Upaya Kepolisian Cegah Senjata Tajam
Upaya Kepolisian Cegah Senjata Tajam
PROPOSAL SKRIPSI
Oleh :
DOSEN PEMBIMBING
MENGETAHUI/MENYETUJUI :
DEKAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Segala kemuliaan hanya bagi Allah Maha Besar, karena atas Kasih dan
Anugerah- Nya sehingga penyusunan proposal skripsi ini dapat diselesaikan dengan
baik sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Hukum
Penulisan proposal skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum
Universitas Sam Ratulangi Manado. Judul yang penulis angkat adalah “Upaya
Khusus sembah sujud dan terima kasih penulis haturkan kepada Orangtua
tercinta Papa dan Mama dan keluarga, yang tak pernah lelah dan bosan-bosannya
memberikan didikan, arahan, motivasi, dan kasih sayang yang tulus bahkan yang selalu
Melalui kesempatan ini juga, penulis menghaturkan rasa terima kasih yang
1. Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Dr. Emma V.T. Senewe, SH,
MH.
2. Para Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado, yakni:
- Dr. Dani R. Pinasang, SH, MHum, Wakil Dekan Bidang Akademik dan
- Debby Telly Antow, SH, MH, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan
3. Dr. Cornelis D. Massie, SH., MH, Selaku Kaprodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum
4. Para Dosen Pembimbing dalam penyusunan skripsi ini, berkat petunjuk dan arahan
mereka, baik menyangkut teknis penulisan, maupun terutama materi skripsi ini
6. Para Guru besar dan seluruh Staf Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam
Ratulangi Manado yang telah menuntun dan membimbing penulis sejak mengikuti
7. Pimpinan dan Staf Tata Usaha yang telah membantu penulis dalam penyelesaian
8. Teman-teman Angkatan 2021, terima kasih untuk persahabatan yang boleh terjalin.
10. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil.
Segala upaya untuk menyelesaikan dan menyajikan tulisan ini telah diusahakan
dengan baik, namun penulis menyadari penulisan proposal skripsi ini jauh dari
sempurna, untuk itu sangat diharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan
skripsi ini.
Semoga Allah Maha Besar melalui Kasih Yesus Kristus senantiasa memberi
Penulis
Jessica Kojongian
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL......................................................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN.....................................................................................ii
KATA PENGANTAR............................................................................................iii
DAFTAR ISI............................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 5
C. Tujuan Penelitian.......................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5
E. Metode Penelitian ......................................................................... 6
F. Sistematika Penulisan ................................................................... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Kepolisian Negara Republik Indonesia
1. Pengertian Kepolisian………………………………………… 11
2. Tugas dan Wewenang Kepolisian……………………………. 12
B. Tinjauan Umum tentang Upaya Penanggulangan Kejahatan
1. Pengertian Penanggulangan Kejahatan……………………… 17
C. Jenis Jenis Senjata Tajam……………………………………… 20
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………...... 23
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 1 ayat (3) yang berbunyi “Negara Republik
Indonesia adalah negara hukum.” Maka dari itu, Indonesia menjadikan hukum
hukum harus memberikan rasa aman dan bebas dari segala bentuk kejahatan atau
kesadaran pelaku kejahatan tindak pidana yang dilakukan oleh perseorangan maupun
menggunakan senjata tajam. Jenis tindak pidana ini diatur dalam kitab undang-
sebuah pelanggaran terhadap hukum positif yaitu hukum pidana. Kejahatan dan
pelanggaran
1
Jimly Asshidiqqie, 2010, Konstitusional dan Konstitusionalisme Indonesia, Sinar Grafika,
Bandung, hlm. 69.
2
Faradila, N. (2022). Analisis Kriminologi Terhadap Kejahatan Kekerasan Yang Dilakukan
1
Secara Bersama Oleh Anak Di Kota Bukittinggi. UNES Law Review, 5(1), hlm.211-219.
2
yang diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana bisa dilihat sebagai hukum
pidana objektif yaitu suatu tindak pidana yang di golongkan menurut ketentuan
hukum itu sendiri dan hukum pidana subjektif yaitu ketentuanketentuan di dalam
penculikan, dan sebagainya. Dari semua jenis tindak pidana ini telah diatur dalam
pidana. Kejahatan dan pelanggaran yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum
Pidana bisa dilihat sebagai hukum pidana objektif, yaitu suatu tindak pidana yang
digolongkan menurut ketentuan-ketentuan hukum itu sendiri dan dapat juga dilihat
Tindak pidana penyalahgunaan senjata tajam merupakan salah satu isu yang
3
Hanafi, H. (2022). Penanganan Kasus Tindak Pidana Membawa Atau Menyimpan Senjata
Tajam Tanpa Ijin Oleh Jajaran Polsek Sepulu. VOICE JUSTISIA: Jurnal Hukum dan Keadilan, 6(1),
hlm.29-45
4
Astuti, M. (2021, August). Upaya Penyelesaian Damai Terhadap Pelanggaran Dan
Kejahatan Kemanusiaan Pada Masa Konflik Bersenjata. In Seminar Nasional Teknologi Edukasi
Sosial Dan Humaniora (Vol. 1, No. 1, pp. 1000-1006)
3
tajam sering terjadi dan dapat menimbulkan kepanikan serta kerugian yang cukup
besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk mencegah terjadinya tindak
dan keselamatan publik, serta mengakibatkan kerugian materiil dan nonmateriil yang
cukup besar.
global. Tidak tertatanya pengawasan terhadap kepemilikan senjata tajam, baik legal
maupun illegal yang dimiliki oleh masyarakat umum, apparat kepolisian dan TNI,
kejahatan ini kebanyakan adalah warga sipil. Di Indonesia, angka pasti tentang
perdagangan senjata api, legal maupun illegal sulit diperoleh, meski peredarannya di
senjata api kurang tertib dan pengawasannya, maka aparat kepolisian tidak tahu pasti
Bila kita lihat beberapa peristiwa kejahatan dengan menggunakan senjata api,
orang lain. Dapat diduga beberapa kemungkinan tentang status kepemilikan senjata
tajam, yaitu senjata tajam illegal (hasil penyelundupan) ataupun senjata api rakitan
atau dibuat sendiri, serta senjata organik yang dimiliki oleh instansi berwenang yang
api mainan dalam melakukan aksi kejahatannya. Masyarakat umum ataupun sikorban
otomatis akan merasa kaget dan takut ketika melihat senjata api yang ada pada pelaku
sangat pesat,tidak hanya didunia teknik industri dan perdagangan tetapi juga dalam
senjata tajam ilegal. Senjata tajam pada dasarnya dapat dimiliki oleh masyrakat sipil
tetapi melalu proses yang cukup panjang. Secara normatif, Indonesia sebenarnya
termasuk negara yang cukup ketat menerapkan aturan kepemilikan senjata tajam
untuk kalangan sipil. Ada sejumlah dasar hukum yang mengatur mengenai hal ini,
mulai dari level undang- undang yakni UU Darurat No. 12 Tahun 1951, UU No 8
Tahun 1948 dan Perpu No. 20 Tahun 1960. Selebihnya adalah peraturan yang
Senjata Non-Organik.
seperti KTP, Kartu Keluarga, dan lain-lain, seseorang berusia 24-65 tahun yang
5
memiliki sertifikat menembak dan juga lulus tes menembak, maka dapat memiliki
6
senjata api. SK tersebut juga mengatur bahwa individu pemilik senjata api untuk
keperluan pribadi dibatasi minimal setingkat Kepala Dinas atau Bupati untuk
dipengaruhi oleh Sistem Politik serta control social yang diterapkan. Kepolisian
7
Berdasarkan uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk menulis proposal
B. Rumusan Masalah.
di Kota Manado?
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis
Sebagai bahan analisis dan kajian dari contoh upaya kepolisian dalam
8
2. Secara praktis
D. Metode Penelitian
metode, sistematika, dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu
atau beberapa gejala Hukum tertentu dengan jalan menganalisanya.5 Adapun metode-
metode Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini meliputi hal-hal sebagai
berikut:
1. Jenis penelitian
Istilah “Penelitian Hukum” terdiri dari dua kata yakni “Penelitian” dan
“Hukum”.asal kata “Penelitian” adalah “teliti” yang bearti suatu tindakan yang
beragam sesuai dengan sudut pandang masing –masing aliran filsafat hukum.
penelitaian hukum “legal research” bearti penemuan kembali secara teliti dan
cermat bahan hukum atau data hukum yang memecahkan permsalahan Hukum.
5
Kelik Wardiono,Metodelogi Penelitian Hukum (Pendekatan Doktrinal), UMS Press,
Surakarta, 2005 hlm.6.
9
pada dasarnya jenis penelitaian hukum dapat mengunakan 2 (dua) pendekatan
,yang terdiri atas: Penelitian Hukum Normatif (yuridis normatif), dan penelitaian
6
hukum sosiologis (yuridis empiris). Penelitian hukum normatif disubut juga
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitaian ini adalah studi
b. Online; yaitu studi kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan cara
6
Soerjono Soekanto dan Sri Manudji, , Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat,
Rajawali Pers, Jakarta, 2005, h.53.
10
3. Teknik Pengumpulan Data
mencakup :
7
a. Bahan hukum primer, yaitu Bahan hukum primer adalah bahan yang
Republik Indonesia
bahan perbandingan.
7
Soerjono Soekanto, .Pengantar Penelitian Hukum, Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta,
1986, h.10.
8
Bambang Sunggono, 2006, Metodologi Penelitian Hukum, Rajawali Pers, Jakarta, hlm 113.
11
c. Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang memberi penjelasan
terhadap bahan hukum primer dan sekunder seperti kamus hukum dan
[Link] Penulisan
BAB I Pendahuluan
Senjata Tajam.
12
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Kepolisian
Republik Indonesia dalam Pasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa Kepolisian adalah segala
hal ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga polisi sesuai dengan peraturan
pengertian, yakni fungsi polisi dan lembaga polisi. Dalam Pasal 2 Undang-Undang
No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, fungsi kepolisian
sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan
1. Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam
13
2. Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah Kepolisian Nasional yang
b. Menegakkan hukum.
Indonesia).
Untuk mendukung tugas pokok tersebut di atas, polisi juga memiliki tugas
tugas tertentu sebagaimana tercantum dalam Pasal 14 ayat (1) Undang–Undang No. 2
Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
9
Republik Indonesia.2002. Undang-Undang No. 22 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara
14
Republik Indonesia Lembaran Negara RI Tahun 2002, No. 2. Sekretariat [Link].
15
3. Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran
peraturan perundang-undangan.
7. Melakukan penyelidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara
9. Melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat dan lingkungan hidup
dari gangguan ketertiban dan/ atau bencana termasuk memberikan bantuan dan
dasarnya tugas polisi ada dua yaitu tugas untuk memelihara keamanan, ketertiban,
16
menjamin dan memelihara keselamatan negara, orang, benda dan masyarakat serta
Prioritas pelaksana tugas polri adalah penegakan hukum. Ini berarti tugas-
tugas kepolisian lebih diarahkan kepada bagaimana cara menindak pelaku kejahatan
tindakan kepolisian. Sebagai wujud dari peranan Polri, maka dalam mengambil dalam
setiap kebijakan harus didasarkan pada pedoman- pedoman yang ada. Dibawah ini
a. Peran Polri dalam Penegakan Hukum Polri merupakan bagian dari criminal justice
Internasional.
b. Peran Polri sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat Peran ini diwujudkan
undangan (asas legalitas) maupun yang belum diatur oleh peraturan perundang-
c. Peran polri sebagai pelayan masyarakat (public service). Peran ini merupakan
kemampuan Polri dalam pelaksanaan tugas Polri baik preventif maupun represif,
agar tercipta ketentraman, kedamaian dan keadilan dalam masyarakat sehingga hak
17
Fungsi umum kepolisian yang berkaitan langsung dengan kewenangan
hukum, yaitu:
1) Lingkungan kuasa soal-soal (zaken gebeid), yang termasuk kompetisi hukum publik;
ketertiban umum;
kesatuan bangsa antara lain aliran kepercayaan yang bertentangan dengan filsafat
kepolisian;
18
f. Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam
rangka pencegahan;
k. Mengeluarkan surat izin atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka
pelayanan masyarakat;
masyarakat lainnya;
e. Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api, bahan peledak, dan
senjata tajam;
19
f. Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di
g. Memberikan petunjuk, mendidik, dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas
h. Melakukan kerja sama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan
Upaya penanggulangan tindak pidana dikenal dengan istilah kebijakan criminal yang
dalam kepustakaan asing sering dikenal dengan berbagai istilah, antara lain penal
policy, criminal policy, adalah suatu usaha untuk menanggulagi kejahatan melalui
penegakan hukum pidana, yang rasional yaitu memenuhi rasa keadilan dan daya
reaksi yang dapat diberikan kepada pelaku kejahatan, berupa sarana lainnya.
20
dipanggil untuk menanggulangi kejahatan, berarti akan dilaksanakan politik hukum
pidana yang sesuai dengan keadaan dan situasi pada suatu waktu dan untuk masa-
yang telah dilakukan sambil terus mencari cara yang paling tepat dan efektif dalam
mengatasi masalah tersebut. Seperti yang di kemukakan oleh E.H. Sutherland dan
ada dua metode yang dipakai untuk mengurangi frekuensi dari kejahatan yaitu :
2. Metode untuk mencegah the first crime, merupakan satu cara yang ditujukan untuk
mencegah terjadinya kejahatan yang pertama kali (the first crime) yang akan
dilakukan oleh seseorang dan metode ini juga dikenal sebagai metode prevention
(preventif).
dilembaga
21
10
Sudarto. Kapita Selekta Hukum Pidana. [Link]. 1986. hlm. 22
22
permasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan
a. Upaya Preventif
terjadinya atau timbulnya kejahatan yang pertama kali. Mencegah kejahatan lebih
baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali,
perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan. Sangat
beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan
oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis. Barnest dan Teeters
ekonomis yang cukup baik sehingga dapat merupakan suatu kesatuan yang
harmonis.
b. Upaya Represif
11
Atmasasmita, Romli. 1984. Bunga Rampai Kriminologi. Rajawali. Jakarta. hlm. 66
23
Upaya represif adalah suatu upaya penanggulangan kejahatan secara
upaya represif dimaksudkan untuk menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan
masyarakat, sehingga tidak akan mengulanginya dan orang lain juga tidak akan
membahas sistem represif, tentunya tidak terlepas dari sistem peradilan pidana kita,
dimana didalam sisitem peradilan pidana paling sedikit terdapat 5 (lima) sub- sistem
secara fungsional.
Senjata adalah suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh atau
mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam dan melindungi. Apapun yang
dapat digunakan untuk merusak psikologi dan tubuh manusia dapat dikatakan senjata.
Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau komples seperti peluru kendali balistik.
a. Badik Makassar
24
Badik Makassar memiliki kale (bilah) yang pipih, battang (perut) buncit dan tajam
serta cappa (ujung) yang runcing. Badik yang berbentuk seperti ini di sebut badik
sari. Badik sari terdiri atas bagian pangulu (gagang badik), sumpa kale (tubuh
badik) dan banoang (sarung badik). Lain Makassar lain pula Bugis, di daerah ini
badik di sebut dengan kawali, seperti Kawali Raja (Bone) dan Kawali Rangkong
(Luwu).
b. Celurit
Clurit adalah alat pertanian yang berfungsi sebagai alat potong yang berbentuk
dengan arit/sabit, clurit lebih mengacu pada senjata tajam sedangkan Arit atau
Sabit cenderung bersifat sebagai alat pertanian. Clurit merupakan senjata khas dari
suku Madura Provinsi Jawa Timur digunakan sebagai senjata carok. Legenda
senjata ini adalah 22 senjata yang biasa digunakan oleh tokoh yang bernama
Sakera yang kontra dengan dengan penjajah Belanda. Kini senjata clurit sering di
gunakan masyarakat Madura untuk carok. Sebelum di gunakan clurit di isi dulu
c. Senjata Api
Setiap alat yang sudah terpasang ataupun yang belum, yang dapat di operasikan
atau yang tidak lengkap, yang di rancang atau di ubah, atau yang dapat di ubah
hasilkan dari penyalaan bahan yang mudah terbakar di dalam alat tersebut, dan
25
termasuk
26
perlengkapan tambahan yang dirancang atau di masudkan untuk di pasang pada
alat demikian.
Tahun 1976 yang menyatakan :Senjata api adalah salah satu alat untuk melaksanakan
tugas pokok angkatan bersenjata di bidang pertahanan dan keamanan, sedangkan bagi
instansi pemerintah di luar Angkatan bersenjata, senjata api merupakan alat khusus
1976, yang menginstruksikan agar para menteri (pimpinan lembaga pemerintah dan
non pemerintah) membantu pertahanan dan keamanan agar dapat mencapai sasaran
tugasnya.
indonesia banyak sekali di jumpai pengrajin senjata api yang di rakit untuk digunakan
kepentingan pribadi dan kelompok dalam melakukan aksi tawuran maupun aksi
kejahatan seperti perampokan. Adapun untuk pihak swasta kepemilikan senjata api di
perbolehkan untuk tujuan khusus, seperti olahraga, dan perlindungan diri yang
diberikan kepada pejabat pemerintahan, dan juga kepada pihak swasta. Pemberian
izin yang ketat serta prosedur yang keras di peruntuhkan agar tidak terjadi
27
DAFTAR PUSTAKA
Senjata Tajam Tanpa Ijin Oleh Jajaran Polsek Sepulu. VOICE JUSTISIA:
Surakarta,
Soerjono Soekanto dan Sri Manudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan
2006.
Purwokerto, 1986.
28
Hanafi, H. (2022). Penanganan Kasus Tindak Pidana Membawa Atau Menyimpan
Senjata Tajam Tanpa Ijin Oleh Jajaran Polsek Sepulu. VOICE JUSTISIA:
Peraturan Perundang-Undangan
Pidana
29