0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Stres Kerja Perawat di IGD Surabaya

Diunggah oleh

BONDAN IRAWAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Stres Kerja Perawat di IGD Surabaya

Diunggah oleh

BONDAN IRAWAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah


Alamat Website: [Link]

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD
RSPAL Dr Ramelan Surabaya

Nety Mawarda Hatmanti 1, Novi Puspitasari 1, Chilyatiz Zahroh 1, Priyo Mukti Pribadi Winoto 1

1
Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia.

INFORMASI ABSTRACT
Korespondensi: Objective: to determine the factors related to the level of work stress of nurses in the
emergency room at RSPAL Dr Ramelan Surabaya .
[Link]@[Link]
Methods: The research design used descriptive research methods. The population of
this study were 45 nurses in the Emergency Room of RSPAL Dr Ramelan Surabaya,
the sample size was 45 people using total sampling and analyzed using chi square
correlation. The variables used are age, gender, years of service, workload and work
stress of nurses. The instrument uses a questionnaire.
Results The results of the study of nurses aged 26-35 years, almost half of them
experienced moderate nurse work stress, almost half of male nurses experienced mild
nurse work stress, nurses with 3-5 years of work experience more than half experienced
nurse work stress on a regular basis. moderate, nurses with a moderate workload mostly
experienced moderate work stress.
Keywords:
Age, Gender, Years of Conclusion: Nurses are expected to be used as a means of providing education to nurses
service, workload and work on how important it is to deal with nurse stress at work.
stress

178
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

PENDAHULUAN Pekerjaan terdiri dari Tuntunan Mental, Beban Kerja,


Lingkungan Fisik, Konflik Peran, Kemampuan
Stres merupakan masalah yang umum terjadi pada Tidak Digunakan, Faktor di Luar Pekerjaan serta
kehidupan modern, termasuk stres yang berhubungan faktor individual diantaranya, Umur, Jenis Kelamin,
dengan pekerjaan (ILO, 2016). Stres kerja menjadi hal Status Pernikahan, Masa Kerja. Dampak stres kerja
yang berisiko bagi kesehatan dan keselamatan pekerja pada tenaga kesehatan yang tidak di atasi dengan
ketika pekerjaan yang dilakukan melebihi kapasitas, baik akan berdampak tingginya angka tidak masuk
sumber daya dan kemampuan pekerja dilakukan secara kerja (absenteism), turnover, hubungan kerja menjadi
kegelisahan. (Rewo, 2020). Peningkatan jumlah pasien tegang dan rendahnya kualitas pekerjaan, dari
yang di rawat di rumah sakit khususnya di Ruang keadaan tersebut akan mengganggu kinerja dan akan
IGD membuat seluruh tenaga kesehatan harus bekerja menurunkan produktivitas kerja, jika kondisi ini tidak
lebih keras dan tentunya mempunyai resiko tertular dapat diantisipasi maka akan mengganggu layanan
yang sangat tinggi sehingga menimbulkan depresi dan kesehatan yang mereka berikan. (Bunyamin, 2021)
stress bagi tenaga kesehatan. (Lai et al, 2020). Tenaga
kesehatan yang mengalami stress terdapat gejela Permasalahan akhirnya muncul secara psikologis
seperti tuntunan dari orang lain terhadap individu, bagi tenaga medis yang berdampak rasa stress
kesulitan, ancaman yang dialami dalam menjalani perawat. Stress ataupun kecemasan merupakan suatu
kehidupan yang membuat seseorang pusing atau sakit perasaan subjektif mengenai ketegangan mental
kepala, (Muthmainah, 2012). Stres kerja perawat yang yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari
berlebihan akan berdampak mengalami peningkatan ketidakmampuan dalam mengatasi suatu masalah
risiko kesehatan fisik dan mental serta kemampuan tidak adanya rasa aman bagi perawat. Stress adalah
kerja perawat. kondisi fisik dan psikologis yang disebabkan karena
adaptasi pada lingkungan. Menurut penelitian Lai
Penelitian yang dilakukan oleh Salari (2020) di benua etal (2020) dan Galbraith, N., Boyda, D., McFeeters,
Eropa sebanyak 31,9% tenaga medis mengalami stres D., & Hassan, T. (2020) jika stres tidak di atasi
dan di Asia sebanyak 27,9% tenaga medis mengalami dengan baik maka tenaga kesehatan sangat rentan dan
stress. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Shen et beresiko tinggi mengalami gejala Psikologis penelitian
al (2020) tentang stress psikologi pada perawat Intensive tersebut menunjukkan bahwa terdapat responden
Care Unit (ICU) di rumah sakit kota Wuhan Cina, yang memiliki gejala depresi dan memiliki gejala
menemukan bahwa 102 orang perawat mengalami perasaan tertekan. Mereka yang bekerja sebagai dokter
gangguan stress sakit kepala (55%), gangguan makan serta tenaga lainnya memiliki risiko stress yang tinggi
(26%), jantung berdebar (10 %). Di Indonesia sendiri hal tersebut dikarena intervensi tempat kerja yang
pada penelitian Bunyamin (2021) mengemukakan menurunkan kesehatan mental.
di RS. Cipto Mangunkusumo tentang stres kerja
perawat unit gawat darurat (UGD), mendapatkan Perawat Instalasi gawat darurat berperan penting
hasil 43,1% mengalami stres secara perilaku, 43,7% dalam penanganan pasien yang membutuhkan
mengalami stres fisik dan 46,7% mengalami stres pelayanan yang gawat dan darurat. Perawat instalasi
secara emosi. Di Jawa Timur tahun 2017 jumlah gawat darurat harus siap siaga selama 24 jam untuk
perawat yang mengalami stres kerja sebanyak 48,7%. menangani pasien yang jumlah dan tingkat keparahan
Dinas Kesehatan Jawa Timur (2017) Jawa Timur yang tidak dapat di prediksi. Upaya pencegahan dan
menjadi salah satu propinsi dengan angka kejadian penanggulangan stres kerja perlu dilakukan untuk
stres kerja pada perawat. Berdasarkan wawancara dari menghindari perawat dari berbagai dampak yang dapat
10 orang perawat di ruang IGD RSPAL dr Ramelan terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah
Surabaya mengatakan ketika pasien datang di Rumah pengukuran tingkat stres kerja serta faktor ± faktor
Sakit (IGD), mereka merasa sangat cemas sebanyak yang berhubungan dengannya, penambahan perawat
4 orang (40%) , takut dan juga stress saat banyaknya pada masing-masing shift kerja dengan harapan dapat
pasien yang datang sebanyak 3 perawat (30%), serta mengurangi stress kerja perawat. Tujuan penelitian ini
mengalami keringat dingin sebanyak 30 perawat adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan
(30%). dengan tingkat stres kerja perawat di ruang IGD
RSPAL Dr Ramelan Surabaya.
Muthmainah (2012) mengemukakan faktor-faktor
yang berhubungan dengan stress di antaranya Faktor
179
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

METODE Tabel 2. Distribusi perawat berdasarkan usia, jenis


kelamin, masa kerja, beban kerja dan stres kerja perawat
Desain penelitian ini menggunakan metode di Ruang IGD RSPAL dr. Ramelan Surabaya
penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah Perawat di Ruang IGD RSPAL Dr Ramelan Kategori n %
Surabaya sebanyak 45 orang. Teknik sampling
yang digunakan pada penelitian ini nonprobability Usia
26 – 35 Tahun 35 77.8
sampling menggunakan total sampling jadi diambil 7
secara keseluruhan dari populasi yang ada. Variabel 36 – 45 tahun 15.5
46 – 55 tahun 3 6.7
dalam penelitian ini meliputi : usia, jenis kelamin,
beban kerja, masa kerja dan stres kerja perawat.
Jenis Kelamin
HASIL Laki-laki 27 60
Perempuan 18 40
Data umum
Distribusi perawat berdasarkan pendidikan dan status Masa Kerja
<3 tahun 15 33.3
menikah
3 – 5 tahun 17 37.8
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan pendidikan > 5 tahun 13 28.9
Pada perawat di Ruang IGD RSPAL dr. Ramelan
Surabaya Beban kerja
Ringan 10 22.3
Keterangan n %
Sedang 20 44.4
Pendidikan Berat 33.3
15
D3 Keperawatan 26 57,8
S1 Keperawatan 19 42,2 Stres kerja perawat
Status Menikah Ringan 15 33.3
Belum menikah 15 33,3 Sedang 20 44.4
Menikah 30 66,7 Berat 10 22.3
Jumlah 45 100
Hubungan usia dengan stres kerja
Berdasarkan tabel 1.1 menunjukkan bahwa dari 45
perawat sebagian besar yaitu 26 Perawat (57,8%) Tabel 3. Tabulasi Silang Hubungan Usia dengan
pendidikan D3 Keperawatan serta dari 45 perawat Stres Kerja Pada Perawat di Ruang IGD RSPAL dr.
sebagian besar yaitu 30 perawat (66,7%) berstatus Ramelan Surabaya
menikah. Stres Kerja Ringan Sedang Berat Total
Usia n % n % n % n %
Data Khusus
26 – 35 tahun 8 22,9 18 51,4 9 25,7 35 100
Distribusi perawat berdasarkan usia 36 – 45 Tahun 5 71,4 1 14,3 1 14,3 7 100
46 – 55 Tahun 2 66,7 1 33,3 0 0 3 100
Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 45
Total 15 33,3 20 44,4 10 22,2 45 100
perawat sebagian besar yaitu 35 Perawat (77.8%)
berusia 26 – 35 tahun, sebagian besar yaitu 27 Perawat
(60%) berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya
yaitu 17 Perawat (37,8%) dengan masa kerja 3
– 5 tahun, hampir setengahnya yaitu 20 Perawat
(44,4%) mengalami beban kerja sedang dan hampir
setengahnya yaitu 20 Perawat (44,4%) mengalami
stres kerja kerja sedang

180
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

Hubungan jenis kelamin dengan stres kerja dalam masyarakat dan kehidupan sosial, serta lebih
banyak melakukan persiapan demi suksesnya supaya
Tabel 4. Tabulasi Silang Hubungan Jenis kelamin menyesuaikan diri menuju usia tua. Kemampuan
dengan Stres Kerja Pada Perawat di Ruang IGD intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan
RSPAL dr. Ramelan Surabaya verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada
Stres Kerja Ringan Sedang Berat Total usia ini.
Jenis
Kelamin n % n % n % n % Diasumsikan bahwa sebagian besar usia perawat pada
Laki-laki 12 44,5 10 37 5 18,5 27 100 area usia di dewasa awal (26 – 35 tahun) sebagian besar
Perempuan 3 16,7 10 55,5 5 27,8 18 100 mengalami stres kerja secara sedang yaitu sebanyak 18
Total 15 33,3 20 44,4 10 22,3 45 100 perawat (51,4%), hal ini dikarenakan perawat tersebut
meskipun di usia muda memiliki rasa tanggung jawab
Hubungan masa kerja dengan stres kerja serta menjaga kredibilitas kerja mereka serta menjaga
Tabel 5. Tabulasi Silang Hubungan masa kerja dengan kepercayaan atasan mereka dalam mengemban tugas
Stres Kerja Pada Perawat di Ruang IGD RSPAL dr. keperawatan sehingga tidak sedikit diantara mereka
Ramelan Surabaya mengalami stres dalam pekerjaan mereka, 2 perawat
dari usia dewasa akhir (46 – 55 tahun) sebagian
Stres Kerja Ringan Sedang Berat Total besar mengalami stress ringan, hal ini karena mereka
Masa kerja n % n % n % n % menganggap pekerjaan merupakan sesuatu hal yang
< 3 tahun 6 40 5 33,3 4 26,7 15 100 penting, mereka juga memikirkan kesehatan mereka
3 – 5 tahun 3 17,6 9 52,9 5 29,5 17 100 sendiri sehingga dapat menanggulangi rasa stres
> 5 tahun 6 46,2 6 46,2 1 7,6 13 100 mereka dalam pekerjaan serta tanpa mengabaikan
Total 15 33,3 20 44,4 10 22,2 45 100 tugas mereka sebagai perawat dalam melayani pasien.
Dari hasil-hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan
Hubungan beban kerja dengan stres kerja bahwa usia merupakan jumlah lama kehidupan
Tabel 6. Tabulasi Silang Hubungan beban kerja kerja seseorang sejak lahir hingga menjelang ajal, bersamaan
dengan Stres Kerja Pada Perawat di Ruang IGD itu perjalanan waktu mempengaruhi kepribadian
RSPAL dr. Ramelan Surabaya atau kedewasaan seseorang berperilaku, perubahan di
dalam kepribadian manusia bahwa semakin dewasa
Stres Ringan Sedang Berat Total seseorang terlihat dari perilaku dan keinginannya,
Kerja
Beban n % n % n % n % bila dihubungkan dengan tingkat stres dalam bekerja,
kerja semakin lanjut usia seseorang maka semakin dapat
Ringan 10 100 0 0 0 0 10 100 mengatur pola pikir dalam menanggulangi stres yang
Sedang 5 25 15 75 0 0 20 100 mencerminkan pola peningkatan dalam menangani
Berat 0 0 5 33,3 10 66,7 15 100 masalah, semakin meningkat umur seseorang akan
Total 15 33,3 20 44,4 10 22,2 45 100 mmeningkatkan kedewasaan secara klinis dan psikologi
PEMBAHASAN serta semakin mampu melaksanakan pekerjaannya,
tapi tidak menutup kemungkinan semakin meningkat
Usia merupakan kurun waktu sejak adanya seseorang umur juga menurunnya fisik seseorang, namun
dan dapat diukur menggunakan satuan waktu peneliti juga berasumsi mengatakan bahwa semakin
dipandang dari segi kronologis, individu normal dapat lanjut usia seseorang diharapkan semakin mampu
dilihat derajat perkembangan anatomis dan fisiologis menunjukkan kematangan jiwa sehingga rasa stress
sama. Usia juga merupakan waktu lamanya hidup atau dapat tertanggulangi.
ada (sejak dilahirkan atau diadakan). Notoadmodjo
(2012). Gender sering diartikan sebagai jenis kelamin.
Menurut Fakih (2016:112) Gender merupakan
Notoadmodjo (2012) Usia mempengaruhi daya penggolongan secara gramatikal terhadap kata-kata
tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah dan kata-kata lain yang berkaitan dengannya yang
usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan secara garis besar berhubungan dengan keberadaan
pola pikirnya semakin membaik. Pada usia madya dua jenis kelamin atau kenetralan. Gender juga
(26 – 35 Tahun), individu akan lebih berperan aktif berkaitan dengan pembedaan peran, fungsi dan

181
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

tanggung jawab laki-laki dan perempuan sebagai tertentu. Masa kerja merupakan akumulasi aktivitas
hasil kesepakatan atau hasil bentukan masyarakat. kerja seseorang yang dilakukan dalam jangka waktu
Gender juga merupakan suatu konstruksi budaya yang panjang.
yang sifatnya terbuka bagi segala perubahan (Juditha,
2015:2). Menurut Hungu (2016:43) jenis kelamin Secara teori semakin lama seseorang bekerja maka
adalah perbedaan antara perempuan dengan laki-laki keterampilan semakin meningkat, semakin mudah
secara biologis sejak seorang itu dilahirkan. Perbedaan dalam menyesuaikan pekerjaan dan dapat menghadapi
biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tekanan dalam bekerja (Sugeng, 2015). Penelitian
tidak dapat dipertukarkan diantara keduanya, dan Anshori & Martiana, 2017 memenukan stres kerja
fungsinya tetap dengan laki-laki dan perempuan yang perawat lebih tinggi pada masa kerja < 10 tahun
ada di muka bumi. dibanding masa kerja > 10 tahun namun berbeda
dengan penelitian Rudianto (2020) yang menemukan
Teori mengatakan bahwa menjadi perempuan masa kerja lebih lama > 5 tahun mengalami stres kerja
merupakan faktor risiko terjadinya depresi dan lebih tinggi dibanding masa kerja dibawah 5 tahun.
masalah psikologis lainnya. Insiden depresi pada
perempuan lebih besar dua kali lipat dibandingkan Beban kerja merupakan besaran pekerjaan yang harus
dengan laki-laki (Potter & Perry, 2005). dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan
merupakan hasil kali antara volume kerja dan normal
Penelitian Mustafidz (2013) mengungkapkan setelah waktu. (Muthmainah, 2012) Shift kerja merupakan
bekerja, tingkat stres yang dialami oleh perempuan pola waktu kerja yang diberikan pada perawat untuk
meningkat secara cepat. Hal tersebut berbanding mengerjakan sesuatu oleh di rumah sakit dan biasanya
terbalik dengan laki-laki yang justru tingkat stresnya dibagi atas beberapa shift. Proporsi pekerja Shift
menurun ketika pekerjaannya telah selesai. Perempuan semakin meningkat dari tahun ke tahun, ini disebabkan
itu tidak hanya bekerja tetapi juga harus memikirkan oleh keadaan yang mengharuskan secara terus menerus
rumah tangga. Laki-laki dan perempuan memiliki siang dan malam untuk memenuhi pelayanan rumah
perbedaan dalam hal merespon stres kerja. “Stress sakit yang lebih baik, sebagai akibatnya perawat juga
Amongst Emergency Nurses” juga menghasilkan bahwa harus bekerja siang dan malam, hal ini menimbulkan
stres yang dialami oleh perawat perempuan lebih banyak masalah terutama bagi perawat yang kurang
tinggi daripada stres yang dialami oleh perawat laki- dapat menyesuaikan diri dengan jam kerjayang lazim.
laki.
Beban kerja di perawat di IGD adalah perawat dituntut
Jenis kelamin jika dihubungkan dengan stres kerja harus tetap ada di sisi pasien darurat untuk melakukan
seperti pada fakta lapangan yang sering kita temui berbagai hal yang berkaitan dengan tindakan darurat
saat ini, banyak sekali tenaga kerja perawat laki-laki pasien, seperti pelayanan yang diberikan dalam
sebagian besar mengalami stres kerja secara ringan, keadaan sakit berat yang memerlukan tindakan yang
perawat perempuan sebaguan besar mengalami terus menerus, sehingga timbul rasa Stres merupakan
tingkat stres secara sedang, hal ini secara umum respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap
umumnya laki-laki akan lebih produktif untuk setiap tuntutan atau beban atasnya, stres tersebut dapat
pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik sehingga muncul apabila seseorang mengalami beban atau tugas
dalam penanggulangan stres juga lebih tinggi, namun berat dan orang tersbut tidak dapat mengatasi tugas
dalam keadaan tertentu kadang seorang perempuan yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon
mempunyai pola pikir lebih tinggi daripada laki-laki, dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut,
dikarenakan perempuan lebih teliti, sabar, dan tekun sehingga orang tersebut dapat mengalami stres.
sehingga dapat menimbulkan rasa stres tersendiri. Dalam bekerja potensi untuk mengalami stres cukup
tinggi, antara lain dapat disebabkan oleh ketegangan
Masa kerja juga merupakan fakor yang bekaitan dalam berinteraksi dengan atasan , pekerjaan yang
dengan lamanya sesoang bekerja di suatu tempat. menuntut konsentrasi tinggi, beban kerja yang tidak
Masa kerja juga merupakan jangka waktu seseorang sesuai dengan kemampuan, kondisi kerja yang tidak
yang sudah bekerja dari pertama mulai masuk hingga mendukung, persaingan yang berat dan tidak sehat,
bekerja. Masa kerja dapat diartikan sebagai sepenggalan dan lain sebagainya
waktu yang agak lama dimana seseorang tenaga kerja
masuk dalam satu wilayah tempat usaha sampai batas

182
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 8 (2) 2023

KESIMPULAN Kerja di Ruangan ICU Pelayanan Jantung


Terpadu Dr. Cipto Mangunkusumo”. Skripsi.
Perawat dengan usia 26 – 35 tahun hampir setengahnya Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas
mengalami stress kerja perawat secara sedang, yang Indonesia.
berjenis kelamin laki-laki hampir setengahnya Nurazizah, 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan
mengalami stress kerja perawat secara ringan, dengan Dengan Stres Kerja Pada Perawat di Ruang Rawat
masa kerja 3-5 tahun lebih dari setengahnya Inap Kelas III RS X Jakarta. Skripsi. Program Studi
mengalami stress kerja perawat secara sedang dan Kesehatan Masyarakat UIN Hidayatullah : Jakarta.
yang mempunyai beban kerja perawat secara sedang Nursalam, 2020. Metodologi Penelitian Ilmu
sebagian besar mengalami stress kerja secara sedang. Keperawatan. Edisi 5. Salemba Medika : Jakarta
SARAN Priyoto, 2014. Konsep Manajemen Stres. Yogyakarta :
Nuha Media
Di ruangan IGD pasien yang datang tidak bisa Pusung, 2021. Stres Kerja Pada Perawat Instalasi
dipastikan jumlahnya setiap hari dan dengan jenis Gawat Darurat Rs Gmim Bethesda Tomohon
kasus seperti apa. Sehingga sebagai perawat yang Dalam Masa Pandemi Covid-19. Jurnal KESMAS,
bekerja di IGD pada saat pasien banyak, dan jenis Vol. 10, No. 6. [Link] google. com article%2
kasus berat, maka beban kerja juga tinggi. Terus Fview%2F3545 1&usg= AOvVaw0sXC ytioaj
melakukan evaluasi dan motivasi kepada perawat serta 2iSCXgXHQL26. Diakses tanggal 30 Desember
mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan 2021
motivasi agar perawat bisa selalu melaksanakan Rewo, 2020. Faktor-faktor yang berhubungan
mekanisme koping yang baik. dengan Stres Kerja Pada Perawat di RS Mayapura
DAFTAR PUSTAKA Tangerang Tahun 2020. Stikes Yatsi Tangerang.
[Link] [Link]%
Astianto, A., Suprihadi H, 2014. Pengaruh Stres Kerja 2Fmedia%2. Diakses tanggal 30 Desember 2021
dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Salary N, 2020. Prevalence of stress, anxiety,
Tugas Akhir. STIESIA. Surabaya. [Link] depression among the general population during
[Link]. the COVID-19 pandemic: a systematic review
Bunyamin, 2021. Faktor-Faktor Yang Berhubungan and meta-analysis. Salari et al. Globalization
Dengan Kejadian Stres Pada Tenaga Kesehatan and Health. Department of Nursing, School of
di Klinik Pratama Radjak Grup. Jurnal Kesehatan Nursing and Midwifery, Kermanshah. University
Masyarakat Perkotaan. Vol 1 (1) p-ISSN: of Medical Sciences, Kermanshah, Iran. (http://
2776-0952 e:ISSN: 2776-0944. [Link] [Link] /publicdomain/zero/1.0/).
google .com /.thamrin .[Link]%2F [Link]% Diakses tanggal 31 Desember 2021
Fjkmp%2Farticle. Diakses tanggal 30 Desember
2021
Handoko, 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia.
BPFE : Yogjakarta
ILO, 2016. Workplace Stress: A Collective Challenge.
Retrieved from [Link]/wcmsp5/groups/
publ ic/--ed_protect/--protrav/--- safework /
documents/publication/wcms_466 [Link]
Jenita DT, 2017. Psikologi [Link]:
Pustaka Baru Press.
Karima. 2014. Faktor-Faktor yang Berhubungan
Dengan Stres Kerja Pada Pekerja di PT X Pada
Tahun 2014. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam
Negeri.
Moekijat, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia,
Cetakan Kesembilan. CV. Mandar Maju,
Bandung
Muthmainnah, 2012. Faktor-faktor Penyebab Stres
183

Anda mungkin juga menyukai