TUGAS TUTORIAL KE-3
PENGANTAR EKONOMI MIKRO/ESPA4111
PETUNJUK: Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan benar dan lengkap. Silakan upload
jawaban Anda sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Skor
No Tugas Tutorial
Maksimal
1 a. Gambarkan kurva permintaan patah (kinked demand curve) (5)
b. Jelaskan penyebab-penyebab terjadinya kurva permintaan patah! (10)
2 Sebuah perusahaan oligopolis menghadapi dua permintaan:
Q1 = 200 – 10P adalah permintaan jika pesaing tidak bereaksi terhadap
keputusan perusahaan.
Q2 = 100 – 4P adalah permintaan jika pesaing bereaksi terhadap
keputusan perusahaan.
a. Gambar dan jelaskan kurva permintaan dan penerimaan marjinal (20)
(MR) yang relevan bagi perusahaan !
b. Pada harga jual berapa pesaing akan bereaksi? (20)
3 Jelaskan karakteristik yang dimiliki oleh barang publik (public goods)? (15)
4 Jelaskan kelemahan-kelemahan dalam pemberian subsidi untuk mengatasi (15)
polusi!
5 Jelaskan tentang eksternalitas yang ditinjau dari segi dampaknya ! (15)
Total Skor 100
Nama : Muhammad Arifin
NIM : 050952613
1.
a. Kurva kinked merupakan kurva yang menjelaskan mengenai perilakuperusahaan
perusahaan oligopoli secara grafis. Ide pokok dari kurva ini adalah bahwa jika satu
perusahaan menurunkan harga, maka perusahaanlain akan melakukan hal yang sama,
tapi jika satu perusahaan menaikkan harga, perusahaan lain tidak akan mengikuti.
Gambar kurva Kinded
b. Penyebab disebut kurva patah dikarenakan perusahaan berasumsi bahwa jika ia
menaikkan harga produknya, tidak ada (paling tidak, tidak semua) perusahaan lain
yang turut menaikkan harga. Permintaannya bersifat elastis sehingga bagian kurva
permintaan di atas P0 cenderung landai. Sebaliknya, ketika perusahaan menurunkan
harga produknya, tindakan tersebut akan direspon perusahaan lain dengan melakukan
hal yang sama. Permintaannya menjadi bersifat kurang elastis sehingga bagian kurva
permintaan di bawah P0 cenderung curam. Karena bentuk kurva permintaannya
patah, maka kurva penerimaan marjinal pun terlihat sepertipatah. Kurva penerimaan
marjinal bagian atas nampak lebih landai dibanding kurva penerimaan marjinal
bagian bawah. Dan kurva penerimaan marjinal tersebut sempat terputus pada tingkat
output Q0.
2.
a. Diketahui:
Q1 = 200 – 10P (Fungsi untuk D1)
Q2 = 100 – 4P (Fungsi untuk D2)
Pembahasan:
Titik kordinat D1:
Saat Q=0, maka:
Q1 = 200 – 10P
0 = 200 – 10P
10P = 200
P = 20
Saat P=0, maka:
Q = 200 – 10P
Q = 200 – 10(0)
Q = 200
Sehingga, kurva D1 akan melewati titik (P,Q) = (20,0) dan (P,Q) = (0,200).
Titik kordinat D2:
Saat Q = 0, maka:
Q = 100 – 4P
0 = 100 – 4P
4P = 100
P = 25
Sehingga, kurva D2 akan melewati titik (P,Q) = (25,0) dan (P,Q) = (0,100).
Titik keseimbangan pasar oligopoli:
Q1 = Q2
200 – 10P = 100 – 4P
-10P + 4P = 100 – 200
-6P = -100
P = 16,6
Q = 200 – 10P
Q = 200 – 10 (16,6)
Q = 200 – 166
Q = 34
Kurva MR1 memiliki garis kurva yang berada di bawah titik Pmax (P = 20)pada D1
hingga titik Q = 100 (200/2). Dan garisnya akan jelas pada batas wilayah terjadinya
titik potong antara D1 dan D2, dan garis selanjutnyaakan putus-putus. Sedangkan
kurva MR2 memiliki garis kurva putus-putusyang dimulai dari titik Pmax (P = 25)
pada kurva D2 hingga batas wilayahtitik potong antara D1 dan D2, dan memiliki
garis yang jelas pada wilayahyang telah melewati titik potong antara D1 dan D2
hingga titik Q = 50
(100/2). MR1 menandakan pendapatan marginal untuk D1, dan MR2 menandakan
pendapatan marginal untuk D2.
Gambar kurva :
b. Harga yang terbentuk pada pasar persaingan sempurna dikarenakan interaksi antara
permintaan dan penawaran yang saling menyepakati,sehingga pembeli dan penjual di
pasar ini tidak akan mempengaruhi harga barang atau jasa yang ditawarkan. Di dalam
pasar persaingan sempurna, harga komoditi hanya ditentukan oleh perpotongan antara
kurva permintaanpasar dan kurva Pada gambar di atas penawaran pasar. Perusahaan
di dalam pasar persaingan sempurna merupakan penerima harga dan dapat menjual
setiap jumlah komoditi pada harga yang telah ditetapkan
3. karakteristik yang dimiliki oleh barang publik (public goods), yaitu :
Dalam ilmu ekonomi, barang publik adalah barang yang digunakan oleh masyarakat yang
memiliki dua ciri utama: non-rival dan non-excludable.
Non-rival artinya penggunaan suatu produk oleh salah satu konsumen tidak mengurangi
kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi produk tersebut. Setiap orang bisa
mendapatkan keuntungan dari hal-hal yang baik tanpa mempengaruhi kepentingan orang
lain.
non-excludable Artinya ketika barang publik tersedia, tidak ada seorang pun yang
dihalangi untuk memperoleh manfaat darinya, dan baik pihak yang membayar maupun
yang tidak membayar dapat menikmati barang tersebut.
4. Beberapa kelemahan pemberian subsidi pengendalian pencemaran adalah:
Pemerintah perlu mengetahui tingkat produksi yang ditetapkan oleh pabrik tanpa
subsidi.
Analisis ini bersifat statis dan berjangka pendek, karena tidak memperhitungkan
potensi peningkatan jumlah pabrik yang menimbulkan polusi.
Timbul distorsi lokasi.
5. Jenis eksternalitas dibagi menjadi dua kategori berdasarkan dampaknya.
Eksternalitas positif Eksternalitas positif adalah tindakan individu yang memberikan
manfaat bagi orang lain, namun manfaatnya tidak didistribusikan ke pasar. Jika
aktivitas beberapa orang memberikan manfaat kepada orang lain dan mereka yang
menerima manfaat tersebut tidak membayar atau menuntut kompensasi atas manfaat
tersebut, maka nilai sebenarnya dari aktivitas tersebut tidak tercermin dalam aktivitas
pasar.
Eksternalitas negatif Eksternalitas negatif adalah biaya yang ditanggung pihak lain di
luar sistem pasar sebagai akibat dari kegiatan produksi. Contoh eksternalitas negatif
adalah pencemaran lingkungan. Misalnya saja di kawasan industri, pabrik-pabrik
seringkali mencemari udara dengan kegiatan produksinya, dan masyarakat
disekitarnya menderita dampak negatif dari polusi udara tersebut meskipun mereka
sendiri tidak terlibat dalam pencemaran tersebut.
Referensi :
Modul ESPA4111 Pengantar Ekonomi Mikro
[Link]
[Link]
Terimakasih….