Ahma
SENI RUPA
d Ya Kelas VII Semester 1
ni
Firiyal A
fifah
Nur Fatikasari
Agefa Nagi
Hadayana Mannawi, S. Pd
Unit 1 :
Menggambar
Sub Unit A :
Rupa Dasar
Hadayana Mannawi, S. Pd
SENI RUPA Tipografi
Yuni Shara
Unit 3 :
Nornaningsih
Membuat
Tipografi Dan Logo Rano Karno
Ahmad Yani
Sub Unit B:
Tipografi: Aplikasi Tipografi
Hadayana Mannawi, S. Pd.,Gr
CAPAIAN PEMBELAJARAN
1. Menggunakan pensil untuk membuat garis tebal,
tipis, lurus, lengkung.
2. Menggunakan pewarna untuk menciptakan komposisi
warna yang menarik (berdampak bagi dirinya)
3. Menggambarkan komposisi benda sesuai dengan
proporsinya menggunakan alat bantu gambar (grid).
4. Menggunakan pensil untuk menciptakan arsir yang
menunjukkan volume.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Alur Tujuan Pembelajaran
Hadayana Mannawi, S. Pd
Alur Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pengamatan gambar di buku dan penjelasan
guru peserta didik mampu menggunakan pensil untuk
membuat garis tebal, tipis, lurus, lengkung
2. Melalui tayangan gambar/video, peserta didik dapat
mengidentifikasi dan meresapi penggunaan pewarna
dalam menggambar.
3. Melalui praktik peserta didik mampu membuat karya
sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai akar
budaya sehari-hari dengan menggunakan pewarna
untuk menciptakan komposisi warna yang menarik
(berdampak bagi dirinya)
Hadayana Mannawi, S. Pd
PERTANYAAN
PEMANTIK
1. BAGAIMANA KAMU
MENDAPATKAN IDE
UNTUK MEMBUAT
KARYA KARYAMU?
2. APA YANG
DIMAKSUD DENGAN
RUPA DASAR?
Hadayana Mannawi, S. Pd
Saya mendapatkan ide untuk membuat karya dari berbagai sumber. Beberapa cara yang dapat
membantu siswa menghasilkan ide kreatif dalam seni khususnya menggambar meliputi:
1. Pengamatan Sekitar:
Mengamati objek di sekitarnya, baik itu alam, objek rumah tangga, atau orang, dapat
memberikan inspirasi untuk menggambar.
2. Pengalaman Pribadi:
Siswa dapat mempertimbangkan pengalaman pribadi atau perasaan mereka sebagai dasar ide.
Menciptakan karya seni sebagai bentuk ekspresi diri seringkali menjadi sumber inspirasi yang
kuat.
3. Studi Karya Seniman Lain:
Meneliti karya seniman terkenal atau kontemporer dapat membantu siswa memahami berbagai
gaya dan teknik, serta memberikan inspirasi untuk menciptakan karya-karya mereka sendiri.
4. Eksperimen dengan Gaya dan Teknik:
Siswa dapat mencoba eksperimen dengan berbagai gaya dan teknik menggambar. Misalnya,
menggunakan pensil, tinta, atau bahkan media digital untuk menciptakan karya yang unik.
5. Tematik atau Konseptual:
Menentukan tema atau konsep khusus untuk dijelajahi dalam karya seni dapat membantu siswa
fokus dan mendapatkan ide yang lebih terarah.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Rupa dasar merujuk pada elemen-elemen dasar yang membentuk suatu karya seni.
Ini termasuk:
1. Titik: elemen terkecil yang paling sederhana yang dapat digunakan untuk
membentuk garis, pola, dan bentuk
2. Garis:Jalur yang menghubungkan dua titik. Garis dapat bervariasi dalam
bentuk dan panjang.
3. Bentuk: Area yang dibatasi oleh garis. Bentuk bisa berupa objek nyata atau
abstrak.
4. Warna: Sifat visual suatu objek yang dihasilkan oleh spektrum cahaya.
5. Tekstur: Sifat visual atau taktil dari suatu objek.
6. Nilai: Derajat kegelapan atau kecerahan suatu warna.
7. Ruang: Tata letak objek dalam suatu karya seni, termasuk ruang positif
(objek utama) dan ruang negatif (area kosong di sekitarnya).
Dan pengaturan (komposisi, keseimbangan, proporsi, kesatuan, dan irama).
Hadayana Mannawi, S. Pd
Kegiatan Inti
Mengamati
Gambar
Hadayana Mannawi, S. Pd
Pengertian Seni Rupa
Seni Rupa adalah uangkapan, gagasan
atau perasaan yang bermakna yang
diwujudkan melalui media: titik, garis,
bidang, volume (ruang), bentuk, warna,
tekstur dan gelap terang yang ditata dengan
prinsip-prinsip tertentu.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Unsur-unsur
Seni Rupa:
1.. Titik
1
2. Garis
2.
3. Bidang
3.
4. Volume (ruang)
4.
5. Bentuk
5.
6. Warna
6.
7. Tekstur
7.
8. Gelap terang
8.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Unsur-Unsur Seni Rupa
.
Titik
Bentuk
Warna
Volume (ruang)
(Rupa Dasar) Garis
Tekstur
Gelap terang
Bidang
Hadayana Mannawi, S. Pd
RUPA DASAR
Rupa dasar adalah bentuk bentuk
dasar (titik, garis, bentuk, warna,
tekstur, gelap terang) dan
pengaturan (komposisi,
keseimbangan, proporsi, kesatuan,
dan irama).
Hadayana Mannawi, S. Pd
Jenis-jenis seni rupa menurut dimensinya
1. Seni rupa 2 dimensi : yaitu seni rupa yang dapat dilihat dari arah
depan saja yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Contohnya:
lukisan. Gambar dlll
2. Seni rupa 3 dimensi : yaitu seni rupa yang dapat dilihat dari
segala arah ( depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah)
yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau memiliki
volume (ruang). Contohnya: patung, meja, tempat air minum dll.
Bentuk gambar seni rupa :
1. Silindris: semua benda yang bentuknya bulat
2. Kubistis: semua benda yang bentuknya persegi
Hadayana Mannawi, S. Pd
Bentuk komposisi terbagi atas 3 yaitu:
1. Simetris: Benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan
pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanan.
Komposisi simetris memiliki keseimbangan benda yang sama dalam
bentuk dan ukurannya.
2. Asimetris: Benda di letakkan dalam posisi tidak sama, posisi dan
ukurannya. Namun tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan,
dan kesatuan antar benda atau objek gambar.
3. Sentral: Perhatian benda atau objek model gambar terletak di
tengah-tengah bidang gambar. Penempatan model diatur sesuai
dengan proporsi, bentuk model diatur seimbang. Penempatan benda
memiliki kesatuan antarbenda.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Contoh Bentuk komposisi
[Link] Simetris 2. Komposisi Asimetris 3. Komposisi Sentral (Pusat
Hadayana Mannawi, S. Pd
Bentuk gambar dalam unsur seni
rupa dapat dikelompokkan :
1. Geometris:
Bentuk geometris merupakan suatu bentuk yang memiliki
wujud yang jelas, serta mempunyai ukuran dan dapat
diukur secara pasti. Bentuk-bentuk geometris memiliki
garis, sudut, bidang, serta ruang yang tegas dan teratur.
Bentuk geometris banyak digunakan dalam berbagai
karya seni batik dan lukisan. Contoh bentuk geometris yaitu
bentuk persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, kubus,
balok, limas, kerucut, tabung, bola, dan lain-lain.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Bentuk gambar dalam unsur seni
rupa dapat dikelompokkan :
2. Nongeometris:
Bentuk non geometris merupakan berkebalikan dari bentuk
geometris. Bentuk non geometris adalah bentuk yang tidak memiliki
ukuran pasti. Bentuk-bentuk non geometris umumnya cenderung
lebih bebas, namun memiliki susunan yang rapi.
Bentuk non geometris memiliki sifat yang fleksibel, serta tidak
terpaku pada bentuk bangun ruang. Bentuk-bentuk non geomatris
tidak dapat diukur secara matematis. Biasanya, bentuk non-
geometris diambil dari bentuk tumbuhan, hewan, dan benda-benda
alam, seperti bunga, pohon, awan, kucing, burung, ikan, dan lain-
lain.
Hadayana Mannawi, S. Pd
Hadayana Mannawi, S. Pd
Hadayana Mannawi, S. Pd
Hadayana Mannawi, S. Pd
Contoh gambar non geometris
Hadayana Mannawi, S. Pd
Refleksi
Tuliskan semua
kesimpulan materi
hari ini !!!
Hadayana Mannawi, S. Pd
Terima Kasih
Semoga kamu bisa
Semoga kamu bisa
mendapatkan ilmu yang
mendapatkan ilmu yang
bermanfaat dari materi ini
bermanfaat dari materi ini ! !
Hadayana Mannawi,
Hadayana S. Pd
Mannawi, S. Pd