DKA
Komponen 1 Butir 1
guru-guru di sekolah kami dalam rangka menciptakan interaksi dengan peserta
didik, ketika proses belajar menggunakan pendekatan pembelajaran
konstruktivisme melalui metode diskusi. kemudian, dalam upaya memberi
perhatian kepada peserta didik yang memerlukan dukungan khusus kami
bekerja sama dengan waka kesiswaan dan guru BK yang telah melakukan
pemetaan kebutuhan belajar dan dalam pembelajaran mereka menggunakan
metode pembelajaran berdiferensiasi. Selanjutnya, sebagai upaya memfasilitasi
agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan keterampilan sosial,
emosional kami melakukan dengan cara literasi sosial, yaitu: dengan cara
meminta peserta didik secara berkelompok membaca dan merangkum buku-
buku di perpustakaan dengan pembahasan atau judul yang beragam setiap
siswanya. Lalu hasil dari rangkuman tersebut disampaikan dan didiskusikan di
depan kelas. Sedangkan dalam rangka memberi umpan balik yang membangun
kepercayaan peserta didik, guru-guru kami selalu memberikan umpan balik
berupa catatan dalam buku tugas peserta didik.
(dokumen terkait: tautan/link) dokumen wajib: modul ajar, dokumen
pendukung: daftar kelompok belajar, instrument pemetaan kebutuhan belajar,
hasil pemetaan, dokumentasi literasi sosial di perpustakaan/pojok baca.
Pemaparan hasil diskusi/tugas kelompok. Daftar nilai diskusi kelompok, catatan
guru di buku peserta didik.
Komponen 2 Butir 2
Dalam mengelola kelas, guru dan peserta didik menyusun kesepakatan kelas
bila ada peserta didik yang melanggar, maka guru akan menerapkan disiplin
positif yang telah disepakati bersama. Hasil kesepakatan tersebut, ditulis pada
tata tertib kelas yang dibuat bersama. Hal ini dilakukan, agar apabila terjadi
pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik, guru tidak melakukan tindakan
agresif baik verbal maupun non-verbal dan juga mendorong terbangunnya
perilaku positif. Kemudian, terkait dengan aktivitas untuk membangun suasana
belajar yang berfokus pada aktivitas belajar, guru melakukan pemantauan
terhadap peserta didik ketika mengerjakan tugas mandiri di kelas. Selain itu, di
sekolah kami juga menerapkan pembelajaran tutor sebaya sebagai sarana
pelibatan peserta didik dalam pembelajaran dan juga sebagai sarana
membangun keterampilan komunikasi serta rasa percaya diri peserta didik.
(dokumen terkait: tautan/link) dokumen wajib: modul rpp, dokumen
pendukung: tata tertib kesepakatan kelas, foto guru sedang memantau tugas
mandiri, lembar pemantauan, (catatan proses pembelajaran), foto tutor sebaya
Komponen 1 Butir 3
Dalam mengelola proses pembelajaran, segenap civitas akademika merancang
pembelajaran dan menyusun modul ajar dengan peserta didik. Rancangan
pembelajaran yang kami susun merujuk pada KSP dan hasilnya dituangkan
dalam modul ajar. Selain itu, kami juga melakukan evaluasi beragam, seperti
evaluasi dalam bentuk formatif/sumatif (bentuk tertulis), observasi langsung,
dan penilaian hasil karya, untuk mengevaluasi kompetensi siswa secara objektif
dan akurat. Adanya evaluasi ini sebagai bahan perbaikan atau pengayaan untuk
merancang pembelajaran berikutnya.
Dokumen wajib: KSP dan modul ajar, dokumen pendukung: dokumen pelibatan
siswa dalam merancang pembelajaran, kisi-kisi asesmen, naskah asesmen,
daftar nilai formatif, sumatif, program perbaikan dan pengayaan.
Komponen 1 butir 4
Pertama memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan keimanan dan
ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak yang mulia melalui
pembiasaan dan beragam pengalaman belajar. Pertama, melalui pembiasaan
yaitu kami telah menerapkan program pembiasaan berupa adab islami,
pembiasaan sholat dhuha dan duhur berjamaah, pembiasaan membaca al-Qur’an
di pagi hari serta penerapan nilai-nilai agama (doa keseharian). Kedua,
pengalaman belajar yaitu melalui kegiatan pembelajaran peserta didik dapat
memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kegiatan spiritual, proyek
sosial, dan diskusi kasus. Pada tahap ini guru memfasilitasi pembelajaran yang
efektif untuk membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan,
kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi
lainnya yang relevan bagi peserta didik.
Pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman diterapkan
dengan menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan untuk membentuk
akhlak mulia. Kegiatan pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh
pengalaman praktis melalui berbagai aktivitas seperti kegiatan spiritual, proyek
sosial, dan diskusi kasus. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori tetapi
juga menerapkan pengetahuan dalam konteks yang nyata, memperdalam
pemahaman, dan mengembangkan keterampilan secara menyeluruh. Selain itu,
kami juga memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan kecintaan terhadap
sejarah, kekayaan budaya, melalui pengalaman belajar yang beragam.
Pengalaman belajar yang beragam ini kami terapkan melalui kolaborasi antar
mata pelajaran dan aktivitas interaktif peserta didik mampu mengembangkan
aktivitas yang melibatkan peserta didik secara aktif, seperti membuat proyek
kreatif atau presentasi kelompok. Pada kecintaan terhadap kekayaan budaya
kami terapkan melalui pengenalan dan pelantunan lagu-lagu daerah yang ada di
Indonesia pada setiap harinya pada saat baris di lapangan.
Dokumen wajib: dokumen kurikulum, Modul ajar, dokumentasi kegiatan.
Dokumen pendukung: pembiasaan islami, sholat berjamaah, cinta budaya.
Komponen 2 butir 5
Dalam rangka kegiatan refleksi, kami telah melaksanakan kegiatan workshop
tentang manajemen kelas. Dalam kegiatan workshop ini, diharapkan guru dapat
merefleksikan kinerja dan berbagi pengalaman tentang cara mereka dalam
mengelola kelas, di samping itu, dalam rangka refleksi kinerja guru, kami sudah
terbiasa melakukan secara rutin yaitu setelah menyelesaikan 1 tema dalam
modul ajar. Guru kami juga memanfaatkan media sosial untuk berbagi
pengalaman kepada teman sejawat. Kemudian dalam kegiatan refleksi evaluasi
kinerja pendidik kami, juga memanfaatkan hasil supervise akademik tiap
semester. Dampak dari kegiatan refleksi kinerja tercermin dari hasil belajar
peserta didik yang mengalami kenaikan. Kemudian secara berkala kami telah
melakukan evaluasi kinerja setiap akhir bulan. Kemudian sebagai tindak lanjut
hasil evaluasi kinerja pendidik dan refleksi kami, memastikan pendidik
memiliki dokumen rencana, membuat rencana pengembangan professional.
Semua kegiatan yang terkait tersebut telah kami tuangkan dalam RKT dan
ARKAS sekolah kami.
Dokumen wajib: RKT, ARKAS, Modul ajar, dokumen pendukung: dokumentasi
workshop, video kegiatan refleksi, video media social, dokumntasi supervisi
akademik, dokumentasi rapat evaluasi berkala, program pengembangan
professional.
Komponen 2 butir 6
Sekolah kami telah memiliki visi dan misi yang telah kami susun bersama
dengan pemangku kepentingan. Kemudian dalam rangka membangun
komunikasi kami buat rancangan belajar yang kami diseminasikan melalui
kalender akademik. Kemudian dalam rangka melakukan kemitraan dengan
pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan
pendidikan kami telah mengadakan kerjasama dengan pihak terkait untuk
melakukan pembinaan tentang dampak teknologi bagi pembelajaran peserta
didik. Kemudian dalam rangka untuk mengambil keputusan/kebijakan sekolah,
kami menggunakan data hasil eveluasi/refleksi bersama peserta didik, pendidik,
tenaga kependidikan, dan orang tua serta rapor pendidikan. Lalu berdasarkan
hasil evaluasi diri sekolah dan berdasarkan kebutuhan pembelajaran yang kami
identikasikan dalam KSP kami jadikan bahan dalam penyusunan RKT.
Dokumen Wajib: RKT, ERKAS, KSP, Kalender Akademik
Dokumen pendukung : Dokumen penyusunan visi dan misi
• Dokumen pertemuan dengan orang tua/wali
• Data hasil EDS/Rapor pendidikan
• Dokumen kerjasama dengan pihak lain
Komponen 2 butir 7
Dalam mengelola anggaran sekolah kami berbasis kebutuhan dan perencanaan
yang kami susun bersama dengan komite sekolah.
Sumber pendanaan sekolah kami bersumber dari dana bantuan pemerintah yaitu
BOS dan BOP. Setelah kami menggunakan anggaran sesuai dengan
perencanaan kami buat laporan pertanggungjawab secara berkala (tri Wulan)
Dokumen wajib: RKT dan ARKAS
Dokumen pendukung : dokumen penyusunan anggaran bersama komite
sekolah, LPJ, Papan/Baner publikasi
Komponen 2 butir 8
Dalam rangka mengelola sarana dan prasarana kami telah melakukan kegiatan
yaitu yang pertama analisis kebutuhan khususnya pembelajaran, berdasarkan
kebutuhan belajar peserta didik. Kemudian dalam rangka memanfaatkan sarpras
yang ada kami lakukan dengan membuatkan jurnal dan daftar penggunaan
sarpras di ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, UKS, ruang Osis, dan
ruang-ruang lain yang ada sarana belajar.
Untuk memenuhi kebutuhan belajar (pengadaan sarana) telah kami susun di
eRKAS yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan rekanan. Kemudian
secara berkala kami mengadakan pemeliharaan sarpras yang ada dan setiap
ruangan kami beri kartu inventaris ruangan (KIR)
Dokumen Wajib: RKT, ARKAS
Dokumen Pendukung : Analisi kebutuhan pembelajaran, Jurnal Penggunaan
sarpras, MOU dengan rekanan, Daftar Pemeliharaan Sarpras, Kartu Inventaris
Ruang (KIR)
Komponen 2 Butir 9
Kurikulum satuan pendidikan (KSP) kami susun berdasarkan analisis dan
karaktersitik sekolah dan kami kembangkan sesuai kebutuhan peserta pendidik
yang mengacu pada kurikulum nasional. Kami juga secara berkala
mengevaluasi KSP yang kami buat dan memastikan KSP tersebut relevan
dengan belajar peserta didik.
Dokumen Wajib : KSP
Dokumen Pendukung : Dokumen Evaluasi KSP
Komponen 3 Butir 10
Sekolah kami dalam membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik
melakukan pembiasaan literasi budaya tiap hari Rabu, pentas seni dan budaya
lokal tiap semester. Melakukan pendataan demografis pendidik, tendik dan
peserta didik, Pelatihan (IHT) kami adakan awal tahun pelajaran, memasukkan
materi ajar dan strategi pembelajaran yang responsif dan inklusif terhadap
keberagaman tersebut dalam modul ajar Misalnya, menggunakan bahan ajar
yang mencerminkan berbagai budaya dan perspektif seperti cerita rakyat.
Penggunaan teknologi, seperti platform pembelajaran daring,dalam modul ajar,
mengadakan dialog terbuka tentang isu-isu kesetaraan gender, membentuk
Ekskur: Club diskusi,·mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan gender dalam
kurikulum Pendidikan (KSP)
Dokumen Wajib : RKT, ARKAS, Modul Ajar, Kalender Akademik, Foto
Lingkungan Belajar.
Dokumen pendukung : Jadwal pelajaran, dokumen literasi budaya, daftar profil
pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik, dokumen IHT, Dokumen
dialog terbuka, Ekskur: Club Diskusi, Pensi.
Komponen 3 Butir 11
Kebijakan sekolah kami untuk mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif
adalah menyediakan materi pembelajaran dalam berbagai format, termasuk teks,
audio, dan video serta penampilan pensi P5, kemudian untuk mengakomodasi
gaya belajar peserta didik seperti visual, auditori, dan kinestetik kebijakan ini
kami tuangkan dalam RKT dan ERKAS dan penerapannya kami tuangkan
dalam modul ajar dan hal tersebut juga kami cantumkan dalam visi misi
sekolah.
Kemudain terkait program bagi pendidik, orang tua/wali, dan peserta didik
untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. kami
lakukan dengan memetakan kebutuhan belajar berdiferensiasi, Hampir semua
guru di sekolah kami sudah melakukan pembelajaran berdiferensiasi.
Dokumen Wajib : RKT, ARKAS, Modul Ajar, Kalender Akademik, Foto
Lingkungan Belajar.
Dokumen pendukung : Papan Visi dan Misi, dokumen literasi budaya, daftar
kebutuhan belajar dan pemetaanya, daftar profil pendidik, tenaga kependidikan
dan peserta didik, dokumen iht, dokumen dialog terbuka, Ekskur diskusi, pensi
profil pelajar Pancasila, Contoh Video Pembelajaran diferensiasi.
Komponen 3 Butir 12
Untuk mewujudkan iklim belajar yang aman kami telah membuat POS tentang
cara menangani perundungan, membuat tata tertib sekolah, membentuk tim
konseling sebaya yang anggotanya terdiri atas siswa kelas tinggi/yang lebih tua
sebagai mentornya dibawah pendampingan guru BK. Kemudaian dalam rangka
memberikan layanan terhadap PD yang trauma akibat perundungan telah kami
lakukan dengan membuat program layanan konseling melalui guru BK.
Kemudian agar peserta didik, pendidik dan orang tua memahami apa itu
perundungan dan dampaknya kami adakan program sosialisasi dan workshop
tentang dampak negatif perundungan.
Dokumen Wajib : RKT, ARKAS, Foto Lingkungan Belajar.
Dokumen pendukung : POS Tata Cara Menangani Perundungan dan Kekerasan
Satpen, tat tertib sekolah, dokumen layanan konseling BK, Dokumen sosialisasi
dan workshop tentang perundungan.
Komponen 3 Butir 13
Untuk memastikan bahwa sekolah dalam kondisi aman dan juga dalam upaya
menjaga keselamatan warga sekolah kami telah melakukan pemeriksaan sarara
dan prasarana sekolah secara berkala sesuai dengan RKT dan eRKAS.
Sedangkan dalam rangka untuk memberikan pemahaman tentang prosesdur
penanganan P3K dan mitigasi bencana kami telah melakukan kegiatan
sosialisasi warga sekolah pada awal tahun pelajaran.
Dokumen Wajib : RKT, ARKAS, Kalender Akademik, Foto Lingkungan
Belajar.
Dokumen Pendukung : Jadwal Pemeriksaan Sarpras, Hasil perbaikan dan
perawatan sarpras, SOP P3K, Dokumen sosialisasi tata cara melaksanakan POS
P3K dan mitigasi bencana.
Komponen 4 Butir 14
Dalam rangka mewujudkan iklim lingkungan belajar yang sehat kami telah
melakukan. Pertama setiap hari Rabu mengadakan senam bersama yang diikuti
oleh warga sekolah. Kedua menyediakan layanan kesehatan yaitu UKS yang
dibina oleh Guru PMR serta melakukan kerjasama dengan Puskesmas terdekat
sekolah dalam hal ini Puskesmas ........................ (sebutkan namanya). Kami
juga memiliki Kantin sehat dan secara berkala kami lakukan monitoring untuk
memastikan makanan/minuman yang dijual memenuhi standar kesehatan.
Kemudian untuk memberikan pemahaman tentang reproduksi dan pencegahan
adiksi kami lakukan sosialisasi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal
ini ........................................ (sebutkan instansi/pihak terkait tersebut)
Dokumen Wajib : RKT, ARKAS, Foto Lingkungan Belajar.
Dokumen Pendukung : Dokumentasi senam kebugaran, Dokumen layanan
UKS, Jadwal monitoring dan tindaklanjutannya, daftar makanan atau minuman
kantin, dokumentasi sosialisasi