0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Pengaruh Sistem Informasi pada Laporan Keuangan

Diunggah oleh

Lisna Wati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Pengaruh Sistem Informasi pada Laporan Keuangan

Diunggah oleh

Lisna Wati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting

Volume 7 Nomor 1, Juli-Desember 2023


e-ISSN : 2597-5234

PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN


DAERAH, PENGENDALIAN INTERNAL DAN PEMANFAATAN
TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALIATAS LAPORAN
KEUANGAN
(Studi Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah Kabupaten Jember)

THE EFFECT OF IMPLEMENTING LOCAL GOVERNMENT INFORMATION


SYSTEMS, INTERNAL CONTROL AND THE USE OF INFORMATION
TECHNOLOGY ON THE QUALITY OF FINANCIAL REPORT
(Study On Regional Financial and Asset Management Bodies in Jember District)

April Dwi Wulandari1, Anik Yuliati2


Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur1,2
19013010058@[Link].id1 , [Link]@[Link].id2

ABSTRACT
The purpose of this study is to determine and test emprirically the effect of the application
of Regional Government Information Systems, Internal Control and Utilization of
Information Technology on the quality of financial reports of the Regional Financial and
Asset Management Agency (BPKAD) of Jember Regency. This research uses a
quantitative approach, using primary data through questionnaires. The subjects of this
study are employees who carry out accounting or financial administration functions who
have worked for 2 years with a minimum of high school education in all majors. The
sample in this study used no-probability sampling with a purposive sampling technique
with a total of 45 samples that met the criteria. The analysis technique in this study used
multiple linear regression analysis with assistance sofware IBM SPSS Statistics 26. The
results of this study indicated that (1) the application of the Regional Government
Information System has a significant positive effect on the quality of financial reports at
the BPKAD of Jember Regency. (2) Internal control has a significant positive effect on
the quality of financial reports at BPKAD Jember Regency. (3) Utilization of information
technology has a significant positive effect on the quality of financial reports at BPKAD
Jember Regency.
Keywords: Regional Government Information System, Internal Control, Utilization of
Information Technology, Quality of Financial Reports

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris pengaruh
penerapan Sistem Informasi pemerintahan Daerah, Pengendalian Internal dan
Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap kualitas laporan keuangan Badan pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Subjek
penelitian ini yaitu pegawai yang melaksanakan fungsi akuntansi atau tata usaha
keuangan yang telah bekerja selama 2 tahun dengan pendidikan terakhir minimal SMA
semua jurusan. Sampel pada penelitian ini menggunakan noprobability sampling dengan
teknik purposive sampling dengan total 45 sampel yang memenuhi kriteria. Teknik

637
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan
bantuan sofware IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
penerapan Sistem Informasi Peerintahan Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan pada BPKAD Kabupaten Jember. (2) Pengendalian Internal
berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada BPKAD
Kabupaten Jember. (3) Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan pada BPKAD Kabupaten Jember.
Kata Kunci: Sistem Informasi Pemerintahan daerah, Pengendalian Internal,
Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kualitas Laporan Keuangan

PENDAHULUAN para pengguna dalam membuat dan


Indonesia memiliki tiga sektor mengevaluasi keputusan mengenai
penting dalam perekonomian, yaitu alokasi sumber daya. Pemerintah daerah
sektor publik, swasta, dan koperasi. wajib menyusun laporan keuangan
Perkembangan dalam sektor publik tidak sebagai bentuk pertanggung jawaban
bisa dilepaskan dari peran pemerintah pelaksanaan APBD keuangan daerah,
dimana pemerintah merupakan entitas pemerintah wajib menyusun dan
sektor publik yang besar dan dominan. menyajikan laporan keuangan yang
Perkembangan akuntansi sektor publik memuat informasi keuangan yang
di Indonesia saat ini semakin pesat berkualitas.
seiring dengan adanya era revolusi Dalam rangka penyelenggaraan
industry 4.0. Peran Akuntansi sektor pemerintah daerah memerlukan adanya
publik di Indonesia sangat berpengaruh suatu sistem yang dapat memberikan
dalam menunjang keberhasilan kemudahan, yaitu sistem yang dapat
operasional pemerintah, maka dalam mengolah data-data dan menghasilkan
rangka meningkatkan kinerja pemerintah informasi secara tepat, jelas, dan
terus melakukan berbagai perbaikan terstruktur. Pemerintah mengembangkan
untuk meningkatkan pelaporan sistem informasi keuangan yang
pengelolaan keuangan. Memasuki era mempunyai kekuatan fitur yang handal
Revolusi Industry 4.0 saat ini, dari sisi kelengkapan fungsionalitas dan
akuntabilitas dalam segi kinerja maupun juga mempunyai integrasi yang tinggi
penyajian pelaporan keuangan dengan sistem-sistem lainnya yang
merupakan hal yang sangat penting terkait. Oleh karena itu, dalam rangka
dalam pelaksanaan pemerintahan mengimplementasikan perundang-
daerah. Akuntabilitas merupakan salah undangan di bidang keuangan negara
satu elemen dari manajemen keuangan terutama pada instansi pemerintah di
daerah yang dibutuhkan dalam rangka daerah telah mengeluarkan aturan
mengontrol kebijakan keuangan daerah pelaksanaan salah satunya dalam bentuk
(Oktaviani & Sari, 2020). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
Menurut (Mulia, 2019) Laporan 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi
keuangan adalah catatan informasi suatu Pemerintahan Daerah.
entitas pada suatu periode akuntansi Sistem Informasi Pemerintahan
yang dapat digunakan untuk Daerah merupakan sistem informasi
menggambarkan kinerja entitas tersebut. yang memuat perencanaan
Dalam menyajikan laporan keuangan pembangunan daerah, keuangan daerah,
pemerintah harus menyajikan suatu serta pembinaan dan pengawasan
entitas pelaporan yang bermanfaat bagi pemerintahan daerah (Nasution & [Link],

638
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

2021). SIPD berfungsi juga sebagai Tabel 1. Kelompok Temuan SPI


No. Sub Kelompok Temuan Jumlah kasus
jejaring dalam pengumpulan data secara Kelemahan Sistem Pengendalian Internal
nyata dan cepat dengan menggunakan 1. Kelemahan sitem pengendalian 1.637 (31%)
akuntansi dan pelaporan
teknologi informasi, sebagai dukungan 2. Kelemahan sistem 2.791 (52%)
dalam perencanaan program dan pengendalian pelaksanaan
kegiatan serta evaluasi pembangunan anggaran pendapatan dan
belanja
daerah secara rasional, efektif dan 3. Kelemahan struktur 938 (17%)
efisien. Penerapan Sistem Informasi pengendalian intern
Jumlah 5.366
Pemerintah Daerah merupakan salah Sumber: Ikhtisar hasil Pemeriksaan
satu bentuk pemanfaatan teknologi Semester (IHPS) 1 Tahun (2022)
Informasi diimplementasikan sebagai
alat manajemen keuangan berupa sistem Berdasarkan tabel 1 disajikan
informasi yang terkomputerisasi bagi jumlah kasus tiap-tiap sub kelompok
pemerintah daerah. temuan. Kelemahan sistem pengendalian
intern pemerintah dapat menyebabkan
Sistem Pengendalian Intern kesalahan pencatatan dan penyimpangan
Pemerintah (SPIP) yang memadai juga dalam pelaporan keuangan. Masih
sangat diperlukan untuk memperoleh ditemukannya penyimpangan dalam
kualitas laporan keuangan yang baik. pemeriksaan laporan keuangan
Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 menunjukkan bahwa laporan keuangan
tahun 2008 menjelaskan definisi Sistem pemerintah daerah belum memenuhi
Pengendalian Internal adalah proses karakteristik yang disyaratkan yaitu,
yang integral pada tindakan dan kegiatan keterandalan. Berdasarkan fakta terjadi
yang dilakukan secara terus menerus dilapangan menunjukkan bahwa hasil
oleh pimpinan dan seluruh pegawai pemeriksaan audit Badan Pemeriksaan
untuk memberikan keyakinan memadai Kauangan (BPK) atas 541 LKPD tahun
atas tercapainya tujuan organisasi 2021 yang dilaporkan dalam IHPS 1
melalui kegiatan yang efektif dan efisien, Tahun 2022 menemukan adanya 5.366
keandalan pelaporan keuangan, kasus tentang kelemahan Sistem
pengamanan aset negara dan ketaatan Pengendalian Internal (SPI) pada
terhadap peraturan perundang- pengelolaan keuangan pemerintah
undangan. Pengendalian Intern sangat daerah. Dari hasil evaluasi yang telah
penting guna meningkatkan kualitas dilakukan oleh Badan Pemeriksaan
laporan keuangan, oleh karena itu keuangan republik Indonesia (BPKRI)
Pemerintah meningkatkan lagi atas sistem pengendalian internal (SPI)
penerapan sistem pengendalian intern kementrian/lembaga pemerintahan
dan sebaiknya pemerintah juga daerah yang dinilai masih lemah
melakukan pengkajian ulang mengenai sehingga terungkap adanya kasus-kasus
sistem pengendalian intern pemerintah kelemahan pengendalian internal yang
yang diterapkan tersebut karena akan meliputi kelemahan sistem pengendalian
berdampak pada kualitas informasi pada akuntansi dan pelaporan,
dalam laporan keuangan, penerapan kelemahan sistem pengendalian internal
sistem pengendalian intern ini juga akan yang digunakan untuk pelaksanaan
berdampak pada kualitas laporan anggaran pendapatan dan belanja, dan
keuangan. kelemahan pada struktur pengendalian
intern.

639
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Tabel 2. Perkembangan Kualitas Laporan dan pencatatan aset tetap dinilai


keuangan Kabuaten Jember 2017-2021 belum memadai, kekurangan volume
dan mutu pekerjaan belanja modal,
No. LKPD Kualitas Laporan Keuangan
serta realisasi belanja tak terduga TA
(Tahun)
2020 belum diakui bukti
1. 2017 Laporan keuangan telah disajikan
pertanggungjawabannya.
secara wajar dalam semua hal yang
material, laporan keuangan disajikan Sumber: BPK Jatim, 2023
sesuai dengan prinsip akuntansi yang Berdasarkan tabel 2 pelaporan
berlaku, penyajiannya sudah
konsisten dan bebas dari salah saji keuangan pemerintah di Kabupaten
material. Jember merupakan suatu hal yang
2. 2018 BPK menemukan adanya kelemahan
pengendalian dan ketidakpatuhan menarik untuk dikaji lebih lanjut. Dari
terhadap peraturan perundang- laporan keuangan yang disusun oleh
undangan yang berdampak terhadap
kewajaran penyajian LKPD. pemerintah daerah Kabupaten Jember
Sembilan kelemahan itu adalah: terkait dengan transparasi dan
Penatausahaan aset tetap belum
tertib; Pengakuan konstruksi dalam akuntabilitas sangat buruk sekali. Hal ini
pengerjaan (KDP) tidak tepat; bisa dlihat dari data Perkembangan
Penyajian saldo aset tidak berwujud
dan aset lain-lain belum memadai; Kualitas Laporan Keuangan Kabupaten
Pemanfaatan aset tanah tanpa Jember selama lima tahun, dari tahun
pengenaan sewa; Realisasi belanja
daerah atas kegiatan 2017-2021. Dengan demikian,
penyelenggaraan pendidikan gratis berdasarkan temuan-temuan kasus yang
(PPG) tidak dilakukan secara
memadai. ada di Laporan keuangan Pemerintah
3. 2019 Dalam LHP (Laporan Hasil Daerah (LKPD) Kabupaten Jember
Pemeriksaan) BPK RI menilai ada
penganggaran dan realisasi belanja di selama lima tahun dari tahun 2017-2021,
13 OPD (organisasi perangkat terlihat bahwa laporan keuangan
daerah) sebesar Rp 70 miliar lebih
yang dianggap tidak tepat dan pemerintah daerah Kabupaten Jember
melanggar ketentuan perundangan. secara umum menunjukkan bahwa
Ke-13 OPD tersebut, yakni belanja
pegawai di Bagian Bina Mental, kulaitas laporan keuangan Kabupaten
Bagian Humas, Dinas PU Bina Jember masih perlu ditingkatkan lagi.
Marga, Dinas Sosial, Dinas
Pendidikan, BKPSDM, Dispora, Penerapan Sistem Informasi
Dinas Perhubungan, Dinas Pemerintah Daerah merupakan salah
Pariwisata, Dinas Cipta Karya, dan
Satpol PP; LHP BPK disampaikan satu bentuk pemanfaatan teknologi
secara virtual, sehingga tidak ada Informasi diimplementasikan sebagai
penjelasan rinci. Misalnya, ada
temuan di kas bendahara bos, tapi alat manajemen keuangan berupa sistem
tidak dijelaskan secara detail. informasi yang terkomputerisasi bagi
4. 2020 Terdapat utang jangka pendek
lainnya sebesar Rp31,57 miliar dari pemerintah daerah. Masuk Di era
jumlah sebesar Rp111,94 miliar yang Revolusi Industry 4.0 peran teknologi
tidak didukung dokumen sumber
yang memadai; Manajemen Bantuan informasi dalam mendukung operasional
Operasional Sekolah (BOS) dan dan manajerial pemerintah berpengaruh
Penyelenggaraan Pendidikan Gratis
(PPG) tidak melakukan rekapitulasi dalam menentukan keberhasilan
realisasi belanja sebesar Rp66,59 pemerintah. Dalam Peraturan Presiden
miliar atas mutasi persediaan dan
saldo akhir persediaan yang Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem
bersumber dari belanja barang dan Pemerintahan Berbasis Elektronik
jasa yang berasal dari dana BOS dan
PPG. Atas realisasi belanja tersebut, (SPBE) bahwa penyelenggaraan
tidak diperoleh bukti pemeriksaan pemerintahan yang memanfaatkan
yang cukup dan tepat untuk dapat
menentukan apakah diperlukan teknologi informasi perlu diterapkan
penyesuaian terhadap nilai beban sebagai bentuk dukungan dalam rangka
persediaan.
5. 2021 Bupati menegaskan bahwa masih ada
pengembangan pelayanan kepada
persoalan yang belum selesai. Salah publik. Pemerintah diwajibkan
satunya, terkait dengan anggaran
pengadaan wastafel Covid-19 yang
mengembangkan dan memanfaatkan
mencapai Rp 107 miliar dan saat ini adanya kemajuan teknologi informasi
masih menggantung; Penatausahaan

640
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

untuk melakukan pengelolaan keuangan Pemerintah dapat menerapkan kebijakan


serta mempertanggungjawabkan hasil yang hanya mementingkan pada
pengelolaan keuangannya sesuai dengan pemerintah dan penguasa dengan
tugas dan fungsinya untuk mewujudkan mengorbankan kepentingan dan
terselenggaranya proses pembangunan kesejahteraan warganya.
yang maju dan baik. Beberapa kendala Keterkaitan adanya agency
yang dapat mempengaruhi penerapan theory dalam penelitian ini dapat dilihat
teknologi informasi dalam penyusunan dalam pelaporan keungan, yang di mana
laporan keuangan yaitu berhubungan pemerintah disini bertindak sebagai
dengan kondisi perangkat keras, pihak yang diberi amanah (agent) maka
perangkat lunak yang digunakan dan berkewajiban untuk mengungkapkan
pemutakhiran data. segala informasi yang dibutuhkan oleh
Isu ini menarik untuk diteliti para pemangku kepentingan sebagai
karena adanya fenomena menguatkan pengguna informasi yang diana
tuntutan keterbukaan dan akuntabilitas bertindak sebagai pricipal untuk menilai
publik dalam proses meningkatkan akuntabilitas dan memitiskan kebijakan
kinerja dan reformasi manajemen sosial, politik, maupun ekonomi baik
keuangan pemerintah pusat dan daerah terlibat secara langsung maupun tidak
yang lebih baik. Selain itu, peneliti langsung melalui wakil-wakilnya.
memfokuskan pada Badan Pengelolaan
keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sistem Informasi Pemerintahan
karena sebagai pejabat Pengelolaan daerah
pemerintah keuangan daerah (PPKD) Berdasarkan ketentuan Pasal 1
yang menghasilkan laporan keuangan angka 12 Peraturan Menteri Dalam
pemerintah daerah sehingga kualitas Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang
laporan keuangan daerah bergantung Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
pada kualitas laporan keuangan satuan bahwa yang dimaksud dengan Sistem
kerja pengelolaan keuangan daerah Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)
(SKPKD) di dalamnya. Peneliti memilih adalah pengelolaan informasi
kabupaten Jember sebagai tempat pembangunan daerah, informasi
penelitian karena Kualitas laporan keuangan daerah, dan informasi
keuangan yang disusun oleh pemerintah pemerintahan daerah lainnya yang saling
daerah Kabupaten Jember selama lima terhubung untuk dimanfaatkan dalam
tahun, dari tahun 2017-2021 terkait penyelenggaraan pembangunan daerah.
dengan transparasi dan akuntabilitas Sementara itu, tujuannya untuk
sangat buruk sekali. mengoptimalkan pemanfaatan data dan
informasi pembangunan daerah.
TINJAUAN PUSTAKA Menurut (Widayanti, 2019)
Teori Keagenan (Agency Theory) Penerapan Sistem Informasi berbasis
Menurut (Dewi et al., 2022) Teori teknologi dapat diukur menggunakan
keagenan di definisikan sebagai suatu indikator berikut: 1) Keamanan Data, 2)
hubungan antara dua pihak atau lebih, di Kecepatan dan Ketepatan Waktu, 3)
mana satu pihak (agent) setuju untuk Ketelitian, 4) Variasi laporan atau output,
bertindak dengan persetujuan pihak yang 5) Relevansi sistem.
lain (principal). Hubungan keagenan
juga terjadi antara pemerintah, Pengendalian Internal
masyarakat sebagai agen, dan Menurut (Peraturan Pemerintah Nomor
pemerintah sebagai prinsipal. 60 Tahun 2008 tentang Sistem

641
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

pengendalian Intern Pemerintah) Sistem Pemerintahan Daerah, Pengendalian


Pengendalian Intern adalah proses yang Internal, dan Pemanfaatan Teknologi
integral pada tindakan dan kegiatan yang Informasi. Sedangkan subjek penelitian
dilakukan secara terus menerus oleh ini adalah pegawai yang melaksanakan
pimpinan dan seluruh pegawai untuk fungsi akuntansi/ tata usaha keuangan
memberikan keyakinan memadai atas yang telah bekerja selama 2 tahun
tercapainya tujuan organisasi melalui dengan pendidikan terakhir minimal
kegiatan yang efektif dan efisien, SMA semua jurusan.
keandalan pelaporan keuangan,
pengamanan aset negara, dan ketaatan Populasi dan Sampel
terhadap peraturan perundang-undangan. Populasi dalam penelitian ini
Sesuai dengan (Peraturan adalah seluruh pegawai BPKAD
Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Kabupaten Jember. pengambilan sampel
tentang sistem pengendalian internal yang digunakan dalam penelitian ini
pemerintah) Indikator Pengendalian adalah nonprobability sampling dengan
internal yaitu: 1) Lingkungan menggunakan metode purpovise
pengendalian, 2) Penilaian risiko sampling yakni metode penentuan
manajemen, 3) Aktivitas pengendalian, sampel dengan menggunakan kriteria
4) Sistem Informasi dan komunikasi, 5) tertentu.
Pemantauan. Adapun kriteria pemilihan
sampel yang digunakan dalam penelitian
Pemanfaatan Teknologi Informasi ini adalah sebagai berikut: Pria/Wanita
Menurut (Purnama, 2020) pejabat struktural dan pegawai yang
Pemanfaatan teknologi informasi adalah melaksanakan fungsi akuntansi/tata
penggunaan aplikasi komputer akuntansi usaha keuangan yang terlibat secara
pada pengelolaan keuangan perusahaan langsung dalamm penyusunan anggaran
atau badan. Pemanfaatan teknologi dan penyusunan laporan keuangan,
informasi merupakan penggunaan secara kemudian turut serta secara langsung
optimal komputer, perangkat lunak, dalam penyusunan anggaran dan
database, jaringan, electronic commerce, penyusunan laporan keuangan dengan
dan jenis lainnya yang berhubungan minimal pendidikan terakhir SMA untuk
dengan teknologi informasi. semua jurusan; Memiliki masa kerja
minimal dua tahun dalam periode
Kualitas Laporan Keuangan penyusunan laporan keuangan.
Menurut Kasmir (2019:7) Tabel 3. Data responden berdasrakan
Laporan keuangan adalah laporan yang kriteria
menunjukkan kondisi keuangan Tingkat Jenjang Pendidikan Jumlah
S2 5
perusahaan pada saat ini atau dalam
S1 22
suatu periode tertentu. Menurut Ikatan D3 7
Akuntan Indonesia pengguna laporan SMA 11
keuangan ini meliputi: Inverstor, Jumlah Responden 45
karyawan, pemeberi pinjaman, pemasok, Sumber: Data Pegawai BPKAD kabupaten
pelanggan, pemerintah dan masyrarakat. Jember, 2023
Berdasarkan tabel 3 maka
METODE PENELITIAN peneliti menetapkan besarnya julah
Penelitian ini adalah penelitian sampel sebanyak 45 responden.
kuantitatif. Objek penelitian ini adalah
Penerapan Sistem Informasi

642
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Jenis Data dan Sumber Data (Y). berikut ini merupakan definisi
Data yang akan digunakan dalam operasional dari masing-asing variabel:
penelitian ini terdiri dari data primer.
Data primer dalam penelitian ini Sistem Informasi Pemerintahan
diperoleh peneliti secara langsung dari Daerah (X1)
narasumber yang berupa jawaban Sistem Informasi Pemerintahan
kuesioner dari responden. Daerah (SIPD) adalah suatu sistem
pengelolaan informasi pembangunan
Metode Pengumpulan Data daerah, informasi keuangan daerah, dan
Metode pengumpulan data yang informasi pemerintahan daerah lainnya
digunakan dalam penelitian ini adalah yang saling terhubung untuk
kuesioner. kuesioner merupakan teknik dimanfaatkan dalam penyelenggaraan
pengumpulan data yang dilakukan pembangunan daerah. Sistem berbasis
dengan cara memberi seperangkat web ini juga merupakan suatu support
pertanyaan atau pernyataan tertulis system dalam pengembangan
kepada responden untuk dijawab. infrastruktur Sistem Pemerintahan
Responden akan menerima kuosioner Berbasis Elektronik (SPBE) yang
yang berisi pertanyaan untuk terpadu secara nasional dan terintregrasi
mendapatkan informasi tentang Sistem dalam suatu kesatuan yang utuh dalam
informasi Pemerintantahan Daerah rangka mendukung pencapaian Good
(SIPD), Pemanfaatan teknoligi, Governance. Pengukuran pada variabel
pengendalian internal dan kualitas ini menggunakan indikator pertanyaan
laporan keuangan. Teknik kuosioner yang dikembangkan oleh (Wower &
yang digunakan dalam penelitian ini Widhiyani, 2016) dan skala pengukuran
adalah kuosioner tertutup yang untuk variabel ini adalah ordinal dan tipe
dibagikan secara langsung. Pertanyaan- skala yang digunakan adalah skala Likert
pertanyaan dalam kuosioner 1-5, dimana (1) sangat tidak setuju
menggunakan skala likert dengan skor 1 sampai (5) Sangat Setuju. Indikator
sampai dengan 5 untuk mendapatkann pengukuran variabel penerapan sistem
rentang jawaban sangat tidak setuju informasi peerintahan daerah meliputi:
sampai dengan jawaban sangat setuju Keamanan data, Kecepatan dan
dengan memberi tanda cek (√) atau tanda ketepatan waktu, ketelitian, variasi
silang (x) pada kolom yang dipilih. laporan atau output dan relevansi.
Kuosioner yang kembali akan diseleksi
terlebih dahulu untuk melihat Pengendalian Internal (X2)
kelengkapan dari pengisian kuosioner, Pengendalian internal adalah
sebagaimana keharusan sebagai syarat proses yang integral pada tindakan dan
dijadikan data informasi untuk kegiatan yang dilakukan secara terus
melakukan analisis. menerus oleh pimpinan dan seluruh
pegawai untuk memberikan keyakinan
Definisi Operasioanal dan pengukuran memadai atas tercapainya tujuan
Variabel organisasi melalui kegiatan yang efektif
Dalam penelitian ini menggunakan dan efisien, keandalan pelaporan
variabel independen (variabel bebas) yaitu keuangan, pengamanan aset negara, dan
sistem informasi peerintahan daerah (X1),
ketaatan terhadap peraturan perundang-
Pengendalian internal (X2), dan
Pemanfaatan teknologi informasi (X3).
undangan. Pengukuran pada variabel ini
Untuk variabel dependennya (variabel menggunakan indikator pertanyaan yang
terikat) adalah Kualitas laporan keuangan didasarkan pada (Peraturan pemerintah

643
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Nomor 60 Tahun 2008) dan skala variabel ini adalah ordinal dan tipe skala
pengukuran untuk variabel ini adalah yang digunakan adalah skala Likert 1-5,
ordinal dan tipe skala yang digunakan dimana (1) sangat tidak setuju sampai (5)
adalah skala Likert 1-5, dimana (1) Sangat Setuju. Indikator pengukuran
sangat tidak setuju sampai (5) Sangat variabel dependen Kualitas laporan
Setuju. Indikator pengukuran variabel keuangan ini meliputi: Relevan, Andal,
Pengendalian internal meliputi: dapat dibandingkan, dapat dipahami.
Lingkungan pengedalian, penilaian
risiko, kegiatan pengendalian, informasi Teknik Analisis Data
dan komunikasi, pemantauan. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan analisis
Pemanfaatan Teknologi Informasi (X3) regresi linier berganda, dengan bantuan
Pemanfaatan teknologi informasi software IBM SPSS Statistics 26.
adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk membantu mempercepat proses HASIL DAN PEMBAHASAN
pengolahan data transaksi dan penyajian Hasil Uji Kualitas Data
laporan keuangan, serta dapat Tabel 4. Hasil Uji Validitas
menghindari kesalahan dalam Variabel No. r hitung r Tabel
1 0,563 0,2940
melakukan posting dari dokumen, jurnal, 2 0,657 0,2940
buku besar hingga menjadi suatu laporan 3 0,670 0,2940
keuangan, sehingga laporan keuangan Sistem Informasi
4 0,621 0,2940
tersebut tidak kehilangan nilai informasi Pemerintahan
5 0,670 0,2940
6 0,564 0,2940
laporan keuangan. Pengukuran pada Daerah
7 0,556 0,2940
variabel ini menggunakan indikator 8 0,631 0,2940
pertanyaan yang dikembangkan oleh 9 0,574 0,2940
(Desmiyawati, 2014) dan skala 10 0,556 0,2940
1 0,565 0,2940
pengukuran untuk variabel ini adalah 2 0,521 0,2940
ordinal dan tipe skala yang digunakan 3 0,578 0,2940
adalah skala Likert 1-5, dimana (1) 4 0,715 0,2940
sangat tidak setuju sampai (5) Sangat Pengendalian 5 0,793 0,2940
Internal 6 0,582 0,2940
Setuju. Indikator pengukuran variabel 7 0,645 0,2940
pemanfaatan teknologi informasi 8 0,502 0,2940
meliputi: Komputer dan jaringan 9 0,574 0,2940
internet, pengelolaan dan keuangan, 10 0,729 0,2940
1 0,757 0,2940
perawatan.
2 0,602 0,2940
3 0,568 0,2940
Pemanfaatan
Kualitas Laporan keuangan (Y) 4 0,603 0,2940
Teknologi
Kualitas laporan keuangan Informasi
5 0,631 0,2940
6 0,661 0,2940
merupakan kesesuaian informasi
7 0,645 0,2940
keuangan yang disajikan oleh suatu 8 0,581 0,2940
entitas dengan standar akuntansi 1 0,687 0,2940
pemerintahan yang memebrikan manfaat 2 0,626 0,2940
3 0,357 0,2940
dann memenuhi kebutuhan para pemakai
4 0,542 0,2940
selama periode tertentu. Pengukuran Kualitas
5 0,698 0,2940
Laporan
pada variabel ini menggunakan indikator 6 0,593 0,2940
Keuangan
pertanyaan yang didasarkan pada 7 0,717 0,2940
8 0,654 0,2940
(Peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun
9 0,578 0,2940
2010) dan skala pengukuran untuk 10 0,759 0,2940

644
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

11 0,661 0,2940 variabel independen lebih besar dari


12 0,557 0,2940
13 0,578 0,2940
0,10. Maka dapat disimpulkan bahwa
14 0,749 0,2940 variabel independen dalam penelitian ini
Sumber: Data diolah (2023) tidak terjadi adanya multikolinearitas.
Berdasarkan tabel 4, menunjukkan Gambar 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas
bahwa hasil uji validitas dari setiap
variabel memiliki nilai r hitung > r tabel,
sehingga dapat dinyatakan bahwa
kuesioner dari penelitian ini adalah valid.

Tabel 5. Hasil Uji Reabilitas


Cronbach’s Ketentuan Keterangan
Variabel Alpha
(X1) 0,804 0,70 Reliabel
(X2) 0,823 0,70 Reliabel
(X3) 0,776 0,70 Reliabel
(Y) 0,873 0,70 Reliabel
Sumber: Data diolah (2023) Sumber: Data diolah (2023)
Berdasarkan Tabel 5 diketahui Berdasarkan Gambar 1 hasil uji
bahwa nilai setiap variabel Cronbach's heteroskedastisitas diatas menunjukkan
Alpha yang diperoleh lebih besar dari bahwa data tersebar secara acak di atas
0,70 maka diperoleh kesimpulan bahwa dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu
data pada penelitian ini reliable. Y dan tidak membentuk pola yang jelas
pada penyebaran data tersebut. Hal ini
Tabel 6. Hasil Uji Normalis berarti tidak terjadi heteroskedastisitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
pada model persamaan regresi.
Keterangan Unstandardized Residual
N 45
Hasil Uji Hipotesis
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d Tabel 8. Analisis regresi linear berganda
Sumber: Data diolah (2023) Coefficientsa
Standar
Berdasarkan Tabel 6 diketahui dized
bahwa nilai Signifikansi yang diperoleh Unstandardized Coeffic
Coefficients ients
sebesar 0,200 lebih besar nilai nilai α Model B Std. Error Beta t Sig.
sama dengan 0,05, maka diperoleh 1 (Constant) 4.887 7.764 .629 .533
kesimpulan bahwa data penelitian ini Penerapan .434 .166 .326 2.615 .012
Sistem
berdistribusi normal. Informasi
Pemerintahan
Daerah
Uji Asumsi Klasik Pengendalian .370 .180 .280 2.057 .046
Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Internal
Coefficientsa Teknologi .610 .250 .310 2.436 .019
Collinearity Statistics
Informasi
Model Tolerance VIF
1 (Constant) a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Penerapan Sistem Informasi .678 1.475 Sumber: Data diolah (2023)
Pemerintahan Daerah
Pengendalian Internal .568 1.761
Teknologi Informasi .647 1.545 Berdasarkan tabel diatas maka
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Data diolah (2023) persamaan regresi linear berganda
Berdasarkan tabel 7, maka dapat penelitian ini adalah sebagai berikut:
dilihat bahwa nilai VIF masing-masing Y= 4,887+0,434X1+0,370X2 + 0,610X3
variabel independen lebih kecil daripada
10, dan nilai tolerance masing-masing

645
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Tabel 9. Uji Kecocokan Model (Uji F)


Tabel 11. Uji t
ANOVAa
Variabel t Sig.
Sum of Mean

Model Squares df Square F Sig. Penerapan Sistem 2,615 0,012


Informasi Pemerintahan
1 Regression 790.477 3 263.492 18.042 .000b
Daerah
Residual 598.767 41 14.604 Pengendalian Internal 2,057 0,046
Total 1389.244 44
Pemanfaatan Teknologi 2,436 0,019
Informasi
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Data diolah (2023)
b. Predictors: (Constant), Teknologi Informasi, Penerapan Sistem Berdasarkan tabel 11,
Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah, Pengendalian Internal menjelaskan Ha diterima apabila nilai
sig < 0,05 dn H0 ditolak apabila nilai sig
Sumber: Data dilolah (2023) > 0,05. Jadi, seluruh variabel independen
memiliki pengaruh terhadap variabel
Berdasarkan tabel 9, hasil dependen.
menunjukkan bahwa nilai signiifikasi
sebesar 0,000 yang artinya nilai tersebut PEMBAHASAN
< 0,05. Karena 0,000 < 0,05 maka
persamaan regresi yang diperoleh dalam Pengaruh Penerapan Sistem
penelitian ini layak digunakan. Informasi Pemerintahan Daerah (X1)
terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Tabel 10. Uji Koefisien deteriminasi (R2)
(Y)
Berdasarkan hasil penelitian
Model Summaryb
yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa
R Adjusted R Std. Error of hipotesis pertama (H1) diterima
Model R Square Square the Estimate sehingga menunjukkan bahwa variabel
1 .754 a
.569 .537 3.822 Sistem Informasi Pemerintahan daerah
a. Predictors: (Constant), Teknologi Informasi, Penerapan memiliki hubungan yang searah dengan
Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah,
kualitas laporan keuangan. Jadi,
Penerapan Sistem Informasi
Pengendalian Internal
Pemerintahan daerah berkontribusi
b. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan positif terhadap kualitas laporan
Sumber: Data diolah (2023) keuangan.
Berdasarkan tabel 10 diperoleh Didukung dengan agency theory
nilai koefisien determinasi (R-Square) dimana untuk pemerintahan daerah
sebesar 0,537. Nilai tersebut dapat sebagai agen yang bertanggung jawab
diartikan variabel penerapan Sistem kepada principal dalam hal ini bentuk
Informasi Pemerintahan Daerah, pertanggungjawaban yaitu dalam bentuk
Pengendalian Internal dan Pemanfaatan laporan keuangan daerah, untuk
teknologi Informasi mampu memenuhi kewajiban tersebut
mempengaruhi kualitas laporan pemerintah daerah harus mampu
keuangan sebesar 53,7% sisanya sebesar menyajikan laporan keuangan yang
46,3% dijelaskan oleh variabel atau berkualitas, dengan adanya Penerapn
faktor lainnya. Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
dapat mengurangi kesalahan maupun
kecurangan dalam pengelolaan
keuangan daerah, sehingga mampu

646
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

menghasilkan laporan keuangan membuktikan bahwa Sistem


berkualitas serta bisa menjadi informasi Pengendalian Intern berpengaruh positif
yang berguna bagi para pengguna signifikan terhadap kualitas laporan
laporan keuangan tersebut. keuangan Pemerintah Daerah. Penelitian
Hasil penelitian ini sejalan (Suyudha, 2021) juga membuktikan
dengan penelitian yang dilakukan oleh bahwa sistem pengendalian intern
(Sudianing & Saputra, 2019) yang berpengaruh positif terhadap kualitas
membuktikan bahwa pentingnya tata laporan keuangan daerah sehingga
kelola Sistem Informasi Pemerintahan semakin tinggi SPI, maka semakin tinggi
daerah (SIPD) secara berkualitas dalam pula pengaruhnya terhadap kualitas
menunjang perencanaan pembangunan laporan keuangan.
di daerah yang berkualitas dan SIPD
menjadi bagian e-government memiliki Pengaruh Pemanfaatan Teknologi
fungsi kritis dalam perencanaan Informasi (X3) terhadap Kualitas
pembangunan daerah untuk mendorong Laporan Kuangan (Y)
transparansi dan keterbukaan publik Berdasarkan hasil penelitian
yang dapat mempengaruhi kualitas yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa
laporan keuangan pemerintah daerah. hipotesis Ketiga (H3) diterima sehingga
menunjukkan bahwa variabel
Pengaruh Pengendalian Internal (X2) Pemanfaatan Teknologi Informasi
terhadap Kualitas Laporan Keuangan memiliki hubungan yang searah dengan
(Y) kualitas laporan keuangan. Jadi,
Berdasarkan hasil penelitian Pemanfaatan Teknologi Informasi
yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa berkontribusi positif terhadap kualitas
hipotesis kedua (H2) diterima sehingga laporan keuangan.
menunjukkan bahwa variabel Didukung dengan agency theory
Pengendalian Internal memiliki dimana peran pemerintah daerah sebagai
hubungan yang searah dengan kualitas pihak yang bertanggung jawab kepada
laporan keuangan. Jadi, Pengendalian stakeholder harus menyajikan sebuah
Internal berkontribusi positif terhadap informasi yang akurat dan tepat waktu.
kualitas laporan keuangan. Salah satu upaya yang dilakukan pihak
Didukung dengan agency theory agen adalah dengan pemanfaatan
dimana peran pemerintah daerah sebagai teknologi informasi, dengan sistem
pihak yang bertanggung jawab kepada informasi yang terkoputerisasi dengan
stakeholder harus menyajikan sebuah baik dan terintegrasi dengan jaringan
informasi yang akurat dan tepat waktu. internet yang baik akan mampu
Salah satu upaya yang dilakukan pihak menghasilkan informasi keuangan yang
agen adalah dengan menerapkan baik dan memenuhi karakteristik
pengendalian internal akan mampu kualitatif sehingga informasi yang
meningkatkan reabilitas, objektivitas disajikan oleh peerintah daerah dapat
informasi dan mencegah inkonsistensi. dipertanggungjawabkan kepada pihak
Dengan demikian, dengan melakukan pengguna laporan keuangan.
pengendalian internal yang baik maka Hasil penelitian ini sejalan
akan dapat membant menyusun laporan dengan penelitian yang dilakukan oleh
keuangan yang berkualitas. (Ridzal et al., 2022) yang membuktikan
Hasil penelitian ini sejalan bahwa pemanfaatan teknologi informasi
dengan penelitian yang dilakukan oleh berpengaruh positif dan signifikan
(Fatimah & Indrawati, 2019) yang terhadap kualitas laporan keuangan

647
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Pengendalian Internal dan


Selatan. Penelitian (Priatiningsih & sari, Pemanfaatan Teknologi Informasi
2022) yang membuktikan bahwa sehingga laporan keuangan
pemanfaatan teknologi informasi pemerintah daerah yang dihasikan
berpengaruh positif signifikan terhadap akan terus meningkat pada BPKAD
kualitas laporan keuangan daerah. kabupaten Jember.
Sehingga semakin tinggi pemanfaatan 2. Penelitian selanjutnya dapat
teknologi informasi, maka semakin memperluas objek penelitian,
tinggi pengaruhnya terhadap kualitas misalnya seluruh SKPD di
laporan keuangan. Akan tetapi penelitian Kabupaten Jember.
ini tidak sejalan dengan penelitian yang 3. Penelitian selanjutnya dapat
dilakukan oleh (Gasperz, 2019) yang menambah variabel independen lain
membuktikan bahwa pemanfaatan yang diperkirakan dapat
teknologi informasi tidak berpengaruh mempengaruhi kualitas laporan
terhadap kualitas laporan keuangan keuangan.
pemerintah daerah di Maluku. Hal ini
dikarenakan kurangnya SDM yang DAFTAR PUSTAKA
berkompeten dalam pemanfaatan Dewi, Fernanda, N. P. R., Mendra, N. P.
teknologi informasi dan terbatasnya Y., & Saitri, P. W. (2022). Pengaruh
anggaran bagi pengembangan teknologi Penerapan Sistem Akuntansi
itu sendiri. Keuangan, Pemanfaatan Teknologi
informasi, sistem pengendalian
PENUTUP intern dan kompetensi sumber daya
Kesimpulan manusia terhadap kualitas laporan
Dari hasil simulasi dan analisis keuangan pemerintah daerah
yang telah dilakukan maka dapat Kabupaten Badung. Kumpulan
dirangkum beberapa simpulan sebagai Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi,
berikut: 4(1), 387–399.
1. Penerapan Sistem Informasi Desmiyawati. (2014). Faktor faktor yang
Pemerintahan Daerah berkontribusi Mempengaruhi Keandalan dan
positif terhadap kualitas laporan Ketepatan Waktu Pelaporan
keuangan. Keuangan. Jurnal Akuntansi, 2,
2. Pengendalian internal berkontribusi 163–178.
positif terhadap kualitas laporan Fatimah, S., & Indrawati, L. (2022).
keuangan. Pengaruh Penerapan Sistem
3. Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi Pemerintahan dan
berkontribusi positif terhadap Sistem Pengendalian Intern
kualitas laporan keuangan. Pemerintah terhadap Kualitas
Laporan Keuangan (Studi pada
Saran SKPD Kabupaten Bandung).
Berdasarkan hasil penelitian Indonesian Accounting Literacy
sebagaimana diuraikan sebelumnya, Journal, 02(03), 539–553.
peneliti mengajukan saran sebagai Kasmir. (2019). Analisis Laporan
berikut: Keuangan. Edisi [Link]:
1. Bagi kantor BPKAD kabupaten PT Raja Grafindo Persada.
Jember sebaiknya lebih Mulia, R. A. (2019). Analisis Faktor-
meningkatkan penerapan Sistem Faktor Yang Mempengaruhi
Informasi Peerintahan Daerah, Kualitas Laporan Keuangan

648
2023. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting 7(1):637-649

Pemerintah Daerah (Studi Pada Keuangan. Jurnal Ilmu Dan Riset


Pemerintah Kabupaten Pasaman Akuntansi, 10(3), 1–19.
Barat). Jurnal EL-RIYASAH, 9(1), [Link]
7. Widayanti, Y. (2019). Pengaruh
Nasution, M. I., & [Link], N. (2021). Penerapan Sistem Informasi
Analisis Penerapan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah,
Informasi Pemerintah Daerah Pemanfaatan Teknologi Dan
(Sipd) Pada Badan Pengelola Pengendalian Internal Terhadap
Keuangan Dan Aset Daerah Kualitas Laporan Keuangan
(Bpkad) Kota Medan. Jurnal Pemerintah Daerah (Pada Dinas
Akuntansi Dan Keuangan, 9(2), Ketahanan Pangan Kabupaten
109. Tulungagung). 15–35.
Oktaviani, M. A., & Sari, D. P. (2020). Wower, S. D. D. U., & Widhiyani, N. L.
Pengendalian Intern Terhadap S. (2016). Penilaian Efektivitas
Akuntabilitas Pelaporan Keuangan. Penerapan Sistem Informasi
Jurnal Akuntansi Dan Pajak, 21(1), Akuntansi Berbasis Komputer pada
186–193. SKPD Pemkab Tabanan. E-Jurnal
Purnama, H. (2020). Pengaruh Akuntansi Universitas Udayana,
Penerapan Sistem Informasi 15(2), 1–20.
Akuntansi, Standar Akuntansi
Keuangan Dan Pemanfaatan
Teknologi Informasi Terhadap
Kualitas Laporan Keuangan Wajib
Pajak Badan. Akmenika: Jurnal
Akuntansi Dan Manajemen, 17(2),
403–417.
Priatiningsih, D., & Sari, F. M. (2022).
Pengaruh Pengendalian Intern Dan
Pemanfaatan Sistem Keuangan
Pemerintah Daerah ( Studi Kasus
Pada Organisasi Perangkat Daerah
di Kabupaten Batang ). Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis, 2, 101–111.
Ridzal, N. A., Sujana, I. W., & Malik, E.
(2022). Pengaruh Kapasitas
Sumber Daya Manusia,
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Dan Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah Kabupaten Buton Selatan.
Akuntansi, 6(3), 2944–2954.
[Link]
3.882
Suyudha, A. D. (2021). Penerapan
Sistem Pengendalian Intern dan
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Terhadap Kualitas Laporan

649

Anda mungkin juga menyukai