Program Studi Teknik Kimia
ULM
Chapter 2
Shell Momentum Balances and
Velocity Distributions in Laminar
Flow
Re-written by Hesti Wijayanti
Source:Bird 2nd ed, 2002
Introduction
Chapter ini menunjukkan bagaimana
menurunkan velocity profiles untuk laminar
flows fluida dalam aliran yang sederhana
dengan menggunakan viscosity, molecular and
convective momentum fluxes (sudah dipelajari
di Chapter 1) serta konsep momentum
balance (neraca momentum).
Tujuan Menentukan Velocity Profile
Dengan menurunkan velocity profile, kita bisa
mendapatkan beberapa besaran lain seperti:
✓ maximum velocity
✓ average velocity
✓ shear stress pada surface
✓ etc.
Asumsi yang digunakan untuk menentukan Velocity Profile
di Chapter 2
• Newtonian fluid→berlaku Newton’s Law of Viscosity
• Steady flow → pressure, density dan velocity komponen
pada setiap titik dalam aliran tidak berubah seiring
waktu (untuk aliran yang unsteady flow, dibahas di
Chapter 4)
• Laminar flow → Fig.2.0-1 (perbandingan antara laminar
versus turbulent flow)
• Incompressible fluid → fluid density konstan (tidak
berubah)
• No-slip boundary condition→velocity of fluid at the solid
surface ≈ velocity of the solid surface
• No end-effects→ disturbances di kedua ujung diabaikan
Perbedaan Kondisi Aliran Laminer vs Turbulen
Shell Momentum Balances
Prosedur untuk Problem Solving Viscous Flow
Problems dalam Chapter 2
1. Mengidentifikasi velocity komponen yang terlibat dalam
aliran dan variabel komponen apa yang
mempengaruhinya.
2. Membuat neraca momentum (sesuai Eq.2.1-1)
3. Asumsikan ketebalan shell≈0→ PD ke-1 (untuk
mendapatkan PD untuk momentum flux)
4. Integralkan PD pada step-3 →Momentum flux distribution
5. Masukkan Newton’s Law of Viscosity→PD untuk velocity
6. Integralkan PD pada step-5 →velocity distribution/velocity
profile
7. Gunakan velocity distribution →maximum velocity,
average velocity, gaya pada solid surface, etc
Boundary Conditions
Flow of A Falling Film
x
y
z
Tabel Appendix B.1 Bird:
Diperoleh:
Jadi:
Sehingga:
Flow Through A Circular Tube
Flow Through An Annulus
Incompressible liquid mengalir di
bagian annulus (diantara 2 pipa) yg
berjari-jari kR dan R.
Fluida mengalir dari bawah ke atas
(melawan gravitasi)
Kondisi:
Sehingga neraca momentum identic
dengan kasus “flow through a pipe”
sebelumnya. Yang membedakan hanya
disini
Karena arah aliran fluida berlawanan
dengan arah gravitasi
Sehingga:
Diintegralkan menjadi
Setelah C1 didapat dari persamaan di atas, selanjutnya disubstitusikan ke
persamaan sebelumnya. Sehingga didapat:
Selanjutnya mensubstitusi hukum Newton tentang viscosity
Sehingga didapat:
Bila diintegralkan:
Dengan menggunakan Boundary Conditions untuk persamaan di atas:
Akan mendapatkan 2 persamaan simultan:
Dari 2 persamaan di atas dapat diperoleh:
Dengan mensubstitusikan nilai ke persamaan
dan diperoleh:
Setelah mendapatkan momentum flux dan velocity distributions, kita
dapat menentukan: