0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Augmented Reality Tanpa Marker untuk Furnitur

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Augmented Reality Tanpa Marker untuk Furnitur

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science


Journal Homepage: [Link]
Vol. 4 Iss. 1 January 2024, pp: 71-77
ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575

Implementation of Markerless Augmented Reality Method as an Android


Based Home Furnishing Promotion Media

Implementasi Metode Markerless Augmented Reality Sebagai Media


Promosi Home Furnishing Berbasis Android

Violi Miyanti1*, Asep Muhidin2, Dodit Ardiatma3


1,2
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
Universitas Pelita Bangsa, Bekasi, Indonesia
3
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik,
Universitas Pelita Bangsa, Bekasi, Indonesia

E-Mail: 1violimiyanti12@[Link],
2
[Link]@[Link], 3doditardiatma@[Link]

Received Sep 2nd 2023; Revised Nov 22th 2023; Accepted Dec 14th 2023
Corresponding Author: Violi Miyanti

Abstract

It is undeniable that the rapid development of smartphones makes many applications using Augmented Reality more
attractive. As well as the lack of media promotion of furniture sales using Augmented Reality. The implementation of
Augmented Reality into an Android application aims to minimize the common problems that occur when buying furniture.
Augmented Reality technology is a technology that unites the real world and the virtual world using hardware, namely the
camera. This technology does not completely replace a reality but adds some virtual objects in the form of 2 dimensions or
3 dimensions into a real 3-dimensional environment and then displayed in real time or real time. So far, Augmented Reality
has been applied using Markers or better known as the Markerbase method. Among the two Augmented Reality methods,
the Markerless Augmented Reality (MAR) method is one of the methods that is currently developing. This method makes
users no longer have to use markers to display digital elements.

Keyword: Android, Application, Augmented Reality, Furniture, Markerless

Abstrak

Tak bisa dipungkiri perkembangan smartphone yang begitu pesat membuat banyak aplikasi menggunakan Augmented
Reality lebih menarik. Serta sedikitnya media promosi penjualan furniture menggunakan Augmented Reality. Implementasi
Augmented Reality kedalam sebuah aplikasi Android bertujuan agar dapat meminimalisir permasalahan umum yang terjadi
ketika membeli furniture. Teknologi Augmented Reality merupakan suatu teknologi yang menyatukan antara dunia nyata
dan dunia maya dengan menggunakan perangkat keras yaitu kamera. Teknologi ini tidak sepenuhnya menggantikan sebuah
realitas tetapi menambahkan beberapa benda-benda maya dalam bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi kedalam lingkungan
nyata 3 dimensi lalu ditampilkan secara real time atau waktu yang sebenarnya. Selama ini Augmented Reality diaplikasikan
dengan menggunakan Marker atau yang lebih dikenal dengan metode Markerbase. Diantar dua metode Augmented Reality,
metode Markerless Augmented Reality (MAR) adalah salah satu metode yang sedang berkembang saat ini. Metode ini
membuat pengguna tidak lagi harus menggunakan marker untuk menampilkan elemen-elemen digital.

Kata Kunci: : Android, Aplikasi, Augmented Reality, Furnitur, Markerless

1. PENDAHULUAN
Teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Salah satu bentuk
perkembangan teknologi yang ramai diperbincangkan adalah perkembangan computer dan smartphone.
Perkembangan itu belum diimbangi dengan cara memanfaatkan computer dan smartphone secara maksimal.
Kebanyakan dari manusia lebih banyak memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut hanya sebagai sarana
untuk bermain game dan social media. Tanpa memikirkan kesempatan yang bisa dimanfaatkan sebagai media
untuk yang lebih bermanfaat dan tentunya membuat pekerjaan menjadi mudah. Salah satu sistem operasi

DOI: [Link] 71
MALCOM-04(01): 71-77

smartphone yang sedang berkembang saat ini adalah android. Tak bisa dipungkiri perkembangan smartphone
yang begitu pesat membuat banyak aplikasi menggunakan Augmented Reality lebih menarik [1].
Teknologi smartphone dalam strategi pemasaran sangatlah berperan besar dalam media promosi. Sering
kali media promosi yang ada saat ini masih menggunakan brosur. Serta sedikitnya media promosi penjualan
furniture menggunakan Augmented Reality. Oleh karena itu, cukup banyak calon konsumen yang awalnya
tidak memperhitungkan ukuran ruangan saat membeli furniture. Kebingungan yang timbul dalam menentukan
posisi furniture sesuai dengan ukuran ruangan dan desain ruangan, menyebabkan konsumen terus
memindahkan barang-barang lainnya agar furniture baru tersebut pas dengan ruangan dan menyatu. Hal ini
terjadi keruka adna ingin membeli furniture. Implementasi Augmented Reality kedalam sebuah aplikasi
Android bertujuan agar dapat meminimalkan masalah umum yang terjadi saat membeli furniture, seperti
ketidaksesuaian ukuran atau desain furniture dengan ruangan [2].
Menurut Bahasanya, Augmented Reality adalah penambahan realitas pada suatu medium. Media ini
dapat berupa kertas atau melalui alat input tertentu. Teknologi Augmented Reality adalah teknologi yang
menggunakan perangkat keras yang disebut kamera untuk memudahkan dunia nyata dan dunia maya.
Teknologi ini tidak sepenuhnya menggantikan kenyataan, tetapi menambahkan beberapa objek virtual dalam
bentuk dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam lingkungan tiga dimensi nyata dan menampilkannya secara
real-time atau waktu nyata [3].
Hingga saat ini, Augmented Reality diterapkan dengan menggunakan marker atau lebih dikenal dengan
metode berbasis marker. Dari kedua metode Augmented Reality tersebut, Markerless Augmented Reality
(MAR) merupakan salah satu metode yang sedang dikembangkan. Metode ini menghilangkan kebutuhan
pengguna untuk menggunakan penanda untuk menampilkan item digital. --Hal ini membuat aplikasi
Augmented Reality lebih praktis dan dapat digunakan dimana saja tanpa perlu mencetak marker. Metode
Markerless dipilih karena merupakan metode yang baru dan memiliki fiture yang tidak ditawarkan oleh marker
based tracking. Dengan menggunakan metode markerless, pengguna aplikasi hanya perlu memilih jenis produk
Ketika ingin menampilkan berbagai objek tiga dimensi dalam sebuah adegan tanpa memerlukan banyak
gambar target. Furniture yang tersedia selanjutnya, sejajarkan kamera penanda dan objek 3D akan otomatis
muncul [4].

2. METODOLOGI
Analisa untuk merancang kebutuhan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Jenis data kualitatif
yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data tidak dalam bentuk angka, meliputi informasi tentang kriteria
– kriteria apa saja yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan ke dalam aplikasi berbasis Augmented
Reality. Metode pengumpulan data dalam melakukan pegumpulan data penulis menggunakan beberapa metode
yaitu:
1. Data Primer
Observasi, Penulis melakukan pengumpulan data dengan melihat bagaimana Markerless
diimplementasikan kedalam Bahasa pemograman. Google, Stackoverflow, Github dan Developer
lainnya sangat berperan dalam pengumpulan data dengan observasi.

2. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari data penulis tersedia dalam bentuk siap pakai berupa informasi dan kutipan
baik dari internet maupun dari literatur, perpustakaan dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang
dilakukan.

Gambar 1. Tahapan Penelitian

Tahap dalam penelitian ini dimulai dengan studi literatur yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi terkait pengembangan dan metode teknologi Augmented Reality. Tahap selajutnya adalah
melakukan Analisa kebutuhan. Tahapan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisa
kebutuhan sistem mulai dari perancangan UseCse, User Interface, dan Objek 3D. Tahap selanjutnya adalah
implementasi, pada fase ini dilakukan dengan pengcodean sistem menggunakan teknologi Android Studio dan
Blender. Tahap selanjutnya adalah pengujian sistem, pada fase ini adalah tahapan terakhir dalam
pengembangan sistem.

2.1. Pengertian Augmented Reality


Menurut Ronald. T Azuma (1997) Augmented Reality adalah penggabungan benda-benda nyata dan
maya di lingkungan nyata secara interakting dalam waktu nyata, berjalan secara integrasi antar benda dalam

Implementasi Metode Markerless Augmented Reality Sebagai... (Miyanti et al, 2024) 72


ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575

tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Penggabungan benda nyata dan benda maya
dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-
perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yg efektif [2].

2.2. Pengertian Metode Markerless


Marker adalah penanda yang memiliki titik-titk pola pada sebuah penanda sehingga memungkinkan
kamera untuk mendeteksi marker dan akan menampilkan objek 3D yang telah di implementasikan ke dalam
Augmented Reality (AR) [5]. Terdapat 2 jenis metode marker dalam teknologi AR diantaranya:
1. Marker Based Tracking
Metode Marker Based Tracking ini telah lama dikenal dalam perancangan teknologi Augmented Reality
dimana sistem ini membutuhkan sebuah marker berupa gambar unutk dianalisa untuk membentuk objek
3D atau Realty [5]. Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas tiang
tebal dan latar belang putih. Perangkat akan mengenali posisi dan orientasi marker dan menciptakan
dunia virtual 3D. Marker Based Tracking sudah dikembangkan sejak tahun 1980-an dan pada awal
1990-an [2].

2. Markerless Augmented Reality


Markerless Augmented Reality adalah metode yang saat ini sedang berkembang. Metode ini tidak
memerlukan marker untuk menampilkan elemen-elemen digital [5]. Terdapat beberapa teknologi
markerless AR, diantaranya:
a. Face Tracking
Prinsip kerja Face Tracking adalah mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali
posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain disekitarnya
seperti pohon, dinding, bangunan, dan benda-benda lainnya. Teknik ini bisa digunakan untuk
berbagai keperluan seperti deteksi kondisi kulit untuk kesehatan, AR makeup untuk hiburan, dsb.

b. 3D Object Tracking
Teknik 3D Object Tracking dapat mengenali semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil,
meja, televisi, dan masih banyak lagi.

c. Motion Tracking
Teknologi ini bekerja dengan cara menangkap Gerakan, Motion Tracking banyak digunakan dalam
proses pembuatan film-film dengan mensimulasikan gerakan.

d. GPS Based Tracking


Teknologi GPS Based Tracking saat ini sangat populer dan banyak dikembangkan pada aplikasi
smartphone (Android dan IOS) dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam
sebuah smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian
menampilkannya dalam bentuk arah yang kita inginkan secara real-time.[2]

Terdapat dua metode untuk mendeteksi marker: satu penanda (single marker) dan banyak penanda
(multimarker). Single marker mendeteksi gambar yang digunakan sebagai media penanda, Dimana
hanya satu objek yang terlihat. Metode single marker adalah metode kamera yang hanya melacak satu
objek yang difoto. Artinya, marker akan menghasilkan objek 3D saat dipindai oleh kamera smartphone.
Mutli marker adalah metode yang dapat mendeteksi banyak objek yang mungkin muncul selama satu
deteksi marker. Multi marker adalah metode pengembangan single marker di mana kamera melacak
beberapa objek yang diambil. Dalam implementasinya, beberapa pendekatan motode dapat dilakukan,
seperti deteksi sudut sebagai penabelan komponen dan deteksi sudut dari bebrapa bentuk marker. Salah
satu metode Augmented Reality yang saat ini sedang berkembang adalah metode Markerless
Augmented Reality. Dengan metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker yang
berbentuk persegi dan berwarna hitam putih untuk menampilkan elemen digital. Metode dimana sistem
dapat mengenali segala bentuk benda nyata di sekitar pengguna disebut metode 3D Object
Recognition.[6]–[8].

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada penilitian ini dihasilkan sebuah aplikasi sistem informasi berbasis android yaitu theFurniture
berupa katalog digital yang bertujuan untuk memudahkan para customer ketika ingin membeli sebuah
furniture. Aplikasi theFurniture dapat memudahkan customer dalam memilih bentuk, jenis serta ukuran sebuah
furniture, karena aplikasi tersebut dapat menampilkan objek furniture kedalam 3D dan dapat diperbesar,

MALCOM - Vol. 4 Iss. 1 January 2024, pp: 71-77 73


MALCOM-04(01): 71-77

diperkecil serta memutar 360o serta customer dapat menapilkan onjek 3D furniture dibagian sudut-sudut rumah
yang ingin diisi dengan furniture baru.

3.1. Markerless Augmented Reality


Markerless merupakan metode dalam AR yang tidak lagi bergantung kepada markerless digunakan
dalam pelacakan objek yang ada pada dunia nyata untuk diproyeksikan kedalam dunia maya tanpa memiliki
tanda spesial (marker). Dengan metode ini user tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk
menampilkan elemen-elemen digital dengan tools yang disediakan oleh Qualcomm untuk pengembangan
Augmented Reality berbasis mobile, mempermudah pengembang untuk membuat aplikasi augmented reality
secara markerless.
3.2. Augmented Reality
Augmented Reality menggunakan Computer Vision untuk menampilkan konten digital yang relevan
dengan yang dilihat user. Kemudian konten digital akan disajikan secara realistis, sehingga terlihat seperti
bagian dari dunia nyata, inilah yang disebut Rendering.
1. Computer Vision
Computer Vision bidang ilmiah interdisipliner yang membahas bagaimana komputer dibuat untuk
memperoleh pemahaman tingkat tinggi dari gambar atau vidio. Dari perspektif teknik, computer vision
berupaya otomatis berjalan sesuai dengan apa yang dapat dilakukan oleh sistem visual manusia.

2. Komponen Augmented Reality


Pembuatan Augmented Reality membutuhkan:
a. Model 3D objek
b. Korespodensi kalibrasi antara user dengan aplikasi
c. Tracking untuk menentukan sudut pandang
d. Real-time Display

3.3. Step By Step Augmented Reality Markerless


Untuk menjalankan Markerless Augmented Reality perlu mendeteksikondisi lingkungan. Kondisi harus
dikenali terlebuh dahulu agar dapat menjalankan Augmented Reality. Kondisi lingkungan yang dimaksud disini
tidak hanya sebatas pada lingkungan yang sudah pernah dikenali. Tetapi meliputi lingkungan yang belum
pernah dikenali sebelumnya, dalam hal ini tentu saja setiap lingkungan memiliki kompleksitas dan detail yang
berbeda beda.
1. Sistem ini terdiri dari 3 bagian:
a. Device
Pada smartphone, pasti sudah tedapat kamera, sensor accelerometer, sensor gyroscope bahkan
terkadang ada beberap asensor tambahan seperti GPS, light sensor, depth sensor dan lain-lain.
b. Front End
Membangun titik-titik kunci untuk tempat keluar nya objek 3D (peta), peta dilacak secara terus
menerus agar mengenali tempat-tempat yang belum pernah dikenal.
c. Back End
Memanggil dan menyimpan data objek 3D.

2. Cara penggunaan aplikasi


Berikut ini adalah urutan tata cara menjalankan aplikasi Augmented Reality dengan menggunakan
metode Markerless:
a. Buka Aplikasi akan langsung masuk ke home.
b. Silahkan pilih klik button Get Started.
c. Setelah itu akan masuk ke menu kategori Furniture, yang mana ada beberapa pilihan Furniture
seperti Lemari, Sofa dan Meja.
d. Setelah memilih kategori yang diinginkan user dapat memilih jenis dan model Furiniture diantara
Lemari, Sofa dan Meja.
e. Setelah itu user dapat klik gambar Furtniture yang ingin di tampilkan dalam bentuk objek 3D.
f. Klik button place untuk menampilkan barang yang akan dilihat objek 3D menggunakan
Smartphone.
g. Akan tampil objek 3D setelah menunggu beberapa saat. Objek 3D muncul.

3.4. Desain Kerangka


Dalam perancangan sistem ini penulis menggunakan UML (Unified Modelling Language). Menurut
penulis UML ini sepertinotasi, karena memiliki banyak diagram. Dimana masing- masing diagram memiliki

Implementasi Metode Markerless Augmented Reality Sebagai... (Miyanti et al, 2024) 74


ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575

sudutpandang yang berbeda. Penulis merancang dengan mengidentifikasikan kebutuhan dari sudut pandang
user. Perancangan sistem akan digambarkan dengan menggunakan:

Gambar 2. Use Case Diagram

3.5. Implementasi
Halaman aplikasi Furniture ini menampilkan home terlebih dahulu, lalu user dapat mengklik button
Get Started kemudian dialihkan ke halaman kategori Furniture, ditunjukkan pada gambar 3. Halaman Kategori
menampilkan beberapa kategori yang sudah ada, kemudian user dapat memilih dari salah satu kategori dari
furniture yang diinginkan, ditunjukkan pada gambar 4. Untuk gambar 5 dan gambar 6 masing-masing
menunjukkan objek berupa Lemari dalam bentuk 3D dan objek berupa Sofa dalam bentuk 3D.

Gambar 3. Tampilan Halaman Furniture Gambar 4. Tampilan Halaman Kategori

MALCOM - Vol. 4 Iss. 1 January 2024, pp: 71-77 75


MALCOM-04(01): 71-77

Gambar 5. Tampilan Augmented Reality Lemari Gambar 6. Tampilan Augmented Reality Sofa

3.6. Pengujian
Pengujian dilakukan dengan model uji Black Box, pada masing-masing unit dan proses dilakukan
ujicoba lebih dari 1 kali, dengan hasil uji ditunjukkan pada table 1.

Tabel 1. Tabel Hasil Pengujian pada Black Box


Kelas Uji Detail Pengujian Hasil Pengujian
Home Furniture Menampilkan Home Furnitur Berhasil
Kategori Furniture Menampilkan beberapa kategori Furnitur Berhasil
Halaman Lemari Menampilkan AR model Lemari Berhasil
Halaman Sofa Menampilkan AR model Sofa Berhasil
Halaman Meja Menampilkan AR model Meja Berhasil

4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
Aplikasi media promosi berbasis android dikembangkan menggunakan teknologi Markerless Augmented
Reality. Pengguna dapat melihat design furniture lebih nyata dalam bentuk 3D. Objek 3D dapat tampil tanpa
adanya marker untuk membantu menampilkan objek 3D. Dengan terseddianya aplikasi ini maka customer
tidak perlu datang ke toko unutk melihat barang furniture yang dibutuhkan. Aplikasi Markerless Augmented
Reality, dengan maksud pengguna dapat melihat bentuk dari barang furniture yang dipilih secara 3D.
Berdasarkan hasil pengujian black box, menunjukakan bahwa aplikasi ini dapat berjalan dengan baik, selutuh
proses pengguna pada semua menu berjalan sesuai dengan input yang diberikan.

REFERENSI
[1] A. T. Saputra, N. E. Budiyanto, and J. M. Tengah, ‘PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTED
REALITY PADA KATALOG MEBEL KOMPAS JATI JEPARA BERBASIS ANDROID’, vol. 1, no.
2, pp. 82–87, 2019.
[2] Y. Alamsyah and R. Rachman, ‘Augmented Reality Smart Catalog Furniture Pada CV. Rorompok
Menggunakan User Defined Target’, vol. 3, no. 1, 2022.
[3] T. Hidayat, J. Teknik, I. Stmik, A. Riau, and N. J. Manajemen, ‘Aplikasi Mobile Android untuk
Pemasaran Perumahan Menggunakan Metode Markerless Augmented Reality pada PT. Alifa Citra
Mulia’.
[4] H. Wulaningrum, I. Lubis, and S. Dewi Andriana, ‘AUGMENTED REALITY PENGENALAN
LINGKUNGAN KAMPUS II UNIVERSITAS HARAPAN MEDAN DENGAN METODE
MARKERLESS’, vol. 2, no. 1, 2022, [Online]. Available:
[Link]

Implementasi Metode Markerless Augmented Reality Sebagai... (Miyanti et al, 2024) 76


ISSN(P): 2797-2313 | ISSN(E): 2775-8575

[5] M. Agil, S. Lina, and M. Sitio, ‘IMPLEMENTASI METODE MARKERLESS AUGMENTED


REALITY UNTUK EDUKASI NAMA BUAH-BUAHAN BERBASIS ANDROID’, Dinamika
Informatika, vol. 14, no. 2, 2022.
[6] I. Mustaqim, S. T. Pd, and N. Kurniawan, ‘PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS AUGMENTED REALITY’. [Online]. Available: [Link]
[7] ‘APLIKASI PENGENALAN PERANGKAT KERAS KOMPUTER BERBASIS ANDROID
MENGGUNAKANAUGMENTED REALITY (AR)’.
[8] A. M. Rosad, ‘IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MANAGEMEN
SEKOLAH’, Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, vol. 5, no. 02, p. 173, Dec. 2019, doi:
10.32678/tarbawi.v5i02.2074.
[9] P. Octraviano Rotinsulu, A. S. Lumenta, and A. M. Sambul, ‘Implementasi Markerless Augmented
Reality Untuk Navigasi Dalam Gedung’, Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, vol. 7, no. 3, 2018.
[10] A. T. Devega, M. V. Putri, N. H. Adi, Ambiyar, and U. Verawardina, ‘3D Furniture Application Design
Applying Augmented Reality (AR) Technology Based on Android’, 2023, pp. 24–34. doi: 10.2991/978-
2-38476-050-3_4.
[11] P. P. DIVERY, ‘PROSEDUR DAN MEKANISME EKSPOR WOODEN FURNITURE MILIK CV.
KALINGGA JATI FURNITURE OLEH PT. H-TRANSAKTI SEMARANG’, KARYA TULIS, 2019.
[12] K. Syahira Wibowo and I. Diana Sholihati, ‘Augmented Reality Dalam Visualisasi Katalog Penjualan
Toko Aneka Furniture Berbasis Android Menggunakan Algoritma Fast Corner Detection’, Jurnal
Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 8, no. 3, 2021, [Online]. Available:
[Link]
[13] R. Hamonangan, S. Anwar, A. Bahtiar, ) Arif, and R. Dikananda, ‘INOVASI MEDIA PROMOSI
PRODUK KURSI ROTAN MELALUI KATALOG ELEKTRONIK DENGAN AUGMENTED
REALITY’, Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi), vol. 4, no. 2, pp. 51–59, 2022.
[14] E. B. Sembiring, S. #2, D. Yoel, and C. Brahmana, ‘Rancang Bangun dan Analisis Aplikasi Augmented
Reality pada Produk Furniture’, 2016.
[15] P. Bisnis Berbasis E-Commerce, B. Huda, and B. Priyatna, ‘Penggunaan Aplikasi Content Manajement
System (CMS) Untuk’, 2019.
[16] P. Aplikasi, P. Objek, K. Komputer, M. Augmented, R. Berbasis, and A. Rasidin, ‘Bulletin of Data
Science’, Media Online), vol. 1, no. 1, pp. 26–31, 2021, [Online]. Available: [Link]
[Link]/[Link]/bulletinds
[17] M. Mardison, ‘Perancangan Sistem Informasi Inventory Pada Alinia Mart Berbasis Multi User Dengan
Java Netbeans Dan MySQL’, MAJALAH ILMIAH UPI YPTK, vol. 24, no. 2, 2017.
[18] S. Herlinah and K. H. Musliadi, Pemrograman Aplikasi Android dengan Android Studio, Photoshop,
dan Audition. Elex Media Komputindo, 2019.
[19] A. Rusmayanti, ‘Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Pada Desa Ngadirejan’, Online.
[20] ‘jm_informatika,+JURNAL+100216030’.

MALCOM - Vol. 4 Iss. 1 January 2024, pp: 71-77 77

Anda mungkin juga menyukai