0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan13 halaman

Menggambar Prinsip Ritme Seni Rupa

Diunggah oleh

meikarrahmawati05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan13 halaman

Menggambar Prinsip Ritme Seni Rupa

Diunggah oleh

meikarrahmawati05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA


SENI RUPA FASE C KELAS 5

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Meikar Suci Rahmawati, [Link]
Instansi : SD Negeri 011 Sekupang
Tahun Penyusunan : Tahun 2024 / 2025
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil)
Unit 2 : Menggambar Prinsip Ritme Dalam Seni Rupa
Alokasi Waktu : 2 Kali Pertemuan (4 x 35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase C, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya secara visual
sebagai ekspresi kreatif dengan rinci, ditandai penguasaan ruang dengan penggunaan
garis horizon dalam karyanya. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan
kegiatan apresiasi peserta didik telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat,
dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati peserta didik.

Fase C Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Pada akhir fase C, peserta didik mampu mengamati,


(Experiencing) mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
garis pijak dan proporsi.
Peserta didik terbiasa menggunakan alat, bahan dan
prosedur dasar yang tepat dalam menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase C, peserta didik mampu


(Making/Creating) menciptakan karya 2 atau 3 dimensi dengan
mengeksplorasi, menggunakan dan menggabungkan
elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur dan
ruang.
Peserta didik mulai menggunakan garis horizon
dalam karya 2 dimensi. Selain itu, peserta didik
mulai menerapkan keseimbangan dan irama/ritme
dalam warna, garis atau bentuk dalam karyanya.

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Merefleksikan Pada akhir fase C, peserta didik mampu mengenali


(Reflecting) dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan
atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari
orang lain atau era atau budaya tertentu) serta
pengalaman dan perasaannya mengenai karya
tersebut.

Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase C, peserta didik secara mandiri
Artistik (Thinking and secara mandiri menggunakan berbagai prosedur
Working Artistically) dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka
pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta didik
mulai mengenal alternatif bahan, alat atau prosedur
dasar dasar dalam menggambar, mewarnai,
membentuk, memotong, dan merekat.
Peserta didik mengetahui, memahami dan konsisten
mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja.

Elemen dan sub-elemen capaian


Mengalami
A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses
Menciptakan
C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan aneka aneka media, bahan, alat,
teknologi dan proses dengan keterampilan dan keluwesan yang makin
meningkat
Merefleksikan
R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya
pribadi dan orang lain sebagai bagian dari proses berpikir dan bekerja artistik
Bekerja dan Berpikir Artistik
BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang dan
mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil
proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Bergotong-Royong
a. Kolaborasi: menghormati ruang dan karya seni teman sekelas, berpartisipasi
dalam diskusi kelas.
b. Berbagi: menggunakan alat bahan bersama dengan benar dan menyimpannya
kembali pada tempatnya.
2. Mandiri
a. Regulasi Diri: percaya diri dalam mengekspresikan ide melalui seni,

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah disepakati.

3. Bernalar Kritis
a. Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: mempelajari berbagai
keterampilan dan teknik seni.
4. Kreatif
a. Menghasilkan Karya dan Tindakan yang Orisinal: menghasilkan karya dan
tindakan yang orisinal, merencanakan, membuat sketsa, dan memikirkan
tentang apa yang akan dilakukan sebelum mulai membuat karya seni baru.

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
▪ Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V.

Alat dan bahan :


▪ Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
▪ Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
▪ Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
▪ Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
▪ Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
▪ Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.

E. TARGET PESERTA DIDIK


▪ Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN
▪ Model pembelajaran tatap muka dan model pembelajaran Visual, Auditori dan
Kinestetik (VAK)

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


2.1. Siswa dapat menemukan prinsip ritme dalam sebuah karya seni atau objek
yang terdapat di lingkungan sekitar.
2.2. Siswa dapat menganalisis prinsip ritme dalam sebuah karya seni atau objek
yang terdapat di lingkungan sekitar.
2.3. Siswa dapat menyimpulkan unsur seni rupa yang membentuk ritme dalam seni
rupa.
2.4. Siswa dapat menggambar ekspresif dengan menunjukkan prinsip ritme seni

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

rupa di dalamnya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

Pada Pembelajaran Unit 2 ini siswa diajak untuk menggambar diatas kertas
atau media lain yang menunjukkan prinsip ritme seni rupa di dalamnya, siswa
dibebaskan untuk rekreasi menggambar apa saja yang disukai. Dalam proses
pembelajaran guru dapat memilih pendekatan model pembelajaran Visual, Auditori
dan Kinestetik (VAK) atau model lain yang di pandang cocok untuk mengeksplorasi
unsur seni rupa dan hubungannya dengan dengan cara mengamati objek di
lingkungan sekitar sekolah. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui
penilaian tes perbuatan bentuk portofolio dan pengamatan dan hasil menggambar
siswa kedalam kertas (lurnal Visual/Sketsa)yang telah
dikumpulkan/didokumentasikan.

C. PERTANYAAN PEMANTIK
▪ Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
▪ Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
▪ Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Pokok-Pokok Materi
a. Pengertian Prinsip Ritme
Apakah kamu tahu ritme? Sebuah karya seni yang dihasilkan seorang seniman,
desainer atau perancang, pasti terdiri dari unsur-unsur seni rupa yang bersatu
menjadi kesatuan utuh sehingga dapat dinikmati secara visual. Salah satu dari
prinsip-prinsip tersebut adalah ritme, siswa dapat menentukan prinsip ritme dalam
seni rupa dengan memperhatikan susunan yang terdapat dalam sebuah karya seni,
dari sinilah sebuah karya seni biasa bernilai estetika tinggi dan sangat indah. Menurut
Rathus (2008:239), ritme dapat dilihat dengan pengelompokan unsur-unsur bentuk
yang repetitif seperti garis, bentuk, dan warna. Sedikit perubahan dalam ritme, baik
dalam seni musik maupun seni rupa, dapat menambah daya tarik, tetapi perubahan
yang besar dapat menyebabkan kesan tidak mengenakkan.
Untuk menganalisis unsur seni rupa yang membentuk ritme tersebut, tidak
terlepas dari mengamati cara penyusunan atau pengaturan unsur-unsur rupa dengan
karakter yang berbeda dalam sebuah karya seni yang menunjukkan keterpaduan
yang saling mangisi sehingga membentuk suatu karya seni yang indah, Menurut
Malins (1980:9), dalam menikmati karya seni lukis kepuasan estetik diperoleh
dengan mengenali dan memahami kualitas pektorilnya, yaitu ritme, keselarasan,
gerak atau pola.

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

b. Menggambar Prinsip Ritme


Dalam pembelajaran ini siswa diminta untuk menerapakan prinsip seni rupa dan
dapat menciptakan gambar yang menunjukkan prinsip ritme dalam sebuah karya
gambar dengan media kertas, ritme dapat diciptakan dengan pola repetisi dan dapat
dibentuk dari pengulangan satu atau lebih unsur secara terus menerus baik teratur
atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan tersendiri.

Alat dan bahan:


1) Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
2) Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
3) Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
4) Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
5) Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang erbeda.
6) Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.

c. Langkah-Langkah KegiatanPembelajaran
1) Persiapan Mengajar
Guru melakukan apersepsi:
1) Guru mempersiapkan materi.
2) Guru mempersiapkan media atau alat bantu yang diperlukan.
3) Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5) Guru memberi motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran pada unit ini.

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

6) Guru menyampaikan pertanyaan pemantik


• Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
• Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
• Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?

2) Kegiatan Pengajaran di Kelas


Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model
pembelaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guru
terhadap profil siswa dan kondisi disekolah. Sejalan dengan tujuan dan karakteristik
materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau pembelajaran yang
tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah model pembelajaran
Visual, Auditori dan Kinestetik (VAK). Menurut Shoimin (2014), langkah-Iangkah
yang dilakukan dalam pelaksanaan model pembelajaran visual, auditori dan
kinestetik (VAK)adalah sebagai berikut: (1) Tahap persiapan (kegiatan
pendahuluan), (2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi),(3) Tahap
Pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi), dan (4) Tahap penampilan hasil (kegiatan
inti pada konfirmasi),
(1) Tahap Persiapan (kegiatan pendahuluan)
▪ Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa.
▪ Guru menyampaikan topik pembelajaran pada unit ini kepada siswa di awal
pelajaran.
(2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi)
▪ Guru menunjukkan unsur-unsur seni rupa dalam gambar yang mengandung
ritme tertentu secara sederhana. seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, gelap-terang.
▪ Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian unsur-unsur dalam seni
rupa yang membentuk ritme atau pola tertentu dalam sebuah gambar.
▪ Siswa mengidentifikasi unsur dalam seni rupa berupa titik, garis, bidang, bentuk,
warna, tekstur dan gelap terang di dalam gambar.
(3) Tahap Pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi)
▪ Guru mengajak siswa untuk menggambar ke dalam kertas atau media yang
lainnya, sebuah gambar yang menunjukkan unsur ritme didalamnya dengan
menggunakan alat tulis atau alat mewarnai yang tersedia.
▪ Siswa bebas untuk menggambar apapun yang menunjukan ritme dan pola sesuai
yang mereka inginkan dengan media apapun yang tersedia.
▪ Siswa menuangkan ide dan gagasan baru tentang ritme dan motif ke dalam
sebuah karya gambar dengan media tertentu untuk menambah pengalaman
artistiknya.
▪ Siswa bebas menggunakan menggunakan alat tulis atau alat mewarnai apa saja
yang di inginkan sesuai yang tersedia.
▪ Guru mendampingi dan memperhatikan dalam proses menggambar yang
dilakukan oleh siswa.
▪ Guru memberikan masukan dan arahan bagi siswa yang kesulitan dalam proses
menggambar yang menunjukkan ritme tertentu.
(4) Tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi)

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

▪ Setelah siswa selesai menggambar, guru meminta siswa untuk menceritakan


kembali apa yang mereka gambar yang menunjukkan ritme dalam gambar
tersebut kepada guru dan teman-teman lainnya.

3) Kegiatan Penutup
1) Guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran
yang dilaksanakan.
2) Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap
pembelajaran yang dilaksanakan.
3) Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama
dan kepercayaan siswa.
4) Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran.
5) Guru merencanakan tindak lanjut.

4) Kegiatan pembelajaran alternatif


1) Untuk kegiatan pembelajaran alternatif guru dapat menggunakan model-model
pembelajaran yang lain sesuai keadaan sekolah dan dan profil siswa pada sekolah
setempat.
2) Untuk media/alat/bahan pembelajan alternatif guru dapat mengunakan
menyesuaikan sumber daya yangtersedia di daerah setempat, agar pembelajaran
dapat terlaksana dengan baik.

F. REFLEKSI GURU

Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan


melaksanakan refleksi kegiatan pengajaran di kelas.
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses
pembelajaran?
4. Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?

G. ASESMEN / PENILAIAN

Prosedur tes : Tes Akhir (post test)


Jenis tes : Tes Perbuatan (performance test)
Bentuk tes : Portofolio Dokumentasi
Instrumen tes : Siswa melakukan praktik menggambar dengan media kertas gambar
yang telah di sediakan, hasil pekerjaan siswa dapat dijadikan sarana
siswa untuk mengumpulkan, menyimpan dan menuangkan ide-ide
atau hasil eksperimennya dalam bentuk tulisan dan gambar. Guru dan

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan kreasi siswa


melalui jurnal visualnya.
Kriteria : Untuk penilaian menggambar prinsip ritme dapat menggunakan
contoh rubrik penilaian produk seperti di bawah ini
Format Rubrik Penilaian Menggambar Prinsip Ritme

* Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis unjuk kerja yang dilakukan.
** Skor diberikan tergantung dari ketepatan dan kelengkapan perencanaan, proses,
dan hasil. Semakin lengkapan tepat perencanaan, proses, dan hasil, semakin
tinggi perolehan skor.
1= tidak baik; 2=kurang baik; 3=baik; 4=sangat baik

Catatan
1) Setiap siswa memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat hasil belajar
pada setiap mata pelajaran atau setiap kompetensi.
2) Menentukan jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan.
3)Guru memberi catatan (umpan balik) berisi komentar dan masukan untuk
ditindaklanjuti peserta didik.
4) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri dan
menindaklanjuti masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.
5) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik diberi
tanggal, sehingga dapat dilihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik.
4) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri dan
menindaklanjuti masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.
5) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik diberi
tanggal, sehingga dapat dilihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik.

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan :

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

▪ Jika siswa sudah dapat menguraikan unsur seni rupa dan prinsip seni rupa,
maka guru dapat memberikan penugasan untuk membandingkan antara
beberapa prinsip seni dalam sebuah karya.
▪ Jika siswa sudah dapat menciptakan gambar yang memiliki unsur-unsur
dan prinsip ritme seni rupa, maka guru dapat memberikan tambahan
mengekplorasi lebih jauh untuk prinsip-prinsip seni yang lain.

Remedial
▪ Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

Mengetahui, Batam,
Kepala Sekolah Guru Kelas VB

Mimi Herawati, M.M Meikar Suci R, [Link]


Pembina/IVa Penata Muda Tk.I/IIIb
NIP. 198211172006042007 NIP. 199005102019032001

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KEGIATAN SISWA


LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Nama Siswa : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Topik/Unit : ………………………………..
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menciptakan gambar yang menunjukkan prinsip
ritme dalam seni rupa
Langkah-Langkah Kegiatan:
A. Lengkapilah pertanyaan/kegiatan berikut ini!
1. Menurut pemahamanmu setelah mengamati sebuah gambar beberapa benda di
sekitarmu, apa yang dimaksud dengan ritme dalam sebuah karya?
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
2. Buatlah gambar yang menunjukan prinsip ritme dengan minimal lima unsur-
unsur seni rupa yang membentuk ritme!
1) Ritme dari unsur titik.
2) Ritme dari unsur garis.
3) Ritme dari unsur bidang.
4) Ritme dari unsur bentuk.
5) Ritme dari unsur warna.
Catatan:
Dokumen ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan

Lembar Menggambar/Sket

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Halaman ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

▪ Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang menggambar prinsip
ritme dalam seni rupa media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
▪ Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V : Kemendikbudristek 2021.

C. GLOSARIUM

Anyam: Merupakan proses menyilangkan sesuatu atau bahan-bahan untuk


dijadikan satu kesatuan menjadi lebih kuat dan dapat digunakan atau
berfungsi pakai.
Deformasi: Penyederhanaan dan perubahan bentuk dari objek aslinya
sehingga lebih sederhana dalam membentuk pola hias tertentu untuk
menghasilkan ragam hias yang indah.
Fauna: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk fauna atau binatang.
Figuratif: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk manusia.
Flora: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk flora atau tumbuh-tumbuhan.
Geometrik: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk-bentuk
geometric (kesamaan sisi bentuk).
Prinsip Keseimbangan: kesetaraan antara bagian-bagian dari suatu komposisi
di dalam sebuah objek atau karya seni dengan unsur selaras dari sisi bagian
satu ke sisi yang lainnya
Lungsi: Helai bahan pembentuk anyaman yang tegak lurus (vertical)
Makrame: Makrame dapat di artikan sebagai bentuk seni kerajinan
simpul- menyimpul rantaian benang dari awal sampai akhir suatu
hasil karya dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang
tersebut sehingga terbentuk lembaran atau rumbai
Pakan: Helai bahan pembentuk anyaman yang disusupkan pada lungsi pada saat
menganyam (horizontal)
Prinsip seni rupa: Susunan yang terdapat dalam sebuah karya seni atau
objek benda yang terdiri dari kesatuan,keseimbangan, irama, komposisi,
proporsi, pusat perhatian, keselarasan, gradasi, penekanan.
Prinsip Proporsi: Kesebandingan ukuran/takaran dalam bagian satu dengan
yang lainnya atau dengan keseluruhannya secara baku.
Ragam hias: Pola hias yang tersusun menggunakan motif hias dengan cara dan
metode tertentu pada suatu benda dengan tujuan sebagai penghias bidang
atau bentuk sehingga menghasilkan keindahan.
Recycle: Mendaur ulang
Reduce: Mengurangi
Repetisi: Pengulangan bentuk
Reuse: Menggunakan ulang
Ritme: Bentuk pengulangan atau repetisi satu atau lebih unsur secara terus-

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

menerus dengan teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan


keindahan.
Simpul: merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi
sebuah tali, baik itu bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis
Stilasi: Penggayaan/penyesuaian bentuk dalam menggambar ragam hias
dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya untuk menghasilkan pola hias
tertentu.
Tekstur: Bentuk permukaan atau nilai raba pada suatu permukaan tertentu.
Unsur seni rupa: Elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda atau
karya seni berupa titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan
tone (nada gelap terang).

D. DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, R, Sagir, A, Popy, Y, Teddy, K. (2018). Analisis Potensi Limbah


Logam/Kaleng, Studi Kasus di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Jurnal Teknik Mesin 7 (2): 83-91.
Asriyani, I. (2013). Inspirasi Makrame. Surabaya:Tiara Aksa
Atisah Sipahelut (1991) Dasar-Dasar Desain. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Ching, Francis D.K. (2007). Architecture Form, Space, and Order 3rd ed. New
Jersey: John Wiley & Son, Inc.
Dekranas. (2011). Permata Tersembunyi Kalimantan Timur, Seni Kriya Kutai
Barat, Fichner, Rathus, (2008), Foundations of Art and Design, Thomson
wadsword
Malins, Frederich (1980), Understanding Painting. The Elements of Composition
New Jersey: Prentice-Hall.
Ockvirk, O.G. (1962), Art Fundamentals. Iowa: W.M.C. Brown. Read, Herbert.
(1968), Art Now. London: Faber and Faber.
Sahil, J, Mimien, H, Fachtur, R, Istamar, S. (2016). Sistem Pengelolaan dan
Upaya Penanggulangan Sampah di Kelurahan Dufa-Dufa Kota
[Link] Bioedukasi 4 (2).
Saraswati. (1986). Seni Makrame 1. Jakarta: Penerbit Bhratara Karya
Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam
Kurikulum 2013. Yogyakarta: ArRuzz Media.
Slavin, R. E., (2005), Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktek.
Bandung: Nusa Media.
Sugandi, Y.S, Rini, S, Mila, M. (2018). Gerakan Rumah Sehat dan Imunisasi BCG
Sebagai Langkah Menurunkan Kejadian Tuberkulosis (TB) Anak.
Humanika 25 (1): 38-50. Sugiono, Siamet. (1974). Mengenal Tumbuhan
Bambu. Jakarta.
Tim Penulis (2017) Panduan Penilaiaan Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan
Sekolah Menegah Atas. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- ProgresifKonsep,

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


(KTSP).Jakarta: Kencana.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori & Praktek, Jakarta:
Prestasi Pustaka
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Van Der Hoop (1949) Ragam-ragam perhiasan Indonesia. Jakarta:
Koninklijk
Bataviaasch Genootschap Van.
Wachowiak, F. and Clements, R. D. (1993). Emphasis Art: A Qualitative art
program for Elementary and Midlle School. Fitth Edition. New York:
HarperCollins College Publishers.
Wahudi, S dan Darmowiyoto, Magimin. (1979). Pengetahuan Teknologi
KerajinanAnyam. Jakarta: Depdikbud.

Seni Rupa Fase C SD Kelas 5 Komunitas Dabin 1 Sekupang

Common questions

Didukung oleh AI

Mengenal berbagai media dan bahan dalam seni rupa penting karena membantu peserta didik mengembangkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menciptakan karya seni. Modul ajar menekankan eksplorasi media untuk memungkinkan siswa menemukan cara baru dalam mengekspresikan diri dan ide mereka, serta mengadaptasi teknik yang sudah ada dengan kreativitas mereka. Ini juga mengajari mereka untuk bekerja dengan sumber daya lokal dan belajar tentang keberagaman alat-alat dalam seni rupa .

Prinsip Pancasila tercermin dalam aktivitas belajar seni rupa melalui kegiatan seperti kolaborasi, berbagi, dan regulasi diri. Peserta didik diajak untuk menghormati dan mempertimbangkan karya teman, berbagi alat menggambar, dan mengekspresikan ide secara mandiri. Aktivitas-aktivitas ini mendorong pengembangan moral dan sosial siswa, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang mencakup gotong-royong dan tanggung jawab individu. Dengan menekankan kerja sama dan refleksi, modul mendorong peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari .

Guru berperan sebagai fasilitator yang mempersiapkan materi dan media pembelajaran, memotivasi siswa, serta memberikan arahan dan supervisi selama aktivitas menggambar. Mereka juga bertugas untuk mendampingi siswa dalam proses kreatif mereka, memberikan feedback, dan membantu siswa yang mengalami kesulitan. Dengan demikian, guru memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mendorong ketercapaian hasil belajar secara optimal .

Model pembelajaran VAK membantu siswa kelas 5 memahami seni rupa melalui pendekatan yang menggabungkan visual, auditori, dan kinestetik. Dalam pembelajaran visual, siswa diperlihatkan bagaimana elemen seni membentuk ritme, auditori mencakup diskusi dan penjelasan mendalam oleh guru, dan kinestetik melibatkan aktivitas fisik seperti menggambar dan penggunaan media untuk lebih memahami prinsip ritme. Model ini efektif untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, meningkatkan pendalaman materi dan aplikasi kreatif dalam seni .

Alur pembelajaran dalam modul ajar seni rupa meliputi persiapan oleh guru, penjelasan teori ritme, pelatihan menggambar dengan fokus pada prinsip ritme, dan penampilan hasil karya. Pada tahap persiapan, guru menyiapkan media dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Di tahap penyampaian, guru mendemonstrasikan unsur-unsur yang membentuk ritme, sedangkan pelatihan melibatkan siswa menggambar dengan media yang menunjukkan ritme, dibantu alat tulis yang tersedia. Kegiatan ini dinilai melalui portofolio siswa dan diskusi hasil karya .

Peserta didik dapat menerapkan prinsip ritme dalam karya seni rupa mereka dengan membuat pola repetitif dari unsur-unsur seperti garis, bentuk, dan warna. Dalam modul ajar, ritme dijelaskan sebagai pengulangan unsur-unsur ini dengan sedikit variasi untuk menambah daya tarik. Peserta didik diajak menggambar pola ritme dengan menggambarkan ke dalam media yang tersedia, menggunakan alat seperti pensil warna atau krayon, dan menciptakan susunan elemen yang menampilkan perpaduan harmonis .

Prinsip ritme dalam seni rupa dapat diaplikasikan dalam pengajaran berbasis lingkungan dengan meminta siswa mengamati objek atau pola di sekitar mereka yang menampilkan ritme, seperti pola daun, susunan batu, atau pagar. Siswa kemudian dapat menggambar objek ini dengan menekankan ritme dari susunannya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan observasi siswa terhadap estetika sekitar mereka namun juga mengintegrasikan pembelajaran seni dengan lingkungan sehari-hari, mendorong siswa untuk mengaitkan prinsip seni rupa dengan kontekstualisasi langsung .

Menurut Rathus, ritme memperkaya nilai estetika sebuah karya seni dengan menciptakan pola pengulangan yang memberikan kesan harmonisasi dan daya tarik visual yang lebih tinggi. Pengelompokan unsur-unsur bentuk yang dilakukan secara berulang namun dengan sedikit variasi dapat meningkatkan estetika tanpa mengorbankan keselarasan. Hal ini menunjukkan keterpaduan dalam penyusunan elemen seni, sehingga menghasilkan karya dengan kesan estetik yang kuat dan menyenangkan untuk dilihat .

Evaluasi keberhasilan proses pembelajaran seni rupa dilakukan melalui refleksi guru dan asesmen tes perbuatan. Guru dapat memerhatikan apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan mencatat kesulitan yang dialami selama pembelajaran. Penilaian melalui tes perbuatan atau portofolio ditekankan, dengan fokus pada kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan menciptakan karya yang mencerminkan pemahaman terhadap prinsip ritme. Refleksi ini membantu guru menentukan langkah perbaikan selanjutnya .

Pada akhir fase C, peserta didik diharapkan untuk menguasai kompetensi dalam menuangkan pengalaman keseharian secara visual menggunakan garis pijak dan proporsi, menciptakan karya 2 atau 3 dimensi dengan elemen seni rupa seperti garis dan bentuk, serta mengenali dan menceritakan karya seni yang dibuat atau dilihatnya. Peserta didik juga harus mampu bekerja secara mandiri dengan alat dan prosedur dasar serta menjaga keselamatan dalam bekerja .

Anda mungkin juga menyukai