Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
LP TINGKAT KESADARAN GCS
PEMERIKSAAN KESADARAN GLASGOW COMA SCALE (GCS)
I. PENDAHULUAN
Menentukan kesadaran pasien merupakan hal fundamental dan pertama yang wajib
dilakukan oleh seorang paramedis sebelum memutuskan untuk melakukan suatu tindakan
medis yang sesuai. Penilaian kesadaran yang paling umum digunakan ialah sistem skoring
dari Glasgow Coma Scale (GCS) berdasarkan standar kualitatif yang terdiri dari evaluasi
terhadap respon pada mata, gerak motorik dan verbal/bahasa. GCS adalah suatu skala
neurologik yang dipakai untuk menilai secara obyektif derajat kesadaran seseorang. GCS
pertama kali diperkenalkan pada tahun 1974 oleh Graham Teasdale dan Bryan J. Jennett,
professor bedah saraf pada Institute of Neurological Sciences, Universitas Glasgow. GCS kini
sangat luas digunakanoleh dokter umum maupun para medis karena patokan/kriteria yang
lebih jelas dan sistematis.
Fisiologi kesadaran diatur oleh suatu sistem di dalam hemisfer serebri yang disebut
dengan Ascending Reticular Activating System (ARAS). ARAS terdiri dari beberapa jaras
saraf yang menghubungkan batang otak dengan korteks serebri. Batang otak terdiri dari
medulla oblongata, pons, dan mesensefalon. Batang otak berperan penting dalam mengatur
kerja jantung, pernapasan, sistem saraf pusat, tingkat kesadaran, dan siklus tidur.
Kesadaran mengacu pada kesadaran subjektif mengenai dunia luar dan diri, termasuk
kesadaran mengenai dunia pikiran sendiri; yaitu kesadaran mengenai pikiran, persepsi,
mimpi, dan sebagainya.
Neuron-neuron di seluruh korteks serebri yang digalakkan oleh impuls aferen non-
spesifik dinamakan neuron pengemban kewaspadaan, oleh karena tergantung pada jumlah
neuron-neuron tersebut yang aktif, derajat kesadaran bisa tinggi atau rendah. Aktivitas
neuron- neuron tersebut digalakkan oleh neuron-neuron yang menyusun inti talamik yang
dinamakan nuclei intralaminares. Oleh karenaitu, neuron-neuron tersebut dapat dinamakan
neuron penggalak kewaspadaan.
Tingkat kesadaran secara kualitatif dapat dibagi menjadi kompos mentis, apatis,
somnolen, stupor, dan koma. Kompos mentis berarti keadaan seseorang sadar penuh dan
dapat menjawab pertanyaan tentang dirinya dan lingkungannya. Apatis berarti keadaan
seseorang tidak peduli, acuh tak acuh dan segan berhubungan dengan orang lain dan
lingkungannya. Somnolen berarti seseorang dalam keadaan mengantuk dan cenderung
tertidur, masih dapat dibangunkan dengan rangsangan dan mampu memberikan jawaban
secara verbal, namun mudah tertidur kembali. Sopor/stupor berarti kesadaran hilang, hanya
berbaring dengan mata tertutup, tidak menunjukkan reaksi bila dibangunkan, kecuali dengan
rangsang nyeri. Koma berarti kesadaran hilang, tidak memberikan reaksi walaupun dengan
semua rangsangan (verbal, taktil, dan nyeri) dari luar. Karakteristik koma adalah tidak adanya
arousal dan awareness terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Pada pasien koma terlihat
mata tertutup, tidak berbicara, dan tidak ada pergerakan sebagai respons terhadap rangsangan
auditori, taktil, dan nyeri
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. TUJUAN UMUM
Buku Panduan Keterampilan Fakultas
Klinis Semester 1 Kedokteran
Tahun Ajaran 2022 / 2023 Universitas Ahmad
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
Mahasiswa dapat memahami dan melakukan pemeriksaan tingkat kesadaran dengan
menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) dan pupil
Buku Panduan Keterampilan Fakultas
Klinis Semester 1 Kedokteran
Tahun Ajaran 2022 / 2023 Universitas Ahmad
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
B. TUJUAN KHUSUS
1. Mahasiswa dapat memahami, melakukan dan menilai pemeriksaan terhadap eye
sebagai bagian dari pemeriksaan kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale
(GCS)
2. Mahasiswa dapat memahami, melakukan dan menilai pemeriksaan terhadap
motoric/movement sebagai bagian dari pemeriksaan kesadaran menggunakan
Glasgow Coma Scale (GCS)
3. Mahasiswa dapat memahami, melakukan dan menilai pemeriksaan terhadap verbal
sebagai bagian dari pemeriksaan kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale
(GCS)
III. PRINSIP PEMERIKSAAN GCS
GCS terdiri dari 3 pemeriksaan, yaitu penilaian : respons membuka mata (eye opening),
respons motorik terbaik (best motor response), dan respons verbal terbaik (best verbal
response). Masing-masing komponen GCS serta penjumlahan skor GCS sangatlah penting.
Oleh karena itu, skor GCS harus dituliskan dengan tepat, sebagai contoh : GCS 10, tidak
mempunyai makna apa-apa, sehingga harus dituliskan seperti : GCS 10 (E3M4V3). Begitu
juga cara penulisan Skor tertinggi yaitu 15, tidak mempunyai makna apa-apa sehingga harus
ditulis seperti: GCS 15 (E4M6V5) yakni menunjukkan pasien sadar (compos mentis), dan
skor terendah menunjukkan koma yaitu dengan penulisan yang benar (GCS 3 = E1M1V1).
Dari penjelasan di atas merupakan contoh cara penggunaan dan penulisan skala GCS
(Glasgow Coma Scale) yang benar. Poin dialokasikan untuk respon dalam setiap komponen.
Jumlah skor menunjukkan tingkat kesadaran dan keparahan penurunan kesadaran. Rata-rata
GCS terendah adalah 3 dan skor tertinggi adalah 15. Keparahan cedera otak dapat
diklasifikasikan menurut skor GCS.
Dalam menilai tingkat kesadaran seseorang yang dicurigai menurun atau kurang
responsif, pemberian stimulus nyeri sangat penting. Stimulus nyeri dibagi menjadi :
A. Stimulus sentral
Beberapa stimulus sentral di tubuh antara lain :
1. Trapezius squeeze : dilakukan dengan menekan sebagian kecil dari otot trapezius di
bahu pasien
2. Mandibular pressure : dilakukan dengan menekan tulang mandibular (dagu) dengan
menarget nervus mandibular
3. Supraorbital pressure : dilakukan dengan menekan cekungan di atas mata yang
dekat dengan hidung menggunakan jempol dengan menarget nervus supraorbital
4. Sternal rub : dilakukan dengan menekan sternum pasien
B. Stimulus perifer
Biasanya dilakukan pada ekstremitas yaitu dengan memberi tekanan kuat pada area lunula
di kuku jari-jari tangan atau di kuku ibu jari kaki
Buku Panduan Keterampilan Fakultas
Klinis Semester 1 Kedokteran
Tahun Ajaran 2022 / 2023 Universitas Ahmad
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
Gambar 1. Lokasi pemberian rangsang nyeri (A) di cekungan supraorbital (B) di
kuku jari tangan (C) sternum (D) sendi temporomandibular
Adapun penjelasan di setiap komponen penilaian GCS yaitu :
1. Eye
Penilaian komponen ini respon pasien terhadap rangsangan dengan membuka mata.
Membuka mata menunjukkan gairah pasien. Ada 4 nilai dalam komponen ini:
a. Nilai (4) mata spontan membuka : pasien membuka matanya secara spontan
b. Nilai (3) membuka mata : pasien membuka matanya ketika merespon terhadap
rangsangan verbal.
c. Nilai (2) membuka mata terhadap rangsangan yang menyakitkan atau ketika diberi
rangsangan nyeri : pasien membuka mata setelah diberi rangsangan nyeri yang
menyakitkan
d. Nilai (1) no respon : mata tidak terbuka meskipun telah diberikan rangsangan berupa
rangsang verbal atau dengan rangsangan nyeri yang menyakitkan
e. X : jika mata bengkak
Gambar 1. Penilaian terhadap mata (eye) pada GCS (Netter, Atlas of Anatomy)
2. Motoric
Komponen ini sedang menguji respon motorik terbaik pasien terhadap rangsangan lisan
atau menyakitkan. Respon motorik terbaik paling sedikit dipengaruhi oleh trauma.
Komponen ini di GCS adalah indikator yang paling akurat dalam memprediksi hasil-hasil
pasien 6. Ada enam nilai dalam komponen ini.
a. Nilai (6) mematuhi perintah : Pasien mampu melakukan tugas-tugas sederhana yang
diberikan oleh pemeriksa seperti merespon terhadap pertanyaan "tunjukkan ibu jari
Anda", atau "letakkan tangan anda di dada". Jangan meminta pasien untuk
melakukan hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh pasien yang mengalami
kelumpuhan di ekstremitas (contoh : pada pasien stroke). Meskipun terkadang
pemeriksa secara
Buku Panduan Keterampilan Fakultas
Klinis Semester 1 Kedokteran
Tahun Ajaran 2022 / 2023 Universitas Ahmad
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
refleks menanyakan hal tersebut. Untuk pasien lumpuh yang tidak dapat
menggerakkan anggota mereka, Anda dapat meminta pasien untuk tersenyum, atau
meminta pasien untuk menjulurkan lidah mereka, atau menunjukkan gigi mereka
dengan senyum ataupun mengedipkan mata.
b. Nilai (5) mampu menghalau dari rangsang nyeri dan melokalisir rangsang nyeri:
terlihat dengan gerakan pasien yang berusaha menghalau sumber rasa nyeri yang
diberikan oleh pemeriksa. Sebagai contoh : pasien menampik tangan pemeriksa yang
memberi rangsang nyeri pada pasien.
c. Nilai (4) penarikan terhadap nyeri (fleksi normal) : Pasien mencoba untuk
menggerakan atau melipat siku lengan dengan cepat namun gerakan kurang normal
d. Nilai (3) fleksi abnormal (decortication): pasien mencoba untuk menggerakkan atau
melipat siku lengan namun gerakan tidak normal
e. Nilai (2) ekstensi abnormal (decerebration): pasien melakukan ekstensi abnormal.
Kedua lengan adduksi dan ditutup pada dinding dada. Pasien mungkin memiliki
ekstensi di kakinya dengan plantar fleksi.
f. Nilai (1) tidak ada respon: Pasien tidak menunjukkan dan gerakan anggota tubuh
ketika rasa sakit pusat diterapkan.
Gambar 2. Penilaian terhadap motoric pada GCS (Netter, Atlas of Anatomy)
3. Verbal
Komponen ini merupakan komponen untuk menilai respon verbal dari pasien dengan
mengajukan tiga pertanyaan orientasi. Tiga pertanyaan tersebut adalah waktu (tahun),
tempat (lokasi pasien berada saat ini maupun alamat tempat tinggal/rumah), dan orang
(nama keluarga dekat yang diingat). Ada lima penilaian di komponen ini di antaranya:
a. Nilai (5) berorientasi: Pasien mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan waktu,
tempat, dan orang dengan benar. Beberapa pasien yang menjawab semua pertanyaan
dengan benar tiga, namun, selama percakapan berlanjut, mungkin saja pasien
memberikan jawaban yang salah tetapi pasien sudah bisa menjawab 3 pertanyaan
pasien dalam
Buku Panduan Keterampilan Fakultas
Klinis Semester 1 Kedokteran
Tahun Ajaran 2022 / 2023 Universitas Ahmad
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
keadaan baik. Karena pasien mampu menjawab semua tiga pertanyaan dengan benar
maka dia masih mencetak sebagai berorientasi atau (5).
b. Nilai (4) bingung (Disoriented): Pasien tidak mampu menjawab satu atau lebih dari tiga
pertanyaan orientasi (waktu, tempat, dan orang) dengan benar. Beberapa pasien tidak
dapat menjawab semua tiga pertanyaan orientasi dengan benar tapi percakapan mereka
masih bisa terjadi walaupun cuma beberapa dan komunikasi terdengar masuk akal. Hal
ini masih dikategorikan dengan skor verbal (4).
c. Nilai (3) kata-kata yang tidak tepat : Pasien memberikan jawaban yang jelas tetapi
hanya dalam bentuk kata-kata saja
d. Nilai (2) suara tidak komprehensif : Pasien hanya bisa mengerang (tidak ada kata-kata)
tanpa stimulus eksternal/rangsang nyeri
e. Nilai (1) tidak ada respon verbal: Pasien tidak membuat suara atau gerakan minimal
bahkan dengan stimulus eksternal/rangsang nyeri
Gambar 3. Penilaian terhadap verbal pada GCS (Netter, Atlas of Anatomy)
SOP PENILAIAN KESADARAN DENGAN PEMERIKSAAN GCS (GLASGOW COMA Page 1
SCALE)
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Com
Penilaian Keterampilan Pemeriksaan GCS dan PCS
Nama :
NIM :
No. Aspek yang dinilai Nilai
0 1 2
I Pemeriksaan GCS :
A. Pemeriksaan Eye/mata :
1. Pemeriksa mendekati pasien dan pasien spontan
membuka mata dan memandang pemeriksa : skor
4
2. Pemeriksa memanggil nama
pasien/memerintahkan pasien untuk membuka
mata : skor 3*
3. Pemeriksa memberi rangsang nyeri berupa
cubitan,pasien akan membuka mata : skor 2*
4. Pemeriksa memberi rangsang apapun (suara
keras/cubitan) pasien tidak membuka mata : skor
1
B. Pemeriksaan Verbal :
5. Pemeriksa menanyakan orientasi pasien
(tempat,orang,waktu),pasien menjawab dengan
jelas,benar,dan cepat : skor 5*
6. Pemeriksa menanyakan orientasi pada
pasien,pasien dapat menjawab tapi bingung,tidak
tahu apa yang terjadi pada dirinya : skor 4
7. Pemeriksa memberi pertanyaan tapi pasien tidak
dapat menjawab seluruh pertanyaan dan tidak
dapat menyelesaikan seluruh kalimat : skor 3
8. Pemeriksa memberi pertanyaan dan pasien hanya
bisa bergumam : skor 2
9. Pemeriksa memberikan rangsang tapi pasien tidak
mengeluarkan suara /tidak ada respon : skor 1
C. Pemeriksaan motorik
10. Pemeriksa memberi perintah dan pasien dapat
melaksanakannya : skor 6*
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Com
11. Pemeriksa memberi perintah,tapi pasien
mangabaikannya,diberi rangsang nyeri pasien
dapat melokalisir nyeri : skor 5*
12. Pemeriksa memberi rangsang nyeri dan pasien
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Com
berusaha menolaknya : skor 4.
13. Pemeriksa memberi rangsang nyeri,kedua tangan
pasien menggenggam dan di kedua sisi tubuh di
bagian atas sternum (posisi dekortikasi) : skor 3.
14. Pemeriksa memberi rangsang nyeri ,pasien
meletakkan kedua tangannya secara lurus dan
kaku di kedua sisi tubuh (posisi deserebrasi) :
skor
2.
15. Pemeriksa memberi rangsang apapun pasien tidak
bergerak/tidak berespon : skor 1.
II Pemeriksaan PCS
A. Pemeriksaan mata/eye
16. Pemeriksa mendekati pasien dan pasien spontan
membuka mata dan memandang pemeriksa : skor
4
17. Pemeriksa memanggil nama
pasien/memerintahkan pasien untuk membuka
mata : skor 3*
18 Pemeriksa memberi rangsang nyeri berupa
cubitan,pasien akan membuka mata : skor 2*
19. Pemeriksa memberi rangsang apapun (suara
keras/cubitan) pasien tidak membuka mata : skor
1
B. Pemeriksaan non verbal
20. Pemeriksa memberi rangsang berupa
obyek/mainan yang menarik perhatian pasien dan
pasien tersenyum serta bisa mengikutinya saat
digerakkan : skor 5. *
21. Interaksi pasien dengan pemeriksa kurang
baik,pasien dapat mengucapkan konsonan saat
menangis: skor 4.
22. Pemeriksa mencoba berinteraksi dengan pasien
tapi pasien mengeluarkan suara yang tidak
konsisten (konsonan),dan rintihan saat menangis :
skor 3.
23. Pasien gelisah,tidak bisa istirahat/diam,menangis :
skor 2.
24. Pemeriksa memberi rangsangan tapi pasien tidak
memberikan respon terhadap rangsang apapun :
skor 1.
C. Pemeriksaan verbal :
25. Pemeriksa menanyakan orientasi pasien
Pemeriksaan Kesadaran Glascow Coma Scale (GCS)
(tempat,orang,waktu),pasien menjawab dengan
jelas,benar,dan cepat : skor 5*
26. Pemeriksa menanyakan orientasi pada
pasien,pasien dapat menjawab tapi bingung,tidak
tahu apa yang terjadi pada dirinya : skor 4
27. Pemeriksa memberi pertanyaan tapi pasien tidak
dapat menjawab seluruh pertanyaan dan tidak
dapat menyelesaikan seluruh kalimat : skor 3
28. Pemeriksa memberi pertanyaan dan pasien hanya
bisa bergumam : skor 2
29. Pemeriksa memberikan rangsang tapi pasien tidak
mengeluarkan suara /tidak ada respon : skor 1
D. Pemeriksaan motorik
30. Pemeriksa memberi perintah dan pasien dapat
melaksanakannya : skor 6*
31. Pemeriksa memberi perintah,tapi pasien
mangabaikannya,diberi rangsang nyeri pasien
dapat melokalisir nyeri : skor 5*
32. Pemeriksa memberi rangsang nyeri dan pasien
berusaha menolaknya : skor 4. *
33. Pemeriksa memberi rangsang nyeri,kedua tangan
pasien menggenggam dan di kedua sisi tubuh di
bagian atas sternum (posisi dekortikasi) : skor 3.
34. Pemeriksa memberi rangsang nyeri ,pasien
meletakkan kedua tangannya secara lurus dan
kaku di kedua sisi tubuh (posisi deserebrasi) :
skor
2.
35. Pemeriksa memberi rangsang apapun pasien tidak
bergerak/tidak berespon : skor 1.
Total Nilai
Keterangan :
Purwokerto, ...........................
0 : tidak dilakukan sama sekali Penguji,
1 : dilakukan tapi tidak sempurna
2 : dilakukan dengan sempurna
* : critical point
……………………………..
Nilai batas lulus : 70 %
Crtitical point tidak dilakukan,nilai : 0