MENGENAL APA ITU STUNTING
Perlu diketahui definisi stunting sendiri mengalami perubahan. Menurut
WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak
akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang
atau tinggi badannya berada di bawah standar. Hal ini terjadi dikarenakan kondisi
irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang /
kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.
Apakah semua balita pendek itu stunting?
Tidak semua anak yang pendek itu stunting, tetapi anak yang stunting pasti
pendek. Sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak.
Dampak masalah stunting di Indonesia:
Yang pertama Dampak Kesehatan:
a. Gagal tumbuh (seperti, berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan
perkembangan kognitif dan motoric.
b. Gangguan metabolik pada saat dewasa, risiko penyakit tidak menular
(seperti, diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lainnya).
Yang kedua Dampak Ekonomi:
Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian setiap tahunnya : 2-3 % GDP.
Penyebab Stunting?
Stunting juga ada penyebabnya, ada beberapa faktor terjadinya stunting
Yang pertama Asupan kalori yang tidak adekuat seperti: Faktor kemiskinan,
Pendidikan dan pengetahuan yang rendah mengenai kecukupan ASI, Peranan
protein hewani dalam MPASI, Penelantaran, Pengaruh budaya, dan Ketersediaan
bahan makanan setempat.
Yang kedua Kebutuhan yang meningkat seperti: Penyakit jantung bawaan,
Alergi susu sapi, Berat badan bayi lahir sangat rendah, Kelainan metabolisme
bawaan, diare kronis, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi
(Tuberculosis / TBC, dan campak).
Apakah stunting bisa dicegah?
Bisa, stunting bisa dicegah, ada beberapa tips untuk mencegah stunting :
Yang pertama Saat Remaja Putri, dengan cara Skrining anemia dan konsumsi
tablet tambah darah.
Yang kedua Saat Masa Kehamilan, dengan cara Rutin memeriksa kondisi
kehamilan ke dokter, memenuhi asupan nutrisi yang baik selama kehamilan, dan
makanan sehat asupan mineral seperti zat besi, asam folat, dan yodium harus
tercukupi.
Yang ketiga Balita, dengan cara Menerapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD),
Jadwal Imunisasi yang rutin, ASI Eksklusif sampai anak berusia 6 bulan, dan
Pemantauan tumbuh kembang à weight faltering.
Dan Yang terakhir Gaya Hidup Bersih dan Sehat, seperti Mencuci tangan
sebelum makan, memastikan air yang diminum air bersih, buang air besar di
jamban, sanitasi sehat, dan lainnya.
Bagaimana kasus masalah gizi supaya dapat mencegah stunting?
Surveilans gizi, penemuan, dan penangan kasus (Posyandu à Puskesmas),
Pelayanan sekunder atau tersier, memiliki Sp.A atau [Link] (gizi, tumbuh
kembang), dan Memiliki sarana dan prasarana seperti klinik khusus tumbuh
kembang.