Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah
Fase :D
Kelas/Semester : 7/2 (genap)
Tahun Pengajaran : 2024/2025
Penyusun : 1. Muhammad Rikza Dzulkarnain
2. Miftah Farid Ahmad
3. Nayla Nihayatul Hilma Fauzia
4. Mohammad Alif Alfian
5. Arini Dewi Rohmah Nadyatal
Capaian Pembelajaran Akidah Akhlak Fase D
Pada awal fase D, pada elemen Akidah, Peserta didik mampu menganalisis akidah Islam, sifat
wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt. dan rasul-Nya (Aqaid Khamsin), Asmaul Husna, serta
enam rukun iman sehingga memiliki pemahaman akıdah yang benar sesuai pemahaman ulama
ahlu sunnah wa al jama'ah sebagai landasan dan motivasi beraktivitas dalam kehidupan sehari-
hari, sehingga semua yang dilakukan berakhlakul karimah, bernilai ibadah dan berdimensi
ukhrawi. Pada elemen Akhlak, Peserta didik mampu memahami dan membiasakan akhlak terpuji
dan menghindari akhlak tercela sebagai manifestasi akhlak yang merupakan buah dan ilmu
sehingga terbentuk kesalehan individu dan sosial, untuk mewujudkan pribadi yang unggul dan
mampu bersaing di era global dan berakhlaqul karimah. Pada elemen Adab, Peserta didik
mampu menganalisis dan membiasakan adab shalat, zikir, membaca Al-Quran, berdoa, adab
kepada orang tua, guru, saudara, teman, tetangga, adab berjalan, berpakaian, makan, minum dan
adab bersosial media dalam kehidupan sehari-han sehingga terbentuk pribadi yang cerdas
berkarakter, berakhlaqul Karimah dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada elemen
Kisah Keteladanan, Siswa mampu menganalisis dan meneladani kisah Nabi Sulaiman. Nabi
Ibrahim as, Nabi Musa as. khulafaurrasyidin, dan Aisyah ra. sebagai inspirasi dalam menghadapi
tantangan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.
Tujuan Pembelajaran
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Akidah Peserta didik mampu menganalisis 1. Memahami akidah Islam sifat
akidah Islam (iman, Islam, dan ihsan), wajib, mustahil, dan jaiz bagi
sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Allah Swt. dan rasul-Nya (Aqaid
Swt. dan rasul-Nya (Aqaid Khamsin), Khamsin) sehingga memiliki
Asmaul Husna (Al Aziz. Al-Bashith, Al- pemahaman akıdah yang benar
Gany Ar Rouf Al Barr. Al-Fattah Al Adl, sesuai pemahaman ulama ahlu
Al Hayyu, Al-Qayyum. Al-Lathif), Iman sunnah wa al jama'ah sebagai
kepada malaikat dan makhluk ghoib landasan dan motivasi beraktivitas
lainnya, serta enam rukun iman sehingga dalam kehidupan sehari-hari.
memiliki pemahaman akidah yang benar 2. Memahami Asmaul Husna (Al
sesuai pemahaman ulama ahlu sunnah Aziz. Al-Bashith, Al-Gany Ar
wa al jama'ah sebagai landasan dan Rouf Al Barr. Al-Fattah Al Adl,
motivasi beraktivitas dalam kehidupan Al Hayyu, Al-Qayyum. Al-Lathif)
sehari-hari, sehingga semua yang sehingga memiliki pemahaman
dilakukan berakhlakul karimah, bernilai akıdah yang benar sesuai
ibadah dan berdimensi ukhrawi. pemahaman ulama ahlu sunnah wa
al jama'ah sebagai landasan dan
motivasi beraktivitas dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Memahami Iman kepada malaikat
dan makhluk ghoib lainnya
sehingga memiliki pemahaman
akıdah yang benar sesuai
pemahaman ulama ahlu sunnah wa
al jama'ah sebagai landasan dan
motivasi beraktivitas dalam
kehidupan sehari-hari.
4. enam rukun iman sehingga
memiliki pemahaman akıdah yang
benar sesuai pemahaman ulama
ahlu sunnah wa al jama'ah sebagai
landasan dan motivasi beraktivitas
dalam kehidupan sehari-hari.
Akhlak Peserta didik mampu memahami dan 1. Membiasankan untuk berakhlak
membiasakan akhlak terpuji (taubat, taat, terpuji (taubat, taat, istiqamah,
istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana'ah,
qana'ah, sabar, syukur, husnuzhan, sabar, syukur, husnuzhan,
tawadlu', tasamuh, ta'awun, berilmu, tawadlu', tasamuh, ta'awun,
kerja keras, kreatif, produktif, dan berilmu, kerja keras, kreatif,
inovatif); dan menghindari akhlak tercela produktif, dan inovatif) sebagai
(riya, nifak, hasad, dendam, ghibah, manifestasi akhlak yang
fitnah, namimah) sebagai manifestasi merupakan buah dari ilmu,
akhlak yang merupakan buah dari ilmu, sehingga terbentuk kesalehan
sehingga terbentuk kesalehan individual individual dan sosial, untuk
dan sosial, untuk mewujudkan pribadi mewujudkan pribadi unggul
unggul mampu bersaing dalam mampu bersaing dalam kehidupan
kehidupan di era global. di era global.
2. menghindari akhlak tercela (riya,
nifak, hasad, dendam, ghibah,
fitnah, namimah) sebagai
manifestasi akhlak yang
merupakan buah dari ilmu,
sehingga terbentuk kesalehan
individual dan sosial, untuk
mewujudkan pribadi unggul
mampu bersaing dalam kehidupan
di era global.
Adab Peserta didik mampu menganalisis dan 1. Memahami adab shalat, zikir,
membiasakan adab shalat, zikir, membaca al-Qur’an, berdoa
membaca al-Qur'an, berdoa, adab kepada sehingga terbentuk pribadi yang
orang tua, guru, saudara, teman, cerdas, berkarakter, dan dapat
tetangga, adab berjalan, berpakaian, menyesuaikan diri dengan
makan, minum, dan adab bersosial media lingkungan.
dalam kehidupan sehari-hari sehingga 2. Membiasakan adab kepada orang
terbentuk pribadi yang cerdas, tua, guru, saudara, teman dan
berkarakter, dan dapat menyesuaikan diri tetangga sehingga terbentuk
dengan lingkungan. pribadi yang cerdas, berkarakter,
dan dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan.
3. Membiasakan adab berjalan,
berpakaian, makan dan minum
sehingga terbentuk pribadi yang
cerdas, berkarakter, dan dapat
menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
4. Membiasakan adab bersosial
media dalam kehidupan sehari-
hari sehingga terbentuk pribadi
yang cerdas, berkarakter, dan
dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
Kisah Peserta didik mampu menganalisis dan 1. Meneladani kisah Nabi
Keteladanan meneladani kisah Nabi Sulaiman a.s., Sulaiman a.s. sebagai
Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., inspirasi dalam menghadapi
Khulafaurrasyidin, dan Aisyah r.a., tantangan kehidupan masa
sebagai inspirasi dalam menghadapi kini dan masa yang akan
tantangan kehidupan masa kini dan masa datang.
yang akan datang. 2. Meneladani Nabi Ibrahim a.s.
sebagai inspirasi dalam
menghadapi tantangan
kehidupan masa kini dan
masa yang akan datang.
3. Meneladani Nabi Musa a.s.
sebagai inspirasi dalam
menghadapi tantangan
kehidupan masa kini dan
masa yang akan datang.
4. Meneladani
Khulafaurrasyidin sebagai
inspirasi dalam menghadapi
tantangan kehidupan masa
kini dan masa yang akan
datang.
5. Meneladani Aisyah r.a.
sebagai inspirasi dalam
menghadapi tantangan
kehidupan masa kini dan
masa yang akan datang.