0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Manfaat dan Jenis Tanaman Obat Keluarga

Diunggah oleh

aishalailina03
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Manfaat dan Jenis Tanaman Obat Keluarga

Diunggah oleh

aishalailina03
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) : PENGERTIAN,

JENIS-JENIS, MANFAAT, SEJARAH, DAN TANTANGAN


PEMANFAATANNYA

DISUSUN OLEH

AINI NUR HABIBAH

AZHARA

DEWI FITRIANI

DWI AFIFAH ZULAIKHA

HADIVA GELSY

M. FAIZ FAADIHILAH ALFASYAP

M. HAFIZ RAMADANI

XI GENERAL II

SMA NEGERI 5 JALAN BAWAL NO.43, WONOREJO, KEC.


MARPOYAN DAMAI, KOTA PEKANBARU, RIAU 28125

TAHUN AJARAN 2024/2025


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) : PENGERTIAN, JENIS-JENIS,
MANFAAT, SEJARAH, DAN TANTANGAN PEMANFAATANNYA” ini tepat
pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
dari guru pembimbing pada mata pelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila). Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (toga) bagi para pembaca dan juga
penulis.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang akan membangun akan kami nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2

DAFTAR ISI ................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 4

A. Latar Belakang ..................................................................................... 4


B. Rumusan Masalah ................................................................................ 5
C. Tujuan Penelitian ................................................................................. 5
D. Manfaat Penelitian ............................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 6

A. Pengertian Tanaman Obat Keluarga (Toga) ......................................... 6


B. Jenis-Jenis Tanaman Obat Keluarga (Toga) ......................................... 7
C. Sejarah Toga ........................................................................................ 11
D. Manfaat-Manfaat Toga ......................................................................... 12
E. Kendala yang Ditemukan dalam Pemanfaatan Toga ........................... 14

BAB III PENUTUP ........................................................................................ 14

A. Kesimpulan .......................................................................................... 15
B. Saran .................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 16


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati
yang sangat tinggi, termasuk ragam tanaman yang memiliki khasiat sebagai
obat. Tanaman obat keluarga, yang sering disingkat toga, merujuk pada
tanaman yang dapat ditanam di sekitar rumah dan memiliki khasiat untuk
kesehatan. Toga telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat
tradisional oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai macam
penyakit.
Pada era modern ini, meskipun pengobatan medis konvensional semakin
berkembang, minat terhadap tanaman obat tetap tinggi. Hal ini disebabkan
oleh kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya
kembali ke pengobatan alami, yang umumnya dianggap lebih minim efek
samping dibandingkan obat sintetis. Selain itu, tanaman obat juga memiliki
peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya di daerah
yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Pengembangan dan pemanfaatan toga menjadi bagian penting dalam
upaya meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga. Pengetahuan mengenai
jenis tanaman obat, cara budidaya, hingga cara penggunaannya, menjadi
penting untuk dilestarikan dan disebarluaskan. Dengan menanam toga, setiap
keluarga diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pengobatan
alami sendiri tetapi juga mendukung konservasi tanaman-tanaman asli
Indonesia.
Oleh karena itu, makalah ini akan membahas lebih dalam mengenai
tanaman obat keluarga, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara budidaya
dan pengolahan tanaman obat. Diharapkan informasi yang disajikan dapat
meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat dalam memanfaatkan toga
sebagai solusi kesehatan alami dan mandiri.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tanaman obat keluarga (toga) dan apa saja
jenis-jenis tanaman yang termasuk dalam toga?
2. Bagaimana sejarah dan perkembangan penggunaan tanaman obat di
Indonesia?
3. Apa saja manfaat dari tanaman obat keluarga bagi kesehatan dan
kehidupan sehari-hari?
4. Apa kendala yang ditemukan dalam pemanfaatan tanaman obat?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tanaman obat keluarga
(toga) dan apa saja jenis-jenis tanaman yang termasuk dalam toga.
2. Untuk mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan penggunaan
tanaman obat di Indonesia.
3. Untuk mengetahui apa saja manfaat dari tanaman obat keluarga bagi
kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
4. Untuk mengetahui apa kendala yang ditemukan dalam pemanfaatan
tanaman obat

D. Manfaat Penelitian
1. Penelitian ini memberikan pemahaman dasar tentang toga dan jenis
jenisnya, yang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
manfaat tanaman obat di sekitar mereka.
2. Kajian mengenai sejarah penggunaan toga akan membantu melestarikan
pengetahuan tradisional dan mempromosikan nilai budaya Indonesia yang
terkait dengan tanaman obat.
3. Analisis manfaat toga dalam kesehatan dapat mendorong masyarakat
untuk memanfaatkan tanaman obat dalam kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Tanaman Obat Keluarga (Toga)


Tanaman Obat Keluarga, atau yang sering disingkat sebagai toga, adalah
istilah yang merujuk pada berbagai jenis tanaman yang ditanam di
pekarangan rumah atau lahan sekitar dengan tujuan utama sebagai bahan
alami untuk pengobatan tradisional dalam skala keluarga. toga mencakup
tanaman yang memiliki khasiat tertentu dan bisa dimanfaatkan dalam
menjaga kesehatan, mengobati penyakit ringan, atau bahkan mencegah
beberapa penyakit. Dengan memanfaatkan tanaman yang mudah ditanam dan
dipelihara di sekitar tempat tinggal, konsep toga mengusung gagasan bahwa
setiap keluarga dapat memiliki apotek hidup yang murah, mudah diakses, dan
berkelanjutan.
Secara umum, toga adalah bagian dari kearifan lokal di berbagai wilayah,
terutama di Indonesia, yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat
kaya. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk pengobatan
mandiri yang memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Sejak dahulu, nenek
moyang kita sudah memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk menjaga
kesehatan dan mengatasi gangguan kesehatan sehari-hari, seperti sakit kepala,
demam, batuk, gangguan pencernaan, dan lainnya. Beberapa contoh tanaman
toga yang sering digunakan antara lain adalah jahe, kunyit, temulawak, daun
sirih, kencur, dan kumis kucing. Masing-masing tanaman ini memiliki
kandungan senyawa tertentu yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan.
Misalnya, jahe mengandung gingerol yang bersifat antiinflamasi dan dapat
meredakan rasa mual, sementara kunyit memiliki kurkumin yang juga
berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi.
Keberadaan toga tidak hanya bertujuan untuk menyediakan bahan obat
alami di rumah, tetapi juga mengandung filosofi tentang kemandirian dan
ketahanan keluarga dalam bidang kesehatan. Dengan menanam toga, setiap
keluarga dapat menyediakan sendiri obat-obatan sederhana untuk keperluan
sehari-hari tanpa harus bergantung pada obat-obatan pabrikan yang mungkin
lebih mahal dan kadang sulit diakses, terutama di daerah pedesaan atau
wilayah yang jauh dari pusat kesehatan. Selain itu, toga memberikan pilihan
yang lebih alami dan ramah lingkungan, karena pemanfaatan tanaman ini
cenderung tidak menimbulkan efek samping berbahaya yang sering
ditemukan pada beberapa obat kimia.
Selain aspek manfaat langsung bagi kesehatan, toga juga berkontribusi
dalam pelestarian tradisi pengobatan alami yang berakar pada budaya lokal.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan industri farmasi modern,
banyak masyarakat yang mulai melupakan cara-cara pengobatan tradisional.
Namun, toga hadir sebagai salah satu cara untuk mempertahankan warisan
budaya ini, sehingga generasi muda tetap mengenal dan memahami nilai-nilai
dari pengobatan alami.
Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan alami mulai meningkat kembali, dan toga menjadi salah satu fokus
utama dalam program kesehatan masyarakat. Pemerintah dan berbagai
lembaga kesehatan juga turut mendorong pemanfaatan toga, dengan tujuan
untuk menekan biaya pengobatan, meningkatkan akses kesehatan, serta
menjaga keberlanjutan lingkungan. Meski demikian, ada tantangan yang
dihadapi dalam pengembangan toga, seperti kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang jenis tanaman obat dan cara penggunaannya yang tepat,
serta kendala dalam budidaya tanaman tertentu yang membutuhkan
perawatan khusus atau kondisi tumbuh tertentu.

B. Jenis Jenis Tanaman Obat Keluarga (Toga)


1. Jahe

Jahe adalah tanaman herbal yang sering digunakan sebagai rempah dan
obat tradisional. Kandungan utama jahe adalah gingerol, yang memiliki
sifat antiinflamasi dan antioksidan. Jahe dapat meredakan rasa mual, baik
yang disebabkan oleh mabuk perjalanan maupun kehamilan (morning
sickness). Selain itu, jahe dikenal mampu menghangatkan tubuh,
mengatasi gangguan pencernaan seperti kembung, dan meredakan nyeri
otot serta sendi. Manfaat ini menjadikan jahe populer sebagai minuman
penghangat seperti wedang jahe.

2. Kunyit

Kunyit adalah tanaman rimpang yang mengandung kurkumin, senyawa


aktif dengan efek antiinflamasi dan antioksidan kuat. Kunyit sering
dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai
penyakit. Kunyit dapat membantu meredakan peradangan, mendukung
kesehatan pencernaan, dan mempercepat penyembuhan luka. Selain itu,
kunyit bermanfaat untuk kesehatan hati, karena membantu membersihkan
racun dari tubuh. Kunyit juga banyak digunakan sebagai bahan alami
dalam perawatan kulit.

3. Temulawak

Temulawak adalah tanaman rimpang asli Indonesia yang memiliki


manfaat besar untuk kesehatan, terutama sebagai penambah nafsu makan
dan untuk kesehatan hati. Temulawak dikenal dapat meningkatkan nafsu
makan, terutama pada anak-anak. Selain itu, temulawak membantu
menjaga kesehatan hati dengan meningkatkan produksi empedu, yang
penting untuk proses pencernaan lemak. Temulawak juga efektif untuk
mengatasi masalah pencernaan, seperti kembung dan maag.

4. Daun Sirih

Daun sirih mengandung eugenol dan chavicol yang berfungsi sebagai


antiseptik alami dan memiliki sifat antioksidan serta antimikroba. Daun
sirih sering digunakan untuk mengatasi bau badan dan bau mulut. Selain
itu, daun ini membantu mempercepat penyembuhan luka ringan dan
efektif untuk membersihkan area kewanitaan. Daun sirih juga biasa
digunakan sebagai obat kumur tradisional untuk menjaga kebersihan mulut
dan gigi.

5. Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki gel yang kaya akan vitamin, mineral, dan asam
amino yang baik untuk kesehatan kulit dan tubuh. Gel lidah buaya dapat
digunakan untuk menyembuhkan luka bakar, karena memiliki efek
menenangkan dan mempercepat regenerasi sel kulit. Selain itu, lidah
buaya baik untuk melembapkan kulit, merawat rambut, dan membantu
mengatasi masalah sembelit jika dikonsumsi. Banyak produk kecantikan
yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan utama.

6. Sambiloto

Sambiloto adalah tanaman herbal yang mengandung senyawa


andrografolida, yang memiliki sifat antiinfeksi, antiinflamasi, dan mampu
meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sambiloto dikenal dapat
meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga sering digunakan untuk
mencegah infeksi. Tanaman ini juga bermanfaat untuk mengatasi demam,
berkat kemampuannya dalam menurunkan suhu tubuh dan membantu
tubuh melawan infeksi bakteri atau virus.

7. Serai

Serai mengandung senyawa citronella, yang dikenal sebagai pengusir


serangga alami, serta beberapa zat yang baik untuk kesehatan pencernaan.
Serai efektif dalam mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, mual,
dan gangguan pencernaan ringan. Selain itu, aroma citronella pada serai
sering dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk alami, baik dalam bentuk
minyak atau dengan cara membakar batangnya.
8. Kencur

Kencur merupakan tanaman rimpang yang sering digunakan dalam


jamu dan pengobatan tradisional karena kandungan zat aktif yang bersifat
antiinflamasi dan mampu meredakan batuk. Kencur dapat membantu
meredakan batuk, meningkatkan nafsu makan, dan mengurangi pegal-
pegal pada otot. Ramuan kencur sering digunakan untuk memperkuat
stamina tubuh.

C. Sejarah Toga
Sejarah tanaman obat keluarga (toga) berakar dari tradisi pengobatan
alami yang telah ada sejak ribuan tahun di berbagai belahan dunia,
termasuk di Indonesia. Di Nusantara, penggunaan tanaman sebagai obat
sudah dikenal oleh nenek moyang kita jauh sebelum adanya pengobatan
modern. Masyarakat tradisional memanfaatkan tanaman untuk mengatasi
berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit ringan hingga
pencegahan penyakit kronis, dengan memanfaatkan kekayaan flora yang
tersedia di lingkungan sekitar.
Pada zaman kerajaan di Indonesia, seperti Majapahit dan Mataram,
penggunaan tanaman obat menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup.
Resep ramuan herbal yang kini dikenal sebagai jamu diturunkan secara
turun-temurun dan berkembang menjadi ilmu pengobatan tradisional. Para
tabib dan dukun pada masa itu menguasai pengetahuan tentang khasiat
berbagai tanaman, yang sebagian besar masih digunakan hingga saat ini.
Istilah “toga” sendiri muncul ketika pemerintah Indonesia mulai
menyusun kebijakan kesehatan masyarakat pada akhir abad ke-20,
tepatnya pada tahun 1970-an. toga dikenalkan sebagai bagian dari program
kesehatan mandiri masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses
masyarakat terhadap pengobatan, terutama di pedesaan atau wilayah yang
jauh dari fasilitas kesehatan modern. Program ini diperkuat dengan
dorongan pemerintah agar setiap rumah tangga memiliki apotek hidup atau
taman tanaman obat, sehingga mereka dapat memanfaatkan tanaman obat
dengan mudah.
Pada masa ini, toga semakin dikenal luas di kalangan masyarakat
sebagai cara untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit ringan
secara alami, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan
tradisional dan kesadaran untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah
lingkungan. Melalui program ini, toga tidak hanya bermanfaat bagi
kesehatan, tetapi juga untuk melestarikan kekayaan hayati dan kearifan
lokal yang dimiliki Indonesia.

D. Manfaat-Manfaat Toga
1. Sebagai Obat Alami untuk Keluarga
Toga menyediakan pilihan pengobatan alami yang dapat digunakan
dalam keluarga. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif yang dapat
membantu mengobati berbagai masalah kesehatan ringan tanpa perlu
obat-obatan sintetis.

2. Mengobati Berbagai Penyakit Ringan dan Kronis


Beberapa tanaman obat dapat mengatasi penyakit ringan seperti
batuk, flu, atau sakit perut, serta membantu pengelolaan penyakit
kronis seperti diabetes dan hipertensi. Mereka mengandung senyawa
bioaktif yang berguna dalam proses penyembuhan.

3. Pertolongan Pertama pada Orang Sakit yang Jauh dari Tempat Berobat
TOGA bermanfaat sebagai pertolongan pertama bagi orang yang
sakit atau terluka, terutama bagi mereka yang berada jauh dari fasilitas
kesehatan. Misalnya, daun sirih dapat digunakan untuk meredakan
luka atau infeksi kecil.
4. Meningkatkan Gizi
Beberapa tanaman obat juga memiliki nilai gizi tinggi yang baik
untuk kesehatan, seperti kelor yang kaya akan vitamin dan mineral.
Dengan mengonsumsi tanaman ini, gizi keluarga dapat meningkat
secara alami.

5. Mengurangi Efek Samping Obat Kimia


Penggunaan tanaman obat sebagai alternatif dapat mengurangi
ketergantungan pada obat kimia, yang kadang-kadang memiliki efek
samping. Tanaman alami cenderung lebih aman dan tidak
menyebabkan efek samping yang serius bila digunakan dengan benar.

6. Mudah Didapatkan dan Lebih Murah


Banyak toga yang bisa ditanam di halaman rumah atau pekarangan,
sehingga mudah didapatkan dan tidak perlu mengeluarkan biaya besar.
Selain itu, bibitnya pun seringkali murah atau bisa didapatkan secara
gratis.

7. Dapat Digunakan sebagai Bumbu Masakan


Beberapa tanaman toga seperti daun kemangi, kunyit, atau serai
juga berfungsi sebagai bumbu masakan. Selain memberi cita rasa pada
masakan, mereka juga memiliki manfaat kesehatan tambahan.

8. Sebagai penghijau lingkungan


Menanam TOGA juga membantu penghijauan lingkungan rumah.
Tanaman ini selain bermanfaat untuk kesehatan, juga memberikan
udara yang lebih segar dan memperindah area sekitar.
E. Kendala yang Ditemukan dalam Temanfaatan Toga
1. Kurangnya Pengetahuan Masyarakat
Sebagian besar masyarakat, terutama di daerah pedesaan, masih
kurang memahami potensi dan cara yang benar dalam mengolah
tanaman obat. Meskipun toga sudah dikenal, pemanfaatannya tidak
selalu efektif karena kurangnya pengetahuan tentang jenis tanaman,
dosis, atau cara pengolahan yang tepat.

2. Ketidakpastian Efektivitas dan Keamanan


Tidak semua tanaman obat yang ada memiliki bukti ilmiah yang
kuat tentang efektivitas dan keamanannya. Tanaman obat yang belum
diteliti secara mendalam dapat menyebabkan ketidakpastian mengenai
dosis yang tepat atau kemungkinan efek samping yang berbahaya.

3. Keterbatasan Akses dan Ketersediaan Tanaman


Meskipun toga sering ditanam di pekarangan rumah, tidak semua
jenis tanaman obat dapat tumbuh dengan baik di berbagai daerah.
Faktor lingkungan, seperti cuaca, jenis tanah, dan iklim,
mempengaruhi keberhasilan budidaya tanaman obat.

4. Kurangnya Kepercayaan pada Pengobatan Herbal


Di banyak kalangan, pengobatan modern lebih dipercaya
dibandingkan dengan pengobatan herbal. Hal ini mempengaruhi
kecenderungan orang untuk mengandalkan toga dalam pengobatan
sehari-hari.

5. Ketergantungan pada Obat Modern


Banyak orang yang terbiasa dengan pengobatan modern dan
cenderung meremehkan manfaat toga, meskipun tanaman obat ini
sering digunakan untuk meredakan gejala ringan atau sebagai
pelengkap pengobatan utama.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tanaman obat keluarga (toga) merupakan bagian penting dari
keanekaragaman hayati Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi
kesehatan masyarakat. Penggunaan toga tidak hanya memberikan
alternatif pengobatan yang alami dan minim efek samping, tetapi juga
mendukung pelestarian tradisi dan budaya lokal. Dalam penelitian ini,
telah dijelaskan berbagai aspek terkait toga, termasuk definisi, sejarah,
manfaat, kandungan senyawa aktif, serta cara budidaya dan
pemanfaatannya. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai toga,
diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal dalam
kehidupan sehari-hari, serta mengurangi ketergantungan terhadap obat-
obatan sintetis

B. Saran
Untuk meningkatkan pemanfaatan toga, penting bagi pemerintah dan
lembaga kesehatan untuk melakukan edukasi masyarakat mengenai
tanaman obat yang ada di sekitar mereka. Masyarakat juga diharapkan
aktif menanam toga di pekarangan rumah guna meningkatkan kemandirian
kesehatan dan pangan. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk
mengeksplorasi manfaat senyawa aktif dalam toga, serta dukungan
kebijakan pemerintah diperlukan untuk integrasi pengobatan tradisional
dan modern. Kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, dan petani
akan berkontribusi pada inovasi dalam budidaya dan pemanfaatan toga
secara berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA

Qothrunnada, Kholida. 2022. “Mengenal Pengertian Tanaman Toga dan Beragam


Jenisnya” diakses pada 8 November 2024, dari
[Link]
tanaman-toga-dan-beragam-jenisnya
Admin Distan. 2015. “JENIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)
BAGIAN 1” diakses pada 8 November 2024, dari
[Link]
keluarga-toga-bagian-1-90
Si J. 2023. “Pengertian dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” diakses
pada 8 November 2024, dari
[Link]
Manfaat-Tanaman-Obat-Keluarga--TOGA-
Priyono, Wahyu. 2024. “MENGENAL TANAMAN OBAT KELUARGA” diakses
pada 9 November 2024, dari [Link]
tanaman-obat-keluarga
Kknugm. 2020. “Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” diakses pada 9
November 2024, dari
[Link]
tanaman-obat-keluarga-toga
Sari, Gusti Ayu Devi Anom. 2021. “Manfaat olahan TOGA (Tanaman Obat
Keluarga) serta Kendala yang Dialami Masyarakat Sasaran Selama
Pelatihan” diakses pada 9 November 2024, dari
[Link]
keluarga-serta-kendala-yang-dialami-masyarakat-sasaran-selama-pelatihan

Anda mungkin juga menyukai