0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan7 halaman

Pentingnya Identitas Nasional Indonesia

Diunggah oleh

rifat puaik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan7 halaman

Pentingnya Identitas Nasional Indonesia

Diunggah oleh

rifat puaik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IDENTITAS NASIONAL

Pengertian Identitas Nasional

Identitas Nasional merupakan istilah yang terdiri dari dua kata yaitu identitas dan
nasional. Secara harfiah, identitas adalah ciri-ciri, jatidiri atau tanda yang melekat
pada seseorang atau sesuatu yang berguna untuk membedakannya dengan
sesuatu yang lain.

Pembentukan Identitas Nasional Suatu Bangsa


Pembentukan identitas nasional suatu negara tentunya mengalami proses yang
panjang dan membutuhkan perjuangan yang besar. Hal ini karena identitas nasional
adalah sebuah hasil dari kesepakatan masyarakat bangsa tersebut. Tidak setujunya
masyarakat tentang identitas nasional di sebuah negara tentu saja bisa terjadi.

Umumnya, setiap kelompok masyarakat menginginkan identitasnya diangkat


menjadi identitas nasional. Hal ini yang menyebabkan sebuah negara yang baru
merdeka akan mengalami perdebatan dan pertikaian yang berlarut-larut

Identitas nasional dapat kita artikan sebagai sebuah kesatuan yang dikaitkan
dengan nilai-nilai yang ada di tanah air. Nilai tersebut memperlihatkan ciri khas yang
berbeda dengan bangsa-bangsa lain, atau umumnya dikenal dengan nasionalisme.
Hakikat identitas nasional indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam kehidupan orang Indonesia.

Konsep dan urgensi Identitas Nasional


Konsep identitas nasional dibentuk oleh dua kata dasar, ialah “identitas” dan
“nasional”. Kata identitas berasal dari kata “identity” (Inggris) yang dalam Oxford
Advanced Learner’s Dictionary berarti: (1) (C,U) who or what sb/sth is; (2) (C,U) the
characteristics, feelings or beliefs that distinguish people from others; (3) the state of
feeling of being very similar to and able to understand sb/sth. Dalam kamus maya
Wikipedia dikatakan “identity is an umbrella term used throughout the social
sciences to describe a person's conception and expression of their individuality or
group affiliations (such as national identity and cultural identity). Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang
atau jati diri. Dengan demikian identitas menunjuk pada ciri atau penanda yang
dimiliki oleh sesorang, pribadi dan dapat pula kelompok. Penanda pribadi misalkan
diwujudkan dalam beberapa bentuk identitas diri, misal dalam Kartu Tanda
Penduduk, ID Card, Surat Ijin Mengemudi, Kartu Pelajar, dan Kartu Mahasiswa.
Satu lagi identitas penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia
saat ini adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setiap warga negara Indonesia
yang telah memiliki penghasilan wajib memiliki NPWP sebagai sarana
melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. NPWP merupakan tanda pengenal
diri dan identitas wajib pajak bagi warga negara Indonesia
Alasan Perlunya Identitas Nasional

1. Keberagaman suku bangsa


Alasan terbesar pertama yang menjadikan identitas nasional Indonesia sangat
diperlukan adalah karena kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat
beragam dengan banyak suku bangsa di dalamnya. Setiap suku bangsa memiliki
bahasa, agama, kebudayaan tersendiri dan berbeda satu sama lain. Keberagaman
yang sangat tinggi tersebut menjadikannya ada identitas yang dapat berfungsi
sebagai pemersatu dari setiap penduduk suku bangsa sebagai warga negara
Indonesia. Banyaknya suku bangsa dapat menjadi tantangan dalam
menentukan karakteristik identitas nasional.

2. Menjadikan bangsa Indonesia memiliki jati diri


Jati diri setiap bangsa haruslah dimiliki sebagai pembeda dari bangsa lainnya. Jati
dir yang khas dalam identitas nasional tersebut menjadi bagian dari pandangan
hidup yang harus diperhatikan dalam tujuannya mencapai cita cita dan tujuan
sebuah negara secara bersama sama. Negara yang kuat harus memiliki jati diri yang
jelas dan berbeda dengan negara lainnya serta harus dapat ditunjukan kepada dunia
Internasional sebagai salah satu tujuan identitas nasional.

3. Tantangan jaman dan persaingan dunia internasional


Alasan perlunya identitas nasional di Indonesia adalah untuk menghadapi tantangan
jaman yang semakin dinamis dengan persaingan dunia internasional yang sangat
ketat. Negara yang tidak mampu mempertahankan identitas nasionalnya akan
sangat mudah terombang ambing dan goyah sehingga menjadi kacau, bimbang,
serta akan mengalami kesulitan dalam mencapai cita cita bersama bangsa tersebut
sebagai salah satu tujuan nasionalisme.

4. Pentingnya mempertahankan eksistensi bangsa


Persaingan dunia internasional sekarang ini memang tidak menimbulkan perang
dengan mudahnya namun tetap saja menjadi ancaman bagi negara yang lemah
untuk dapat takluk dalam pelukan negara kuat dalam hal ekonomi, politik, hingga
kebudayaan. Sebagai salah satu peran peran identitas nasional agar negara
Indonesia dapat mempertahankan eksistensinya di dunia internasional dan tetap
menjaga cita cita mulia bersama maka identitas nasional tersebut sangatlah
diperlukan.

5. Menumbuhkan rasa kebangaan setiap warga negara


Sebagai negara dengan penduduk terbesar salah satunya di dunia, Indonesia
membutuhkan sebuah identitas nasional yang jelas agar warganya dapat bangga
menjadi bagian dari bangsa besar tersebut. Kebangaan akan sebauh negara akan
menjadikan setiap penduduknya memiliki andil yang besar dalam membantu
mewujudkan cita cita dari bangsa tersebut serta mendorong untuk tetap dapat
menjaga keamanan dari berbagai macam ancaman yang dapat beresiko muncul
pada negara dengan jumlah penduduk yang besar seperti Indonesia.

Sumber historis, sosiologis, dan politis tentag Identitas Nasional

Secara historis, khususnya pada tahap embrionik, identitas nasional


Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa
yang sedang dijajah oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan
masa
Kebangkitan Nasional (Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati
diri
sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Pada saat itu
muncullah kesadaran untuk bangkit membentuk sebuah bangsa. Kesadaran
ini
muncul karena pengaruh dari hasil pendidikan yang diterima sebagai dampak dari
politik etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain, unsur pendidikan sangatlah penting
bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas
nasional
Secara historis, khususnya pada tahap embrionik, identitas nasional
Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa
yang sedang dijajah oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan
masa
Kebangkitan Nasional (Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati
diri
sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Pada saat itu
muncullah kesadaran untuk bangkit membentuk sebuah bangsa. Kesadaran
ini
muncul karena pengaruh dari hasil pendidikan yang diterima sebagai dampak dari
politik etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain, unsur pendidikan sangatlah penting
bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas
nasional
Secara historis, khususnya pada tahap embrionik, identitas nasional
Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa
yang sedang dijajah oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan
masa
Kebangkitan Nasional (Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati
diri
sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Pada saat itu
muncullah kesadaran untuk bangkit membentuk sebuah bangsa. Kesadaran
ini
muncul karena pengaruh dari hasil pendidikan yang diterima sebagai dampak dari
politik etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain, unsur pendidikan sangatlah penting
bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas
nasional
Secara historis, khususnya pada tahap embrionik, identitas nasional
Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa
yang sedang dijajah oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan
masa
Kebangkitan Nasional (Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati
diri
sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Pada saat itu
muncullah kesadaran untuk bangkit membentuk sebuah bangsa. Kesadaran
ini
muncul karena pengaruh dari hasil pendidikan yang diterima sebagai dampak dari
politik etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain, unsur pendidikan sangatlah penting
bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas
nasional
Secara historis, khususnya pada tahap embrionik, identitas nasional
Indonesia ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa
yang sedang dijajah oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan
masa
Kebangkitan Nasional (Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati
diri
sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Pada saat itu
muncullah kesadaran untuk bangkit membentuk sebuah bangsa. Kesadaran
ini
muncul karena pengaruh dari hasil pendidikan yang diterima sebagai dampak dari
politik etis (Etiche Politiek). Dengan kata lain, unsur pendidikan sangatlah penting
bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas
nasional
 Secara historis, identitas nasional bangsa Indonesia ditandai ketika
munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang sedang dijajah
oleh asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan masa Kebangkitan Nasional
(Bangsa). Rakyat Indonesia mulai sadar akan jati diri sebagai manusia yang
tidak wajar karena dalam kondisi terjajah
 Secara sosiologis, identitas nasional telah terbentuk dalam proses interaksi,
komunikasi, dan persinggungan budaya secara alamiah baik melalui
perjalanan panjang menuju Indonesia merdeka maupun melalui pembentukan
intensif pasca kemerdekaan. Identitas nasional pasca kemerdekaan dilakukan
secara terencana oleh Pemerintah dan organisasi kemasyarakatan melalui
berbagai kegiatan seperti upacara kenegaraan dan proses pendidikan dalam
lembaga pendidikan formal atau non formal.
 Secara politis, beberapa bentuk identitas nasional Indonesia yang dapat
menjadi penciri atau pembangun jati diri bangsa Indonesia meliputi: bendera
negara Sang Merah Putih, bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional atau
bahasa negara, lambang negara Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan
Indonesia Raya. Bentuk-bentuk identitas nasional ini telah diatur dalam
peraturan perundangan baik dalam UUD maupun dalam peraturan yang lebih
khusus.

Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Identitas Nasional


Indonesia

Berikut ini merupakan dinamika kehidupan sekaligus menjadi tantangan terkait

dengan msalah idenititas nasional Indonesia:

1. Lunturnya nilai-nilai luhur dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara


(contoh: rendahnya semangat gotong royong, kepatuhan hukum, kepatuhan
membayar pajak, kesantunan, kepedulian, dan lain- lain)

2. Nilai –nilai Pancasila belum menjadi acuan sikap dan perilaku sehari-hari
(perilaku jalan pintas, tindakan serba instan, menyontek, plagiat, tidak disiplin,
tidak jujur, malas, kebiasaan merokok di tempat umum, buang sampah
sembarangan, dan lain-lain)

3. Rasa nasionalisme dan patriotisme yang luntur dan memudar (lebih menghargai
dan mencintai bangsa asing, lebih mengagungkan prestasi bangsa lain dan tidak
bangga dengan prestasi bangsa sendiri, lebih bangga menggunakan produk
asing daripada produk bangsa sendiri, dan lain-lain)

4. Lebih bangga menggunakan bendera asing dari pada bendera merah putih, lebih
bangga menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa Indonesia.
5. Menyukai simbol-simbol asing daripada lambang/simbol bangsa sendiri, dan
lebih mengapresiasi dan senang menyanyikan lagu-lagu asing daripada
mengapresiasi lagu nasional dan lagu daerah sendiri.

Esensi dan Urgensi Identitas Nasional Indonesia

Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, bahwa sebuah negara dapat

diibaratkan seorang individu [Link] satu tujuan Tuhan menciptakan

manusia adalah agar manusia saling [Link] individu manusia dapat

mengenal atau dikenali oleh individu manusia lainnya, manusia perlu memiliki ciri

atau kata lainnya adalah [Link] individu manusia dapat dikenali dari

aspek fisik dan aspek psikis. Aspek fisik dapat berupa jenis kelamin, bentuk fisik,

nama, asal etnis, asal daerah, dan sebagainya. Aspek psikis dapat berupa watak

baik seperti jujur, rajin, toleran, dermawan, dan sebagainya; atau watak tidak baik,

seperti pendendam, sadis, malas, suka berbohong, dan sebagainya. Namun, secara

naluriah atau umumnya manusia memiliki kebutuhan yang sama, yakni kebutuhan

yang bersifat fisik atau jasmaniah, seperti kebutuhan makan dan minum untuk

kelangsungan hidup dan kebutuhan psikis (rohaniah), seperti kebutuhan akan

penghargaan, penghormatan, pengakuan, dan lain-lain. Apabila disimpulkan,

individu manusia perlu dikenali dan mengenali orang lain adalah untuk memenuhi

dan menjaga kebutuhan hidupnya agar kehidupannya dapat berlangsung hingga

akhirnya dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa atau meninggal dunia.

Demikianlah, pentingnya identitas diri sebagai individu manusia.

Contoh-contoh praktik kewarganegaraan

 Praktik kewarganegaraan: persatuan dan kesatuan

Perilaku: berteman dan menghormati teman yang berbeda suku bangsa dan

agama
 Praktik kewarganegaraan: toleransi

Perilaku: tidak memilih-milih dalam berteman

 Praktik kewarganegaraan: gotong royong

Perilaku: kerja bakti di kampung untuk membersihkan lingkungan

Anda mungkin juga menyukai