0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan9 halaman

Kriteria Perencanaan Unit Filtrasi SNI 6774

Diunggah oleh

fillya novarizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan9 halaman

Kriteria Perencanaan Unit Filtrasi SNI 6774

Diunggah oleh

fillya novarizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Filtrasi (SNI 6774:2008)

Tabel Kriteria Perencanaan Unit Filtrasi (Saringan Cepat)

Jenis Saringan
Saringan dengan
No Unit Saringan Biasa
Pencucian Antar Saringan Bertekanan
(Gravitasi)
Saringan
1 Jumlah bak saringan N = 12 Q 0,5 *) Minimum 5 bak -
2 Kecepatan penyaringan
6 - 11 6 - 11 12 - 33
(m/jam)
3 Pencucian:
 Sistem pencucian
Tanpa/dengan blower Tanpa/dengan blower Tanpa/dengan blower
dan/atau surface wash dan/atau surface wash dan/atau surface wash
36 – 50 36 – 50 72 – 198
 Kecepatan (m/jam)
10 – 15 10 – 15 -
 Lama pencucian
(menit)
18 – 24 18 – 24 -
 Periode antara dua
pencucian (jam)
30 - 50 30 - 50 30 - 50
 Ekspansi (%)
4 Media pasir:
 Tebal (mm) 300 – 700 300 – 700 300 – 700
 Singel media 600 – 700 600 – 700 600 – 700
 Media ganda 300 – 600 300 – 600 300 – 600
 Ukuran efektif, ES 0,3 – 0,7 0,3 – 0,7 0,3 – 0,7
(mm)
 Koefisien 1,2 – 1,4 1,2 – 1,4 1,2 – 1,4
keseragaman, UC
 Berat jenis (kg/dm3) 2,5 – 2,65 2,5 – 2,65 2,5 – 2,65
 Porositas 0,4 0,4 0,4
 Kadar SiO2 >95 % >95 % >95 %
5 Media antransit
 Tebal (mm) 400 – 500 400 – 500 400 – 500
 ES (mm) 1,2 – 1,8 1,2 – 1,8 1,2 – 1,8
 UC 1,5 1,5 1,5
 Berat jenis (kg/dm3) 1,35 1,35 1,35
 Porositas 0,5 0,5 0,5
6 Filter bottom/dasar
saringan
1) Lapisan penyangga dari
atas ke bawah
 Kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 -
Ukuran butir (mm) 2–5 2–5 -
 Kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 -
Ukuran butir (mm) 5 – 10 5 – 10 -
 Kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 -
Ukuran butir (mm) 10 – 15 10 – 15 -
 Kedalaman (mm) 80 – 150 80 – 150 -
Jenis Saringan
Saringan dengan
No Unit Saringan Biasa
Pencucian Antar Saringan Bertekanan
(Gravitasi)
Saringan
Ukuran butir (mm) 15 - 30 15 - 30 -
2) Filter Nozel
 Lebar slot nozel (mm) < 0,5 < 0,5 < 0,5
 Presentase luas slot
nozel terhadap luas > 4% >4% >4%
filter (%)

CATATAN:
*) Untuk saringan dengan jenis kecepatan menurun

**) Untuk saringan dengan jenis kecepatan konstan, harus dilengkapi dengan pengatur aliran
otomatis

Unit filtrasi (penyaring)


Dimensi unit fltrasi (penyaring) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

Q
Q = Av A=
V
dengan pengertian:
Q adalah kapasitas pengolahan (m3 /detik)
A adalah luas bak (m2)
v adalah kecepatan penyaringan (m/detik)

Pada umumnya terdapat 2 (dua) jenis sistem saringan pipa cepat, yaitu saringan gravitasi
dan saringan bertekanan. Keduanya secara prinsip tidak memiliki perbedaan proses dan
operasi yang berarti.

Berdasarkan cara pencucian balik (back wash) terdapat 4 jenis yaitu, menggunakan Menara
air, pemompaan langsung, pencucian antar saringan (intern filter back washing / self back
washing) dan pencucian kontinue (continous back washing).

Jenis pencucian continue tidak termasuk dalam model ini, karena jaringan digunakan dan
merupakan paten penyedia jasa/barang tertentu

Dalam operasi pencucian balik, selain menggunakan air saja, saringan pasir dilengkapi
dengan perlengkapan agitasi pada media filter. Seperti agitasi pada permukaan media
saringan menggunakan udara, agitasi dibawah permukaan media saringan dengan udaea
dan agitasi dari dasar saringan menggunakan udara (air scouring)

Proses dan Operasi Unit Filtrasi


1) Proses dan Operasi Penyaringan
a) Saringan dengan kecepatan penyaringan menurun (Declining Rate Filtration)
1) Pastikan semua katup bisa dioperasikan dengan baik.
2) Tutup semua katup pencucuian, katup pembuangan dan katup udara.
3) Buka katup dari sedimentasi/ clarifier yang menuju saringan dan katup outlet
saringan ke reservior dalam posisi tertutup.
4) Isi masing bak saringan pasir secara berurutan.
5) Buka katup outlet saringan ke reservior.
b) Saringan dengan Kecepatan Penyaringan Konstan (Constant Rate Filtration) Untuk
mempertahankan kecepatan penyaringan, dilakukan dengan dua indikator. Pertama,
mengendalikan beda muka air pada saringan dan reservoir. Kedua, mengendalikan aliran air
(debit) yang masuk ke reservoir umumnya menggunakan katup pengendali (control valve),
yang bekerja secara elektris atau pneumatis.
1) Pastikan semua unsur dan indikator untuk ketinggian berjalan baik.
2) Pastikan sensor/pengukuran aliran (flow meter) bekerja dengan baik.
3) Untuk sistem katup penematis, pastikan tabung pneumatic sudah terisi udara
bertekanan, dengan tekanan yang sesuai dengan dokumen perencanaan dan katup
pengendali bekerja baik.
4) Untuk sistem katup elektris, pastikan motor dan katup pengendali bekerja baik.
5) Pastikan semua katup bisa digunakan dengan baik.
6) Tutup semua katup pencucian, katup pembuangan dan katup udara.
7) Buka katup dari sedimentasi/clarifier yang menuju saringan dan katup outlet
saringan.
8) Isi masing-masing bak saringan pasir secara berurutan.
9) Buka katup outlet saringan ke reservoir.
2) Proses dan Operasi Pencucian Balik Operasi pencucian balik bisa direncanakan
secara manual atau otomatis/ semi otomatis operasi pencucian otomatis/semi
otomatis umumnya menggunakan timer, berdasarkan umur saringan atau
berdasarkan parameter tertentu seperti perbedaan tekanan antara permukaan dari
dasar saringan (PRESSURE DIFFERENTIAL) atau tinggi muka air pada saringan saja.
Pencucian efektif dilakukan apabila kehilangan tekanan (head loses) pada saringan
maximum, ditandai dengan naiknya muka air pada saringan.

a) Saringan dengan Pencucian Manual

(1) Pencucian menggunakan air saja

a) Pastikan semua katup bisa dioperasikan dengan baik


b) Tutup semua katup inlet pada saringan buka katup pembuangan dan setelah itu buka katup
pencucian.
c) Pada saat pencucian, tutup yang menuju reservoir ditutup.
d) Lakukan pencucuian selama 15 menit sampai semua kotoran pada filter terbuang.
e) Amati apakah terdapat media penyaring (pasir) yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan kecepatan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
f) Amati apakah terdapat penerobosan (BREAKTORUGH) aliran yang besar pada media
penyaring, yang menandakan aliran atau “UNDER DRAW SYSTEM” tidak terpasang
sempurna.
g) Tutup kembali katup sambungan dan katup pencucian.
h) Buka katup menuju reservoir dan katup inlet saringan.
i) Lakukan pencucian saringan satu persatu.
j) Pencucian saringan selesai.

(2) Pencucian Menggunakan Air dan Udara


Dari dasar saringan
(a) Pastikan semua katup bias dioperasikan dengan baik.
(b) Hidupkan kompresor, pada saringan tertentu kompresor akan hidup secara otomatis
ketika katup udara dibuka
(c) Tutup semua katup inlet pada saringan, buka katup pembuangan dan setelah itu buka
katup udara bersama dengan katup pencucian.
(d) Pada saat pencucian, katup yang menuju reservoir ditutup.
(e) Pada menit ke 5 (lima), tutup katup pencucian.
(f) Pada menit ke 7 (tujuh) tutup katup udara dan buka kembali katup pencucian.
(g) Lakukan pencucian dengan air sampai menit ke 16 (enam belas) sampai semua kotoran
pada filter terbuang.
(h) Amati apakah terjadi media penyaring (pasir) yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan kecepatan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
(i) Amati apakah terjadi penerobosan (BREAKTROUGHT) aliran yang besar pada media
penyaring, yang menandakan aliran yang tidak merata atau “UNDER DRAIN SYSTEM”
tidak terpasang sempurna.
(j) Tutup kembali katup pembuang dan katup pencucian.
(k) Buka katup menuju reservoir dan katup inlet saringan.
(l) Lakukan pencucian saringan satu persatu.
(m) Pencucian saringan selesai

(3) Pencucian Menggunakan Air dan Agitasi Udara pada Permukaan Media

a) Pastikan semua katup bisa dipoerasikan dengan baik.


b) Hidupkan kompresor, pada saringan tertentu kompresor akan hidup secara otomatis ketika
katup udara dibuka.
c) Tutup Semua katup inlet pada saringan, buka pembuangan dan setelah itu buka katup
udara.
d) Pada saat pencucian, katup yang menuju reservoir ditutup.
e) Pada menit ke-2 (dua), buka katup pencucian.
f) Lakukan pencucian air dan agitasi udara pada permukaan media saringan sampai menit ke 4
(empat).
g) Pada menit ke 4 (empat) tutup katup udara.
h) Lakukan pencucian dengan air saja sampai menit ke 10 (sepuluh) sampai semua kotoran
pada saringan terbuang.
i) Amati apakah terdapat media penyaringan (pasir) yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan kecepatan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
j) Amati apakah terjadi penerobosan (BREAK TROUGH) aliran yang besar pada media
penyaring, yang menandakan aliran yang tidak merata atau UNDER DRAIN SYSTEM” tidak
terpasang sempurna.
k) Pada menit ke 10 (sepuluh) tutup kembali katup pembuangan dan katup pencucian.
l) Buka katup menuju reservoir dan katup inlet saringan lakukan pencucian saringan satu
persatu.
m) Pencucian saringan selesai

b) Saringan dengan Pencucian Otomatis

Pastikan terdapat sistem “INTER LOCK” sehingga dalam satu saat hanya satu saringan saja dalam
keadaan operasi pencucian.

(1) Pengaturan (Setting) waktu pencucian Pengaturan waktu pencucian secara otomatis untuk
pencucian jaringan, pada saat ini banyak menggunakan “PROGRAM ABLE LOGIC CONTROLIEN
(PLC) atau komputer, yang secara otomatis memerintahkan saringan dalam mode pencucian.
Teknologi yang lama menggunakan “TIME” atau “CAM-SHAF” yang saat ini sudah jarang dipakai

a) Apabila parameter untuk penentuan waktu pencucian menggunakan perbedaan tekanan


antara muka air di atas saringan dan di dasar saringan (PRESSURE DIFFERINTIAL), pastikan
indikator/ sensor tekanan berjalan baik, atur beda tekanan sesuai dokumen perencanaan.
b) Apabila parameter itu menentukan waktu pencucian menggunakan tinggi muka air di atas
saringan, pastikan indikator/ sensor ketinggian (earl sensor/ indicator) berjalan baik, atur
tinggi muka air sesuai dengan dokumen perencanaan.
c) Apabila parameter untuk penentuan waktu pencucian berdasarkan umur saringan, pastikan
TIMER berjalan baik, atur umur saringan (umumnya 24 jam/ sesuai dokumen perencanaan.

(2) Saringan dengan Pencucian Air Saja

Pengaturan yang perlu dilakukan adalah untuk sekwen (SEQUEN) buka-tutup katup inlet, buka-
tutup katup pencucian, buka-tutup katup pembuangan dan buka-tutup katup kearah RESERVOIR.

a) Pastikan semua katup dan penggerakannya (elektrolik/ pneumatik) berjalan baik


b) Waktu -0, tutup katup inlet, buka katup pembuangan, tutup katup kearah reserovoir, buka
katup pencucian.
c) Amati apakah terdapat media penyaring (pasir) yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan kecepatan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
d) Amati apakah terdapat penerobosan (BREAK TROUGH) aliran yang besar pada media
penyaring, yang menandakan aliran yang tidak merata atau ‘UNDER DRAIN SYSTEM” tidak
terpasang sempurna.
e) Waktu -15 menit, tutup katup pencucian, buka katup kearah reservoir, tutup katup
pembuangan, dan buka katup inlet.

(3) Saringan dan Pencucian Air dengan udara

Pengaturan yang perlu dilakukan adalah SEKWEN (SEQUEN) buka-tutup katup inlet, buka tutup,
katup pencucian, buka-tutup katup udara, buka tuutp katup pembuangan dan buka-tutup kea rah
reservoir.

a) Pastikan semua katup dan penggerakkannya (elektronik/ pneumatik) berjalan baik.


b) Waktu – 0, tutup katup inlet, buka katup pembuangan, tutup katup kea rah inbervoir, buka
katup udara, dan buka katup pencucian.
c) Waktu -5 menit, tutup katup pencucian
d) Waktu -7 menit, tutup katup udara, dan buka katup pencucian.
e) Aamati apakah terdapat media penyaring/pasir yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
f) Amati apakah terdapat penerobosan (BREAK TRHOUGH) aliran yang besar pada media
penyaring yang menandakan aliran yang tidak merata atau “UNDER DRAIN SYSTEM” tidak
terpasang sempurna. (g) Waktu – 16 menit, tutup katup pencucian, buka katup kearah
reservoir, tutup katup pembuangan dan buka katup inlet.

(4) Saringan dengan Pencucian Air dan Agitasi Udara pada Media Penyaring

Pengaturan yang perlu dilakukan adalah untuk SEKWEN (SEQUEN) buka-tutup/katup inlet, buka-
tutup katup pencucian, buka-tutup katup udara, buka-tutup katup pembuangan dan buka-tutup
katup kea rah reservoir.

(a) Pastikan semua katup, dan penggeraknya/ elektrik/ pneumatik berjalan baik
(b) Waktu -0, tutup katup inlet, buka katup pembuangan, tutup katup ke arah reservoir, dan
buka katup udara.
(c) Waktu – 2 menit, buka katup pencucian.
(d) Waktu – 4 menit, tutup katup udara.
(e) Amati apakah terdapat media penyaring (pasir) yang terbawa aliran pencucian, yang
menandakan kecepatan pencucian terlalu besar atau pasir terlalu kecil ukurannya.
(f) Amati apakah terdapat penerobosan (BREAK TROUGH) aliran yang besar jika media
penyaring, yang menandakan aliran yang tidak merata atau “UNDER DRAIN SYSTEM” tidak
terpasang sempurna.
(g) Waktu - 10 menit, tutup katup pencucian, buka katup ke arah reservoir tutup katup
pembuangan dan buka katup inlet.

c) Saringan dengan Pencucian Semi Otomatis

Penentuan waktu pencucian menggunakan perbedaan tekanan antara muka air di atas sampai
dan didasar saringan (PRESSURE DIFFERENTIAL), atau menggunakan tinggi muka air di atas
saringan, atur berdasarkan umur saringan, selanjutnya akan memberikan peringatan (alarm) bisa
berupa sirene atau sinyal lampu, kemudian generator memerintahkan saringan dalam model
pencucian dengan menekan tombol.

1) Pastikan bahwa sistem aliran bekerja dengan baik, uji sistem aliran dengan mengubahubah
parameter waktu pencucian.
2) Pengaturan (setting) operasi dan SEKWEN penyaringan/ pencucian sama dengan operasi dan
sekwen saringan dengan pencucian otomatis.

(Sumber : TATA CARA PERENCANAAN UNIT PAKET INSTALASI PENGOLAHAN AIR (2014)
“Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Balitbang Kementerian Pekerjaan
Umum”

2. Ozonisasi
Ozonisasi merupakan salah satu proses pengolahan yang dapat digunakan untuk mengurangi bahan
organik pada air baku. Ozon merupakan salah satu bahan dengan potensial reduksi oksidasi yang
cukup tinggi, karena itu molekul ozon dapat bereaksi dengan berbagai senyawa dalam air (Beltrand,
J Fernando, 1995). Keunikan dari proses ozonisasi adalah hasil dekomposisi ozon berupa OH radikal
yang merupakan oksidator lebih kuat dan bersifat tidak selektif sehingga dapat mendegradasi bahan
organik dalam air kompleks dalam air (Hoigné, Bader, Haag, & Staehelin, 1985).

Parameter pH dapat mempengaruhi stabilitas ozon dalam pembentukan OH radikal. pH yang tinggi
menunjukkan kehadiran ion hidroksida yang tinggi pula. Kehadiran ion OH- dapat menginisiasi
dekomposisi ozon sebagai langkah awal dalam pembentukan OH radikal. Pada waktu kontak ke-60
menunjukkan bahwa sisa ozon mengalami penurunan yang dapat disebabkan karena adanya
peningkatan pH yang mempengaruhi dekomposisi menjadi OH radikal dapat dilihat pada reaksi
berikut (Hoigné et al., 1985):
O3 + OH- → HO2 - + O2 –
O3 + HO2 - → OH● + O2● + O2

Selain pH, parameter yang mempengaruhi proses dekomposisi ozon membentuk OH radikal adalah
alkalinitas. Alkalinitas pada air yang berperan sebagai inhibitor dalam pembentukan OH radikal,
dimana ion karbonat dan bikarbonat akan bereaksi dengan OH radikal untuk membentuk karbonat
radikal yang akan bereaksi dengan senyawa orgnaik dan anorganik yang hadir pada laju lamban
(Hoigné et al., 1985). Bikarbonat maupun karbon merupakan penghambat reaksi berantai radikal
dan bahkan dapat menyebabkan pembentukan kembali ozon yang dapat dilihat pada reaksi berikut:

CO3 2- + HO●→ CO3 ●- + OH-


CO3 ●- + O3 ●- → CO3 2- + O3
Proses ozonisasi akan menghasilkan Low Molecullar Weight (LMW) dimana produk tersebut
dihasilkan dari oksidasi senyawa organik yang terpecah menjadi LMW yang merupakan senyawa
yang mudah didegradasi (Sururi, 2008). Reaksi langsung pada proses ozonisasi berperan dalam
perusakan mekanisme yang terjadi secara perlahan pada zat organik yang secara alamiah terdapat
pada air menjadi asam karboksilat, aldehid, dan keton dan tidak langsung menjadi CO2. Pada awal
proses ozonisasi, bahan organik yang akan lebih banyak diurai merupakan bahan organik yang lebih
sederhana.

Proses ozonisasi berfungsi untuk mengoksidasi bahan organik dari senyawa kompleks menjadi
senyawa yang lebih sederhana. Penurunan bahan organik yang kompleks dan diikuti dengan nilai
BOD menunjukkan bahwa proses ozonisasi akan membentuk senyawa yang lebih bersifat
biodegradable.

(sumber: Jurnal “Efektivitas Proses Ozonisasi Studi Kasus: IPA dan Miniplant Dago Pakar” (2019)
Chindy Cinthya

Ozon dapat mengoksidasi besi dan mangan menjadi terpresipitasi dari sumber air, selain itu dapat
pula mengkoagulasi partikulat, mengontrol pertumbuhan alga, dan mampu menghancurkan
beberapa jenis pestisida. Suffet et al (1986) mengatakan bahwa ozon adalah bahan oksidan yang
efektif untuk menghilangkan bau dan rasa. Perkembangan teknologi pengolahan air bersih selama
beberapa decade terkahir memperkenalkan Advance Oxidation Process (AOP). Langleis et al (1991)
menyatakan bahwa AOP dapat mengurangi konsentrasi kontaminan dari beberapa ratus part per
million (ppm) menjadi kurang dari 5 part per billion (ppb). AOP merupakan proses pengolahan air
yang melibatkan pembangkitan hidroksil radikal (oksidan kuat) dalam jumlah yang cukup (Glaze et al
1987). AOP merupakan kombinasi pemakaian bahan kimia H2O2/O3 (peroxone), O3/UV, titanium/UV,
Fe(II)/H2O2 (Fenton) untuk membangkitkan hidroksil radikal (Black dan Veatech 2010). Mohajerani et
al (2009) menyatakan bahwa perpaduan teknologi AOP dan teknologi konvensional dapat
memperbaiki efektifitas proses pengolahan sumber air minum yang terkontaminasi.

3. Ultraviolet

Desinfeksi UV merupakan proses berbasis energi, dimana rasio inaktivasi ditentukan oleh dosis UV
yang diterapkan melalui unit desinfektan. Dosis UV (mJ/cm2) dihitung dengan iradiasi atau laju
fluensi yang dikirimkan ke sel mikroba (mW/cm2) lalu dikalikan dengan waktu pemaparan (Bolton et
al, 2015). Desinfeksi udara dan permukaan yang terkena biokontaminasi dapat diasumsikan sebagai
aplikasi radiasi UV yang lebih mudah dan dapat diprediksi dibandingkan dengan pengolahan air
(Gora et al, 2019). Namun, untuk mencapai nilai inaktivasi yang valid misalnya 99,99% dengan
desinfektor udara atau permukaan UV, ada beberapa factor mempengaruhi yang dapat
dikelompokan menjadi dua kategori yaitu karakteristik mikroba yang melekat dam karakteristik
media target (Raeszadeh & Adeli, 2020: Ulfa et al, 2020)

4. Ultra Filtrasi
Ultrafiltrasi (UF) merupakan proses pemisahan menggunakan membran dengan ukuran pori-pori
berkisar antara 0,1-0,001 µm (mikron). Biasanya, membran UF akan menghilangkan kotoran dari zat
yang mempunyai berat molekul tinggi, material koloid, serta molekul polimer organik atau
anorganik. Zat organik dengan berat molekul rendah dan ion-ion seperti natrium, kalsium,
magnesium klorida, serta sulfat tidak dapat dipisahkan oleh membran UF. Karena hanya zat dengan
berat molekul tinggi yang dapat dihilangkan atau dipisahkan, maka perbedaan tekanan osmotik di
permukaan membran UF diabaikan. Tekanan operasi rendah sehingga cukup untuk mencapai tingkat
fluks yang tinggi dari membran ultrafiltrasi. Fluks membran UF didefinisikan sebagai jumlah air yang
disaring atau diproduksi per satuan luas permukaan membran per satuan waktu. Umumnya fluks
dinyatakan sebagai galon per meter persegi per hari (GFD) atau sebagai meter kubik per meter
persegi per hari. Membran ultrafiltrasi (UF) dapat memiliki fluks sangat tinggi tetapi dalam banyak
aplikasi praktis fluks bervariasi antara 50 sampai 200 GFD pada tekanan operasi sekitar 50 psi.
Sedangkan, membran reverse osmosis (RO) hanya memproduksi antara 10-30 GFD pada 200-400 psi.
Ultrafiltrasi berfungsi seperti reverse osmosis, yaitu merupakan proses pemisahan secara aliran
lintas (cross-flow). Air yang akan diolah dialirkan secara tangensial ke sepanjang permukaan
membran, sehingga menghasilkan dua aliran. Aliran air yang yang masuk dan meresap melalui
membran disebut aliran air olahan (permeate). Jumlah dan kualitas air olahan akan tergantung pada
karakteristik membran, kondisi operasi, serta kualitas air bakunya. Aliran lainnnya yaitu aliran air
buangan (reject) atau disebut concentrate, dimana di dalam aliran air buangan mengadung zat atau
kotoran yang telah dipisahkan oleh membran sehingga konsentrasinya menjadi lebih pekat. Oleh
karena itu di dalam pemisahan secara aliran silang (cross-flow), membran itu sendiri tidak bertindak
sebagai kolektor ion, molekul, atau koloid tetapi hanya bertindak sebagai penghalang. Di dalam
proses penyaringan dengan menggunakan filter konvensional, media penyaring atau filter cartridge,
hanya menghilangkan padatan tersuspensi dengan menjebak kotoran dalam poripori media filter.
Oleh karena itu filter ini menjadi tempat deposit dari padatan tersuspensi dan harus sering
dibersihkan atau diganti. Filter konvensional umumnya digunakan untuk pengolahan awal sebelum
proses pengolahan dengan sistem membran, yaitu untuk menghilangkan padatan tersuspensi yang
relatif besar, sedangkan proses penyaringan dengan membran digunakan untuk menghilangkan
partikel dan padatan terlarut. Di dalam proses ultrafiltrasi, untuk beberapa aplikasi, tidak
menggunakan filtrasi awal (prefilter) sehingga modul ultrafiltrasi digunakan untuk memisahkan
padatan tersuspensi atau material emulsi koloid.

Anda mungkin juga menyukai