Upaya Guru Sosiologi Bentuk Karakter Siswa
Upaya Guru Sosiologi Bentuk Karakter Siswa
Pembinaan kepribadian siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan,
terutama dalam mata pelajaran Sosiologi. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan kognitif siswa, tetapi juga untuk membentuk karakter dan
kepribadian yang kuat. Kepribadian yang baik akan membantu siswa untuk berinteraksi
dengan lingkungan sosialnya secara efektif dan positif, serta membentuk individu yang
Guru Sosiologi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa
melalui berbagai metode pengajaran yang interaktif dan kontekstual. Mata pelajaran
Sosiologi yang mempelajari tentang interaksi sosial, norma, dan nilai-nilai masyarakat
proses pembelajaran. Melalui pendekatan yang tepat, guru Sosiologi dapat menanamkan
SMA 2 Kupang sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah atas berkomitmen untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada pembinaan kepribadian siswa. Sekolah
ini menyadari bahwa kualitas kepribadian siswa akan sangat menentukan keberhasilan
mereka dalam berbagai aspek kehidupan, baik akademik, sosial, maupun profesional. Oleh
karena itu, SMA 2 Kupang terus berupaya untuk mengembangkan program-program yang
Namun, meskipun ada upaya untuk meningkatkan pembinaan kepribadian siswa, masih
terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru Sosiologi dalam implementasinya.
Tantangan tersebut antara lain adalah keterbatasan waktu, kurangnya dukungan sumber daya,
perbedaan karakteristik siswa yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting
untuk mengidentifikasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh guru Sosiologi dalam
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh guru Sosiologi
dalam membina kepribadian siswa di kelas XI. Dengan memahami upaya-upaya tersebut,
secara lebih luas. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam konteks
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini difokuskan pada upaya guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa di
kelas XI SMA 2 Kupang, meliputi metode pengajaran, interaksi guru-siswa, serta kegiatan-
kegiatan yang mendukung pengembangan kepribadian siswa. Fokus ini dipilih karena peran
guru Sosiologi sangat penting dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian siswa,
yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif tetapi juga afektif dan sosial.
1. Metode Pengajaran:
Metode pengajaran merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembinaan
pengajaran yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu
moral. Metode pengajaran yang interaktif dan kontekstual, seperti diskusi kelompok, studi
kasus, role-playing, dan proyek kolaboratif, dapat membantu siswa memahami materi
pelajaran secara lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Dalam konteks ini, penelitian akan mengeksplorasi berbagai metode pengajaran yang
digunakan oleh guru Sosiologi di kelas XI SMA 2 Kupang. Penelitian akan mengidentifikasi
metode-metode yang paling efektif dalam membina kepribadian siswa, serta bagaimana
2. Interaksi Guru-Siswa:
Interaksi antara guru dan siswa merupakan faktor penting dalam pembinaan kepribadian
siswa. Guru Sosiologi diharapkan mampu membangun hubungan yang positif dan
konstruktif dengan siswa, yang didasarkan pada rasa saling percaya, penghargaan, dan
empati. Interaksi yang baik antara guru dan siswa dapat menciptakan lingkungan belajar
Penelitian ini akan mengkaji bagaimana interaksi antara guru dan siswa di kelas XI SMA 2
Kupang dalam konteks pembinaan kepribadian. Fokus penelitian akan mencakup cara guru
berkomunikasi dengan siswa, bagaimana guru memberikan umpan balik, serta bagaimana
guru menangani konflik dan masalah yang muncul dalam proses pembelajaran.
3. Kegiatan-Kegiatan Pendukung Pengembangan Kepribadian:
diskusi kelas, simulasi sosial, kunjungan lapangan, dan proyek sosial dapat membantu siswa
Penelitian ini akan meneliti berbagai kegiatan pendukung yang diadakan oleh guru Sosiologi
di kelas XI SMA 2 Kupang. Fokus penelitian akan mencakup jenis kegiatan yang
dilaksanakan, tujuan dari setiap kegiatan, serta dampak kegiatan tersebut terhadap
pengembangan kepribadian siswa. Selain itu, penelitian juga akan mengevaluasi partisipasi
siswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut dan bagaimana kegiatan tersebut berkontribusi dalam
tentang upaya guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa di kelas XI SMA 2 Kupang.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna bagi guru,
sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah
1. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru Sosiologi dalam membina kepribadian
2. Metode apa saja yang digunakan oleh guru Sosiologi dalam membina kepribadian
siswa?
3. Bagaimana interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembinaan kepribadian
tersebut?
D. Tujuan Penelitian
2. Mengetahui metode pengajaran yang digunakan oleh guru Sosiologi dalam membina
kepribadian siswa.
3. Menganalisis interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembinaan kepribadian.
E. Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pembinaan kepribadian siswa dalam pendidikan telah banyak dibahas dalam berbagai
literatur. Pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah menjadi salah satu
upaya penting dalam membentuk kepribadian siswa yang unggul. Sosiologi sebagai mata
pelajaran yang mempelajari interaksi sosial dan perilaku manusia memiliki potensi besar
dalam pembinaan kepribadian siswa. Beberapa ahli telah menyampaikan pandangan mereka
Menurut Lickona (1991), pendidikan karakter adalah usaha yang disengaja untuk membantu
orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etis. Pendidikan karakter
bertujuan untuk mengembangkan individu yang berperilaku baik dan mampu berkontribusi
positif dalam masyarakat. Lickona menekankan bahwa pendidikan karakter harus mencakup
pengajaran nilai-nilai moral yang jelas, pembiasaan perilaku baik, serta penciptaan
Dalam konteks ini, pembinaan kepribadian siswa melalui mata pelajaran Sosiologi dapat
memainkan peran penting dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika dalam
pembelajaran. Siswa diajarkan untuk memahami norma-norma sosial, menghargai
Durkheim (1961), seorang sosiolog terkenal, menyatakan bahwa pendidikan memiliki fungsi
utama untuk mentransmisikan nilai-nilai dan norma-norma sosial kepada generasi muda.
Mata pelajaran Sosiologi memberikan kesempatan untuk mengajarkan siswa tentang struktur
sosial, peran individu dalam masyarakat, dan dinamika interaksi sosial. Dengan memahami
konsep-konsep ini, siswa dapat mengembangkan kesadaran sosial dan tanggung jawab moral.
Selain itu, Kohlberg (1981) mengembangkan teori perkembangan moral yang menunjukkan
bahwa pendidikan dapat membantu siswa mencapai tingkat pemikiran moral yang lebih
tinggi. Dalam mata pelajaran Sosiologi, guru dapat menggunakan pendekatan diskusi moral
Menurut Dewey (1938), pembelajaran yang bermakna terjadi melalui pengalaman langsung
dan refleksi kritis. Metode pengajaran interaktif seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan
proyek kolaboratif memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar dan
menggunakan metode ini untuk mendorong siswa berpikir kritis tentang isu-isu sosial,
Vygotsky (1978) juga menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses belajar.
Menurutnya, pembelajaran terjadi dalam konteks sosial dan budaya melalui interaksi dengan
orang lain. Dalam pembinaan kepribadian, interaksi antara guru dan siswa, serta antara siswa
dengan teman sekelasnya, sangat penting untuk membentuk sikap dan perilaku yang positif.
Penelitian oleh Berkowitz dan Bier (2005) menunjukkan bahwa program pendidikan karakter
yang berhasil adalah yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah dan didukung oleh seluruh
ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter, serta model peran yang baik dari
Misalnya, diskusi kelas tentang isu-isu sosial, proyek layanan masyarakat, dan simulasi peran
dapat membantu siswa mengembangkan empati, tanggung jawab, dan keterampilan sosial
yang penting.
Penelitian oleh Narvaez dan Lapsley (2009) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis nilai
dan karakter memiliki dampak positif terhadap perkembangan moral dan etika siswa.
Penelitian ini mendukung pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter, yang
mendukung.
Selain itu, penelitian oleh Battistich et al. (2004) menemukan bahwa sekolah yang
iklim sekolah, hubungan antar siswa, dan perilaku positif siswa. Temuan ini menunjukkan
bahwa upaya pembinaan kepribadian melalui mata pelajaran Sosiologi dapat berkontribusi
Dengan demikian, hasil tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa pembinaan kepribadian
siswa melalui mata pelajaran Sosiologi memiliki dasar teoretis yang kuat dan didukung oleh
berbagai penelitian empiris. Upaya guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa dapat
yang mendukung.
Beberapa penelitian relevan telah dilakukan oleh para ahli dalam bidang pendidikan dan
sosiologi yang menyoroti pentingnya metode pengajaran interaktif dan peran guru dalam
Penelitian oleh Johnson dan Johnson (2009) menunjukkan bahwa metode pengajaran
kooperatif dan partisipatif dalam pendidikan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan
diskusi dan
kegiatan kelompok, siswa belajar untuk mendengarkan, berargumen secara konstruktif, dan
lingkungan belajar yang mendukung, memberikan perhatian individual, dan menjadi model
peran yang baik dapat membantu siswa mengembangkan karakter yang positif.
Narvaez dan Lapsley (2009) dalam penelitiannya mengenai pendidikan karakter menyatakan
bahwa guru memainkan peran kunci dalam membina kepribadian siswa melalui pendekatan
holistik yang mencakup pengajaran langsung nilai-nilai moral, kegiatan reflektif, dan
lingkungan sekolah yang mendukung. Mereka menekankan bahwa pendidikan karakter harus
terintegrasi dalam setiap aspek kehidupan sekolah, dan guru harus aktif terlibat dalam
sekolah menemukan bahwa pendekatan holistik yang melibatkan seluruh komunitas sekolah
dalam pembinaan karakter siswa memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan
perilaku positif
siswa, iklim sekolah, dan hubungan antar siswa. Program-program yang mencakup
pengajaran nilai-nilai moral, kegiatan layanan masyarakat, dan keterlibatan orang tua dalam
Penelitian oleh Nucci (2001) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis nilai dalam mata
mendalam tentang norma-norma sosial dan etika. Melalui pembelajaran ini, siswa tidak
hanya belajar tentang teori-teori sosiologi tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan tersebut
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membantu mereka dalam pembentukan karakter yang
lebih baik.
partisipatif, serta peran guru yang holistik dalam pendidikan karakter, memiliki dampak
kepribadian siswa.
C. Kerangka Berpikir
Pembinaan kepribadian siswa melalui mata pelajaran Sosiologi dapat dicapai melalui
berbagai metode pengajaran yang interaktif dan kontekstual. Guru Sosiologi memiliki peran
yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan
karakter dan kepribadian siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa
1. Metode Pengajaran yang Interaktif dan Kontekstual
Metode pengajaran yang interaktif dan kontekstual merupakan strategi utama dalam
pembinaan kepribadian siswa. Metode ini melibatkan siswa secara aktif dalam proses
pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga
terlibat dalam diskusi, pemecahan masalah, dan kegiatan kolaboratif. Beberapa metode
pandangan, mendengarkan pendapat orang lain, dan belajar bekerja sama dalam
Studi Kasus: Melalui studi kasus, siswa dapat menganalisis situasi nyata yang terkait
dengan isu-isu sosial. Ini membantu mereka memahami kompleksitas interaksi sosial
skenario sosial. Ini membantu mereka memahami perspektif orang lain dan
Lingkungan belajar yang mendukung adalah faktor penting dalam pembinaan kepribadian
siswa. Guru Sosiologi harus menciptakan suasana kelas yang positif, di mana siswa merasa
aman, dihargai, dan termotivasi untuk belajar. Beberapa aspek penting dari lingkungan
positif dengan siswa berdasarkan rasa saling percaya dan penghargaan. Ini
menciptakan iklim kelas yang kondusif untuk belajar dan pengembangan kepribadian.
Keterlibatan Siswa: Guru harus mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses
dorongan untuk perbaikan. Umpan balik yang positif juga meningkatkan rasa percaya
diri siswa.
Kegiatan yang mendidik adalah kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler yang mendukung
mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Beberapa contoh kegiatan yang mendidik
meliputi:
membantu mereka mengembangkan rasa tanggung jawab sosial dan empati terhadap
Simulasi Sosial: Kegiatan simulasi sosial memungkinkan siswa untuk
secara langsung, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung, dan melibatkan seluruh
komunitas sekolah dalam proses ini. Pendekatan ini memastikan bahwa pembinaan
kepribadian tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di seluruh lingkungan sekolah.
moral seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerjasama. Ini dapat dilakukan
aturan yang mencerminkan nilai-nilai moral. Seluruh staf sekolah harus menjadi
keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan karakter siswa. Ini dapat
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini
dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan dan memahami upaya yang
dilakukan oleh guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa di kelas XI SMA 2 Kupang
secara mendalam dan komprehensif. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai jenis
1. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena
sosial atau perilaku manusia dari perspektif orang yang terlibat dalam situasi tersebut.
Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data yang mendalam dan kaya akan konteks
melalui berbagai teknik seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian
kualitatif sangat cocok untuk menjawab pertanyaan penelitian yang memerlukan eksplorasi
mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan tindakan individu dalam situasi tertentu.
Dalam konteks penelitian ini, penelitian kualitatif akan memungkinkan peneliti untuk
menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana guru Sosiologi di kelas XI
SMA 2 Kupang membina kepribadian siswa. Peneliti akan dapat mengeksplorasi berbagai
aspek dari metode pengajaran, interaksi guru-siswa, dan kegiatan pendukung yang digunakan
yang jelas dan rinci mengenai fenomena yang diteliti. Pendekatan ini tidak hanya
menggambarkan apa yang terjadi, tetapi juga mencoba untuk memahami mengapa dan
bagaimana hal tersebut terjadi. Penelitian deskriptif berfokus pada pengumpulan data yang
kaya akan detail untuk menghasilkan gambaran yang mendalam tentang subjek yang diteliti.
Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif akan digunakan untuk menggambarkan upaya
guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa. Penelitian akan mengidentifikasi dan
guru dan siswa berlangsung, serta jenis-jenis kegiatan pendukung yang diimplementasikan
Untuk mencapai tujuan penelitian, berbagai teknik pengumpulan data kualitatif akan
mungkin juga orang tua akan dilakukan untuk mendapatkan perspektif yang beragam
interaksi antara guru dan siswa berlangsung, serta bagaimana kegiatan pendukung
dilaksanakan. Observasi ini akan memberikan data yang kaya mengenai dinamika
pembelajaran, dan catatan kegiatan sekolah akan dianalisis untuk memahami lebih
4. Keabsahan Data
Untuk memastikan keabsahan data dalam penelitian kualitatif, beberapa strategi akan
konsistensi informasi.
Audit Trail: Menyediakan catatan yang rinci tentang semua langkah dan keputusan
Analisis data dalam penelitian kualitatif akan melibatkan beberapa tahap, antara lain:
Penyajian Data: Mengorganisasikan data dalam bentuk yang dapat dipahami, seperti
wawasan yang mendalam dan komprehensif tentang upaya guru Sosiologi dalam membina
kepribadian siswa di kelas XI SMA 2 Kupang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang
Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kupang, yang
terletak di kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. SMA 2 Kupang
1. Reputasi dan Prestasi: SMA 2 Kupang dikenal sebagai salah satu sekolah menengah
atas terkemuka di Kupang yang memiliki reputasi baik dalam bidang akademik dan
penelitian untuk difokuskan pada upaya guru dalam mata pelajaran ini.
komitmen yang kuat terhadap pembinaan kepribadian siswa, sesuai dengan visi dan
Deskripsi Lokasi
SMA 2 Kupang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar
mengajar, seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, ruang multimedia,
serta fasilitas olahraga dan seni. Lingkungan sekolah yang kondusif ini diharapkan dapat
Penelitian akan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Pemilihan waktu
1. Ketersediaan Waktu Guru dan Siswa: Semester genap adalah periode di mana
siswa dan guru sudah familiar dengan jadwal dan kegiatan sekolah. Pada periode ini,
aktivitas pembelajaran sudah berjalan dengan stabil sehingga data yang diperoleh
3. Kegiatan Sekolah yang Mendukung: Semester genap juga seringkali diisi dengan
Jadwal Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan dalam beberapa tahap yang direncanakan secara rinci untuk
o Penetapan jadwal penelitian dan koordinasi dengan guru Sosiologi serta pihak
sekolah lainnya.
siswa, dan mungkin juga orang tua siswa untuk mendapatkan perspektif yang
kegiatan sekolah.
diperoleh.
o Presentasi hasil penelitian kepada pihak sekolah dan pihak terkait lainnya.
Dengan perencanaan yang matang mengenai tempat dan waktu penelitian, diharapkan
penelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan data yang valid serta
Subyek penelitian dalam studi ini adalah guru Sosiologi dan siswa kelas XI SMA 2 Kupang.
Subyek-subyek ini dipilih karena mereka secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran
Sosiologi yang merupakan fokus dari penelitian ini. Berikut penjelasan lebih lengkap
1. Guru Sosiologi
Guru Sosiologi di kelas XI SMA 2 Kupang menjadi subyek utama dalam penelitian ini.
Mereka memainkan peran kunci dalam pembinaan kepribadian siswa melalui berbagai
metode pengajaran dan interaksi sehari-hari. Alasan memilih guru Sosiologi sebagai subyek
penelitian meliputi:
pengajaran mata pelajaran yang secara langsung berhubungan dengan interaksi sosial
dan perilaku manusia, yang merupakan aspek penting dalam pembinaan kepribadian.
ini akan mengeksplorasi bagaimana guru menerapkan metode tersebut dan bagaimana
di kelas. Interaksi ini berperan penting dalam membentuk sikap, nilai, dan karakter
siswa. Penelitian ini akan mengamati dan menganalisis pola interaksi ini.
2. Siswa Kelas XI
Siswa kelas XI SMA 2 Kupang dipilih sebagai subyek penelitian karena mereka berada
dalam tahap perkembangan remaja yang kritis, di mana pembinaan kepribadian sangat
tahun, sebuah periode kritis dalam perkembangan psikologis dan sosial mereka. Pada
usia ini, siswa mulai membentuk identitas diri dan nilai-nilai yang akan mereka bawa
ke masa dewasa.
Partisipasi dalam Kegiatan Sekolah: Siswa kelas XI sering terlibat dalam berbagai
Pemilihan Guru: Guru Sosiologi yang mengajar kelas XI di SMA 2 Kupang akan
penelitian.
Jumlah guru yang diikutsertakan akan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian untuk
Pemilihan Siswa: Siswa kelas XI akan dipilih secara purposive sampling, yaitu
berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan penelitian. Kriteria ini mungkin
ekstrakurikuler, dan representasi dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan
akademik.
kepribadian siswa.
Focus Group Discussion (FGD): Diskusi kelompok terfokus dengan siswa kelas XI
Sosiologi, interaksi dengan guru, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah yang
sama lain, dan bagaimana suasana kelas mempengaruhi pembelajaran dan pembinaan
kepribadian.
Angket atau Kuesioner: Kuesioner mungkin digunakan untuk mengumpulkan data
dari siswa mengenai pandangan mereka terhadap metode pengajaran yang digunakan
kepribadian.
Pengumpulan data dalam penelitian ini akan menggunakan beberapa teknik kualitatif yang
1. Wawancara Mendalam
Tujuan: Wawancara mendalam akan dilakukan dengan guru Sosiologi, siswa kelas XI, dan
mungkin juga orang tua siswa. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan pemahaman
yang mendalam tentang pengalaman, pandangan, dan praktik terkait pembinaan kepribadian
Proses:
Siswa: Siswa kelas XI akan dipilih berdasarkan kriteria partisipasi aktif dalam kelas
Orang Tua: Jika relevan, orang tua siswa juga dapat diwawancarai untuk
2. Observasi Partisipatif
Tujuan: Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati secara langsung interaksi antara
guru dan siswa di dalam kelas Sosiologi. Observasi ini bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman tentang implementasi metode pengajaran, dinamika interaksi, dan suasana kelas
Proses:
Partisipasi Aktif: Peneliti akan aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas,
Catatan Lapangan: Selama observasi, catatan lapangan akan dibuat untuk mencatat
detail-detail penting seperti metode pengajaran yang digunakan, respon siswa, dan
Tujuan: Studi dokumentasi akan melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen yang
relevan seperti rencana pembelajaran, materi ajar, catatan rapat, dan kegiatan sekolah lainnya
Proses:
dan guru Sosiologi terkait. Analisis dokumen akan dilakukan untuk mengidentifikasi
E. Keabsahan Data
Keabsahan data dalam penelitian ini akan diuji melalui pendekatan triangulasi yang
mencakup triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Berikut adalah
1. Triangulasi Sumber
Implementasi:
mendalam dengan guru Sosiologi, siswa kelas XI, dan mungkin juga orang tua siswa.
Dengan memperoleh perspektif dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses
pembelajaran, penelitian ini akan memastikan representasi yang lebih lengkap tentang
pengamatan langsung terhadap praktik pengajaran dan interaksi antara guru dan
siswa.
dan materi ajar akan memberikan perspektif tambahan yang mendukung temuan dari
Manfaat: Dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber, penelitian ini dapat
mengidentifikasi pola yang konsisten atau perbedaan yang signifikan dalam praktik
2. Triangulasi Teknik
mendalam tentang pandangan, pengalaman, dan praktik dari guru Sosiologi, siswa,
melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi, serta untuk
pembelajaran.
menghasilkan data yang lebih kaya dan diverifikasi, meningkatkan validitas temuan dan
3. Triangulasi Waktu
Implementasi:
selama periode semester genap tahun ajaran 2023/2024 di SMA 2 Kupang. Hal ini
perubahan yang terjadi seiring waktu dalam praktik pembinaan kepribadian siswa.
Perbandingan Data: Data yang dikumpulkan pada awal, tengah, dan akhir semester
akan dibandingkan untuk mengidentifikasi pola atau tren yang mungkin muncul
Analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan metode analisis tematik, yang meliputi
beberapa tahapan penting seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai setiap tahap dalam
analisis data:
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi
dokumentasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Data yang dikumpulkan mencakup
berbagai perspektif dan pengalaman terkait pembinaan kepribadian siswa melalui mata
2. Reduksi Data
Tujuan: Tahap reduksi data bertujuan untuk mengorganisir dan menyederhanakan data yang
Proses:
orang tua siswa akan ditranskripsi secara rinci untuk mempersiapkan data mentah.
Penyortiran Data: Data yang telah ditranskripsi akan disortir berdasarkan tema-tema
Tujuan: Penyajian data bertujuan untuk mengorganisir dan menampilkan hasil analisis
Proses:
Pembuatan Kategori Tematik: Berdasarkan temuan dari data yang telah direduksi,
Penyusunan Narasi: Data akan disajikan dalam bentuk narasi yang menggambarkan
temuan-temuan utama dari penelitian. Narasi ini akan didukung dengan kutipan-
4. Penarikan Kesimpulan
Tujuan: Tahap penarikan kesimpulan bertujuan untuk menyusun hasil analisis menjadi
Proses:
secara mendalam untuk memahami implikasi dan arti dari setiap tema yang muncul.
Hubungan dengan Teori dan Literatur: Kesimpulan akan dikaitkan kembali
dengan teori-teori yang relevan dari literatur terkait untuk mendukung atau
Penyusunan Laporan: Hasil analisis akan dirangkum dalam laporan penelitian yang
Manfaat: Metode analisis tematik akan memberikan kerangka kerja yang sistematis dan
pembinaan kepribadian siswa melalui mata pelajaran Sosiologi. Dengan demikian, penelitian
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam memahami praktik
pendidikan di SMA 2 Kupang dan lebih luasnya dalam konteks pendidikan nasional.
Upaya Guru Bentuk Pembinaan
Kepribadia Siswa
Sosiologi
Kendala-Kendala
Pembinaan
Kepribadian Siswa
UPAYA GURU SOSIOLOGI DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN SISWA
Oleh:
2222511060
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
"Upaya Guru Sosiologi dalam Membina Kepribadian Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi
Penulisan proposal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai upaya
yang dilakukan oleh guru Sosiologi dalam membina kepribadian siswa. Pendidikan karakter
merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran di
sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti
bagi pengembangan metode pengajaran yang efektif dalam membina kepribadian siswa,
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini, banyak pihak yang telah
memberikan bantuan, dukungan, dan dorongan. Oleh karena itu, penulis ingin
1. Bapak/Ibu Kepala Sekolah SMA 2 Kupang yang telah memberikan izin dan
2. Bapak/Ibu Guru Sosiologi di SMA 2 Kupang yang telah bersedia memberikan waktu
3. Para siswa kelas XI SMA 2 Kupang yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.
4. Keluarga dan teman-teman yang telah memberikan dukungan moral dan materiil
khususnya dalam bidang pembinaan kepribadian siswa. Kritik dan saran yang konstruktif
sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan penelitian ini di masa
mendatang.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULAUN
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Grafindo Persada.
Djamarah, Syaiful, Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi
Djamarah, Syaiful, Bahri. 2002. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi
Rosdakarya.
Jalaluddin dan Usman Said. 1996. Filsafat Pendidikan Islam, Konsep dan
Mahmud, H. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka
Setia.
Setia.
Agung.
Rosdakarya.
Rosdakarya.
Grafindo Persada.
Pustaka Setia.
Ilmu
Wait, Risma. 2008. Kepribadian Dan Etika Profesi. yogya karta: Graha
Ilmu.
Waridah, Siti. 1999. Sosiologi. Jakarta: Bumi Aksara.