0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Rujuk Cinta: Salma dan Dani

Diunggah oleh

alhansgaming
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Rujuk Cinta: Salma dan Dani

Diunggah oleh

alhansgaming
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUJUQ

Arga Purnama

DRAMATIC PERSONAE :
 SALMA
 DANI
 MAMAK/BU PAT
 TUAQ AMIR

SINOPSIS CERITA :
Salma adalah perempuan yang pernah menikah muda, jadi kini ia seorang janda muda,
meskipun begitu ia masih sangat menyayangi mantan suaminya. Di sisi lain, Dani adalah
seorang Duda, mantan suami dari Salma yang ternyata juga merasa hari-harinya kosong sejak
ia bercerai dengan Salma. Suatu hari, akhirnya Dani memantapkan hati untuk mengajak
Salma kembali rujuk, sayangnya saat itu Salma hendak dijodohkan oleh Mamak kepada
seorang yang mengaku sebagai perjaka tua yang juga seorang calon legislatif, membuat Dani
memutar otak bagaimana caranya untuk tetap mendapatkan cintanya. Bagaimana Salma
menyikapi perjodohan itu? Dan apa tindakan yang dilakukan Dani untuk memperjuangkan
cintanya?

1|HLM
(Di sebuah ruang tamu, Salma yang terlihat lelah membantu Mamak yang sedang bersih-
bersih rumah)
MAMAK
Kamu tidak masuk kerja hari ini? Lagi libur?
SALMA
Salma ambil jatah cuti, Mak. Kemarin lembur soalnya banyak kerjaan yang belum selesai,
sekarang badanku rasanya remuk semua
MAMAK
Ya udah, kamu istirahat aja di dalem, hari ini biar Mamak aja yang beres-beres
SALMA
Tidak apa-apa, Mak. Salma bantu sedikit. Minum dulu, Mak.
MAMAK
(Minum) Salma, Mamak mau nanya sesuatu
SALMA
Mamak mau bahas soal Tuaq Amir lagi kan? Sudah berapa kali Salma bilang, Salma tidak
mau dijodoh-jodohin. Apalagi sama Perjaka tua itu, lagian Salma baru saja cerai Mak
MAMAK
Sudah Tiga bulan. Dengar, kamu harus pikirin kembali nak, Mamak sudah tidak muda lagi,
Mamak mau kalau Mamak sudah tidak ada di samping kamu, ada orang yang nafkahin kamu,
yang jaga kamu, Mamak tidak mau kamu merasakan apa yang Mamak rasakan, jadi janda
yang banting tulang sendirian
SALMA
Mamak mulai lagi ngeluarin senjata pamungkas Mamak, bilang aja mamak kemakan janji
caleg itu, mamak jangan bahas kematian setiap kita membahas hal ini, Salma sedih.
MAMAK
Ya makanya, kamu harus terima lamarannya Amir, walaupun sedikit tua, tapi dia adalah laki-
laki yang ganteng dan kaya raya, tuh kamu tau sendiri dia lagi nyaleg, siapa tau dia kepilih,
hidupmu pasti terjamin. Coba lihat kalung Mamak, bagus kan?
SALMA
Kalung itu dari dia kan? Mamak udah dijanjiin apa aja sih sama caleg itu?

2|HLM
MAMAK
Jangan ngomong sembarangan, Mamiknya Amir itu masih keluarga jauh sama almarhum
Mamik kamu, jadi Mamak tau bagaimana keluarganya walau pun udah lama tidak
silaturahmi. Soal kalung, ini Cuma hadiah, ini artinya dia itu keluarga yang apa sih namanya?
dermawan... yah walaupun dia terpaut jauh lebih tua dari kamu dan belum pernah menikah,
pastinya dia bisa bahagiain kamu, tidak seperti mantan suami kamu yang tukang ojek itu,
boro-boro bawain hadiah, dia itu bisanya cuma nyakitin kamu...
SALMA
Tapi Mak, siapa yang bisa menjamin dia tidak manis di awal seperti caleg-caleg pada
umumnya? Salma lihat-lihat dia kayak orang yang sudah punya anak empat, Jangan percaya
omongan caleg, Mak... Dan Mamak jangan ngomong begitu tentang Kak Dani, sebenarnya
Kak Dani suami yang baik
MAMAK
Ya Mamak tau sebenarnya dia anak baik baik, dan walaupun Mamak juga tau kalian berdua
menikah di usia yang sangat muda, tetap saja setidaknya pikiran dia harus lebih dewasa
sebagai laki-laki. Tapi lihat sekarang, kamu harusnya tidak di sini dan harus kerja sampe
badanmu remuk seperti yang kamu bilang
SALMA
tapi kalau dipikir-pikir ini semua tidak sepenuhnya salah Kak Dani, Mak. Andai saja waktu
itu Salma bisa ngomong sama Kak Dani soal apa yang terjadi sebenarnya, andai Salma berani
nanya Kak Dani soal kejadian yang buat Salma kecewa saat itu. Tuh kan Salma jadi sedih,
intinya sekarang ini, Salma belum bisa nerima laki-laki lain di hati Salma, walaupun Salma
masih sedikit sakit hati
MAMAK
Eleh... udah pokonya kamu siap-siap, Amir mau datang sebentar lagi, tadinya dia mau
ngomong sama Mamak soal perjodohan itu, tapi karena kamu cuti, nanti Tuaq Amir
ngomongnya sama kamu aja, jangan lupa suruh beliin kalung kaya mamak, sama baju baju
bagus, sudah lama kamu tidak punya baju baru
SALMA
Mamak, Salma belum terlalu kenal sama si om-om itu, Salma tidak mau!
MAMAK
Ya makanya kamu kenalan hari ini, udah kamu masuk ke dalam, mandi dan siap-siap, biar
Mamak yang beres-beres untuk kedatangan Amir (Mamak menyeret Salma masuk ke
kamarnya kemudian lanjut beberes rumah) punya anak satu-satunya tapi ngeyel kalo dikasih
nasihat sama orang tua, ya jadinya begitu, jadi janda muda, jadi bebalu! coba aja dulu dia
dengerin kata Mamak, jangan nikah sama tukang ojek itu, minimal cari yang abdi negara
kaya almarhum Mamik, ehh kalau sudah begini, orang tua yang pusing. (Melihat foto

3|HLM
keluarga dan berbicara dengan foto almarhum suaminya) Mik, kalau saja Mamik masih
hidup, pasti salma punya sosok yang bisa dia jadikan contoh memilih laki-laki yang baik,
maafkan saya Mik, saya merasa gagal jadi ibu dari anak kita satu satunya
(Dani datang ke rumah mantan istrinya berniat untuk kembali menikahi Salma)
DANI
(dari luar) Assalamualaikum
MAMAK
Waalaikumussalam, ehh cepat sekali Amir nyampe sini, sebentar! (Berteriak ke arah Salma)
Salma! jodoh kamu udah dateng! Cepetan! (Membuka pintu)
DANI
Selamat pagi, Mak
MAMAK
Loh... Dani, kamu ngapain ke sini, duduk dulu (sedikit ketus)
DANI
Terima kasih, Mak (duduk). Saya... saya... eh.. saya
MAMAK
Bawa apa ke sini? Eh maksudnya mau apa ke sini?
DANI
Saya datang ke sini bawa sesuatu Mak, tapi kelupaan di motor, tapi tujuan utama saya ke
sini.... mmmm...
MAMAK
Apa?
DANI
Tujuan utama saya ke sini, berniat mau nikah lagi, mak
MAMAK
Ya kalo kamu mau nikah lagi, ya nikah aja, kamu tidak perlu datang ke sini untuk ngasi tau
Salma, nanti dia sakit hati, sudah cukup sakit hati yang dia rasakan, jangan kamu tambah
tambah lagi, lagi pula Salma juga mau nikah lagi, nanti ada laki-laki yang dateng ke sini
untuk pidangin dia, namanya Amir, dia jadi Kepala lingkungan sebelah, yang lagi nyaleg, dia
udah ganteng, kaya, baik, sopan, jadi kamu jangan...
DANI

4|HLM
Bukan begitu, Mak. Maksud saya, saya mau nikah laginya sama Salma, rujuk Mak. Jadi, saya
mohon, Mamak jangan terima orang lain dulu...
MAMAK
Bukannya Mamak mau menghalang-halangi niat baik kamu ke sini, kamu dulu sudah
mengecewakan Salma dan Mamak, selain itu sebentar lagi, calon suami baru Salma mau
datang, kalau dia liat kamu, nanti bisa kacau, lagian Salma itu sudah kecewa sama kamu...
DANI
Sebelumnya maafin saya Mak, saya tau Salma dan Mamak kecewa tapi saya ingin sekali
ketemu sama Salma, sekali saja, plis Mak... saya akui, komunikasi antara saya dan Salma
waktu itu sangat tidak baik, jadi saya mohon Mak, saya mau memperbaiki semuanya...
MAMAK
Duh.. jangan memohon seperti itu, Mamak jadi tidak enak, yaudah tunggu di situ, dia lagi
mandi, kamu Mamak izinkan untuk ngomong Sama Salma, tapi ingat, apa pun keputusan
Salma, tolong kamu hargai, entah nanti dia memilih antara kamu atau calon suami barunya,
sekali lagi, tolong kamu hargai
DANI
Nggih Mak, terima kasih
MAMAK
Jangan abisin jajan itu, buat tamu! (Masuk dapur)
DANI
Kan saya juga tamu Mak... (monolog) aku tidak sabar ketemu sama kamu Sal, jantungku
rasanya berdebar-debar seperti kita jatuh cinta pertama kali, asal kamu tau sejak kita pisah,
malam-malamku tidak sama lagi, jam tidurku berantakan karena siang malamku terbayang
wajahmu, makanku tidak teratur karena semua makanan jadi tidak enak sejak kita pisah, dan
sekarang aku malas narik ojek lagi karena buat apa semua uang kalau bukan untuk bahagia
sama kamu. Dulu aku benci setiap kali kamu ngomel-ngomel, berantemin hal sepele, cari
ribut terus, tapi sekarang yang aku rindukan dari kamu justru cerewetnya kamu. Aku sulit
sekali lupain kamu, tapi sekarang? Kamu bahkan sudah dilirik laki-laki lain, hatiku rasanya...
sakit sekali (pintu diketuk)
TUAQ AMIR
(Mengetuk pintu) Assalamualaikum!
DANI
Waalaikumussalam (membuka pintu dan terkejut bahwa di hadapannya ada seorang laki-laki
paruh baya yang membawa tas belanjaan) siapa? Silakan masuk, duduk dulu
TUAQ AMIR

5|HLM
Saya, Amir

DANI
Amir?
TUAQ AMIR
Calon suami Salma, emangnya kamu ini siapanya? Perasaan Salma itu anak tunggal
DANI
Amir ya? saya lupa memperkenalkan diri, saya Dani, saya ini (mikir) sepupunya Salma, oiya
saya juga saksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Salma kepada mantan
suaminya, ohh side tidak tau ya soal itu
TUAQ AMIR
Kekerasan apa?....
DANI
Sungguh nasib baik akan selalu ada ditengah-tengah nasib buruk, Tuaq masih punya waktu
berpikir lagi sebelum terlambat
TUAQ AMIR
Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti
DANI
Jadi begini Tuaq, Salma itu sebelumnya sudah pernah menikah, sudah tau kan?
TUAQ AMIR
Iya, saya tau kalo Salma itu janda, memangnya kenapa?
DANI
Itu dia Tuaq, Salma bercerai dengan mantan suaminya itu karena kekerasan dalam rumah
tangga yang dilakukan Salma kepada mantan suaminya.
TUAQ AMIR
serius kamu? Tapi yang saya dengar, suaminya itu selingkuh
DANI
Selingkuh? Bagaimana bisa orang selemah lembut itu selingkuh, semua yang Tuaq dengar itu
salah paham, dan karena kesalahpahaman itu, Salma menggila, dia membanting suaminya
kelantai hingga kepalanya bocor!
TUAQ AMIR

6|HLM
Apa? (mulai sesak karena kaget)
DANI
Gigi atasnya terlepas dari gusinya!
TUAQ AMIR
Hah... (semakin sesak)
DANI
Tangannya patah, tulang keringnya retak, rambutnya rontok, lehernya.....
TUAQ AMIR
Hah... (semakin sesak) sudah, sudah, cukup.... saya sesak... saya punya penyakit struk, kepala
saya pusing....
DANI
minum dulu Tuaq (Amir minum), Tuaq harus bisa berpikir lagi tentang keputusan Tuaq,
apalagi dengan kondisi Tuaq seperti sekarang ini, bisa gawat!
TUAQ AMIR
(terengah-engah) Tapi saya belum yakin kalo Salma adalah orang seperti yang kamu bilang,
kalo pun benar itu pasti salah suaminya itu, dan saya yakin saya bisa jadi suami yang baik!
DANI
Suaminya itu orang yang bertanggung jawab, Tuaq
TUAQ AMIR
Tanggung jawab apa? dia sudah meninggalkan Salma di masa sulitnya
DANI
Masa sulit?
TUAQ AMIR
dia suami yang tidak bertanggung jawab, selalu ninggalin Salma sendirian dan kesepian
DANI
Dia itu bekerja siang malam untuk membeli kebutuhan rumah tangga, cicilan rumah,
kendaraan..dan..
TUAQ AMIR
Tapi dia ninggalin Salma di saat Salma berada di titik terendah dalam hidupnya
DANI
Kata siapa? Jangan sok tau Tuaq, suaminya tidak seperti itu!
7|HLM
TUAQ AMIR
Dia laki-laki bangsat, tidak berperasaan, mata keranjang, kekanak-kanakan, bocah nakal...
DANI
Bajingan, apa kamu bilang? (Mencengkeram kerah baju TuaqAmir) jangan sok tau! Saya
bukan orang seperti itu!
TUAQ AMIR
Ta.. ta.. ta...tapi
DANI
Tapi apa? (Kemudian tersadar) ohh.. maksud saya, suaminya Salma bukan orang seperti itu,
maaf Tuaq, saya emosi karena baru mengetahui kalau Salma diperlakukan seperti itu, tapi
sebentar, apa Salma berpikir begitu terhadap mantan suaminya? Setau saya mantan suaminya
itu pria yang baik
TUAQ AMIR
Tidak, saya dengar dari Bu Pat, Mamaknya Salma, dan saya bisa menduga bagaimana kurang
ajarnya mantan suaminya, maka dari itu, saya akan lebih baik dari mantan suaminya itu
(memperlihatkan oleh-oleh sembari mengeluarkan kotak cincin dari saku) saya mau
melamarnya hari ini...
DANI
Apa?! Sebelum terlambat, harusnya Tuaq berpikir yang logis
TUAQ AMIR
Sudah sangat logis, Salma itu perempuan sempurna, cantik, baik, sopan, seksi...
DANI
Apa? (Memiting Tuaq Amir) coba ulang lagi sekali?
TUAQ AMIR
Maksud saya akhlaknya, akhlaknya yang seksi, saya pusing dan susah bernafas
DANI
Tuaq jangan kurang ajar sama istri sa.. mantan istri dari mantan.. maksud saya Tuaq jangan
kurang ajar sama sepupu saya!
TUAQ AMIR
Maafkan saya, saya tidak bermaksud.... tapi saya susah bernafas, saya butuh pert...(pingsan)
DANI

8|HLM
Hei... hei.. tuaq kenapa hei... bangun (menampar-nampar TuaqAmir) waduh kacau ini, hei
bangun bangsat, (merapikan badan Tuaq Amir telentang di sofa dan mengambil cincinnya,
tak lama kemudian Salma keluar dengan rambut masih basah)
SALMA
Kak Dani?
DANI
Salma
SALMA
Kak Dani kapan datangnya?
DANI
Barusan dek,
SALMA
Duduk dulu kak, Salma ambilin minum (mengambil minum lalu balik lagi) loh.. kok tidak
mau duduk Kak?
DANI
Tidak bisa dek
SALMA
Kenapa kak? Ambeiennya kambuh lagi, ya?
DANI
Bukan dek, Ambeienku sudah sembuh, waktu itu berobat ke Dokter Bambang..
SALMA
Dokter Bambang yang sekarang kerja di Rumah Sakit Umum itu?
DANI
Iya Dek, obatnya manjur... pantat kakak rasanya lebih seger, duh kenapa jadi ngomongin
ambeien. Ini loh dek, orang ini tidur di sini, dia ngaku calon suami kamu, tapi kurang ajar dia,
katanya kamu mandi lama sekali, sampe dia bosan katanya dan ngerasa tidak cocok sama
kamu, dia bilang kamu terlalu lelet, jadi katanya dia lebih baik tidur dari pada nungguin kamu
SALMA
Apa? Ih kurang ajar sekali, belum juga jadi suami. Terus kalo Kak Dani, mau ngapain ke
sini?
DANI

9|HLM
Begini dek, anu... kan.. kan tiga bulan sudah kita berpisah, tapi Tiga bulan itu juga, hidupku
sepi, aku rasa, kamu memang ditakdirkan untukku dek, jadi aku ke sini berniat untuk........
SALMA
Untuk (senyam senyum sudah menduga kalau Dani ingin menikahinya lagi)
DANI
Untuk....(minum) untuk...
TUAQ AMIR
(Bangun) uhh.... uhh...(nafasnya berat) Sal... Sal...
SALMA
(Ngomel) Ohhh ini orangnya yang bilang aku lelet, tuaq jangan sok ya mentang mentang tuaq
orang kaya, caleg dari kampung sebelah, dasar, tidak bisa menghargai usaha orang lain, aku
rela mandi loh pagi pagi begini karena Mamak minta buat nemuin tuaq, tapi malah kaya gitu!
TUAQ AMIR
Salma.. uhh..(cegukan, nafas berat, kemudian pingsan lagi)
DANI
(panik) bangun... bangun... hey waduh.. gawat..
SALMA
biarin aja kak, jangan diurusin orang kayak gitu,.
DANI
iya udah dek... biarin
SALMA
terusin Kak, apa niat Kak Dani ke sini...(malu malu)
DANI
Jadi begini... Kak Dani ke sini berniat untuk...
SALMA
Sebentar kak, aku berantakan begini ngomong serius sama Kak Dani, simpan dulu niatnya
ya... Salma mau ganti baju dulu, tapi ini beneran tidur kan?
DANI
Iya Dek, kamu jangan pikirin dia, kamu sebaiknya ganti baju supaya kita bisa ngomong lebih
serius (mengajak Salma masuk)
SALMA

10 | H L M
Et et et... Kak Dani mau kemana? (masuk kamar)
DANI
Oh iya.. maaf, Kirain masih boleh ikut, yaudah.. kamu masuk... yaa.. (Salma masuk, Dani
kembali melihat keadaan Tuaq Amir) Tuaq... bangun Tuaq... aduh.. gawat, jangan mati di
sini... (mengambil air minum lalu memercikkan air ke Tuaq Amir)
TUAQ AMIR
(bangun) uhhh uhhh...
DANI
Minum dulu (Tuaq Amir minum)
TUAQ AMIR
Terima kasih (cegukan)
DANI
Nah.. sekarang tuaq tau kan sifat asli Salma kaya gimana? Bayangin dia jadi istri tuaq, duh...
bisa asma tiap menit, coba pikir lagi, seumur hidup itu lama loh
TUAQ AMIR
Iya.. iya... sepertinya dia tidak baik buat saya, maaf tapi saya takut, padahal saya hanya niat
baik ke sini, karena saya sudah melajang seumur hidup saya, saya ingin sekali menikah
setelah pemilihan, malu kalau seorang legislatif tidak punya pasangan, saya kira dia cocok
sama saya....
DANI
Tidak cocok! Saya sebagai sepupu Salma, tidak melihat kecocokan sama sekali, saya tau niat
baik Tuaq, tapi ini demi kehidupan Tuaq, Tuaq mau nantinya ada berita seorang legislatif
mengalami KDRT oleh istrinya..., oh iya Tuaq tau bagaimana keadaan mantan suaminya
sekarang? kabarnya sekarang mantan suaminya sekarang menjadi gila, hilang akal, sudah
tidak kenal siapa-siapa lagi..
TUAQ AMIR
Iya kah? Saya harus membuat keputusan
DANI
Betul, setuju, buatlah keputusan
TUAQ AMIR
Saya membuat keputusan untuk tetap melamarnya dan merubah sikapnya menjadi wanita
yang baik!
DANI

11 | H L M
(Awalnya senang) Yaaaaa!!! (Kemudian tersadar) apa?
TUAQ AMIR
Saya akan merubahnya menjadi orang yang baik saat dia jadi istri saya
DANI
(melihat Mamak datang) Apa?! Jadi maksud Tuaq, Salma itu perempuan yang tidak baik?
Jangan kurang ajar ya, walaupun dia kelihatannya judes tapi hatinya bagai bidadari
MAMAK
(Datang bawa pisang goreng) Apa? Ada apa ini?!
TUAQ AMIR
Tidak, bukan begitu.. maksud saya...(cegukan)
DANI
Jadi karena dia janda, Tuaq menghina Salma? Salma itu anugerah terbaik yang ada di
keluarga ini, dan Tuaq menghinanya dengan berkata dia akan baik kalau menjadi Istri Tuaq,
memangnya Salma ada salah apa sama Tuaq?
TUAQ AMIR
Bukan begitu, saya bilang saya bisa merubahnya jadi wanita yang lebih baik
MAMAK
Apa maksudmu Amir? kamu merasa lebih baik dari anak saya hanya karena dia janda?
Syukur-syukur saya mau menerima kamu jadi calon suami anak saya, kini Saya jadi tau
kenapa tidak ada wanita yang mau sama kamu!
TUAQ AMIR
Bukan, dengerin dulu.. (cegukan dan nafas memberat)
MAMAK
Hanya karena kamu kepala lingkungan sebelah dan nyalon jadi legislatif, bukan berarti kamu
bisa menghina anak orang sembarangan, pantas saja kamu dan ibu kamu itu stroke, pasti
karena kamu Amir!
TUAQ AMIR
Sebentar, Bu Pat boleh menghina saya, tapi jangan ibu saya! Saya bisa menuntut Bu Pat atas
tuduhan penghinaan!
MAMAK
Saya tidak takut! Panggil semua pengawal pengawal kamu, panggil semua polisi ke sini, saya
tidak takut, kamu menghina anak saya duluan! Ini, mantan suami anak saya jadi saksinya

12 | H L M
DANI
Saya saksinya
TUAQ AMIR
Mantan suami? Dia tidak bilang begitu tadi, kamu bilang kamu sepupunya Salma
DANI
Sekarang Tuaq menghina saya dengan Tuaq memfitnah saya, saya tidak pernah semarah ini
kepada orang yang lebih tua dari saya, tapi ini keterlaluan Tuaq! Apa sekarang Tuaq akan
berdalih kalau pendengaran tuaq terganggu karena faktor umur?
TUAQ AMIR
Tidak, saya yakin karena saya mendengarnya dengan sangat jelas, kamu bahkan bilang
mantan suaminya Salma sekarang sudah gila dan hilang akal
MAMAK
Cukup Amir! Saya tidak mau dengerin kamu lagi, saya mau kita batalkan saja perjodohan ini!
TUAQ AMIR
Baik! Kita batalkan saja, dasar keluarga gila, kalau begitu kembalikan kalung emas itu! Lebih
baik ini saya berikan ke istri saya di rumah!
MAMAK
Apa? Kamu sudah punya istri?
AMIR
Maksud saya... anu..ahh... terserah lagi pula perjodohan ini batal
MAMAK
Dasar brengsek! Ini (melepas kalungnya menaruhnya di meja) ambil ini dan pergi dari rumah
saya!
DANI
Jadi Tuaq ini caleg yang perhitungan? Caleg penipu? Caleg yang pelit? Bayangkan baru caleg
saja sudah pelit dan nipu, apalagi mau jadi suami Salma dan bayangkan kalau sudah terpilih...
TUAQ AMIR
Tidak, saya tidak pelit.. kalau begitu ambil saja, saya mau pergi... saya mau pergi! (nafas
berat) keluarga gila! (keluar)
MAMAK
Jangan kurang ajar ya penipu bajingan ! Dasar tua bangka tidak tau sopan santun! Caleg
gadungan! Jangan pernah kembali lagi! E nenek kaji saq kuase!

13 | H L M
DANI
Sudah Mak, sudah... untung saja dia menunjukkan sifat aslinya sebelum terlambat
MAMAK
Kamu juga sama aja!
DANI
duduk dulu Mak (Mamak duduk). Saya membawakan sesuatu untuk Mamak (mengambil tas
Tuaq Amir yang ketinggalan) ini Mak
MAMAK
Apa itu? (mengambil dan membuka tas itu) wah.. baju ini buat Mamak?
DANI
kalau tidak salah ada buat Salma juga
MAMAK
Wah terima kasih, tapi ini sepertinya ini cuma satu
DANI
Iya kah? Berarti saya pasti lupa masukin ke dalam tas, kalau begitu itu oleh-oleh buat Mamak
Saja...
MAMAK
Mamak sebenarnya tidak mengharapkan apa-apa, Mamak melakukan ini demi kebaikan
Salma, Mamak hanya mau Salma tidak menderita sampai harus bekerja keras seperti
sekarang, kasihan anak itu, sejak kalian cerai, dia sangat terpukul, dia sebenarnya masih
sangat mencintai kamu, itulah kenapa Mamak akhirnya tidak bisa melarang kamu nemuin
Salma
DANI
Iya Mak, saya juga menyesali semuanya harus jadi begini, jujur saya juga masih mencintai
Salma, makanya saya ke sini, harus meminta maaf dan meluruskan kesalahpahaman selama
ini
MAMAK
Yah.. tapi sebagai suami ya harusnya sabar menghadapi Salma, dia memang sifatnya masih
seperti anak kecil, Mamak paham usia kalian masih terlalu muda untuk membangun rumah
tangga, tapi semua mungkin terlambat, Mamak harap kalian bisa menyelesaikannya dengan
baik
(Salma Masuk)
SALMA

14 | H L M
Ada apa? Serius sekali...
MAMAK
Tidak apa-apa, ya sudah kalau begitu Mamak tinggal kalian ke dalam, kalian selesaikan
urusan kalian (Mamak masuk ke dalam)
SALMA
Ada apa kak?
DANI
Bukan apa-apa, tadi ada sedikit oleh-oleh buat Mamak
SALMA
Ohh gitu ya, duduk kak (mereka berdua duduk), oh iya kak, jadi apa niatan kak Dani ke sini?
DANI
Begini, seperti yang aku katakan sebelumnya, kedatanganku ke sini untuk mengajakmu rujuk
kembali
SALMA
Serius kak?
DANI
Iya Sal, aku sadar, dulu aku salah, terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mau mendengar
penjelasanmu
SALMA
Iya kak, sebenarnya Salma sudah lama maafin kak Dani
DANI
Oh ya? Terima kasih karena kamu mau maafin aku, berarti dulu itu aku salah sangka ya kalo
kamu waktu itu selingkuh sama mantan kamu yang jadi dokter itu?
SALMA
Iya kak Dani salah sangka, Salma sama sekali tidak ada hubungan apa pun dengan dokter itu
DANI
soalnya waktu itu aku liat kamu keseringan deket banget sama dia
SALMA
Tidak ada yang deket kak, waktu itu Salma ada sedikit urusan sama dia
DANI
Maksudmu, kamu punya urusan sama mantanmu, ya?
15 | H L M
SALMA
Iya, sedikit urusan penting, lagi pula, kak Dani waktu itu juga pernah Salma liat boncengan
sama mantan pacar kak Dani, tapi sudah Salma maafin kok Kak...
DANI
Loh, dek, bukan masalah maaf memaafkan, waktu itu aku harus bonceng dia karena urusan
pekerjaan, tapi soal kamu ini beda, Urusan penting seperti apa yang mengharuskan mantan
pacar kamu itu dilibatkan? Itu loh yang harus kita luruskan...
SALMA
Ya... jadi maksud Kak Dani membonceng mantan pacar pas sudah punya istri itu boleh,
sedangkan istri Kak Dani ke dokter itu tidak boleh?
DANI
Loh sebentar dek, kok aku merasa kamu jadi nyalahin aku begini, kamu kebiasaan deh kalo
ngobrol tuh nyalahin aku, aku kan bonceng mantan pacarku itu Cuma sekali dan waktu itu
emang lagi kerja, kamu loh hampir setiap minggu ketemu sama dokter itu
SALMA
Siapa yang nyalahin sih kak? Kan kak Dani duluan yang nuduh-nuduh Salma deket sama
mantan pacar Salma
DANI
Loh bukan nuduh, aku liat sendiri setiap minggu kalian ketemu dan kamu senyam senyum
kalo lagi ngomong sama dokter itu
SALMA
Memangnya Salma tidak boleh senyum karena seneng?
DANI
Jadi kamu seneng? Oh pantesan..
SALMA
Pantesan apa? kak Dani mau cari alesan biar bisa boncengin cewe genit itu, biar bisa dipeluk,
gitu?
DANI
Jangan fitnah begitu, tidak ada yang mau dipeluk-peluk ya, kamu kebiasaan tidak mau ngalah
dan tidak mau ngaku salah dari dulu, kamu itu tidak pernah berubah (memanas)
SALMA
(Memanas) Kamu juga tidak pernah berubah, selalu mau menang sendiri dan tidak mau
dengerin saya

16 | H L M
DANI
Saya bukannya mau menang sendiri, tapi kamu tidak mau mengaku salah, dari dulu keributan
di rumah tangga kita, pasti penyebabnya kamu!
SALMA
Oh ya? Saya penyebabnya? Terus Kamu ngapain ke sini minta si penyebab masalah ini rujuk
lagi sama Kamu?
DANI
Iya semua keributan kamu penyebabnya, hal-hal sepele seperti bonceng mantan saya kamu
jadikan bahan ribut, padahal kamu tahu sendiri, saya ini tukang ojek yang kebetulan sekali
hari itu penumpangnya adalah mantan pacar saya!
SALMA
Lalu kenapa tidak menolak saja?
DANI
Dengar...
SALMA
Apa karena dia lebih cantik dari saya? Karena itu kamu kesulitan menolak?
DANI
Dengar...
SALMA
Atau memang karena kamu nyesel menikahi saya karena saya tidak...
DANI
Dengar dulu! Ini kenapa saya sebut kamu adalah penyebabnya karena kamu tidak mau
mendengar!
SALMA
Saya? saya yang tidak mau mendengar?
DANI
Iya! Kamu tidak mendengar dan kamu terlalu egois sampe hatimu diselimuti cemburu yang
berlebihan, apalagi namanya kalo bukan kamu masalahnya?, kamu juga tidak punya alasan
kenapa hampir setiap minggu kamu ketemu sambil senyam senyum sama mantan pacar
kamu, dokter idola kamu! Apalagi kalo bukan kamu penyebabnya?!
SALMA

17 | H L M
Bagaimana Saya bisa jelasin ke kamu, kalau Kamu tidak pernah mau mendengarkan saya?!
Kamu bisanya Cuma nyalahin saya, apa kamu pernah sekali saja nanya ke Saya, kenapa Saya
sering ke sana?
DANI
Jangan mengalihkan pembicaraan seolah-olah saya tidak tau apa-apa!
SALMA
Kamu memang tidak tau apa-apa, apa kamu tau pekerjaannya sebagai dokter apa?!
DANI
Kamu kira saya tidak tau dia dokter apa?! dia itu.. mantan kamu itu kan dokter kandungan....
(tiba-tiba terdiam)
(Mereka terdiam, Salma hanya menangis)
Tunggu... jadi, jangan bilang waktu itu kamu sedang...
SALMA
Iya.., Saya sedang hamil.. Saya sedang mengandung darah dagingmu... Saya ke dokter untuk
memeriksa kandungan Saya, apa Saya tidak boleh seneng? Apa saya tidak boleh senyum-
senyum? Tapi kini semua sudah terlambat, Saya sudah kehilangan semuanya, karena Saya
stress sama semua yang terjadi! Berhari-hari Saya cuma bisa nangis sendirian karena kamu
tidak pernah mau mendengarkan saya, dan saya tidak bisa melakukan apa-apa saat Kamu
memutuskan untuk menceraikan Saya..
DANI
Salma, (memeluk Salma) Maaf.. ini salah saya... maksud saya.. maksudku ini
salahku...karena tidak pernah mengerti kalau selama ini kamu juga terluka, selama ini kamu
pasti sangat membenciku, tapi aku malah tanpa tahu malu datang ke sini untuk mengajakmu
rujuk kembali, Kak Dani merasa sangat malu di hadapanmu saat ini, tapi apa yang harus aku
lakukan sekarang, aku masih sangat mencintaimu...tapi sepertinya aku tidak pantas (ingin
pergi namun dihentikan Salma)
SALMA
Tunggu (menghapus air matanya) tolong ingat lagi alasan kak Dani ke sini, Salma sudah
maafin Kak Dani, Salma tidak bisa membenci Kak Dani karena Selama ini... Salma... masih..
DANI
Terima kasih sayang sudah maafin aku
SALMA
Salma juga mau minta maaf karena tidak bisa menjaga calon anak kita...
DANI

18 | H L M
Tidak, ini bukan lagi salahmu, ini semua salahku, tapi apa aku masih bisa memiliki hatimu
sekali lagi? (mengambil cincin dari sakunya dan memasangkan cincin ke jari Salma)
SALMA
(cincin terpasang) iya.....
DANI
Terima kasih sayang sudah mau menerimaku kembali... (Mamak masuk panggung)
MAMAK
Nah kan begini enak diliatnya, Mamak dari tadi tidak tahan untuk keluar pas nguping
perdebatan kalian... akhirnya kalian tumbuh dewasa juga, lanjutkan kemesraan kalian...
Mamak mau duduk santai di situ (ke tempat biasa ia duduk)
DANI
Sekali lagi terima kasih ya dek, sudah mau menerima kak Dani lagi...
SALMA
Iya, Kak... semoga saja ke depannya Kak Dani mau dengerin Salma setiap kita punya
masalah
DANI
Semoga saja kita tidak lagi punya masalah, dan kalau pun ada masalah, kamu bisa jelasin
dengan baik
SALMA
Salma bisa jelasin dengan baik kalau Kak Dani mau mendengarkan
DANI
Tapi kan pada kenyataannya tidak selalu seperti itu...
SALMA
Terus maksud Kak Dani apa? Mau nyalahin Salma lagi?
DANI
Loh bukan nyalahin, jangan kebiasaan dong
SALMA
Kebiasaan apa?
DANI
Ya nuduh nuduh kaya gitu, itu kebiasaan kamu
SALMA

19 | H L M
Siapa yang nuduh?
DANI
Barusan kamu nuduh
SALMA
Nuduh gimana?!
DANI
Ya nuduh...
SALMA
Salma tidak nuduh ya... Salma kan cuma..
MAMAK
Eh..eh.. ada apa ini kok ribut lagi? Kan tadi sudah baikan....
(Salma dan Dani tersenyum bersama, Salma tersenyum sambil memperlihatkan cincin di
jarinya)
SALMA DAN DANI
Sudah Mak.... (mereka sekali lagi berpelukan)
(tiba-tiba Tuaq Amir masuk)
TUAQ AMIR
Permisi.. barang belanjaan saya ketinggalan... di mana ya? (lampu mati)

SELESAI

20 | H L M

Anda mungkin juga menyukai