1.
Menganalisis Tiap Unsur di Tabel Periodik
Tabel periodik adalah suatu bentuk tabel yang berisi susunan unsur- unsur kimia berdasarkan nomor-
nomor atom yang dimilikinya. Nomor atom yang tersusun tersebut berisi sejumlah proton dalam
konfigurasi elektron tertentu dengan kesamaan sifat yang dimiliki unsur kimia. Tabel periodik terbagi
dalam empat blok, yaitu blok s, p, d, dan f. Dalam satu periode atau baris, di bagian kiri itu menunjukan
sifat logam, sedangkan bagian kanan untuk menunjukan sifat non logam.
Periode
Periode adalah bagian baris horizontal pada tabel periodik kimia dengan trend horizontal
yang lebih signifikan dibandingkan tren vertical karena sulit dipahami. Grameds bisa melihat
pada bagian blok-f menunjukan lantanida dan aktinida membentuk dua seri unsur horizontal
yang bisa menjadi definisi substansial dalam menentukan unsur kimia.
Golongan
Golongan pada tabel unsur- unsur kimia biasa juga disebut juga dengan
istilah famili yang berarti bagian pada tabel periodik yang berbentuk kolom vertikal dengan
trend periodik, bukan menggunakan golongan periode dan blok tertentu.
Blok-s
Blok-s pada tabel periodik kimia adalah unsur dari dua golongan, yaitu logam alkali dan
alkali tanah. Pada susunanya, blok-s juga berisi unsur tambahan dengan hidrogen dan helium.
4. Blok-p
Blok-p pada tabel unsur- unsur kimia terdiri dari enam golongan, yaitu 13 golongan
sampai 18 sesuai dengan ketentuan IUPAC mulai dari 3A hingga 8 A sesuai penamaan Amerika.
Semua bagian pada blok-p juga memiliki kandungan sebagian besar adalah metaloid.
5. Blok-d
Blok-d pada tabel unsur- unsur kimia terdiri dari 3 sampai 12 golongan, mulai dari
golongan 3B hingga 2B dalam sistem penggolongan Amerika. Semua unsur kimia dalam golongan
blok-d adalah logam transisi.
Blok-f
Blok-f pada tabel unsur- unsur kimia sering diletakan dibagian bawah. Perlu Grameds
diketahui bahwa golongan blok-f tidak memiliki nomor golongan yang terdiri dari lantanida dan
aktinida.
Klasifikasi Tabel Periodik
Unsur- unsur kimia miliki pengelompokan berdasarkan sifat fisika dan kimianya masing- masing sesuai
gejala yang dialami oleh unsur tersebut. Itulah sebabnya ada beberapa klasifikasi yang perlu Grameds
ketahui agar bisa memahami tabel periodik dengan benar, seperti berikut ini:
1. Sifat-sifat Umum
Secara umum, unsur- unsur kimia memiliki sifat fisika dan kimia yang terdiri dari tiga kategori, antara lain
logam, metalloid, dan nonlogam. Berikut ini penjelasan lengkap tentang sifat- sifat umum pada unsur-
unsur kimia:
a. Logam biasanya berupa padatan yang berkilau dengan konduktivitas tinggi dan dapat membentuk
alloy dengan bentuk logam lainnya untuk membentuk senyawa ion berupa garam dengan nonlogam atau
selain gas mulia. Berikut ini karakteristik logam pada tabel periodic
1. 78% dari semua unsur yang dikenal adalah logam
2. Ditempatkan di sisi kiri tabel periodik
3. Biasanya padat pada suhu kamar
4. Biasanya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
5. Penghantar panas dan listrik yang baik
6. Dapat ditempa dan diregangkan
b. Nonlogam biasanya berbentuk gas berwarna atau tidak berwarna yang bisa membentuk senyawa
dengan bentuk non logam lainnya secara kovalen. Berikut ini karakteristik nonlogam pada tabel periodik :
1. Terletak di sisi kanan atas Tabel Periodik
2. Total ada 22 non-logam
3. Biasanya padatan atau gas pada suhu kamar
4. Titik leleh dan titik didih rendah
5. Penghantar panas dan listrik yang buruk
c. Metaloid biasanya bersifat di antara logam dan nonlogam ataupun cempuran dari kedua unsurnya
Klasifikasi pada tabel periodic biasanya ditunjukan dengan warna tabel yang berbeda- beda. Untuk
membatasi unsur- unsur logam dan nonlogam adalah dengan banyaknya logam dan nonlogam tersebut
dalam unsur kimia. Logam dan nonlogam selanjutnya diklasifikasikan dalam subkategori dengan gradasi
sifat dari logam nonlogam untuk unsur kimia dalam periode yang sama.
Logam terdiri dari alkali reaktif, logam alkali tanah kurang reaktif, lantanida aktinida, logam transisi, dan
logam pasca-transisi. Sedangkan non logam terdiri dari poliatomik, non logam esensial yang merupakan
non logam hampir mirip metaloid, dan gas mulia monoatomic yang merupakan nonlogam hampir inert
sempurna. Jika metaloid lebih menunjukan sifat logam dan nonlogam, seperti silicon, germanium, arsen,
dan antimony.
2. Keadaan Materi
Hal lain yang juga menjadi pembeda dalam klasifikasi unsur- unsur kimia adalah wujud materi atau fase
unsur tersebut, seperti cair, padat, atau gas dalam temperatur dan tekanan standar (STP). Biasanya unsur
yang berwujud padat memiliki temperatur konvensional dan tekanan atmosfer dan beberapa berwujud
gas. Sedangkan yang berwujud cair hanya brom dan raksa pada 0 ◦C atau sekitar 32 ◦F dengan tekanan
atmosfer normal.
3. Titik Lebur Dan Titik Didih
Titik lebur dan titik didih digunakan untuk mendefinisikan karakter unsur yang dinyatakan dengan derajat
celcius pada tekanan atmosfer tertentu. Sebenarnya klasifikasi unsur berdasarkan titik lebur dan titik
didih sudah diketahui, namun ada beberapa unsur radioaktif dengan jumlah sangat kecil belum
diketahui. Helium atau He hanya memiliki titik didih dan tidak memiliki titik lebur pada penyajian
konvensional karena tetap berada pada wujud cair meskipun dalam keadaan nol mutlak pada tekanan
atmosfer.
4. Massa Jenis
Klasifikasi tabel periodik juga seringkali menggunakan massa jenis pada temperatur dan tekanan standar
(STP) sebagai karakter unsur kimia. Massa jenis kemudian dinyatakan dalam gram per sentimeter kubik
atau g/cm3. Massa jenis biasanya juga dinyatakan untuk wujud gas pada temperatur pengukuran wujud
tertentu. Misalnya saat dicairkan atau dipadatkan maka unsur gas memiliki massa jenis yang sama
dengan unsur kimia lainnya.
Saat sebuah unsur kimia memiliki alotrop dengan massa jenis yang berbeda, maka salah satu alotrop
yang mewakilinya akan dipilih dalam penyajian kesimpulan. Sedangkan massa jenis pada masing-masing
alotrop dapat dijelaskan pada bagian detailnya. Contohnya tiga alotrop karbon yakni karbon amorf,
grafit, intan memiliki massa jenis masing-masing yaitu 1,8-2,1; 2,267; dan 3,515 g/cm3.
5. Struktur Kristal
Perlu Grameds ketahui bahwa unsur kimia yang diteliti sampai saat ini sebagai sampel zat padat memiliki
delapan jenis struktur Kristal dalam materialnya. Yakni kubik, kubik pusat badan, kubus pusat muka,
heksagonal, monokinis, ortorombik, rhombohedral, dan tetragonal. Pada beberapa unsur transuranium
sintetis, sample unsur kimia yang tersedia sangat sedikit jumlahnya untuk bisa menentukan struktur
kristalnya.
6. Asal Usulnya Di Bumi
Ada 94 unsur pertama yang terbentuk secara alami , sedengakan ada 24 unsur lainnya yang terbentuk
secara artifisial sebagai produk sintesis lewat reaksi nuklir buatan.
Ada 83 unsur kimia yang dianggap primordian dan bersifat stabil atau radioaktif yang lemah. 11 unsur
sisanya dianggap sebagai unsur fanal karena memiliki waktu paruh singkat untuk berada di awal tata
surya. 11 unsur tersebut ada 5 unsur polonium, radon, radium, actinium, dan protactinium.
Unsur tersebut adalah material peluruhan dari torium dan 6 unsur lainnya adalah unsur fana lainnya
yang diproses dengan reaksi nuklir langka dengan melibatkan titanium atau unsur- unsur barat. Sisa
unsur tersebut adalah teksinium, astatin, promethium, neptunium, fransium, dan plutonium.
CARA MEMBACA TABEL PERIODIK
Nah, setelah memahami pengertian dan keterangan tentang tabel periodik kimia, Grameds perlu
mengetahui cara membaca tabel periodik tersebut karena agar bisa mendefinisikan unsur kimia dengan
tepat. Ada beberapa tips cara untuk membacanya dengan memahami sejumlah hal berikut ini:
1. Membaca Tabel Periodik Dari Kiri Atas Ke Kanan Bawah
Tabel unsur- unsur kimia ini tersusun berdasarkan nomor atom, sehingga semakin ke kanan dan ke
bawah, nomor atom akan semakin besar. Nomor atom pada tabel periodik adalah jumlah banyaknya
proton yang dimiliki atom unsur kimia dan semakin ke kanan nomor massa atom akan semakin besar.
Grameds bisa memahami berat unsur kimia tertentu meskipun hanya melihat letaknya pada tabel
periodik kimia tersebut.
Tabel periodik semakin ke kanan dan ke bawah menunjukan massa atom unsur kimia yang bertambah
karena dihitung dengan jumlah proton dan neutron disetiap atom unsur kimia tersebut. Jumlahnya akan
terus bertambah karena jumlah protonnya juga bertambah, sedangkan material elektron tidak
berpengaruh banyak terhadap berat atom.
2. Pahami Unsur Kimia
Setiap unsur kimia pasti mengandung 1 proton lebih banyak daripada atom disebelah kirinya dalam tabel
periodik. Untuk cara mengatasinya Grameds bisa melihat nomor atom yang tersusun dari kiri ke
kanannya.
Unsur-unsur kimia ini dipisahkan menjadi 3 golongan, misalnya baris pertama menunjukan hidrogen
yang memiliki nomor atom 1, dan helium memiliki nomor atom 2. Maka Grameds bisa mendefinisikan
bahwa kedua unsur tersebut terletak diujung tabel periodik sebelah kiri dan kanan karena berada pada
golongan yang berbeda.
3. Mengenal Golongan Atom Dengan Sifat Fisik Yang Sama
Golongan tabel periodik ditampilkan oleh kolom vertikal dan golongan dicirikan dengan beberapa warna
yang sama. Warna ini bisa Grameds gunakan untuk membantu mengidentifikasi unsur-unsur mana yang
memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir mirip. Sehingga akan lebih mudah memprediksi reaksi unsur
kimia dari setiap golongan dengan jumlah elektron yang sama sekalipun.
Seluruh unsur kimia hanya masuk dalam satu golongan, kecuali hidrogen yang masuk kelompok halogen
atau logam alkali. Unsur kmia hidrogen bahkan muncul di kedua golongan dalam tabel periodik.
4. Perhatian Ruang Kosong Pada Tabel
Hal yang juga perlu Grameds memperhatikan adalah penyusunan unsur-unsur ke dalam kelompok dan
golongan untuk memperkirakan sifat-sifat fisik dan kimia yang sama. Cara ini bisa memudahkan Grameds
memahami setiap unsur yang bereaksi. Jika unsur kimia bertambah maka penggolongannya juga
semakin sulit, itulah alasannya mengapa ada ruang kosong pada tabel unsur- unsur kimia ini. Misalnya
pada 3 baris pertama tabel memiliki ruang kosong karena berfungsi untuk logam transisi yang akan
dimunculkan di tabel periodik, yaitu nomor atom 21.
5. Perhatian Bahwa Setiap Baris Disebut Periode
Semua unsur kimia pada satu periode pasti memiliki jumlah orbital atom yang sama, kemudian akan
dilintasi oleh elektron-elektron tertentu. Jumlah orbital ini akan sesuai dengan jumlah periode pada
tabel periodik dengan menunjukan 7 baris yang artinya adalah 7 periode. Misalnya unsur periode 1
dengan 1 orbital, sedangkan unsur periode 7 juga memiliki 7 orbital. Contoh tersebut diberi nomor 1-7
dari atas ke bawah di bagian kiri tabel periodik.
6. Bedakan Antara Logam, Semi Logam, dan Nonlogam
Grameds perlu mengenal jenis unsurnya agar lebih mudah memahami sifat-sifat unsur pada tabel
periodik. Klasifikasi yang ditunjukan dengan perbedaan warna pada tabel periodik ini menunjukan
apakah unsur tersebut masuk kelompok logam, semi logam, atau nonlogam. Grameds bisa perhatikan
pembedanya untuk menemukan unsur logam di kanan tabel, sedangkan unsur kimia non logam berada
di bagian kiri dan kelompok semi logam berada di antara logam dan nonlogam.