0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Penyuluhan Rentang Gerak Pasif untuk Stroke

Diunggah oleh

Ruri Andrie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Penyuluhan Rentang Gerak Pasif untuk Stroke

Diunggah oleh

Ruri Andrie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

RANGE OF MOTION (ROM)

Disusun Oleh :

Ameliya Gufrani
Gevie Sugesti Aprilla
Nadya Putri Galisa
Putri Novfianti
Tiwi Kumala Putri
Vanny Marianti
Salsabila

Dosen Pembimbing :

Ns. Lisa Mustika Sari, [Link]

Ns. Muhammad Arif, [Link]

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

2022
Pokok Bahasan : Range of motion (ROM)
Sasaran : Klien dan keluarga
Tempat : Ruangan Hawa
Hari / Tanggal : Kamis, 14 April 2022
Waktu : ±30 menit
Pelaksanaan : Mahasiswa Universitas Perintis Indonesia, Diploma III Keperawatan

A. Latar Belakang
Salah satu contoh penyakit yang dianjurkan untuk orang melakukan latihan gerak
badan adalah stroke, karena orang yang terkena stroke mengalami kelemahan baik otot-
otot maupun syaraf pada tubuh.
Stroke merupakan penyakit neorologis yang sering di jumpai dan harus ditangani
secara cepat dan tepat. Stroke merupakan kelainan fungsional otak yang timbul mendadak
yang disebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bias terjadi pada
siapa saja dan kapan saja (Muttagin, 2008)
Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstuksi aliran darah otak (Corvin,
2009). Stroke atau cedera cerobrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang
diakibatkan oleh berhentinya suplai darah kebagian otak (Smeltzeret al, 2002)

Dampak dari Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan lain yang
dapat membahayakan nyawa, seperti:

 Deep vein thrombosis atau penggumpalan darah di tungkai


 Hidrosefalus akibat menumpuknya cairan di dalam rongga otak
 Pneumonia aspirasi akibat masuknya makanan atau minuman ke saluran pernapasan

Muttaqin, (2008) dampak dari stroke adalah seseorang bisa mengalami gangguan pada
fisiknya. Gangguan tersebut adalah adanya kelumpuhan pada bagian sisi tubuh akibat adanya
gangguan keseimbangan kordinasi pada tubuh. Beberapa orang biasanya mengalami hal ini
saat minggu pertama saat mengalami stroke. Jika kondisi ini terjadi sebaiknya segera
diperiksa oleh tenaga medis untuk menyusun rencana pengobatan yang akan dijalani. Tenaga
medis akan memulai pengobatan setelah kondisi kesehatan penderita stroke sudah kembali
membaik dan stabil. Pada kasus ini, tindakan yang tepat dilakukan adalah pemberian latihan
rentang gerak (ROM) untuk mengembalikan keseimbangan koordinasi gerak.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan demonstrasi tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi petugas dan
pasien dapat mengerti dan memahami tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi (rom
aktif dan pasif)
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan promosi kesehatan tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi
petugas dan pasien mampu :
1. Menjelaskan pengertian rom pasif
2. Menjelaskan tujuan pelaksanaan rom pasif
3. Menjelaskan indikasi rom pasif
4. Menjelaskan waktu pelaksanaan rom pasif.
5. Menjelaskan cara atau metode dalam melakukan rom pasif.

C. Materi Penyuluhan
Materi penyuluhan yang akan di sampaikan meliputi:
1. Pengertian rom pasif
2. Tujuan pelaksanaan rom pasif
3. Indikasi rom pasif
4. Waktu pelaksanaan rom pasif
5. cara atau metode dalam melakukan rom pasif.

D. Media dan Alat


1. Timbal balik
2. Leaflet

E. Metode Penyuluhan
1. Ceramah / Diskusi / Demonstrasi
2. Tanya Jawab
Setting Tempat
Keterangan :
1. Audiens

2. Penyaji

3. Moderator

4. Notulen

F. Pengorganisasian
Penyaji : Gevie Sugesti Aprilla (Menyampaikan/ Menjelaskan materi tentang
ROM)
Moderator : Ameliya gufrani (Membuka Acara/Penyuluhan,memperkenalkan diri beserta
kontrak waktu, menjelaskan tujuan yang ingin disampaikan oleh penyaji, serta
mengevaluasi pasien/peserta mengenai penjelasan yang sudah disampaikan
oleh penyaji.
Notulen :Putri Novfianti (Menulis pertanyaan dari pasien/peserta, dan meyimpulkan
penjesalan mengenai pertanyaan dari pasien/peserta)

G. Kegiatan
Materi Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Pembukaan 5 Menit  Memberi salam  Menjawab salam
 Memperkenalkan diri  Mendegarkan dan
 Menjelaskan tujuan memperhatikan dengan
penyuluhan baik
 Menyebutkan materi yang  Mendegarkan dan
diberikan memperhatikan
 Menjelaskan kontrak waktu  Mendengarkan dan
 Menanyakan kesiapan memperhatikan
peserta  Menyetujui kontrak
waktu
 Peserta sudah siap
Penyampaian 15  Menjelaskan Pengertian  Peserta mendengarkan
isi menit Rom aktif atau Pasif dan memperhatikan
penyuluhan  Menjelaskan Tujuan  Peserta mendengarkan
( Kerja) melaksanakan Rom aktif dan memperhatikan
atau Pasif  Peserta mendengarkan
 Menjelaskan Waktu dan memperhatikan
pelaksanaan Rom aktif atau  Peserta mendengarkan
Pasif dan memperhatikan
 Menjelaskan cara atau  Peserta bertanya kepada
metode dalam melakukan mahasiswa
rom aktif atau pasif.
Evaluasi dan 10 Menanyakan kembali hal-hal  Peserta menjawab
Penutup yang sudah dijelaskan pertanyaan yang
mengenai apa itu rentang diberikan
gerak, tujuan, indikasi dan  Peserta mendengarkan
cara atau metode melakukan dan memperhatikan
ROM aktif dan pasif  Peserta menjawab
 Menutup pertemuan dengan salam
menyimpulkan materi yang
diberikan
 Memberikan salam

H. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi struktur
1. Moderator sebagai pembawa acara menjalankan dan mengontrol acara
dengan baik
2. Peyaji menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami dengan
baik oleh audience
3. Fasilitator membantu para audience memahami maksud penyampaian
penyaji
4. Observer memantau dan melaporkan hasil pantauan jalanya acara pada
notulen
5. Notulen mencatat hasil dari promkes yang dilakukan
b. Evaluasi proses
Pembukaan, penyampaian mater dari penyaji hingga penutup berjakan dengan
lancar dan masyarakat tampak menikmati jalanya acara
c. Evaluasi hasil

Diharapkan 80% keluarga dapat memahami konsep penyakit stroke dan dapat
mencegah atau menghindari penyakit stroke

LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian
Range of Motion merupakan prosedur dan usaha untuk memenuhi kebutuhan fisik
terutama aktivitas gerak (mobilisasi) untuk pasien dengan keterbatasan gerak (Suratun,
2008). Latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa
otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).

B. Tujuan
1. Memelihara dan mempertahankan kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Menstimulasi persendian
4. Mencegah kontraktur dan kekakuan sendi
5. Memperbaiki tonus otot
6. Meningkatkan massaotot
7. Memperlancar sirkulasi darah

C. Jenis ROM
1. ROM Pasif
ROM pasif : latihan ROM yang di lakukan pasien dengan bantuan perawat setiap-
setiap gerakan. Kekuatan otot 50 %. Latihan ROM pasif adalah latihan ROM yang di
lakukan pasien dengan bantuan perawat setiap-setiap gerakan. Indikasi latihan fasif
adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak
mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien
tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008).
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian
dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan
menggerakkan kaki pasien.
2. ROM Aktif
ROM aktif : Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam
melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi
normal (klien aktif). (Potter and Perry, 2006). Latihan ROM aktif adalah Perawat
memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi
secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. Hal ini untuk melatih
kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan otot-ototnya
secara aktif.

D. Indikasi Dilakukan ROM


1. Pasien tirah baring lama
2. Pasien yang mengalami penurunan tingkat kesadaran
3. Pasien dengan kasus fraktur, stroke
4. Pasien dengan kelemahan otot, kekakuan sendi
5. Nyeri otot, persendian atau tulang, nyeri pinggang, tenggkuk, lutut, bahu

E. Waktu
Kamis, 14 April 2022 jam 13.30- 14.00

F. Cara Latihan Gerak Aktif dan Pasif


1. Latihan aktif
a. Latihan ROM aktif pada leher: fleksi, ekstensi, hiperkestensi, fleksi kanan kiiri, serta
rotasi kanan kiri
b. Latihan ROM aktif pada bahu: fleksi ke atas, ekstensi, hiperkestensi, fleksi depan
menyilang, ke belakng, sirkumduksi, abduksi, adduksi, rotasi

c. Latihan ROM aktif pada siku; fleksi, ekstensi, supinasi, dan pronasi

d. Latihan ROM aktif pada pergelangan tangan: fleksi, ekstensi, hiperektensi, abduksi,
adduksi.
e. Latihan ROM aktif pada jari-jari tangan: fleksi, ekstensi, hiperektensi, abduksi,
adduksi

f. Latihan ROM pada kaki: fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, eversi dan inverse

2. Latihan Pasif
a. Gerakan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan:
- Pegang lengan bawah dengan tangan satu, tangan lainnya memegang pergelangan
tangan pasien
- Tekuk pergelangan tangan ke atas dan ke bawah
b. Gerakan menekuk dan meluruskan siku :
- Pegang lengan atas dengan tangan satu, tangan lainnya menekuk dan meluruskan
siku
c. Pronasi dan supinasi siku
Posisi lengan fleksi, tangan kiri perawat memegang pergelangan yangan kanan
pasien, dan tangan kanan perawat memegang telapal tangan pasien. Pronasi siku
memutar lengan bawah ke arah luar, telapak tangan diarah luar. Gerakan supinasi
perawat memutar lengan pasien kearah dalam, telapak tangan menghadap tubuh
pasien.
d. Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu
- Tangan satu penolong memegang siku, tangan lainnya memengang lengan.
- Luruskan siku naikan dan turunkan legan dengan siku tetap lurus
e. Fleksi dan ekstensi bahu
Luruskan dan gerakkan tangan ke arah atas kemudian kembali ke posisi semula.

f. Fleksi dan eksensi jari-jari kaki


Pegang pergelangan kaki pasien dengan tangan kiri dan kaki pasien dengan tangan
kanan, lakukan gerakan fleksi jari kedepan ke bawah kearah tempat tidur lalu
melakukan ekstensi. Lalu merlakukan gerakan dorso pedis dengan menarik kearah
belakang
g. Inversi dan eversi kaki
Pegang pergelangan kaki pasien dengan tangan kiri dan telapak tangan dengan
tangan kanan, perawat menggerakan telapak kaki kea rah dalam , lalu
menggerakkan kaki kea rah luar.
h. Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha
Pegang lutut dengan tangan satu, tangan lainnya memegang tungkai. Naikkan dan
turunkan kaki dengan lutut yang lurus
i. Rotasi pangkal paha
Dekatkan kaki pasien pada pelatih, kemudian putar ke arah dalam
j. Adduksi dan abduksi pangkal paha
Perawat mengangkat kaki pasien setinggi 8 cm, lalu melakukan gerakan adduksi,
yaitu menjauhi kaki salah satu pasien ke arah perawat. Lalu abduksi, mengangkat
kaki lalu mendekati kearah pasien
DAFTAR PUSTAKA

Perry, Peterson dan Potter. 2005. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar ; Alihbahasa,
Didah Rosidah, Monica Ester ; Editor bahasa Indonesia, Monica Ester – Edisi 5. Jakarta,
EGC

Suratun, SKM, Heryati, [Link], [Link], Santa Manurung, SKM, [Link] & Dra. Een Raenah,
SMIP. Klien gangguan system musculoskeletal: seri asuhan keperawatan. Jakarta: EGC.
2008.

Anda mungkin juga menyukai