SKOM4329-1
NASKAH TUGAS MATA KULIAH
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2023/2024 Genap (2024.1)
Fakultas : FHISIP/Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kode/Nama MK :SKOM4329/Komunikasi Organisasi
Tugas :3
No. Soal
1. Budaya organisasi adalah konsep penting yang digunakan untuk menjelaskan kinerja [Link] organisasi yang
kuat dalam lemah mempunyai pengaruh besar pada organisasi terutama dampaknya pada komunikasi organisasi.
Jelaskan apa dampak budaya organisasi terhadap pola kegiatan terutama pada komunikasi yang ada di dalam
organisasi!
JAWAB :
Budaya organisasi memainkan peran krusial dalam membentuk pola kegiatan dan komunikasi dalam sebuah organisasi.
Berikut adalah beberapa dampak budaya organisasi terhadap komunikasi dalam organisasi:
1. Komunikasi Terbuka vs. Tertutup:
- Budaya Kuat: Dalam organisasi dengan budaya yang kuat dan positif, komunikasi cenderung lebih terbuka.
Karyawan merasa aman untuk berbicara dan berbagi ide tanpa takut akan reaksi negatif. Hal ini menciptakan aliran
informasi yang lancar dan meningkatkan kolaborasi.
- Budaya Lemah: Sebaliknya, dalam budaya organisasi yang lemah, komunikasi sering kali tertutup dan
terfragmentasi. Karyawan mungkin merasa tidak aman untuk mengemukakan pendapat mereka, yang dapat
menghambat aliran informasi dan mengurangi efektivitas tim.
2. Hierarki dan Struktur Komunikasi:
- Budaya Kuat: Dalam budaya organisasi yang kuat, struktur komunikasi cenderung lebih jelas dan terorganisir. Ada
saluran komunikasi yang terdefinisi dengan baik dan peran serta tanggung jawab yang jelas, yang memudahkan
penyampaian informasi.
- Budaya Lemah: Dalam budaya yang lemah, struktur komunikasi mungkin tidak jelas atau tidak konsisten. Ini dapat
menyebabkan kebingungan, miskomunikasi, dan ketidakpastian di antara karyawan.
3. Kepercayaan dan Transparansi:
- Budaya Kuat: Budaya yang kuat sering kali didasari oleh tingkat kepercayaan yang tinggi antar karyawan dan antara
karyawan dengan manajemen. Transparansi dalam komunikasi adalah hal yang biasa, yang membantu membangun
kepercayaan lebih lanjut dan mendukung kerjasama yang efektif.
- Budaya Lemah: Di sisi lain, dalam budaya organisasi yang lemah, kurangnya kepercayaan dan transparansi dapat
menjadi masalah. Informasi penting mungkin disembunyikan atau disampaikan secara tidak jujur, yang dapat
mengakibatkan ketidakpercayaan dan disfungsi dalam tim.
4. Penyelesaian Konflik:
- Budaya Kuat: Organisasi dengan budaya yang kuat cenderung memiliki mekanisme yang efektif untuk menangani
konflik. Komunikasi yang baik memungkinkan penyelesaian masalah secara konstruktif dan cepat.
- Budaya Lemah: Dalam budaya yang lemah, konflik sering kali dihindari atau diselesaikan dengan cara yang tidak
efektif. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan ketegangan dan produktivitas yang menurun.
5. Inovasi dan Kreativitas:
- Budaya Kuat: Komunikasi yang efektif dalam budaya yang kuat mendukung lingkungan di mana inovasi dan
kreativitas bisa berkembang. Ide-ide baru dihargai dan didiskusikan secara terbuka, mendorong perkembangan dan
adaptasi.
- Budaya Lemah: Dalam budaya yang lemah, komunikasi yang terbatas dan terhambat dapat menghalangi kreativitas.
Karyawan mungkin merasa enggan untuk berbagi ide baru karena takut ditolak atau tidak didengar.
1 dari 1
SKOM4329-1
Secara keseluruhan, budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi efektif,
yang pada gilirannya meningkatkan kinerja organisasi. Sebaliknya, budaya yang lemah cenderung menghambat
komunikasi, yang dapat berdampak negatif pada kinerja dan kesejahteraan karyawan.
2. Pada perubahan strategis, komunikasi efektif sangat menentukan karena terkait dengan ketepatan dan kejelasan
dalam pendefinisian persoalan, solusi dan implementasi. Komunikasi inovasi berujuan untuk menciptakan pengertian,
tindakan dan komitmen karyawan. Terdapat dua model komunikasi inovasi yaitu model proses keputusan inovasi dan
model strategi komunikasi perubahan. Jelaskan dengan lengkap tentang model proses komunikasi inovasi?
JAWAB:
Model proses keputusan inovasi dan model strategi komunikasi perubahan adalah dua pendekatan yang digunakan
untuk memastikan komunikasi yang efektif selama perubahan strategis dalam organisasi. Fokus kali ini akan lebih
kepada model proses keputusan inovasi.
Model Proses Keputusan Inovasi
Model proses keputusan inovasi menggambarkan bagaimana individu dalam organisasi memutuskan untuk menerima
atau menolak inovasi. Model ini terdiri dari beberapa tahap yang dijalani oleh individu atau kelompok dalam
mengambil keputusan terhadap inovasi. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tahapan-tahapan tersebut:
1. Tahap Pengetahuan (Knowledge)
- Deskripsi: Pada tahap ini, individu atau kelompok pertama kali mendengar tentang inovasi. Mereka mengumpulkan
informasi dasar mengenai apa inovasi tersebut dan bagaimana cara kerjanya.
- Tujuan Komunikasi: Memperkenalkan inovasi kepada audiens target dan memastikan mereka memahami konsep
dasar serta manfaat potensialnya.
2. Tahap Persuasi (Persuasion)
- Deskripsi: Setelah mengetahui tentang inovasi, individu mulai membentuk sikap terhadapnya. Mereka
mengevaluasi keuntungan dan kerugian dari inovasi tersebut, seringkali berdasarkan informasi lebih mendalam dan
pengalaman orang lain.
- Tujuan Komunikasi: Memberikan informasi yang lebih mendalam dan studi kasus atau testimoni untuk meyakinkan
individu tentang nilai inovasi. Ini bertujuan untuk membangun sikap positif dan minat terhadap inovasi.
3. Tahap Keputusan (Decision)
- Deskripsi: Pada tahap ini, individu memutuskan untuk menerima atau menolak inovasi. Keputusan ini didasarkan
pada penilaian informasi yang telah mereka kumpulkan dan sikap yang telah terbentuk sebelumnya.
- Tujuan Komunikasi: Menyediakan dukungan yang diperlukan untuk membantu individu membuat keputusan yang
terinformasi, misalnya melalui demonstrasi langsung, pelatihan, atau konsultasi.
4. Tahap Implementasi (Implementation)
- Deskripsi: Setelah memutuskan untuk menerima inovasi, individu mulai mengimplementasikan inovasi tersebut
dalam pekerjaan atau kehidupan mereka. Ini seringkali memerlukan perubahan dalam perilaku atau proses yang sudah
ada.
- Tujuan Komunikasi: Menyediakan panduan praktis, pelatihan, dan dukungan selama fase implementasi untuk
memastikan bahwa inovasi diterapkan dengan benar dan efektif.
5. Tahap Konfirmasi (Confirmation)
- Deskripsi: Pada tahap akhir ini, individu mencari penguatan atas keputusan mereka untuk menerima inovasi.
Mereka akan mencari dukungan tambahan atau bukti bahwa keputusan mereka adalah benar.
- Tujuan Komunikasi: Menyediakan bukti lanjutan tentang manfaat dari inovasi melalui feedback positif, studi kasus
yang berhasil, dan pengakuan atas keberhasilan implementasi.
Pentingnya Model Proses Keputusan Inovasi
1 dari 1
SKOM4329-1
Model ini penting karena memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memahami bagaimana inovasi diterima dan
diadopsi dalam organisasi. Setiap tahap dalam model ini memerlukan strategi komunikasi yang berbeda untuk
memastikan bahwa inovasi tidak hanya dikenal, tetapi juga diadopsi dan diterapkan secara efektif. Dengan memahami
setiap tahapan ini, organisasi dapat merancang intervensi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan
kemungkinan sukses dalam menerapkan perubahan strategis.
Contoh:
Misalkan sebuah perusahaan teknologi ingin memperkenalkan perangkat lunak baru untuk manajemen proyek.
Mereka akan:
1. Pengetahuan: Mengirimkan informasi dasar tentang perangkat lunak melalui email dan presentasi.
2. Persuasi: Mengadakan sesi demo dan berbagi testimoni dari tim yang telah mengujinya.
3. Keputusan: Mengadakan sesi tanya jawab dan memberikan uji coba gratis.
4. Implementasi: Menyediakan pelatihan intensif dan dukungan teknis.
5. Konfirmasi: Mengumpulkan feedback, menunjukkan data peningkatan efisiensi, dan merayakan keberhasilan kecil.
Dengan mengikuti model ini, perusahaan dapat memastikan bahwa inovasi tersebut diterima dengan baik dan
diimplementasikan secara efektif oleh semua karyawan.
3. Setiap organisasi bisnis ataupun nirlaba tentu pernah bahkan sering mengalami konflik. Konflik yang paling sering
terjadi adalah antara buruh dan manajemen perusahaan dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan kerja. Konflik
dalam organisasi memiliki kaitan erat dengan komunikasi. Menurut anda apa hubungan antara konflik dan komunikasi.
Jelaskan dan berikan contoh lengkapnya!
JAWAB :
Konflik dalam organisasi seringkali memiliki akar yang dalam pada masalah komunikasi. Hubungan antara konflik dan
komunikasi dapat dijelaskan melalui beberapa aspek berikut:
1. Kurangnya Komunikasi yang Efektif:
- Penjelasan: Ketika informasi tidak tersampaikan dengan jelas atau tidak cukup, bisa terjadi kesalahpahaman yang
mengarah pada konflik. Misalnya, jika manajemen tidak mengkomunikasikan perubahan kebijakan dengan baik,
karyawan mungkin merasa kebingungan dan tidak dihargai.
- Contoh: Sebuah perusahaan memutuskan untuk mengubah struktur gaji tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada
karyawan. Karyawan merasa keputusan tersebut tidak adil dan mengorganisir pemogokan untuk menuntut penjelasan
dan kejelasan dari manajemen.
2. Komunikasi yang Buruk:
- Penjelasan: Pesan yang disampaikan secara tidak tepat, seperti nada yang kasar atau pilihan kata yang kurang
sopan, dapat memicu konflik. Komunikasi yang buruk dapat menimbulkan rasa tidak dihargai atau bahkan
permusuhan.
- Contoh: Seorang manajer mengkritik kinerja timnya dengan kata-kata yang merendahkan di depan rekan kerja
lainnya. Hal ini menimbulkan rasa marah dan frustrasi di antara karyawan, yang kemudian berujung pada
pengunduran diri beberapa anggota tim.
3. Tidak Ada Komunikasi Dua Arah:
- Penjelasan: Komunikasi yang hanya berjalan satu arah tanpa memberi kesempatan bagi feedback atau masukan
dari pihak lain bisa menciptakan perasaan terisolasi dan tidak didengarkan, yang dapat memicu konflik.
- Contoh: Dalam sebuah organisasi, keputusan strategis selalu diambil oleh manajemen tanpa melibatkan pendapat
dari karyawan. Ketika keputusan tersebut ternyata merugikan karyawan, mereka merasa bahwa suara mereka tidak
dianggap penting, sehingga mereka melakukan demonstrasi untuk menuntut partisipasi dalam proses pengambilan
keputusan.
4. Informasi yang Tidak Konsisten atau Tertunda**:
1 dari 1
SKOM4329-1
- Penjelasan: Informasi yang tidak konsisten atau terlambat disampaikan dapat menyebabkan ketidakpastian dan
spekulasi yang berlebihan, yang seringkali berujung pada konflik.
- Contoh: Manajemen sebuah pabrik mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja, tetapi tidak memberikan
detail mengenai siapa yang akan terkena dampak dan kapan keputusan akan diambil. Hal ini menyebabkan
ketidakpastian dan kecemasan di kalangan karyawan, yang kemudian berujung pada aksi mogok kerja sebagai bentuk
protes terhadap ketidakjelasan informasi.
Kesimpulan:
Hubungan antara konflik dan komunikasi sangat erat, di mana komunikasi yang buruk atau tidak efektif seringkali
menjadi pemicu utama konflik dalam organisasi. Untuk mengelola dan mencegah konflik, penting bagi organisasi
untuk memastikan adanya komunikasi yang jelas, terbuka, dan dua arah antara manajemen dan karyawan. Dengan
demikian, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.
1 dari 1