Bab VII
DNS
A. KD dan IPK
Kompetensi Dasar
3.7 Mengevaluasi DNS Server 4.7 Mengkonfigurasi DNS Server
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.7.1 Menjelaskan konsep DNS Server 4.7.1 Melakukan konfigurasi DNS Server
3.7.2 Menentukan cara konfigurasi DNS 4.7.2 Menguji hasil konfigurasi DNS Server
Server
B. Lapiran
Uraian Materi Pembelajaran
I. DNS Server
a. Pengertian DNS
DNS (Domain Name System) atau dalam bahasa Indonesia Sistem Penamaan
Domain adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host dan nama
domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan
komputer baik di jaringan local maupun internet. DNS menyediakan alamat IP untuk
setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang
menerima email untuk setiap domain. DNS sangatlah penting, karena perangkat keras
komputer bekerja dengan alamat IP sedangkan manusia umumnya lebih memilih nama
host atau nama domain. Contohnya adalah URL (Universal Resource Locator) dan
alamat email.
Atau dapat disimpulkan bahwa DNS adalah sebuah sistem yang
menghubungkan Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP
Address).
Contoh yang paling mudah adalah [Link]. [Link] adalah sebuah nama
domain.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
Domain Nama Sub
TLD ccTLD
Website Domain Domain
[Link] google - .com -
[Link] google mail .com -
[Link] google - .[Link]
b. Fungsi DNS
Dari penjelasan apa itu DNS, kita pasti sudah bisa mengira-ngira bagaimana sebetulnya
DNS berfungsi.
1. Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain;
2. Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;
3. Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.
c. Macam-Macam DNS Record
Informasi yang diminta user dalam sistem DNS disebut dengan DNS record. Ada
beberapa jenis informasi yang bisa diminta dalam sistem DNS. Berikut adalah DNS
record yang paling sering dijumpai:
A Record atau Address record ─ menyimpan informasi soal hostname, time to live
(TTL), dan IPv4 Address.
AAA Record ─ menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6
address.
MX Record ─ merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim
email di suatu domain.
CNAME Record ─ digunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah
IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.
NS Record ─ merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan.
Record ini berguna jika subdomain Anda di web hosting berbeda dengan domain.
PTR Record ─ memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi
soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup).
CERT Record ─ menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.
SRV Record ─ menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority,
Name, Weight, Port, Points, dan TTL
II. Prinsip dan Cara Kerja DNS
a. Cara Kerja DNS
DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS
query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion,
root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
Berikut adalah penjelasan cara kerja DNS. Semuanya diurutkan tahap per tahap.
User memasukkan URL situs web di browsernya. Contoh:
[Link]
DNS resolver kemudian akan mengirimkan query/pertanyaan ke DNS root server.
Pada tahap ini, DNS root server akan memberitahu DNS resolver mengenai Top
Level Domain tempat dia dapat menemukan informasi untuk situs web yang
diminta. Untuk alamat [Link], maka Top Level Domain yang
dipergunakan adalah .com.
DNS resolve kemudian akan mengirim query ke Top Level Domain yang relevan.
Setelah itu, Top Level Domain server akan mengembalikan name server IP
address yang relevan. Pada tahap ini, resolver akan mengirim request ke name
server Autotitative.
Name server Autoritative kemudian akan mengembalikan alamat IP dari domain
yang relevan ke resolver dan meneruskan ke web browser.
Web browser akan mengakses website dengan mengirim HTTP request ke alamat
IP dan tampilan halaman website dapat ditampilkan.
Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ada lima blok penyusun utama yang
memungkinkan DNS untuk dapat berfungsi, yaitu:
1. DNS Query
DNS Query merupakan istilah teknis untuk meminta informasi soal IP Address.
Tahapan ini dimulai ketika Anda mengetikkan URL ke address bar.
DNS server kemudian mencari informasi di filehosts. Jika informasi yang dicari tidak
ditemukan, server akan berusaha mencari kepingan informasi atau rekam informasi
yang pernah tercatat di sistem (cache).
Dalam tahapan awal ini sendiri, terdapat tiga jenis DNS Query. Ketiganya
adalah recursive query, iterative query, dan non-recursive query. Di bawah ini,
Anda bisa temukan pengertiannya:
Recursive query
User memberikan hostname yang mana kemudian DNS Resolver harus berikan
jawaban. Ada dua kemungkinan jawaban yang diberikan. Pertama, DNS akan
menyediakan informasi relevan setelah mencari di Root Server ataupun
Authoritative Name Server. Kedua, browser akan menampilkan pesan error
karena informasi tak bisa ditemukan.
Iterative query
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
User memasukkan hostname. DNS resolver akan mencari cache yang relevan di
memori. Jika tidak berhasil, DNS resolver akan mencari informasi di Root Server
dan Authoritative Name Server yang paling dekat dan relevan dengan DNS zone.
Non-recursive query
Ini merupakan proses pencarian informasi yang tercepat. Tipe ini tidak
memerlukan pencarian di Root Server atau Authoritative Name Server karena
data yang dicari tersimpan dalam cache.
2. DNS Recursor / DNS Recursive Resolver
DNS recursor merupakan tahapan pertama pencarian informasi. Ketika user
memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem akan
mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider
(ISP).
3. Root Name Server
Katakanlah informasi yang Anda cari tak bisa ditemukan di ISP. Maka kemudian,
sistem akan mencari informasi yang Anda butuhkan ke root name server.
Root name server merupakan semacam database yang menjawab pertanyaan soal
nama domain dan IP Address. Server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk
informasi yang dicari.
Akan tetapi, server ini bisa meneruskan permintaan informasi ke pihak yang lebih
mengetahui. Di dunia ini, terdapat 13 root server yang bekerja. Root server tersebut
diurutkan secara alfabetis dari A sampai M.
Root server semacam ini dikelola organisasi seperti Internet Systems Consortium,
Verisign, ICANN, the University of Maryland, and the U.S. Army Research Lab.
4. TLD Name Server
Dari root name server, sistem akan membaca jenis informasi yang dicari dari top-
level domain. Setiap TLD seperti .COM, .ORG, .EDU, .ID, .AU, dan sebagainya
memiliki server yang spesifik.
Dengan membaca informasi ini, sistem bisa meneruskan pencarian informasi ke
server yang benar-benar memiliki data yang dicari.
5. Authoritative Name Server
Setelah menemukan klu di mana server yang diinginkan, sampailah kita pada
authoritative name server. Jenis server satu ini memiliki semua informasi lengkap
soal situs web yang dituju.
Ketika informasi yang diminta sesuai dengan hasilnya, maka browser akan
menampilkan situs web atau halaman yang Anda minta di awal. Tentu saja hasil
pencarian ini memiliki masa waktu tertentu.
Proses pencarian ini akan diulang untuk memastikan informasi yang ditampilkan
tetap up-to-date. Namun, tentu saja, beberapa informasi ini disimpan dalam bentuk
cache di device untuk berjaga-jaga agar proses query berjalan cepat.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
b. Beberapa Bagian dari Nama Domain:
Sebuah nama domain terdiri dari dua bagian atau lebih yang secara teknis disebut
label, dipisahkan dengan titik.
1) Root-Level Domain merupakan bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia
berwujud tanda titik (.) di bagian paling belakang sebuah URL.
2) Top-Level Domain adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level
domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu
Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level Domain
(CCLTD).
GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah, website
untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk
institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.
CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs.
Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk
Inggris, dan sebagainya.
Second-Level Domain ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia sering
digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL
[Link], yang dimaksud SLD adalah wikipedia.
Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari domain utama
yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan sebagai rumah, subdomain
adalah salah satu ruang khusus di rumah itu sendiri.
Hostname atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan bagian
yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari
sebuah website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan, yaitu
HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.
Aplikasi yang digunakan untuk membangun DNS server adalah bind9 (pada Linux).
Cara menginstall bind9 pada Linux akan dijelaskan pada postingan berikutnya :
Konfigurasi DNS Server.
c. Konsep DNS server
Domain name server adalah sebuah system yang mengubah alamat sebuah
web menjadi ip pada semua komputer yang terhubung langsung ke internet,
DNS juga bisa mengubah ip menjadi nama host. DNS bekerja secara hirarki dan
bentuknya seperti pohon .pada bagian atas ada top level domain (tld) seperti
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
.com .org .edu [Link] contoh pada waktu kita mencari alamat misalnya
[Link] pertama-tama DNS ini akan bertanya pada tld tentang DNS server
yang melayani domain .com misalkan di balas dengan [Link], setelah itu dia
menanyakan pada [Link] tentang DNS server yang bertanggung jawab atas .com
kemudian dia bertanya pada [Link] tentang [Link] dan dijawab
[Link].
Jika kita mengubah ip menjadi nama host melibatkan [Link] domain
lainnya [Link] yang perlu diingat adalah bahwa dalam setting ip di in-
[Link] harus di balik. DNS server di linux dijalankan oleh program yang disebut
[Link] ini adalah bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh paul
vixie dari the internet software [Link] named bisa dijalankan pada setiap
booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan menggunakan
[Link] singkat dengan perkembangan jaringan komputer,membutuhkan sistem
yang bisa [Link] DNS. paul mockapetris menemukan DNS di tahun
1983;spesifikasi asli yang muncul di RFC 882 dan [Link] 1987,penelitian RFC
1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS.
III. Forwardes
DNS Forwarding adalah suatu cara yang dilakukan oleh DNS server mengubah arah
pencarian dari permintaan DNS query yang dia sendiri tidak bisa menjawabnya. Jika anda
menugaskan sebuah DNS server di site anda sebagai DNS forwarder, semua permintaan dan
pertanyaan masalah DNS akan dikirim ke DNS forwarder terlebih dahulu.
Domain Forwarding berfungsi ntuk meneruskan atau membelokkan sebuah domain ke
sebuah domain tertentu lainnya.
Sebagai contoh, Anda memiliki website dengan nama domain [Link]. Kemudian, Anda
ingin membuat siapapun yang mengakses domain tersebut, langsung dialihkan ke domain
lain bernama [Link]. Anda dapat melakukannya dengan Domain Forwarding.
Seperti yang telah kita ketahui, apabila kita mempunyai sebuah usaha yaitu penyedia jasa
internet, seperti RT/RW Net, Internet Cafe (Warnet), atau bisa juga sebagai administrator
jaringan di sebuah perusahaan. Maka sesuai dengan peraturan pemerintah atau juga
kebijakan dari masing-masing pengelola untuk melakukan filtering akses dari situs-situs
yang mengandung unsur SARA, Pornografi, dan situs yang memiliki konten 'negatif'.
Nah, untuk membuat sebuah 'Internet Positif' kita akan melakukan konfigurasi pada router
gateway dengan menambahkan DNS Server yang memiliki Content Filtering, seperti
DNS Nawala, Comodo Secure DNS, Norton ConnectSafe DNS. Sebagian pengguna internet
mencari cara untuk menembus dari 'Internet Positif'. Salah satunya dengan mengganti alamat
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
DNS yang telah tersetting di perangkat si pengguna menggunakan alamat DNS
tanpa Content Filtering.
Untuk mengatasi hal ini kita bisa menerapkan Forwarding DNS Server atau dengan kata
lain kita 'memaksa' pengguna internet untuk melakukan resolve DNS ke DNS Server kita
walaupun di perangkat si pengguna disetting dengan DNS Server yang lain.
IV. Caching DNS
DNS Cache atau kadang bisa juga disebut DNS Resolver Cache merupakan database
sementara pada sistem operasi komputer yang menyimpan rekaman data IP dari nama
domain yang sebelumnya telah dikunjungi oleh pengguna komputer.
Fungsi dan cara kerja DNS Cache untuk meningkatkan kecepatan proses pencarian sebuah
domain yang telah digunakan atau dikunjungi sebelumnya yang tersimpan di database DNS
cache sebelum permintaan dikirim ke Internet atau DNS Server
V. DDNS (Dynamic DNS) adalah metode untuk memperbarui IP pada hostname secara
otomatis di DNS (Domain Name System). Dengan menggunakan DDNS, Anda tidak
perlu melakukan perubahan secara manual pada DNS ketika terjadi perubahan IP pada
koneksi yang digunakan.
VI. Konfigurasi DNS Server
konfigurasi bind9
dalam membuat membangun sebuah DNS server kita hanya mengkonfigurasi atau mengedit
beberapa file yaitu :
-. /etc/bind/[Link] .local
- /etc/bind/[Link]
-./etc/ bind/forward ( mentranslasikan domain ke IP )
-./etc/bind/reverse ( mentranslasikan IP ke domain/hostname)
- /etc/[Link] ( mendaftarkan DNS ke file resolve)
file [Link] yaitu : file konfigurasi utama dalam bind9 yang secara default sudah
terkonfigurasi sebagai dns cache pada saat instalasi bind9, selain itu juga di konfigurasi
untuk pembangunan sebuah dns server dan juga menjalankan dan menunjukkan file
database-data yang menjadi sebuah file data base yang menjalankan proses jalannya bind9
dalam server dns.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
Langkah kerja
Aplikasi yang digunakan untuk membangun DNS server adalah bind9 (pada Linux). Cara
menginstall bind9 pada Linux sebagaiberikut:
1. Konfigurasi [Link]
Terlebih dahulu kita mengkopi file [Link]-zones ke dalam file
[Link] yang berada pada direktori bind caranya seperti dibawah ini :
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi terhadap file [Link] tersebut dengan
menggunakan perintah seperti dibawah ini :
Silakan anda tambahkan atau mengedit script seperti yang ada pada gambar di bawah
tersebut.
Sesuaikan dengan konfigurasi anda, Kemudian silakan anda lakukan penyimpanan hasil dari
konfigurasi tersebut. Dengan cara press CTRL + X lalu press Y ( untuk menjawab yes)
dan Enter
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
2. Konfigurasi File Forward
Buatlah dahulu sebuah file yang bernama Forward di direktori bind . lakukan dengan
perintah copy (cp) seperti di bawah ini :
Edit file tersebut dengan menggunakan perintah seperti di bawah ini :
Sesusaikan isi dari file tersebut dengan identitas hostname pada zone yang kita kelola,
seperti terlihat pada gambar dibawah ini, jika sudah sesuai file tersebut disimpan.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
3. Konfigurasi File Reverse
Selain file forward kitapun harus menyiapkan sebuah file yang bernama reverse di
direktori bind.
lakukan dengan perintah copy (cp) seperti di bawah ini :
Edit file tersebut dengan menggunakan perintah seperti di bawah ini :
Sesusaikan isi dari file tersebut dengan identitas hostname pada zone yang kita kelola,
seperti terlihat pada gambar dibawah ini, jika sudah sesuai file tersebut disimpan.
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
4. Konfigurasi file resolv
Lakukan dengan perintah seperti dibawah ini :
Tambahkah script seperti di bawah ini lalu simpan.
Selanjutkan lakukan restart terhadap konfigurasi interface dan bind9 tersebut agar dapat
terpetahkan dengan baik dan benar.
Caranya seperti pada gambar dibawah ini :
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
Pengujian Pada PC Client Windows.
Klik Start- Run ketikan “cmd”
Ketikan perintah nslookup [Link] atau IP dari DNS tersebut
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
Istilan dalam DNS
1. A (Address)
Akan Digunakan dalam pemetaan nama host ke alamat IP secara statis. Penggunaan yang
umum pada suatu server web adalah “www”, sehingga pada konfigurasi A ditambahkan
data alamat IP untuk mengenali alamat domain tersebut. Format penulisannya adalah
sebagai berikut:
www IN A [Link]
2. MX (Mail eXchanger)
Akan digunakan dalam konfigurasi server email. Merupakan data dengan tipe spesial
untuk spesifikasi layanan email pada suatu domain. Dalam melindungi proses lalu-lintas
data email, data MX mempunyai nilai prioritas dalam bilangan numeric, dengan prioritas
tertinggi berada pada angka terendah yang akan dipilih terlebih dahulu. Sebagai contoh,
pada konfigurasi akan diberikan nilai 10 pada MX, dan akan diberikan nilai 20 pada MX
selanjutnya. Untuk pengaksesannya pertama kali akan mengecek ketersediaan sumber
daya pada MX pertama.
Contoh konfigurasi adalah sebagai berikut:
IN MX 10 [Link]
3. CNAME (Canonical NAME)
Yaitu sebuah nama alias dari suatu nama domain, sehingga sebagai solusi dimana pada
mesin server yang sama mempunyai dua nama host yang berbeda. Sebagai contoh, pada
server dikonfigurasi bahwa untuk mengakses server email dapat melalui alamat mail.i-
[Link]
Untuk konfigurasi dapat dilihat pada bagian di bawah ini:
mail IN CNAME [Link]
4. NS (Name Server)
Akan Digunakan untuk menginformasikan mengenai “authoritative name server” dalam
pengelolaan suatu domain. Pada beberapa konfigurasi, NS dibuat tidak hanya satu, akan
tetapi mempunyai secondary sebagai cadangan apabila server pertama mengalami
kerusakan.
Contoh konfigurasi adalah sebagai berikut:
@ IN NS [Link].
5. PTR (Pointer)
Akan Digunakan dalam pemetaan alamat IP ke nama host (reverse domain name service).
Contoh konfigurasi:
[Link] IN PTR [Link]
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1
6. SOA (Start Of Authority)
Akan Definisi mengenai awal dari suatu berkas zone. Contoh konfigurasinya adalah
sebagai berikut:
@ IN SOA [Link] root [Link]. (
1 ; Serial_number
604800 ; Refresh_number
86400 ; Retry_number
2419200 ; Expire_number
604800 ) ; Negative Cache TTL - minimum
Penjelasan:
1. Diawali dengan karakter @ sebagai penanda.
2. [Link], sebagai NS, menjadi domain utama dari server.
3. root. [Link], sebagai informasi email untuk pihak yang bertanggung jawab
terhadap domain.
4. 1, merupakan nomor seri dari berkas zone. Server secondary (jika ada) akan
melakukan pemeriksaan setiap akses yang dilakukan dengan membandingkan besaran
nilai yang dimiliki. Apabila pada berkas zone pada server secondary lebih kecil, maka
akan langsung melakukan pemindahan zone ke mesin server utama.
5. 604800, merupakan selang waktu dalam detik untuk server secondary melakukan
pemeriksaan terhadap perubahan berkas zone pada server utama.
6. 86400, merupakan selang waktu dalam detik untuk mempertahankan
berkas zone ketika server utama tidak memberikan respon.
7. 2419200, merupakan selang waktu dalam detik untuk melakukan refresh.
604800, merupakan nilai TTL untuk semua sumberdaya pada berkas zone
S M K Yo h a n e s X X I I I M a u m e r e Page 1