0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SMPN 55

c. Proses pelatihan yang harus dirancang untuk menguasai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, dan

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SMPN 55

c. Proses pelatihan yang harus dirancang untuk menguasai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, dan

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas melalui model
pembelajaran quantum teaching dilaksanakan di kelas IX F
SMPN ...............yang beralamat di Jalan …………………..
2. Waktu Penelitian
Adapun waktu dilaksanakannya penelitian ini adalah selama 3 tiga
bulan, dimulai dari bulan Juli 2019 sampai dengan bulan September 2019.
Dengan perincian kegiatan sebagaimana dijelaskan pada lampiran 2
tentang Jadwal Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas.
3. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK), karena bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan
guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich,
2010). Dalam penelitian tindakan kelas terdapat langkah-langkah kegiatan
seperti: a) perencanaan atau planning; b) tindakan atau acting; c)
pengamatan atau observing; dan d) refleksi ataureflecting. (Arikunto,
2010)
B. Metode dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif akan
menggambarkan keadaan variabel yang diteliti (Riduwan, 2009:85), dan
bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi menggunakan ukuran,
jumlah atau frekuensi yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala,
peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian atau makna-makna
tertentu (Sudijono, 2012:114). Dalam penelitian ini, metode deskriptif
digunakan untuk memperoleh deskripsi mengenai aktivitas siswa dan hasil
belajar siswa kelas IX F SMPN ...............dengan menggunakan model quantum
teaching pada materi sistem pencernaan.

24
25

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing
masing siklusnya terdiri dari tahap perencanaan (planning), tindakan (action),
observasi (observation), dan tahap refleksi (reflection). (Sanjaya, 2011:91-92).
Dalampenelitian ini, akan dilakukan penelitian tindakan kelas dengan dua
siklus atau dua kali proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah
disusun.

Gambar 3.1. Penelitian Tindakan Model Hopkins (Sanjaya, 2011:92 )

C. Subjek Penelitian
Subjek peneltian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas IX FSMPN 55
JakartaSemester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 34 orang siswa
dan terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah menggunakan lembar observasi untuk memperoleh data kuantitatif
mengenai proses pembelajaran di kelas IX FSMPN 55 Jakartadan tesuntuk
memperoleh data kuantitatif mengenai ketuntasan belajar siswa setelah
proses pembelajaran berlangsung.

a. Observasi
26

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan


dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif
dan rasional mengenai berbagai fenomena (Arifin, 2009:47). Teknik
observasi yang dilakukan dalam penelitian ini terkait dengan pengamatan
terhadap aktivitas siswa (berupa aktivitas belajar) selama
pembelajarandengan menggunakan model pembelajaran quantum
teaching di kelas IX FSMPN 55 Jakarta.
b. Tes
Pada penelitian ini digunakan sebuah teknik untuk
mengumpulkan data hasil belajar siswa yaitu berupa tes. Menurut
Widoyoko (2011) tes merupakan salah satu alat untuk melakukan
pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik
suatu objek. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
berbentuk objektif yaitu salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari
butir-butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan memilih
satu atau lebih diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah
dipasangkan pada masing-masing items (Sudijono, 2012) untuk
mengukur hasil belajar siswa secara individu saat proses belajar terjadi
dengan penerapan model pembelajaran quantum teaching di kelas IX
FSMPN 55 Jakarta.
c. Dokumentasi
Teknik ini digunakan sebagai alat pelengkap untuk membantu
penyusunan pengumpulan data dan pengambilan dokumen yang
berhubungan dengan penelitian.
2. Alat Pengumpulan Data
Alat/Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
observasi dan lembar tes.
a. Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan belajar
dan mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran
dengan penerapan model pembelajaran quantum teaching. Lembar
27

observasi ini dikembangkan berdasarkan kegiatan pembelajaran yang


ada di dalam modelquantum teaching. Sebelum membuat lembar
observasi, peneliti terlebih dahulu menetapkan aspek-aspek siswa yang
akan diobservasi berdasarkan langkah langkah model quantum
teaching, kemudian membuat indikator untuk memudahkan observer
dalam mengisi lembar observasi. Untuk pengisian lembar observasi
dilakukan pencontengan (√) pada kolom jawaban observasi yang
berstruktur atau telah disediakan jawabannya (Sudjana, 2010:85).
b. Lembar Tes
Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif
yaitu tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif
(Arikunto, 2006:87) dan akan diberikan pada akhir pembelajaran. Tes
akhir (post-test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur apakah
siswa telah menguasai kompetensi tertentu seperti yang dirumuskan
dalam indikator hasil belajar (Sanjaya, 2011:112). Pada penelitian ini,
lembar tes yang diberikan dalam bentuk post-test yang dilaksanakan di
akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap
materi pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Pembuatan soal
disusun berdasarkan acuan standar kompetensi dan indikator
pembelajaran.
E. Validasi Data
Adapun validasi data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini
adalah validasi demokratik, proses, dan dialogik.
1. Validasi Demokratik
Validasi demokratik dilakukan dalam rangka identifikasi masalah,
penentuan fokus masalah, perencanaan tindakan yang relevan, dan hal- hal
lain yang berkaitan dengan penelitian dari awal hingga akhir penelitian.
Semua subjek yang terkait meliputi guru, kolaborator, dan siswa. Penelitian
tindakan ini memenuhi validasi demokratik karena peneliti benar-benar
berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru mitra/observer dan siswa serta
menerima segala masukan dari berbagai pihak untuk mengupayakan
28

peningkatan proses pembelajaran khususnya dalam peningkatan hasil


belajar siswa.
2. Validasi Proses
Validasi proses pada penelitian ini dicapai dengan cara peneliti dan
kolaborator secara intensif berkolaborasi dalam semua kegiatan yang terkait
dengan proses penelitian. Pada penelitian ini tindakan dilakukan oleh guru
sebagai praktisi tindakan di kelas dan guru mitra/observer sebagai
participant observer yang selalu berada di kelas dan mengikuti proses
pembelajaran.
3. Validasi Dialogik
Berdasarkan data awal penelitian dan masukan yang ada, selanjutnya
peneliti mengklarifikasikan, mendiskusikan, menganalisis data tersebut
dengan kepala sekolah dan observer untuk memperoleh kesepakatan. Dialog
atau diskusi dilakukan untuk menyepakati bentuk tindakan yang sesuai
sebagai alternatif pemecahan permasalahan dalam penelitian ini.
F. Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan untuk membandingkan tingkat keterlibatan
peserta didik dan prestasi belajar sebelum dan sesudah melaksanakan
perbaikan. Data kuantitatif yang dikumpulkan peneliti berupa nilai tes formatif
maka teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah teknik analisis
statistik deskriptif kualitatif, sedangkan data kualitatif digunakan teknik
analisis dalam bentuk paparan naratif
1. Data hasil pengamatan aktivitas siswa
Komponen-komponen yang diamati atau dinilai dari aktivitas siswa
adalah peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan lembar observasi
dengan 5 indikator yaitu siswa aktif mencari atau memberikan informasi,
bertanya bahkan dalam membuat kesimpulan, adanya interaksi aktif secara
terstruktur dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk menilai hasil
karyanya sendiri, adanya pemanfaatan sumber belajar secara optimal, dan,
partisipasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terutama yang
berbentuk interksi antara siswa.
29

Perolehan nilai hasil observasi setiap siswa menggunakan kriteria


sebagai berikut :
Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Rentang Nilai Kriteria Nilai Keterangan


>=90 Sangat Baik Tuntas
71-89 Baik Tuntas
51-70 Cukup Belum tuntas
<=50 Kurang Belum tuntas

2. Data hasil belajar


Hasil belajar siswa dianalisis secara [Link] Arikunto
(2010:45) analisis data dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan belajar
siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Perolehan nilai setiap siswa melalui
tes hasil belajar menggunakan kriteria sebagai berikut :
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Hasil Belajar

No Rentang Nilai Kriteria


1 < 70 Belum Tuntas
2 70-79 Tuntas
3 80-89 Tuntas
4 90-100 Tuntas

Perolehan nilai setiap siswa melalui tes hasil belajar secara tertulis
diolah dengan rumus :
1. Ketuntasan Belajar Klasikal
b
a= x 100 %
c
Keterangan :
A = Ketuntasan
B = Jumlah Siswa Tuntas (siswa mendapat nilai di atas 70)
C = Jumlah Seluruh Siswa

2. Nilai rata-rata

X=
∑Y
n
30

Keterangan :
X = Nilai Rata-rata
∑Y= Jumlah Nilai Seluruh Siswa
n = Jumlah Seluruh Siswa

G. Prosedur Penelitian
1. Siklus I
a. Tahap perencanaan (planning)
Dalam tahap ini kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1) Menyusun silabus pembelajaran
2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3) Menyiapkan materi ajar yaitu mengenai benua Asia
4) Membuat lembar kerja siswa (LKS) dan kunci jawaban
5) Membuat kisi-kisi lembar lembar observasi siswa
6) Membuat lembar observasi siswa
7) Membuat indikator lembar observasi siswa
8) Membuat kisi-kisi lembar tes (post-test)
9) Membuat lembar tes (post-test)
10) Mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan
11) Mempersiapkan kelompok siswa secara heterogen berdasarkan hasil
evaluasi belajar siswa.
b. Tahap pelaksanaan tindakan (action)
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan menerapkan model pembelajaran quantum teaching. Peneliti
melakukan proses pembelajaran di kelas IX FSMPN ...............dan
dilaksanakan tiga tahap, yaitu tahap kegiatan awal, kegiatan inti, dan
kegiatan akhir (penutup).

1) Pada kegiatan awal


31

a) guru melakukan apersepsi yaitu menyajikan pengetahuan


keseharian siswa dalam bentuk cerita dan berfungsi mengaitkan
pengetahuan keseharian siswa dengan pelajaran baru.
b) guru melakukan prasyarat dengan menggali pengetahuan siswa dari
pelajaranterdahulu yang relevan dengan pelajaran baru, dan
c) guru memberikan motivasi untuk membangkitkan motivasi belajar
siswa. Tahap guru memberikan motivasi ini terdapat di dalam
model quantum teaching yaitu pada tahap Tumbuhkan (T).
2) Pada kegiatan inti
a) Alami (A), dimana guru memberikan pengalaman belajar langsung
pada siswa. Hal ini menandakan bahwa guru membawa siswa ke
dalam kehidupan nyata pada pembelajaran.
b) Namai (N), dimana guru membimbing siswa untuk memberikan
identitas, menguatkan dan mendefinisikan materi pelajaran dengan
konsep mereka sendiri dibantu oleh guru.
c) Demonstrasikan (D), dimana guru memberi kesempatan siswa
untuk menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi yang
dipelajari.
d) Ulangi (U), dimana guru membimbing siswa untuk memberikan
kesimpulan terhadap pertanyaan diskusi dan menunjuk siswa
lainnya untuk mengulangi kesimpulan tersebut, serta guru
menekankan kembali materi terpenting mengenai materi
pembelajaran.
e) Rayakan (R), dimana memberikan penghargaan berupa tepuk
tangan dan hadiah kepada kelompok yang paling aktif dalam
diskusi.
3) Pada tahap akhir (penutup)
a) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan
rangkuman pelajaran yang telah dipelajari oleh siswa,
b) guru memberikan evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari
dan
32

c) guru memberikan tindak lanjut untuk menguatkan pemahaman


siswa.
c. Tahap observasi (observation)
Pada tahap ini dilaksanakan observasi yang dilakukan oleh satu
orang pengamat (observer). Pengamatan akan dipandu menggunakan
lembar observasi yang telah dibuat peneliti. Tahap ini dilaksanakan
bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Aktivitas siswa dinilai
dengan menggunakan lembar observasi siswa.
d. Tahap refleksi (reflection)
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil observasi dan hasil tes.
Refleksi ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan yang telah dilakukan pada
proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran quantum
teaching. Hasil refleksi ini akan menjadi acuan untuk menyusun rencana
yang akan dilakukan pada siklus II.
2. Siklus II
Siklus II merupakan perbaikan dari siklus I. Langkah-langkah yang akan
dilakukan pada siklus II ini adalah:
a. Tahap perencanaan (planning)
Dalam tahap ini kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1) Menyusun silabus pembelajaran
2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3) Menyiapkan materi ajar yaitu mengenai benua Asia
4) Membuat lembar kerja siswa (LKS) dan kunci jawaban
5) Membuat kisi-kisi lembar observasi guru dan lembar observasi siswa
6) Membuat lembar observasi guru dan lembar observasi siswa
7) Membuat indikator lembar observasi guru dan lembar observasi
siswa
8) Membuat kisi-kisi lembar tes (post-test)
9) Membuat lembar tes (post-test)
10) Mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan seperti
powerpoint dan video.
33

11) Mempersiapkan kelompok siswa secara heterogen berdasarkan hasil


evaluasi belajar pada pelaksanana siklus pertama.
b. Tahap pelaksanaan tindakan (action)
Pada tahap ini dilakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat pada siklus II, yang didasari oleh adanya
refleksi dari siklus I. Proses pembelajaran pada siklus II ini sama dengan
siklus I. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini akan dilakukan dalam
tiga tahap, yaitu tahap kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir
(penutup).
c. Tahap observasi (observation)
Pada tahap ini dilaksanakan observasi yang dilakukan oleh satu
orang pengamat (observer). Pengamatan akan dipandu menggunakan
lembar observasi yang telah dibuat peneliti. Tahap ini dilaksanakan
bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Aktivitas siswa dinilai
dengan menggunakan lembar observasi siswa.
d. Tahap refleksi (reflection)
Tahap refleksi pada siklus II ini dilakukan berdasarkan hasil
observasi di siklus II dan refleksi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana model pembelajaran quantum teaching telah diterapkan oleh guru
dan siswa serta melihat peningkatan hasil belajar siswa setelah
menerapkan model pembelajaran quantum teaching.
H. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan kinerja dalam penelitian ini dapat ditetapkan
sebagai berikut.
1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila 85% dari
jumlah siswa meningkat aktivitas belajarnya selama proses pembelajaran
berlangsung.
2. Siswa dimaksud tuntas apabila sudah dapat menguasai materi
pembelajaran sebesar 80% atau mendapat nilai 70.

Anda mungkin juga menyukai