SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN DAN
PENATALAKSANAAN DIARE PADA ANAK
Pembimbing : Yessy Pramita Widodo, [Link]
Di susun oleh :
[Link] al fahdi (C1022055)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
TAHUN 2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN DAN
PENATALAKSANAAN DIARE PADA ANAK
Pokok Bahasa : Pendidikan Kesehatan Pencegahan dan Penatalaksanaan
Diare pada Anak
Sub Pokok Bahasan : Cara mencuci tangan dan membuat oralit
Sasaran : Pasien dan keluarga
Tempat : Bangsal Dewaruci RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Tanggal dan Waktu : 2 November 2024, 09.00 Wib
Penyuluh : [Link] al fahdi
A. LATAR BELAKANG
Diare masih merupakan masalah kesehatan mayarakat di negara
berkembang. Di Indonesia diare merupakan penyebab utama mordibitas
dan mortalitas pada anak balita. Menurut WHO diare membunuh 2 juta
anak di dunia setiap tahun, sedangkan di Indonesia diare merupakan
penyebab kematian kedua terbesar pada balita. Berdasarkan data – data
diatas, tidak dapat dipungkiri bahwa diare masih menjadi permasalahan
dalam mayarakat khususnya keluarga di Indonesia hingga terkadang diare
di anggap sebagai hal yang sepele.
Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kebersihan
lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi serta gaya hidup yang
kurang bersih menjadi salah satu faktor penyebab diare. Keluarga sebagai
unit terkecil dari masyarakat mempunyai peran penting dalam
menanggulangi penyakit diare ini. Oleh sebab itu, satuan acara
penyuluhan (SAP) ini di susun guna memberikan informasi kepada
masyarakat, khususnya keluarga pada nantinya diharapkan mampu
menambah pengetahuan terhadap penanganan diare sehingga keluarga
dapat mengaplikasikan informasi yang di dapat untuk mencegah
terjadinya penyakit diare di dalam keluarga kecilnya.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga pasien memahami
tentang penyakit diare
2. Tujuan Khusus
a. Mengerti pengertian diare
1
b. Mampu menyebutkan penyebab diare
c. Mampu memahami tanda dan gejala diare
d. Mampu memahami tindakan bila terjadi diare pada anak
C. KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN KEGIATAN
NO FASE WAKTU
PENYULUH PESERTA
1. Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam 5 menit
2. Menyampaikan 2. Mendenggarkan
tujuan penyuluhan dan
memperhatikan,
menjawab
pertanyaan
2. Pelaksanaan Menjelaskan tentang : 1. Memperhatikan 10 menit
Penyuluhan 1. Pengertian diare 2. Mendengarkan dan
2. Penyebab diare memperhatikan
3. Tanda dan gejala diare 3. Menanyakan hal-
4. Penatalaksanaan diare hal yang kurang
- Praktik pembuatan jelas
oralit
5. Pencegahan diare
- Cuci tangan 6
langkah
3. Penutup 1. Menyimpulkan 1. Memperhatikan 5 menit
materi yang telah dan menyimak
diberikan 2. Menjawab
2. Melakukan evaluasi pertanyaan
hasil penyuluhan 3. Menjawab salam
3. Memberi salam
penutup
D. METODE
Penjelasan dan tanya Jawab
E. MEDIA
Leaflet
2
F. EVALUASI
Evaluasi pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan lisan pada hari
ke-0 dan pertanyaan lisan kembali pada hari ke-3. Pertanyaan lisan yang
diajukan tentang :
1. Apa pengertian mencuci tangan?
2. Apa saja penyebab diare?
3. Apa saja bahaya tidak mencuci tangan?
4. Coba praktikan cara mencuci tangan dengan benar!
5. Apa saja manfaat dari mencuci tangan?
6. Pada saat apa saja kita harus mencuci tangan?.
G. LAMPIRAN MATERI
1. Definisi
Diare adalah Infeksi saluran pencernaan di sebabkan oleh berbagai
enteropatogen, termasuk bakteria, virus, dan parasit (Kliegman, 2012).
Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih
lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam
24 jam. Sementara untuk bayi dan anak-anak, diare didefinisikan sebagai
pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam, sedangkan rata-rata pengeluaran tinja
normal bayi sebesar 5-10 g/kg/ 24 jam (Juffrie, 2015).
Jenis Diare
a. Diare akut : terjadi selama 3-5 hari
b. Diare berkepanjangan : berlangsung antara 7-14 hari
c. Diare kronik : berlangsung lebih dari 14 hari
2. Etiologi
Etiologi dapat dibagi dalam beberapa faktor, yaitu:
a. Faktor infeksi
1) Infeksi enteral, yaitu infeksi pada saluran pencernaan dan
merupakan penyebab utama diare pada anak, meliputi:
a) Infeksi Bakteri : [Link], Salmonella, Shigella SPP, Vibrio
Cholera
b) Infeksi Virus : Enterovirus, Protozoa, Adenovirus
c) Infeksi Jamur : Protozoa, Candida SPP, Entamoeba
Histolityca
3
2) Infeksi parenteral, yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat
pencernaan, seperti OMA, Broncopneumonia,
Tonsilofaringitais.
b. Faktor malabsorbsi
1) Malabsorbsi Karbohidrat
2) Malabsorbsi Lemak
3) Malabsorbsi Protein
c. Obat – obatan : Zat besi, Antibiotika
d. Post pembedahan usus (Price & Wilson 2015)
3. Manifestasi Klinis
Menurut Suriadi (2011), Manifestasi klinis diare yaitu:
a. Nyeri perut ( abdominal discomfort )
b. Rasa perih di ulu hati, Rasa panas di dada dan perut
c. Mual, kadang-kadang sampai muntah
d. Nafsu makan berkurang/anorexia
e. Rasa lekas kenyang
f. Perut kembung
g. Menurun atau tidak ada pengeluaran urin ( oliguria dan anuria)
h. Diare
i. Demam / suhu tubuh biasanya meningkat
j. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi: turgor kulit jelek (elastisitas
kulit menurun, ubun - ubun dan mata cekung, membran mukosa
mulut dan bibir kering)
k. Lemah, pucat, kehausan
l. Perubahan tanda – tanda vital: nadi dan pernafas cepat
m. Anus dan daerah sekitarnya lecet karena sering diare
4. Penatalaksanaan
Menurut Depkes RI 2011,prinsip dari penatatalaksanaan diare pada
balita adalah LINTAS DIARE, yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) dengan rekomendasi WHO. Rehidrasi bukan satu-
satunya cara untuk mengatasi diare tetapi memperbaiki kondisi usus serta
mempercepat penyembuhan/menghentikan diare dan mencegah anak
kekurangan gizi akibat diare juga menjadi cara untuk mengobati diare
untuk itu Kementrian Kesehatan telah menyusun Lima Langkah
Tuntaskan Diare (LINTAS DIARE) yaitu:
a. Rehidrasi menggunakan oralit osmolaritas rendah
4
Prinsip pengobatan diare : Mengganti cairan yang keluar. Oleh
karena itu berikan :
1) Larutan oralit/larutan gula garam
a) Cara membuat larutan gula garam :
- Gula 1 sendok teh penuh
- Garam ¼ sendok teh
- Air masak 1 gelas (atau air teh 1 gelas)
- Campuran bahan-bahan tersebut diaduk sampai larut benar
b) Cara membuat larutan oralit :
- Bubuk oralit 1 bungkus dilarutkan ke dalam 1 gelas air
masak (atau 1 gelas air teh)
- Aduk sampai semua bubuk larut
- Baca petunjuk lebih lanjut pada bungkus oralit
c) Dosis oralit bagi penderita diare tanpa dehidrasi sbb :
Umur < 1 tahun : ¼ - ½ gelas setiap kali anak mencret
Umur 1 – 4 tahun : ½ - 1 gelas setiap kali anak mencret
Umur diatas 5 Tahun : 1 – 1½ gelas setiap kali anak mencret
b. Zinc selama 10 hari berturut-turut
Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam
tubuh. Zinc dapat menghambat enzim INOS (Inducible Nitric Oxide
Synthase), dimana ekskresi enzim ini meningkat selama diare dan
mengakibatkan hipersekresi epitel usus. Zinc juga berperan dalam
epitelisasi dinding usus yang mengalami kerusakan morfologi dan
fungsi selama kejadian diare. Pemberian Zinc selama diare terbukti
mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare, mengurangi
frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, serta
menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya.
(Black, 2003).
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Zinc mempunyai
efek protektif terhadap diare sebanyak 11 % dan menurut hasil pilot
study menunjukkan bahwa Zinc mempunyai tingkat hasil guna
sebesar 67 % (Hidayat 1998 dan Soenarto 2007). Berdasarkan bukti
ini semua anak diare harus diberi Zinc segera saat anak mengalami
diare. Dosis pemberian Zinc pada balita: - Umur < 6 bulan : ½ tablet
( 10 Mg ) per hari selama 10 hari - Umur > 6 bulan : 1 tablet ( 20
mg) per hari selama 10 hari. Zinc tetap diberikan selama 10 hari
5
walaupun diare sudah berhenti. Cara pemberian tablet zinc :
Larutkan tablet dalam 1 sendok makan air matang atau ASI, sesudah
larut berikan pada anak diare.
c. Pemberian ASI dan makanan
Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan
gizi pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh
serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak yang masih minum
Asi harus lebih sering di beri ASI. Anak yang minum susu formula
juga diberikan lebih sering dari biasanya. Anak uis 6 bulan atau lebih
termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat harus
diberikan makanan yang mudah dicerna dan diberikan sedikit lebih
sedikit dan lebih sering. Setelah diare berhenti, pemberian makanan
ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat
badan.
d. Pemberian antibiotik sesuai indikasi
Antibiotika tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya
kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotika
hanya bermanfaat pada penderita diare dengan darah (sebagian besar
karena shigellosis), suspek kolera. Obat-obatan Anti diare juga tidak
boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti tidak
bermanfaat. Obat anti muntah tidak di anjurkan kecuali muntah
berat. Obat-obatan ini tidak mencegah dehidrasi ataupun
meningkatkan status gizi anak, bahkan sebagian besar menimbulkan
efek samping yang bebahaya dan bisa berakibat fatal. Obat anti
protozoa digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasit
(amuba, giardia)
e. Pemberian nasihat
Ibu atau pengasuh yang berhubungan erat dengan balita harus diberi
nasehat tentang :
1) Cara memberikan cairan dan obat di rumah
2) Kapan harus membawa kembali balita ke petugas kesehatan
bila :
Diare lebih sering
Muntah berulang
Sangat haus
Makan/minum sedikit
Timbul demam
6
Tinja berdarah
Tidak membaik dalam 3 hari.
5. Pencegahan
a. Mencuci tangan sebelum makan untuk mengurangi infeksi
Kebiasaan yang berhubungan dengan kebersihan perorangan
yang penting dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan.
Mencuci tangan dengan sabun, terutama sesudah buang air besar,
sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan,
sebelum menyuapi makanan anak dan sebelum makan, mempunyai
dampak dalam kejadian diare (Depkes RI, 2011).
Prinsip dari 6 langkah cuci tangan antara lain :
1) Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan
antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun
antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua
ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.
2) Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash
40-60 detik.
3) 5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash
langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
1) Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan
gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah
memutar.
2) Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
7
3) Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4) Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling
mengunci
5) Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6) Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
Atau pada poster yang lebih ringkas pada gambar berikut ini :
8
1) Mendesinfeksi permukaan peralatan rumah tangga
2) Gunakan selalu air bersih
Sebagian besar kuman infeksius penyebab diare ditularkan
melalui jalur fecal-oral mereka dapat ditularkan dengan
memasukkan kedalam mulut, cairan atau benda yang tercemar
dengan tinja misalnya air minum, jari-jari tangan, makanan yang
disiapkan dalam panik yang dicuci dengan air tercemar (Depkes
RI, 2011).
Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air yang
benar-benar bersih mempunyai resiko menderita diare lebih
kecil dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan
air bersih (Depkes RI, 2011).
1) Buang air besar pada tempatnya
2) Mencuci pakaian kotor dengan segera sampai bersih
3) Hindari makan di sembarang tempat
4) Meletakkan makanan di tempat tertutup
5) Menggunakan air matang untuk minum
H. DAFTAR PUSTAKA
JBJJ
Departemen Kesehatan RI. (2011). Buku Saku Lima Lngkah Tuntaskan Diare.
Jakarta : Depkes RI
Kliegman Behrman. (2012). Ilmu Kesehatan anak, alih bahasa Indonesia.
[Link] Wahab, SpA (K). Edisi 15. Jakarta: EGC.
Juffrie, M. (2015). Buku Ajar Gastroenterologi – Hepatologi. Jakarta : Badan
Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
9
Price & Wilson. (2015). Patofisiologi (Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit)
2. Jakarta : EGC
Suriadi, Rita Yuliani. (2011). Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta : Sagung
Seto
10