0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Hukum Perbankan dan Pencucian Uang

Diunggah oleh

margarethaadolfina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Hukum Perbankan dan Pencucian Uang

Diunggah oleh

margarethaadolfina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NASKAH TUGAS MATA KULIAH

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2021/20.2

Fakultas : FHISIP
Program Studi : Ilmu Hukum
Kode/Nama MK : HKUM4308/Hukum Perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang
Tugas : 1/2/3*)
Penulis Soal/Institusi : Dr. Azizah, SH.,[Link]./Universitas Islam Ogan Komering Ilir
Penelaah Soal//Institusi : Purwaningdyah MW,[Link]./Universitas Terbuka

Capaian Pembelajaran:
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan mengenai pengertian tindak pidana pencucian
uang dan konsep pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan

Indikator :
Memahami tentang tugas dan wewenang PPATK serta menganalisis berdasarkan
pemahamannya tentang tindak pidana pencucian uang

Soal Tugas Tutorial 3

Penanganan TPPU sebagai tindak pidana khusus di Indonesia, dimulai sejak disahkannya
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15
Tahun 2002 tentang TPPU, telah menunjukkan arah yang positif. Hal itu, tercermin dari
meningkatnya kesadaran dari penyedia jasa keuangan dalam melaksanakan kewajiban pelaporan,
lembaga pengawas dan pengatur dalam pembuatan peraturan. Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) dalam hal ini melakukan kegiatan analisis dan penegak hukum
dalam menindaklanjuti hasil analisis, hingga penjatuhan sanksi pidana dan/atau sanksi
administratif.

Sumber: ([Link])

1. Berdasarkan artikel di atas, mengapa PPATK juga disebut sebagai lembaga Financial
Inteligence Unit ? (skor 50)
2. Berdasarkan artikel di atas, mengapa Tindak Pidana Pencucian Uang terkatagori sebagai
tindak pidana khusus? (skor 50)

*) coret yang tidak perlu


JAWABAN

1. Secara internasional PPATK merupakan suatu Financial Intelligence Unit (FIU) yang
memiliki tugas dan kewenangan untuk menerima laporan transaksi keuangan, melakukan
analisis atas laporan transaksi keuangan, dan meneruskan hasil analisis kepada lembaga
penegak hukum.

Lembaga PPATK pertama kali dikenal di Indonesia dalam Undang-undang Nomor 15


Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang diundangkan pada tanggal 17
April 2002. Pada tanggal 13 Oktober 2003, Undang-undang tersebut mengalami
perubahan dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-
undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dalam rangka
memberikan landasan hukum yang lebih kuat untuk mencegah dan memberantas tindak
pidana pencucuan uang, pada tanggal 22 Oktober 2010 diundangkan Undang-undang No.
8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
yang menggantikan Undang-undang terdahulu.

Keberadaan Undang-undang No. 8 Tahun 2010 memperkuat keberadaan PPATK sebagai


lembaga independen dan bebas dari campur tangan dan pengaruh dari kekuasaan
manapun. Dalam hal ini setiap orang dilarang melakukan segala bentuk campur tangan
terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan PPATK. Selain itu, PPATK wajib menolak
dan/atau mengabaikan segala campur tangan dari pihak mana pun dalam pelaksanaan
tugas dan kewenangan.

PPATK bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Sebagai bentuk akuntabilitas,
PPATK membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas, fungsi dan
wewenangnya secara berkala setiap 6 (enam) bulan kepada Presiden dan Dewan
Perwakilan Rakyat.

Upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang menggunakan


pendekatan mengejar hasil kejahatan (follow the money) dalam mencegah dan
memberantas tindak pidana. Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak
(dikenal dengan Rezim Anti Pencucian Uang) yang masing-masing memiliki peran dan
fungsi signifikan, diantaranya Pihak Pelapor, Lembaga Pengawas dan Pengatur, Lembaga
Penegak Hukum, dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, untuk menunjang efektifnya pelaksanaan upaya pencegahan dan


pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia, melalui Peraturan Presiden
No. 6 Tahun 2012 tanggal 11 Januari 2012, telah ditetapkan pembentukan Komite
Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
(Komite TPPU) yang diketuai oleh Menko Politik, Hukum dan Keamanan dengan wakil
Menko Perekonomian dan Kepala PPATK sebagai sekretaris Komite.

Anggota Komite TPPU lainnya adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri,
Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN,
Gubernur Bank Indonesia, Kepala BNPT dan Kepala BNN. Komite ini bertugas
mengkoordinasikan penanganan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian
uang.

Selain dalam lingkup domestik, PPATK secara aktif memanfaatkan koordinasi dan
kerjasama dengan FIU negara lain serta Forum Internasional seperti The Egmont Group.
Berbagai kerjasama tersebut dilakukan PPATK mengingat pencucian uang merupakan
kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan yang multidisiplin,
kemajuan teknologi serta tidak mengenal batas wilayah.

Pendekatan Anti Pencucian Uang merupakan pendekatan yang melengkapi pendekatan


konvensional yang selama ini dilakukan dalam memerangi kejahatan. Pendekatan ini
memiliki beberapa kelebihan dan terobosan dalam mengungkap kejahatan, mengejar hasil
kejahatan dan membuktikannya di pengadilan. Dengan keberadaan PPATK dan Rezim
Anti Pencucian Uang memiliki tujuan akhir untuk menjaga stabilitas dan integritas
keuangan serta membantu upaya penegakan hukum untuk menurunkan angka
kriminalitas.

Keberadaan situs PPATK kami tujukan sebagai sarana akuntabilitas kinerja PPATK
kepada publik dan stakeholder. Kami menyadari sepenuhnya makna hal tersebut, yakni
dalam rangka pertanggungjawaban dan agar publik dapat ikut serta mengontrol kinerja
PPATK.

Kedua, sebagai sarana sosialisasi, komunikasi dan edukasi kepada publik dan
stakeholder, untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan tindak
pidana pencucian uang.

Peran serta publik dan stakeholder sangat penting untuk mendukung langkah-langkah
yang dilakukan PPATK dalam memerangi kejahatan dengan pendekatan pengejaran hasil
kejahatan (follow the money) yang bertujuan akhir untuk menjaga stabilitas sistem
keuangan dan menurunkan angka kriminalitas.

2. Tindak pidana pencucian uang terbilang sebagai tindak pidana baru di sistem hukum
pidana Indonesia. Tindak pidana ini bukan hanya mengancam integritas sistem keuangan
dan stabilitas perekonomian, tapi juga membahayakan sendi-sendi kehidupan
bermasyarakat. Pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang diatur
dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2010. Unsur-unsur tindak pidana ini meliputi
pelaku, perbuatan melawan hukum serta unsur hasil pidana.
Tindak pidana khusus merupakan jenis perkara-perkara pidana yang pengaturan
hukumnya berada di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang
merupakan kitab undang-undang yang terkodifikasi, mempunyai karakteristik dan
penanganan perkara yang khusus dan spesifik, baik dari aturan hukum yang
diberlakukan, hukum acaranya, penegak hukumnya, maupun pengacara yang
menanganinya.
Awalnya, tindak pidana khusus dikenal sebagai hukum pidana khusus, kemudian berubah
menjadi hukum tindak pidana khusus. Beberapa tindak pidana yang merupakan bagian
dari tindak pidana khusus adalah tindak pidana ekonomi, tindak pidana psikotropika,
tindak pidana narkotika dan lain sebagainya.

Beberapa tindak pidana tersebut dikategorikan ke dalam tindak pidana khusus karena
tindak pidana tersebut memerlukan pengaturan yang lebih komprehensif dan bukan
sekadar hanya mendapatkan rumusan tindak pidana saja.

Anda mungkin juga menyukai