0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Tugas dan Fungsi DPRD dalam Pemerintahan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Tugas dan Fungsi DPRD dalam Pemerintahan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TERSRUKTURAL DOSEN PENGAMPU

H. Adm Pemerintah Daerah Ayu Azkiah,S.H.,M.H

MAKALAH
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
(DPRD)

DISUSUN OLEH:
Muhamad yogi Saputra (12220413789)
Siti ahyana fadhilah hanum harahap ( 12220423770)

JURUSAN HUKUM TATA NEGARA


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................i

Daftar Isi................................................................................................................ii

BAB I: Pendahuluan

A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. RumusanMasalah......................................................................................2
C. Tujuan........................................................................................................2
BAB II: Kajian Pustaka

A. DPRD Sebagai Lembaga Legislatif Daerah..............................................3


B. Tugas, Wewenang, Dan Hak DPRD..........................................................4
C. Fungsi DPRD.............................................................................................6
D. Alat Kelengkapan DPRD..........................................................................7
E. Relasi DPRD Dengan Kepala Daerah.......................................................8
BAB III: PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................10
B. Saran..........................................................................................................10
DaftarPusta

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah lembaga perwakilan


rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
daerah. Peran dan tanggung jawab yaitu mewujudkan efisiensi, efektivitas,
produktivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, melalui
pelaksanaan hak, kewajiban, tugas, wewenang, dan fungsi DPRD sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangan-undangan.1

DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah bersama pemerintah daerah


yang dipimpin oleh kepala daerah, memiliki fungsi pembentukan peraturan
daerah, anggaran, dan pengawasan. Sinergitas pelaksanaan fungsi, tugas, dan
wewenang DPRD yang dijalankan oleh masing-masing Alat Kelengkapan DPRD,
memegang kunci optimalisasi pelaksanaan kinerjanya.

Realitanya, hubungan DPRD dengan Kepala Daerah merupakan substansi


penting dalam kehidupan politik di daerah, khususnya menyangkut penggunaan
mekanisme konsultasi. Demikian halnya dengan tugas untuk menerima,
menampung, dan membahas serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang
melekat kepada Komisi sebagai salah satu dari alat kelengkapan di DPRD. Selain
itu, relasi yang dibangun konstruktif antara kepala daerah dengan DPRD
diperlukan dalam konteks pengambilan kebijakan daerah termasuk penanganan
urusan keamanan atau operasi militer selain perang.

Seseorang untuk menjadi wakil, dalam demokrasi perwakilan, biasanya


melalui pemilihan umum (Pemilu). Dengan demikian Pemilu merupakan
mekanisme rekrutmen seseorang menjadi wakil di lembaga perwakilan
1
Dr. Saherimiko, [Link] , Nahot Tua Parlindungan Sihaloho, [Link]., M.I.P. 2022. Optimalisasi Fungsi
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Dprd) Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Surabaya.
Scopindo. Hal 44

1
(DPR/DPRD). Rekrutmen anggota dewan berkaitan dengan sistem pemilihan
umum. Secara garis besar, sistem pemilihan umum terbagi atas dua, yaitu sistem
proporsional dan sistem distrik. Dalam sistem proporsional, satu daerah pemilihan
bisa memilih beberapa wakil yang akan duduk dalam lembaga perwakilan yang
perhitungannya berdasarkan atas perimbangan jumlah penduduk. Melalui makalah
ini akan membahas tugas, wewenang, fungsi, dan relasi DPRD sebagai Lembaga
legislative daerah.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan DPRD sebagai lembaga legislatif daerah?
2. Bagaimana tugas, wewenang, dan hak DPRD?
3. Sebutkan fungsi DPRD?
4. Bagaimana alat kelengkapan DPRD?
5. Jelaskan relasi DPRD dengan kepala daerah?

C. Tujuan
1. Memberikan pemahaman terkait DPRD sebagai lembaga legislatif daerah?
2. Memaparkan tugas, wewenang, dan hak DPRD?
3. Menjelaskan fungsi DPRD?
4. Menjelaskan alat kelengkapan DPRD?
5. menjelaskan relasi DPRD dengan kepala daerah?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. DPRD Sebagai Lembaga Legislatif Daerah

Dalam perjalanan panjang sistem pemerintahan daerah di Indonesia, posisi


dan kedudukan dari DPRD secara kelembagaan terlihat mengalami proses
"pasang surut" dari sisi fungsi dan keberadaannya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, hal ini dapat terlihat UU sebagai berikut: 2

Pertama, Pada UU Nomor 5 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok


Pemerintahan Di Daerah, keberadaan dari DPRD ditempatkan sebagai bagian dari
unsur Pemerintah Daerah, dimana dalam undang-undang ini yang dimaksud
dengan pemerintah daerah adalah Kepala Daerah dan DPRD, sehingga DPRD
berada pada "kamarnya eksekutif dan bukan pada "kamarnya legislatif. Hal
lainnya bahwa dalam UU tersebut tidak ada dinyatakan atau disebut-sebut "istilah
legislatif daerah" atau tidak ada dinyatakan bahwa DPRD sebagai badan Legislatif
Daerah.

Kedua, Dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah,


keberadaan DPRD secara jelas dan tegas dinyatakan bahwa DPRD adalah sebagai
unsur "Badan Legislatif Daerah" atau yang sering disingkat dengan BLD sehingga
jelas DPRD berada pada kamar legislatif, sedangkan unsur pemerintah daerah
disebut juga sebagai Badan Eksekutif Daerah atau yang sering disingkat dengan
BED. Oleh sebab itu, dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 keberadaan unsur DPRD
ditempatkan pada "kamar legislatif", Sehingga dalam UU tersebut konsekuensinya
bahwa unsur Badan Eksekutif Daerah dalam hal ini Kepala Daerah
bertanggungjawab kepada DPRD dengan menyampaikan Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Kepala Daerah kepada DPRD setiap tahunnya, sebagai
pertanggungjawaban politis.

2
Sri Maulidiah. 2016. Posisi Dewan Perwakilan rakyat. Jakarta. Marpoyan Tujuh. Hal 10

3
Ketiga, Dalam format UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan
Daerah, keberadaan DPRD sebagai badan legislatif daerah kembali mengalami
kekaburan (ketidakjelasan) posisi, apakah DPRD berada pada kamar legislatif
seperti pada format UU Nomor 22 Tahun 1999 atau berada pada kamar eksekutif
seperti pada format UU nomor 5 Tahun 1974, dimana DPRD hanya diposisikan
sebagai Unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah, dan pada UU tentang
Pemerintahan Daerah tersebut tidak ada dinyatakan atau disebut-sebut bahwa
DPRD sebagai Badan Legislatif Daerah, bahkan kata legislatif daerah tidak ada
disebut yebut dalam UU tersebut. Oleh sebab itu, dengan format sepedi ini, terjadi
ketidak jelaan odoves dari kedudukan DPRD dalam UU nomor 32 Tahun 2004,
tidak disebut sebagai bagian dari unsur eksekutif daerah (pemerintah daerah) dan
juga tidak disebut sebagai badan legislatif daerah Kondisi ini berakibat yakni.

Keempat, Dan tidak jauh berbeda dengan UU tentang pemerintahan daerah


sebelumnya, maka pada UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
ini, keberadaan dari lembaga DPRD juga hanya disebut sebagai "unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah", dan bahkan UU tentang pemerintahan
daerah yang baru tersebut tersebut juga tidak ada menyebutkan bahwa DPRD
adalah sebagai Badan Legislatif Daerah, bahkan istilah legislatif daerah juga tidak
ada muncul pada UU yang baru ini. Oleh karena itu, pada UU Nomor 23 Tahun
2014 ini DPRD tidak dapat disebut sebagai badan legislatif daerah. Kondisi ini
juga berakibat pemerintah daerah (Kepala Daerah) tidak bertanggung jawab
kepada DPRD, akan tetapi kepala daerah bertanggung jawab kepada pemerintah
pusat dalam hal ini Gubernur bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri
Dalam Negeri dan Bupati/Walikota bertanggung jawab kepada Menteri Dalam
Negeri melalui Gubernur.

B. Tugas, Wewenang, dan Hak DPRD

Sebagai salah satu unsur dari Pemerintahan Daerah dan sebagai Badan
Legislatif Daerah, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memiliki tugas, hak,

4
dan kewenangan seperti diatur dengan jelas pada pasal 18 UU no 22 Tahun 2014
yang berbunyi sebagai berikut: 3

1. Tugas dan Wewenang DPRD


a. Memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan
Walikota/Wakil Walikota;
b. Memilih anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari utusan Daerah;
c. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/Wakil
Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, atau Walikota/Wakil Walikota;
d. Bersama dengan Gubernur, Bupati, atau Walikota membentuk Peraturan
Daerah;
e. Bersama dengan Gubernur, Bupati, atau Walikota menetapkan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah;
f. Pelaksanakan pengawasan terhadap:
1) Pelaksanaan Peraturan Daerah dan Peraturan perundang-undangan;
2) Pelaksanaan Keputusan Gubernur, Bupati dan Walikota;
3) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
4) Kebijakan Pemerintah Daerah;
5) Pelaksanaan kerjasama internasional di daerah;
6) Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah terhadap
rencana perjanjian internasional yang menyangkut kepentingan daerah;
dan
7) Menampung dan menindaklanjuti aspirasi Daerah dan Masyarakat
2. Hak DPRD
a. DPRD kabupaten/kota berhak menyatakan pendapat.
b. hak DPRD kabupaten/kota untuk meminta keterangan kepada
bupati/walikota mengenai kebijakan pemerintah kabupaten/kota yang
penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat
dan bernegara.
c. DPRD kabupaten/kota untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan
pemerintah kabupaten/ kota yang penting dan strategis serta berdampak
3
Mintarti, Wibisono, Assistriadi. 2019. Peran dan Fungsi DPRD. Madium. Penerbit Taujih. Hal 16

5
luas pada kehidupan masyarakat, daerah, dan negara yang diduga
bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
d. hak DPRD kabupaten/kota untuk menyatakan pendapat terhadap
kebijakan bupati/ walikota atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi
di daerah disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya.

C. Fungsi DPRD

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, maka kepada Dewan


Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diberikan fungsi tersendiri dalam sistem
pemerintahan daerah di Indonesia. Fungsi tersebut antara lain: 4

1. Fungsi Legislatif,
a. Menyusunprogramlegislasidaerah/programperaturandaerah
b. Mengajukanrancanganperaturandaerahmelaluihakinisiatif
c. Melakukan pembahasan Raperda yang diajukan oleh pemerintah daerah
d. Memberikan persetujuan atas Raperda
2. Fungsi Penganggaran
a. Menyusun Anggaran Belanja dan Kegiatan DPRD berdasarkan Rencana
Kerja DPRD
b. Membahas RancanganAPBD yang diajukan oleh kepala daerah (eksekutif)
c. Melakukan penilaian tehadap pos-pos anggaran yang telah disusun oleh
eksekutif
d. MenyetujuiataumenolakRAPBDyangdiajukanoleheksekutif
e. Kebutuhan konstituen berdasar pengamatan anggota DPRD sebagai hasil
reses
f. Hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah yang sudah dikritisi oleh masing-
masing komisi
3. Fungsi Pengawasan
a. Pengawasan umum pelaksanaan pemerintahan

4
Mintarti, Wibisono, Assistriadi. [Link]. Hal 17

6
b. Pengawasan atas pelaksanaan pelayanan publik
c. Pengawasanpelaksanaanperaturanperundang-undangan
d. Pengawasan pelaksanaanAPBD

D. Alat Kelengkapan DPRD

DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah bersama pemerintah daerah


yang dipimpin oleh kepala daerah, memiliki fungsi pembentukan peraturan
daerah, anggaran, dan pengawasan. Sinergitas pelaksanaan fungsi, tugas, dan
wewenang DPRD yang dijalankan oleh masing-masing Alat Kelengkapan DPRD,
memegang kunci optimalisasi pelaksanaan kinerjanya. Pelaksanaan fungsi, tugas
dan wewenang DPRD, selanjutnya dilaksanakan oleh setiap Alat Kelengkapan
DPRD sesuai dengan bidang masalahnya masing-masing, alat Kelengkapan
DPRD adalah: 5

1. Pimpinan
2. Komisi, Alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dibentuk pada
awal masa jabatan DPRD. Setiap anggota DPRD, kecuali pimpinan
DPRD, wajib menjadi anggota salah satu komisi.
3. Badan Musyawarah, alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap. Bamus
dibentuk oleh DPRD pada awal masa jabatan keanggotaan DPRD.
4. Badan Anggaran, alat kelengkapan DPRD dalam Memberikan saran dan
pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD kepada Gubernur dalam
mempersiapkan Rancangan APBD paling lambat 5 (lima) bulan sebelum
ditetapkannya APBD
5. Badan Legislasi, BLD dibentuk dalam rapat paripurna dan susunan dan
keanggotaannya ditetapkan pada awal masa keanggotaan DPRD dan awal
tahun siding untuk membuat peraturan perundang-undangan
6. Badan Kehormatan, alat kelengkapat DPRD yang bertugas Memantau dan
mengevaluasi kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan Tata Tertib DPRD
5
Aryojati, Prayudi, Budiman, Fitri. 2020. Peranan DPRD Dalam Pengambilan Kebijakan Daerah.
Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Hal 13

7
E. Relasi DPRD Dengan Kepala Daerah

Salah satu aspek relasi DPRD dengan kepala daerah adalah menyangkut
penggunaan mekanisme konsultasi. Ini sesuatu yang menarik di tingkat lokal,
bukan saja karena terdapat apa yang disebut wadah Forum Komunikasi Pimpinan
Daerah (Forkompinda), tetapi juga karena penggunaan mekanisme konsultasi di
tingkat nasional sudah menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang
konstruktif antara DPR dengan Presiden terhadap beberapa isu strategis. Posisi
konsultasi menjadi sangat strategis dalam politik lokal, karena semenjak
berlakunya UU No. 23 Tahun 2014, kepala daerah diupayakan untuk
berkedudukan secara seimbang terhadap DPRD. Pasal 207 UU No. 23 Tahun
2014 menegaskan keseimbangan relasi politik tersebut, yaitu dalam konteks
hubungan kerja antara kepala daerah dan DPRD, bahwa:6

1. Hubungan kerja antara DPRD dengan kepala daerah didasarkan atas


kemitraan yang sejajar;
2. Hubungan kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diwujudkan dalam bentuk:
a. persetujuan bersama dalam pembentukan perda;
b. penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban kepada
DPRD;
c. persetujuan terhadap kerja sama yang dilakukan pemerintah
daerah;
d. rapat konsultasi DPRD dengan kepala daerah secara berkala;
e. bentuk lainnya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
3. Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban.

6
Aryojati, Prayudi, Budiman, Fitri.. [Link]. Hal 39

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

9
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah lembaga perwakilan
rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
daerah. Peran dan tanggung jawab yaitu mewujudkan efisiensi, efektivitas,
produktivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, melalui
pelaksanaan hak, kewajiban, tugas, wewenang, dan fungsi DPRD sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangan-undangan. DPRD sebagai unsur pemerintahan
daerah bersama pemerintah daerah yang dipimpin oleh kepala daerah, memiliki
fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan.

B. Saran

Pada praktiknya, DPRD cenderung hanya menjalankan tugas untuk


menerima dan menampung aspirasi saja, namun untuk menindaklanjuti
dipercayakan kepada pemerintah daerah. Saluran tindak lanjut aspirasi
masyarakat, belum secara maksimal digunakan oleh setiap alat kelengkapan
DPRD dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Diharapkan DPRD sebagai
unsur pemerintahan daerah, dapat memberikan pengaruh kepada kemampuannya
dalam menjalankan tugas dan wewenang terkait dengan menerima, menampung
dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Saherimiko, [Link] , Nahot Tua Parlindungan Sihaloho, [Link]., M.I.P. 2022.
Optimalisasi Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dalam
Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Surabaya. Scopindo.

10
Sri Maulidiah. 2016. Posisi Dewan Perwakilan rakyat. Jakarta. Marpoyan Tujuh.

Mintarti, Wibisono, Assistriadi. 2019. Peran dan Fungsi DPRD. Madium.


Penerbit Taujih

Aryojati, Prayudi, Budiman, Fitri. 2020. Peranan DPRD Dalam Pengambilan


Kebijakan Daerah. Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia

11

Anda mungkin juga menyukai