serta bekerja artistik. Belajar tentang seni membentuk manusia
menjadi kreatif, memiliki apresiasi estetis, menghargai kebinekaan global, dan
sejahtera secara psikologis. Belajar melalui seni berdampak pada kehidupan
dengan pembelajaran yang berkesinambungan. Oleh karenanya, pembelajaran
seni dapat dilakukan melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar tentang
seni, dan belajar melalui seni agar dapat memberikan pengalaman yang
berkesan.
Pembelajaran seni tari merupakan aktivitas belajar yang menampilkan karya
seni estetis, artistik, dan kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan
produk seni budaya bangsa. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik memahami seni dalam konteks ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni, serta berperan dalam perkembangan sejarah peradaban dan
kebudayaan. Pada setiap fase, dari Fase A sampai Fase F dapat
mengembangkan kesadaran seni dan keindahan dalam arti umum, baik dalam
domain konsepsi, apresiasi, kreasi, penyajian, maupun tujuan-tujuan
psikologis-edukatif yang tertuang dalam setiap elemen di capaian pembelajaran
untuk pengembangan kepribadian peserta didik secara positif. Pembelajaran
seni tari di sekolah tidak dimaksudkan untuk menjadikan peserta didik menjadi
pelaku seni atau seniman, namun menitik beratkan pada sikap dan perilaku
kreatif, etis, dan estetis. Kegiatan mengapresiasi merupakan langkah awal
menumbuhkan kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri
menggunakan tubuh dan media lainnya sebagai alat komunikasi dengan
memperhatikan unsur keindahan sesuai norma yang berlaku di masyarakat.
Seni tari juga memberikan kontribusi perkembangan keterampilan abad ke-21
terkait dengan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, inovatif, dan kolaboratif
yang mencerminkan profil pelajar pancasila, yang meliputi: 1) beriman dan
bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia; 2) mandiri; 3) bernalar
kritis;
4) kreatif; 5) gotong royong; dan 6) berkebinekaan global, dengan harapan
peserta didik dapat memahami, mengembangkan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan dirinya sendiri sesuai dengan
konteks budayanya.
B. Tujuan
Mata pelajaran Seni Tari bertujuan agar peserta didik mampu
1. meningkatkan multi kecerdasan, khususnya kinestetik sebagai ungkapan
ekspresi, gagasan, perasaan, kreativitas, dan imajinasi estetis dan artistik,
kehalusan budi dalam mengontrol dan mengatur tubuh dengan percaya
diri;
2. mengolah tubuh mengembangkan fleksibilitas, keseimbangan, dan
kesadaran diri yang mengasah kreativitas dan imajinasi yang
diungkapkan melalui komunikasi gerak tari yang indah dan artistik;
3. meningkatkan kepekaan rasa dan nilai estetis, seni, dan budaya tari dalam
konteks masa lalu, masa kini, dan masa mendatang;
4. memahami sejarah tari tradisi dari berbagai sumber dan aktivitas seni
yang bermakna, pembentukan identitas bangsa, penghargaan dalam
keberagaman dan pelestarian budaya Indonesia;
5. mengembangkan tari tradisi Indonesia dan menyebarluaskannya sebagai
usaha interaksi sosial dan komunikasi antarbudaya dalam konteks global;
dan
6. mengembangkan diri dalam berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, dan
menguasai teknologi.
C. Karakteristik
Pembelajaran seni tari berbasis kecerdasan kinestetik dengan norma budaya
dan pola pikir masyarakat. Peserta didik dapat meningkatkan kreativitas dan
apresiasi berkarya seni dan memaknai fenomena kehidupan keseharian.
Pendekatan yang digunakan berupa elemen-elemen yang saling berkaitan
mengamati, merefleksikan, berpikir dan bekerja artistik, menciptakan, dan
berdampak. Elemen tersebut dapat memberikan pengalaman bagi dirinya dan
orang lain. Elemen disusun pada setiap capaian pembelajaran merupakan
sebuah
proses dan siklus berkesinambungan, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa, elemen-elemen pada capaian


pembelajaran merupakan sebuah siklus dalam proses pembelajaran, bukan
sebagai tahapan sehingga tidak harus berurutan.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Seni Tari adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Mengalami Memahami seni pertunjukan tari dari
(Experiencing) berbagai sumber pertunjukan langsung,
koreografi, dan rekaman dalam aktivitas
mengamati, menggali, merangkai, mengaitkan,
merancang, dan menata berbagai pertunjukan
tari dalam konteks sejarah dan budaya.
Mengembangkan kepercayaan diri melalui gerak
koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kekuatan,
serta keluwesan.

Merefleksikan Mengenal, mengidentifikasi,


(Reflecting) mengelompokkan, membandingkan dan
mengevaluasi unsur utama tari, gerak di
tempat, dan berpindah, level, perubahan arah,
desain lantai, unsur
Elemen Deskripsi
pendukung tari, makna, simbol dan
nilai estetis tari tradisi dan kreasi. Menilai
kekuatan dan kelemahan untuk mendukung
dan mengembangkan kemampuan diri atau
pribadinya.

Berpikir dan Bekerja Merancang, menata, mencipta ulang,


Artistik (Thinking and menghasilkan serta menunjukkan ide tari, baik
Working Artistically) secara individual maupun kelompok yang
diperoleh dari hasil apresiasi.
Mengembangkan ide dengan memperhatikan
unsur utama dan unsur pendukung tari
seperti musik, properti, tata rias, tata busana,
panggung, dan juga merancang manajemen
pertunjukannya.

Menciptakan Meniru, mengembangkan, merangkai,


(Creating) membuat, mengomposisikan, dan mengubah
dengan menerapkan prinsip dan prosedur
penciptaan tari untuk memotivasi kreativitas
dalam bentuk gerak tari yang inovatif.
Menunjukkan kreativitas dalam
mengekspresikan diri melalui gerak yang
diciptakan berdasarkan gagasan sendiri atau
kelompok.

Berdampak Merespons dirinya dan lingkungan


(Impacting) sekitar untuk menerima, menghargai, dan
mengaktualisasi diri dalam berkarya yang
dikomunikasikan dalam bentuk karya tari
sehingga dapat memengaruhi diri sendiri dan
orang lain serta lingkungan sekitar.
Memilah, memilih, menganalisa, dan
Elemen Deskripsi
menghasilkan karya tari untuk
mengembangkan kepribadian dalam
membentuk karakter bagi diri sendiri, sesama,
lingkungan sekitar dan bangsa.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi,
dan mengembangkan unsur utama tari, gerak di tempat dan gerak
berpindah sebagai pengetahuan dasar dalam meragakan gerak tari yang
ditunjukkan sesuai norma/perilaku. Peserta didik mampu menerima
proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat
menunjukkan antusiasme yang berdampak pada kemampuan diri dalam
menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mengamati bentuk
(Experiencing) tari sebagai media komunikasi serta
mengembangkan kesadaran diri dalam
mengeksplorasi unsur utama tari meliputi
gerak, ruang, tenaga, waktu, gerak di
tempat dan gerak berpindah.

Merefleksikan Peserta didik mengenal dan


(Reflecting) menilai dengan mengidentifikasi unsur
utama tari meliputi gerak, ruang, tenaga,
waktu, gerak di tempat dan gerak
berpindah, serta mengemukakan
pencapaian diri secara lisan, tulisan, dan
kinestetik.

Elemen Capaian Pembelajaran


Berpikir dan Bekerja Peserta didik meragakan hasil
Artistik (Thinking and gerak berdasarkan norma/perilaku yang
Working Artistically) sesuai dalam menari dengan keyakinan
dan percaya diri saat mengekspresikan
ide, perasaan kepada penonton atau
lingkungan sekitar.

Menciptakan Peserta didik mengembangkan


(Creating) unsur utama tari (gerak, ruang, waktu,
dan tenaga), gerak di tempat, dan gerak
berpindah untuk membuat gerak
sederhana yang memiliki kesatuan gerak
yang indah.

Berdampak Peserta didik menerima proses


(Impacting) pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin
tahu dan dapat menunjukkan antusiasme
yang berdampak pada kemampuan diri
dalam menyelesaikan aktivitas
pembelajaran tari.

2. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi,
mengklasifikasi, dan mengembangkan unsur utama tari, level, perubahan
arah, dan desain lantai dalam bentuk penyajian tari berdasarkan latar
belakang sebagai pengetahuan dasar dalam meragakan gerak tari
kelompok. Peserta didik mampu menerima proses pembelajaran yang
menumbuhkan usaha agar berdampak pada kemampuan diri dalam
menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mengamati bentuk
(Experiencing) penyajian tari berdasarkan latar belakang
serta mengeksplorasi unsur utama tari
sesuai level gerak, perubahan arah
hadap, dan desain lantai.

Merefleksikan Peserta didik mengenal dan


(Reflecting) mengidentifikasi unsur utama tari sesuai
level gerak, perubahan arah hadap, dan
desain lantai, serta menilai pencapaian
diri saat melakukan aktivitas
pembelajaran tari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik meragakan hasil tari


Artistik (Thinking and kelompok dengan bekerja secara
Working Artistically) kooperatif untuk mengembangkan
kemampuan bekerja sama dan saling
menghargai demi tercapainya tujuan
bersama.
Menciptakan Peserta didik mengembangkan
(Creating) gerak dengan unsur utama tari, level,
perubahan arah hadap.
Berdampak Peserta didik menerima proses
(Impacting) pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin
tahu dan dapat menunjukkan usaha yang
berdampak pada kemampuan diri dalam
menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari.

3. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi,
mengklasifikasi, merangkai, dan mengubah ragam tari tradisi
menggunakan unsur
pendukung tari sebagai pengetahuan dasar dalam
meragakan dan menunjukkan rangkaian gerak tari tradisi yang
menerapkan desain kelompok.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mengamati berbagai
(Experiencing) bentuk tari tradisi yang dapat digunakan
untuk mengekspresikan diri melalui
unsur pendukung tari.

Merefleksikan Peserta didik menilai dengan


(Reflecting) mengidentifikasi dan mengklasifikasi
unsur pendukung tari dalam tari tradisi
serta menghargai hasil pencapaian karya
tari dengan mempertimbangkan pendapat
orang lain.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik meragakan dan


Artistik (Thinking and menunjukkan hasil rangkaian gerak
Working Artistically) tari menggunakan unsur pendukung
tari dengan bekerja sama dan berperan
aktif dalam kelompok.

Menciptakan Peserta didik merangkai dan


(Creating) mengubah gerak tari yang berpijak pada
tradisi dengan menerapkan desain
kelompok.
Berdampak Peserta didik menanggapi
(Impacting) kejadian-kejadian di lingkungan sekitar
melalui tari yang disajikan kepada
penonton atau masyarakat sekitar.
XVIII.4. CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI TEATER
A. Rasional
Mata pelajaran Seni dan Budaya merupakan wahana untuk menumbuhkan
kepekaan peserta didik terhadap keindahan. Kepekaan terhadap keindahan
membantu seseorang untuk memaknai dan menjalani hidupnya
dengan optimal.
Pembelajaran seni sangat penting untuk membangun
kemampuan olah rasa peserta didik, sehingga mereka mampu meregulasi
dirinya, memiliki sifat mencintai keindahan, menghargai keberagaman, dan
menjunjung perdamaian. Mata pelajaran Seni dan Budaya berfokus pada
kemampuan seseorang untuk merespons sebuah situasi atau konflik melalui
visual (seni rupa), bunyi (seni musik), pola dan gerak (seni tari), dan kesatuan
gerak, ekspresi, dan suara (seni teater).
Pembelajaran seni teater, melatih berpikir kritis, mengolah imajinasi dan rasa,
menumbuhkan empati, merasakan, membayangkan situasi yang dialami orang
lain, dan mengelola konflik dengan terstruktur. Seni teater mengajarkan cara
berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal, peserta didik dapat
berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya, serta menyampaikan pesan
dengan efektif dan menarik melalui olah gerak tubuh, ekspresi, dan suara. Hal
ini dipraktikkan dalam bentuk eksperimen pertunjukan di kelas, kegiatan
permainan peran, menulis naskah, dan latihan repetisi gladi bersih.
Seni teater mendorong terbentuknya profil pelajar Pancasila. Peserta didik
mengenal dan mengembangkan diri sendiri, terbiasa mengamati dan
menanggapi persoalan di lingkungan sekitarnya dengan emosi yang tepat,
menunjukkan empati, dan kreatif mencari solusi. Dengan bermain peran,
peserta didik membangun sikap hormat dan toleransi pada kebinekaan sebagai
bagian dari masyarakat global. Peserta didik juga didorong untuk bergotong
royong dan proaktif dalam bekerja sama. Seni teater, sangat menghargai dan
merayakan keunikan setiap individu dan pembelajaran berpusat pada peserta
didik, memiliki fleksibilitas bagi peserta didik dan satuan pendidikan.
B. Tujuan
Mata pelajaran Seni Teater bertujuan agar peserta didik mampu
1. menunjukkan kepekaan terhadap persoalan diri dan lingkungan sekitar
dan untuk mencari solusi kreatif melalui ekspresi diri;
2. mengeksplorasi diri dan melakukan permainan peran
dengan menggunakan imajinasi dan sumber daya yang dimilikinya
(tubuh, suara, rasa, dan lingkungan);
3. menguasai teknik, eksplorasi alat, bahan, dan teknologi yang diperlukan
untuk menciptakan sebuah karya seni teater;
4. mengomunikasikan gagasan atau pesan melalui sebuah karya seni teater;
5. menggunakan berbagai sudut pandang dalam melihat suatu permasalahan
di lingkungannya, melalui permainan peran; dan
6. menciptakan karya seni dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran
bahwa setiap karya dapat berdampak, baik bagi dirinya maupun orang
lain.
C. Karakteristik
1. Seni teater memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi,
talenta, minat, dan karakter individu.
2. Seni teater relevan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Seni teater terhubung dengan disiplin ilmu lain yang terkait dengan
kemampuan literasi dan numerasi melalui kegiatan menulis, membaca,
dan memahami naskah cerita atau mendesain tata artistik panggung dan
kostum menggunakan skala numerasi.
4. Seni teater terhubung dengan disiplin ilmu lainnya seperti aspek
psikologi, sosial, budaya, sejarah, atau politik. Seni teater memberikan
kontribusi untuk mengenalkan, mengomunikasikan legenda, sejarah,
budaya atau isu dalam masyarakat.
5. Seni teater mengajari peserta didik bagaimana menciptakan dan
menghayati semua karakterisasi tokoh dan sudut pandangnya.
6. Seni teater mengajarkan untuk bersikap kritis dan mampu memberi solusi
untuk menyelesaikan masalah, sehingga melalui seni teater, peserta
didik mampu memahami
berbagai persoalan yang terjadi dalam diri dan
lingkungannya.
Gambar di bawah ini adalah lima elemen/domain landasan pembelajaran seni
teater.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Seni Teater adalah sebagai berikut.

Elemen Deskripsi
Mengalami Memahami, mengalami, merasakan,
(Experiencing) merespons, dan bereksperimen dengan ragam
pengetahuan, gaya dan bentuk seni teater.
Peserta didik melakukan olah rasa, tubuh,
suara, eksplorasi alat, media, atau
mengumpulkan informasi melalui observasi
dan interaksi dengan seniman untuk
memperkaya wawasan dalam berteater.
Merefleksikan Menggali pengalaman dan ingatan
(Reflecting) emosi melalui hasil pengamatan, membaca,
apresiasi, dan interaksi sosial individu dan
kelompok, selama atau sesudah mengalami
proses berseni teater.
Elemen Deskripsi
Mengapresiasi, memberikan, dan
menerima umpan balik atas karya diri sendiri
atau orang lain.
Mengomunikasikan secara runut dan terperinci
menggunakan kosakata seni teater yang tepat.

Berpikir dan Bekerja Mengelaborasi elemen tata artistik


Secara Artistik panggung (tata panggung, cahaya, kostum, rias,
(Thinking and Working suara), dan keaktoran (gerak, ekspresi, dan
Artistically) suara).
Mengomunikasikan proses penyatuan semua
elemen tata artistik tersebut ke dalam wujud
karya pertunjukan.
Menciptakan Menggali pengalaman untuk
(Making/Creating) menuangkan, meniru, membuat ulang,
mengkreasi, menemukan, dan merangkai ide-
ide kreatif tata artistik seni teater untuk
kemudian diwujudkan ke sebuah karya
pertunjukan.
Mengekspresikan dirinya melalui penggalian
karakter/ tokoh dan menampilkannya dalam
wujud sebuah karya pertunjukan.

Berdampak Memaknai cara berpikir dan


(Impacting) perubahan perilaku serta kepribadian, untuk
membentuk karakter yang mencerminkan profil
pelajar Pancasila bagi diri sendiri, sesama,
lingkungan sekitar, dan bangsa.
D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase A, peserta didik merespons dan meniru
gerak tubuh dan suara untuk mengomunikasikan emosi, personifikasi
identitas diri, dan tokoh lain, atau perilaku objek sekitar (mimesis),
sehingga tumbuh rasa empati terhadap peran yang dibawakan. Peserta
didik mengeksplorasi tata artistik panggung. Peserta didik dapat
memainkan sebuah peran yang didasari hasil pengamatannya terhadap
lingkungan sekitar.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mengamati,
(Experiencing) merespons, meniru gerak tubuh dan
suara sebagai media untuk
mengomunikasikan emosi, personifikasi
identitas diri dan orang sekitar, atau
perilaku objek sekitar (mimesis). Peserta
didik melakukan olah tubuh dan vokal
untuk mengenal fungsi gerak tubuh dan
melatih ekspresi wajah.

Merefleksikan Peserta didik mengenali


(Reflecting) pengalaman dan emosi selama proses
berseni teater. Peserta didik mampu
menceritakan sebuah karya dengan
kosakata sehari-hari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik mengenal bentuk


Secara Artistik dan fungsi tata artistik panggung dalam
(Thinking and Working pertunjukan.
Artistically)
Menciptakan Peserta didik menirukan tokoh di
(Making/Creating) sekitar atau rekaan dan memainkan sebuah
lakon pertunjukan. Peserta didik

Elemen Capaian Pembelajaran


bertindak sebagai pelakon dalam
pertunjukan.
Berdampak Peserta didik menghasilkan karya
(Impacting) teater (naskah atau lakon) berdasarkan
minat, pengamatan, dan pengalaman,
sehingga memberi dampak positif bagi
dirinya.

2. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir Fase B, peserta didik mengidentifikasi dan mengaplikasikan
teknik dasar akting (pemeranan) melalui proses meniru (mimesis),
eksplorasi gerak, suara/vokal, sesuai tokoh/peran atau perilaku objek
sekitar. Peserta didik mengidentifikasi fungsi tata artistik, inti cerita, dan
perbedaan peran dalam sebuah naskah cerita. Peserta didik
mengeksplorasi mimik wajah, suara, dan gerak tubuh sehingga tumbuh
rasa empati terhadap peran yang dibawakan. Peserta didik dapat
memainkan sebuah peran yang didasari hasil pengamatannya terhadap
lingkungan sekitar.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mengenal teknik
(Experiencing) dasar akting (pemeranan) melalui proses
meniru (mimesis), eksplorasi gerak tubuh,
suara/vokal sesuai tokoh/peran atau
perilaku objek sekitar.
Peserta didik mengidentifikasi inti cerita
dan peran yang berbeda dalam sebuah
naskah.
Merefleksikan Peserta didik mengenali
(Reflecting) pengalaman dan emosi selama

Elemen Capaian Pembelajaran


proses berseni teater. Peserta
didik mampu menceritakan sebuah karya
dengan kosakata seni teater yang telah
dipelajari.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan tata
Secara Artistik artistik panggung sesuai dengan tokoh
(Thinking and Working yang diperankan dan alur cerita.
Artistically)
Menciptakan Peserta didik mengeksplorasi
(Making/Creating) beragam peran mengenai tokoh di sekitar
atau rekaan, dan memainkan sebuah lakon
pertunjukan. Peserta didik bertindak
sebagai pelakon dalam pertunjukan.

Berdampak Peserta didik menghasilkan karya


(Impacting) teater (naskah atau lakon) berdasarkan
minat, pengamatan, dan pengalaman,
sehingga memberi dampak positif bagi
dirinya dan keluarganya.

3. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengidentifikasi dan
mengaplikasikan ragam teknik berteater sederhana; teknik dasar akting,
dan dinamika kelompok seperti improvisasi, atau elaborasi penokohan
(gerak, suara, aksi, dan reaksi). Peserta didik mampu berkolaborasi untuk
memproduksi dan menampilkan pertunjukan teater sederhana. Peserta
didik menciptakan dan melaksanakan aturan dalam bermain teater.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik melakukan
(Experiencing) eksplorasi olah tubuh dan vokal sebagai
latihan dasar pemeranan. Peserta didik
melakukan permainan peran berkelompok
seperti improvisasi untuk melatih aksi dan
reaksi dalam mengelaborasi cerita atau
tokoh. Peserta didik melakukan
pengenalan karakter melalui pengamatan
kebiasaan tokoh yang diperankan.

Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan


(Reflecting) hasil penilaian sebuah cerita, penokohan,
dan proses berkarya dengan menggunakan
kosakata seni teater yang telah dipelajari.
Peserta didik menceritakan kelebihan dan
kekurangan karyanya.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik merencanakan,


Secara Artistik menata tata artistik panggung, dan
(Thinking and Working memainkannya sesuai alur cerita. Peserta
Artistically) didik mengeksplorasi alat, bahan, dan
budaya yang tersedia di sekitarnya.

Menciptakan Peserta didik mengeksplorasi


(Making/Creating) beragam peran mengenai tokoh di sekitar
atau rekaan dan menyusun cerita/alur
pertunjukan yang memperlihatkan
kejelasan alur.
Peserta didik bertindak sebagai
Elemen Capaian Pembelajaran
pelaksana atau pelakon dalam
pertunjukan.
Berdampak Peserta didik menghasilkan karya
(Impacting) teater (naskah atau lakon) berdasarkan
minat, pengamatan, dan pengalaman,
sehingga memberi dampak positif bagi
dirinya dan lingkungan terkecilnya.

Anda mungkin juga menyukai