0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Adiksi Game: Dampak dan Penyebabnya

Diunggah oleh

muhammad faqih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Adiksi Game: Dampak dan Penyebabnya

Diunggah oleh

muhammad faqih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ADIKSI GAME
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu: Widayati Lestar M. Psi.

Disusun oleh:
Ahmad Ridho Ahsan (43040220148)
M Putra Nadika Joko Susilo (43040220169)
M Faqih Abdurrahman (43040220155)

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI ISLAM


FAKULTAS DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SALATIGA
2024
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Penulis mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah sebagai tugas pada mata kuliah
Psikologi Abnormal dengan judul “Adiksi Game” dengan baik dan tepat waktu.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Setya Utami, [Link]., selaku pengampu
mata kuliah Psikologi Kognitif. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang
telah membantu diselesaikannya makalah ini.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Salatiga, 5 November 2024

…………………..
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................................

BAB I.....................................................................................................................................

PENDAHULUAN................................................................................................................

A. Latar Belakang...........................................................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................................................
C. Tujuan Masalah..........................................................................................................

BAB II...................................................................................................................................

PEMBAHASAN...................................................................................................................

A. Pengertian Adiksi.......................................................................................................

BAB III..................................................................................................................................

PENUTUP.............................................................................................................................

A. Kesimpulan................................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya teknologi, game online telah menjadi salah satu
bentuk hiburan yang semakin diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak
hingga dewasa. Kemudahan akses terhadap internet dan perangkat yang mendukung
seperti smartphone dan komputer membuat game online kian populer dan mudah
dijangkau. Game online tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menawarkan
fitur-fitur yang menarik, seperti kemampuan bermain bersama teman secara virtual,
berinteraksi dengan pemain lain di seluruh dunia, serta tantangan yang terus diperbarui
(Pranata, 2020). Hal ini menjadikan game online sebagai pilihan aktivitas yang menarik,
terutama di tengah rutinitas sehari-hari yang kadang membosankan.

Namun, popularitas game online juga membawa beberapa dampak negatif yang
perlu diperhatikan. Penggunaan game online yang berlebihan dapat menyebabkan
masalah kesehatan fisik, seperti kelelahan mata dan gangguan tidur, serta dampak
psikologis, seperti penurunan konsentrasi dan kecenderungan isolasi sosial (Kurniawan &
Putri, 2019). Selain itu, ada pula risiko kecanduan yang dapat mengakibatkan individu
mengabaikan tanggung jawab atau aktivitas lain yang penting, seperti belajar atau bekerja
(Sari, 2021). Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang baik tentang dampak game
online serta upaya untuk mengelola penggunaan teknologi ini secara bijak agar tetap
memberikan manfaat tanpa mengorbankan kesejahteraan individu.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu definisi adiksi Game Online?


2. Apa saja Penyebab adiksi Game Online?
3. Apa dampak dari adiksi Game Online?
4. Bagaimana Pencegahan dan penanganan adiksi Game Online?
C. Tujuan

1. Mahasiswa dapat memahami pengertian adiksi game


2. Mahasiswa dapat memahami penyebab adiksi
3. Mahasiswa dapat memahami pengertian dampak dari adiksi
4. Mahasiswa dapat memahami pencegahan dan penanganan adiksi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Adiksi Game Online
Online Gaming Addiction atau kecanduan bermain game online adalah perilaku
seseorang yang ingin terus bermain game online dan tidak dapat dikontrol atau tidak
mempunyai kekuatan dalam mengehentikannya (Kurniawan, A: 2021) Adiksi bermain game
online adalah penggunaan game online secara terusmenerus dan berulang yang sering
mengarah pada terganggunya kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa adiksi bermain game online merupakan salah satu dampak yang
dimbulkan akibat penggunaan game online secara berlebihan dan tidak terkontrol yang
menyebabkan kegiatan sehari-hari terganggu. Pada umumnya adiksi bermain game online
terjadi pada kelompok usia remaja (Rafiyah, I: 2022)

B. Penyebab Adiksi

Menurut (Rafiyah, I: 2022) Penyebab adiksi game online terdiri dari faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal meliputi mencari kesenangan (pleasure effect), mencari
tantangan (novelty seeking), depresi, dan kurangnya kegiatan. Faktor internal yang paling
banyak menjadi penyebab adalah mencari kesenangan, yang terjadi pada 77,6% responden.
Faktor eksternal berasal dari lingkungan luar. Menurut (Kurniawan, A: 2021) Penyebab
adiksi game online terbagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal:

1. Faktor Internal:

- Rasa bosan yang dirasakan ketika berada di rumah atau di kampus.

- Ketidakmampuan mengatur prioritas.

- Kurangnya kontrol diri atau self-control dalam diri individu.

- Keinginan yang kuat untuk mendapatkan nilai tinggi dalam suatu permainan.

2. Faktor Eksternal:

- Kurangnya hubungan sosial yang baik, sehingga remaja memilih bermain game online
sebagai aktivitas yang menyenangkan.
C. Dampak Adiksi
Kecanduan game online dapat memberikan dampak negatif atau bahaya bagi remaja yang
mengalaminya. Dampak yang akan muncul akibat kecanduan game online meliputi lima
aspek, antara lain aspek kesehatan, aspek psikologis, aspek akademik, aspek sosial, dan aspek
keuangan.

1. Aspek kesehatan.
Kecanduan game online mengakibatkan kesehatan remaja menurun. Remaja yang
kecanduan game online memiliki daya tahan tubuh yang lemah akibat kurangnya
aktivitas fisik,kurang waktu tidur, dan sering terlambat makan.

2. Aspek psikologis.
Banyaknya adegan game online yang memperlihatkan tindakan kriminal dan
kekerasan, seperti: perkelahian, perusakan, dan pembunuhan secara tidak langsung telah
memengaruhi alam bawah sadar remaja bahwa kehidupan nyata ini adalah layaknya
sama seperti di dalam game online tersebut. Ciri-ciri remaja yang mengalami gangguan
mental akibat pengaruh game online, yakni mudah marah, emosional, dan mudah
mengucapkan kata-kata kotor.

3. Aspek akademik.
Usia remaja berada pada usia sekolah yang memiliki peran sebagai siswa di
sekolah. Kecanduan game online dapat membuat performa akademiknya menurun.
Waktu luang yang seharusnya sangat ideal untuk mempelajari pelajaran di sekolah justru
lebih sering digunakan untuk menyelesaikan misi dalam game online. Daya konsentrasi
remaja pada umumnya terganggu sehingga kemampuan dalam menyerap pelajaran yang
disampaikan guru tidak maksimal.

4. Aspek sosial.
Beberapa gamer merasa menemukan jati dirinya ketika bermain game online
melalui keterikatan emosional dalam pembentukan avatar, yang menyebabkannya
tenggelam dalam dunia fantasi yang diciptakannya sendiri. Hal ini dapat membuat
kehilangan kontak dengan dunia nyata sehingga dapat menyebabkan berkurangnya
interaksi. Meskipun ditemukan bahwa terjadi peningkatan sosialisasi secara online
namun di saat yang sama juga ditemukan penurunan sosialisasi di kehidupan nyata.
Remaja yang terbiasa hidup di dunia maya, umumnya kesulitan ketika harus
bersosialisasi di dunia nyata. Sikap antisosial, tidak memiliki keinginan untuk berbaur
dengan masyarakat, keluarga dan juga teman-teman adalah ciri-ciri yang ditunjukkan
remaja yang kecanduan game online.

5. Aspek keuangan.
Bermain game online terkadang membutuhkan biaya, untuk membeli voucher
saja supaya tetap bisa memainkan salah satu jenis game online dibutuhkan biaya yang
tidak sedikit. Remaja yang belum memiliki penghasilan sendiri dapat melakukan
kebohongan (kepada orang tuanya) serta melakukan berbagai cara termasuk pencurian
agar dapat memainkan game online.

D. Pencegahan Dan Penanganan Adiksi

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam mengatasi adiksi game online
mencakup 6 faktor, diantaranya education, attention switching, dissuasion, parental
monitoring, resource restriction dan perceived cost.

1. Pendidikan (Education)
Selain motivasi yang kuat dalam diri, aspek pendidikan juga diperlukan.
Lingkungan pendidikan yang kondusif dan terkontrol turut mendukung
pencegahan maupun mengurangi kecanduan game online. Dari sisi pendidikan,
perlu ada upaya peningkatan kognitif melaui pemberian edukasi terkait bahaya
kecanduan game online. Pemberian edukasi dapat berupa seminar, sosialisai,
pembuatan modul, dan bentuk lainnya.
2. Pengalihan Perhatian (Attention Switching)
Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di kehidupan nyata yang juga tidak kalah
menyenangkan seperti berolahraga atau permainan yang dimainkan bersama
secara langsung dapat membuat seseorang mengurangi durasi waktunya untuk
bermain game online (Xu, Z., Turel, O., & Yuan, Y. :2012) Jika hal ini dilakukan
secara konsisten, maka pengalihan perhatian akan mengurangi partisipasi dalam
bermain game online yang dapat melindungi seseorang dari terjerumus dalam
kecanduan akan game online
3. Pengawasan Orang Tua (Parental Monitoring)
Pengawasan dan pengaruh orang tua menjadi salah satu faktor yang penting
dalam proteksi dari masalah perilaku seseorang terutama anak. Kurangnya
pengawasan dapat membahayakan perilaku anaknya. Semakin baik pengawasan
dan wawasan orang tua terhadap aktivitas anaknya, maka akan mengurangi
resiko perilaku yang menyimpang, beresiko, dan penyalahgunaan yang mungkin
dilakukan oleh anak. Begitu pun dengan adiksi game online pada anak,
pengawasan orang tua menjadi salah satu langkah efektf untuk mencegah adiksi
game online pada anak.
4. Pembatasan Sumber Daya (Resource Restriction)
Pembatasan sumber daya merupakan upaya sejauh mana seorang pemain
merasa adanya batasan sumber daya dalam bermain game online meliputi uang,
peralatan, dan peraturan. Seseorang mungkin saja terjerumus pada adiksi game
online karena memiliki persepsi tersedianya sumber daya yang dibutuhkan
misalnya biaya yang menunjang game online, gadget yang memadai, internet dan
teknis lainnya. Langkah pencegahan adiksi game online yang dapat dilakukan
dengan mempertimbangkan faktor ini yaitu dengan dibuatnya batasan atau
kebijakan yang mengatur terkait akses dari game online seperti orangtua yang
tidak memberikan biaya kepada anaknya untuk pembelian game online, dibuatnya
kebijakan di dalam rumah terkait jangka waktu yang diperbolehkan menggunakan
gadget, dan peraturan yang mengikat lainnya. Peraturan atau kebijakan ini
biasanya dibuat oleh orang yang lebih dewasa dan cenderung disegani.
5. Biaya yang Dibutuhkan (Perceived Cost)
Biaya yang dikeluarkan untuk game online juga berpengaruh pada
kecenderungan untuk bermain game online. Strategi pencegahan dan
pengurangan adiksi game online berfokus pada kenaikan harga game online
dapat mengurangi kecenderungan untuk bermain game online. Jika biaya game
online meningkat, manfaat yang dirasakan terlihat lebih rendah dibandingkan
dengan biaya yang berujung pada penggunaan berkurang. Berangkat dari
persepsi tersebut, jika biaya yang dirasakan dari game online akan mengurangi
keinginan seseorang untuk bermain game online dan bahkan mencegah adiksi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adiksi game online saat ini sudah ditetapkan sebagai salah satu gangguan mental
yakni kecenderungan seseorang untuk bermain game online secara berlebihan dalam
durasi yang lama dan dilakukan secara terus-menerus. Tentunya, sesuatu yang
belerbihan juga tidak selalu berdampak baik. Banyak dampak negatif yang muncul
dan berakibat fatal jika sampai seseorang sampai terjerumus adiksi game online. Oleh
karena itu, dibutuhkan srategi pencegahan yang tepat dengan mempertimbangakn
faktor-faktor resiko yang ada.

B. Saran
Semoga pembaca bisa menerima makalah ini dengan sebaik baiknya sebagai
penambah ilmu pengetahuan tentang perkembangan bahasa dari awal lahir hingga
saat ini. Jika ingin lebih manambah pemahaman mohon untuk membaca jurnal atau
buku tentang kognitif perkembangan bahasa.
DAFTAR PUSTAKA

Asri, R, dkk. (2022). Kecanduan Game Online Siswa dan Penanganannya Pada Era Pandemi: Studi Kasus
Siswa Sekolah Menengah Atas Kebupaten Bone. Pinisi Journal Of Art, Humanity & Social
studies.

Kurniawan, R., & Putri, A. (2019). Dampak Penggunaan Game Online Terhadap Kesehatan
Psikologis Anak. Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo.

Novrialdy E dan Atyarizal R. Online Game Addiction in Adolescent : What would school
counselor do?. Jurnal Konseling dan Pendidikan. 2019;7(3):97-103.

Pranata, H. (2020). Perkembangan Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Hiburan Digital.


Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Sari, M. (2021). Risiko Kecanduan Game Online di Kalangan Remaja: Studi Kasus di Indonesia.
Bandung: Pustaka Jaya.

Turel Z dan Yuan Y. Online Game Addiction Among Adolescents : Motivation and Prevention
Factors. European Journal of Information Systems. 2012;1(21):321-340.

Xu, Z., Turel, O., & Yuan, Y. (2012). Online game addiction among adolescents: Motivation and
prevention factors. European Journal of Information Systems, 21(3), 321–340.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai