0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Struktur dan Fungsi Formulir Resmi

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Struktur dan Fungsi Formulir Resmi

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMULIR

A. Pengertian Formulir
Formulir adalah sebuah lembaran/ kertas yang berisi beberapa pernyataan resmi dan
harus diisi oleh pengguna dengan data.

B. Bagian – Bagian Formulir


Formulir terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
1. Bagian Kepala
Berisi: nama, alamat, dan juga kontak atau nomor telepon lembaga, institusi, ataupun
perusahaan yang mengeluarkan formulir tersebut.
Contoh:
FORMULIR PENDAFTARAN
PERPUSTAKAAN SEKOLAH
SDIT QURRATA A’YUN 2 LINTAU
Jorong Dahlia, Lubuk Jantan, Kec. Lintau Buo Utara
2. Bagian Isi
Bagian isi formulir berisi mengenai data – data keterangan yang harus diisi secara
lengkap.
Contoh:

Nama Lengkap :
Tempat, Tanggal Lahir :
Jenis Kelamin :
Kelas :
Alamat Rumah :
Nomor Telepon :

3. Bagian Ekor/ Penutup


Berisi bagian penutup formulir yang biasanya berisi tempat dan waktu pengisian
formulir, nama lengkap pengisi, dan juga tanda tangan pengisi.
Contoh:

Lubuk Jantan, Juli 2023

---------------------------------

C. Tujuan Formulir
Tujuan formulir diantaranya:
a. Untuk meminta dilakukannya sesuatu
- Formulir untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler
- Formulir untuk nasabah yang ingin mengirimkan uang ke nasabah lainnya
b. Untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi
- formulir penilaian (untuk mencatat poin – poin penting yang dinilai dalam lomba
atau dalam penilaian di kelas)
D. Fungsi Formulir
a. Mengumpulkan data – data
b. Menjadi media komunikasi
c. Mencari sebuah informasi tertentu
E. Jenis – Jenis Formulir
Ada banyak sekali contoh formulir, karena formulir digunakan sebagai syarat
administrasi di berbagai institusi. Diantaranya:
1. Formulir pendaftaran
Adalah formulir yang berisi pertanyaan tentang identitas diri untuk keperluan tertentu
(contoh : formulir pendaftaran lomba).
2. Formulir penilaian
Adalah formulir yang berisi pertanyaan tentang hal yang diperlukan untuk menilai
sesuatu seperti kegiatan lomba.
3. Formulir Pengiriman uang
Adalah formulir yang berisi pertanyaan tentang informasi nasabah bank yang ingin
mengirimkan uang kepada nasabah lainnya.
4. Wesel Pos
Adalah kertas dengan bentuk formulir untuk jasa kirim – mengirim uang melalui
pelayanan jasa pos.
5. Daftar Riwayat Hidup
Adalah formulir yang berisi tentang data diri kita, mulai dari tanggal lahir, nisn, umur,
golongan darah, dan lain – lain.
6. Dan masih banyak lagi

Formulir yang sudah dilengkapi adalah pernyataan resmi yang bisa merupakan permohonan,
pemesanan, atau penilaian.

Alat Komunikasi Cetak: Surat


Surat adalah alat komunikasi yang menyampaikan informasi secara tertulis dari pihak satu ke
pihak yang lain.
Jenis surat ada 2 yaitu:

Surat Resmi : untuk administrasi sekolah, kantor, dan lain - lain


Surat pribadi: untuk dikirimkan kepada seseorang seperti teman dan saudara

SURAT RESMI
A. Pengertian Surat Resmi
Surat resmi merupakan surat yang digunakan untuk keperluan resmi atau formal
oleh pihak tertentu baik itu perorangan, organisasi, lembaga maupun instansi tertentu
guna melakukan komunikasi satu sama lain secara resmi.
Surat resmi ditulis dengan berdasarkan kaidah dan juga aturan yang sudah
ditentukan, seperti pemakaian bahasa baku, isi surat yang wajib jelas dan efektif, serta
ditulis secara cermat sesuai keperluan.
Walaupun surat resmi kerap kali dipakai untuk keperluan pribadi, surat resmi ini
juga selalu ditulis berdasarkan format dan aturan khusus. Salah satu contoh dari surat
resmi yang dipakai secara pribadi yaitu surat undangan pernikahan.

B. Tujuan Surat Resmi


Tujuan surat resmi dikeluarkan yaitu untuk menyampaikan keperluan berupa
pemberitahuan, suatu izin, penugasan, pengumuman, dan lain sebagainya kepada staff
lembaga maupun instansi yang terkait. Penulisan dalam surat resmi ini wajib memakai
format tertentu secara resmi dengan memakai bahasa yang baku.
C. Fungsi Surat Resmi
Surat resmi mempunyai fungsi tertentu yang tidak bisa Anda jumpai pada jenis
surat lainnya. Mengacu dari pengertian surat resmi yang telah dipaparkan diatas, berikut
ini merupakan sejumlah fungsi dari surat resmi, antara lain:
1. Sebagai sebuah sarana informasi dan pemberitahuan tentang hal-hal tertentu yang
disampaikan dari salah satu pihak terhadap pihak lainnya, contohnya penyampaian
suatu gagasan atau pemikiran.
2. Surat resmi bisa berfungsi sebagai sebuah bukti tertulis yang cukup otentik dalam
bentuk suatu dokumen dimana isi di dalam surat itu bisa dipercaya dan
dipertanggungjawabkan.
3. Sebagai panduan kerja dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan dimana surat
resmi ini berisi mengenai langkah-langkah kerja untuk suatu pekerjaan tertentu.
4. Sebagai sarana untuk pengingat untuk penerima surat baik itu perorangan, lembaga,
maupun organisasi. Karena itulah surat resmi ini perlu untuk didokumentasikan
supaya dapat dipakai sebagai data di lain hari.
5. Menjadi bukti historis dan juga bukti kronologis. Walaupun sekarang ini sudah ada
beberapa fasilitas teknologi, misalnya email atau surat elektronik, dan lainnya, peran
dari surat resmi dalam bentuk print out ini ternyata masih selalu diperlukan guna
keperluan khusus, baik itu keperluan bisnis, pemberitahuan, keperluan niaga, dan
sejumlah keperluan lainnya.

D. Ciri – Ciri Surat Resmi


Ciri – ciri surat resmi diantaranya:
1. Surat resmi memakai bahasa baku sesuai pada kaidah bahasa Indonesia dan Ejaan
Yang Disempurnakan atau EYD, yakni terdiri dari kosa kata, frasa, sampai tata
bahasa yang digunakan
2. Surat resmi dibuat dengan memakai bahasa yang singkat, efektif, dan padat, serta
mudah dimengerti maksud dan juga isinya.
3. Surat resmi tidak memakai bahasa implikasi namun menggunakan bahasa eksplisit
4. Dibentuk dengan sedemikian rupa seperti full block baik itu semi block maupun
indented block
5. Pada bagian kop surat merupakan bagian dimana disebutkan pihak yang
mengeluarkan surat resmi tersebut.
6. Bagian-bagian surat resmi didalamnya dicantumkan nomor surat, perihal, tanggal,
alamat tujuan dan lampiran kalau memang ada.
7. Surat resmi memerlukan stempel maupun cap khusus guna keadaan khusus.
8. Surat resmi memiliki bentuk yang sistematis dan dibuat sesuai dengan aturan baku.

E. Macam – Macam Surat Resmi


1. Surat Keputusan
2. Surat Permohonan
3. Surat Perintah
4. Surat Kuasa
5. Surat Panggilan
6. Surat Edaran
7. Surat Jual Beli
8. Nota Dinas
9. Surat Undangan
10. Dan lain – lain

F. Struktur Surat Resmi


Struktur surat resmi dapat Anda simak sebagai berikut ini :
1. Kepala Surat/ Kop Surat
Kepala Surat atau dikenal dengan nama kop surat ini, merupakan bagian kop surat
yang terdiri dari data informasi mengenai si pengirim seperti logo instansi atau
lembaga, nama instansi atau lembaga, alamat, nomor telepon dan email instansi atau
lembaga.
2. Nomor Surat
Nomor surat sendiri yaitu nomor yang tertera pada surat yang tujuannya untuk
memudahkan baik pengirim atau penerima mengetahui jumlah surat yang telah
dikeluarkan dalam kurung waktu tertentu (bulan ataupun tahun).
3. Tanggal Surat
Tanggal surat merupakan hal yang wajib untuk dituliskan pada surat. Pada bagian ini
akan memberitahukan kapan surat tersebut dibuat untuk pihak penerima, jadi hal
tersebut sangat penting.
4. Lampiran Surat
Lampiran Surat adalah dokumen tambahan yangperlu dilampirkan ke dokumen surat
utama. Lampiran biasanya berisi dokumen pendukung yang menguatkan dokumen
utama seperti daftar kegiatan, surat pendukung dari lembaga lain, laporan keuangan
lebih mendetail, dan lain sebagainya.
5. Perihal Surat
hal atau perihal pada surat resmi berisi terkait tema/pokok dari isi surat. Boleh juga
kita menyatakan sebagai judul surat.
6. Tujuan Surat
Surat ditujukan kepada siapa dan dimana penerima tinggal
7. Salam Pembuka
Bagian Salam Pembuka merupakan kata pembuka dalam surat yang umumnya
dituliskan secara baku dan formal dengan menggunakan bahasa yang sopan, jelas dan
mudah dimengerti.
8. Isi Surat
Isi surat merupakan salah satu bagian yang perlu dicermati secara saksama. Pada
bagian isi surat ini bertujuan untuk menyampaikan informasi yang dituju oleh pihak
pengirim ke pihak penerima. Penggunaan bahasa dalam isi surat harus tepat dan
benar. Maksud dalam tujuannya harus jelas, singkat dan padat, tanpa bertele-tele dan
sebagainya.
9. Penutup Surat
Salam penutup, merupakan tanda kesopanan dalam berkomunikasi melalui surat.
Salam penutup biasanya ditulis secara singkat, jelas dan padat. Secara umum hanya
beberapa kalimat saja dalam mengucapkan salam penutup. Contoh: Hormat Kami.
10. Identitas Pengirim
Tanda tangan pihak pengirim surat adalah pihak yang bertanggung jawab dalam
informasi dalam surat tersebut yang menyertakan nama lengkap dan tanda tangan
pengirim.
G. Cara Menulis Surat Resmi
Pada dasarnya hal yang umum untuk mengetahui cara menulis surat dinas resmi
yaitu mengetahui struktur bagian dalam surat tersebut. Selain itu penggunaan bahasa
yang tepat dan benar dalam penulisan. Indonesia sendiri dalam menuliskan surat resmi
dinas menggunakan Bahasa Indonesia dengan ejaan yang telah berlaku Jadi perlu
diketahui bahwa dalam menulis surat dengan menggunakan format baku harus sesuai
dengan struktur bagian surat resmi yang meliputi 4 bagian yang sudah tertera pada
bagian bacaan sebelumnya.
Adapun beberapa hal yang perlu diketahui untuk menghindari kesalahan yang
tidak diinginkan, seperti berikut ini :
1. Pada bagian penulisan tanggal surat tidak perlu mendahulukan nama tempat apabila
sudah tercantum pada kop surat atau kepala surat dan untuk angka tahun tidak perlu
diikutkan dengan tanda baca apapun.
2. Pada bagian lampiran biasanya terdapat dokumen pendukung seperti kuitansi, brosur
ataupun fotokopi. Hal tersebut tidak perlu untuk dilampirkan dalam surat hanya perlu
dituliskan jumlahnya saja pada dalam surat tersebut. Namun apabila tidak terdapat
lampiran maka kata lampiran tidak perlu dicantumkan dan dapat dilanjutkan langsung
pada penulisan nomor surat dan perihal.
3. Untuk bagian perihal atau hal sebaiknya dituliskan secara ringkas dan hanya
menyangkut intinya saja. Hal tersebut akan memudahkan dalam proses pembahasan
maksud dari surat tersebut.
4. Tidak perlu menambahkan kata Kepada di awal penulisan alamat karena alamat yang
dituju sudah jelas untuk penerima surat.

H. Perbedaan Mendasar Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi


Terdapat perbedaan mendasar antara surat resmi dan surat tidak resmi, yaitu
pemakaian bahasa dan penulisannya. Surat resmi menggunakan bahasa yang sesuai
dengan Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD dengan sejumlah ketentuan khusus yang
berlaku.
Contoh Surat Resmi

SURAT PRIBADI
A. Pengertian Surat Pribadi
Surat yang dikeluarkan oleh perorangan atau pribadi, ditujukan ke perorangan lainnya
atau ke instansi atau lembaga. Contoh: surat izin sakit dan lain – lain. Surat pribadi tidak
menggunakan bahasa yang terlalu baku bahkan cenderung bebas. Surat pribadi tidak
memiliki aturan yang terlalu mengikat. Dengan kata lain, surat pribadi dapat ditulis
berdasarkan referensi dan selera masing – masing si penulis. Penggunaan bahasa yang
sopan dan beretika tersebut harus disesuaikan dengan latar belakang orang yang akan
menerima surat.
B. Ciri – Ciri Surat Pribadi
1. Surat pribadi tak dilengkapi dengan kepala surat (kop surat).
2. Surat pribadi tidak mempunyai nomor surat.
3. Salam pembuka serta penutup dalam surat pribadi bersifat non-formal dan santai.
4. Bahasa yang dipakai disesuaikan dengan tujuan surat pribadi itu. Memakai bahasa
baku kalau bersifat resmi, serta menggunakan bahasa tidak baku kalau sifatnya tidak
resmi.
5. Format surat pribadi biasanya lebih bebas.
C. Fungsi Surat Pribadi

1. Untuk Mengekspresikan Diri


Surat pribadi biasanya dipakai untuk keperluan personal dan sering dipakai untuk
mengungkapkan perasaan seseorang.
2. Menjadi Wakil Penulis
Surat pribadi berfungsi sebagai wakil penulis surat. Surat pribadi mewakili penulis
surat guna berkomunikasi dengan pihak lain.
3. Sarana Penyampaian Ide
Penyampaian gagasan serta ide bisa dilakukan lewat surat pribadi kepada orang lain.
Dengan cara seperti ini, si penulis bisa menyampaikan ide serta gagasannya secara
bebas.
4. Sebagai sarana menyampaikan informasi
Mengingat surat pribadi bisa ditulis dengan bahasa yang tidak baku, maka surat
pribadi bisa menjadi satu di antara sarana dalam penyampaian informasi terbaru yang
memang ingin dibagikan kepada kerabat dekat.
D. Jenis – Jenis Surat Pribadi
Jenis-jenis Surat Pribadi
1. Surat Pribadi Kekeluargaan
Jenis surat pribadi yang satu ini dikirimkan guna keperluan komunikasi dengan orang
terdekat, seperti keluarga, kerabat, serta orang-orang yang yang dikasihi.
2. Surat pribadi setengah resmi
Biasanya, jenis surat pribadi ini berhubungan dengan kedinasan, seperti surat lamaran
pekerjaan, surat izin tidak masuk kerja, surat tidak masuk sekolah, dan surat izin cuti.

E. Struktur Surat Pribadi


1. Alamat dan Tanggal Penulisan Surat
Pada bagian ini, penulis bisa membuat sebuah surat dengan menuliskan alamatnya
secara singkat serta kapan surat tersebut ditulis.
2. Salam Pembuka
Jangan lupakan salam pembuka. Salam pembuka menjadi cara penulis surat memulai
sebuah pembicaraan dalam surat pribadi. Salam pembuka tersebut bisa beragam,
tentunya tergantung kebiasaan dan kebutuhan.
Namun perlu diingat, sesuaikan penggunaan salam pembuka dengan penerima surat.
Jangan sampai salam pembuka tersebut menyinggung si penerima surat.
3. Paragraf Pembuka
Setelah salam pembuka, aspek penting yang harus ada di surat pribadi ialah paragrap
pembuka. Biasanya dalam paragraf yang pertama, akan terdiri dari pertanyaan
mengenai pesan-pesan penerima surat.

4. Paragraf Isi
Pada bagian isi, biasanya berupa wadah di mana penulis surat pribadi dapat
menyampaikan keluh kesah dan menuangkan berbagai hal yang ingin disampaikan ke
penerima surat. Dengan kata lain, bagian isi akan menjadi inti dari surat tersebut.
5. Paragraf Penutup
Lalu setelah bagian isi sudah dibuat, jangan lupa untuk membuat bagian paragrap
penutup. Paragraf tersebut bertujuan untuk mengakhiri atau menutup surat pribadi
yang dibuat.
Umumnya, kata-kata yang digunakan berisi mengenai harapan, permintaan maaf,
serta hal-hal lainnya. Jadi, penting untuk menyematkan salam penutup di bagian ini
sebagai pelengkap dari surat pribadi.

F. Contoh Surat Pribadi


Yogyakarta, 10 Desember 2022
Sahabatku,
Bambang
di Magelang

Salam Persahabatan,
Halo Bambang, bagaimana kabar kamu? Aku berharap semoga kamu baik-baik saja ya!
Alhamdulillah, soalnya aku di sini juga sehat dan baik-baik saja.
Eh, Bambang, tahun depan aku mau ke rumah nenekku yang ada di Magelang. Jadi, aku
pengen mampir sekalian ke rumah kamu. Boleh kan aku main ke rumah kamu? Pasti
bolehlah, soalnya aku kangen berat dengan kamu. Awas, kalau tidak boleh! Jangan marah
lho, aku cuma bercanda kok. Bambang, gmana foto kenangan kita, masih disimpan nggak?
Soalnya punya aku hilang nggak tau kemana.
Bambang, cukup sampai di sini dulu ya surat dari aku. Jangan lupa dibalas ya. Aku tunggu
lho balesan suratnya!
Dari temanmu
Ttd.

Budi

Surat Elektronik
Surat elektronik adalah jenis surat nonfisik yang dibuat dan dikirimkan melalui media
digital yang ditulisoleh perorangan termasuk surat pribadi. Bahasa yang digunakan tidak
harus baku, dan tidak harus mengikuti format tertentu. Hanya saja perlu diperhatikan kepada
siapa kita menulis surat.
Di dalam surat elektronik (e-mail), tanggal surat sudah ditulis secara otomatis oleh
sistem. Tujuan surat juga merupakan alamat surel dari orang yang akan kita kirimi, misalnya
hana@[Link]. Untuk salam pembuka dan salam penutup harus kita sesuaikan dengan
orang yang kita tuju. Dengan teman sebaya kita bisa menuliskan sapaan informal seperti
“hai” atau “halo”. Namun dengan orang yang lebih tua atau surel yang dikirimkan ke instansi,
sebaiknya menggunakan kata sapaan yang lebih formal, misalnya “Dengan Hormat”,
“Assalamualaikum”, dan “Salam Sejahtera”. Begitu juga dengan penggunaan salam penutup.

BAB II
Musisi Indonesia di Pentas Dunia
Kegiatan 1. Menyimak
Tujuan: Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang dibacakan
berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

Masih ingatkah antum dengan ide pokok dan ide pendukung?


Ide pokok adalah suatu hal yang menjadi bagian inti atau pokok masalah yang mewakili isi
dari sebuah paragraf yang diuraikan.
Ide pendukung adalah sebuah gagasan dimana bersifat memperjelas atau mendukung ide
pokok.

Cara menemukan ide pokok, yaitu:


1. Membaca seluruh paragraf
2. Membaca setiap kalimat
3. Memisahkan kalimat utama
4. Menandai informasi – informasi penting
5. Kalimat penjelas adalah pendukung
6. Menyimpulkan isi paragraf
7. Menandai ide pokok

Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab antara pewawancara dan narasunber untuk mendapatkan
data, keterangan, dan pendapat tentang suatu hal.

Unsur – unsur dalam wawancara yaitu:


1. Ada pewawancara
2. Ada narasumber
3. Ada pertanyaan – pertanyaan yang sesuai dengan tema
4. Ada janji yang disepakati mengenai waktu dan tempat

Langkah – langkah dalam melakukan suatu wawancara yaitu:


1. Persiapan pewawancara, yaitu menentukan tema, narasumber, daftar pertanyaan
wawancara
2. Melakukan wawancara
3. Menulis hasil wawancara, yaitu meringkas, menganalisis, dan menyimpulkan hasil
wawancara dalam sebuah laporan.
Jenis – jenis wawancara, yaitu:
1. Wawancara terbuka
2. Wawancara tertutup
3. Wawancara melalui telepon
4. Wawancara individual
5. Wawancara kelompok/konferensi
6. Wawancara bebas
7. Wawancara terpimpin

Anda mungkin juga menyukai