0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan25 halaman

Optimalisasi Pupuk NPK untuk Bawang Merah

Diunggah oleh

Nandhita Gutiatara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan25 halaman

Optimalisasi Pupuk NPK untuk Bawang Merah

Diunggah oleh

Nandhita Gutiatara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Masalah

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman


utama hortikultura yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu kuliner untuk
meningkatkan cita rasa dan mempunyai nilai ekonomi tinggi (Kartinaty dkk.,
2018). Karena banyaknya manfaat dan kegunaan bawang merah, bawang merah
menjadi produk yang sering dipertimbangkan dalam berbagai aplikasi pangan dan
pertanian (Priyantono dkk., 2013). Anggur merah yang ditanam di Indonesia
antara lain Lokananta, Bima Brebes, Kuning, Maja Cipanas, Mentes, Pancasona,
Passatelli, Trisula, TSS Agrihorti 1 dan Violetta 2 Agrihorti (Astuti, 2022).
Antara tahun 1984 hingga 2017, Balai Penelitian Pemuliaan Tanaman
(BALITSA) menerbitkan atau mendaftarkan 14 spesies adaptasi untuk
dibudidayakan di wilayah selatan dan tengah negara (Basuki, 2018). Varietas
Bima Brebes merupakan varietas Seote. Varietas ini mudah beradaptasi dengan
lingkungan setempat, tidak hanya produktivitasnya yang tinggi tetapi bobot dan
ukuran tabungnya, tahan terhadap penyakit, diameternya lebih besar dibandingkan
varietas lainnya sehingga meningkatkan permintaan terhadap varietas Bima dan
bunga di Brebes. sebagai perlindungan terhadap hujan. hujan lebat (Sinung dkk.,
2018; Citra dan Firmansyah, 2019; Rudi dan Asaad, 2016). Oleh karena itu,
banyak petani yang lebih memilih membudidayakan spesies ini (Anitasari dkk.,
2019).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi debu di wilayah Lampung
diperkirakan akan menurun antara tahun 2019 dan 2021. Produksi debu sebesar
3.634,2 ton pada tahun 2019, 2.104,8 ton pada tahun 2020, dan 1.761 ton pada
tahun 2021 (BPS, 2022). Penyebab utama menurunnya produksi pertanian dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemupukan (Siagia dkk.,
2019). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan
penggunaan pupuk yang tepat (Istina, 2016). Oleh karena itu, untuk meningkatkan
produksi perlu ditambahkan unsur-unsur bermanfaat seperti nitrogen (N), fosfor
(P) dan kalium (K) dari atas (Iravan dkk., 2017).
2

Ketersediaan unsur hara khususnya N, P dan K pada tanah jagung penting


untuk menunjang pertumbuhan tanaman (Hidayatullah dkk., 2021). Selain itu,
penerapan pupuk anorganik secara bertahap juga perlu dilakukan karena dapat
mengurangi kehilangan unsur hara melalui limpasan permukaan, terutama pupuk
yang mudah dicerna atau diolah: termasuk pupuk yang mengandung B.N.
(Hamdani dkk., 2023). Pupuk NPK yang digunakan pada penelitian ini adalah
NPK Mutiara SPRINTER yang mengandung 20% nitrogen (N), 10% fosfat
(P2O5) dan 10% kalium (K2O). NPK Pearl SPRINTER 20-10-10 merupakan
kombinasi terbaik antara nitrat dan nitrogen (NO3) yang tersedia langsung untuk
tanaman. Pupuk ini juga mengandung nitrogen amoniak (NH4), yang dapat
dilepaskan sebagai cadangan. Kombinasi kedua jenis nitrogen ini menghasilkan
pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan hasil yang lebih tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pupuk di wilayah
Lampung diperkirakan mengalami penurunan pada tahun 2019 hingga tahun
2021. Tahun 2019 produksi pupuk sebanyak 3.634,2 ton, tahun 2020 sebanyak
2.104 ton, dan tahun 2021 sebanyak 1.761 ton. . (BPS, 2022). Penyebab utama
penurunan produksi pertanian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk
pemupukan (Siagia dkk., 2019). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas
adalah dengan menggunakan pupuk asli (Istina, 2016). Oleh karena itu, untuk
meningkatkan produksi, unsur-unsur yang sesuai seperti nitrogen (N), fosfor (P)
dan kalium (K) harus ditambahkan di atas (Iravan dkk., 2017). Ketersediaan unsur
hara khususnya N, P, dan K pada tanah sawah penting untuk menunjang
pertumbuhan tanaman (Hidayatullah dkk., 2021). Jika tidak, pupuk anorganik
harus diterapkan secara bertahap karena dapat mengurangi hilangnya unsur hara
melalui pencucian, terutama unsur hara yang mudah dicerna atau diolah, misalnya
h. Pupuk milik B.N. (Hamdani dkk., 2023).
Pupuk NPK yang digunakan pada penelitian ini adalah NPK Mutiara
SPRINTER yang mengandung 20% nitrogen (N), 10% fosfat (P2O5) dan 10%
kalium (K2O). NPK Pearl SPRINTER 20-10-10 merupakan kombinasi terbaik
antara nitrat dan nitrogen (NO3) yang tersedia langsung untuk tanaman. Pupuk ini
juga mengandung amonia nitrogen (NH4) yang dapat dilepaskan ke dalam tangki.
3

Kombinasi kedua jenis nitrogen ini menghasilkan pertumbuhan tanaman yang


lebih cepat dan hasil yang lebih tinggi.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:


1. Menentukan takaran pupuk NPK yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi
bawang merah.
2. Mengetahui efektivitas bibit bawang merah untuk budidaya dan produksi
bawang merah.
3. Pilih kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk NPK dan laju pembusukan
bawang merah yang optimal untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah.

1.3 Kerangka Pemikiran

Pemupukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil bawang


merah (Hendarto dkk., 2021). Namun karena adanya perubahan sifat tanah,
perubahan keasaman dan kekurangan unsur hara, produksi pupuk seringkali tidak
dapat memenuhi kebutuhan tanaman (Triyono dkk., 2013). Oleh karena itu,
pilihlah pupuk yang tepat dan sesuaikan dengan kondisi tanah bawang merah.
Perubahan ini akan meningkatkan produksi bawang merah secara signifikan.
Berdasarkan penelitian Sumarna dkk. (2013) di lapangan. Musim panas dan
sebagainya. Durasi berkembang biak untuk elang yang sedang tumbuh. (2012)
melaporkan bahwa dosis pemupukan 146 kg/ha N, 111 kg/ha P dan 100 kg/ha K
memberikan hasil yang baik untuk tanaman Bima Krut. Untuk varietas bawang
merah bangkok dosis pemupukan 248 kg/ha N, 98 kg/ha P dan 103 kg/ha K
memberikan hasil yang baik. Menurut Hamdani dkk. (2023) melaporkan bahwa
hasil terbaik untuk bawang merah Andes diperoleh dengan pemberian pupuk NPK
16-16-16 sebanyak 650 kg/ha (250 kg/ha pada 10 HST, 200 kg/ha pada 15 HST,
dan 200 kg/ha pada 15 HST. Tanaman dengan berat umbi 68,67 g per tanaman.
Jika pupuk anorganik digunakan, stek adalah salah satu tanamannya.
Menurut Hamid (2016), umbi potong mempunyai keunggulan yaitu
mampu mendukung fase vegetatif tanaman sehingga meningkatkan pertumbuhan
4

tanaman. H. merangsang perkembangan bunga, mendukung pertumbuhan lateral


umbi dan merangsang perkembangan bunga dan daun. Purba dkk. (2018)
menemukan bahwa pemotongan sepertiga bagian atas umbi dengan ukuran
pemotongan 20 x 20 cm memberikan hasil terbaik. Demikian pula Sumini dkk.
(2022) menyatakan bahwa penambahan telur ayam dan pemotongan bawang
bombay sebanyak 1/4 memberikan hasil yang lebih baik serta dapat meningkatkan
pertumbuhan dan hasil bawang merah. Berdasarkan penelitian Amina dkk. (2022)
melaporkan bahwa 20 t/ha kotoran ayam dan 1/2 jerami gandum memberikan
hasil terbaik dalam hal pertumbuhan dan hasil gabah. Penelitian Fera dkk. sebagai
berikut: (2019) 56,12 cm merupakan perlakuan terbaik untuk menambah tinggi
tanaman, 54,1 cm tanpa setengah cawan, berbanding dua pertiga. Berdasarkan
penelitian Palupi dan Alfada (2019) ditemukan bahwa membagi umbi menjadi
empat bagian memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan memotong
jumlah tanaman menjadi tiga bagian.

1.4 Hipotesis
Dengan mempertimbangkan struktur yang diajukan, hipotesis berikut dapat
diajukan:
1. Dosis pupuk NPK yang dianjurkan adalah yang terbaik untuk pertumbuhan
dan produksi bibit.
2. Ukuran kubis yang optimal diyakini berkaitan dengan pertumbuhan dan hasil
kubis.
3. Kombinasi perlakuan dinilai lebih efektif untuk pertumbuhan bibit dan
produksi buah.

1.5 Kontribusi Penelitian

Saya berharap penelitian ini akan membantu para pembaca untuk


meningkatkan produksi bawang merah melalui penggunaan pupuk NPK dan
praktik pemangkasan bawang merah yang tepat. Selain itu, konsumen memiliki
keuntungan untuk menerima bawang merah berkualitas tinggi sepanjang musim
tanam.
5

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu produk terpenting di Indonesia. Ada


dua jenis bawang merah yang umum ditanam di Indonesia. Salah satunya adalah
bawang bombay atau kucai (Allium ascalonicum L.) yang dikenal juga dengan
nama 'cilot', daun bawang oriental (Allium cepa) yang juga dikenal sebagai
'bawang hijau' atau bawang Bombay, dan 'bawang merah'. Bawang merah
termasuk dalam keluarga ketumbar dan bawang putih (Amanda dan Sylvia, 2020).
Bawang merah Bima Brebes ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Bawang merah Bima Brebes

Menurut Prayitno (2015), bawang merah diklasifikasikan sebagai berikut:


Departemen: spermatozoa
Subkategori: spora
Kelas: Einfloi
Keluarga: Liliaceae
Marga: Allium
Jenis: Allium ascalonicum atau Allium cepa var. ascalonicum.
6

2.2 Morfologi Bawang Merah

Tanaman bawang merah memiliki ciri – ciri morfologi sebagai berikut :

2.2.1 Akar

Akar bawang merah terdiri dari akar adventif yang mendukung aktivitas tanaman

dan menyerap air serta nutrisi dari tanah, dan akar tunggang yang berperan dalam

perkembangan bulu-bulu akar. Akar ini dapat mencapai kedalaman 30 cm,

berwarna putih, dan bila diremas akan mengeluarkan aroma khas yang mirip

dengan bawang merah (Annisava dan Solfan, 2014).

2.2.2 Batang

Tumbuhan pelana memiliki bentuk seperti duri lurus, yang disebut cakram.

Tumbuhan ini berbentuk cakram dan memanjang, dan dapat menempel pada akar

dan tunas. Bagian atas cakram ini membentuk batang semu yang terbuat dari

daun. Di antara lapisan tumbuhan terdapat telur, yang dapat menghasilkan larva

dan keturunan baru, terutama pada bawang merah (Fajri, 2014).

2.2.3 Helaian

Daun bawang merah berbentuk silindris, lonjong, panjangnya sekitar 50 hingga 70

cm. Daunnya berongga di bagian tengah dan meruncing ke arah ujung. Daun

echela berwarna hijau muda hingga gelap dan menempel pada batang pendek

(Laila, 2017).

2.2.4 Bunga
Bunga bawang merah memiliki tinggi 30 hingga 90 cm dan memiliki batang
berbunga hampir berbentuk payung. Selain itu, bunga tanaman ini memiliki 5
hingga 6 kelopak berwarna putih, 6 benang sari berwarna hijau hingga kuning,
satu putik, dan buah berbentuk segitiga. Bunga umbi merah ini termasuk dalam
kategori bunga sempurna karena mempunyai kemampuan melakukan
penyerbukan sendiri (Laila, 2017).
7

2.2.5 Buah dan biji


Polongnya berbentuk bulat, umbi dan pangkalnya berstruktur seperti cakram,
dengan biji yang tajam dan tajam, jumlahnya sekitar 2-3. Bijinya halus, masih
berwarna putih bersih, berubah menjadi hitam jika sudah matang. Benih merah
hendaknya dijadikan bahan perbanyakan tanaman melalui proses edukasi (Fadli,
2015).

2.3 Eskalasi Keluhan

Eselon memiliki persyaratan tertentu untuk pertumbuhannya, antara lain:

2.3.1 Iklim

Bawang merah dapat tumbuh subur di berbagai lingkungan. Agar berhasil,

menanam bawang merah memerlukan lingkungan yang sesuai dengan cukup

cahaya, air, dan nutrisi. Terlalu banyak air dapat menyebabkan tanah menjadi

terlalu basah, yang berdampak negatif pada pertumbuhan umbi dan menyebabkan

lebih banyak pembusukan. Echelon dibagi menjadi 14 kelas tanaman yang

menyukai iklim kering dengan lebih dari 12 jam panas dan sinar matahari

(Manoppo, 2015).

2.3.2 Suhu
Bawang merah tumbuh dengan baik pada ketinggian antara dataran dan dataran
tinggi, pada ketinggian sekitar 1.100 m (sebaiknya 0-800 mdpl). Produksi terbaik
terjadi di dataran, terutama pada suhu 25-32 °C dan iklim kering. Untuk
pertumbuhan optimal, bawang merah memerlukan kondisi terbuka dengan cahaya
sekitar 70%, kelembaban 80-90%, dan curah hujan 300-2.500 mm per tahun.
Angin juga merupakan faktor iklim yang penting dalam budidaya bawang merah,
karena sistem perakarannya sangat dangkal dan angin kencang dapat merusak
tanaman (Mancun, 2015).
8

2.3.3 Level

Tanah yang gembur dan subur, kaya akan bahan organik dan humus, merupakan

tanah terbaik untuk menanam bawang merah. Tanah yang gembur dan subur

mendorong pertumbuhan umbi dan menghasilkan umbi yang lebih besar. Tanah

yang sedikit masam atau normal dengan pH antara 6,0 dan 6,8 dianggap sebagai

kondisi optimal untuk bawang merah (Adi, 2015).

2.4 Pupuk NPK


Pupuk NPK efektif dan menjadi pupuk kompleks yang populer. Jenis kompleks
betina lain yang tersedia di pembibitan adalah Pearl SPRINTER betina. Pupuk ini
merupakan pupuk kompleks yang terdiri dari beberapa unsur hara, yaitu 20%
nitrogen (N), 10% fosfor (P) dan 10% kalium (K). NPK Mutiara SPRINTER
merupakan pupuk lengkap yang memberikan unsur hara kaya akan kalium.
Kalium sangat penting bagi tanaman, mempengaruhi regulasi seluler
keseimbangan air dan kehilangan air melalui keringat, bertanggung jawab untuk
pembentukan dan sintesis protein, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap
kekeringan atau stres dan serangan panas, penyakit, kegagalan dan kerusakan.
menyukai. , meningkatkan kualitas produk, termasuk warna, rasa dan umur
simpan.
NPK dapat digunakan dengan berbagai cara, dengan persiapan sederhana atau
kompleks. Penggunaan pupuk kompleks menawarkan keuntungan besar untuk
mengatasi pemborosan padang rumput individu. Keuntungan utama pupuk
kompleks adalah memiliki spektrum nutrisi yang lebih luas, membuatnya lebih
mudah untuk dicampur, diangkut, disimpan, dan diolah di lapangan. Pupuk
kompleks menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan bahan mentah (Vidya
dkk., 2016).

2,5 Umbi oksipital

Pertumbuhan dan produksi sedimen dipengaruhi oleh cekaman kekeringan.

Setelah Anda memilih umbi bunga yang tepat, Anda dapat menyiapkan benih
9

untuk ditanam hanya dalam beberapa langkah. Memilih umbi yang tepat dan

menanamnya bisa menjadi cara yang bagus untuk memastikan keberhasilan

menanam bawang merah. Menurut Jumini dkk. (2010) Perbanyakan buah pir

dapat memperoleh manfaat dari perlakuan benih yang dapat mempercepat

pertumbuhan bawang merah dan pemangkasan buah pir. Menurut Hamid (2016),

penyiangan mempunyai kelebihan yaitu mempercepat fase vegetatif sehingga

efektif mempercepat pertumbuhan tanaman.


10

III. METODE PELAKSANAAN

3.1 Ruang dan Waktu


Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Lampung, Jl 10, Rajabasa,
Bandarlampung. Survei akan dilakukan pada bulan April hingga Juni 2024.

3.2 Alat dan Perlengkapan


Keterampilan tersebut antara lain timbangan, pisau, pisau, pensil, pisau/kacamata,
pisau, pisau, bambu dan alat digital. Benih bawang merah Bima Brebes, NPK
betina Mutiara SPRINTER 20-10-10, kotoran sapi, Dithane M-45 dan kapur
dolomit digunakan dalam penelitian ini.

3.3 Desain penelitian


Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAB)
faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Komponen pertama adalah pupuk NPK
(N) dengan tiga taraf yaitu: 750 kg/ha (N1), 825 kg/ha (N2) dan 900 kg/ha (N3).
Faktor kedua adalah panjang tuberkel yang dibagi menjadi tiga tingkatan (P),
yaitu: 1/4 bagian (P1), 1/3 bagian (P2) dan 1/2 bagian (P3). Setiap perlakuan
diulang sebanyak tiga kali, sehingga menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27
sesi percobaan. Kombinasi obat tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Kelompok perlakuan
Notasi perlakuan P1 (1/4) P2 (1/3) P3 (1/2)

N1 (750 kg/ha) N1P1 N1P2 N1P3

N2 (825 kg/ha) N2P1 N2P2 N2P3

N3 (900 kg/ha) N3P1 N3P2 N3P3

Satuan percobaan berjumlah 27 buah, setiap satuan percobaan terdapat 35


tanaman, dan dipilih 5 tanaman secara acak, sehingga terdapat 135 sampel dan
945 populasi tanaman. Rencana perawatan dapat dilihat pada Gambar 2.
11

Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 1

N3P3 N1P1 N3P3

N3P2 N2P2 N2P2

N2P3 N3P3 N1P1

N2P2 N1P3 N2P1

N1P2 N3P1 N2P3

N1P3 N2P1 N3P1

N3P1 N2P3 N1P3

N2P1 N1P2 N3P2

N1P1 N3P2 N1P2

Gambar 2. Tata letak perlakuan


Keterangan : N1P1: NPK 750 kg/ha, 1/4
N1P2: NPK 750 kg/ha, 1/3
N1P3 : NPK 750 kg/ha, 1/2
N2P1: NPK 825 kg/ha, 1/4.
N2P2: NPK 825 kg/ha, 1/3.
N2P3 : NPK 825 kg/ha, 1/2
N3P1: NPK 900 kg/ha, 1/4.
N3P2 : NPK 900 kg/ha, 1/3.
N3P3 : NPK 900 kg/ha, 1/2

Data untuk setiap variabel pengamatan dianalisis dengan analisis variansi


(ANOVA). Jika hasilnya menunjukkan pengaruh nyata, lakukan Uji Beda Nyata
Jujur (BNJ) pada taraf 5%.

3.4 Alur Kerja


Alur kerja dalam penelitian ini adalah:
1.4.1 Jenis tanah
Daerah penelitian ditutupi dengan vegetasi lokal dan puing-puing. Pengolahan
tanah dilakukan dengan cara digarap sedalam 30 cm, digali tanpa gulma,
kemudian dibajak. Kemudian siapkan bedengan dengan panjang 1,5 meter dan
lebar 30 sentimeter. Jumlah kursinya adalah 27 kursi. Jarak antar stasiun 50 cm.
12

Tanah liat dolomit kemudian diaplikasikan sebanyak 2 ton/ha, diaplikasikan 2


minggu sebelum tanam, disebarkan ke benih dan diaduk hingga merata. Kotoran
sapi kemudian diaplikasikan sebagai pupuk dasar sebanyak 20 ton/ha. Pupuk
dasar ini diberikan sebelum tanam dan 1 minggu sebelum tanam. Pemupukan
dasar dilakukan dengan cara merata dan menambahkannya ke dalam tanah.

1.4.2 Penyiapan Benih


Benih bawang merah yang digunakan berasal dari varietas Bima Brebes. Benih ini
diperoleh dari petani di Kabupaten Prinseu, Provinsi Lampung. Panen dilakukan 4
bulan setelah tanam. Buang kulit kering dan daging buah dari bijinya dan giling
bijinya sesuai prosedur laboratorium. Setelah berkecambah, benih diberi fungisida
Dithano M-45 dengan dosis 2 g/l dan dibiarkan kering selama 10-15 menit.

1.4.3 Penanaman
Penanaman dilakukan pada pagi hari. Tanaman ditanam pada tanah yang telah
disiapkan. Jumlah tanaman per bunga 35 tanaman dan jarak tanam 20 x 20 cm.
Benih kelabet disemai dengan cara mencelupkan beberapa umbi ke dalam tanah.

1.4.4 Pemeliharaan
Semakin berkembangnya lahan maka semakin banyak air yang dibutuhkan untuk
irigasi. Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Pertumbuhan
rumput pada tegakan rumput muda yang berumur hingga 2 minggu sangat pesat,
sehingga tutupan rumput menjadi penting, hal yang wajib dilakukan dan sangat
efektif untuk mengurangi persaingan gulma. Penyiangan bawang merah dilakukan
dengan tangan atau cangkul. Penyiangan herba dilakukan seminggu sekali. Bila
bawang merah tumbuh tidak normal atau mati, dilakukan penanaman kembali
dengan cara menggantinya dengan tanaman baru. Batas penyulaman terakhir
adalah 7 HST. Penebangan meliputi penutupan akar tanaman yang tumbuh di atas
permukaan tanah dengan cara mencangkul tanah pada kedua sisinya. Penanaman
bertujuan untuk memperkuat tanaman.

1.4.5 Pemberian Pupuk


13

Pupuk NPK diberikan tiga kali pada tanaman yaitu 10, 15 dan 35 tahun HST.
Aplikasikan pupuk NPK Mutiara SPRINTER 20-10-10 sebanyak 750 kg/ha
(112,5 g/bedengan) per hari, 825 kg/ha (123,75 g/bedengan) dan 900 kg/ha (135
g/bedengan). ) sepanjang hari. . Membaca). Pupuk tersebut disebarkan secara
merata ke seluruh bedengan. Perlakuan dengan pupuk NPK ditunjukkan pada
Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Durasi pengobatan
Aplikasi pupuk Umur HST Persentase Gram/bedengan

112,5 g 123,75 g 135 g

NPK 10 30% 33,75 37,125 40,5

NPK 15 30% 33,75 37,125 40,5

NPK 35 40% 45 49,5 54

1.4.6 Panen
Pot Eselon dapat dipanen sebanyak 60 tanaman. Benih dipanen di sini dan
dapat menghilangkan 60% benih busuk di bagian akhir, serta batang tanaman dan
daun inggris. Pemanenan harus dilakukan di tanah yang kering dan terkena sinar
matahari untuk mencegah pembusukan umbi.

3.5 Variabel Pengamatan


Variabel yang ingin Anda pertimbangkan dalam pencarian Anda sebagai
berikut.
1. Bentuk tanaman (cm).
Tinggi tanaman ditentukan dengan mengukur 28 hari teratas setelah
tanaman dipindahkan daun terpanjang pada masa munculnya tanaman dengan
penggaris.
2. Nomor Iman (masukkan) .
Analisis jumlah tunas pertama kali dilakukan pada hari ke 28 sejak
pembibitan hingga transplantasi pertama untuk jumlah tunas pertama per
percobaan tanaman. Daun kuning atau mati kini diberi nomor dalam fungsi
14

penghitungan daun. Selain itu, hilangkan dulu pengamatan mengenai jumlah


rambut sepanjang 2 cm.
3. Jumlah umbi (umbi)
Pemanen terlebih dahulu memantau nomor batang. Catat jumlah umbi dan
hitung terlebih dahulu jumlah umbi untuk setiap percobaan tanaman.
4. Diameter bekulum (cm).
Setelah tanaman dipanen, diameter umbi diamati, diukur dalam bentuk
tabel, dari mana panjang terluar umbi diturunkan. Diameter umbi pertama-tama
dihitung secara visual per tanaman uji dan jumlah total umbi dihitung terlebih
dahulu per tanaman uji.
5. Berat umbi sekarang (g).
Dari tanaman yang pertama kali dipanen ini, berat bawang segar dan
masing-masing tanaman dianalisa terlebih dahulu, namun ada daun dan
pembersihan akar yang menempel pada umbi bawang merah. Berat bawang merah
segar dan masing-masing sampel kemudian ditimbang menggunakan timbangan
digital.
6. Berat bola kering udara (g).
Penanam juga memanfaatkan udara dan terlebih dahulu memantau hasil
tanaman. Tanaman dikumpulkan, jangan mengotori bekas penyangga yang
dikeringkan di udara selama 7 menit. Pemantauan ini terutama dilakukan agar
Anda dapat menggunakan udara dengan hati-hati untuk menguji keseimbangan
digital.
7. Plot berat bawang merah (g).
Setelah tanaman ini dipanen pertama kali, umbi yang telah di grut pada
setiap plot ditentukan terlebih dahulu menjadi plot umbi utama pada setiap plot
yang berdekatan dengan skala digital.
15

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata


terhadap parameter pengamatan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah
umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi dan bobot kering
umbi. Sulit. selama kompetisi. Sedangkan perlakuan bintil akar berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bintil akar. Tidak terdapat
interaksi antara dosis pupuk NPK dan pemotongan umbi pada seluruh parameter
yang diperiksa. Rangkuman analisis varians beberapa variabel observasi dapat
dilihat pada Tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3. Ringkasan analisis varians seluruh variabel yang diamati
No Variabel pengamatan Pupuk NPK Pemotongan Interaksi
umbi

1 Tinggi tanaman * * tn

2 Jumlah daun * * tn

3 Jumlah umbi * * tn

4 Diameter umbi * tn tn

5 Berat umbi segar * tn tn

6 Berat umbi kering * tn tn

7 Berat perplot * tn tn

Katakan:
*: Efek signifikan
tn: efek dapat diabaikan

Dari semua parameter yang dipertimbangkan, tidak ditemukan interaksi antara


pemupukan dan pemupukan NPK pada bintil gandum. Pemupukan NPK dan
pemupukan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman.
Pupuk NPK digunakan untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman
(nitrogen, fosfor, dan kalium), tetapi juga untuk menyuburkan benih tanaman atau
bunga baru. Kedua obat ini diperkirakan tidak berinteraksi atau meningkatkan
efektivitas secara signifikan.
16

4.1 Tinggi tanaman


Pengaruh dosis pemberian NPK dan indeks daun terhadap parameter tinggi
tanaman dipelajari. Tabel 4 menunjukkan kadar NPK selada dan kadar biji-bijian.
Tabel 4. Rata-rata tinggi tanaman selada setelah pemberian pupuk NPK dan
pupuk kandang pada takaran berbeda pada umur 28 HST.
Perlakuan Tinggi tanaman (cm)
NPK
NPK 750 kg/ha 30.79 a
NPK 825 kg/ha 26.80 b
NPK 900 kg/ha 26.74 b
Pemotongan umbi
1/4 27.67 b
1/3 30.21 a
1/2 26.40 b
BNJ 5% = 2.27
Keterangan : Angka yang mengikuti huruf yang sama tidak menunjukkan perbedaan yang
nyata pada uji signifikansi BNJ 5%, dan angka yang mengikuti huruf yang
berbeda menunjukkan perbedaan yang signifikan pada uji signifikansi BNJ
5%.

Tabel 4 menunjukkan bahwa perlakuan NPK 750 kg/ha menghasilkan


tinggi tanaman lebih tinggi dibandingkan perlakuan NPK 825 kg/ha dan perlakuan
NPK 900 kg/ha. Dosis NPK sebesar 750 kg/ha sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi tanaman hijau dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif
tanaman. Pemupukan NPK dengan dosis 750 kg/ha (N 150 kg/ha, P 75 kg/ha, K
75 kg/ha) diyakini dapat meningkatkan ketersediaan dan produktivitas nitrogen
tanah. Pertumbuhan bibit basah. Kandungan unsur hara pupuk NPK sebanyak 150
kg/ha dengan takaran 750 kg/ha. Hal ini sesuai dengan Hidayat dan Rosliani
(1996) yang melaporkan nilai N antara 150 dan 300 kg/ha, nilai P antara 90 dan
180 kg/ha dan nilai K antara 50 dan 100 kg/ha dari air mata. . . Hendart dkk.
(2021) Semakin tinggi ketersediaan nitrogen maka semakin baik proses
metabolisme tanaman yang mempengaruhi perkembangan organ tanaman seperti
akar, daun, dan akar.
Selain pemberian pupuk NPK, pemangkasan umbi juga mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap tinggi bawang merah. Tabel 4 menunjukkan
bahwa tinggi tanaman terbaik diperoleh pada pemotongan 1/3 umbi dibandingkan
pemotongan 1/4 dan 1/2 umbi. Hal ini karena pemotongan umbi sebanyak 1/3
memberikan tekanan yang cukup untuk merangsang respon pertumbuhan.
17

Memotong umbi akan membuat tanaman stres, merangsang produksi etilen,


hormon yang merangsang perkembangan bunga. Bagian lain dari umbi juga telah
berevolusi untuk menyerap air dan nutrisi dengan lebih baik. Pemotongan umbi
sebesar 1/3 dapat mempengaruhi produksi hormon etilen endogen. Cedera atau
kerusakan jaringan memicu respons stres yang meningkatkan produksi hormon
etilen. Hormon etilen memulai berbagai proses fisiologis seperti penguatan
dinding sel. Selain itu, hormon etilen dapat menginduksi perubahan metabolisme
pada umbi-umbian, seperti peningkatan laju respirasi dan aktivitas beberapa
enzim.
Hal ini dapat mempengaruhi kualitas umbi yang dianggap sebagai faktor
pertumbuhan yang lebih cepat. (2017) menemukan bahwa pemotongan umbi
kembang kol sebanyak 1/3 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Pemotongan 1/4 dianggap memberikan tingkat stres yang sangat rendah dan
Penyerapan etilen dan persaingan pendukung pertumbuhan tanaman, kekurangan
unsur hara dan pertumbuhan terhambat terpengaruh.

4.2 Jumlah Daun Bawang Merah


Analisis perbedaan hasil pendekatan pupuk NPK algos, diawali dengan
pemahaman umbi bunga dan semua pasangannya yang perlu diperhatikan, tingkat
pengaruh perakaran bawang merah menjadi yang terbaik. Tabel 5 merangkum
jumlah akar bawang merah berdasarkan kontribusi pupuk NPK terhadap bawang
merah.
Tabel 5. Tanaman selada dengan bagian tengah daun per dosis. Workshop
Penanaman dan Penanaman NPK Pukul 20.00 WIB
Perlakuan Jumlah daun (helai)
NPK
NPK 750 kg/ha 22.69 a
NPK 825 kg/ha 20.80 ab
NPK 900 kg/ha 20.20 b
Pemotongan umbi
1/4 19.82 b
1/3 23.91 a
1/2 19.96 b
BNJ 5% = 2.27
Harap dicatat: Angka-angka dalam setiap makalah menunjukkan perbedaan yang
signifikan dan uji BNJ standar 5 persen, dan angka-angka dalam literatur
lainnya menunjukkan perbedaan yang signifikan dan uji BNJ standar 5
persen.
18

Tabel 5 untuk hasil dengan NPK hingga 750 kg/ha untuk salah satu pohon
buah terpenting di UE, yang jauh lebih tinggi daripada area dengan NPK. 825
kg/ha dibandingkan dengan perlakuan NPK sebesar 900 kg. /ha - Perlakuan yang
berbeda. kg/ha NPK-Intern. Sebagai buah hias, pertumbuhan vegetatif
menghasilkan 750 kg/ha. Penggunaan dan tanaman yang lahir dalam nitrogen,
salah satu Aljazair untuk merangsang pertumbuhan, terutama pada tanaman hijau,
tulip dan bunga. Sepuluh protein berat (N sintetis dan klorofil) terdeteksi. Ini
cukup, tetapi pekerja Prancis aktif dan berpartisipasi dalam organisasi pertanian,
pertanian, dan pertanian Prancis. Dalam buku Dianita dan Abdullah (2011) yang
dipaparkan Weise, ditemukan bahwa protein amino yang berasal dari nitrogen
diaktifkan dengan adanya protein. Protein diekspresikan dalam sepuluh fungsi
fotosintesis dan vegetatif. Dengan NPK, nodulasi akar memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap jumlah umbi.
Tabel 5 menunjukkan bahwa pemotongan 1/3 umbi menghasilkan daun
lebih baik dibandingkan perlakuan pemotongan 1/4 dan 1/2 umbi. Hal ini dapat
dicapai dengan memperbesar ukuran umbi hingga sepertiganya untuk
menyeimbangkan stres, cadangan nutrisi, dan efek hormonal dengan lebih baik,
sehingga memungkinkan bawang merah mengembangkan bunga dan
memperbanyak daun. Hal ini sesuai dengan Syahir dkk. (2018) yang
menunjukkan bahwa pemotongan bawang merah sebesar 1/3 berpengaruh positif
terhadap variabel jumlah daun yang dihasilkan. Sebaliknya, ketinggian 1/4 tidak
cukup mendorong pertumbuhan akar dan daun. Setengah panen secara signifikan
mengurangi simpanan nutrisi serta perkembangan akar dan daun.

IV.3 Jumlah umbi


Analisis varians menunjukkan bahwa dosis NPK dan metode pemupukan
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi dan mortalitas betina dan
karenanya dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi. Tabel 6 menunjukkan
mortalitas jagung setelah perlakuan dengan pupuk NPK dan wurzelcanolen.
Tabel 6. Metode pengukuran bawang merah pada berbagai konsentrasi di NPK-
Dügung dan Knollenschneider Ernte.
Perlakuan Jumlah umbi (umbi)
NPK
19

NPK 750 kg/ha 7.72 a


NPK 825 kg/ha 6.74 ab
NPK 900 kg/ha 6.00 b
Pemotongan umbi
1/4 6.98 ab
1/3 7.55 a
1/2 5.93 b
BNJ 5% = 1.44
Catatan: Angka yang mengikuti huruf yang sama tidak menunjukkan perbedaan
yang signifikan dalam uji penanda BNJ 5%, dan angka yang mengikuti
huruf yang sama tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam uji
penanda BNJ 5%.

Tabel 6 menunjukkan bahwa perlakuan NPK pada 750 kg/ha memberikan


hasil terbaik untuk bawang merah, yang berbeda secara signifikan dari perlakuan
NPK pada 825 kg/ha dan 825 kg/ha, berturut-turut. Perbedaan yang signifikan
juga diamati antara perlakuan NPK pada dosis 825 kg/ha. Perlakuan NPK
diterapkan pada dosis 900 kg/ha. Pada dosis NPK 750 kg/ha (N), dikaitkan
dengan parameter daun Y, pembentukan umbi bawang merah diinduksi oleh
pertumbuhan akar dan fusi daun. Peningkatan aktivitas epitaksial daun telah
dikaitkan dengan reaksi pemupukan kimia.
Hal ini sesuai dengan penelitian Baharuddin dan Sutriana (2019) yang
menyatakan bahwa pemberian pupuk NPK sebanyak 750 kg/ha dapat
meningkatkan ketersediaan hara. Hara yang kaya akan nitrogen, fosfor, kalium,
dan magnesium dapat merangsang produksi klorofil. Meningkatnya kandungan
klorofil akan meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berhubungan dengan
meningkatnya aktivitas fotosintesis (Herlina dan Elsie, 2016). Selain penggunaan
pupuk NPK, perlakuan terhadap tanaman bawang merah juga memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kerapatan umbi. Pada Tabel 6 terlihat bahwa
perlakuan 1/3 gabah menghasilkan gabah yang lebih baik dan tidak berbeda nyata
dengan perlakuan 1/4 gabah, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan 1/2 gabah.
Bahkan, pemotongan rumput sepertiganya dapat mendorong pertumbuhan akar
baru dan menyediakan nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan rumput. Menurut
penelitian Jones dkk. (2021) bunga potong dapat merangsang dan meregenerasi
sepertiga pertumbuhan bunga sehingga menghasilkan bunga yang lebih banyak
dibandingkan dengan stek 1/4 dan 1/2. Hal ini sesuai dengan parameter "jumlah
20

daun", yang menentukan pertumbuhan dan reproduksi tanaman berdasarkan


jumlah daun dan jumlah umbi. Sebagai organ penting, daun berperan penting
dalam fotosintesis. Semakin sehat daun, semakin besar kemampuan tanaman
untuk menyerap sinar matahari dan melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis
digunakan sebagai bahan bakar dan energi untuk budidaya, produksi, dan
pertumbuhan tanaman. Semakin banyak daun, semakin panjang umbinya.

IV.4 Diameter Daun


Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemupukan NPK berpengaruh nyata
terhadap diameter daun. Diameter gabah setelah pemupukan NPK dan
pembentukan bintil akar ditunjukkan pada Tabel 7.
Tabel 7. Rata-rata diameter bawang merah pada berbagai dosis pupuk NPK dan
padi liar selama perkecambahan.
Perlakuan Diameter umbi (cm)
NPK
NPK 750 kg/ha 1.95 a
NPK 825 kg/ha 1.73 b
NPK 900 kg/ha 1.77 ab
BNJ 5% = 0.20
Pemotongan umbi
1/4 1.81
1/3 1.87
1/2 1.75
Catatan: Angka setelah huruf yang sama menunjukkan perbedaan yang signifikan
dalam uji penanda BNJ 5%, sedangkan angka setelah huruf yang berbeda
menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam uji penanda BNJ 5%.

Tabel 7 menunjukkan bahwa ketika diberi perlakuan NPK dengan dosis


750 kg/ha, diameter umbi jagung tidak lagi berbeda dengan yang diberi perlakuan
NPK dengan dosis 900 kg/ha, meskipun berbeda secara signifikan. dengan NPK
pada dosis yang sama 900 kg/ha versus 900 kg/ha. Perlakuan NPK 825 kg/ha. Jika
Anda yakin, gunakan pupuk NPK 750 kg/ha untuk tanaman berkualitas baik
dengan nitrogen, fosfor, dan kalium. Nutrisi ini membantu tanaman
berfotosintesis, menghasilkan dan menggunakan energi, dan memecah karbohidrat
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Perlakuan tuberkulosis tidak memiliki efek signifikan pada diameter umbi
dan parameter bruto. Jika Anda merasa lebih penting untuk mengetahui gulma
21

mana yang memengaruhi atau akan memengaruhi pertumbuhan gulma di kebun,


tunjukkan pengaruh langsungnya dengan mengetahui diameter gulma. Diameter
umbi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan
keseluruhan, seperti ketersediaan nutrisi, suhu, dan kelembapan.

4.5 Berat umbi segar


Pelajari cara mengevaluasi perbedaan antara perlakuan benih NPK sehingga Anda
dapat menilai pertumbuhan tanaman Anda secara akurat sebelum
menambahkannya ke program Anda. Berat daun baru dan tinggi tanaman setelah
pemupukan NPK ditunjukkan pada Tabel 8.
Tabel 8. Berat rata-rata umbi bunga segar dengan tingkat pupuk NPK yang
berbeda dan bunga potong saat mekar.
Perlakuan Berat umbi segar (g)
NPK
NPK 750 kg/ha 31.61 a
NPK 825 kg/ha 22.82 b
NPK 900 kg/ha 23.73 b
BNJ 5% = 5.05
Pemotongan umbi
1/4 26.00
1/3 25.93
1/2 26.21
Catatan: Angka pada huruf yang sama menunjukkan perbedaan kecil pada uji
penanda BNJ 5%, sedangkan angka pada huruf lainnya menunjukkan
perbedaan besar pada uji penanda BNJ 5%.

Tabel 8 menunjukkan bahwa perlakuan dengan NPK 750 kg/ha memberikan hasil
yang lebih baik pada bobot segar bawang merah dibandingkan dengan perlakuan
dengan NPK 825 kg/ha dan NPK 900 kg/ha. Hal ini dikarenakan adanya pupuk
NPK mempengaruhi pembentukan umbi karena unsur kalium (K) berperan besar
dalam pembentukan umbi dan dapat meningkatkan klorofil serta fotosintesis daun
sehingga menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan pohon baru. Alfian dkk.
(2015) di lapangan. Hal ini sesuai dengan hipotesis Damanik dkk. (2010) yang
menunjukkan bahwa kalium sangat penting untuk fotosintesis dan dapat
memperpanjang kelangsungan hidup tanaman. Jumlah dan diameter daun
merupakan hal yang penting, sehingga pengukuran bobot segar bawang merah
menjadi penting.
22

Jumlah umbi yang dihasilkan oleh setiap variabel tanaman dapat mempengaruhi
bobot rata-rata tiap umbi. Berat bola lampu berbanding lurus dengan panjang bola
lampu. Semakin besar diameter pipa, semakin besar pula volume pipa.

4.6 Berat bawang merah kering angin


Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK
memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan berat kering bawang
merah. Berat kering pupuk NPK pada bawang merah dan akar bawang merah
ditunjukkan pada Tabel 9.
Tabel 9. Rata-rata berat akar bawang merah kering udara dengan berbagai dosis
pupuk NPK dan perlakuan pupuk kandang.
Perlakuan Berat umbi kering (g)
NPK
NPK 750 kg/ha 25.21 a
NPK 825 kg/ha 17.64 b
NPK 900 kg/ha 18.16 b
BNJ 5% = 4.68
Pemotongan umbi
1/4 19.71
1/3 20.05
1/2 21.24
Keterangan: Angka yang mengikuti huruf yang sama menunjukkan tidak ada
perbedaan nyata pada uji penanda BNJ 5%, dan angka yang
mengikuti huruf yang berbeda menunjukkan perbedaan nyata pada
uji penanda BNJ 5%.

Tabel 9 menunjukkan bahwa perlakuan NPK dengan dosis 750 kg/ha memberikan
pengaruh yang lebih baik terhadap berat kering umbi bawang merah dibandingkan
dengan perlakuan NPK dengan dosis 825 kg/ha tanpa memperhitungkan dosis
NPK 900 kg./Ini dia. Hal ini sejalan dengan parameter berat kering bawang merah
yang baru, yaitu adanya peningkatan parameter berat kering bawang merah.
Pupuk NPK mengandung unsur hara N, P dan K sebesar 150 kg/ha N, 75 kg/ha P
dan 75 kg/ha K pada dosis 750 kg/ha. Hal ini sesuai dengan Sumarni dan Hidayat
(2005) yang melaporkan N 150-200 kg/ha, P 70-90 kg/ha dan K 50-100 kg/ha
untuk tanaman bawang merah. 4.7 Berat lapang Bawang Merah Hasil analisis
sidik ragam menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap
parameter berat lapang yang diamati pada tanaman bawang merah. Berat umbi
23

tiap petak tanaman bawang merah menurut dosis pupuk NPK dan stek bawang
merah ditunjukkan pada Tabel 10.
Tabel 10. Rata-rata berat umbi tiap petak tanaman bawang merah dengan dosis
pupuk NPK dan stek umbi yang berbeda saat panen.
Perlakuan Berat umbi perplot (g)
NPK
NPK 750 kg/ha 798.00 a
NPK 825 kg/ha 642.11 ab
NPK 900 kg/ha 575.44 b
BNJ 5% = 159.03
Pemotongan umbi
1/4 684.77
1/3 701.77
1/2 629.00
Keterangan: Angka yang mengikuti huruf yang sama menunjukkan perbedaan
nyata pada uji penanda BNJ 5%, sedangkan angka yang mengikuti
huruf yang berbeda menunjukkan perbedaan nyata pada uji penanda
BNJ 5%.

Tabel 10 menunjukkan bahwa perlakuan NPK 750 kg/ha memberikan hasil bobot
bawang merah terbaik, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK 825
kg/ha, sedangkan terdapat perbedaan nyata pada perlakuan NPK 900 kg/ha. Dosis
NPK 750 kg/ha sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hara ternak. Dengan
demikian, tanaman dapat memperoleh hara yang cukup tanpa terlalu banyak hara
yang mempengaruhi produksi bawang merah. Saya juga bernyanyi untuk yang
lain. (2000) melaporkan bahwa takaran pemupukan nitrogen 150 kg/ha
merupakan takaran pemupukan terbaik untuk pertumbuhan bawang merah.
Khalifa dkk. (2014) mengamati bahwa pemberian pemupukan ZA dengan takaran
20 kg/ha mengakibatkan peningkatan produksi bawang merah. Amir dkk. (2021)
di lapangan. Hal ini konsisten dengan pengaturan berat bawang merah segar yang
memengaruhi berat bawang merah dalam pengaturan ini, karena berat bawang
merah dalam grafik merupakan hasil kumulatif dari berat bawang merah segar
dalam grafik.
Pupuk NPK mengandung faktor fitostimulan P untuk pertumbuhan tanaman dan
K untuk produksi pati dan fotosintesis. Hal ini sesuai dengan Sugihart (2006)
yang menemukan bahwa fosfor merupakan salah satu unsur protein yang
dibutuhkan oleh bawang merah, yang merangsang pertumbuhan umbi tanaman.
Varietas bawang merah Bima Brebes merupakan varietas yang paling diminati di
24

Indonesia, dikenal dengan produksi terbesar di pabrik produksi bawang merah di


Brebes, Jawa Tengah. Hingga 5,3 ton/ha (9,9 ton/ha bawang merah) dapat
dipanen dari varietas ini. Berdasarkan informasi tentang bawang merah, hal ini
tidak dapat dikatakan dengan pasti. Hal ini karena bawang merah dipengaruhi
oleh beberapa faktor lingkungan, termasuk curah hujan yang tinggi dalam
penelitian ini. Dalam penelitian ini, curah hujan yang berlebihan menyebabkan
penyakit layu Fusarium, yang mempengaruhi produksi bawang merah.
25

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari penelitian di atas “Pengaruh Pemberian Pupuk NPK dan Benih Blueberry
Setiap Hari terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Blueberry (Allium
scalonicum L.) Var ‘Bema brebus’” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter umbi asli, jumlah daun, dan jumlah
umbi adalah pemotongan 1/3 umbi.
2. Tidak terdapat risiko interaksi antara bahan yang terkandung dalam pupuk
NPK dengan label bawang merah menurut parameter pemeliharaan.

5.2 Saran
Saya menyarankan agar penelitian ini dilakukan lebih lanjut dengan
rekomendasi pemupukan dan dosis yang berbeda.

Anda mungkin juga menyukai