0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Pengaruh PLTS On-Grid pada Stabilitas Tegangan

Diunggah oleh

Yohan Moa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Pengaruh PLTS On-Grid pada Stabilitas Tegangan

Diunggah oleh

Yohan Moa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISIS PENGARUH INTEGRASI PLTS ON GRID TERHADAP


STABILITAS TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI
LISTRIK DI MAUMERE

PROPOSAL SKRIPSI

Program Studi Teknik Elektro S-1


Peminatan Energi Listrik
Fakultas teknologi Industri
Institut Teknologi Nasional Malang

Disusun Oleh:
Nama : Yohanes Moa
NIM : 1712080
Semester : XII (Dua Belas)

Diperiksa dan Disetujui

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Awan Krismanto, ST., MT.,Ph.D. Dr. Irrine Budi Sulistiawati, ST., MT.
NIP. 1900301 200501 1 002 NIP. 19770615 200501 2 002

MALANG
2023

Program studi Teknik Elektro S-1


A. Judul Proposal Skripsi

Analisis Pengaruh Integrasi PLTS On-Grid Terhadap Stabilitas Tegangan Pada Sistem
Distribusi Listrik Maumere

B. Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat di
seluruh dunia. Berdasarkan Proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-
IEA) hingga tahun 2030 peprmintaan energi dunia meningkat sebesar 45% dengan rat-rata
peningkatan sebesar 1,6% per tahun. Sebagian besar atau sekitar 80% kebutuhan energi dunia
tersebut dipasok dari bahan bakar fosil. Sedangkan penggunaan energi berbasis renewable
energy (1,3%), renewable lainnya (6,6%) [1]. Pemanfaatan sumber energi terbarukan semakin
ditingkatkan sebagai solusi untuk mengatasi ketergantungan pada sumber energi fosil yang
semakin menipis. Salah satu sumber energi yang sedang berkembang di Indonesia adalah
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS memiliki keunggulan sebagai sumber energi
yang bersih, ramah lingkungan dan dapat di perbaharui.
Integrasi PLTS ke dalam sistem tenaga listrik harus dilakukan dengan hati-hati dan
dengan analisis yang matang untuk memastika kestabilan sistem tanaga listrik. Salah satu
aspek penting dalam integrasi PLTS kedalam sistem tenaga listrik adalah kestabilan tegangan
pada saluran distribusi. Kestabilan tegangan adalah kemampuan suatu sistem tenaga listrik
untuk memperthankan tegangan pada titik pengiriman daya dalam batas yang ditentukan
dibawah kondisi dinamik yang berubah- ubah [2].
Kestabilan tegangan saluran distribusi sangat penting untuk menjaga keandalan dan kualitas
daya listrik yang dihasilkan oleh sistem tenaga listrik. Kestabilan tegangan yang buruk dapat
menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan sistem, kegagalan peralatan, dan bahkan
kerusakan pada peralatan dan jaringan.
Penelitian ini akan membahas analisis pengaruh integrasi PLTS on Grid terhadap
kestabilan tegangan pada system distribusi listrik di Maumere. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP (Electrical
Transient Analyzer Program). Simulasi dilakukan dengan memodelkan sistem distribusi
listrik yang terintegrasi dengan PLTS on-grid.

Program studi Teknik Elektro S-1


untuk menganalisis perubahan tegangan dan stabilitas sistem tenaga listrik setelah integrasi
PLTS. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang
pengaruh integrasi PLTS on Grid terhadap kestabilan tagangan pada saluran distribusi,
sehingga dapat membantu pengambilan keputusan dalam pengembangan sistem tenaga listrik
yang berkelanjutan dan efisien.

C. Tujuan
Tujuan dari proposal ini adalah untuk menganalisis pengaruh integrasi Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) on Grid terhadap kestabilan tegangan pada saluran distribusi di
Maumere. Diharapkan hasil analisis dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang
pengaruh integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada sistem tenaga listrik dan
memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul.

D. Identifikasi Permasalahan
 Tinjauan Pustaka
1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya
menjadi energi listrik. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang pembangkit listrik tenaga
surya adalah:
 Pembangkit listrik tenaga surya dapat dilakukan secara langsung menggunakan
fotovoltaik, atau secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya.
 Komponen utama di dalam pembangkit listrik tenaga surya meliputi modul surya,
inverter, dan baterai listrik.
 Sistem pembangkit listrik tenaga surya terbagi menjadi sistem terhubung jala
listrik, sistem tidak terhubung jala listrik, sistem tersebar, sistem terpusat, dan
sistem hibrida.
 Pembangkit listrik tenaga surya dapat dibuat dengan beberapa jenis sistem
penerapan, antara lain sistem pencatu daya satelit, pencahayaan listrik,
komunikasi, pompa air, dan pendinginan.
 Pembangkit listrik tenaga surya merupakan sumber energi terbarukan yang ramah
lingkungan dan tidak menggunakan bahan bakar minyak, sehingga sangat murah
dan dapat mengurangi polusi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga fosil.

Program studi Teknik Elektro S-1


 Pembangkit listrik tenaga surya harus ditempatkan di wilayah dengan sinar
matahari yang konstan untuk memastikan efisiensi dan kapasitas sistem yang
optimal.

Dalam pembangkit listrik tenaga surya, energi surya diubah menjadi energi listrik
menggunakan efek fotolistrik. Komponen utama di dalam pembangkit listrik tenaga surya
meliputi modul surya, inverter, dan baterai listrik. Sistem pembangkit listrik tenaga surya
terbagi menjadi beberapa jenis sistem penerapan, dan pembangkit listrik tenaga surya
merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi
yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga fosil.

Citations:
[1] [Link]
[2] [Link]
[3] [Link]
listrik-tenaga-surya-plts?page=all
[4] [Link]
id=31822a0f1b312891130d22bb0dda5de89e317f93c67dcfdb5344004aee3c22d991f2ef28b6fd
9df72257061239c7a0724e5055a90968693c3e1223686d929adbf243adae1e81578b2cd3f2ea81
7b859b7248cd99c45182ea13366c0739dc538f
[5] [Link]

2. Konfigurasi PLTS
Terdapat beberapa konfigurasi sistem PLTS yang sering digunakan antara lain:
 Konfigurasi PLTS Off-grid: Sistem PLTS yang output daya listriknya tidak terhubung
ke jaringan listrik PLN. Umumnya, sistem PLTS off-grid terdiri dari panel surya,
baterai, inverter, dan kontroler pengisian baterai. Panel surya menghasilkan listrik DC
yang disimpan di dalam baterai. Inverter kemudian mengubah listrik DC menjadi
listrik AC yang dapat digunakan oleh peralatan listrik. Kontroler pengisian baterai
digunakan untuk mengatur pengisian baterai dari panel surya.
 Konfigurasi PLTS On-grid: Sistem PLTS yang output daya listriknya terhubung ke
jaringan listrik PLN. Dalam sistem PLTS on-grid, listrik yang dihasilkan oleh panel

Program studi Teknik Elektro S-1


surya dialirkan ke inverter yang kemudian mengubah listrik DC menjadi listrik AC
yang dapat digunakan oleh peralatan listrik. Jika PLTS on-grid menghasilkan lebih
banyak listrik daripada yang dibutuhkan oleh konsumen, maka listrik tersebut akan
diekspor ke jaringan listrik PLN. Sebaliknya, jika PLTS on-grid menghasilkan kurang
listrik daripada yang dibutuhkan oleh konsumen, maka listrik akan diambil dari
jaringan listrik PLN.
 Konfigurasi PLTS Hybrid: Sistem PLTS yang output daya listriknya terhubung ke
jaringan listrik PLN dan menggunakan baterai sebagai penyimpan energi. Dalam
sistem PLTS hybrid, listrik yang dihasilkan oleh panel surya dialirkan ke inverter yang
kemudian mengubah listrik DC menjadi listrik AC yang dapat digunakan oleh
peralatan listrik. Jika PLTS hybrid menghasilkan lebih banyak listrik daripada yang
dibutuhkan oleh konsumen, maka listrik tersebut akan disimpan di dalam baterai.
Sebaliknya, jika PLTS hybrid menghasilkan kurang listrik daripada yang dibutuhkan
oleh konsumen, maka listrik akan diambil dari jaringan listrik PLN atau dari baterai.

Citations:
[1] [Link]
id=31822a0f1b312891130d22bb0dda5de89e317f93c67dcfdb5344004aee3c22d991f2ef28b6fd
9df72257061239c7a0724e5055a90968693c3e1223686d929adbf243adae1e81578b2cd3f2ea81
7b859b7248cd99c45182ea13366c0739dc538f
[2] [Link]
id=d8b62dc18957bdf0f2405c6e705ade7dbea04733600255bb4236e64079b07139d092ae112b
d9c7dea6fb7dae05b4c6484e5055a90968693c3e1223686d929adbf243adae1e81578b2cd3f2ea
817b859b7248cd99c45182ea13366c0739dc538f
[3] [Link]
[4] [Link]
[5] [Link]

PLTS on-grid adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung ke
jaringan listrik utilitas atau PLN. Listrik yang dihasilkan oleh sistem dialirkan ke jaringan dari

Program studi Teknik Elektro S-1


mana listrik tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan listrik. Berikut adalah
cara kerja PLTS on-grid:
 Panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi listrik DC.
 Listrik DC dari panel surya dialirkan ke inverter.
 Inverter mengubah listrik DC menjadi listrik AC yang dapat digunakan oleh peralatan
listrik.
 Listrik AC yang dihasilkan oleh inverter dialirkan ke jaringan listrik PLN untuk
digunakan oleh konsumen.
 Jika PLTS on-grid menghasilkan lebih banyak listrik daripada yang dibutuhkan oleh
konsumen, maka listrik tersebut akan diekspor ke jaringan listrik PLN. Sebaliknya,
jika PLTS on-grid menghasilkan kurang listrik daripada yang dibutuhkan oleh
konsumen, maka listrik akan diambil dari jaringan listrik PLN.
Keuntungan dari PLTS on-grid adalah dapat mengurangi biaya tagihan listrik dan
mengurangi penggunaan energi fosil. Namun, kekurangan dari PLTS on-grid adalah jika
terjadi mati listrik dari PLN maka hunian juga akan mengalami mati listrik, mengingat dalam
pembangkitannya PLTS on-grid bergantung dari listrik PLN untuk dapat menggenerasi listrik.

Citations:
[1] [Link]
kita/
[2] [Link]
[3] [Link]
[4] [Link]
[5] [Link]

3. Inverter
Inverter adalah komponen atau alat pada sistem panel surya yang berfungsi untuk mengubah
arus listrik DC yang dihasilkan oleh panel surya menjadi arus listrik AC yang dapat
digunakan oleh peralatan listrik. Dalam sistem PLTS on-grid, inverter juga berfungsi untuk
mengirimkan kelebihan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya ke jaringan listrik PLN.
Inverter pada PLTS dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan teknologi yang
digunakan, yaitu String Inverters, Power Optimizers, dan Microinverters. String Inverters

Program studi Teknik Elektro S-1


adalah solar power inverter yang umum digunakan dalam sebuah sistem listrik tenaga surya
atau PLTS atap. Setiap panel surya terhubung bersama melalui satu string atau multiple string
dan dikoneksikan pada satu inverter (central inverter atau inverter terpusat), dimana inverter
ini biasa diletakkan di dalam rumah. Fungsi solar inverter ini akan mengubah energi listrik
DC dari semua panel surya menjadi energi listrik AC untuk memenuhi kebutuhan listrik di
dalam rumah. Inverter pada PLTS juga berguna untuk mengimpor kelebihan daya yang
dihasilkan sistem panel surya ke jaringan listrik PLN. Tanpa adanya inverter, panel surya
tidak bisa digunakan karena arus listriknya masih DC alias searah. Oleh karena itu, inverter
sangat penting dalam sistem PLTS untuk mengubah arus listrik DC menjadi arus listrik AC
yang dapat digunakan oleh peralatan listrik.

Citations:
[1]
[Link]
memilihnya_10519.htm
[2] [Link]
[3] [Link]
[4] [Link]
fungsinya-1xRMXHSuo2i
[5] [Link]

4. ETAP
ETAP merupakan singkatan dari "Electrical Transient Analyzer Program". ETAP adalah
perangkat lunak yang digunakan dalam industri kelistrikan untuk melakukan analisis dan
perancangan sistem tenaga listrik yang kompleks. Perangkat lunak ini menyediakan berbagai
fitur dan modul yang mendukung berbagai aspek perencanaan, operasi, dan pemeliharaan
sistem tenaga listrik.
ETAP memiliki kemampuan untuk melakukan analisis aliran daya, analisis hubung
singkat, analisis keandalan sistem, analisis harmonik, analisis perlindungan, dan analisis
transien elektromagnetik. Perangkat lunak ini juga dapat digunakan untuk melakukan simulasi
operasi normal dan keadaan gangguan pada sistem tenaga listrik.

Program studi Teknik Elektro S-1


Beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh ETAP antara lain:
 Analisis Aliran Daya: ETAP dapat menghitung arus, tegangan, daya, dan faktor daya
dalam sistem tenaga listrik. Analisis ini membantu dalam pemodelan dan perencanaan
distribusi daya yang efisien.
 Analisis Hubung Singkat: ETAP dapat menganalisis dan memprediksi arus hubung
singkat yang terjadi akibat gangguan arus pendek dalam sistem. Hal ini membantu
dalam perancangan sistem perlindungan dan perangkat perlindungan.
 Analisis Harmonik: ETAP dapat mengidentifikasi dan mengkarakterisasi komponen
harmonik dalam sistem tenaga listrik. Analisis ini membantu dalam mengurangi efek
negatif harmonik pada peralatan listrik.
 Analisis Keandalan Sistem: ETAP dapat melakukan analisis keandalan untuk
mengevaluasi kinerja sistem tenaga listrik dalam kondisi normal dan gangguan. Hal
ini membantu dalam meningkatkan kehandalan dan ketersediaan sistem.
 Simulasi Operasi Normal dan Gangguan: ETAP memungkinkan pengguna untuk
melakukan simulasi operasi normal dan keadaan gangguan pada sistem tenaga listrik.
Simulasi ini membantu dalam pemodelan dan evaluasi kinerja sistem dalam berbagai
skenario.
ETAP digunakan secara luas di industri kelistrikan, termasuk perusahaan utilitas,
kontraktor kelistrikan, konsultan teknik, dan lembaga pendidikan. Perangkat lunak ini
membantu pengguna untuk merancang, menganalisis, dan mengoptimalkan sistem tenaga
listrik dengan tujuan meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan.

5. Analisis interkoneksi dengan ETAP


a. Aliran Daya (Load Flow)
Analisis aliran daya digunakan untuk memeriksa tegangan masing-masing bus,
mengetahui jatuh tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem tenaga listrik, serta memeriksa
semua kemampuan peralatan yang ada dalam sistem.
Dalam analisis aliran daya, data yang diperlukan antara lain:
 Konfigurasi jaringan listrik, yaitu data mengenai susunan dan hubungan antara
peralatan listrik seperti generator, transformator, saluran transmisi, dan saluran
distribusi.

Program studi Teknik Elektro S-1


 Data beban, yaitu data mengenai besarnya daya listrik yang dibutuhkan oleh
konsumen pada setiap titik dalam jaringan listrik.
 Data impedansi, yaitu data mengenai besarnya impedansi pada setiap peralatan listrik
dalam jaringan listrik.
 Data tegangan, yaitu data mengenai besarnya tegangan pada setiap titik dalam jaringan
listrik.
 Data kapasitas peralatan, yaitu data mengenai kapasitas maksimum peralatan listrik
seperti transformator dan saluran transmisi.
Dengan data-data tersebut, analisis aliran daya dapat dilakukan untuk memeriksa tegangan
masing-masing bus, mengetahui jatuh tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem tenaga listrik,
serta memeriksa semua kemampuan peralatan yang ada dalam sistem apakah cukup besar
untuk menyalurkan daya yang diinginkan.
b. Hubung Singkat (Short Circuit)
Analisis hubung singkat digunakan untuk mempelajari kontribusi arus gangguan hubung
singkat yang mungkin mengalir pada setiap cabang dalam sistem tenaga listrik.
Untuk melakukan analisis hubung singkat, langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
 Mengumpulkan data mengenai konfigurasi jaringan listrik, yaitu data mengenai
susunan dan hubungan antara peralatan listrik seperti generator, transformator, saluran
transmisi, dan saluran distribusi.
 Mengumpulkan data mengenai impedansi pada setiap peralatan listrik dalam jaringan
listrik, dan data mengenai kapasitas maksimum peralatan listrik seperti transformator
dan saluran transmisi.
 Menentukan titik-titik yang mungkin terjadi gangguan hubung singkat pada jaringan
listrik.
 Menghitung arus hubung singkat yang mungkin terjadi pada setiap titik yang telah
ditentukan.
 Menganalisis kontribusi arus gangguan hubung singkat yang mungkin mengalir pada
setiap cabang dalam sistem tenaga listrik.
 Menentukan sistem proteksi yang tepat pada sistem tenaga listrik agar dapat mengatasi
gangguan hubung singkat yang mungkin terjadi di dalam sistem tenaga listrik.
Dengan melakukan analisis hubung singkat, dapat dihindari kerusakan pada peralatan listrik
dan memastikan keamanan sistem tenaga listrik.

Program studi Teknik Elektro S-1


c. Rugi Daya (Drop Voltage)
Analisis rugi daya digunakan untuk menghitung jatuh tegangan pada saluran, yaitu selisih
antara tegangan pada pangkal pengiriman dengan tegangan pada ujung penerimaan tenaga
listrik. Dalam analisis rugi daya, yang dibutuhkan adalah data mengenai konfigurasi jaringan
listrik, yaitu data mengenai susunan dan hubungan antara peralatan listrik seperti generator,
transformator, saluran transmisi, dan saluran distribusi. Selain itu, diperlukan juga data
mengenai impedansi pada setiap peralatan listrik dalam jaringan listrik, dan data mengenai
kapasitas maksimum peralatan listrik seperti transformator dan saluran transmisi. Dengan
data-data tersebut, analisis rugi daya dapat dilakukan untuk menghitung jatuh tegangan pada
saluran, yaitu selisih antara tegangan pada pangkal pengiriman dengan tegangan pada ujung
penerimaan tenaga listrik. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya rugi-rugi daya
pada sistem tenaga listrik dan mengevaluasi efisiensi sistem tenaga listrik. Dengan demikian,
dapat dilakukan perbaikan pada sistem tenaga listrik untuk mengurangi rugi-rugi daya dan
meningkatkan efisiensi sistem.

 Identifikasi Permasalahan
Integrasi PLTS pada saluran distribusi dapat berdampak pada penurunan tegangan
dalam jangka pendek, tetapi juga dapat meningkatkan stabilitas tegangan dalam jangka
panjang [3], dapat menimbulkan masalah seperti tegangan yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah [4]. Selain Integrasi PLTS pada saluran distribusi dapat mempengaruhi kestabilan
tegangan dan membutuhkan perencanaan yang baik untuk menjaga keandalan sistem [ 5]. Pada
penelitian ini, terdapat beberapa masalah yang dapat diidentifikasi, antara lain:
1. Pengaruh Integrasi PLTS: Integrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke dalam
sistem saluran distribusi dapat mempengaruhi kestabilan tegangan. Adanya variasi
daya yang dihasilkan oleh PLTS, terutama akibat fluktuasi intensitas cahaya matahari,
dapat menyebabkan perubahan tegangan yang signifikan pada saluran distribusi.
2. Kestabilan tegangan : Kestabilan tegangan pada saluran distribusi sangat penting
untuk menjaga kualitas dan keandalan pasokan listrik. Perubahan tegangan yang
signifikan dapat berdampak negatif pada peralatan listrik, menyebabkan kerusakan
dan gangguan dalam sistem.

Program studi Teknik Elektro S-1


E. Spesifikasi dan Rencanaan Sistem
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi menggunakan
perangkat lunak ETAP. Simulasi dilakukan dengan memodelkan sistem distribusi listrik yang
terintegrasi dengan PLTS on-grid. Spesifikasi dan rencanaan sistem dalam penelitian yang
dilakukan di PLTS Wairbleler 1 MWp terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Tahap Persiapan: Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan literatur dan teori yang dapat
digunakan dalam penelitian. Selain itu, dilakukan juga pengumpulan data yang akan
dianalisis, yaitu data lokasi PLTS dan data gardu induk sebagai calon titik
interkoneksi.
2. Tahap Pelaksanaan: Pada tahap ini, dilakukan analisis data, simulasi, dan pembahasan
hasil penelitian. Analisis data meliputi analisis aliran daya, analisis hubung singkat,
dan analisis rugi daya. Sedangkan simulasi meliputi simulasi aliran daya, simulasi
hubung singkat, dan simulasi transient. Hasil dari analisis dan simulasi tersebut
dibahas untuk menentukan desain dasar dan konfigurasi jaringan yang tepat untuk
PLTS Wairbleler 1 MWp.
3. Tahap Penutup: Pada tahap ini,penulis membuat kesimpulan dan saran sesuai hasil
analisis. Selain itu, dilakukan juga penutupan penelitian dengan ucapan terima kasih
kepada pihak yang telah membantu dalam penelitian.
Dengan rencanaan sistem yang jelas, penelitian dapat dilakukan dengan terstruktur dan
sistematis sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dan dapat diandalkan.

Program studi Teknik Elektro S-1


Program studi Teknik Elektro S-1
Dibawah ini adalah Flowchart analisis dan pengolahan data.

MULAI

STUDI LITERATUR dan


STUDI LAPANGAN

MEMBUAT SLD SISTEM KELISTRIKAN MAUMERE

INPUT DATA PADA SKEMA YANG


DIBUAT.

MELAKUKAN SIMULASI ALIRAN DAYA

ANALISIS HASIL SIMULASI ALIRAN DAYA


TIDAK

HASIL
SESUAI?

YA

KESIMPULAN

SELESAI

Program studi Teknik Elektro S-1


F. Daftar Pustaka

Program studi Teknik Elektro S-1


1
[] International Energy Agency-IEA, 2011, Word Energy Staticial 2012.
2
[] IEEE Std 446-1995, IEEE Recommended Practice for Emergency and Standby Power
Systems for Industrial and Commerical Applications.

[]
3
S. K. Singh, A. Srivastava, and S. R. Samantaray, “Impact of solar photovoltaic distributed
generation on distribution system,” IET Generation, Transmission & Distribution, vol. 8, no. 3,
pp. 538-549, 2014.
4
[] M. Gholami, M. Fathi, and M. H. Nehrir, “The effect of photovoltaic power generation on
vokltage stability of distribution network,” IEEE Transaction on Power System, vol. 25, no. 1, pp.
401-409, 2010.
5
[] H. M. S. Fernando, T. N. Fernando, and P. J. S. Witharana, “Voltage stability analysis of
radial distribution network with distributed photovoltaic generators,” IEE Transaction on
Sustainable Energy, vol. 5, no.1, pp 59-69, 2014.

Anda mungkin juga menyukai