Nama : Rifa Izzatul Mufida
NPM : 2206830920
SESI ASINKRONUS - HUKUM BISNIS PARIWISATA
REVIEW MATERI HUKUM PIDANA DAN HUKUM ADMINISTRASI
NEGARA
Materi Hukum Pidana
Kasus
PENGAKUAN PELAKU YANG BAWA KABUR UANG "STUDY TOUR" RP 400
JUTA, DIPAKAI UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI
Oknum pegawai jasa travel yang membawa kabur uang study tour ratusan murid
SMA XX ditangkap. Pelaku merupakan Freelance tour leader berinisial ICL (33
tahun) bekerja di perusahaan travel GGS yang membawa kabur uang sebesar Rp 400
juta. menurut keterangan Polisi.
Polisi sudah menulusuri uang yang seharusnya dipergunakan untuk Study Tour SMA
XX tidak disetorkan oleh pelaku kepada pihak travel. Diduga uang yang sudah
dibayarkan 320 Siswa dibawa kabur dan tidak disetorkan ke perusahaan penyedia jasa
wisata dan transpoortasi.
Rencana study tour yang ke Yogyakarta ini direncankakan dua bulan lalu, tiap murid
dibebankan biaya senilai Rp 1.3 Juta. Dari 350 murid yang membayar ini berhasil
mengumpulkan uang dengan total Rp 400 Juta.
Namun, jelang keberangkatan, pihak sekolah mengabarkan bahwa sutdy tour diundur,
lantaran uang dibawa kabur.
Berdasarkan kasus tersebut jawablah pertanyaan berikut:
1. Jelaskan Definisi Tindak Pidana Penggelapan, Pencurian dan Penipuan. Kemudian
Jelaskan perbedaan dari masing-masing tindak pidana tersebut dalam sebuah tabel!
Tindak Pidana Penggelapan adalah suatu perbuatan dari individu, kelompok, badan
hukum atau swasta berupa menguasai suatu benda tersebut disalahgunakan
kewenangannya. Menurut Pasal 372 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja
dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah
kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan
diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana
denda paling banyak Rp900 ribu.
Tindak Pidana Pencurian adalah suatu kejahatan terhadap kepentingan individu yang
merupakan kejahatan terhadap benda dan kekayaan. Dikuatkan dengan Pasal 362 KUHP
yang menyebutkan pencurian dapat dihukum dengan pidana penjara maksimal 5 tahun.
Tindak Pidana Penipuan menurut Pasal 378 KUH Pidana adalah sesuatu yang dilakukan
oleh seseorang dengan maksud memperoleh suatu keuntungan yang haram bagi diri
sendiri atau orang lain dengan menggunakan nama palsu atau gengsi, dengan tipu
muslihat atau serangkaian kebohongan, atau dengan menghasut orang lain untuk
melakukan sesuatu. Jika Anda memberi atau memberikan sesuatu kepadanya,
menimbulkan hutang atau menghapus piutang, anda akan didakwa melakukan penipuan
dan akan dijatuhi hukuman hingga empat tahun penjara.
2. Apakah tindak pidana yang paling tepat untuk dapat dijerat kepada pelaku oknum
pegawai Jasa Travel? Apakah Penipuan, Pencurian atau penggelapan? Berikan penjelasan
saudara dikaitkan dengan kasus Pegawai Travel yang membawa kabur uang Study Tour!
Kasus ini merupakan Tindak Pidana Penggelapan pelaku mengambil uang dari klien
dengan maksud untuk menipu atau merugikan klien tersebut dengan tidak memenuhi
kewajibannya dalam pengelolaan uang tersebut.
- (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) penulis: R. Soesilo;
- (Delik-Delik Khusus: Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan) Penulis P.A.F Lamintang dan
Theo Lamintan
Materi Hukum Administrasi Negara
Kasus
UNESCO MEMBERI PERINGATAN KEPADA INDONESIA TERKAIT DAMPAK
PARIWISATA DI TAMAN NASIONAL KOMODO?
Peringatan UNESCO agar pembangunan lokasi wisata Taman Nasional Komodo, di
NTT, dihentikan. Karena dikhawatirkan pembangunan tersebut akan melanggar
prinsip kebijakan pariwisata di kawasan konservasi itu.
Para pegiat lingkungan dan konservasi, serta didukung sebagian masyarakat setempat,
telah menyuarakan penolakan terhadap proyek kontroversial itu setidaknya sejak
empat tahun lalu.
Namun pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) mengeklaim pemberian izin wisata Taman Nasional Komodo kepada
sejumlah perusahaan swasta "dibolehkan" dan berkomitmen untuk tetap melibatkan
masyarakat setempat.
Berdasarkan kasus tersebut, jawablah pertanyaan berikut:
1. Jelaskan Prinsip Penyelenggaraan Kepariwisataan sebagaimana disebutkan dalam
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan?
Undang-Undang Pariwisata Nomor 10 Tahun 2009 memberikan prinsip dasar
bagi penyelenggaraan sektor pariwisata Indonesia.
a. menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai
pengejawantahan dari konsep hidup dalam keseimbangan hubungan
antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dan
sesama manusia, dan hubungan antara manusia dan lingkungan;
b. menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya, dan kearifan
lokal;
c. memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan, dan
proporsionalitas;
d. memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup;
e. memberdayakan masyarakat setempat;
f. menjamin keterpaduan antarsektor, antardaerah, antara pusat dan daerah
yang merupakan satu kesatuan sistemik dalam kerangka otonomi daerah,
serta keterpaduan antarpemangku kepentingan;
g. mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan internasional
dalam bidang pariwisata;
h. memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Berdasarkan kasus diatas. Apakah upaya pemerintah pusat membangun pariwisata di
Taman Nasional Komodo dapat melanggar prinsip penyelenggaraan kepariwisataan
dalam UU Nomor 10 tahun 2009? (Jika melanggar, jelaskan prinsip penyelenggaraan
kepariwisataan mana yang berpotensi terlanggar. Jika menurut anda tidak
melanggar, jelaskan jawaban saudara mengapa pembangunan tersebut menurut
saudara tidak melanggar prinsip penyelenggaraan kepariwisataan!)
Menurut saya, kejadian ini melanggar asas penyelenggaraan pariwisata yang diatur
dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009. Untuk menjelaskannya lebih lanjut,
saya akan menjelaskan apa saja yang menurut saya mungkin dilanggar dalam kasus
seperti ini.
a. Perlindungan Alam dan Lingkungan Hidup, gugatan ini menunjukkan bahwa
pengembangan destinasi wisata Taman Nasional Komodo di NTT dapat
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya habitat komodo itu
sendiri. Naga adalah hewan purba yang bertahan melalui periode evolusi yang
panjang.
Ekosistem alami merupakan tempat dimana hewan-hewan purbakala bertahan hidup dan
mampu bertahan hidup karena adanya faktor alam yang khusus.
Komodo akan semakin rentan terhadap krisis iklim jika pemerintah menjadikan kawasan
tersebut sebagai kawasan strategis pariwisata nasional dengan mengintegrasikan bisnis ke
dalam lanskap alam.
Bahkan, karena habitat aslinya yang sangat terspesialisasi, campur tangan manusia sangat
tinggi bahkan dapat membahayakan nyawa komodo itu sendiri.
[Link] masyarakat lokal Dijelaskan bahwa masyarakat lokal juga dilibatkan dalam
proyek pembangunan ini.
Namun, jika proyek ini sejak awal mencakup kegiatan korporasi dan memungkinkan
keterlibatan pihak swasta, maka ada kemungkinan nantinya seluruh pelaku dan pelaku
ekonomi akan diserahkan secara sistematis kepada korporasi dan investor besar.
Batasan perekonomian skala kecil juga berubah.
Paradigma pariwisata dapat menimbulkan dampak negatif dan sebenarnya lebih penting bagi
perekonomian dibandingkan bagi konservasi.
c. Kami mematuhi Kode Etik Pariwisata Dunia dan Konvensi Internasional di bidang
pariwisata.
Sekali lagi, kami melihat adanya perbedaan pendapat dan perselisihan antara pemerintah dan
UNESCO mengenai keputusan tersebut.
UNESCO telah menyerukan agar proyek pariwisata tersebut dibatalkan karena potensi
dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Aktivis lingkungan hidup menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk merombak apa
yang mereka sebut sebagai rencana pengembangan industri pariwisata di kawasan ini, yang
menurut mereka melanggar prinsip-prinsip dasar konservasi, lingkungan hidup, dan klaim
manfaat bagi masyarakat lokal.
Tentu saja, dengan dukungan dari beberapa komunitas lokal, mereka telah menyuarakan
penolakan mereka terhadap proyek kontroversial ini setidaknya selama tujuh tahun.
Dikutip dari [Link]: Komite Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah memerintahkan pemerintah
Indonesia untuk melaksanakan semua proyek infrastruktur di dalam dan sekitar Taman
Nasional Komodo (TNK), salah satu dari lima meminta agar dihentikan sementara.
Pulau yang memiliki populasi komodo tertinggi adalah TNK Lo Liang di Pulau Komodo dan
TNK Lo Buaya di Pulau Rinca.
Dalam dokumen Komite Warisan Dunia UNESCO WHC/21/[Link]/7B, yang dirilis
setelah pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO (WHC) yang diadakan di Fuzhou,
Tiongkok pada 16 hingga 31 Juli, mereka berpendapat bahwa proyek tersebut memiliki
potensi.
Memiliki pengaruh Nilai Universal Luar Biasa atau Outstanding Universal Value (OUV).
OUV (Outsanding Universal Values) merupakan salah satu kriteria evaluasi untuk masuk
dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Namun, tanggapan pemerintah tampaknya menepis kecurigaan tersebut.
Wiratno, Direktur Departemen Perlindungan Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK,
mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan Lo Buaya seluas 1,3 hektare di Pulau
Rinca sebenarnya hanya sekedar mengganti sarana dan prasarana yang kurang memadai
dengan infrastruktur berstandar internasional.
Pak Wiratno menegaskan, pengembangan Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo tidak
akan berdampak negatif atau berdampak pada Outstanding Universal Value (OUV) Taman
Nasional Komodo yang merupakan Situs Warisan Dunia.
Hal itu ditegaskannya setelah pihak menerima hasil kajian penjabaran analisis mengenai
dampak lingkungan (AMDAL) yang dilakukan para ahli lingkungan hidup dan lingkungan
hidup.
Misalnya, salah satu hasil pembangunan adalah pembangunan infrastruktur seperti dek tinggi
yang bisa dilalui wisatawan agar tidak bersentuhan langsung dengan komodo dan satwa
lainnya.
Dalam hal ini mohon maaf karena tidak mendukung proyek pariwisata pemerintah di Taman
Nasional Komodo, namun saya tidak ingin mengabaikan kondisi baik komodo di Indonesia.
Oleh karena itu, setelah membaca kasus ini secara detail, saya memutuskan untuk terus
mendukung keputusan UNESCO.
Meski seperti telah dijelaskan, ini hanyalah proyek infrastruktur, namun harus diakui bahwa
pembangunan ini berpotensi mengubah sifat dan paradigma wisata alam.
Di masa depan, komodo mungkin terlihat seperti berada di kebun binatang.
Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan UNESCO
masih kurang.
Saya mendukung keputusan UNESCO, namun akan lebih adil jika mereka tidak mengambil
keputusan peringatan pada saat yang tepat, karena pada saat itu pemerintah sedang mencoba
untuk memulai proses peningkatan UKL dan upaya pengelolaan lingkungan hidup.
Memulai kegiatan pemantauan lingkungan (UPL) untuk beradaptasi dengan peraturan yang
ditetapkan oleh IUCN.
UKL/UPL adalah dokumen seragam yang harus diserahkan ke WHC (Komite Warisan
Dunia) UNESCO.
Namun saya menyayangkan UNESCO sudah terlebih dahulu mengeluarkan keputusan
terhadap Indonesia berupa surat peringatan sebelum mempertimbangkan dokumen AMDAL.
Seharusnya UNESCO meminta pemerintah Indonesia memverifikasi ulang data yang
diterimanya dari pihak lain.
Sumber: [Link]
- UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan
- (Buku: Hukum Bisnis Pariwisata) Ida Bagus Wyasa Putra dkk