1. Apa inspirasi baru yang Anda dapatkan dari upaya tindak lanjut?
Jawaban :
Saya mempelajari bagaimana upaya seorang anak bisa membentuk
disiplin positif dalam dirinya tanpa paksaan. Sebagai pendidik, saya
sebaiknya menerapkan cara-cara yang lebih positif ketika meminta murid
melakukan sesuatu, tanpa harus memaksa. Diantaranya dengan
melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengajak/mendorong murid melakukan kegiatan yang membuat
mereka senang.
2. Membantu murid untuk menemukan inspirasinya.
3. Membuka ruang dialog dengan murid.
2. Berdasarkan inspirasi yang Anda dapatkan, apa perubahan praktik
Anda di ruang kelas/satuan pendidikan yang telah Anda lakukan?
Jawaban :
Saya ingin siswa melakukan disiplin positif bukan dari unsur paksaan,
karena adanya keinginan mendapatkan pujian dan hadiah melainkan
murni dari dalam pola pikir dan perasaan dirinya ingin melakukannya,
tanpa kendali dari luar. Dengan cara Mengajak/mendorong murid
melakukan kegiatan yang membuat mereka senang, membantu murid
untuk menemukan inspirasinya. Membuka ruang dialog dengan murid dan
menghilangkan sikap otoriter sebagai guru, dan menjadi guru yang tidak
langsung memberikan hukuman.
3. Apa 3 tantangan paling sulit yang akan Anda hadapi dalam melakukan
perubahan tersebut?
Jawaban :
Ketersediaan sumber daya: Implementasi perubahan praktik mungkin
membutuhkan sumber daya tambahan seperti pelatihan, peralatan, atau
bahan ajar yang baru. Namun ketersediaan sumber daya ini tidak selalu
dapat terjamin, terutama di lingkungan Pendidikan dengan anggaran
terbatas. Keterlibatan sumber daya dapat menjadi hambatan yang
signifikan dalam mencapai perubahan praktik yang diinginkan.
4. Bagaimana rencana Anda dalam mengatasi tantangan tersebut agar
bisa memastikan perubahan terjadi?
Jawaban :
Memanfaatkan referensi yang ada: Saya akan berusaha membuat media
yang mudah dan menarik serta mencari referensi di internet untuk
dimodifikasi sehingga lebih cepat dalam pembuatan media ajar tersebut.
“PMM”
Apa inspirasi baru yang Anda dapatkan dari upaya tindak lanjut?
Melalui diferensiasi, guru dapat mengidentifikasi minat, kebutuhan, dan gaya belajar yang unik dari
setiap murid. Dengan demikian, guru dapat merancang aktivitas pembelajaran yang lebih menarik
dan relevan bagi setiap individu untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan inspirasi yang Anda dapatkan, apa perubahan praktik
Anda di ruang kelas/satuan pendidikan yang telah Anda lakukan?
Saya telah mulai melakukan refleksi rutin tentang praktik pengajaran saya kepada rekan guru
lainnya, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi hal yang dianggap berhasil dan apa saja hal yang
perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Saya juga mencari pelatihan pengembangan kompetensi
tambahan untuk dapat meningkatkan keterampilan saya dalam merespons kebutuhan murid yang
beragam.
Apa 3 tantangan paling sulit yang akan Anda hadapi dalam melakukan
perubahan tersebut?
1. Tidak semua rekan guru mungkin memiliki pemahaman atau minat yang sama terhadap
perubahan. Beberapa mungkin merasa nyaman dengan praktik lama dan menolak untuk
mengadopsi pendekatan baru
2. Refleksi dan pengembangan profesional membutuhkan waktu yang seringkali menjadi langka bagi
guru yang sibuk dengan tugas-tugas kelasnya.
3. Akses terhadap pelatihan dan biaya operasional juga bisa menjadi kendala, terutama di
lingkungan pendidikan dengan dana yang terbatas.
Bagaimana rencana Anda dalam mengatasi tantangan tersebut agar
bisa memastikan perubahan terjadi?
1. Saya akan mengadakan diskusi terbuka yang dapat membantu dalam membangun pemahaman
bersama untuk mendapatkan dukungan penuh.
2. Pengelolaan Waktu yang Efisien: Saya akan merencanakan refleksi dan pengembangan profesional
ke dalam jadwal mingguan dengan mengalokasikan waktu yang khusus untuk aktivitas ini.
3. Saya akan mencari kegiatan alternatif dengan biaya rendah, seperti bimtek online, webinar online,
dan materi pembelajaran di internet.