Bab V
File Server
A. KD dan IPK
3.5 Mengevaluasi File Server 4.5 Mengkonfigurasi File Server
Kompetensi Dasar
3.5.1 Menjelaskan konsep File 4.5.1 Melakukan konfigurasi File
Indikator Pencapaian Kompetensi
Server Server
3.5.2 Menentukan cara konfigurasi 4.5.2 Menguji hasil konfigurasi File
File Server Server
B. Lampiran
Uraian Materi Pembelajaran
a. Pengertian
File server merupakan sebuah layanan tempat penyimpanan file dengan terpusat dalam
sebuah mesin. File server bisa dikatakan sebagai jantungnya dari kebanyakan jaringan,
dengan perangkat komputer yang berkecepatan tinggi, memiliki memori atau kapasitas
RAM besar, dan juga didukung oleh kartu jaringan cepat.
File server sendiri berfungsi untuk mengontrol informasi dan
komunikasi yang terjadi antara komponen atau node pada sebuah
jaringan
Keuntungan file server
Hematnya penggunaan resources atau sumber daya, khususnya media penyimpanan.
Selain itu, karena penyimpanan data dilakukan secara terpusat dan tidak tersebar pada
beberapa mesin, maka penggunaan data menjadi lebih mudah dan aman.
Berbagi resources dalam jaringan untuk keperluan bersama—seperti misalnya berbagi
printer atau data—bisa meningkatkan efektifitas kerja.
b. Prinsip dan cara kerja file server
Biasanya menyediakan ruang untuk menyimpan dan mengambil dokumen anda sesuai
kebutuhan. File server mengoptimalkan teori antrian untuk mengelola beban tinggi dan
mengoptimalkan waktu pengiriman pesan. Kombinasi hardware dan software aplikasi
yang digunakan untuk merespon berbagai tuntutan. Server menggunakan load balancing
dinamis untuk mendistribusikan permintaan untuk berbagai potongan perangkat
keras. File server mampu menangani beberapa permintaan dan menyediakan berbagai
layanan pada saat yang sama. Mereka memberikan dukungan e-mail, web browsing, dan
linkage FTP.
Sebuah file server sederhana dapat menjadi komputer biasa yang menyimpan file Anda
dan mengirimkannya melalui jaringan ketika diminta. Dengan jaringan yang
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 1
canggih, file server bisa menjadi jaringan khusus attached storage (NAS) sistem yang
berfungsi sebagai remote hard drive untuk komputer lain.
Macam – macam file server
1. Samba Server
Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem
Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows
dan Linux. Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux,
Samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux
untuk melayani pemakaian data secara bersama - sama
Samba protocol SMB ( server message blog) adalah protocol file sharing/layanan berbagi
berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (print service) yang dapat berjalan pada multi
protocol: TCP/IP, NetBeui, IPX-SPX untuk menyaingi protocol yang telah ada yakni
Novell’s IPX-Based. Dengan kata lain samba server dapat mengganti posisi Novell
server tanpa harus merubah infrastruktur dari jaringan.
Aplikasi samba juga mempunyai beberapa program pendukung yaitu :
smbclient, aplikasi di klien dengan tampilan mirip ftp untuk mengakses SMB
resource share (mengakses share files) smbtar, Program yang memback up data yang
dishare. Mirip tar di Linux.
Nmblookup, Program yang membantu mencari nama (names lookup)
dengan memanfaatkan NetBIOS over TCP/IP. Nmb lookup dapat digunakan
untuk meresolve dari nama komputer ke nomor IP dan sebaliknya.
smbpasswd, Program yang memungkinkan administrator mengatur password yang
terenkripsi yang dipergunakan oleh Samba Server.
Smbstatus, Program yang memonitor status terakhir dari share resources yang
diberikan oleh Server Samba.
Testparm, Program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa
parameter) terhadap file konfigurasi Samba ([Link])
Swat, Samba Web Administration Tool, program bantu yang memberikan
interface model web untuk mengadministrasi Samba. SWAT mempermudah edit
[Link] (file konfigurasi Samba) mengatur resource share, melihat status Samba
terakhir, dengan dukungan file help yang sangat bermanfaat.
.
a. Fungsi samba server menghubungkan antara dua mesin sistem
operasi Linux dan Windows lalu dapat menjembatani sharing file,
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 2
sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai
gateway, mail server, proxy dan masih banyak lagi.
b. Kelebihan Samba Server
Dapat digunakan secara Gratis (Free) tanpa perlu membayar
Tersedia untuk berbagai macam platform dan distro
Mudah dikonfigurasi oleh seorang admin jaringan
Sudah terhubung langsung dengan jaringan
Mudah digunakan sesuai dengan kebutuhan administrator
Mempunyai performa dan fungsi yang maksimal dan jarang
ditemui masalah error dalam penggunaannya
c. Prinsip dan cara kerja samba server
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD (server
Message blog ) dan NMBD (Name Message Blog ). Secara singkat dapat disebutkan
bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap
client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer
(NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan.
Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/[Link]. Dengan
membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server,
domain controller, dan banyak fungsi lainnya.
2. FTP Server
File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-
menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua
hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.
Active Directory adalah service server dari Windows Server yang memberikan layanan
domain logon, domain authentication, share authentication, permission, hak akses dan lain
sebagainya yang di intergrasikan dengan File Server. Layanan seperti ini sudah tersedia di
linux melalui Service Samba.
Namun kebanyakan admin windows tidak mau repot dengan konfigurasi Linux
Server secara manual. Mereka terbiasa dengan GUI yang tersedia di Service Windows
Server. Dengan adanya pengembangan Samba4 yang telah bekerja sama langsung dengan
Microsoft sehingga Samba4 sudah suport AD ( Active Directory ) layaknya di windows
Server dengan konfigurasi via GUI.
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 3
Dengan berkembangnya TCP/IP, maka NT 4.0 menambahkan satu feature yang disebut
Windows Socket ([Link]). Gunanya agar protokol NetBEUI yang tidak bisa routing,
bisa run-over protokol yang bisa routing seperti TCP/IP. Para pengguna Novell Netware
mungkin familiar dengan istilah “IPX encapsulated with TCP/IP”., setiap proses RPC
(Remote Procedure Call) membutuhkan satu protokol transport, maka begitu kita install
protokol TCP/IP di Windows, kemudian kita jadikan IP address Samba sebagai WINS
(Windows Internet Name Server) dari komputer itu, maka Windows akan menganggap
mesin LINUX kita sebagai Windows.
WINS itu sendiri tidak lain adalah NetBIOS Name Service (NBNS). Yang melakukan proses
Name Resolution dan Browsing. Memang, WINS = NBNS, yang merupakan servis di mana
NetBIOS Name di-resolve ke IP address, mirip seperti DNS (Domain Name Service) yang
me-resolve IP adress ke host name.
c. Konfigurasi file server linux
a. Install Debian (debian 7.7.0), Jika sudah selesai log in sebagai root / superuser
b. Masukan File ISO ([Link])
3. Ketik perintah : apt-get install samba
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 4
Lalu ketik Y > Enter, Tunggu proses installasi selesai.
4. Edit file [Link], ketik : nano /etc/samba/[Link]
Tambahkan lah tulisan di paling bawah dari file tersebut.
[samba-begaltech] <--------- nama folder sharing
comment = ini folder sharing bernama samba-begaltech <-------- deksripsi komentar
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 5
folder
browseable = yes <--------- supaya bisa disearch di client
writable = yes <--------- yes / no supaya bisa ditulis atau diedit file yang disharing
public = yes <--------- publik
path = /home/samba-begaltech <--------- tempat folder yang sharing ditaruh
guest ok = yes
Setelah selesai mengedit semua isi dari file [Link] tersebut kemuadian save dan exit
segala perubahan yang terjadi di file tersebut.
5. Masuk ke direktori “home“, perintah : cd /home
- Buatlah folder di dalam direktori “home“ sama seperti nama yang anda buat di file
[Link] path = /home/[nama_folder] (samba-begaltech), perintah : mkdir samba-
begaltech
- Setelah membuat folder, buatlah file-file di dalam direktori tersebut, perintah : touch
nama_file.txt
- Buatlah user baru dalam direktori tersebut (samba-begltech), perintah : useradd
(nama_user)
- Jika sudah berikan password user tersebut untuk samba, perintah : smbpasswd -a
(nama_user)
- Kemudian tinggal memberikan permission pada folder tersebut.
Ketik perintah : chmod –R 777 /home/(nama folder yg di buat tadi)
Tujuan dari chmod –R 777 ini adalah untuk mengenalkan nama folder tadi ke suatu
jaringan.
- 777 : Bisa ditulis dan dibaca.
- 775 : Hanya bisa dibaca saja.
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 6
6. Restart samba dengan perintah : /etc/init.d/samba restart
7. Setting IP Address dan samakan IP antara server (debian) dengan client (windows).
Client (Windows)
- Masuk ke network conection – Klik kanan Virtualbox – Ipv 4 – Masukan IP.
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 7
Setelah itu uji koneksi antar server dengan client apakah sudah saling terhubung
menggunakan perintah : ping [ip address]
8. Pengujian samba server dilakukan dengan cara masuk ke windows run, tekan “Win+R“
pada keyboard untuk masuk ke Run.
Ketikan IP Address server (Debian) : \\[Link] lalu Enter / OK.
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 8
9. Uji coba sharing data dengan cara mencoba membuat file di windows (client) dan dibuka
di debian (server).
Buat file baru di dalam folder tersebut (samba-begaltech).
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 9
10. Buka server atau debian virtualbox, Cek apakah file berhasil dibuat / belum.
- Masuk ke direktori samba-begaltech : cd /home/samba-begaltech
- Cek apakah sudah terlihat / belum, perintah : ls
- Jika sudah ada, buka file tersebut apakah isinya sama dengan yang dibuat tadi atau gak.
ketik perintah : nano /home/[folder]/[nama_file.txt]
d.
Jika sudah masuk dan saling bertukar data berarti samba server anda telah berhasil dan siap
di coba
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 10
SMK Yohanes XXIII Maumere Page 11