Panduan Lengkap SEO untuk Website
Panduan Lengkap SEO untuk Website
Apa itu SEO? Pertanyaan itu sering diajukan oleh orang-orang yang baru mulai membuat
website atau blog. Alasannya, dengan menerapkan sejumlah langkah optimasi SEO, website
atau blog lebih mudah mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian Google.
Yup, secara sederhana, memang itulah manfaat dari penerapan SEO di website atau blog.
Namun, itu baru sebagian kecil dari konsep SEO. Nah, di artikel ini kami akan membahas
secara lengkap apa itu SEO. Dari pengertian SEO, cara kerjanya,indikator-indikator utama
SEO, hingga mengapa SEO penting untuk website Anda.
Pengertian SEO
Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya mengoptimasi website untuk
mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Dengan mendapatkan ranking tinggi di
hasil pencarian, potensi trafik organik Anda pun meningkat.
Selain menghasilkan trafik organik yang tinggi, SEO juga akan membantu Anda
mendapatkan trafik yang tepat. Jadi Anda tidak hanya fokus pada trafik tinggi, tetapi juga
trafik yang tepat sesuai dengan tujuan utama website Anda.
Untuk bisa mendapatkan trafik tinggi yang tepat sasaran, Anda perlu mengikuti aturan-aturan
yang telah ditetapkan oleh mesin pencari, dalam hal ini Google. Anda perlu memahami
bagaimana cara kerja SEO, algoritma Google, dan indikator utama SEO. Semuanya akan
Anda pelajari di bab-bab selanjutnya di bawah ini.
Mesin pencari menggunakan algoritma tertentu untuk menentukan konten mana yang layak
menempati ranking teratas hasil pencarian. Ini berlaku untuk semua mesin pencari baik itu
Google, Yahoo!, Bing, maupun Duckduckgo.
Kami tidak akan membahas algoritma di setiap mesin pencari. Di sini kami hanya membahas
algoritma Google. Kenapa? Karena Google menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar
mesin pencari di seluruh dunia. Jadi ketika membicarakan cara kerja SEO, algoritma Google
menjadi patokannya.
Google selalu memperbarui algoritmanya untuk memberikan hasil pencarian yang lebih
relevan dan solutif untuk penggunanya. Dari 2011 sampai saat ini, setidaknya sudah ada
delapan major update untuk algoritma Google.
Jadi Anda harus selalu update tentang algoritma Google ini. Sebab langkah optimasi yang
berdasarkan algoritma lama Google tidak akan memberikan efek apa pun. Misalnya, salah
satu taktik lama yang digunakan adalah keyword stuffing.
Keyword stuffing adalah praktik memasukkan focus keyword sebanyak-banyaknya di sebuah
artikel. Taktik ini dulu cukup efektif, bahkan jika konten Anda singkat dan tidak relevan
sama sekali dengan focus keyword yang Anda masukkan.
Namun, dengan pembaruan algoritma Google, kini taktik tersebut tidak lagi efektif. Bahkan
Anda bisa terkena penalti jika ketahuan mempraktikkannya. Konten Anda bisa dianggap
berisi spam jika terlalu banyak mengulang focus keyword.
Kalau begitu, langkah optimasi SEO seperti apa yang sesuai dengan algoritma Google
terbaru? Setidaknya ada delapan indikator SEO berdasarkan algoritma Google terbaru, dari
struktur URL hingga kecepatan website.
Indikator utama SEO selalu berubah secara berkala. Perubahan indikator ini bergantung pada
algoritma Google. Jika Google memperbarui algoritmanya, indikator SEO pun berubah.
1. Struktur URL
Struktur URL yang sederhana memudahkan mesin pencari untuk mengenali website Anda
dan topik utama yang Anda bahas. Sebaiknya buat struktur URL yang sederhana, cukup
mengandung nama domain dan judul artikel. Berikut adalah contoh struktur URL yang ideal:
[Link]
2. Penggunaan SSL/TLS
Selain itu, Google Chrome telah menandai website tanpa SSL/TLS sebagai not secure. Jika
domain website Anda belum menggunakan SSL/TLS, sekarang adalah saat yang tepat untuk
mengaktifkannya.
Cara mengetahui apakah website Anda sudah memakai SSL/TLS atau belum adalah melihat
alamat website di browser. Jika masih diawali dengan HTTP, artinya website Anda belum
menggunakan SSL/TLS. Website yang sudah mengaktifkan SSL/TLS, alamat websitenya
diawali dengan HTTPS.
3. Topik Konten
Anda harus memiliki beberapa topik utama yang saling berhubungan untuk membangun
struktur website yang baik. Setelah menentukan beberapa topik utama, Anda perlu membuat
konten mengenai topik-topik tersebut.
Misalnya, Anda punya blog traveling. Setidaknya ada beberapa topik utama seperti jalan-
jalan, kuliner, dan penginapan. Ketiga topik tersebut saling berkaitan dengan topik utama
blog, yaitu traveling.
Semakin banyak konten yang membahas topik yang saling berkaitan, semakin besar
kemungkinan website Anda untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian topik tersebut.
Sebab website dengan konten yang topiknya saling berkaitan lebih mudah dikenali oleh
mesin pencari.
4. Search Intent
Satu kata kunci bisa dimaksudkan untuk dua hal yang berbeda atau lebih. Search intent atau
maksud pencarian adalah apa yang diinginkan oleh kebanyakan pencari terhadap satu kata
kunci tertentu.
Kenapa website yang membahas pengertian bola, jenis bola, macam-macam bola tidak bisa
menang di kata kunci ini? Sebab mayoritas pengguna yang mencari kata kunci “bola”
bermaksud untuk mencari berita bola, bukan pengertian bola dan jenis-jenisnya. Jadi Google
mengutamakan konten yang sesuai dengan search intent kebanyakan pengguna.
5. Struktur Konten
Selain menyesuaikan konten dengan search intent, Anda juga harus membuat konten yang
mudah dipahami. Mudahkan pembaca dalam menemukan jawabannya di konten Anda
dengan struktur yang jelas dan rapi.
Caranya cukup mudah, yaitu menggunakan heading dan subheading untuk poin-poin paling
penting dalam konten. Anda juga bisa menambahkan foto, gambar ilustrasi, infografik, atau
bahkan video untuk membantu pembaca memahami konten Anda.
6. Meta Tags
Meta tags terdiri dari title tag dan meta description. Fungsinya adalah membantu Google
untuk memahami keseluruhan konten di sebuah halaman website. Pertama, title tag adalah
judul artikel Anda yang muncul di hasil pencarian. Judul artikel tidak bisa terlalu panjang
karena Google akan memotongnya sesuai standar yang berlaku.
Kedua, meta description adalah teks yang merangkum konten Anda di hasil pencarian. Teks
ini terletak tepat di bawah judul dan URL artikel. Meta description biasanya terdiri dari 120
sampai 130 karakter.
7. Backlink
Backlink masih menjadi salah satu faktor utama SEO. Semakin banyak backlink ke website
Anda, Google akan menganggap website Anda memiliki kredibilitas tinggi. Namun, backlink
tersebut juga harus berasal dari website atau blog berkualitas, bukan blog atau website
berkualitas rendah.
8. Kecepatan Website
Kecepatan loading website memegang peranan penting dalam SEO Anda. Sejak
2018, Google menetapkan kecepatan loading website (di desktop dan perangkat mobile)
sebagai salah satu indikator utama SEO. Semakin cepat loading website, semakin besar
kemungkinan untuk mendapatkan ranking lebih tinggi di hasil pencarian Google.
Jenis-Jenis SEO
Terdapat dua jenis SEO, yaitu SEO on page dan SEO off page. Keduanya sama-sama penting
dan saling berkaitan. Jadi Anda harus menerapkan keduanya untuk praktik SEO di website
Anda makin optimal.
SEO On page
Apa itu SEO on page? SEO on page adalah langkah-langkah optimasi SEO yang dilakukan di
dalam website Anda. Beberapa langkah optimasi SEO on page meliputi: permalink, judul
konten, struktur konten, penggunaan heading, kecepatan website, tema responsif, hingga
internal linking.
SEO on page adalah praktik optimasi SEO yang dilakukan pada konten yang diterbitkan.
Langkah optimasi on page SEO fokus pada faktor-faktor yang ada dalam konten. Secara
sederhana, on page SEO dapat diartikan sebagai langkah optimasi meningkatkan kualitas
konten agar mudah dibaca dan dipahami pembaca website atau blog.
Tidak hanya itu, on page SEO yang dioptimasi dengan baik juga akan memudahkan mesin
pencari untuk memahami konteks konten dan relevansi website Anda dengan kata kunci yang
dicari.
Setidaknya terdapat 15 cara optimasi on page SEO yang perlu Anda lakukan. Dari mengubah
permalink menjadi sederhana hingga mengganti pengaturan link menjadi open in new tab.
Apa saja langkah-langkahnya? Simak penjelasannya di bawah ini!
Permalink sederhana merupakan salah satu indikator utama SEO 2019. Permalink yang
sederhana akan memudahkan mesin pencari untuk mengenali topik yang Anda bahas.
Idealnya permalink cukup mengandung focus keyword yang Anda targetkan saja.
Misalnya, Anda menargetkan kata kunci jam tangan pria. Permalink yang ideal untuk
konten tersebut adalah seperti ini:
[Link]/jam-tangan-pria
[Link]/2019/05/judulartikel
Jadi Anda perlu mengubahnya secara mandiri. Tenang, cara mengubah struktur permalink ini
cukup mudah. Anda hanya perlu membuka dashboard WordPress lalu klik Settings >
Permalink. Setelah itu, pilih struktur permalink Post Name dan klik Save.
Selesai! Kini struktur permalink website Anda sudah jadi sederhana dan mudah dikenali
Google.
Ketika orang-orang mencari sebuah kata kunci di Google, mereka hanya bisa melihat judul
dan deskripsi singkat konten Anda di hasil pencarian. Jadi Anda perlu membuat judul
semenarik mungkin agar orang langsung tertarik membaca konten Anda.
Anda bisa menambahkan angka atau kata sifat untuk membuat judul konten lebih menarik.
Menurut Content Marketing Institute, judul dengan angka menghasilkan performa 45 persen
lebih baik dibanding judul tanpa angka. Sebagai contoh:
Walaupun begitu, tidak semua konten Anda cocok untuk menggunakan angka pada judulnya.
Tentu Anda tidak harus saklek selalu menggunakan angka dalam judul. Ada banyak variasi
judul lainnya yang juga bisa menarik perhatian pembaca.
Konten yang berisi teks saja tentu sangat membosankan bagi pembaca. Selain membosankan,
konten tanpa media visual apa pun juga akan melelahkan untuk dibaca. Jadi pastikan untuk
menambahkan setidaknya satu atau dua gambar pada setiap konten Anda.
Lebih baik lagi jika Anda menambahkan media visual seperti video. Menurut Vidyard,
artikel dengan video punya kesempatan 53 kali lebih besar untuk muncul di halaman pertama
hasil pencarian Google dibanding artikel tanpa video.
4. Optimasi Gambar
Di poin ketiga, kami merekomendasikan untuk menambahkan gambar di konten Anda. Agar
gambar yang Anda tambahkan bisa meningkatkan kualitas SEO on page, ada beberapa hal
yang perlu Anda perhatikan.
Pertama, pastikan ukuran gambar tidak terlalu besar. Gambar berukuran besar hanya akan
memperlambat loading website. Oleh karena itu, Anda perlu memperkecil ukuran gambar.
Setidaknya ukuran satu gambar tidak lebih dari 100KB.
Anda bisa memanfaatkan layanan kompres gambar seperti TinyPNG, ILoveIMG, Trimage,
Kraken, dan OptiPNG. Layanan-layanan tersebut akan membantu Anda mengecilkan ukuran
gambar tanpa mengurangi kualitasnya.
Kedua, berikan nama file sesuai dengan focus keyword yang Anda targetkan. Nama file yang
sesuai dengan focus keyword bisa membantu gambar tersebut untuk muncul di Google Image
Search.
Ketiga, ubah alt text sesuai focus keyword. Alt text atau alternative text berfungsi untuk
membantu Google mengidentifikasi topik yang Anda bahas di konten. Selain itu, alt text yang
tepat juga memudahkan gambar untuk muncul di hasil pencarian gambar.
Untuk mengubah alt text, klik gambar kemudian di samping kanan Anda akan melihat
pengaturan seperti ini. Ubah alt text sesuai focus keyword yang Anda targetkan. Jika ada
beberapa gambar di sebuah konten, Anda bisa memodifikasi alt text dengan keyword turunan
atau LSI-nya.
Untuk memudahkan pengunjung dalam membaca konten, Anda perlu membuat struktur
konten yang jelas dan mudah dipahami. Salah satu cara membuat struktur konten yang mudah
dipahami adalah dengan memanfaatkan heading dan subheading.
Heading dan subheading berfungsi untuk memecah artikel Anda menjadi beberapa bagian.
Sederhananya, heading dan subheading adalah bab dan subbab seperti di buku. Dengan
adanya heading dan subheading, pembaca akan lebih mudah menemukan poin-poin penting
yang mereka butuhkan.
Selain itu, heading dan subheading juga membantu mesin pencari untuk memahami konten
Anda. Heading memudahkan search engine bot untuk melakukan crawling di konten dan
melihatnya sebagai pokok bahasan konten.
Selain judul, paragraf pertama juga harus memberikan kesan pertama yang baik pada
pembaca. Anda harus to the point mengenai apa yang akan Anda sampaikan di konten
tersebut. Jadi sebaiknya, letakkan focus keyword di 100 kata pertama jika memungkinkan.
Walaupun begitu, tidak semua focus keyword cocok untuk diletakkan pada 100 kata pertama.
Jika memang tidak memungkinkan, Anda tidak perlu memaksakan untuk meletakkan focus
keyword di paragraf pertama. Dengan catatan, Anda membuat paragraf pertama yang menarik
dan jelas sehingga pembaca langsung tahu apa yang akan Anda bahas di artikel tersebut.
Yang dimaksud dengan tema responsif adalah tema yang kompatibel dengan perangkat apa
pun. Baik dibuka di perangkat desktop, tablet, maupun perangkat mobile, website Anda tetap
berjalan dengan baik dan responsif.
Sayangnya tidak semua tema WordPress responsif. Jadi Anda harus teliti sebelum memilih
tema untuk website Anda. Pastikan tema yang Anda pilih responsif di semua perangkat,
terutama perangkat mobile.
Terlebih lagi, Google kini telah menerapkan mobile first indexing yang menuntut pemilik
website untuk membuat website yang mobile friendly. Dengan Google Mobile First Index,
kini Google menilai performa website melalui website versi mobile. Jika website versi mobile
Anda menghasilkan performa yang buruk, kemungkinan besar akan berpengaruh buruk pada
kualitas SEO website keseluruhan.
Ketika membuat konten, usahakan setidaknya ada satu link ke website lain atau outbound
link. Namun, bukan website asal-asalan, ya. Pastikan website yang Anda jadikan sumber
rujukan punya reputasi yang baik.
Outbound link berfungsi untuk menunjukkan bahwa konten yang Anda buat punya sumber
yang kredibel. Dengan link yang mengarah ke sumber rujukan yang sesuai, konten Anda juga
dianggap punya topik yang sama dengan website rujukan tersebut.
Tidak hanya outbound link, Anda juga perlu memaksimalkan internal link. Internal link
adalah link yang mengarah ke konten lain di website Anda. Jenis tautan ini penting untuk
memudahkan pembaca berpindah dari satu konten ke konten lainnya di website Anda.
Selain itu, internal link juga membantu mesin pencari untuk memahami konteks dan
hubungan antar halaman dalam website. Google mengutamakan website yang kontennya
saling berhubungan. Dan melalui internal link, Anda bisa menunjukkan keterhubungan antar
konten di website Anda.
10. Tingkatkan Kecepatan Website
Loading website lambat hanya akan membuat pengunjung frustasi lalu meninggalkan website
Anda. Semakin banyak yang meninggalkan website Anda, semakin tinggi pula bounce rate-
nya. Bounce rate yang tinggi tentu akan berpengaruh buruk pada kualitas SEO Anda.
Jika kecepatan loading website Anda masih di atas 5 detik, Anda harus mulai waspada. Sebab
menurut riset Google, 53 persen pengunjung meninggalkan website yang loading-nya lebih
dari 3 detik.
Anda memang perlu mengulang focus keyword beberapa kali dalam satu konten. Namun,
bukan berarti Anda bisa mengulangnya secara berlebihan. Mengulang kata kunci secara
berlebihan hanya akan membuat Google menganggap konten Anda sebagai spam.
Untuk menyiasatinya, Anda bisa memanfaatkan LSI keyword. LSI keyword adalah kata kunci
yang masih punya makna mirip dengan keyword yang Anda targetkan.
Mengapa Anda perlu menggunakan LSI keyword? Karena kata kunci yang diberikan keyword
tool biasanya adalah hasil penyeragaman dari beberapa kata kunci yang mirip. Akibatnya
variasi kata kunci yang diberikan terbatas.
Padahal tidak semua orang menggunakan satu kunci yang sama persis. Realitanya orang-
orang menggunakan berbagai variasi kata kunci untuk mencari sebuah topik. Nah, variasi
kata kunci itulah yang disebut dengan LSI keyword. Untuk menemukan LSI keyword, Anda
bisa menggunakan layanan seperti LSIGraph atau LSIKeywords.
Untuk hasil optimasi yang maksimal, Anda juga dapat menyisipkan LSI ke dalam meta
description.
Walaupun share di media sosial tidak berpengaruh secara langsung ke kualitas SEO, Anda
tidak bisa mengabaikannya. Media sosial bisa membantu Anda menjangkau dan membangun
audiens baru di berbagai platform.
Apalagi masyarakat Indonesia dikenal aktif di media sosial. Berdasarkan penelitian APJII
2017, 87 persen pengguna internet Indonesia memanfaatkan internet untuk membuka media
sosial. Harapannya pembaca Anda akan membagikan konten Anda ke teman-teman dan
followers-nya di media sosial.
Agar pembaca bisa membagikan konten dengan mudah, Anda perlu menambahkan tombol
share di semua konten website Anda. Dengan begitu, mereka hanya perlu menekan tombol
share dan otomatis berbagi konten di media sosial pilihannya.
Jumlah kata dalam konten juga menjadi salah satu indikator SEO on page yang perlu Anda
perhatikan.
Tidak ada angka pasti berapa jumlah kata yang harus ada dalam konten. Sebab penentuan
jumlah kata selalu berbeda tergantung kata kunci yang ditargetkan dan konten kompetitor.
Bisa saja Anda perlu membuat konten 800 kata untuk keyword A, sedangkan untuk keyword
B, Anda harus membuat konten 2000 kata.
Anda perlu mengukur berapa panjang konten yang harus Anda buat. Caranya adalah dengan
melihat jumlah kata konten kompetitor. Setidaknya lihat jumlah kata konten yang ada di
peringkat tiga teratas hasil pencarian. Setelah itu, buat konten yang jumlah katanya sama atau
lebih dari kompetitor.
Selain jumlah kata, hal lain yang harus diperhatikan ketika membuat konten adalah
kualitasnya itu sendiri. Tanpa kualitas yang baik, sebanyak apa pun jumlah kata yang Anda
tuliskan, akan sulit untuk memenangkan persaingan di hasil pencarian Google.
Konten harus menjawab pertanyaan pembaca. Ketika mereka mengetikkan sebuah kata kunci
di mesin pencari, yang mereka harapkan adalah jawaban. Jadi pastikan untuk memberikan
informasi yang relevan sesuai kebutuhan pencari.
Mungkin membuka link di tab baru terlihat sepele, tapi bisa meningkatkan kualitas
pengalaman pengunjung website Anda. Bayangkan, jika ada tiga atau empat link di satu
artikel, pembaca perlu menekan tombol back berulang kali untuk kembali ke konten pertama.
Selain melelahkan bagi pembaca, membuka link di tab yang sama juga dikhawatirkan akan
meningkatkan bounce rate.
Sayangnya, WordPress secara otomatis mengatur pembaca untuk membuka link di tab yang
sama. Jadi Anda perlu mengubah pengaturan ini secara mandiri. Tak perlu khawatir karena
caranya sangat mudah.
Anda bisa memodifikasi pengaturan link menjadi open in new tab di editor WordPress
seperti ini:
Kekurangan dari cara di atas adalah Anda perlu memodifikasi pengaturan link setiap
memasukkan link di konten. Apabila ingin cara otomatis, Anda bisa menggunakan bantuan
plugin WP External Links.
Penutup
Optimasi on page SEO bukanlah hal sulit. Dengan menerapkan 15 langkah di atas, Anda
sudah meningkatkan kualitas on page SEO dengan baik. Setelah melakukan optimasi pada on
page, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah optimasi off page SEO.
Berbeda dari SEO on page, SEO off page adalah sejumlah langkah optimasi SEO yang
dilakukan di luar website Anda. Jadi mengoptimasi konten dan website Anda saja belum
cukup. Ada banyak faktor di luar website yang bisa berpengaruh terhadap kualitas SEO
Anda.
Salah satu faktor di luar website yang cukup mempengaruhi kualitas SEO adalah backlink
atau inbound link. Backlink menjadi indikator bahwa konten Anda menjadi rujukan website
lain. Semakin banyak website berkualitas yang merujuk ke konten Anda, semakin baik.
Google menilai website Anda sebagai website yang kredibel dan meningkatkan peluang
untuk naik peringkat.
SEO off page adalah langkah optimasi SEO yang dilakukan di luar konten atau website. Jika
di SEO on page Anda hanya berkutat pada faktor-faktor SEO internal website, SEO off page
menuntut Anda untuk mengoptimasinya dari faktor-faktor eksternal. Faktor eksternal yang
dimaksud di sini adalah dari inbound link/backlink hingga share di media sosial.
Salah satu kesalahpahaman soal SEO off page yang paling umum adalah SEO off page hanya
membahas soal link building. Padahal SEO off page jauh lebih luas dari itu. Link building
memang faktor terpenting dalam SEO off page, tapi bukan satu-satunya. Ada berbagai
langkah optimasi SEO off page dan kami akan menjelaskannya masing-masing secara
lengkap di bawah ini.
Setidaknya ada enam cara untuk mengoptimasi SEO off page. Keenam cara tersebut adalah:
1. Link building
2. Listing Bisnis
3. Brand Mention di Media Online
4. Google Bisnisku
5. Review
6. Share di Media Sosial
1. Link building
Bicara soal SEO off page memang tidak pernah bisa lepas dari link building. Link building
merupakan faktor terpenting dalam SEO off page. Mengapa link menjadi faktor terpenting
dalam SEO off page?
Sebab Google menggunakan algoritma bernama Page Rank. Page Rank adalah algoritma
yang menilai kuantitas dan kualitas backlink yang ada di sebuah website. Beberapa
profesional SEO mengatakan Page Rank sudah kedaluwarsa. Namun, faktanya Google
mengonfirmasi bahwa Page Rank masih menjadi faktor penilaian Google.
Oleh karena itu, Anda perlu mendapatkan backlink/inbound link berkualitas untuk
memperkuat SEO off page website Anda. Nah, dalam melakukan link building apa saja
faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan? Setidaknya ada lima faktor yang perlu
diperhatikan. Berikut penjelasannya:
Setiap link punya kualitas berbeda. Kualitas link dari website A berbeda dari link dari
website B. Bahkan link dari halaman 1 di website A dan halaman 2 di website A juga punya
kualitas yang berbeda.
Kualitas link tersebut diukur dengan skala Domain Authority dan Page Authority. Domain
Authority adalah kualitas profil backlink di sebuah domain secara keseluruhan. Domain
Authority diukur dengan skala 1 sampai 100. Semakin tinggi angkanya, semakin bagus juga
kualitas link dari domain tersebut.
Di sisi lain, Page Authority adalah kualitas link di sebuah halaman tertentu. Page Authority
dihitung dengan skala 1 sampai 100. Semakin tinggi angkanya, semakin bagus juga kualitas
link yang diberikan halaman tersebut.
Anda perlu menggunakan aplikasi seperti Moz atau Ahrefs untuk mengetahui kualitas link
sebuah website. Moz dan Ahrefs sama-sama merupakan aplikasi berbayar sehingga Anda
perlu mengeluarkan sedikit biaya untuk menggunakannya. Harga paket termurahnya adalah
99 US Dollar per bulan.
Walaupun begitu, Anda bisa menggunakan versi trial dari Moz. Dengan versi trial, Anda
punya kesempatan untuk mengecek kualitas link maksimal 10 kali. Ahrefs juga menyediakan
versi trial selama tujuh hari dengan harga 7 US Dollar.
Ahrefs menggunakan nama metrik berbeda, yaitu URL Rating (UR) dan Domain Rating
(DR). Namun, cara kerjanya hampir sama dengan PA dan DA. UR untuk mengukur kualitas
link di halaman spesifik, sedangkan DR berfungsi mengukur kualitas link di domain secara
keseluruhan.
Nah, ketika akan melakukan guest posting atau bekerjasama dengan pemilik website, Anda
perlu mempertimbangkan kualitas UR/PA dan DA/DR mereka. Dengan begitu, Anda bisa
membangun link yang berkualitas untuk website Anda.
1.2. Dofollow dan Nofollow
Tidak semua link dideteksi oleh Google. Google hanya mendeteksi link yang bersifat
dofollow. Apa itu dofollow? Dofollow adalah link yang dideteksi oleh bot Google sehingga
bisa meningkatkan kualitas authority sebuah website. Secara default, link di sebuah website
biasanya sudah diatur sebagai dofollow.
Sebaliknya, nofollow link disertai dengan nofollow tag yang memberikan sinyal kepada
Google untuk tidak mendeteksi link tersebut. Jadi link yang bersifat nofollow tidak akan
berpengaruh pada kualitas authority website Anda.
Bagaimana cara mengetahui mana link dofollow dan mana link nofollow? Caranya cukup
mudah. Anda hanya perlu memasang ekstensi Chrome NoFollow. Ekstensi Chrome yang satu
ini akan memberikan highlight pada tautan-tautan yang bersifat nofollow.
Lalu jenis link mana yang bagus untuk website Anda? Sebenarnya, ini tergantung tujuan
Anda. Jika tujuan Anda adalah meningkatkan authority website, sebaiknya usahakan untuk
mendapatkan kerjasama link yang bersifat dofollow.
Berbeda jika fokus Anda hanya trafik. Tautan bersifat nofollow tetap memberikan kontribusi
untuk website Anda, yaitu berupa trafik. Namun, link nofollow tidak akan berpengaruh apa
pun terhadap kualitas authority website.
Anchor text adalah teks berisi link yang bisa diklik pengunjung website. Google menyatakan
salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pencarian adalah anchor text. Link dengan
anchor text yang sama persis dengan kata kunci yang ditargetkan menghasilkan kualitas
pencarian lebih baik dibanding yang tidak.
Anda memang tidak bisa selalu mengontrol anchor text di link website lain, kecuali Anda
memintanya secara spesifik kepada pemilik website. Walaupun begitu, Anda juga perlu
berhati-hati. Sebab terlalu banyak inbound link/backlink dengan anchor text yang sama persis
bisa mengakibatkan penalti Google.
1.4. Relevansi
Relevansi juga menjadi faktor penting yang harus Anda perhatikan ketika membangun
backlink. Usahakan untuk mendapatkan backlink dari website yang masih satu niche dengan
website Anda.
Misalnya, website Anda berada di niche kuliner maka sebaiknya Anda mendapatkan backlink
dari website yang membahas tema serupa. Begitu juga dengan niche lainnya. Mendapatkan
inbound link/backlink dari niche yang sama punya nilai lebih dibanding backlink dari niche
berbeda.
1.5. Trafik
Faktor terakhir yang perlu diperhatikan ketika membangun backlink adalah trafik. Semakin
tinggi trafik sumber backlink, semakin besar juga kemungkinan Anda kebanjiran trafik dari
link di website tersebut. Sebab kemungkinan link menuju website Anda untuk diklik semakin
besar.
Idealnya, Anda perlu mendapatkan backlink dari website dengan authority bagus,
memberikan link dofollow, menggunakan anchor text yang sesuai, relevan dengan website
Anda, dan trafik yang tinggi. Sayangnya, belum tentu semua website menyediakan lima hal
tersebut. Ada beberapa yang hanya memiliki dua dari tiga hal tersebut atau bahkan hanya
satu.
Di sinilah tugas Anda, yaitu memilah faktor mana yang perlu diprioritaskan. Jika tujuannya
untuk membangun authority website Anda, PA/UR dan DA/DR bisa diprioritaskan. Namun,
jika membutuhkan trafik besar saja, Anda perlu memprioritaskan trafik dibanding authority
website.
2. Listing Bisnis
Terdaftar di listing bisnis online juga akan membantu SEO off page Anda. Ada beberapa
listing bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Beberapa di antaranya adalah Trip Advisor,
Zomato, dan GrabFood.
Trip Advisor adalah situs Review yang menampung listing bisnis di bidang penginapan,
tempat rekreasi, hingga restoran. Sedangkan GrabFood dan Zomato dikhususkan hanya untuk
restoran.
GrabFood sebenarnya bukan situs Review seperti Zomato. Akan tetapi, jika mendaftar
sebagai merchant GrabFood, bisnis Anda akan mendapatkan satu halaman khusus di
websitenya. Tentunya ini bisa bermanfaat untuk SEO off page Anda.
Biasanya setelah melakukan sebuah kampanye atau kegiatan tertentu, bisnis Anda bisa
mendapatkan brand mention dari media online. Salah satu contohnya, setelah Niagahoster
menjalankan kampanye #TrashTag awal 2019, MIX Indonesia menyebutkan brand
Niagahoster di salah satu artikelnya.
Apakah penyebutan brand tanpa link ke website seperti di atas bisa berpengaruh terhadap
SEO off page? Apakah Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penyebutan nama tanpa link
ke website?
Jika bicara soal keuntungan, tentu Anda tetap mendapatkan keuntungan ketika nama bisnis
Anda disebutkan oleh media online. Dengan begitu, pembaca media online tersebut semakin
familiar dengan website Anda.
Akan tetapi jika dilihat dari kacamata SEO off page, penyebutan nama tanpa link tidak terlalu
memberikan efek besar. Sebab hal tersebut tidak bisa berkontribusi pada authority Anda
maupun trafik.
Walaupun begitu, jangan kecewa dulu. Sebab dengan adanya brand mention, artinya media
online tersebut sudah familiar dengan bisnis Anda. Anda bisa menghubungi media online
tersebut dan meminta mereka untuk menambahkan link ke website Anda di artikel mereka.
4. Google Bisnisku
Google Bisnisku adalah layanan listing bisnis gratis dari Google. Siapa pun yang punya
bisnis, bisa mendaftarkan bisnisnya di Google Bisnisku. Google Bisnisku ternyata bermanfaat
untuk meningkatkan kualitas SEO off page Anda, terutama untuk SEO lokal.
Dengan mendaftar Google Bisnisku, bisnis Anda akan semakin mudah muncul di hasil
pencarian lokal. Selain itu, bisnis Anda juga akan muncul di Google Maps. Ditambah lagi,
bisnis Anda juga punya kesempatan semakin besar untuk muncul di kotak snack pack hasil
pencarian Google.
5. Review
Review mengenai produk dan bisnis Anda juga punya pengaruh cukup penting terhadap SEO
off page. Laporan dari Moz menunjukkan bahwa Review menjadi faktor penting ketujuh pada
SEO lokal.
Review yang dimaksud di sini tidak hanya dari Review Google Bisnisku, tetapi juga dari
situs-situs Review lainnya. Semakin positif Review yang diberikan, semakin besar pula
perannya terhadap SEO off page website Anda.
Sayangnya, pelanggan seringkali malas untuk memberikan Review produk. Untuk mengatasi
hal itu, Anda bisa mengadakan giveaway agar pelanggan termotivasi menuliskan Review
produk Anda. Anda bisa mengarahkan mereka untuk Review di blog masing-masing, di akun
Google Bisnisku, atau di situs Review tertentu.
Google secara resmi menyatakan bahwa share di media sosial bukan termasuk faktor
ranking dan tidak berpengaruh pada SEO secara langsung. Salah satu dugaan alasan share di
media sosial tidak dimasukkan sebagai faktor ranking adalah terlalu mudah dimanipulasi.
Anda bisa mendapatkan ribuan like dan share dengan harga terjangkau.
Lalu mengapa share di media sosial masih kami masukkan sebagai salah satu langkah SEO
off page? Sebab share di media sosial yang asli (bukan dari hasil membeli) tetap punya
pengaruh secara tidak langsung ke SEO off page.
Semakin banyak yang membagikan konten Anda di media sosial, semakin besar pula
kemungkinan untuk menjangkau orang-orang untuk membaca konten Anda. Dengan begitu
potensi konten Anda untuk dibicarakan, dibagikan kembali, atau bahkan dirujuk di
website/blog/media online semakin besar. Oleh karena itu, share media sosial tetap penting
untuk SEO off page meskipun tidak secara langsung.
Penutup
SEO off page memang cenderung lebih sulit dibanding SEO on page. Sebab sebagian besar
faktor SEO off page tidak bisa Anda kontrol sepenuhnya. Namun, semua kerja keras itu akan
terbayar ketika authority dan trafik Anda meningkat setelah menerapkan semua langkah
optimasi SEO off page.
Namun, sebelum mulai menerapkan SEO off page, pastikan Anda sudah tuntas dalam
mengoptimasi website dari sisi on page. Mengapa ini penting? Sebab tanpa kualitas SEO on
page yang bagus, website-website lain akan enggan untuk merujuk ke website Anda.
Akibatnya, potensi mendapatkan inbound link/backlink ke website Anda pun semakin kecil.
Jadi benahi SEO on page secara tuntas terlebih dahulu, baru Anda bisa menerapkan SEO off
page dengan maksimal.
SEO bukan jadi pilihan lagi, melainkan kewajiban untuk semua website. Mengapa langkah
optimasi ini begitu penting? Apa manfaatnya untuk website Anda?
Kini orang-orang bisa mendapatkan informasi hanya dengan satu klik saja, yaitu dengan
mesin pencari. Di Indonesia sendiri, 75 persen pengguna internet sudah terbiasa
menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari berbagai macam informasi, dari
informasi harga, berita, informasi kesehatan, hingga informasi politik.
Muncul di hasil pencarian Google saja tidak cukup. Jika konten Anda hanya muncul di
halaman kedua, ketiga, atau bahkan di atasnya, kemungkinan untuk mendapatkan trafik lebih
kecil. Konten Anda setidaknya harus muncul di halaman pertama!
Menurut Infront Webworks, 91,5 persen trafik didominasi oleh website yang muncul di
halaman pertama hasil pencarian Google. Lebih detail lagi, 91,5 persen trafik tersebut
didominasi oleh tiga posisi teratas. Secara berurutan, posisi pertama, kedua, dan ketiga
masing-masing mendapatkan trafik sebesar 29,6 persen, 13,1 persen, dan 9,2 persen
Dengan menerapkan langkah optimasi SEO, website Anda bakal lebih mudah ditemukan dari
berbagai kata kunci. Anda bisa menjangkau lebih banyak audiens menggunakan berbagai
macam kata kunci yang berhubungan dengan topik utama Anda.
Misalnya, topik utama website/blog Anda adalah olahraga. Ada banyak kata kunci berkaitan
dengan olahraga yang bisa Anda targetkan. Anda bisa membahas tentang sepak bola, basket,
voli, bulu tangkis, dan topik-topik lain yang masih berkaitan dengan olahraga.
Salah satu alasan mengapa SEO begitu penting untuk bisnis adalah kemudahan untuk
konversi (conversion). Pengunjung yang datang secara organik cenderung lebih mudah
dikonversi menjadi leads atau pelanggan. Berdasarkan data SimilarWeb, trafik organik 10
kali lebih mudah dikonversi dibandingkan trafik dari media sosial.
Demikian penjelasan mengenai apa itu SEO serta cara kerja, indikator, dan manfaatnya.
Harapannya dengan membaca artikel ini Anda sudah paham dasar-dasar SEO, dari pengertian
SEO hingga faktor-faktor utama yang mempengaruhinya.