0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

K3 Ruang Terbatas: Panduan Keselamatan

Diunggah oleh

lagisel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

K3 Ruang Terbatas: Panduan Keselamatan

Diunggah oleh

lagisel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEKERJAAN RUANG TERBATAS

Berikut persyaratan K3 untuk ruang terbatas dengan izin khusus:

 Pasang penutup sementara atau penghalang jika penutup akses/pintu masuk dibuka. Hal ini
dilakukan untuk mencegah masuknya pekerja tanpa disengaja dan melindungi pekerja di dalam
ruang terbatas dari masuknya benda asing ke dalam ruangan.
 Lakukan pengujian udara sebelum pekerja memasuki ruang terbatas. Pengujian ini harus
dilakukan secara berurutan, di antaranya kadar oksigen, gas/uap mudah terbakar, dan
kontaminan udara yang berpotensi berbahaya.
 Pekerja wajib menyediakan sistem aliran udara secara terus-menerus, dengan ketentuan:
 Pekerja tidak boleh memasuki ruangan sebelum udara berbahaya di dalamnya dibersihkan
 Aliran udara diarahkan sedemikian rupa di area dimana pekerja akan berada
 Pengaturan aliran udara harus diperoleh dari sumber yang bersih dan tidak boleh meningkatkan
bahaya dalam ruangan.

1. Lakukan pengujian udara dalam ruangan secara berkala sesering mungkin untuk memastikan
bahwa pengaturan aliran udara dapat mencegah akumulasi udara yang berbahaya di dalam
ruangan.
2. Tinggalkan ruangan terbatas secepatnya jika terdeteksi udara berbahaya selama kegiatan
berlangsung. Ruangan harus dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya dan pemeriksaan juga
harus dilakukan untuk melindungi pekerja dari udara berbahaya tersebut sebelum kegiatan
berikutnya berlangsung.
3. Pengurus wajib memastikan bahwa ruang tersebut telah aman dan telah dilakukan pemeriksaan
sebelum kegiatan berlangsung melalui pernyataan tertulis. Pernyataan tersebut memuat tanggal,
lokasi ruang dan tanda tangan petugas pemeriksa serta dapat dilihat oleh pekerja yang akan
melakukan kegiatan dalam ruang tersebut.

Penting!

Jika terdapat perubahan pada penggunaan ruang terbatas tanpa izin khusus yang mungkin
meningkatkan bahaya pekerja di dalamnya, pengurus wajib melakukan evaluasi ulang dan bila perlu
mengklasifikasikannya sebagai ruang terbatas dengan izin khusus.
‘2. Hal-hal apa saja yang harus tercantum dalam program ruang terbatas?

Pengurus yang memiliki ruang terbatas dengan izin khusus wajib mengembangkan dan
mengimplementasikan program ruang terbatas. Program tersebut setidaknya harus memuat hal-hal
sebagai berikut:

1. Langkah-langkah khusus untuk mencegah masuknya pihak yang tidak berwenang.


2. Identifikasi dan evaluasi bahaya dalam ruang tersebut sebelum dimasuki oleh pekerja.
3. Pengembangan dan penggunaan peralatan, prosedur, dan praktik yang diperlukan untuk
menjamin kegiatan di dalam ruang tersebut.
4. Penyediaan peralatan yang diperlukan selama melakukan pekerjaan di ruang terbatas dan
menjaga kondisi peralatan tersebut agar dapat bekerja dengan baik. Peralatan yang dimaksud
antara lain:
 Peralatan pengujian dan pemantauan
 Peralatan pengaliran udara (ventilasi)
 Peralatan komunikasi
 Alat pelindung diri (APD)
 Peralatan untuk penerangan tambahan
 Peralatan lain, seperti tangga
 Peralatan untuk penyelamatan dan tanggap darurat.

Jika akan melakukan kegiatan dalam ruang terbatas dengan izin khusus, evaluasi berikut ini harus
dilakukan:

1. Pengujian kondisi dalam ruangan sebelum kegiatan dilaksanakan


2. Pengujian dan pemantauan selama kegiatan berlangsung
3. Pengujian kadar oksigen, gas/uap mudah terbakar dan konsentrasi gas/uap berbahaya secara
berurutan
4. Evaluasi ulang keadaan ruang atas permintaan petugas utama yang memasuki ruangan
5. Petugas ruang terbatas wajib diberikan laporan pengujian.
6. Sedikitnya satu orang petugas pengawas ruang terbtas wajib ada di luar ruangan selama kegiatan
berlangsung.
7. Jika terdapat ruangan lebih dari satu yang harus dipantau oleh seorang pengawas, dalam
program ruang terbatas dengan izin khusus perlu diatur cara dan prosedur yang dapat
memudahkan petugas madya tersebut merespons keadaan darurat.
8. Tentukan siapa saja pekerja yang akan bertugas, meliputi petugas utama, petugas madya, ahli
K3, petugas penguji atau pemantau kondisi udara dalam ruangan.
9. Kembangkan dan implementasikan prosedur untuk memanggil tim penyelamat dan tanggap
darurat untuk mengeluarkan petugas utama dari ruangan.
10. Kembangkan dan implementasikan sistem untuk persiapan, penerbitan, penggunaan dan
pembatalan izin kegiatan.
11. Kembangkan dan implementasikan prosedur untuk mengkoordinasikan kegiatan jika ada
beberapa pekerja dari unit kerja berbeda bekerja bersamaan sebagai petugas utama agar tidak
membahayakan satu sama lain.
12. Kembangkan dan implementasikan prosedur seperti penutupan ruangan dan pembatalan izin
yang diperlukan untuk mengakhiri kegiatan
13. Kaji ulang proses kegiatan bila pengurus meyakini langkah-langkah pencegahan yang terdapat
pada program tidak dapat melindungi pekerja dan lakukan perbaikan kekurangan yang ada
sebelum kegiatan berikutnya diizinkan
14. Kaji ulang program ruang terbatas selama satu tahun setelah setiap kegiatan dan revisi program
bila diperlukan.
 Pengurus wajib memberikan pelatihan kepada seluruh pekerja agar dapat memahami dan
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan di ruang
terbatas dengan aman.

Pelatihan sebaiknya diberikan kepada setiap pekerja yang terlibat dalam kegiatan dalam ruang terbatas
dengan izin khusus, saat:

 Sebelum pekerja memulai tugasnya


 Sebelum terjadi perubahan tugas
 Jika terjadi perubahan pada kegiatan dalam ruangan dengan izin khusus yang mengakibatkan
timbulnya bahaya baru yang belum diberitahu kepada pekerja
 Jika pengurus yakin terjadi penyimpangan prosedur kegiatan atau bila pengetahuan pekerja
dalam melaksanakan prosedur dirasa kurang.

Tidak dapat dipungkiri, terkadang hal buruk masih saja terjadi meski perencanaan sudah matang. Oleh
karena itu, pengurus harus memiliki rencana penyelamatan dan tanggap darurat ketika pekerjaan di
ruang terbatas dilaksanakan.

kemampuan tim penyelamat menanggapi panggilan dalam waktu yang tepat, dengan asumsi bahaya
telah diidentifikasi.

Kemampuan tim penyelamat dalam hal kecakapannya terkait tugas dan peralatan penyelamatan.

terkait informasi keadaan darurat, hal tersebut dapat dimulai dari dalam ruangan terbatas atau di luar
ruangan terbatas. Dari dalam ruangan terbatas, keadaan darurat dapat dimulai jika petugas utama
menyadari tanda atau gejala bahaya atau mendeteksi adanya kondisi berbahaya.

Sedangkan dari luar ruang terbatas, petugas madya atau ahli K3 dapat mendeteksi kondisi berbahaya
yang mengancam petugas utama di dalam ruang terbatas. Komunikasi keadaan darurat di dalam ruang
terbatas dapat berupa alarm, peringatan secara verbal atau peringatan dengan bantuan alat komunikasi.

Terkait akses masuk dan keluar, selain melakukan penyelamatan dengan memanggil tim penyelamat
untuk masuk ke ruang terbatas, penyelamatan tanpa harus memasuki ruangan juga dapat dilakukan,
kecuali bila peralatan untuk menyelamatkan pekerja tersebut bisa meningkatkan risiko atau tidak dapat
menyelamatkan petugas utama. Dalam penyelamatan ini, personel dapat menggunakan sistem retrieval
atau penarikan kembali.

Anda mungkin juga menyukai