0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Prinsip Bimbingan dan Konseling Efektif

Diunggah oleh

ngadja.fahrul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Prinsip Bimbingan dan Konseling Efektif

Diunggah oleh

ngadja.fahrul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling

Menurut Hallen (2002:63) menyatakan bahwa Prinsip berasal dari kata


’PRINSIPRA’ yang artinya permulaan dengan suatu cara tertentu melahirkan hal-hal lain,
yang keberadaannya tergantung dari pemula itu, prinsip ini merupakan hasil perpaduan
antara kajian teoritik dan teori lapangan secara terarah yang digunakan sebagai pedoman
dalam pelaksanaan yang dimaksudkan.

Prayitno mengatakan : ” Bahwa prinsip merupakan hasil kajian teoritik dan telaah
lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan” jadi
dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip – prinsip bimbingan dan konseling
merupakan pemaduan hasil – hasil teori dan praktek yang dirumuskan dan dijadikan
pedoman sekaligus dasar bagi peyelenggaran pelayanan.

B. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling


Prinsip merupakan paduan hasil kajian teoritik dan telaah lapangan yang
digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan. Dalam pelayanan
bimbingan dan konseling prinsip-prinsip yang digunakannya bersumber dari kajian
filosofis, hasil penelitian dan pengalaman dalam konteks sosial budayanya, pengertian,
tujuan, fungsi dan proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Van Hoose (1969)
mengemukakan :
a. Bimbingan didasarkan pada keyakinan bahwa dalam diri tiap anak terkandung
kebaikan-kebaikan.
b. Bimbingan didasarkan pad aide bahwa setiap anak adalah unik, seorang anak berbeda
dengan anak lainnya.
c. Bimbingan merupakan bantuan kepada anak-anak dan pemuda dalam pertumbuhan
dan perkembangan mereka menjadi pribadi yang sehat.
d. Bimbingan meupakan usaha membantu mereka yang memerlukannya untuk mencapai
apa yang menjadi idaman masyarakat dan kehidupan.
e. Bimbingan adalah pelayanan, unik yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dengan
latihan-latihan khusus, dan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan diperlukan
minat pribadi khusus pula.

Shertzer dan Stone (1981) menyatakan bahwa prinsip merupakan cara bimbingan
dan konseling bekerja, menerangkan bentuk kegiatannya yang utama dan menjelaskan
tentang andaian filsafahnya :

Prinsip 1. Bimbingan bertanggungjawab tentang sistem perkembangan pribadi


seseorang. Prinsip ini menekankan terhadap perkembangan pribadi, maksudnya agar
individu dapat menggunakan persoalan secara pribadi dan bersistem untuk mengontrol
kecerdasan individu. Biasanya usaha sekolah bepusat ke arah pembelajaran intelektual.
Perkembangan komponen manusia yang pribadi dan emosi mendapat pehatian apabila
perkembangan intelektual dibatasi, oleh karena itu pendidikan didefinisikan sebagai
keteribatan dengan pembelajaran. Perkembangan pribadi dijadikan sebagai sasaran utama
oleh guru. Dengan demikian ciri program bimbingan akan ada dalam bentuk menolong
pelajar memperoleh pengetahuan tentang diri mereka, untuk memahami pengalaman
mereka. Oleh karena itu bimbingan dan konseling dikonsepsikan sebagai program yang
diadakan oleh sekolah, agar pelajar dapat mewujudkan makna dalam kehidupan mereka.

Prinsip 2. Cara utama bimbingan dan konseling dikendalikan dengan


menggunakan proses tingkah laku individu, bimbingan dan konseling membahas tentang
perkembangan pribadi, bimbingan konseling bekerja dengan urutan kejadian yang
terdapat dalam konteks kehidupan mereka. Oleh karena itu, proses dan kegiatan yang
digunakan oleh personil bimbingan dan konseling dirancang untuk membantu individu
itu lebih memahami keadaan mereka yang subjektif dan keadaan sosial. Kegiatan yang
dilaksanakan oleh pengamalnya bertujuan supaya individu menguasai pengalaman sikap
serta makna untuk meneguhkan pegangan mereka terhadap perkembangan pribadi.

Prinsip 3. Bimbingan diorientasikan ke arah tolong menolong dan bukan


paksaan. Pelajar tidak boleh dipaksa untuk tunduk kepada bimbingan dan konseling.
Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan kesanggupan bersama individu yang
terlibat. Bimbingan dan konseling tergantung pada motivasi internal dan/atau persetujuan
untuk berubah, bukan berasaskan paksaan atau ancaman. Tekanan akan melahirkan
keadaan yang tidak dipercaya dan bukan kebaikan.

Prinsip 4. Manusia mempunyai kemampuan untuk perkembangan dirinya.


Konselor cenderung percaya bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk
mewujudkan sikap diri yang lebih baik dan perlakuan dan sikap yang diri yang khusus
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek-aspek individu. perubahan tingkah laku
manusia yang paling baik adalah aktif pada waktu belajar.

Prinsip 5. Bimbingan dan konseling berdasarkan kepada harga diri dan individu
yang sama dengan hak mereka untuk memilih. Penghormatan diberikan kepada seseorang
karena mereka adalah individu yang mempunyai harga diri sebagai manusia.

Prinsip 6. Bimbingan dan konseling suatu proses pendidikan yang


berkesinambungan. Bimbingan dan konseling dimulai dari sekolah dasar sampai ke
perguruan tinggi, sepantasnya bersatu di bawah satu tema dan diintegrasikan ke dalam
keseluruhan program sekolah. Semua prinsip akan lebih relevan kebenarannya kalau
program dilaksanakan untuk memudahkan mereka menjalani hidup dari buaian sampai ke
liang lahat.

Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep filosofis tentang kemanusiaan yang


menjadi dasar bagi pemberian layanan bantuan atau bimbingan, baik di sekolah maupun
di luar sekoolah. Dengan uraian di atas yang berhubungan dengan prinsip dapat
dirumuskan bahwa prinsip dan konseling itu adalah sebagai berikut:

1. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua individu.


Prinsip ini berarti bahwa bimbingan dan konseling diberikan kepada semua
individu atau peserta didik, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.
Dalam hal ini, pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif
dan pengembangan diri pada penyembuhan (kuratif) dan lebih diutamakan teknik
kelompok daripada individu.
2. Bimbingan dan konseling bersifat individu
Setiap individu bersifat unik dan melalui bimbingan dan konseling individu
dibantu untuk mengembangkan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa
yang menjadi fokus sasaran adalah individu, meskipun layanan dan konseling
menggunakan teknik kelompok.
3. Bimbingan dan konseling menekankan hal yang positif.
Dalam kenyataan masih ada individu yang memiliki persepsi yang negatif
terhadap bimbingan dan konseling, karena bimbingan dan konseling dipandang
sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut,
bimbingan dan konseling sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan
kekuatan dan kesuksean, karena bimbingan dan konseling merupakan cara untuk
membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan dan
peluang untuk berkembang.
4. Bimbingan dan konseling merupakan usaha bersama.
Bimbingan dan konseling bukan hanya tugasa atau tanggungjawab konselor,
tetapi juga tugas guru-guru dan kepala sekolah. Mereka sebagai teamwork terlibat
dalam proses bimbingan dan konseling.
5. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan
konseling.
Bimbingan dan konseling diarahkan untuk membantu individu agar dapat
melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan dan konseling mempunyai
peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada individu, semua itu sangat
penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan individu diarahkan oleh
tujuannya, bimbingan dan konseling memfasilitasi individu untuk
mempertimbangkan, menyesuaikan diri, menyempurnakan tujuan melalui
pengambilan keputusan yang tepat. Jones [Link]. (1970) berpendapat bahwa
kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi
kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan dan konseling
adalah mengembangkan kemampuan individu untuk memecahlkan masalahnya dan
mengambil keputusan.
6. Bimbingan dan konseling berlansung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan.
Pemberian layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berlangsung di sekolah,
tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga pemerintah/swasta
dan masyarakat pada umumnya. Bidang layanan bimbingan dan konseling bersifat
multi aspek yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan pekerjaan.

C. Macam – macam prinsip bimbingan dan konseling

Dalam pelayanan bimbuingan dan konseling prisip yang digunakan bersumber


dari kajian filosofis hasil dari penelitian dan pengalama praktis tentang hakikat manusia,
perkembangan dan kehidupan manusia dalam konteks sosial budayanya, pegertian,
tujuan, fungsi, dan proseses, penyelenggaraan bimbingan dan konseling.

Ada beberapa prinsip pelaksanaan bimbingan dan konseling diantaranya :


a. Bimbingan adalah suatu proses membantu individu agar mereka dapat membantu
dirinya sendiri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
b. Hendaknya bimbingan bertitik tolak (berfokus) pada individu yang dibimbing
c. Bimbingan diarahkan pada individu dan tiap individu memiliki karakteristik
tersendiri.
d. Masalah yang dapat diselesaikan oleh tim pembimbing di lingkungan lembaga
hendaknya diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya.
e. Bimbingan dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang
akan dibimbing.
f. Bimbingan harus luwes dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan
masyarakat.
g. Program bimbingan di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan
program pendidikan pada lembaga yang bersangkutan.
h. Hendaknya pelaksanaan program bimbingan dikelola oleh orang yang memiliki
keahlian dalam bidang bimbingan, dapat bekerja sama dan menggunakan sumber-
sumber yang relevan yang berada di dalam ataupun di luar lembaga penyelenggara
pendidikan.
i. Hendaknya melaksanakan program bimbingan di evaluasi untuk mengetahui hasil dan
pelaksanaan program (Nur Ihsan, 2006 : 9)

Rumusan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling pada umumnya ialah


berkenaan dengan sasaran pelayanan, masalah klien, tujuan dan proses penanganan
masalah, program pelayanan, penyelenggaraan pelayanan.

Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah :


1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan
Sasaran pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu-individu baik
secara perorangan aupun kelompok yang menjadi sasaran pelayanan pada umumnya
adalah perkembangan dan perikehidupan individu, namun secara lebih nyata dan
langsung adalah sikap dan tingkah lakunya yang dipengaruhi oleh aspek-aspek
kepribadian dan kondisi sendiri, serta kondisi lingkungannya, sikap dan tingkah laku
dalam perkembangan dan kehidupannya itu mendorong dirumuskannya prinsip-
prinsip bimbingan dan konseling sebagai berikut :
f. BK melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama
dan status sosial ekonomi.
g. BK berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.
h. BK memperhatikan sepenuhnya tahap-tahap dan berbagai apek perkembangan
individu.
i. BK memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi
orientasi pokok pelayanannya.

2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu


Berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupan individu
tidaklah selalu positif, namun faktor-faktor negatif pasti ada yang berpengaruh dan
dapat menimbulkan hambatan-hambatan terhadap kelangsungan perkembangan dan
kehidupan individu yang berupa masalah. Pelayanan BK hanya mampu menangani
masalah klien secara terbatas yang berkenaan dengan :
a. BK berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental atau
fisik individu terhadap penyesuaian dirinya dirumah, disekolah serta dalam
kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh
lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.
b. Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya
masalah pada invidu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan BK.

3. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayanan


Adapun prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelayanan layanan BK itu
adalah sebgaai berikut :
a. BK merupakan bagian integrasi dari proses pendidikan dan pengembangan, oleh
karena itu BK harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta
pengembangan peserta didik.
b. Program BK harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat
dan kondisi lembaga.
c. Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang
pendidikan terendah sampai tertinggi.
4. Prinsip-prinsip berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan
Pelaksanaan pelayanan BK baik yang bersifat insidental maupun terprogram,
dimulai dengan pemahaman tentang tujuan layanan, dan tujuan ini akan diwujudkan
melalui proses tertentu yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dalam bidangnya, yaitu
konselor profesional.

Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan hal tersebut adalah :


a. BK harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu
membimbing diri sendiri dalm menghadapi permasalahannya.
b. Dalam proses BK keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu
hendaknya atas kemauan individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan
dari pihak lain.
c. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang
relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
d. Kerja sama antara guru pembimbing, guru-guru lain dan orang tua anak amat
menentukan hasil pelayanan bimbingan.
e. Pengembangan program pelayanan BK ditempuh melalui pemanfaatan yang
maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat
dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri (Hanen,
2002).

5. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling disekolah dalam lapangan operasional


bimbingan dan konseling.
Sekolah merupakan lembaga yang wajah dan sosoknya sangat jelas. Di
sekolah pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan dapat tumbuh dan
berkembang dengan amat baik mengingat sekolah merupakan lahan yang secara
potensial sangat subur, sekolah memiliki kondisi dasar yang justru menuntut adanya
pelayanan ini pada kadar yang tinggi. Pelayanan BK secara resmi memang ada
disekolah, tetapi keberadaannya belum seperti dikehendaki. Dalam kaitan ini Belkin
(dalam Prayitno 1994) menegaskan enam prinsip untuk menumbuh kembangkan
pelayanan BK disekolah.
DAFTAR PUSTAKA

Luddin, M. Abu Bakar. 2010. Dasar-dasar Konseling Tinjauan Teori dan Praktik. Bandung.
Citapustaka Media Perintis

Hallen, 2002. Bimbingan dan Konseling. Liputan Press : Jakarta

Nurihsan Juntika. 2006. Bimbingan dan Koseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. PT RFIKA
ADITAMA : Bandung

Prayitno dan Erman Amfi. 1995. Dasar-dasar Bimbingan Konseling. Reneka Cipta : Jakarta

Anda mungkin juga menyukai