PERHITUNGAN KEKUATAN STRUKTUR GEDUNG PT.
RODA INDOTRED
MENGGUNAKAN ETABS
Satria, Darmadi, Tri Rahmat Utama
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jayabaya, Indonesia
E-mail: satriakannu@[Link]
Abstract
The rapid development of buildings at this time is often not supported good maintenance.
This study aims to obtain security level data structure in the existing condition of PT.
Indotred wheels. The stages of the assessment used, namely the initial assessment stage
and the detailed assessment. Stages of analysis carried out on condition of the strength
of the structural components. The assessment process is carried out through field testing
and laboratory. Tests in the field using Ultrasonic Pulse Velocitymeter and equipment
Core Drill to find out the compressive strength of concrete and Rebar Locator/R-bar
meter to find out number and diameter of reinforcing steel installed. Testing in the
laboratory for sample pressure test Core Concrete. Data analysis used the ETABS v9.7.4
program. It is known that the plate structure used in this office building using reinforced
concrete floor slabs conventional with a thickness of 12 cm at Lt. 1 to 2 and using
additional bondeck formwork on Lt. 3 to 4 with typical double layer reinforcement Ø8-
150. Reinforced concrete beam & profile structures conventional steel. Based on the
results of the capacity analysis of reinforced concrete & steel beams according with the
results of field investigations, that all beam elements Lt. 1 to 4 moment force ratio or shift
≤ 1.0. Column structural elements in this building use reinforced concrete and
conventional steel. Based on the analysis results of reinforced concrete columns with
PCA Column that Column capacity is able to withstand the combined load that occurs in
the building. Results data calculation using ETABS and manual is known that the Column
structure elements, Beams and slabs are able to support combined loads according to
their respective floor functions – respectively.
Keywords: assessment, testing, residual strength, structural analysis, ETABS v9.7.4
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 23
1. PENDAHULUAN Bintarto Purwo Seputro (2008)
Pada era globalisasi yang serba digital menjelaskan kinerja bangunan dapat
seperti sekarang, banyak sekali teknologi menurun dengan bertambahnya usia
maju yang dapat memudahkan manusia bangunan. Penurunan kinerja bangunan
dalam berbagai bidang, tidak terkecuali umumnya disebabkan pengaruh
dalam bidang Teknik Sipil. Dalam bidang lingkungan sekitar bangunan yang
Teknik Sipil, ada berbagai macam mengakibatkan kerusakan bahan
software yang sengaja diciptakan untuk bangunan. Aplikasi yang sudah sangat
mempermudah, mempercepat, dan umum digunakan di Indonesia adalah
memperakurat segala bentuk perkerjaan, AutoCAD yang digunakan untuk
baik dalam “scope” perencanaan membuat gambar dua dimensi maupun
bangunan, pengerjaan bangunan di tiga dimensi, serta dibantu aplikasi
lapangan, maupun pasca pengerjaan. lainnya seperti SAP2000 atau ETABS
PT. Sucofindo (2010) menjelaskan untuk menganalisa kekuatan strukturnya
Building Structure Assessment (Fajar Meidiansyah et al., 2014).
merupakan kegiatan pemeriksaan dan
penilaian kondisi struktur bangunan 2. METODOLOGI
eksisting yang difokuskan pada analisis Dikarenakan tidak adanya gambar detail
keabndalan atau kekuatan struktur perencanaan Gedung, dibutuhkan
bangunan pasca gempa sesuai kondisi tahapan asesmen awal dan asesmen
saat dilakukan pemeriksaan dengan detail. Tahapan analisis dilakukan
mempertimbangkan SNI Kegempaan terhadap kondisi kekuatan komponen
tahun 2012. struktur. Proses asesmen dilakukan
Bangunan Gedung yang sudah melalui pengujian lapangan dan
dioperasikan dalam kurun waktu tertentu laboratorium. Pengujian di lapangan
memungkinkan mengalami penurunan menggunakan peralatan Ultrasonic Pulse
(degradasi) keandalan bangunan Gedung. Velocitymeter dan Core Drill
Penurunan keandalan meliputi aspek (pengambilan sample beton) untuk
berupa mutu beton dan mutu baja. Hal ini mengetahui kuat tekan beton, Rebar
akan berpengaruh terhadap aspek Locator/R-bar untuk mengetahui jumlah
keselamatan, Kesehatan dan kenyamanan dan diameter baja tulangan terpasang.
dan keamanan pengoperasian Gedung. Pengujian di laboratorium untuk uji tekan
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 24
sample beton. Analisis data 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
menggunakan software ETABS v9.7.4
mulai dari permodelan struktur, input
data, sampai running analysis.
Gambar 2 Lokasi Gedung
Gambar 3 Gambar Gedung
Gambar 1 Diagram Alir Penelitian
Gambar 4 Denah Lantai 1
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 25
U = 0,9 DL + E
U = 0,9 DL + 1,2 LL + 1,2 WL
U = 0,9 DL + 1,3 WL
Perancangan Struktur
Sistem Struktur Atas dan Struktur Bawah
Sistem struktur yang direncanakan pada
Lt. 1 sampai Lt. Atap adalah sistem balok
Gambar 5 Denah Lantai 3 dan kolom. Struktur dianalisis dengan
model 3 dimensi menggunakan program
ETABS versi 9.7.4 secara keseluruhan
dari struktur atas sampai struktur bawah
yang dibantu oleh program-program
lainnya yaitu PCACOL untuk analisis
kolom dengan mengeluarkan diagram
interaksi, dan EXCEL untuk perhitungan-
Gambar 6 Potongan Gedung perhitungan yang lebih umum.
Kombinasi Pembebanan
Struktur dan komponen struktur Sistem Struktur
direncanakan sehingga semua Struktur atas dan struktur bawah gedung
penampang mempunyai kekuatan ini dianalisis terhadap pengaruh gempa,
rencana minimum sama dengan kuat dimana struktur atas dianggap sebagai
perlu, yang dihitung berdasarakan struktur 3D yang terjepit pada taraf lantai
kombinasi beban dan gaya terfaktor dasar. Pada dasarnya sistem struktur atas
sesuai dengan ketentuan dan peraturan dibuat dari kombinasi struktur beton
yang berlaku. Di dalam peraturan SNI bertulang dan struktur baja merupakan
2847:2013 diperhitungkan sebagai kombinasi dari kolom, balok dan pelat.
berikut : Secara keseluruhan sistem struktur ini
U = 1,4 DL adalah simetris.
U = 1,0 DL + 1,0 LLR
U = 1,2 DL + 1,6 LLR
U = 1,2 DL + Lr + E
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 26
dengan tebal 12 cm pada Lt. 1 & 2,
sementara pelat pada Lt. 3 & 4
menggunakan bekisting bondeck. Semua
area pelat Lt. 1 s/d 3 dilapisi dengan
screed dan homogenous tile, area pelat Lt.
Atap dilapisi waterproofing. Adapun
analisa pelat lantai dengan input beban
gravitasi (beban hidup dan mati)
dankombinasi pembebanan ulimit (1,2DL
+ 1,6LL) akan menimbulkan momen-
Modeling Struktur
momen pada pelat lantai untuk
Seluruh elemen struktur utama
mengetahui tulangan pelat lantai yang
dimodelkan dengan mengunakan
terpasang memang mampu menahan
program struktur yaitu Etabs v9.7.4
beban yang direncanakan. Berikut
secara 3 Dimensi. Modeling struktur
merupakan contoh analisis perhitungan
ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
pelat lantai sesuai rencana:
Gambar 7 Modeling Gedung
Analisis Pelat
Berdasarkan hasil penyelidikan lapangan
yang telah dilakukan diketahui bahwa
struktur pelat yang digunakan pada
bangunan Kantor ini menggunakan pelat
lantai beton bertulang konvensional
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 27
Tabel 1. Analisis kekuatan pelat lt. 1-4
Pada Tabel 1 di atas terlihat bahwa secara Data material f’c = 20.75 Mpa (K-250) fy
teoritis semua pelat luas tulangannya tulangan ulir = 4000 kg/cm2 = 400 MPa
memenuhi luas tulangan yang diperlukan, min = 0.0044
maka dapat disimpulkan bawah pelat Berdasarkan analisis kapasitas balok
lantai eksisting mampu memikul beban beton bertulang sesuai dengan hasil
rencana sesuai peruntukan sebagai penyelidikan lapangan, bahwa semua
Kantor. elemen balok Lt. 1 & Lt. 2 rasio gaya
momen atau gesernya ≤ 1,0, sehingga
Analisis Balok Beton Bertulang dapat disimpulkan semua balok beton
Balok dianalisis sesuai dengan input bertulang eksisting pada bangunan ini
beban kombinasi gravitasi (beban hidup mampu menahan beban kombinasi.
dan beban mati) yang dibantu program
analisis struktur ETABS v.9.7.4. Analisis Balok Baja
kemudian disesuaikan dengan Tata Cara Balok baja dianalisis sesuai dengan input
Perencanaan Struktur Beton Untuk beban kombinasi gravitasi (beban hidup
Bangunan Gedung SNI 2847:2013. dan beban mati) yang dibantu program
analisis struktur ETABS v.9.7.4.
kemudian disesuaikan dengan Tata Cara
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 28
Tabel 2. Kontrol kapasitas dengan gaya dalam balok
Tabel 3. Hasil analisis balok baja dengan beban kombinasi
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 29
Perencanaan Struktur Baja untuk geser = 0.8
Bangunan Gedung SNI 1729:2015.
Kombinasi beban yang digunakan dalam
analisis balok 1.0 DL +1.0 LL.
Berdasarkan hasil analisis balok baja di
atas diketahui bahwa balok baja
bangunan ini mampu mendukung beban
kombinasi sesuai dengan fungsi lantainya
masing – masing.
Analisis Kolom Beton Bertulang\
Kolom dianalisis menggunakan program
ETABS versi 9.7.4 dengan beban
kombinasi (mati + hidup + gempa)
dengan penjelasan dibawah. Kolom yang
dianalisis adalah kolom Lt. 1 As 8/P &
Gambar 8 Analisa PCACOL
12/P yang merupakan kolom yang
Berdasarkan hasil analisis kolom dengan
diperkuat, analisis dengan menggunakan
PCA Column bahwa kapasitas semua tipe
program PCACOL input material beton
kolom beton bertulang masih mampu
dan tulangan adalah sebagai berikut :
menahan gaya maksimum yang
Kuat tekan beton, f’c = 20.75 Mpa (K-
dihasilkan oleh pembebanan kombinasi.
250) Modulus elastisitas beton, Ec =
21400 Mpa Kuat tarik baja, fy = 400 Mpa
Analisis Kolom Baja
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Analisis WF 250x125x6x8
Mpa Regangan beton, = 0.003 Faktor
Profil WF 250x125x6x8 merupakan
reduksi kekuatan material (Pasal 20.2.5
profil kolom Lt. 2 & Atap. Detail dimensi
SNI 2847:2013)
penampang sebagai berikut:
aksial = 0.9
lentur = 0.9
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 30
Tabel 4. Hasil analisis kolom baja dengan beban kombinasi
Berdasarkan hasil analisis kolom baja di Balok Pada bangunan ini struktur balok
atas diketahui bahwa kolom baja beton bertulang & profilbaja
bangunan ini mampu mendukung beban konvensional. Berdasarkan hasil analisis
kombinasi sesuai dengan fungsi lantainya ETABS kapasitas balok beton bertulang
masing – masing. & baja sesuai dengan hasil penyelidikan
lapangan, bahwa semua elemen balok Lt.
4. KESIMPULAN 1 s/d 4 rasio gaya momen atau gesernya ≤
Pelat Lantai Berdasarkan hasil 1,0, sehingga dapat disimpulkan semua
penyelidikan lapangan dan yang telah elemen struktur balok pada bangunan ini
dilakukan diketahui bahwa struktur pelat mampu menahan beban [Link].
yang digunakan pada bangunan Kantor Kolom Elemen struktur kolom pada
ini menggunakan pelat lantai beton bangunan ini menggunakan beton
bertulang konvensional dengan tebal 12 bertulang dan baja konvensional.
cm pada Lt. 1 s/d 2 dan menggunakan Berdasarkan hasil analisis kolom beton
tambahan bekisting bondeck pada Lt. 3 bertulang dengan PCA Column dan
s/d 4 dengan tulangan tipikal dua lapis ETABS bahwa kapasitas kolom mampu
Ø8- 150. Secara perhitungan teoritis menahan beban kombinasi yang terjadi
semua pelat luas tulangannya memenuhi pada bangunan. Dan hasil analisis kolom
luas tulangan yang diperlukan, maka baja diketahui bahwa kolom baja
dapat disimpulkan bawah pelat lantai bangunan ini mampu mendukung beban
eksisting mampu memikul beban rencana kombinasi sesuai dengan fungsi lantainya
sesuai peruntukan sebagai Kantor. masing – masing.
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 31
DAFTAR PUSTAKA Lain. Jakarta: Departemen Pekerjaan
[1] ACI 318M-95, Building Code Umum.
Requirements for Reinforced [8] Dipohusodo, Istimawan, 1999,
Concrete, AmericanConcrete Struktur Beton Bertulang. Penerbit
Institute, 1995. PT. Gramedia Pustaka Utama,
[2] ACI 318RM-95, Building Code Jakarta
Requirements for Reinforced [9] Computer and Structures, Inc.
Concrete, American Concrete (2007), “ETABS version 9 Manual”,
Commentary, American Concrete Computer and Structures, Inc.,
Institute, 1995. Berkeley, C.A.
[3] American Standard Testing [10] Ilham., Noer, 2013. Analisis Struktur
Materials, American Society for Gedung Bank Bri Aceh dengan
Testing and Materials, USA. ETABS. Jakarta.
[4] Agus, S., 2008. Perencanaan Struktur [11] Jasman, F. B. (2015). Desain Dan
Baja dengan Metode LRFD. Edisi Pemodelan Upper Structure Proyek
Kedua berdasarkan SNI 03- 1729- Pembangunan Perkantoran 7 Lantai
2002. Jakarta : Erlangga Kabupaten Tangerang, Banten
[5] Badan Standardisasi Nasional. [Bogor Agricultral University
(2019). SNI 03- 2847-2019 tentang (IPB)]. [Link]
Tata Cara Perhitungan Struktur andle/ 123456789/7818
Beton. Jakarta: Departemen [12] Kusuma, Gideon. (1993). Dasardasar
Permukiman dan Prasarana Wilayah. perencanaan beton bertulang.
[6] Badan Standardisasi Nasional. Jakarta: Erlangga.
(2019). SNI 03- 1726-2019 tentang
Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan
Gedung dan Non Gedung. Jakarta:
Badan Standardisasi Nasional.
[7] Badan Standarisasi Nasional. (2013).
SNI 03- 1727-2013 tentang Beban
Minimum untuk Perencanaan
Bangunan Gedung dan Struktur
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur Volume 21 No.1, Mei 2022 32